Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Olahraga pagi .


__ADS_3

Sementara Sahara ,dia saat ini berada di lantai dua dan menelusuri kamar yang ada di lantai atas tersebut ,di saat dia melangkah ke arah pintu kamar tengah, dia melirik ke pelayan yang kini ada di samping nya .


"Buka pintu kamar ini ." ucap Sahara pada pelayan tersebut .


"No_nona ... ini adalah kamar tuan Erland dan juga nyonya ana ..." ucap pelayan tersebut .


"Pintu ini tidak mungkin cuman hanya satu kunci ,pasti ada serep nya yang lain ,sekarang kau turun dan pinta kunci serep nya pada kepala pelayan di sini ." ucap Sahara dengan tatapan tajam nya


"Mohon maaf nona ,kunci kamar ini hanya ada di tangan tuan Erland ,tidak berada di kepala pelay...'


"Ahhh ... sudah-sudah ... aku akan pilih salah satu kamar yang ada di bawah ." ucap Sahara menyenggol pelayan itu .


"Sialan ,"


Sahara melangkah ke arah tangga , dia melihat pintu kamar Dimas yang dulu dia pernah masuk dimana kala Dimas lagi sakit, dia tidak ingin mengingat dimana dirinya dan dimas , kini Sahara melangkah kan kaki nya ke bawah yang di ikuti pelayan ,di saat dia sampai di bawah sahara mendengarkan percakapan para pelayan.


"Di mansion ini tidak akan lama lagi ,ada baby mungil yang menggemaskan ."


"Kau benar ,jika nyonya ana sudah keluar ?!kita berikan selamat padanya ." ucap salah satu pelayan dan di angguki pelayan yang lain nya .


Sahara yang mendengar nya pun memberhentikan langkah nya ,dengan adanya ana hamil ,dia tidak memperdulikan hal itu ,kini dia melanjutkan langkah nya untuk melihat kamar yang harus dia pilih .


Sahara menghela napas nya dan memilih salah satu kamar yang akan dia tepati ,tidak ada pilihan lain dia hanya memilih kamar yang kini dia terakhir di lihat itu ,dirinya telah lelah mesti harus cari-cari kamar yang membuat nya nyaman.


"Baiklah ,aku akan pilih yang ini .... dan pergilah ?! eiitts.... aku lupa ?! koper ku tolong bawa kesini berada di ruang tamu ," ucap Sahara memerintah pelayan tersebut.


Pelayan tersebut hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi ,tak butuh waktu lama pelayan pun telah kembali ke kamar Sahara .


"Tolong bereskan baju-baju ku, aku ingin bersihin badan ku yang kotor ini ." ucap Sahara yang di angguki pelayan .


Sahara melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,dia mengingat di mana Dimas membelai wajah nya dengan tangan penuh luka bakar itu .


"iwww... aku ingin segera mandi ,,menghilangkan kuman-kuman itu ,"ucap Sahara yang mengingat hal di rumah sakit .


Kini Sahara pun melakukan ritual mandi nya dengan memakan waktu lama, karna dirinya merasa jijik setelah bersentuhan dengan Dimas , sementara di luar sana pelayan tadi telah memaki-maki Sahara .


"Yang punya rumah bukan ,? ratu juga bukan ,kenapa menyuruh begitu seenak nya Saja ,?! di banding melayani mu ,aku lebih baik melayani nyonya ana. ..? huh kau ini sudah pantas nya jadi pelayan seperti kami ,dasar wanita tak tahu diri ." ucap pelayan itu meremas baju milik Sahara .


Setelah selesai pelayan tersebut pergi meninggalkan kamar yang di tepati Sahara ,dan mengerjakan pekerjaan yang lain nya .


****


Tepat pukul sepuluh malam ,dering ponsel Erland yang berada di atas nakas berbunyi dan membangun kan dirinya ,erland meraba-raba dengan satu tangan nya karna satu tangan nya lagi tertindih ana , Erland melepaskan tangan nya pelan-pelan agar tidak membangunkan istrinya ,Kini Erland pun melangkah ke arah pintu balkon untuk menerima telpon dari roy.


"Hallo."


"Hallo tuan Erland , oprasi tuan Dimas akan di lakukan sekarang ?! saya di perintahkan untuk memberi tahu anda mengenai ini ,apa anda akan kemari untuk mewakili nya ,"ucap Roy yang di sebrang telpon .


Erland terkejut dengan apa yang di katakan Roy ,dia tidak menyangka kakak nya ingin melakukan oprasi di waktu malam-malam .


"Hallo ,tuan Erla...


"Aku tidak setuju dengan operasi di malam ini ,bisakah kau bujuk kakakku untuk melakukan nya besok ," ucap Erland menahan amarah nya .


"Mohon maaf tuan ,tapi tuan dim...."


"Terserah ,?! aku tidak bisa datang istri ku sedang sakit ,?! Roy tolong kau wakili kakakku ." ucap Erland menutup telpon nya .


Kini dia menahan pintu kaca balkon itu dengan memikirkan kondisi kakak nya ,Dimas secepat itu melakukan oprasi setelah satu Minggu kedatangan Sahara , tanpa Erland sadari ana mendengarnya ,di saat Erland kembali melangkah ke ranjang ,ana menutup kan mata nya kembali .


Erland kembali membaringkan tubuh nya di samping ana ,dia melihat wajah istrinya yang tengah tertidur itu dengan tersenyum ,Erland mengingat dimana dirinya di paksa menikah dengan ana oleh Dimas ,dan dirinya sempat menganggap buruk istri nya itu yang mungkin membuat wanita itu sakit hati oleh perlakuan nya .

__ADS_1


"Maafkan aku ..", gumam Erland mencium kening ana .


"Kak Dimas maafkan aku ?! kali ini aku hanya ingin menjaga istriku ,"


Erland memeluk ana dan memejamkan mata nya , posisi kepala ana kini beralih berada di dada bidang Erland dan dia membuka mata nya dan memeluk Erland , ana pun kembali memejamkan mata nya dan berpikir .


"Kau selalu marah-marah,?! bahkan kau terus berusaha keras untuk membuat kakak mu sembuh kembali ."


Kini ana pun melanjutkan tidur nya dengan posisi berpelukan ,ana tidak ingin memikirkan tentang hal lain yang membuat nya juga berpikir untuk kesembuhan Dimas ,dia pun berharap demikian agar Dimas segera pulih seperti semula .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pun tiba ,ana bangun dari tidur nya dan melihat ke arah erland yang masih tertidur ,ana menyentuh dagu suaminya dengan tersenyum lalu mencium pipi Erland ,Erland yang merasakan di sentuh dari bibir lembut ana membuka mata nya dan melihat ana , Erland membalas ciuman itu di bibir istri nya dengan memenjam kan mata nya.


"Selamat pagi ."


"Selamat pagi ." ucap ana dengan tersenyum kikuk.


"Kau telah menggodaku ,dan membangun kan adikku yang di bawah sana, ?! dan kau sudah ke tangkap ,dan jangan coba-coba untuk menghindar ."ucap Erland yang merubah posisi nya hingga di atas ana dan menempelkan bibir nya di bibir ana .


"E_erland aku belum gosok gigi .." ucap ana menahan Erland .


"Aku tidak perduli ," ucap Erland ******* bibir ana .


Erland membuka kancing piyama ana dengan bibir yang masih membungkam bibir ana , tak butuh waktu lama Erland telah membuka piyama ana dan melemparnya yang entah kemana , Erland pun membuka kancing piyama yang dia pakai dan membuang nya ke sofa yang tak jauh dari ranjang , kini Erland akan memulai aksi nya bermain di atas tubuh ana , di saat Erland akan membuka pengait bra milik ana, suara teriakan di luar membuat nya berhenti .


"Apa kalian tidak dengar ,, siapkan aku sarapan apa kalian lupa siapa aku hah ,?! ingat , aku ini calon istri dari Dimas dan akan menjadi nyonya di keluarga Anggara ." ucap Sahara meneriaki para pelayan .


"Dan makanan ini ,aku tidak berselera ...bi ani .... kepala pelayan ,cepat kemari dan siapkan makanan kesukaan ku yang dulu pernah di buat oleh Dimas ." ucap Sahara berteriak lagi ...


Erland yang mendengar teriakan Sahara tidak menghiraukan nya dan melanjutkan aksi yang telah terhenti barusan ,Erland membuka bra milik ana yang masih belum dia sentuh dan kini tengah berhasil di buka ,di saat dia menyentuh benda kenyal yang terpang-pang di depan mata nya ,ana menahan tangan Erland dan mendorong tubuh Erland .


"Erland di luar ribut ,dan itu suara Sahara .? aku akan melihat nya ,aku takut dia memarahi para pelayan lagi ." ucap ana mendorong Erland dan mencari baju yang tengah di lempar Erland tadi .


Erland tidak menghiraukan ana ,Erland duduk dari ranjang dan menarik tangan ana dengan pelan ,dan berbisik di telinga ana .


"Kau tak perlu memakai baju ,kau terlihat seksi seperti ini ." ucap Erland menggigit telinga ana .


"Kau mandilah ,biar aku urus wanita itu ," ucap Erland kembali dan mendudukkan ana di ranjang .


Erland berjalan mengambil baju ana yang menggantung di gagang tali gorden ,ana yang melihat nya terkejut kenapa baju nya hingga sampai berada di sana ,Erland pun memakai kan piyama itu pada ana ,setelah itu dirinya mengambil baju piyama milik nya yang berada di sofa.


"Sayang .. mandilah ! habis itu kau siap-siap ,aku akan membawa mu pergi "ucap Erland melihat ke arah ana dan berlalu pergi membuka pintu kamar .


Ana melihat pintu itu tertutup dan memikirkan perkataan Erland barusan ,,ana juga memikirkan Sahara yang aneh menurut nya .


"Kenapa sahara aneh sekali ,?! di saat aku di rumah sakit ,dia seperti marah di saat aku di sentuh Bryan ,dia kekasih nya Dimas ,tapi kok seperti menyukai Bryan ." gumam ana yang kini membereskan ranjang nya .


Tak butuh waktu lama ,ana sudah selesai membereskan ranjang nya ,kini dia melangkah ke arah lemari untuk mempersiapkan baju kantor Erland ,setelah nya ana berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri , sementara di luar sana Erland telah memberhentikan teriakan Sahara .


"Apa lagi yang kau lakukan Sahara , ?! jika kau ingin memakan sesuatu lakukan lah sendiri ,pelayan di sini sudah menyiapkan segala nya ,tapi kau malah mengacaukan nya ." ucap Erland menatap tajam Sahara .


"wanita ini berani sekali setelah di ijinkan tinggal di sini , jika aku melakukan perhitungan padanya ,kakak pasti melihat nya .,?!


Erland menatap cctv yang terpasang di mana-mana tanpa Sahara sadari , kini Erland menatap Sahara lagi dan beralih pada para pelayan termasuk bi Ani .


"Bi Ani dan kalian semua , lakukan kerja kalian masing-masing dan tidak perlu menghiraukan perkataan wanita gila ini ?! bi Ani tolong siapkan dres yang cocok untuk istri ku dan antarkan ke kamar tamu ," ucap Erland yang di angguki pelayan dan berlalu pergi kembali ke kamar tamu .


Sahara menggepalkan tangan nya dan melihat Erland berjalan ke salah satu kamar ,Sahara berpikir sejenak melihat Erland yang tengah masuk kamar itu dan berpikir dengan kamar yang di atas .


"Bukan nya kamar nya di atas ,kenapa berada di kamar tamu ,"

__ADS_1


Sahara tidak berpikir panjang , kini dia melihat para pelayan yang sudah melakukan pekerjaan nya masing-masing .


"Lihat saja nanti Erland ,aku akan bilang pada Dimas atas perbuatan mu itu ."


Sahara melangkah kembali ke arah kamar nya untuk mengambil tas dan keluar kembali ,baru satu hari dia tinggal di mansion sudah membuat dirinya kesal ,di saat Sahara akan melangkah ,dia melihat mobil Roy masuk ke halaman mansion .


"Roy ?!....baiklah aku akan memakai salah satu mobil itu dan meminta kunci mobil nya pada si bujang lapuk itu ."


"Roy aku akan keluar dan memakai mobil dan kau Pasti mengerti apa maksud ku ," ucap Sahara dengan tangan yang meminta sesuatu .


Roy mengerti dengan apa yang di maksud wanita itu ,Roy mengingat perkataan Dimas sebelum memulai oprasi, untuk memberikan kartu Balck card pada sahara ,dengan menghela napas nya berat Roy memberikan kartu black card dari Dimas untuk wanita yang ada di depan nya itu .


Sahara terkejut saat dia di berikan kartu black card ,dengan senang hati dia memasukan kartu itu ke dalam tas nya .


"Aku mau pakai mob..."


"Maaf nona ,jika anda mau keluar silahkan minta antar oleh pak Urip supir pribadi keluarga anggara, karna tuan Dimas tidak berkata sangkut paut nya dengan mobil, " ucap Roy melangkah meninggalkan Sahara .


"Roy ...?! aku yakin Dimas pasti mengijinkan aku memakai mobil ,hanya saja dia pasti lupa untuk mengatakan nya padamu ." ucap Sahara berteriak .


Roy tidak menghiraukan teriakan Sahara dia melanjutkan jalan nya untuk masuk ke mansion ,tanpa Sahara sadari ,Erland sedari tadi melihat nya dari atas.


"Cihh ... menjijikan ." gumam Erland dengan menggepalkan tangan nya .


Erland berbalik untuk ke arah ranjang, di saat berbalik dia begitu terkejut melihat ana yang hanya memakai handuk berjalan ke arah ruang ganti ,Erland menelan salipnya dengan kasar bahkan ana tidak sadar bahwa Erland berdiri di depan jendela yang tengah melihat nya ,Erland berjalan menghampiri ana ke ruang ganti .


"Erland kau kapan kembali ,bahkan aku tidak melihat mu ," ucap ana dengan kaget nya .


"Itu tidak penting kapan datang nya aku ,?! ayo kita lanjutkan olahraga pagi kita yang tertunda tadi ." ucap Erland dengan mencium leher ana .


"E_erland jangan begini ,aku ...aku sudah ....aaaaaaa....Erland apa yang kau lakukan ." pekik ana langsung memeluk Erland karna malu .


Erland tersenyum senang saat dirinya telah menarik handuk yang ana pakai ,Erland melepaskan pelukan ana ,tapi tangan ana dengan erat memeluk Erland karna malu .


"Erland kembalikan handukku ,kenapa kau lakukan itu padaku ," ucap ana yang kini telah memeluk erat eralnd.


"Suruh siapa kau tidak memakai kimono ,kau memakai handuk ini membuat aku tergoda ,!? ana ...kenapa kau mesti harus malu ,aku sudah melihat tubuh mu beberapa kali ," ucap Erland membuang handuk itu ke belakang dan kini melepaskan tangan ana


"Erland ,hemmm ....


"Cup.....


"Erland jangan melihat ku ,"ucap ana menutup mata Erland dengan kedua tangan nya.


Erland melepaskan tangan ana yang menutupi mata nya ,Erland tidak menghiraukan perkataan ana dan langsung membungkam bibir ana .


"Kenapa dia lihai sekali melakukan ini ."


"Erland ..***..."


"Jangan panggil aku Erland ... panggil aku sayang ... ?! ahh. . kalau tidak panggil aku Mas ..Mas sayang ." ucap Erland yang kini menggendong ana ke kamar mandi..


"Aaaaaaa ... Erland apa lagi yang akan kau lakukan ,aku sudah mandi ..." teriak ana dengan memberontak .


"Panggil aku ...."ucap Erland memberhentikan langkah nya .


"Mas.. le_lepaskan aku ..." ucap ana dengan menutup wajah nya .


Erland tersenyum senang dan melanjutkan langkah nya ke kamar mandi ,kini Erland menurunkan ana tepat di bawah shower dan menyalakan air nya .


"Kita lanjutkan yang tertunda tadi ." ucap lirih Erland langsung memulai aksi nya, dan membuka piyama yang dia pakai ,dan tak butuh waktu lama mereka melakukan nya dengan pemanasan terlebih dahulu .

__ADS_1


******* dari bibir ana yang menggoda membuat Erland tidak bisa menahan hasratnya lagi ,tangan satu nya sudah bermain kesana kemari, dan tangan satu nya mematikan air yang telah membasahi tubuh mereka berdua, dan di mana Erland tidak bisa menahan nya lagi dia mulai mengangkat kaki ana sebelah dan melakukan nya ,ana terkejut dengan situasi yang sekarang ini bagaimana bisa Erland melakukan nya dengan cara berdiri di atas air shower yang mengalir.


__ADS_2