
*
*
Dua hari telah berlalu , wanita cantik yang kini sedang selonjoran di ranjang mengelus perut buncitnya , bayi yang dua bulan lagi akan lahir itu semakin aktif di dalam sana .
"Aduh ....aww ..
"Sayang kenapa kamu sangat kuat sekali nendang perut mommy " ucap ana mengelus perutnya .
Ana turun dari ranjang dan akan keluar dari kamar untuk menunggu suaminya pulang ,
Di saat ana turun dari ranjang , tiba-tiba pintu di buka oleh seseorang , yang tak lain adalah Erland sang suami , ana melihat Jam di atas nakas memanglah sudah jam waktunya pulang Erland.
"Mas .. kamu sudah pulang ,"ucap ana menyambut Erland dengan mengambil tas dan juga mencium tangan suaminya , begitu pun Erland mencium kening sang istri .
"Iya sayang !! istri cantikku lagi apa .hmmm ., apa kram lagi ,gak biasanya kamu sore ada di kamar , jam segini kau suka standby di depan pintu menunggu ku ." jawab Erland .
"Mas kakiku pegal dan bengkak , jadi tadi aku hanya selonjoran di kamar aja ,jalan sebentar saja pegal ." ucap ana.
"Emmm ... ya udah sekarang jangan ngapa-ngapain ya , biar aku pijat .." jawab Erland memapah ana .
"Mas .. tapi kamu kan baru pulang kerja , !! aku tidak apa-apa ,hanya pegal doang ." ucap ana .
"Gapapa sayang. " jawab Erland yang kini memijat kaki ana .
Erland memijat kaki ana sambil berfikir ..
"Apa karna kemarin ke mall ,jadi seperti ini ,"
Ana melihat suaminya memijat kakinya tersenyum , dia bahagia di saat-saat seperti kondisi sekarang Erland selalu siap siaga dan juga perhatian .
"Mas .. sudah-sudah, aku gak pegal lagi ." ucap ana
"Makasih suamiku sayang ." ucap ana kembali .
"Sayang !! jangan melakukan hal yang berat-berat ya , aku gak mau kau kecapean ." ucap Erland khawatir .
"Gak boleh membantah .", ucap Erland kembali .
Kini Erland pindah posisi duduknya di samping ana dengan mengelus perut buncit sang istri .
"Hallo sayang !! hari ini kamu tidak nakal kan sama mommy ," ucap Erland pada sang anak .
Ana tertawa girang saat melihat ekspresi Erland ,dan itupun membuat sang anak menendang perut sang mommy yang merespon sang Daddy .
"Sana mandi dulu ,Daddy bau ." ucap ana menirukan suara sang anak .
Bukannya mandi , Erland semakin dekat dan mencium ana .
"ih...... sana mandi dulu mas ." ucap ana .
Setelah Erland mencium ana ,Erland pun melangkah ke arah kamar mandi ,untuk membersihkan dirinya .
20 puluh menit telah berlalu ,Erland pun selesai mandinya ,dia melihat ana yang tengah duduk melihat ponsel dirinya ,Erland tersenyum tipis ,setiap pulang kerja ,pasti ana selalu memeriksa ponsel dirinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain , tepat nya di bar .
Nabila tengah sibuk mengantarkan bir pada pelanggan yang datang di bar tersebut , nabila kini balik lagi ke tempat dan meracik minuman .
Tanpa Nabila sadari ada seseorang pria yang memerhatikan dirinya yang kini tengah melihat ke arah nya ,pria itu yang tak lain adalah Irsan si pemilik bar tersebut .
Irsan memperhatikan Nabila ,dengan cara bekerjanya gadis itu ,bahkan Irsan pun melihat Nabila yang sembari tertawa dengan sahabat kerjanya yang lain , irsan berfikir demikian .
"Kenapa dia bisa tertawa seperti itu ,tidak di sangka,.!? tapi kenapa kemarin gadis itu ,pendiam sekali ..kaya kucing yang baru di susui oleh induknya ." gumam Irsan .
Kini Irsan pun melangkah ke arah dimana ruangannya berada ,dia datang ke bar hanya ada urusan penting dan bertemu dengan manager bar, Nabila yang melihat Irsan berjalan melewati dirinya hanya membungkukkan kepalanya , dia tidak mungkin bersikap biasa di saat dirinya di tempat kerja .
Irsan yang melihat Nabila seperti itu mengerutkan keningnya ,tapi pria itu tidak terlalu mementingkan nya ,dia pun berlalu berjalan dan acuh ,sementara Nabila sudah pasti dia memaki-maki pria tersebut di dalam hatinya .
"Pria itu kalau sudah berkumpul dengan si mata ikan dan si tuan bucin banyak bicara sekali , tapi barusan tuh orang menampilkan wajah begitu dingin sama seperti kedua CAP PLIZZER itu ."
Nabila pun kini kembali melangkah untuk mengantarkan minuman pada pelanggan yang berkunjung di bar tersebut, di saat dia melangkah seseorang telah menabrak nya ,hingga minuman tersebut tumpah ke baju yang di kenakan oleh Nabila .
"Maaf .. maaf !! saya tidak sengaja , saya hanya terlalu terburu-buru dan tidak melihat ." ucap pria tersebut dan berlalu melangkah.
"Aduhh ... Lihat-lihat dong kalau jalan ,baju saya jadi basah begini ." ucap Nabila yang kini mengibas-ngibaskan baju oleh tangannya .
Deggg .....
Di saat pria itu melangkah ,Pria itu terkejut saat mendengar suara gadis tersebut ,kini dia pun membalikan tubuhnya melihat gadis yang kini menundukan kepala yang kini tengah mengibaskan baju yang terkana minuman bir itu
Kini Nabila pun mendongkakan kepalanya membenarkan gelas yang ada di nampan , lagi-lagi pria itu terkejut saat melihat gadis itu .
"Nabila ." ucap pria tersebut .
Nabila pun langsung mengalihkan pandangannya pada pria tersebut ,Nabila pun terkejut di saat dia melihat pria itu .
"K_kak dobier ..." ucap Nabila .
__ADS_1
"Nabila , kau ... kau kerja di sini ." ucapnya tak menyangka .
Nabila hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada pria tersebut .
"Kakak di sini , kapan kembali dari Swiss dan sama siapa di sini " ucap Nabila sembari celingak-celinguk.
Pria itu tidak menjawab pertanyaan Nabila ,pria itu langsung menarik tangan Nabila dan membawanya ke arah lain .
"Nabila, kamu kenapa kerja di sini ,ini tidak baik untukmu .." ucap pria tersebut .
"Kak .. aku kerja di sini bukan apa-apa ,di sini aku aman kok ,aku bisa ja....
"Nabila ini tidak baik kamu kerja di sini ,gimana jika kerja di kantor papa ku ." ucap pria tersebut dan repleks menggenggam tangan Nabila .
"Maaf kak ,aku gak ada niatan kerja di kantor ,soalnya aku masih kuliah ,,aku berniat di saat nanti aku selesai kuliah ,aku mau niat magang dan...
"Tidak apa-apa ,tidak masalah jika kamu masih kuliah ,ada ak...
"Nabila ." panggil seseorang yang tak lain adalah teman kerja di bar.
"Ohh iya ...!! jawab Nabila .
" Itu tamu yang tadi menunggu ... kau belum memberikan pesanan nya ." ucap pelayan tersebut.
"Ya ampun aku lupa ,siap segera !! aku akan kesana , !! kak aku mulai kerja lagi ya " ucap Nabila tersenyum .
Pria itu terpaksa melepaskan tangan mungil Nabila dan membiarkannya pergi ,dia menatap punggung gadis itu dengan sendu .
"Nabila !! baru aja aku berniat untuk datang ke panti sehabis dari sini ,tak ku sangka aku bertemu denganmu di sini ,dan .... kenapa kamu kerja di sini , "
Pria itu kembali ke indo untuk mengatakan perasaan yang terpendam selama waktu SMA ,dan ini waktunya dia akan mengatakan pada gadis itu ..
*FLASHBACK ON *
Para murid tengah ramai dan bertepuk tangan di lapangan bola basket ,seorang pria yang baru masuk dari lapangan tersebut melihat ke arah kursi penonton ,dia tersenyum saat melihat gadis yang sudah duduk di kursi itu.
"Lihat ,kakak kelas senyum ke arah kita ,aaaaa.. pasti itu ke aku ."
"Heyy .. jangan ke PD an belum tentu ke kamu ,banyak di antara kita disini hanya cewek doang ,"
Sekumpulan gadis-gadis tersebut ramai saat pria dari senior mereka melihat ke arah kursi penonton , Ana melihat ke pria tersebut menatap sahabat yang berada di sampingnya ,gadis itu yang tak lain adalah Nabila .
"Bila... !! aku rasa kakak senior melihat mu ." ucap ana berbisik .
"Mana ada !! cewek-cewek di antara kita juga banyak ana ,omong kosong apa yang kau bicarakan itu, kemungkinan itu melihatmu ." ucap Nabila yang tengah menyantap cemilan .
Permainan pun di mulai ,di saat pria itu memasukan bola basket ,tapi matanya tetap dan tersenyum ke arah satu gadis yang tengah asyik mengemil.
Ana yang melihat pria itu di gerumuti cewek-cewek ,tapi tatapan pria itu masih ke arahnya ,tepatnya ke arah Nabila yang masih santai memakan kuaci tanpa memperdulikan tatapan pria tersebut , pria itu tersenyum ke arah Nabila yang masih duduk di kursi penonton .
"Nabila , kenapa dia menggemaskan sekali ,meskipun terlihat dari arah jauh saja ,dia terlihat sangat imut ,andaikan aku berani mengatakannya ,apa dia akan menerima ku ."
*FLASHBACK OFF*
*
*
Satu jam di bar ,pria tersebut tengah selesai pertemuan dengan sahabatnya itu ,kini dia melangkah ke arah parkiran ,dan menunggu Nabila keluar .
5 menit ....
10 menit ...
Satu detik ... dua ...detik ... sampai 5 detik .. pas dimana Nabila kini keluar dari pintu masuk bar itu .
Nabila melangkah beberapa langkah ,di saat dia mengambil ponsel di tasnya ,tangan nya di tahan oleh pria yang tak lain adalah kakak senior nya Nabila .
"Kak sen ...
"Nabila ... biar aku antar kamu pulang ya ..." ucap pria tersebut menarik tangan Nabila .
"Kak .. kakak masih di sini .." tanya Nabila .
Pria itu tidak menjawab pertanyaan Nabila ,dia terus saja menarik tangan Nabila hingga dekat dengan mobilnya.
"Kak .. aku .. aku bisa pulang sendiri .. soalnya aku udah pesan gojek .." ucap Nabila .
"Biar aku yang batalin ..oke .." ucap pria tersebut
"Kak gak usah , kasian jika driver online itu di cancel ,!! makasih sebelumnya udah mau anterin aku , tapi aku udah pesan gojek ." ucap Nabila yang kini melepaskan tangannya dari pria itu .
"Baiklah , eu ... boleh aku minta nomor ponselmu ." ucapnya dengan di angguki Nabila .
Nabila pun memberikan nomor ponselnya pada kakak senior nya itu , kini Nabila pun pamit pada pria itu dan berlalu pergi dari parkiran itu meninggalkan pria tersebut .
Tanpa mereka sadari ,seseorang telah memotret Nabila bersama pria itu ,dan orang itu yang tak lain adalah Irsan .
"Wow ... ini bukankah menarik !! tapi ... pria itu bukan pacar gadis itu kan ." gumam Irsan yang kini tengah melihat foto yang barusan dia potret.
"Apa jangan-jangan dia benar-benar pacar gadis itu ,bahkan pria itu menarik tangan gadis itu ...........................ahaaaaa ... ini akan sangat menarik .." ucap Irsan dengan tersenyum menyeringai .
__ADS_1
Irsan mengirimkan foto tersebut pada sahabatnya itu ,Irsan hanya ingin tahu bagaimana ekpresi sahabatnya itu jika melihat foto tersebut ...
"Aku ingin tahu ekspresi si hati salju itu , !! jika memang benar apa yang di katakan oleh Tania ,bahwa Bryan menyukai gadis itu ,itu berarti jika aku sudah mengirim foto itu padanya ,kemungkinan dia akan ... hm....hm....hm..."
Irsan melihat ponselnya ,Lima menit menunggu baginya sungguh lama ,hanya karna soal foto dia yang repot dan bimbang sendiri , detik demi detik .. menit demi menit , akhirnya pesan yang dia kirim pada sahabatnya itu sudah centang biru ..
Irsan menunggu dan menunggu tapi tidak ada balasan dari sahabatnya itu yang membuat dirinya penasaran dan akhirnya dia pun berdecak .
"Sialan !! dia hanya melihatnya tanpa di balas , ohh apa dia itu tidak cemburu ,, !! ohhh tidak apa dugaan ku benar , kalau Bryan itu memang tidak jatuh cinta pada gadis itu dan tidak bisa melupakan Mona ,CK...CK...CK... !! Tania kau salah ,si pria berhati salju itu tidak menyukai gadis itu ." ucap Irsan berdecak dan repot sendiri .
Semenjak Erland dan istrinya yang berusaha mempersatukan Bryan dan Nabila ,Irsan jadi ketularan dan ikut-ikutan mempersatukan sahabatnya itu dengan karyawan nya sendiri .
*
Bryan kini tengah berada di mansion karna kerja lembur bersama Erland ,dia saat ini diam dan melihat foto yang sudah di kirimkan Irsan ,Erland yang melihat Bryan melihat ponselnya melempar gumpalan kertas pada sahabatnya itu .
"Ck ... lagi-lagi kau melemparkan gumpalan kertas padaku ." decak Bryan dengan kesal .
"Aku pulang ,ada urusan penting ." ucap Bryan Kembali dan melangkah ke luar dari ruang kerja Erland .
Erland yang melihat sahabatnya berubah jadi dingin membuat dirinya heran ,beberapa jam yang lalu sahabatnya itu tertawa menertawakan kekonyolan ucapannya itu .
"Ada apa dengannya ." gumam Erland .
Dia pun mengikuti langkah Bryan yang menuju pintu luar itu ,dia melihat sahabatnya itu dengan wajah di tekuk ,kini Bryan pun pergi meninggalkan halaman mansion luas itu ,dengan memikirkan foto yang di kirim Irsan , Bryan berdecak dan kesal sendiri .
"Aku ini kenapa sih ." ucap nya dengan memukul stir mobil .
Bryan memberhentikan mobilnya di depan toko roti ,dia mengingat mantan kekasihnya yang sering membeli roti gulung kesukaannya , Bryan menghela nafasnya berat dengan mengingat perkataan terakhir dari Monalisa .
"Mona !! aku tidak tahu perasaanku sekarang seperti apa , apa aku benar-benar sudah melupakan mu ,!! aku .... entah kenapa aku begitu kesal dengan gadis ceroboh itu ...!!! akh ... sialan ."
Bryan memejamkan matanya ,dan bersandar di kursi kemudinya , dia ingin melupakan luapan yang sudah membuat nya kacau karna foto itu , kini dirinya membuka matanya dan melepaskan sabuk pengaman, di saat dia akan membuka pintu mobil , dia melihat seseorang gadis yang sudah membuatnya kacau tengah berhenti dengan gojek di depan toko roti itu .
Dengan cepat Bryan pun turun dari mobil dan berjalan ke arah toko roti gulung tersebut dan kini dia pun berada di belakang Nabila , Nabila tidak sadar bahwa ada seorang pria di belakang nya , Nabila hanya menatap resep roti baru dari menu dan bergumam lesuh .
"Diskon !! roti baru ,rasa coklat almond ,itu kesukaanku ," gumam Nabila .
"Enggak-enggak Nabila , kau harus hemat , banyak cicilan yang harus kau lunasi ,lebih baik aku beli roti gulung saja .
"Pak !! mau beli roti gulung yang harga 50 ribu itu .." ucap Nabila dengan di angguki penjual roti itu .
"Aku suka rasa menu baru itu ,!! tapi uangku akan habis dengan harga segitu ."
"Ini silahkan." ucap penjual roti itu .
"Makas....
Di saat Nabila akan mengambil roti itu , tiba-tiba roti itu di ambil seseorang dari belakangnya dengan cepat dan langsung memakannya , Nabila menoleh ke belakang ,dia terkejut siapa yang mengambil roti pesanannya .
"Heii tuan ." ucap Nabila dengan kekesalannya .
"Apa panggil-panggil !?siapa cepat dia yang dapat ." ucapnya tanpa melihat ke arah Nabila .
Nabila melihat pria itu dengan menahan amarahnya , amarah dengan kejadian kemarin belum hilang dari perasaannya karna ulah pria itu .
"Kauu ........
"Tinggi banget sih ni orang ."
Bryan melangkah satu langkah , Nabila yang salah tingkah harus tertahan oleh tembok yang sepantaran dengan pinggangnya ,
"Eh ...eh ..Pria ini mau ngapain ,"
Bryan tersenyum tipis ,gadis yang ada di depannya itu selalu berpikiran mesum padanya , kini dia mengambil roti rasa baru yang Nabila inginkan itu, Bryan melihat ke arah rambut Nabila ,doa melihat jepitan yang dia kasih ternyata di pakai oleh gadis itu .
"Otak mu kenapa begitu mesum gadis ceroboh ,nih hadiah buatmu ." ucap Bryan memberikan roti tersebut .
"Aku bukan gadis ceroboh ." ucap Nabila ketus dan menyingkir dari halangan Bryan .
"Terima kasih atas kuenya , sangat-sangat di terima ." ucap Nabila dengan menahan kekesalannya .
Nabila pun pergi meninggalkan pria itu di toko roti tersebut , kini Nabila pun menaiki gojek yang bersama dia tadi ,Nabila menahan kekesalannya pada pria itu , bahkan pria itu selalu mengatai dirinya dengan perkataan pedas dengan tatapan tajam .
Nabila melihat roti yang ada tangannya itu , dengan perasaan dongkal dan rasa kesal yang masih menyelimuti hatinya .
"Dia itu sebenarnya seperti apa sih orangnya , !! ucapannya selalu membuat ku kesal , !! tapi tadi dia memberikan roti ini ,apa dia mendengarkan ucapan ku tadi ,"
Yah! di saat Bryan mendengar lirihan ana tentang roti itu ,Bryan pun langsung mengirim pesan pada penjual roti tersebut untuk segera menyiapkan roti gulung itu untuk Nabila
Nabila saat ini kesal ,senang ,marah perasaan itu menjadi satu dengan yang di alaminya malam ini .
"Aku kira ,dengan mencintainya diam-diam hanya akan bisa tenang , tapi semua salah perasaan ini entah gimana , di sisi lain hanya aku yang mencintai dia ,tapi terkadang dia selalu membuatku kesal dengan perkataannya ,ya Tuhan ... tolong jangan temukan aku lagi dengan pria itu ,jika aku sering melihatnya , maka cinta ini semakin dalam di lubuk hatiku ,
"Nabila ,berhenti mencintai pria itu ,?! dia pria yang tak mungkin mencintaimu .
*
*
*
__ADS_1