
Kejadian kemarin sudah terlewat ,kini terganti dengan kedua manusia yang terjebak dalam permainan ibu hamil .
Dan tak terasa kedua manusia itu tengah berada di Jerman ,di sebuah vila yang ada di jerman yang terletak di pedesaan jauh dari keramaian ,bahkan Bryan sedikitpun tak pernah berangan-angan untuk tinggal di tempat yang jauh dari keramaian itu ,bahkan untuk pergi ke penduduk yang banyak keramaian itu butuh waktu dua jam .
Bryan sudah menduga ,dan mempunyai firasat buruk ,kalau hamil istri temannya itu hanya akan menyusahkan dirinya , dengan bonus liburan yang tak pernah di inginkan ini , lebih tepatnya Bryan berdecak sebal ,kamar di vila itu hanya ada satu kamar .
Bahkan sedari tadi pria itu hanya mengomel merutuki sahabat dan istrinya itu , Nabila yang mendengarkan nya pun berdecak sebal dengan pria yang dari tadi mengomel itu ,
"Sudahlah , kau itu sangat bawel ?! kaya wanita bermulut empat ... wkwkwkwkwk nyerocos aja kaya bebek .." ucap Nabila yang bosen mendengarkan gerutuan Bryan .
"Anatasya sialan ,bahkan vila ini hanya ada satu kamar ,yang benar saja ?! gak ada sofa sama sekali ."
Nabila masuk ke kamar itu dan mengambil baju ganti di dalam kopernya ,setelah itu dia masuk kamar mandi tanpa memperdulikan Bryan yang masih ngomel, selang beberapa menit ,Nabila pun keluar dari kamar mandi ,dan kini Nabila celingak celinguk ke arah dapur
Bryan melirik gadis yang berpakaian piyama pendek dan mengikat rambutnya dengan asal itu ,dan kini dia celingak celinguk ke arah dapur ,
"Apa kau tidak punya rasa takut sama sekali ." ucap Bryan .
"Takut kenapa , ngapain harus takut ,?! justru aku senang liburan ke luar negri baru pertama kali, yah walaupun agak aneh ,di tempat ini hanya ada satu vila ,yang benar saja . " jawab Nabila dengan santai sembari membuat susu , setelah itu dia membawa susunya ke meja
Bryan hanya geleng kepala dengan gadis itu , kehidupan gadis itu dia tidak tahu yang sesungguhnya, bahkan ke luar negri saja baru pertama Kali .
"Maksudku , kau tidak takut denganku gadis bodoh ."
"Apa kau membuat itu hanya sendiri , tidak sekalian membuatkannya denganku ,"Tanya Bryan pada Nabila .
"Tuan , apa anda menyuruh saya ,tidak kan ?! bikin aja sendiri ,punya tangankan ." ucap Nabila dengan sedikit menjauh dari pria itu .
Bryan berdiri dari duduknya , kini dia melangkah ke arah dapur dan akan membuat kopi , setelah selesai membuat kopinya ,Bryan duduk di kursi yang satu meja dengan Nabila .
"Apa kau merasa kita di kerjain ." ucap Bryan yang kini meniup-niup kopinya .
"Tentu saja tidak ,?! kalau saja aku tahu dari awal ,sudah pasti aku akan menolak pergi ,kalau bukan karna Anatasya yang merengek dan tidak ingin makan di depan suaminya itu ,aku mana mau pergi ,lebih baik bekerja ,menghasilkan uang ." ucap Nabila dengan nada kesalnya .
Bryan menghela napasnya berat ,nasibnya tak jauh dari Nabila ,dia juga di paksa oleh Dimas untuk pergi ,dan dia tidak bisa menolak permintaan sahabatnya erlandh ,terlalu sulit baginya jika dia menolak .
Mengingat kesuksesan yang di raihnya sekarang itu semua berkat bantuan Dimas dan juga Erland ,bahkan dengan baiknya mereka menganggap dirinya saudara, termasuk omah wanita paruh baya itu yang sudah menganggap dirinya anak sendiri.
Kryukkkkk....Kryuukkk...
Bryan melirik ke arah gadis yang ada di sampingnya itu ,suara dering perutnya nyaring terdengar di telinga pria itu .
"Gadis ceroboh ,?! apa kau lapar ." tanya Bryan yang telah mendengarkan suara bunyi perut Nabila .
"Tidak " jawab Nabila bohong .
"Dasar cacing tidak tahu malu,kau berdemo di saat ada priaj menyebalkan ini , "
"Hey ... kau jangan membohongi dirimu sendiri ,aku tahu itu suara perutmu ." ucap Bryan .
Nabila tidak menjawab pria itu, terlalu malu dan gengsi jika dia harus mengatakan "Iya" bahwa dia sedang menahan lapar di depan pria seperti Bryan ,tak bisa Nabila pungkiri , pria itu jika di tatap secara dekat memanglah tampan ,tapi dengan cepat Nabila membuang kata yang ada di dalam pikirannya itu ,pria seperti Bryan tetaplah pria menyebalkan.
"Gadis ceroboh apa kau akan membiarkan perutmu kosong ,bahkan cacing mu sudah minta untuk segera di beri makan ." ucap Bryan.
"Tidak ... aku tidak lapar,, jika pun aku lapar ,pasti aku sudah makan ," ucap Nabila sambil memalingkan wajahnya .
__ADS_1
"Cih. .. memang gadis seperti dirimu bisa masak , " ucap Bryan tersenyum mengejek .
Nabila diam dan tak menjawab ucapan pria itu ,dia memang tidak bisa memasak , maka dari itu dia hanya menunggu pria itu untuk membuat makanan ,Karna pria itu jago masak ,dan maka dari itu Nabila menunggu Bryan untuk membuat makanannya.
Karna kesal dengan ejekan Bryan ,Nabila pun pergi ke kamar dan berharap hari telah esok dan cepat Kembali .
"Jika aku liburan dengan si ana bodoh itu ,aku akan sungguh betah di sini ,?! tapi dengan pria ini.,huh rasanya aku ingin segera pulang ."
Bryan yang rupanya mengintip Nabila hanya menggelengkan kepalanya ,
"Gengsi di pelihara ,"
Bryan berjalan ke arah dapur , dia mengeluarkan bahan-bahan di kulkas yang sudah di sediakan oleh penjaga vila itu , kini dia berkutat untuk membuat makanan dirinya dan juga gadis ceroboh itu .
Nabila menengok pria yang kini tengah di dapur ,pria itu sungguh lihai dengan peralatan dapur ,di saat Bryan tengah selesai ,Nabila langsung cepat-cepat lari ke dalam kamar yang pintunya tidak di tutup .
Kini Bryan melangkah ke arah pintu dimana kamar itu hanya satu ,dan pintu kamar itu terbuka lebar , Bryan melihat Nabila yang memainkan ponselnya hanya geleng kepala dan menghembuskan napasnya,
"Makanan sudah jadi ,jika kau ingin makan ,makan saja .. aku akan keluar lihat-lihat." ucap Bryan .
"Sudah ku bilang ,aku tidak lapar ,?! keluar ya keluar saja ,ngapain ijin ke aku ." ucap Nabila ketus .
"Ohh ... ya sudah ... biar makanan itu aku yang makan ,Dan jangan berani-berani mengambilnya di dapur .." jawab Bryan .
Kini Bryan pergi dari ambang pintu itu dan melangkah ke luar ,dengan menarik napasnya dalam-dalam ,dia masih saja bergumam dan memaki-maki sahabatnya itu.
"Erland ,kau sekongkol dengan istrimu untuk menjebak ku dengan gadis ceroboh itu. " gumamnya dengan sedikit kesal .
Sementara di dalam sana , Nabila sudah ketar ketir melihat ke arah jendela ,dia melihat Bryan jalan di luar ,perutnya sudah berkode ingin segera di kasih makan , dia mengingat perkataannya sendiri bahwa dia tidak lapar dengan berkata di depan pria itu .
Sesampainya di dapur Nabila makan dengan cepat-cepat, dengan hati dan pikiran memuji masakan pria itu .
"Lumayan ,kenapa gak jadi koki aja tuh si plizzer ." gumamnya dengan sembari mengunyah .
Selang beberapa menit, Nabila selesai makan dan cepat-cepat minum dan membereskan bekasnya ,dia melangkah ke ruang tamu dan melihat ke arah pintu kaca, dia melihat Bryan di luar taman duduk di kursi panjang sendiri ,Nabila pun kini melangkah kembali ke kamarnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain , pria yang akan menjadi seorang ayah itu tengah bangun di jam 1 dini , kini dia harus berjaga-jaga untuk bangun di jam-jam seperti ini , karna ibu hamil itu selalu keluar tengah malam untuk mencari makanan , stengah jam Erland menunggu ,tapi istrinya itu tak kunjung bangun juga .
Kini dirinya berbaring dan akan melanjutkan tidurnya lagi dengan memeluk ana .
Tepat pukul 2 dini ,ana bangun dari tidurnya .
"Mas aku laper ," rengek ana
Erland yang mendengar rengekan ana membuka matanya sedikit ,dia menghembuskan napasnya panjang dan mengelus perut ana dengan tubuh yang masih berbaring.
"Sayang ,kau laper lagi ." ucap Erland mengelus perut istrinya dengan mata terpejam dengan di angguki ana .
"Sekarang pengen makan apa lagi hmmmm, kwetiau , Pizza dadakan ,atau japlak la...
"Aku pengen spageti ." rengek ana .
Erland yang masih belum sepenuhnya melek terpaksa bangun dan membasuh wajahnya agar terlihat segar , Kini Erland pun keluar dari kamar dengan di ikuti ana ,Erland melangkah ke dapur untuk masak apa yang istrinya minta .
__ADS_1
Tak butuh waktu lama , kini Erland sudah selesai membuat spageti yang di minta istrinya itu , dia berjalan dan melihat ana tengah menunggunya di meja makan , seperti biasa , ana langsung memakan spageti buatan suaminya itu .
Malam ini berbeda dengan yang di minta malam-malam kemarin , malam kemarin wanita itu meminta di masakin japlak yang membuat Erland cengo ,apalagi untuk memasaknya, dia tidak tahu cara memasak makanan yang di minta istrinya itu .
Tapi mengingat ana yang merengek ingin makan itu , apa boleh buat dengan berat hati Erland membuat makanan yang di minta istrinya itu ,walau hasilnya Gatot , tapi istrinya itu memakannya hingga habis .
Kini dirinya melihat ana yang memakan spageti itu dengan rakus, terkadang pria itu di bikin aneh oleh istrinya itu , permintaan yang di inginkan istrinya itu membuat dirinya menghela nafasnya berat .
"Sayang , pelan-pelan makannya tidak akan ada yang mengambil makananmu." ucap Erland .
"Mas menurutmu Nabila dan Bryan cocok gak ... "Tanya ana dengan mulut penuh dengan makanan .
"Habiskan dulu makanannya ,aku tidak tahu kamu ngomong apa ,"jawab Erland .
Ana menganggukkan kepalanya dan langsung meminum air yang sudah di sediakan suaminya itu .
"Menurut kamu , Nabila dan Bryan cocok gak ." tanya ana kembali .
"80%?! .. Bryan itu tidak mungkin jatuh cinta sama Nabila sayang , dia tidak bisa melupakan wanita di masa lalunya ." jawab Erland.
"Kok 80% gak 100% ,, menurutku ya .. mereka cocok mas , yang satu cempreng , dan yang satunya lagi dingin dan datar .. hoh pasti si datar itu tercairkan oleh perkataan Nabila yang cempreng itu ." ucap ana .
"Sayang ?! tapi yang aku lihat ,Nabila lah yang terkalahkan oleh si datar itu , Bryan meskipun dingin dia bisa aja mengucapkan kata pedas dalam bicaranya ." ucap Erland.
"Cih ... kau menyindir diri sendiri ya ... 11 12 sama kamu dengan si datar itu ." ucap ana .
Erland menghela nafasnya panjang , sekarang dia yang kalah bicara oleh istrinya itu , dulu dia yang mengancam , sekarang istrinya berkata seolah-olah itu adalah bawaan bayi yang di kandung ana , Erland kini bergedik ngeri saat melihat ana menghabiskan spageti itu dengan cepat habis .
"Boy .. apa kamu balas dendam pada Daddy ."
"Sayang apa kau ini terlalu lapar ,hingga spageti itu cepat habis. " ucap Erland.
"Iya mas ,... tapi sekarang udah enggak .. sudah kenyang , tapi nanti masakin lagi ya .. " ucap ana dengan tersenyum manis .
Erland tercengang saat istrinya meminta di masakin masakan lagi dengan ana tersenyum manis menggemaskan , anggukan kecil pun di berikan oleh Erland itu pada istrinya , selang beberapa menit Erland menggandeng tangan istrinya itu dan melangkah kembali ke kamar .
"Sayang. . masih malam tidur lagi ya ..." ucap Erland .
"Enggak mas ,aku jadi tidak ngantuk .. kamu mau tidur ,tidur aja aku mau nonton drakor" jawab ana .
Erland melihat jam .. jam sudah menunjukan pukul 3 ,mengingat dirinya selesai lembur kerja jam 11, lalu dia tidur satu jam ,bangun lagi di jam 1 untuk berjaga-jaga istrinya yang suka bangun di tengah malam ,di sambung dengan acara masak-masak di jam 2 dini , dengan helaan nafas berat , akhirnya Erland ikut nonton bersama istrinya itu di atas kasur dengan ana menyandar di pundak Erland .
Selang beberapa menit menonton ,Erland terkejut saat ponsel ana terjatuh ,di saat dia melihat istrinya ,ternyata istrinya itu tertidur .
"Sayang ?! bukannya tadi kau bilang tidak mengantuk ,tapi kenapa kau membiarkan ponsel mu yang menonton mu yang lagi tidur ,hingga ponsel itu pun ikutan tepar ." gumam Erland tersenyum .
Erland tersenyum tipis mengingat kelakuan istrinya yang tengah hamil itu ,baginya meskipun keanehan itu membuatnya tidak mengerti ,tapi dia merasa terhibur akan hal istrinya yang meminta yang aneh-aneh itu .
*
*
*
*
__ADS_1