
Erland dan ana masih saja melakukan ritual nya, tanpa sadar di samping nya ada sup ayam yang sudah mendidih , ana mendorong Erland dengan pelan melihat ke arah samping dengan tersenyum kikuk .
"Sup nya sudah matang ,aku sisih kan dulu ya ." ucap Erland berjalan kembali untuk menekan tombol api untuk mematikan nya .
Ana menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah Erland yang menuangkan sup ayam itu ,kini Erland berjalan ke arah meja makan dengan di ikuti ana ,kini mereka berdua tengah duduk di kursi meja makan tersebut, Erland meniup kan sup yang berada di sendok itu untuk menyuapi ana .
"Sudah ..?! aku bisa sendir....
"Tidak .?! biarkan seperti ini.." ucap Erland menahan tangan ana dan kembali meniupkan sup itu .
"A_ ayo makan ," ucap Erland yang kini menyuapi ana ..
"Kau tidak memakan nya ." ucap ana yang kini tengah mengunyah .
"Tidak ..?! aku masih kenyang ,makan lah lebih banyak lagi ,aku ingin kau dan anak kita sehat ." jawab nya dengan masih menyuapi ana .
"Setelah ini aku harus membeli susu hamil untuk ana ,?! apa aku pesan online saja , tidak ..tidak ... aku ingin tahu rasa nya belanja keperluan untuk ibu hamil ."
Ana mengangguk kan kepala nya dan menerima suapan dari Erland ,tanpa mereka sadari omah tengah tersenyum melihat mereka yang berada di meja makan tersebut .
"Haih ... mereka pasangan muda yang membuat ku teringat di masa lalu ,haiyah ..?! ahh Dimas .. aku harus memperhitungkan Dimas terlebih dahulu dan menyingkirkan Sahara dari kehidupan Dimas ."
Kini omah melangkah kan kaki nya ke arah di mana para pelayan yang sedang merapihkan bunga untuk hiasan ,di saat dia akan melangkah dia mendengar suara klakson mobil yang tengah masuk ke area halaman mansion Anggara ,begitu pula dengan Erland yang serius menyuapi ana mendengar suara klakson mobil mengalihkan pandangan nya ke arah pintu luar .
"Mas ... aku sudah kenyang .." ucap ana menahan tangan Erland .
"Hemmm ...emm ..?! baiklah ... minumlah ." ucap nya dengan memberikan segelas air .
"Sayang .. ?! kau ke atas duluan ya ,aku harus ke ruang kerja Roy ada yang aku omongin sama dia ." ucap Erland yang di angguki ana .
Kini ana melangkah kan kaki nya ke arah tangga ,di saat ana melangkah tangan nya di tahan oleh Erland .
"Sayang .. aku tidak ijinkan kau berjalan ke tangga ." ucap Erland menarik tangan ana untuk berjalan ke arah lift .
"Istirahat lah ..." ucap Erland yang tengah memasukan ana ke dalam lift .
Ana menganggukkan kepala nya dan Pintu lift pun tengah tertutup ,Erland berjalan ke arah ruang tamu ,untuk menunggu istri nya itu terlihat ,dan tak butuh waktu lama ana pun ke luar dari lift itu dan berjalan ke arah kamar mereka .
Erland tersenyum saat melihat ana berjalan dan tak terlihat lagi ,kini dia berjalan ke arah luar dengan kembali tampang dingin nya , dia melihat Sahara di balik kaca besar yang tak jauh dengan pintu masuk itu dengan menggepalkan tangan nya .
"Berani sekali wanita itu memakai mobil ,?! kak Dimas kau telah membiarkan hidup wanita itu enak ,
Sahara yang tengah masuk membawa paper bag dengan memainkan kunci mobil di tangan nya dengan mata yang melihat ke semua penjuru ruangan ,dia tidak melihat satu pun pelayan .
"Enak sekali ,kau keluar masuk dan pergi sesuka mu dengan berbelanja dengan uang kakakku ," ucap Erland yang membuat langkah Sahara berhenti .
Sahara membalikan tubuh nya dan melihat ke arah Erland yang tengah bersandar di dinding dekat guci hiasan itu dengan tampang dingin nya ,Sahara tertegun dengan tampang Erland ,tidak biasa nya dirinya tidak begitu tertarik dengan sikap Erland .
"Ohh apa sekumpulan pria datar dan dingin itu semua terlihat tampan ,aku tidak menyangka pria sialan itu terlihat tampan juga ,melihat dirinya seperti itu ,aku teringat akan hal Bryan ,?!
Kini Sahara menghampiri Erland dengan menaruh paper bag di kursi itu .
"Hei calon adik ipar ,apa segitu nya kau membenciku ,aku berbelanja memang memakai uang kakak mu ,tapi asal kau tahu ,sebentar lagi aku ini akan menjadi kakak ipar mu .?! jadi bersikap sopan dan baiklah pada calon kakak ipar mu ini ." ucap nya dengan meraba wajah Erland .
Erland mencengkram tangan Sahara dengan kuat , hingga wanita itu meringis kesakitan .
"Akhhhh ...." pekik Sahara kesakitan .
"Berani sekali kau menyentuhku wanita murahan ." ucap Erland mendorong Sahara ke lantai .
Kini Erland berjongkok ke hadapan Sahara dengan mencengkram wajah wanita itu .
"Dengar baik-baik ,?! kau tidak pantas bersanding dengan kakakku ,bahkan menjadi kakak ipar ku ," ucap nya menghempaskan wajah Sahara .
Kini Erland melangkah pergi meninggalkan Sahara yang telah terduduk di lantai tersebut , Sahara tertawa kecil melihat punggung Erland dengan menggepalkan tangan nya ,seseorang yang tadi telah melihat Erland dan Sahara tersenyum dengan perlakuan Erland pada Sahara ,siapa lagi kalau bukan wanita paruh baya itu .
Sahara melangkah ke kamar nya ,dia tidak memperdulikan hal yang barusan terjadi ,sungguh senang hari ini Karana sudah menjual kalung nenek tua itu .
"Tunggu ... apa nenek tua itu tidak merasa kehilangan kalung nya .? hahaha ... nenek tua itu pasti sudah pikun ,tidak mungkin kan dia mengingat kalung nya di mana ,suruh siapa menyimpan kalung sembarangan ." ucap Sahara yang kini telah membaringkan tubuh nya .
"Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Anggara ,jika Dimas kembali semua orang pasti takluk pada nya ,dan Dimas juga pasti menuruti dengan apa yang aku mau ,dengan begitu dimana pria itu kembali aku bisa meminta apapun yang aku mau , dan aku akan menjadi wanita yang paling beruntung dan terkaya .." ucap Sahara dengan tawa nya .
Sahara bangun dari tidur nya dan menaruh ponsel nya di atas nakas, dia mengerutkan kening nya dan melihat pas bunga kecil di atas nakas itu .
"Bunga yang cantik ,?! siapa yang pasang pas bunga kecil ini di sini ,awal nya tidak ada ini ." ucap Sahara menyentuh pas bunga itu .
"Baiklah, untuk cuci mataku bisa melihat Bungan cantik ini ." ucap nya berlalu pergi ke arah kamar mandi .
Kini Sahara melangkahkan kaki nya untuk membersihkan tubuh nya ,dia mengingat perkataan Erland yang membuatnya nyut di hati ,tapi dia tidak memperdulikan nya kini dia berusaha membuang pikiran itu jauh-jauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain Erland tengah masuk ke kamar nya dan melihat ana yang tengah tertawa dengan ponsel nya .
__ADS_1
"Dia sedang teleponan sama siapa ."
Erland berjalan menghampiri ana yang tengah teleponan itu , dia mendengarkan obrolan ana dengan seseorang di balik telpon , ana tidak sadar bahwa Erland tengah di belakang nya .
"Iya..iya .. aku minta maaf ?! nanti aku jelas kan ..Nabila sudah dulu ya aku rasa hari ini aku haus dan ingin membuat jus lemon ." ucap nya dengan menutup telpon nya .
Erland yang sedari tadi sudah was-was melihat ana ketawa ketiwi membuat nya takut wanita itu teleponan dengan seorang pria , kini dia telah menghela napasnya panjang , ternyata ana tertawa Karana teleponan bersama sahabat nya itu .
Ana kini berdiri dari sofa dan membalikan tubuh nya ,di saat dia berbalik ana terkejut melihat Erland tengah berdiri .
"Mas .. kau mengagetkan ku ?! kapan kau berdiri di situ ." ucap ana yang berjalan ke arah Erland.
"Dari tadi ...dimana kau teleponan bersama Nabila .?! sayang kau harus mandi ,pasti kau belum mandi ,ini sudah hampir siang ,dan kau harus ganti baju mu ini ." ucap Erland yang menggendong ana ke kamar mandi .
"Mas .. kau mau membawa ku kemana ,turunkan aku ." ucap ana yang memberontak .
Erland tidak menghiraukan rengekan ana dia terus membawa ana ke kamar mandi ,sampai di kamar mandi Erland tengah membuka kancing kemeja yang di pakai istri nya itu ,setelah itu dia berjalan ke arah bathub dan menyalakan air nya
Erland akan membuka pengait bra yang di pakai ana ,di saat dia menyentuh nya ana menyilangkan tangan nya di dada .
"M_mas .. a_ku bisa sendiri ... aku ..aku akan mandi sendiri ..sekarang per_pergi lah ke luar ." ucap ana gelagapan .
Saat ini jantung ana berdegup dengan kencang ,dan melihat ke arah Erland yang tengah tersenyum melihat nya .
"Ya Tuhan ,kenapa di saat mandi bareng bersama nya aku menjadi jantungan seperti ini ."
"Sayang ?! berhenti untuk malu-malu ,aku sudah beberapa kali melihat tubuh mu ,aku janji tidak akan melakukan apapun ." ucap Erland melepaskan tangan ana yang tengah dia silangkan .
Erland kini melepaskan pengait bra tersebut ,dia menelan salipnya nya saat melihat benda kenyal yang terpang-pang di depan mata nya ,tapi Erland menahan hasrat yang kini telah memuncak , dia tahu jika dia menerkam ana sekarang itu tidak akan baik ,karna dia takut jika keseringan melakukan nya tidak akan baik dengan kandungan nya .
"Aku harus bawa ana untuk memeriksa kandungan lagi ?! dan mengatakan pada dokter ,apa seorang wanita tengah hamil bisa melakukan itu sesering mungkin ."
Kini mereka mandi bersama di dalam bathtub itu ,Erland benar-benar tidak bisa menahan hasrat nya saat tubuh nya bergesakan dengan tubuh ana .
"Ah sial ... aku benar-benar tidak bisa menahan nya ."
Ana tahu dengan situasi seperti itu membuat Erland terasa canggung .
"Mas .." ucap ana lirih
Erland yang menggosok punggung ana memberhentikan ritual nya ,dia membelikan tubuh ana dan saat ini mereka berhadapan , tanpa pikir panjang Erland langsung membungkam bibir ana dan menyentuh benda kenyal yang membuat dirinya candu , dengan tubuh ana yang licin karna sudah di penuhi busah membuat Erland lebih nyaman bermain di benda kenyal itu .
"Ini hanya milikku ,semua nya ,tubuh nya hanya milikku ."
"Kenapa ." ucap nya dengan mengerutkan kening nya .
"Gapapa sayang ... ?! hari ini aku lupa harus ke kantor ,tadi Niken menelpon ku dan butuh bantuan ku ,ayo selesaikan mandi nya ." ucap Erland yang kini membuang air bathub itu .
"Tahan junior , ?! aku harus menanyakan hal itu pada dokter terlebih dahulu ,aku tidak ingin membuat ana kelelahan karna ku ."
Ana menganggukkan kepalanya mengerti ,yah akhir-akhir ini Erland selalu berada di samping nya di saat ana tengah hamil ,kini Erland turun dari bathtub dan menuntun ana turun juga ,kini mereka mandi di bawah shower untuk membersihkan nya
Kedua nya kini telah selesai dengan ritual mandi nya ,Erland dan ana berjalan ke arah luar ,tak butuh waktu lama Erland kini tengah bersiap dengan pakaian kemeja hitam senada dengan celana nya tanpa memakai jaz dan dasi, Erland melihat ana yang bercermin mengahmpiri nya .
"Sayang aku ada urusan dulu ke luar ,jaga diri baik-baik , apa ada yang kau mau beli ... aku akan membelikan nya ." ucap Erland menangkup wajah ana .
"Enggak mas ,aku gak kepengen apa-apa ,pergi lah dan hati-hati ." ucap ana yang menatap wajah suami nya .
"Hemm ... ya udah aku berangkat ya , jangan bandel kalau pengen apa-apa suruh lah bin Ani jangan melakukan nya sendiri ." ucap Erland mencium kening ana dan berlalu pergi .
Di saat Erland membuka pintu kamar ,ana memanggilnya .
"Mas ..." ucap ana berjalan cepat menghampiri Erland .
Cup ...
Cup ...
Ana berlari Ke arah ranjang dengan senyum malu-malu Erland terkejut saat ana mencium kedua pipi nya ,kini Erland memegang pipinya dengan tersenyum dan berlalu pergi , tak butuh waktu lama Erland kini tengah di bawah dan kuni pun tengah menyalakan mobil nya dan pergi meninggalkan mansion .
Sahara yang melihat kepergian Erland tersenyum kecut ,dia melihat pintu kamar yang berada di lantai atas itu .
"Anatasya ," gumam nya dengan tersenyum jahat .
Di saat Sahara menatap pintu itu ,pintu itu terbuka melihat ana berjalan ke arah lift ,dan tak butuh waktu lama ana sampai ke lantai bawah ,dia berniat untuk membuat jus lemon , Sahara melihat ana yang berada di dapur menghampiri nya .
"Anatasya." panggil Sahara yang kini berjalan ke arah ana .
"Ehh Sahara ,kenapa ." ucap ana tersenyum.
"Kau membiarkan Erland pergi sendiri tidak takut kah dia bermain dengan wa..
"Apa yang perlu di khawatirkan ,suami ku hanya pergi ke kantor dan aku percaya sama suami ku sendiri ." jawab ana dengan tersenyum .
__ADS_1
"Oh begitu ya ,kau mau membuat jus yah ...sekalian dong buat kan aku jus alpukat ,bisa kali ya ..." ucap Sahara dengan tersenyum jahil pada ana .
"Baiklah ,aku akan buat kan setelah punya ku selesai ." ucap ana dengan tersenyum .
"Baiklah ..?! aku tunggu kau di kolam renang ya ." ucap nya berlalu pergi meninggalkan ana .
"Erland aku dengar istri kecilmu ini tengah hamil ,?! dengan membalaskan perlakuan mu padaku ,aku akan mengerjai istrimu ." gumam Sahara kecil yang kini tengah duduk di kursi depan kolam renang .
Di saat ana membuat kan jus alpukat untuk Sahara ,omah tengah masuk ke arah dapur ,dia terkejut saat melihat ana membuat jus itu .
"Cucu menantu ,?! kau sedang apa ..ya ampun ana ..kenapa kau tidak memanggil bi Ani untuk membuat nya ." ucap omah menahan tangan ana .
"Lah ini jus buat siapa ,kok kamu bikin lagi ." ucap nya lagi melihat jus lemon itu .
" ohh itu jus ku omah ,dan ini jus nya Sahara ,dia memintaku untuk membuat kan nya ."ucap ana tersenyum dan menuangkan jus itu .
"Wanita itu , beraninya menyuruh cucu menantuku membu...
"Omah .. ?! tidak apa-apa, lagian kan aku tadi yang bikin jus duluan ,kebetulan Sahara juga akan bikin jus ,jadi sekalian aku bikin kan ." ucap ana dengan tersenyum .
"Apa omah mau jus wortel ,itu baik buat umur omah dan menyehatkan mata omah ." ucap ana dengan tersenyum .
"Tidak sayang ..?! omah baru saja memakan buah ." ucap nya dengan melihat ana menaruh jus itu ke nampan .
"omah aku akan ke kolam renang untuk memberikan jus ini pada Sahara ." ucap ana yang di angguki omah .
"Berani sekali dia menyuruh ana layak nya seorang pelayan ."
Tak butuh waktu lama ,ana pun tengah berada di kolam dan mengantarkan jus itu pada Sahara .
"Sahara jus mu sudah siap , kalau gitu aku pergi ." ucap ana melangkah ke ruang tamu dan duduk di sofa
Sahara meminum jus itu ,dengan tersenyum jahil dia mengikuti ana berjalan memanggil ana yang tengah duduk itu
"Aduh ana ... jus ini terlalu manis dan terlalu kebanyakan gula ,bisakah kau membuatkan aku yang baru ." ucap Sahara dengan menaruh jus itu di meja depan ana .
"Masa sih ..?! aku tadi gula nya di takar kok ..baiklah aku akan membuat nya dengan yang baru ." ucap ana dengan tersenyum melangkah ke arah dapur .
Sahara tersenyum senang telah mengerjai ana ,tak butuh waktu lama ana kini telah mengupas alpukat itu untuk di jadikan jus .
"Eh ana aku tidak jadi deh jus alpukat nya ,bisa tidak kau membuatkan aku jus jambu in.....
Prangggg .........
Ana dan Sahara terkejut dengan suara pecahan itu ,kini mata kedua nya beralih pada omah yang tengah berjongkok memungut gelas yang jatuh itu , ana menghampiri omah dengan berlari kecil.
"Ya ampun omah ,?! omah tidak apa-apa ,hah ..omah ..omah berdarah ,?! omah kenapa tidak hati-hati membawa gelas nya ,sini ayo omah duduk dulu ,aku ambilkan kotak obat dulu ya." ucap ana berdiri dan akan melangkah .
"Ana tidak perlu ,kau duduk saja di sini .,omah ingin di temani sama kamu?! Sahara .. bisakah kau mengambilkan kotak obat untuk omah , " ucap nya melihat ke arah Sahara .
"Ta_tapi omah ,aku..
"Sahara ,omah terluka ?! kotak obat itu ada di atas lemari hiasan itu ,jika ana yang mengambil nya dia tidak akan sampai ,dan kau yang lebih tinggi dari ana ,dan bisa sampai untuk mengambil kotak obat itu ." ucap omah dengan menatap Sahara lagi .
Sahara berdecak sebal ,dan berjalan menghampiri lemari besar hiasan itu , di saat dia akan melangkah omah memanggil nya .
" ehh Sahara tunggu ... bisakah kau bereskan pecahan gelas itu ,omah takut nanti ada yang lewat situ jika tidak langsung di bereskan , tolong ya .." ucap nya menyuruh Sahara .
Sahara menggepalkan tangan nya menahan amarah ,dia terpaksa memungut pecahan gelas itu , ana yang melihat sahara mengambil pecahan itu berdiri dari kursi .
"Sahara biar aku bant..
"Aduh duh aduh ..ahh sakit sekali ." ucap omah dengan sengaja .
"Omah .. omah kenapa ." .ucap ana khawatir dan kembali duduk .
"Ana kepala omah sakit sekali ,sedikit pusing ." ucap nya dengan memegang kepala nya .
"Biar ana ambilkan obat untuk omah ya ." ucap ana .
"Ah tidak perlu sayang ,?! ah Sahara habis itu kau bisa kan ambilkan obat pereda pusing omah yang ada di atas nakas dekat tangga ,sekalian ya ambil kotak obat sehabis itu ." ucap nya dengan melihat ke arah Sahara .
Sahara menahan amarah nya dan berlalu pergi membawa pecahan gelas itu ,dia berniat akan mengerjai ana ,tapi malah dia yang di kerjai wanita paruh baya itu, wanita paruh baya itu melihat Sahara berjalan pergi tersenyum senang .
"Berhasil juga akting ku ,?! suruh siapa kau menyuruh orang seenak jidat ,
.
.
.
.
__ADS_1
#