Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
7 bulanan & kedatangan Tania .


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu , kepergian Sahara membuat keluarga Anggara seisi mansion tentram ,termasuk para pelayan yang sering di suruh seenaknya oleh wanita itu ,Dimas pun kini sudah memberanikan diri untuk melihatkan dirinya walaupun masih memakai masker ,dan saat ini dia pun tengah perjalan bisnis di luar kota ,


*


Bulan pun telah terganti ,Tak terasa kandungan ana sudah memasuki tujuh bulan, dan saat ini di kediaman Anggara mengadakan acara tujuh bulanan ,dengan di Hadiri para sahabat dan juga keluarga terdekat , anak-anak panti pun hadir ke acara tujuh bulanan ana ,begitu juga keluarga Pratama .


Ana duduk dekat dengan Rengganis yang tak lain adalah ibu dari Steven , perut ana kini semakin tambah membesar karna bertambahnya usia kandungan ,Nabila yang menerima telpon dari seseorang melihat ana yang memegang perutnya dengan meringis , dan dia pun langsung menghampiri sahabatnya itu .


"Ana ... kamu kaya mau lahiran aja baru tujuh bulan juga , ?! perutmu semakin membesar ya , " ucap Nabila di depan perut ana .


"Iya !! tinggal dua bulan lagi lahiran ." ucap ana mengelus perutnya .


"Hai keponakanya aunty , sehat-sehat ya di dalam sana ," ucap Nabila mengelus perutnya ana.


Dan tak di sangka ucapan Nabila di respon dengan tendangan yang sedikit kuat oleh bayi yang di perut ana.


"Ehh ana , anak mu nendang ." cempreng Nabila sehingga orang-orang yang berada di dekatnya mengalihkan pandangan nya pada Nabila


"Hehehe !! ana sakit gak kalau nendang begini ." tanya Nabila lagi .


"Enggak. .. malahan dia pengen nendang kamu asli ." ucap ana dengan tersenyum bahagia.


"Mana ada !! palingan ibunya yang ingin menendang ku . " jawab Nabila .


Mereka hanya tertawa menertawakan obrolan Nabila dan ana ,Bu Ratih yang melihat Nabila tersenyum membuat dirinya pun bahagia, Bu Ratih pun berpikir Nabila pun pasti akan berkeluarga seperti ana ,Bu Ratih pun mengalihkan pandangan nya pada ana yang tersenyum bahagia, dia tidak menyangka suami ana adalah seseorang yang sering mendonasikan uang banyak ke panti asuhan .


Keluarga Pratama pun sekarang sudah menerima dan percaya kalau suami ana memanglah Erland ,termasuk Vika dia pun kini tidak bisa harus membenci ana terus sepanjang hidupnya ,bahkan Sintia pun sekarang sudah berani berbicara baik-baik pada ana ,bahkan dia pun sudah tidak canggung lagi untuk mengatakan basa basi soal anak yang di kandung ana berjenis kelamin laki-laki apa perempuan.


Erland dan ana memang tidak melakukan USG ,mereka hanya ingin tahu jenis kelaminnya di saat bayi itu lahir ,tapi Erland kekeh bayi yang ada di kandungan ana adalah laki-laki .


Setelah selesai pengajian ,kini mereka semua telah berkumpul di ruangan samping yang sudah di sediakan hidangan dan minuman yang sudah di siapkan ,


Di sisi lain ,pria yang sebentar lagi jadi ayah itu kini tengah tertawa mengobrol dengan kedua sahabatnya yang tak lain adalah Steven dan irsan .


"Erland, lihat si so cool ini sekarang masih sendiri saja ." cibir Irsan melihat ke arah Steven .


"Kau benar !! bahkan aku tidak pernah lihat dia membawa seorang wanita ," timpal Erland ikut mencibir Steven .


"Apa tidak ada wanita yang tertarik sama si pria so cool ini selain Tania ." ucap Irsan


"Tania .!! ohh kau benar , selain Tania yang menggangu dia terus di sekolah waktu dulu ,tidak ada wanita lain lagi yang mengganggu nya , semua wanita takut pada Steven ,hanya Tania lah yang tak takut dari tatapan tajamnya dia ." jawab Erland kembali dengan di angguki Irsan .


Steven tidak menghiraukan perkataan kedua sahabatnya itu , tapi setelah mereka mengatakan nama Tania dia jadi teringat gadis yang sering menguntitnya dulu ,setelah kelulusan pun Steven tidak tahu tentang gadis itu lagi ,Karna Tania pindah rumah dan kuliah di luar negri.


Erland melihat ke arah sang istri yang kini tengah bersama Nabila serta wanita-wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu yang tak lain adalah ibu Irsan dan juga Steven begitu juga dengan Sintia ,kini Erland pun berdiri dari duduknya meninggalkan Irsan dan Steven untuk menghampiri Istrinya .


"Sayang !! kamu mau makan sesuatu , dari tadi aku tidak melihatmu makan apapun ,apa kau tidak lapar .hmmmm.." ucap Erland yang memotong pembicaraan para wanita paruh baya .


"Hemmm ... sedikit lapar sih !! Karna aku keseriusan mengobrol ,aku jadi terlewatkan laparku ," jawab ana


"Mau makan apa !! biar aku ambilkan ." ucap Erland .


"Aku mau kue kacang aja yang tadi di bawakan oleh bibi Sintia ." jawab ana


"Baik tuan putri !! akan aku ambilkan ." jawab Erland.


Erland pun melangkah ke arah bi Ani untuk mengambil kue kacang kesukaan istrinya itu ,Erland sekarang menjadi ekstra siaga untuk sang istri tercinta , apalagi sekarang kandungan ana sudah tujuh bulan dan tinggal dua bulan lagi mereka akan menyambut kelahiran anaknya yang belum di ketahui jenis kelaminnya .


"Ini sayang ." ucap Erland memberikan kue kacang .


Ana hanya mengangguk kan kepalanya dan memakan kue kacang itu ,Erland pun kini melihat ke arah pria-pria paruh baya yang sedang berbincang-bincang soal perusahaan , mereka juga sangat menantikan kehadiran bayi keturunan Anggara itu ,Erland bersyukur meskipun dia sudah tidak ada orang tua tapi orang tua para sahabatnya sudah menganggap anak sendiri , bahkan pria-pria paruh baya itu pun mendukung bahwa bayi yang ada di perut ana adalah laki-laki .


Kini Erland kembali melangkah ke arah sahabatnya dan mengobrol kembali dan membahas masalah bisnis yang sedang di tangani oleh Dimas di kota B.


Di saat mereka mengobrol ,Irsan melihat ke arah pintu masuk dan melihat Bryan bersama seorang wanita .


"Tania .." ucap Irsan yang memotong obrolan Erland dan juga Steven .

__ADS_1


Kedua pria itu melihat ke arah Irsan yang melihat ke arah pintu ,keduanya pun melihat ke arah yang di lihat oleh Irsan, Steven terkejut saat melihat wanita yang sering mengganggunya dulu berada di Indonesia ,bahkan beberapa menit yang lalu mereka mengucapkan nama wanita itu .


"Asalamualaikum semua ." ucap Tania yang kini melangkah bersama Bryan.


Ya ! Tania adalah sosok wanita yang sering di biasakan mengucap salam sedari kecil Karana di ajarkan oleh kedua orang tuanya , semua orang pun mengalihkan pandangannya dan menjawab salam wanita itu , tidak dengan Nabila ,dia terkejut saat melihat kedua orang yang sedang melangkah itu menghampiri mereka yang sedang mengobrol ,Nabila langsung memalingkan wajahnya saat Bryan melihat ke arahnya .


"Wanita itu ,...wanita yang waktu di Jerman , apa dia kekasihnya si plizzer , ?! akh apa urusannya denganku ."


"Ana .. aku ... aku ke belakang dulu ya .. aku mau ngambil air " ucap Nabila yang kini berdiri dari duduk nya .


"Nabila , air apa yang kau maksud ,kau tidak lihat ini di depan kita banyak minuman ." jawab ana heran .


"Eu ... maksudku ,aku .. aku mau mengambil minum yang parian rasa yang berbeda ." ucap Nabila yang kini melangkah pergi ke arah dapur .


Ana heran dengan Nabila yang tiba-tiba aneh ,Sementara Tania kini dia bersalaman pada wanita-wanita muda ,pandangan dia melihat ke arah Bryan yang kini berjalan ke arah para sahabatnya , Tania pun terkejut saat matanya melihat sosok pria yang dia cintai tengah menatapnya ,tapi Steven langsung memalingkan wajahnya.


Tania pun menghampiri ke empat pria itu dengan berlari kecil dengan menampilkan senyuman bahagia , bahkan tadi dia mau bersalaman pada ke empat wanita muda pun dia lewatkan .


Jenika yang duduk tak jauh dari wanita-wanita paruh baya mengerutkan keningnya ,bahkan dia sudah mengulurkan tangannya ,tapi Tania langsung berlari saat dia melihat ke arah Steven .


Ana pun heran setelah kedatangan Tania ,ke empat pria itu langsung melihat ke arah Tania yang tak berkedip sedikitpun , ana dia buat kesal dengan Erland yang menatap Tania dengan minat ,


Sementara Tania langsung memeluk Irsan seperti biasa dulu di waktu SMA ,ya! Tania dulu adalah gadis tomboy dan suka berkumpul dengan pria , di saat tania akan memeluk Erland , Erland menarik tangan Steven agar wanita itu memeluk Steven .


"Sorry ... aku udah punya istri , kita bukan di jaman SMA lagi ." ucap Erland dingin .


Tania dan Steven kini saling tatap dan tidak menghiraukan perkataan Erland barusan , Tania melihat pria itu dengan sangat dekat ,begitu juga dengan Steven ,pria itu melihat penampilan gadis tomboy yang sering mengganggunya dulu itu berubah 100% .


Pandangan mata mereka di perhatikan oleh ke tiga sahabatnya itu dengan saling menyenggol tangan mereka ,akhir dari ketiga pria itu membuyarkan tatapan mereka .


"Ekheemmm..." dehem serempak E ,I dan B.


Keduanya pun langsung tersadar ,saat deheman ketiga para sahabatnya itu ,Tania pun tersenyum kikuk dan melihat kembali ke arah Steven .


"H_haii ... " ucap Tania .


"Hemm .. hai juga ." jawab Steven dingin .


"Kamu itu nanya aku ,apa nanya Bryan ." jawab Tania .


"Ya siapa ajah yang jawab ." ucap Irsan .


"Tadi aku ketemu di mini market ,kebetulan ketemu Tania ,aku kasih tahu deh mau ke acara tujuh bulan nyonya ana ,yah it...


"Sekalian aku ikut deh ..hehehe.." timpal Tania .


"Eh Erland yang mana istrimu ,ya ampun ?! bahkan tadi aku melewatkan para wanita itu ,yang mana kira-kira istrimu ." ucap Tania yang melihat ke arah wanita yang tengah kumpul , dan dia pun pandangan nya menemukan wanita yang tengah buncit perutnya .


Di saat Tania melihat ke arah ana , tiba-tiba ana berdiri untuk mencari Nabila yang tak kunjung kembali ,ana tahu bahwa Tania menatapnya ,tapi dia memalingkan wajahnya agar tidak melihat ke arah sekumpulan para pria muda itu .


Ana bukan berarti tidak ingin menyambut Tania ,hanya saja dia kesal dengan suaminya yang masih saja betah berkumpul dengan ketiga pria dan satu wanita .


"Istri jalan aja ,tongoy !? " gerutu ana pada erland dengan nada kesal .


Kini ana pun melangkah ke arah dapur untuk mencari Nabila ,tapi dia tidak menemukanya ,ana pun bertanya pada pelayan dimana sahabatnya itu ,setelah tahu dari perkataan Pelayan ,ana pun melangkah ke arah taman belakang ,tanpa ana sadari semenjak ana berjalan meninggalkan ruangan Erland mengikuti langkah istrinya itu .


Kini ana melangkah ke arah taman belakang untuk mencari Nabila dengan di ikuti Erland di belakangnya, ana berhenti dari langkahnya saat mendengar isakan Nabila .


"Aku kenapa shh !! ....Nabila apa yang kau sukai dari pria itu ,dia itu pria menjengkelkan pria plizzer yang bisanya bicara pedas dan matanya seperti mata ikan melotot setiap saat , hiks .. hiks ..."


"Tidak Nabila ,!! kau jangan begini ,, kau begini bukan Karna jatuh cinta sama pria itukan , hiks ... hiks ..?! tapi ... hiks ... tapi kenapa aku kesal dan sakit saat dia dengan wanita lain , "


Nabila mengingat dimana pria itu di peluk Sahara ,dan juga di peluk wanita yang dia temui di Jerman , lagi-lagi dia tadi harus bikin hatiya nyut-nyutan saat melihat kebersamaan mereka tadi , tanpa Nabila sadari kedua orang yang di belakangnya mendengarkan ucapan Nabila .


"Jadi Nabila menyukai si datar itu ,"


Kini ana berbalik dengan perlahan dan akan kembali ke ruangan tadi ,dia tidak ingin mengganggu sahabatnya itu ,nanti setelah reda dengan kekesalannya ,ana akan menenangkan Nabila , di saat ana berbalik dia melihat suaminya tersenyum padanya .

__ADS_1


Ana terkejut saat Erland berada di hadapannya ,dengan cepat ana menarik tangan Erland untuk pergi di taman itu .


"Mas .. semenjak kapa ..


"Semenjak kau melangkah dari ruangan tadi ,aku mengikuti mu .?!dan aku juga tahu dan mendengar ucapan Nabila ." jawab Erland dengan tersenyum .


"Mas ... siapa wanita itu ." ucap ana dengan mengerucutkan bibirnya .


"Emm .. dia adalah Tania teman sekolah ku dulu ,kenapa sayang ."jawab Erland .


"Kamu masih bisa tanya kenapa ,?! bahkan tadi kamu melihat dia begitu minat banget tahu gak ,sana pergi lagi tuh tatap sampai kenyang ." ucap ana dengan kesal .


"Sayang !! kamu tuh salah paham ,siapa yang menatap dia ,aku tuh menatap Bryan ,dan aku juga kira itu pacar Bryan ,soalnya aku hampir gak kenal dengan Tania yang sekarang sudah berubah ,dia dulu tomboy banget ...


"Sama saja ." ketus ana .


"Sayangku ,!? kamu kalau lagi marah gemes banget deh ,apalagi bibirnya di monyongin gitu dengan perut buncit gini ,!! uhh aku Makin cinta deh ..." gombal Erland yang ingin membuat istrinya itu tersenyum kembali .


"Diam !!! ..


"Sayang !! aku benar-benar tidak melihat dia ,kalau pun melihat juga , aku kan punya mata ,pasti terlihat dong sayang ,.. ana ,Tania itu sedang kembali berjuang pada cinta pertamanya ,yaitu Steven?! istriku ,di hatiku hanya ada kamu ,gak ada yang lain perc...


"Sudah mas ,!! aku tidak ingin berkepanjangan ... aku percaya kok ." jawab ana .


Ana ingat ,dimana dia melihat Tania yang akan memeluk Erland ,dia melihat suaminya menarik tangan Steven untuk menggantikannya , Erland pun bernafas lega saat istrinya mempercayainya , kini keduanya pun kembali ke ruangan tadi .


"Sayang !! ayo kenalkan dengan Tania ,tadi dia ingin berkenalan denganmu ." ucap Erland menggandeng tangan ana .


"Tania !! ini istriku , Anatasya .?! " ucap Erland .


Tania pun berbalik dan melihat ke arah ana dan juga Erland yang kini ada di belakangnya .


"Tania , ?! senang berkenalan denganmu ." ucap Tania mengulurkan tangannya dengan tersenyum .


"Anatasya ." jawab ana menerima tangan Tania dengan tersenyum .


Tania tercengang saat melihat senyum istri dari sahabatnya itu .


"Waaahhh ... senyuman yang manis sekali ." ucap Tania dengan terpesona .


Ana mengerutkan keningnya dengan perkataan Tania ,Erland mengerti dengan ucapan sahabatnya itu ,di saat ana akan berbicara matanya tertuju pada Nabila yang melangkah ke arah dapur ,kini ana pun pamit untuk menemui sahabatnya itu , Tania yang melihat ana berjalan dengan tersenyum membuatnya Diam dan mematung .


"Erland , istri mu sangat cantik ,bahkan perut sudah buncit pun dia masih terlihat sangat cantik . ck ... ck... ck... kira-kira jika aku perut buncit seperti itu masih akan cantik gak ya ." ucap Tania berkhayal menjadi ibu hamil .


Erland tidak menghiraukan perkataan wanita itu ,ketiga pria itu hanya geleng kepala dengan perkataan nya ,tidak dengan Steven pria itu menatap Tania yang kini kian berubah seperti layaknya wanita .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi berganti sore ,dan sore berganti malam ,Bu Inggit yang rumahnya jauh sudah pulang terlebih dahulu ,begitu juga Bu Ratih dan pak Darmanto ,bahkan keluarga Pratama pun sudah pulang sepuluh menit yang lalu .


Bahkan Tania pun sudah kembali karana ada urusan penting ,begitu juga irsan dan keluarganya untuk pamit pulang , begitu juga dengan Nabila yang pulang satu jam yang lalu terlebih dahulu di antar oleh pak Urip karna akan langsung ke bar .


Kini Erland ikut nimrung dengan percakapan wanita paruh baya yang sedang duduk dengan istrinya itu ,Erland duduk di samping ana dengan mengelus perut ana .


"Sayang !! dia nendang-nendang ." ucap Erland dengan raut wajah bahagia .


"Iya ! dari tadi dia merespon siapapun yang mengajaknya mengobrol." ucap ana tersenyum manis .


Erland terus saja mengajak anaknya mengobrol dan mengelus perut ana , lagi-lagi bayi yang ada di kandungan ana merespon dan menendang perut sang mommy .


Tak lama kemudian ,Steven dan keluarga nya pun pamit ,begitu juga dengan Bryan , Karana Bryan akan menghadiri acara kantor bersama kolega yang lainnya ..


*


*


*

__ADS_1


Steven Zhou.



__ADS_2