
Pagi pun telah berganti malam ,ana berjalan ke arah tangga untuk turun dan membantu Bi Ani menyiapkan makan malam ,di saat ana ke bawah dia melihat Roy yang muncul dari arah lift membawakan nampan yang berisi mangkuk dan masih ada sisa makan malam ,dia tahu pasti itu bekas makan malam nya Dimas .
"Bi Ani ,apakah suami ku makan hanya sedikit saja ,kenapa banyak sekali tersisa makanan ." ucap ana yang tengah menghampiri bi Ani .
Bi Ani menghela nafas nya berat ,tidak ada semangat lagi untuk dirinya memaksakan Dimas untuk makan banyak ,jika bukan paksaan dari Erland ,Dimas tidak akan makan sedikit pun .
"Masih dengan keadaan hidup kelaparan ,dan juga tidak hidup dengan baik ." ucap bi Ani yang menghela nafas nya ,dia juga bingung harus bagaimana bercerita di hadapan ana.
"Apa yang di maksud bi Ani ,apa karnaaa ......"
"Bi Ani aku mohon tolong bilang ke dokter Wilson dan juga Roy ,agar aku bisa nemuin Dimas , aku ingin mengurusi nya ,oke .?jika dia seperti itu terus ,maka keadaan nya akan semakin memburuk."
Di saat bi Ani akan menjawab pertanyaan ana tiba-tiba ada seseorang yang tengah membuka pintu masuk dengan berbadan kekar dan juga kuat ,aura nya dingin tidak jauh dengan Erland .
Ana membalikan tubuh nya ke arah pintu yang telah terbuka ,ana melihat pria itu dari bawah hingga atas .
"Siapa lagi ini ,apa dia orang-orang tuan Willy, di lihat dari perawakan nya dia kuat sekali ."
Ana berjalan ke arah sudut dinding yang dekat dengan tangga ,dia menggambil tongkat pemukul untuk bersiap memukul orang tersebut .
"Ma_mau apa ke sini ." ucap nya sambil mengangkat tongkat pemukul itu .
Bi Ani yang ikut terkejut pun mundur ke arah belakang ,,pria yang tengah masuk itu terkejut melihat ana yang akan siap memukul nya dan melihat si tongkat pemukul itu tepat ada di tangan ana .
"Jadi kau adalah wanita istri dari Erland si beruang kutub itu ." ucap nya dengan menatap ana dengan teliti .
"Apa yang di bicarakan pria ini ,apa maksud nya ,heyy siapa yang membicarakan gosip konyol itu padamu ."
"Heyy jangan asal jiplak ya tuh ngomong ,aku istri Dimas ,bukan Erland ." ucap ana yang masih memegang tongkat pemukul .
Stevan yang melihat wanita yang ada di hadapan nya itu kenapa mengatakan bahwa dirinya adalah istri dari Dimas ,bukan nya sahabat nya itu berkata bahwa dia istri nya .
"Apa yang di katakan wanita ini ,? si beruang kutub itu gimana cara menikahi wanita yang ngaku-ngaku istri nya Dimas , bukan nya Bryan bilang ,dia ini istri nya Erland ,"
"Kau beruntung masih bertahan hidup nyonya Anggara ,setelah hidup serumah dengan Erland , apa kau yakin akan melanjutkan memukul ku itu ke arah ku ." ucap Stevan yang melihat tongkat pemukul.
__ADS_1
"Jangan maju menghampiri ku , diam di tempat mu ." ucap ana yang tengah melemparkan tongkat pemukul itu .
Stevan yang di lempar dengan tongkat itu ,mengambil nya dengan tangan sendiri tanpa melukai tubuh nya, ana yang melihat nya pun tertegun ,tongkat yang ia lempar ada di tangan pria itu .
"Sialan ,dia menangkap tongkat itu ,gimana jika dia memukul balik padaku ."
Bi Ani yang tengah melihat nyonya muda nya dan Stevan hanya bisa melihat mereka tanpa berkutik , begitu pun dengan para pelayan yang lain nya ,bi Ani merasa tidak asing dengan pria yang tengah berdiri di sana ,dia mengingat-ingat pria itu , di saat dia penuh berpikir dia akhir nya ingat dengan pria itu .
"Tuan Stevan ." gumam bi Ani yang tengah berjalan menghampiri ana .
"Nyonya hentikan ,dia adalah sahabat tuan erland dan juga tuan Dimas, dia adalah salah satu penyelamat keluarga Anggara ." ucap bi Ani yang tengah menahan ana.
Ana terkejut dengan perkataan Bi Ani ,dia tidak tahu orang yang ada di depan nya itu adalah sahabat nya Dimas dan juga Erland .
"Apa ,?kenpa mereka punya satu geng yang tidak punya sopan santun sama sekali ,buka pintu tanpa bel ,tanpa ketuk ,"
"Ahh ,, maaf aku tidak tahu , aku tidak bermaksud seperti itu , aku kira ...
"Silahkan tuan Stevan kita lewat sini,tuan Dimas sudah menunggu mu di atas ," ucap Roy yang menunjukan arah jalan lift .
Roy tidak menghiraukan perkataan Stevan dia lebih memilih senyum mesem yang di perlihatkan oleh Stevan .
Ana yang melihat mereka berjalan ke arah lift, dan melihat punggung pria itu ,ana teringat dengan perkataan dari mulut Stevan tadi .
"Apa yang di katakan nya tadi itu .? aku istri Erland , sembarangan? bagaimana dia bisa membuat kesalahan ngomong tanpa di jeda dulu , tapi dia seperti nya mengetahui sesuatu ."
" Nyonya ana ,kenapa anda tidak tidur saja ,ini sudah waktu nya tidur ." ucap bi Ani yang menenangkan ana.
"Aku belum ngantuk bi Ani ,ahh bi Ani bisakah bi Ani menceritakan tentang pria yang tadi itu ."
"Tentu ,dia adalah sahabat tuan Erland ,dan dia adalah penyelamat tuan Kenan dulu di waktu kecelakaan ," ucap bi Ani yang tengah mengikuti ana duduk .
"sampai tuan kenan meninggal pun tuan Stevan ikut membantu permasalahan perusahaan Anggara di waktu itu ,dan membantu tuan Dimas ,? Karana penyakit yang di miliki tuan Kenan membuat nyawa nya tidak kuat untuk hidup lebih lama ,"
"Tuan Erland ,memiliki teman-teman yang sangat baik ,di pasca kebakaran itu pun tuan Bryan ada dalam perusahaan cabang ,dan ikut membantu menolong tuan Dimas ,yang sebenarnya tuan Bryan takut dengan api ,tapi dengan sahabat nya dia rela ikut menghadang api itu ,untuk membantu tuan Erland dan juga tuan Dimas ,jika bukan karna taktik nya yang hebat ,dia mencari jalan keluar untuk menolong tuan Dimas ," ucap bi Ani menceritakan semua nya tentang dimasa yang sudah terjadi .
__ADS_1
"Tapi ... ? bi Ani kenapa hanya suami ku yang terluka parah oleh api itu , bukan nya perusahaan itu hangus terbakar semua ." ucap ana penasaran .
"Kejadian itu ,api yang ada di ruangan tunggu di mana tuan Erland dan tuan Bryan belum sempat tersambar api, pasal nya api yang berawal datang dari ruang rapat ,di mana tuan Dimas sedang rapat di waktu itu ,awal mula api besar dan muncul asap hanya ada di ruangan rapat , seketika api itu pun meramat ke mana-mana,"
"Di saat api itu kemana-mana, tuan Dimas mengingat tuan Erland dan tuan Bryan ada di ruang tunggu ,dia berlari ingin menyelamat kan tuan Erland ,tapi nasib sudah takdir nya tuan dimas ,di saat dirinya ke ruang tunggu ,api sudah semakin besar ,bahkan lebih tebal di banding kan dengan ruangan lain nya ,"
"Di saat itupun tuan Dimas masuk dan memberanikan diri untuk menolong tuan Erland dari gumpalan api itu , tapi tuan Erland sudah mendahului keluar dari ruangan itu karna pergi untuk memanggil tuan Dimas , lagi-lagi takdir berkata lain ,? tuan Dimas terjebak oleh api yang ada di ruangan tunggu itu ,yang telah menghantam nya ,? yang membuat dirinya lumpuh itu? karna dia tertimpa lampu gantung ,hingga dia tidak bisa untuk berdiri dan menghindar dari api itu ,"
"Kenyataan pahit itu yang di alami oleh tuan Erland ,karna telah gagal menolong tuan Dimas terlambat , bahkan saat ini dia selalu menyalahkan diri nya ,dan membenci dirinya karna kejadian itu , tuan Bryan yang di waktu itu mendengar kan perkataan tuan Dimas untuk membawa Erland pergi dari api yang besar itu membuat tuan Erland marah ,dan terlebih nya lagi tuan Erland masuk untuk membantu tuan Dimas yang sudah tidak berdaya ,tuan Bryan yang di waktu itu lari ke arah jendela yang masih belum di penuhi api berteriak ke pemadam api kebakaran agar mereka bisa memendam kan api yang ada di bagian ujung ."
"Di saat itu api mulai sedikit reda ,di mana tuan Erland yang sudah masuk menyelamat kan tuan Dimas ,tapi takdir berkata lain ,Bryan yang sudah berusaha teriak sekuat tenaga ke arah bawah membuat dirinya terkejut ?melihat tuan Dimas yang sudah tidak berdaya yang ada di pangkuan tuan Erland ,tuan Bryan pun sampai saat ini merasa menyesal Karna tidak tepat waktu untuk lari dari arah jendela itu untuk minta tolong ke pada para pemadam api ,?
" Mungkin di waktu itu ,kita tidak harus mengingat nya dan ini memang sudah takdir nya tuan Dimas." ucap bi Ani menghela napas nya berat .
Kesedihan dari raut wajah bi Ani membuat ana mengerti , mereka begitu peduli dengan tuan nya , Ani yang mendengar kan cerita nya itupun terasa ngilu di hati .
.
.
.
.
.
.
Haii semua aku ini penulis baru yang masih kaku ..
Jadi tolong di mengerti ya ,jika tidak ada yang mengerti dari tulisan nya , yang karna masih acak-acakan !
Karna aku penulis baru yang masih amatir , dan sedang menulis sebuah cerita ,karna ini karya pertama ku , jadi mohon maaf bila ada yang tidak mengerti ..
Silahkan tinggal kan jejak nya ya .,like ,komen ,dan vote ,tapi yang baik sihh ,hehehe ....
__ADS_1
Terima kasih ,selamat membaca* ..