Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
My Husband.


__ADS_3

Dua hari telah berlalu ,berita pernikahan Erland dan ana membuat semua orang tercengang, apalagi dengan orang-orang kampus yang mengenali ana


Pagi-pagi sekali Erland melihat notifikasi berita pernikahannya ,tapi dia hanya tersenyum saja ,baginya dia sudah memiliki Anatasya seutuhnya, dengan begitu siapapun itu tidak boleh ada yang berani menyentuh istri dari keluarga Anggara .


Kini Erland bangun dari tidurnya ,dia melihat istrinya yang kini tidur sambil memeluknya , perlahan Erland melepaskan pelukan istrinya itu dengan pelan , kini dirinya melihat jam yang ada di atas nakas sudah menunjukan pukul 05.15 pagi


Erland menaruh ponselnya ,dia beranjak dari kasur dan berjalan ke arah lemari ,di saat dia membuka lemari ,pandangan nya melihat ke arah sofa, dia melihat pakaian kantor , Erland melihat ke arah istrinya itu .


"Kapan ana menyiapkan baju kantorku , apa sebelumnya dia sudah bangun ." gumam Erland .


Erland berjalan ke arah ranjang ,dia melihat istrinya ,kini dirinya duduk di ranjang itu dengan menatap ana .


"Sayang !! apa kau sudah bangun ." ucap Erland pelan .


Tidak ada sautan dari ana ,kini Erland pun beranjak lagi dari kasur ,dalam pikirannya mungkin ana sudah bangun terlebih dahulu menyiapkan pakaian kantornya dan tidur lagi .


Kini Erland melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri , dengan waktu dua puluh menit Erland sudah selesai dengan ritual mandinya, dia melihat ke arah ranjang melihat istrinya yang masih tidur .


"Ini pasti hormon nya mulai kambuh ."


Erland berjalan ke arah sofa untuk mengambil baju kantor ,kini dia berjalan ke arah ruang ganti , dan tak butuh waktu lama Erland pun tengah siap dengan pakaiannya , kini dia berjalan ke arah ana yang masih nyaman dengan kasurnya .


"Sayang ?! apa kau tidak akan bangun ,hemmm ." ucap Erland membelai rambut ana .


"Hemm ..aku ngantuk mas ,?! mas kalau kamu mau ke kantor bajunya aku sudah siapin di sofa .." lirih ana yang masih memenjam kan matanya.


Erland tidak menjawab pertanyaan istrinya itu dia mencium kening ana dan membenarkan selimutnya , kini dia berjalan melangkah ke arah pintu untuk turun ke bawah ,


Di saat tiba di bawah ,dia tidak melihat Dimas yang biasanya sudah ada di ruang tamu di jam pagi ,kini dirinya melangkah ke arah kamar Dimas dan mengetuk pintu ,tidak ada sahutan dari Dimas Erland pun membuka pintu tersebut ,tapi tidak mendapatinya juga .


Kini dia melangkah ke arah ruangan kerja Dimas ,kini dia pun mengetuk pintu itu ,dan benar saja Dimas berada di ruang kerjanya dengan masih memakai baju tidur .


"Kak , " panggil Erland .


"Hemmm ... kau sudah siap aja ,mau ke kantor ," ucap Dimas yang serius dengan laptopnya .


Erland hanya menganggukkan kepalanya ,dia melihat Dimas yang serius dengan laptopnya kini sedang berfikir .


"Dia seperti dulu ,?! gila kerja "


"Kak sarapan pagi bareng , aku tunggu di meja makan ." ucap Erland berbalik .


"Hemm .. tunggu aku mandi dulu ,?! panggil omah juga ,tadi omah berada di taman depan ," ucap Dimas melihat ke arah Erland .


Erland tidak menjawab pertanyaan kakaknya itu dia hanya berhenti saja ,lalu melanjutkan langkahnya ke luar .


Dua puluh menit Erland menunggu dua orang untuk sarapan pagi ,kini dia melangkah dulu ke arah tangga untuk melihat istrinya , lagi-lagi Erland khawatir pada istrinya itu yang masih tidur .


Kini dia menutup pintu kamar lagi ,dan kembali ke bawah ,sesampainya di bawah ketiga orang sudah ada di meja makan .


" Erland ,dimana ana ." ucap omah


"Ana masih tidur ,aku khawatir sama istriku ." ucap Erland menghela napasnya


"Sudah biasa orang hamil seperti itu ,kau jangan terlalu terpikirkan ." ucap sang omah .


Erland hanya menganggukkan kepalanya dengan mengambil nasi dan lauk untuk sarapan ,


"Apa kau gak periksa kandungan lagi ke dokter kandungan ,untuk mengecek kesehatan cicit omah , Erland ,omah ingin tahu cicit omah itu perempuan atau laki-laki ,apa kau tidak US...


"Aku berencana tidak akan USG omah ,aku ingin tahu jenis kelamin anakku nanti setelah lahir ,?! tapi aku yakin anak di kandung ana.. laki-laki ,dan aku yakin anakku sehat omah, ana selalu bersikeras tidak ingin masuk rumah sakit yang membuatnya tidak nyaman ." ucap Erland .


Omah hanya manggut-manggut saja ,kini mereka melanjutkan makan dengan Dimas yang melihat ke arah Erland ,terus pandangannya beralih ke arah Sahara yang duduk tak jauh dengan omah .


Selang beberapa menit mereka tengah selesai dengan sarapannya ,kini Erland bersiap untuk pergi ke kantor ,dalam hatinya dia masih khawatir akan hal ana ,kini matanya melihat ke arah lantai atas pada pintu kamar mereka .


Dengan menghela napasnya berat ,Erland melangkah ke arah sofa di ruang tamu untuk mengambil tas yang berisi berkas-berkas kantor yang tadi Dimas berikan , kini Erland melihat ke arah bi Ani yang muncul dari kamar omah .


"Bi Ani ... tolong siapkan susu untuk istriku jangan lupa untuk sarapannya ,..ohh iya .. jika belum bangun ,antarkan ke atas ." ucap Erland dengan di angguki bi Ani .


Kini Erland pun melangkah ke arah luar untuk segera berangkat ke kantor ,hari ini dia tidak membawa mobil sendiri ,melainkan di antar oleh pak Urip .


Sementara di dalam sana ,Sahara mendengarkan perkataan Erland tadi kepada bi Ani untuk membuatkan sarapan serta susu untuk ana ,kini pandangannya melihat ke arah bi Ani yang dengan para pelayan lain .


Sahara mengambil buah dan berjalan akan mencucinya ke dapur , kini dia melihat Bi Ani yang akan membuat susu untuk ana ,di saat bi Ani menuangkan susunya , dia di panggil oleh wanita paruh baya yang tak lain adalah omah.,kini bi Ani melihat ke arah pelayan yang beres mencuci piring untuk melanjutkan buat Susu .


Bi Ani pun melangkah dengan melihat punggung Sahara yang tengah mengupas kulit buah , kini Sahara melihat ke arah pelayan yang sedang membuat susu untuk ana ,kini pandangannya ke arah piring yang ada di hadapannya ,yang sudah berisi buah yang sudah di potong olehnya ,dengan tersenyum menyeringai dia akan berencana membuat pelayan itu bekerja mengerjakan apa yang harus di lakukan pelayan itu .


Prangggggg ......


Pelayan itu pun mengalihkan pandangan nya ke arah Sahara yang tengah berjongkok .


"Nona ,, apa anda tidak apa-apa ," ucap pelayan .


"Itu ,.?! apa kau bisa membereskan pecahan beling ini ke belakang , "ucap Sahara yang memunguti buahnya


"Baik nona ." ucap pelayan itu .


Pelayan itu pergi melangkah di area dapur dan meninggalkan Sahara ,kini Sahara melihat ke seisi ruangan dan tidak melihat siapapun hanya melihat pelayan yang sedang mengelap kaca meja makan ,


Dengan cepat Sahara mengeluarkan bungkusan plastik kecil di saku celananya ,dengan menaburinya ke dalam susu dan juga makanan yang sudah tersedia di piring untuk ana , setelah itu Sahara mengaduk susu yang sudah di buat oleh pelayan tadi .

__ADS_1


Sahara tidak tahu ,di ruangan lain seseorang tengah mengintainya ,Dimas mencengkram bolpoin yang ada di tangannya dengan kuat ,dengan cepat Dimas menyuruh Roy untuk segera keluar dan mengganti makanan dan susu itu , Roy hanya menganggukkan kepalanya .


"Ingat Roy jangan sampai Sahara tahu susu dan makanan itu di ganti ." ucap Dimas yang memberhentikan langkah Roy .


Kini Roy pun cepat melangkah ke arah dapur ,di saat dia melangkah dia melihat Sahara jalan ke arah kolam ,Roy pun kini melihat ke arah pelayan yang membawa nampan sedang melangkah ,dengan cepat Roy menghalangi pelayan itu dengan melihat ke arah pintu dimana kolam renang berada .


"Cepat ganti sarapan nyonya ana dan susunya ." ucap Roy .


"Kenapa tuan....


"Cepat ganti ,jangan banyak tanya ." ucap roy dengan mata yang masih melihat ke arah kolam renang .


Bi Ani yang melihat Roy diam berdiri dengan pandangan melihat ke arah kolam renang membuatnya heran .


"Roy kenapa kau merentangkan tangan seperti itu ." ucap bi Ani .


Roy pun tidak sadar ,saking terburu-buru untuk mencegah pelayan itu ,kini dia melihat Bi Ani yang ada di sampingnya .


"Bi Ani cepat lihat ke arah dapur , dan lihat pelayan itu untuk mengganti susu dan sarapan nyonya ana ." ucap Roy yang kini melangkah ke arah kolam renang .


Bi Ani mengerutkan keningnya dengan apa yang di katakan Roy membuatnya tidak mengerti ,kini dia pun melangkah ke arah dapur ,dia melihat pelayan menggantikan susu itu dan membuang makanan yang tadi sudah di siapkan ,wanita paruh baya itu bertanya-tanya pada dirinya sendiri .


Sementara Roy ,dia melihat ke arah pintu kaca yang mengarah ke kolam renang ,dia melihat Sahara yang tengah tersenyum dengan memainkan ponselnya , Roy masih melihat wanita itu di balik pintu kaca .


Kini pandangannya mengarah ke Bi Ani yang membawa nampan ke arah tangga ,Roy menghela napasnya panjang setalah bi Ani yang melangkah ke atas dengan membawa nampan.


Kini Roy pun melangkah Kemabli ke arah ruang kerja dimana Dimas berada, setelah sampai Dimas melihat ke arah Roy yang sedang berjalan ke arahnya .


"Tuan .. sepertinya nona Sahara berencana niat jahat pada nyonya ana ,tapi saya tidak mengerti ,kenapa dia mau mencelakai nyonya ana ," ucap Roy .


"Seminggu yang lalu bahkan nona Sahara menuangkan minyak di depan lift , tapi kita tidak tahu apa tujuannya hingga dia ingin mencelakai nyonya ana ." ucap Roy Kemabli .


Dimas pun berfikir demikian ,Dimas mengingat dimana Sahara mengatakan bahwa ana berani melawannya .


"Apa dia dendam hanya karna itu , ?! tidak mungkin itu ,?! pasti ada rencana lain yang dia lakukan ."


"Roy ... pasang penyadap suara di kamar Sahara , aku akan samperin dia ke kolam agar dia tidak masuk ke kamarnya dengan buru-buru ," ucap Dimas yang kini berdiri.


Roy terkejut dengan apa yang di katakan Dimas ,kenapa sekarang pria itu serasa aneh ,bahkan tadi pun dia serasa marah saat melihat rekaman cctv di area dapur dengan apa yang di lakukan Sahara , Roy hanya berfikir , seminggu lalu bahkan Dimas melihat rekan cctv dimana Sahara menuangkan minyak di depan lift ,terlihat sangat marah .


"Tapi kenapa di saat sudah dekat dengan Nona Sahara ,tuan Dimas memperlakukannya dengan baik ,,"


"Tuan sebenarnya .. nyonya besa...


" Sekalian di mobilnya juga kau harus pasang ,aku ingin tahu apa yang sebenarnya Sahara rencanakan, ?! cepat lakukan ." ucap Dimas melanjutkan jalannya .


"**** ..... kenapa begitu cepat melangkah ,jika dia sudah seperti itu ,aku harus segera lakukan " gumam Roy yang kini mengikuti Dimas keluar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di atas sana ,ana bangun dari tidurnya dia meraba-raba ke sampingnya sudah kosong ,kini dia membuka matanya dan melihat gorden yang sudah di buka yang membuatnya silau , Bi Ani yang melihat ana bangun berdiri dari duduknya.


"Selamat pagi nyonya ." ucap bi Ani dengan tersenyum .


"Bi Ani ." ucap ana.


"Maaf nyonya saya mengagetkan anda , saya kesini hanya mengantarkan sarapan dan susu anda ,karna sekarang anda sudah bangun ,saya undur diri nyonya ." ucap bi Ani dengan membungkukkan kepalanya dengan di angguki ana.


Ana kini melangkah ke arah kamar mandi untuk mandi ,tak butuh waktu lama ana kini sudah menyelesaikan mandinya dengan melangkah ke arah ruang ganti , setelah itu dia melangkah ke arah ranjang ,ana mengambil ponselnya, dia melihat pesan dari nama kontak "My Husband"


Ana mengerutkan keningnya , nama kontak pria itu yang tadinya Erland jadi terganti, ana kini melihat pesan yang di kirimkan dari Erland untuknya.


"Sayang aku berangkat kantor dulu ..😘" 07:00


"Sayang udah bangun belum , kalau sudah jangan lupa Susunya di minum ,setelah itu sarapan ." 07:59


Ana tersenyum setelah melihat pesan dari erland , dia melihat nama kontak itu dengan menekannya , ana belum sempat mengganti nama kontak suaminya .. dengan tersenyum ana melihat wallpaper kunci layar foto dirinya dan Erland dimana pria itu tengah tidur .


"Aku suka ,disaat kamu tertidur mas ,serasa damai dan tenang ." gumam ana .


Ana menaruh ponselnya lagi di ranjang tanpa membalas pesan suaminya itu , kini dia mengambil susu untuk di minumnya ...


"Kenapa hangatnya hamar ,, apa terlalu lama ,?! ehh .. tadi bi Ani juga seperti menungguku bangun ." gumam ana .


Kini ana melanjutkan makan ,setelah selesai makan ana berjalan ke arah balkon , di saat dia sampai di balkon pandangannya melihat ke arah bawah dan melihat mobil Sahara ke luar .


"Kenapa kak Dimas membiarkan Sahara pergi ,jika pergi bersama dengannya akan lebih baik , apa kak Dimas gak mempunyai rasa curiga gitu sama Sahara ." gumam ana .


Ana menghela napasnya berat kini dirinya melangkah untuk ke bawah , setelah sampai bawah ana melangkah ke arah taman yang ada di belakang , ana melihat tiga pelayan sedang membersihkan halaman belakang ,kini dirinya melangkah ke arah mereka yang sedang tertawa itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam kini sudah menunjukan jam 09 :00 pagi , ana berniat ingin membuatkan puding mangga kesukaan suaminya itu dan mengantarkan nya ke kantor.


Kini ana melangkah ke arah dapur dan berkutat sendiri tanpa di bantu oleh pelayan ,tak butuh waktu lama puding pun kini tengah siap di tuangkan di tempat kotak yang sudah ana siapkan , dengan semangatnya ana dia meninggalkan puding itu menunggu untuk dingin .


Setelah itu ana menyuruh pelayan untuk menyimpannya ke kulkas jika puding itu sudah dingin.


Kini Jam sudah menunjukan pukul 11.00 sing ,ana bersiap untuk pergi ke kantor DA'GROUP hanya untuk membawakan puding mangga , puding tersebut pun sudah di siapkan oleh pelayan .


"Terima kasih bi ." ucap ana dengan di angguki pelayan .

__ADS_1


Kini ana melangkah ke arah pintu luar untuk pergi dan di antar oleh pak Urip , kini mobil yang membawa ana pun tengah meninggalkan halaman mansion.


Tiga puluh menit kemudian ana sampai di kantor DA'GROUP , dia melihat gedung tinggi itu yang baru pertama kali ia datangi ,kini ana berjalan masuk dan di sambut dengan hormat oleh resepsionis dengan di beri jawaban senyuman oleh ana .


"Mba ruangan kantor suam...


"Nyonya ana ." ucap seorang pria yang memotong ucapan ana.


Ana melihat ke arah asal suara pria yang barusan memanggilnya yang kini tak jauh darinya .


"Ahh ..Bryan ..ak..


"Anda mau ke ruangan tuan Erland ,mari ikut saya ." ucap nya dengan membungkukkan kepalanya.


Ana menghela napasnya saat apa yang barusan dia lihat dari sikap pria itu .


"Pria datar ini selalu saja seenaknya memotong ucapan ku , huh apa suamiku dan dirinya adalah pria yang terlahir dari rahim yang sama ,kenapa sikapnya pun tak jauh beda ,dan apa tadi dia bilang ... nyonya ... huh... aku tahu kondisi sekarang lagi di kantor ,?! bahkan kau dimana-mana pun memanggilku nyonya ,menggelikan sekali rasanya. "


Ana pun mengikuti langkah Bryan ke arah lift khusus CEO ,setelah sampai di pintu masuk ruang kerja Erland , Bryan memberhentikan langkanya dan membungkukkan kepalanya untuk Kembali ke ruangan lain ,ana pun kini memberanikan diri untuk mengetuk pintu , dia melihat Erland yang serius dengan laptopnya .


Tok...tok..


"Masuk .." jawab Erland tanpa melihat orangnya .


Ana tersenyum dan berjalan ke arah suaminya itu ,ana berjalan cepat menghampiri meja Erland dengan membawa kotak yang berisi puding mangga ,seketika Erland melihat siapa yang datang itu .


"Mas ...." panggil ana lirih .


"Sayang ,kenapa gak bilang kalau kau mau kesini ,siapa yang mengantarmu hemm .. kenapa gak kirim pesan ke aku agar aku bisa menjemputmu di bawah ." ucap Erland memberhentikan kerjaannya .


"Aku sengaja gak bilang ke kamu mas ,dan aku bawakan kamu puding mangga kesukaan mu ,dan sekalian aku pengen tahu kantornya kak Dimas ." ucap ana .


"Sayang ,kau kesini sama siapaa hmmmmmm...kau kesini mau ketemu dengan ku apa cuman mau lihat kantor kak Dimas aja ." ucap Erland melihat ana yang kini berhadapan dengan nya ..


"Aku kesini dengan pak Urip ?! dan aku bawakan kamu puding mangga ,karna aku tahu ,kau di kantor gak suka makan siang ,maka dari itu aku bawakan untukmu ." ucap ana tersenyum .


Pandangan ana teralihkan ke arah gelas di meja kerja Erland ,kini pandangannya beralih pada pria itu .


"Mas .. kenapa kamu bikin kopi hitam ,karna lambung mu tida....


"Ternyata di perhatikan seseorang istri itu lebih baik , kalau begitu kelak kau harus datang setiap hari untuk memperhatikan ku ke kantor sayang ." ucap Erland dengan menatap ana .


"Tidak akan ." ucap ana berbalik membelakangi Erland .


Ana berbalik membelakangi suaminya itu yang masih duduk di kursi kerjanya , ana tersenyum jahil dan mengangkat tangan nya ke arah suaminya yang kini di belakangnya .


"Mas .. berikan aku ongkir karna sudah mengantarkan puding mangga untukmu ." ucap ana yang kini meminta uang dengan tersenyum jahil tanpa melihat ke arah Erland .


Erland tersenyum dan berdiri dari kursinya ,bukannya memberi uang ,tapi dia mencium tangan istrinya itu begitu lama ,ana tercengang dengan apa yang di lakukan Erland ,kini dia berbalik menghadap suaminya itu .


"Mas apa yang kau lakukan ." ucap ana tersenyum menatap erland.


"Bayaran ongkir untuk istriku ." ucap Erland menatap istrinya itu dengan mesra .


Kini Erland melangkah ke arah dimana ana di depan mejanya ,Erland membalikan tubuh istrinya dan mengangkat ana ke atas meja kerjanya


"Haruskah aku sekalian membayar mu dengan tubuhku ." ucap Erland mendekatkan wajahnya .


"Tidak ...tidak ... tidak .." jawab ana dengan menahan tubuh Erland .


Erland tersenyum menatap mata istrinya itu dengan menempelkan kening mereka berdua ,tangan ana kini tengah mengambil kotak puding yang ada di sampingnya .


"Makan dulu puding ini ," ucap ana memberikan kotak puding itu .


Erland berdiri tegak dengan memainkan tangan nya dengan ekpresi lemes .


"Ahh ..aduh sayang ?! tangan ku sudah bekerja seharian hari ini ,sudah mati rasa dan tidak bisa di gerakan lagi ." ucap nya dengan memijat tangan nya .


Ana tersenyum dengan menaruh kotak puding itu Kembali dan melihat wajah tampan suaminya itu, dia mengerti dengan perkataan suaminya


"Tuan Anggara ." ucap ana yang kini membuka kotak puding tersebut .


"Nih ... A_ ...." ucap ana yang kini tengah menyodorkan sendok yang berisi puding ke mulutnya Erland .


Di saat Erland akan memakannya ,ana langsung memakan puding itu duluan ,Erland yang melihatnya pun tersenyum jahil ,kini dia membungkam bibir ana dengan mengambil puding yang sudah ada di mulut ana.


Erland menatap mata manik istrinya itu dengan sendu ,dengan menikmati puding yang ada di mulut istrinya itu , setelah mendapatkan puding itu Erland melepaskan ciuman rasa puding itu .


Ana mengerucutkan bibirnya turun dari meja dan memberikan kotak puding itu pada suaminya dan berjalan ke arah sofa dengan tersenyum menggigit bibir bawahnya .


Erland menaruh kotak itu kembali ke meja dan menghampiri istrinya ,kini Erland memeluk ana dari belakang dan membalikan tubuh ana Kemabli , tatapan nya melihat ke mata ana dan turun ke bibir ranum ana .


Erland ******* bibir ana dengan lembut ,dia menahan tengkuk istrinya itu dengan satu tangan dan menahan pinggang istrinya dengan satu tangannya lagi , mereka berdua saling membalas tautan lidah yang mereka mainkan .


Beberapa menit kemudian tautan itu Erland lepaskan ,Karna takut membuat istrinya kehabisan napas , kini Erland berjongkok mengelus perut istrinya itu .


"Hai boy ... sehat-sehat di dalam sana ya , Daddy menunggumu lahir " ucapnya dengan mencium perut ana.


" iya Daddy aku juga gak sabar ketemu Daddy ." ucap ana menirukan anaknya .


Ana tersenyum dan membelai rambut suaminya yang tengah jongkok itu , Dia begitu bahagia melihat seorang yang dia cintanya begitu menghargai dan mencintainya .

__ADS_1


__ADS_2