Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Sandiwara Sahara.


__ADS_3

Erland pun meninggalkan kantor dan membawa mobil nya dengan sangat kencang ,agar segera sampai tujuan dimana dia harus ke tempat yang akan dia tujui , tak butuh waktu lama Erland pun sampai dimana dia menahan Sahara ..


Erland mendengar teriakan Sahara yang membuat nya terdengar ke area ruangan dari kamar itu ,kini dia melangkah ke ruangan dimana Sahara berada, Sahara yang tengah berteriak itu melihat Erland berjalan menghampiri dirinya .


"Erland ,lepaskan aku dari sini ,aku ingin bertemu dengan Dimas ." ucap Sahara menatap Erland dengan berteriak .


Erland tidak menjawab pertanyaan Sahara ,dia dengan santai nya duduk menghadap Sahara yang tengah di tahan itu .


"Erland apa kau tuli ,?! kenapa kau mengurungku terus ,bahkan aku sudah membuat kakak mu sadar ,dan sekarang tolong lepaskan aku dari sini ,aku ingin bertemu Dimas ," ucap Sahara yang lagi-lagi berteriak .


Erland menatap tajam Sahara dan menghampiri wanita yang ada di depan nya itu .


"Ingin bertemu ,?! rencana apa lagi yang kau akan lakukan ,bukankah kau tidak perduli dengan kakakku ." ucap Erland menatap wanita itu .


"Apa maksud mu Erland ,aku tidak akan berbuat apapun , aku hanya ingin bertemu dengan kakak mu ,kakak mu juga pasti ingin bertemu dengan ku ." ucap Sahara yang masih berteriak di depan Erland .


Erland lagi-lagi tidak menghiraukan perkataan Sahara yang berteriak itu ,dia menghela napas nya panjang dan kembali duduk di kursi melihat Sahara .


"Apa kak Dimas ingin bertemu dengan wanita ini , baiklah aku akan membawa wanita ini ke hadapan kak Dimas ,dua hari lagi ini aku berencana membawa kak Dimas oprasi ke Amerika , dengan begitu ,jika kedatangan wanita ini ,kak Dimas pasti akan senang ."


"Erland sialan ,lepaskan aku ?! kau menahan ku di sini dengan beberapa hari ,kau bahkan terlalu kejam pada seorang wanita ,lepaskan aku brengsek ,?! aku bukan tahanan mu ." ucap Sahara berteriak ke hadapan erland yang kini berjalan menghampiri dirinya .


"Hahaha...?! kau bilang terlalu kejam ..? pikirkan dengan otak mu wanita sialan ,bahkan kau lebih kejam dari pada aku ,hidup mu begitu beruntung dengan di tahan seperti ini ,bahkan kau menikmati kamar yang luas ,dan makan makanan enak ,?! " ucap Erland tertawa mendengar perkataan Sahara.


Wanita yang ada di depan nya itu bahkan bukan hanya mencelakai kakak nya sendiri ,bahkan dengan adik nya sendiri pun membunuh nya hanya karna cinta .


"Ingat ?! kekejaman yang aku berikan tidak sebanding dengan apa yang kau lakukan dengan kakak ku ,?! jika aku tidak melihat kakakku yang begitu mencintai sampah seperti mu ,aku akan lebih kejam lagi seperti kau melakukan hal separah itu pada kakakku ," ucap Erland mencengkram pipi Sahara


"Tahanan di sini ,tidak begitu sama dengan tahanan di penjara,?! bahkan kau pernah mengalami nya dengan nama nya penjara bukan ,,bahkan wanita licik seperti mu pasti bisa melakukan apapun agar kau keluar dari tahanan ku ini ," ucap Erland dengan kuat mencengkram pipi Sahara .


"Wanita licik seperti mu sungguh bisa membuat kakakku terpedaya dengan kata-kata bibir sialan ini ,hahaha.. bahkan kakak ku terlalu bodoh telah mencintai wanita seperti mu ,bahkan kejahatan yang kau lakukan pun dia tidak tahu dan terlalu bodoh ,karna apa hahhh ...?! Karna dia mencintai wanita sampah seperti mu ." ucap Erland melepaskan cengkraman Sahara .


Sahara yang melihat Erland berjalan dan kembali duduk membuat dirinya marah dan menggepalkan tangan nya ,Sahara tahu jika dia sudah berhadapan dengan Erland ,pria itu pasti sudah tahu jalan taktik yang dia rencanakan .


"Tidak ...?! aku harus kembali pada Dimas ?! dia adalah harapan ku satu-satunya nya ,jika tidak aku tidak akan mendapatkan apapun semasa hidup ku ....?! ahhhhgrrr .... ini semua gara-gara si Willy tua itu ,yang telah menipu ku , tidak ada cara lain ,aku harus kembali pada Dimas ."


Erland yang melihat Sahara diam dengan menatap nya ,wanita yang ada di depan nya itu bahkan tidak mengeluarkan kata-kata lagi setelah berhadapan dengan nya ,Erland melihat di mana kedua pria yang selama ini menjaga Sahara .


"Buka kerangka itu dan lepaskan dia dan bawa kehadapan ku ." ucap Erland yang di angguki kedua pria tersebut .


Sahara yang melihat pintu kerangka besi itu terbuka melihat Erland yang masih saja duduk santai menatap nya dengan dingin, kini Sahara pun kedua tangan nya di cengkram oleh kedua pria itu untuk berhadapan dengan Erland .


"Lepaskan ?! " ucap Erland memerintahkan kedua pria tersebut .


"Kalian berdua kawal dia dari belakang ." ucap Erland melangkah dengan di ikuti Sahara yang di belakang nya .


Sahara tidak menjawab dan tidak menghiraukan perkataan pria adik kesayangannya Dimas itu ,tapi di bawah sanah tangan ny sudah menggepal ingin memukul Erland dari belakang .


"Lihat saja nanti Erland ,aku akan meminta bantuan pada Dimas ,dengan apa yang telah kau lakukan padaku ,?! aku yakin pria lembek seperti Dimas pasti akan luluh kembali padaku ."


"Bawa dia ke rumah sakit ,aku tidak ingin semobil dengan wanita ini ,kau ikuti jejak arah ku ."ucap Erland pada kedua pria yang ada di belakang nya itu tanpa melihat ke belakang .


Kini mereka pun tengah naik ke dalam mobil dan mengikuti arah jalan mobil Erland ,tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit ,Erland turun dari mobil dan berjalan ke arah dimana dia harus masuk ,Sahara pun ikut turun dan mengikuti Erland dari belakang .


Para perawat yang berada di rumah sakit membungkukkan kepalanya , salah satu perawat dari mereka ada yang mengenal Sahara .

__ADS_1


"Hei ... hei... kalian masih ingat sama Sahara tidak ,dia mengikuti tuan muda kedua ,apa dia mau kembali bekerja lagi di sini ." ucap si perawat itu .


"Cih , wanita seperti Sahara itu tidak perlu di lihat kan ,dia mantan perawat disini ,dia itu sungguh licik , dia wanita sombong mentang-mentang pacar nya tuan Dimas ,dia itu so berkuasa di sini ."


Tanpa mereka sadari sahara mendengar perkataan mereka ,Sahara yang mendengarnya pun sudah di buat kesal dengan perkataan mereka .


"Lihat saja nanti ,?! jika aku sudah menjadi nyonya anggara pertama ,aku akan memecat kalian semua ."


Sahara melihat langkah Erland dengan cepat, membuat dirinya pun berlari mendahului Erland untuk ke ruangan Dimas ,Kedua pria yang berada di belakang nya pun berlari untuk menangkap nya ,tapi Erland menahan kedua pria tersebut .


"Dia tidak akan kabur ,dia hanya akan masuk ke ruangan kakakku ,kalian berdua tunggu di luar ," ucap Erland yang di angguki kedua pria tersebut.


Sahara berlari di mana dia akan masuk ke ruangan Dimas ,tanpa mengetuk pintu dia menerobos masuk di ruangan tersebut dengan tangis nya , Dimas dan dokter yang baru saja memeriksa Dimas terkejut dengan kedatangan sahara .


"Dimas tolong aku ,aku di siksa adikmu ,?! bahkan dia terlalu kejam padaku dengan perkataan nya itu ,bantu aku untuk keluar dari tahanan dia ..." ucap Sahara dengan tangis nya .


Erland yang baru saja masuk mengerutkan kening nya ,Dimas yang melihat Sahara menangis terkejut ,dan beralih pandangan nya ke arah Erland .


"Erland ,?! apa yang kau lakukan pada Sahara ," ucap Dimas menatap Erland yang di ambang pintu .


"Apa lagi yang di perbuat oleh Erland pada Sahara ,? baiklah aku akan mengikuti drama sandiwara ini ,"


"Sahara ... sudah jangan menangis .?! aku akan melepaskan mu dari Erland ,kau tenang saja oke ." ucap Dimas menenangkan Sahara .


"Dimas kau memang pria yang baik ,kau tidak pernah berubah ,?! Dimas tapi aku tidak ingin berlama-lama di kurung di kamar tanpa jendela itu oleh adik mu ." ucap Sahara dengan tangis nya .


Dimas melihat air mata yang berlinang di wajah wanita yang kini sedang memohon meminta tolong darinya ,Dimas melihat Sahara menangis tanpa berkata dan tanpa mengedipkan matanya ,tanpa Sahara tahu tangan Dimas yang di sebelah kiri sudah menggepalkan tangan nya sedari tadi .


"Ini saat nya aku harus menyuruh Erland membawa Sahara ke mansion Anggara , ?!setelah itu aku akan melakukan operasi dan menjalankan misi ku ,?! Sahara ... aku tidak ingin tertipu dengan air mata palsu mu itu ,meskipun aku mencintaimu ,aku tidak ingin memiliki wanita bekas seperti mu "


Erland terkejut dengan apa yang di katakan Dimas , dia meminta Sahara untuk membawa nya ke mansion dan berteman dengan ana.


"Kak ...aku berubah pikiran ..?! sampai kapan pun aku tidak akan Sudi wanita ini tinggal di mansion." ucap Erland menatap Sahara dengan jijik .


"Cih ... wanita ini berlaga akting di depan kakakku .."


"Erland ,sampai aku sembuh ,?! jika kau tidak ingin membawa nya aku akan menyuruh Roy untuk membawa nya ke mansion , mulai sekarang kau tidak perlu menahan Sahara lagi , biarkan dia tinggal di mansion ," ucap Dimas yang melihat Erland dengan tatapan dingin nya .


Erland tidak menjawab pertanyaan Dimas, dia berbalik dan berjalan ke arah luar ,di saat Erland melangkah ,Dimas memberhentikan nya .


"Aku akan secepat nya di operasi , dan aku tidak ingin ke Amerika seperti apa yang kau katakan tempo hari ." ucap Dimas yang melihat punggung Erland .


"Terserah ." ucap Erland dengan melanjutkan langkah nya .


"Terserah apapun yang kau mau ,?! aku hanya ingin kau sembuh kembali seperti semula ,?! tapi kenapa kau melakukan hal bodoh untuk Sahara tinggal di mansion, aku takut dia akan melakukan untuk kedua kalinya dengan rencana licik nya itu ,?! ahhkk sial ,kapan kau akan menyadari wanita ular itu kak Dimas ."


Dimas melihat Erland pergi ke luar ,dia tahu apa yang di pikirkan adiknya itu ,karna kegigihan Erland dia tahu apa yang selama ini dia tahu .


"Erland kau tak perlu lagi mengurusi ku , aku bisa atasi sendiri mulai sekarang ,?! hiduplah bahagia dengan keluarga kecilmu itu ,sayangilah istri dan juga anakmu ."


Dimas tersenyum ,dia mengingat perkataan bi Ani tentang Anatasya ,Sahara yang melihat Dimas tersenyum terheran-heran apa yang membuat pria itu tersenyum .


"Di_dimas .."


"Roy ... bisakah kau antarkan Sahara ke mansion ," ucap dimas menghiraukan ucapan Sahara

__ADS_1


Roy hanya bisa mengangguk kan kepalanya,dia tidak bisa mengelak dengan perkataan tuan nya itu , ketakutan Roy pun bisa membuat nya khawatir akan hal Sahara yang akan tinggal di mansion Anggara .


"Semoga dengan tinggalnya nona Sahara ,tuan Dimas akan tahu sedikit-sedikit siapa Sahara sebenarnya."


"Mari nona ,saya antarkan anda ke mansion ." ucap Roy yang membungkukkan kepalanya .


"Tapi Dimas aku ingin berada di sisimu di saat kau oprasi .", ucap Sahara menggenggam tangan Dimas .


"Aku harus lebih bisa memanfaatkan Dimas kembali ."


"Tidak Sahara , kau tunggu kepulangan ku saja di mansion,?! di saat aku oprasi ada adikku yang bisa menunggu ku dengan yang lain nya ,"ucap Dimas tersenyum .


"Aku ingin tahu reaksi nya jika aku menyuruh nya tinggal di mansion ."


"Baiklah aku akan menunggumu di sana ,kau harus cepat-cepat pulih dimas,?!bukankah kau pernah bilang padaku ,akan menikahi ku ." ucap Sahara memegang tangan Dimas .


"Baiklah ,aku akan senang hati tinggal di mansion mewah itu , tidak lama lagi aku akan menjadi nyonya Anggara ,?! Sahara sekarang kau bukan waktunya untuk mengejar cinta , tapi kau harus mendapat kan apa yang kau inginkan ."


"Kalau begitu , kau jaga diri baik-baik ya dan aku akan ikut dengan Roy pulang." ucap Sahara yang di angguki Dimas .


Kini Sahara dan Roy pun melangkah pergi meninggalkan Dimas ,Sahara tersenyum girang dalam hati nya ,akhir dari kemenangan nya kini dia akan tinggal di mansion Anggara .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Erland kini berada di toko perhiasan milik keluarga Anggara untuk mengambil kalung yang dia pesan Minggu lalu ,dia berjalan ke arah toko tersebut dan menanyakan nya pada pelayan untuk memanggil atasan nya itu .


Di samping Erland dia melihat kedua sepasang suami istri itu tengah tertawa memilih perhiasan yang telah mereka lihat-lihat .


"Mas . . aku pengen yang ini juga .. ini ..ini ..ini juga bagus ." ucap si wanita itu yang tengah memilih perhiasan.


"Sayang ..kita ambil satu dulu aja ya ,bukan nya kau akan membeli tas yang kau sukai itu ,nanti bulan depan kita bisa kembali lagi ke sini ." ucap si pria


"Maaass ..... " ucap wanita itu merajuk manja pada tangan suami nya itu .


Erland yang mendengar percakapan mereka mengerutkan kening nya ,dan melirik sedikit ke arah di mana kedua pasutri itu ,bahkan Erland mencerna perkataan wanita itu memanggil suami nya .


"Mas...?! jika ana panggil seperti itu dia pasti sangat menggoda ,


Erland tersenyum tipis dan membayangkan ana saat memanggil dirinya seperti itu ,Kini Erland berjalan menghampiri kedua pasutri itu dan memanggil pelayan penjaga toko perhiasan tersebut .


"Jika anda tertarik dengan cincin itu ,anda bisa mengambil nya ." ucap Erland yang kini mengaget kan kedua pasutri itu .


Suami istri itu terkejut setelah apa yang di katakan Erland yang berada di samping nya ,Erland tersenyum tipis ke arah kedua sepasang suami istri itu seraya menganggukan kepala nya .


"haha ..anda bercanda tuan ...,mana mungkin bisa di ambil ," ucap si pria itu .


"Tentu bisa .?! bukan kah istri anda tertarik dengan cincin itu ,jika anda ingin mendapatkan cincin itu untuk istri anda ,saya ingin melakukan pertanyaan kepada istri anda .." ucap Erland kepada kedua pasutri itu .


Suami istri itu saling pandang setelah apa yang di katakan Erland pada mereka .


"Maksud anda .." ucap serempak kedua pasutri itu .


"Tolong pilihkan gelang yang tertata rapi itu yang menurut anda bagus di mata anda ,jika menurut anda bagus saya akan membeli gelang itu untuk istri saya .?! jika anda sudah menemukan yang bagus di antara gelang itu ,saya akan membeli cincin yang membuat anda tertarik itu dan akan memberinya pada anda sebagai hadiah anda Karna telah memilihkan gelang untuk istri saya ." ucap Erland dengan serius .


Para pelayan toko perhiasan itu terngangah setelah mendengar ucapan Erland kepada sepasang suami istri itu ,bukan hanya mereka yang terkejut tapi kedua suami istri itu pun terkejut setelah apa yang mereka dengar.

__ADS_1


__ADS_2