
Kini ana melangkah mengikuti Erland dan juga dokter Leon , untuk mengobati Erland .
"Tuan muda luka ini harus di jahit ."
"Lakukan lah ."
"Tapi tuan apa anda bisa menahan nya ,jika tidak saya memerlukan biusan ,untuk menghilangkan rasa nyeri ."
"Aku tidak akan mati , lakukan lah ." ucap nya dingin .
"Apa dia kebal , kenapa tidak ada rasa sakit pun dengan jahitan itu ." batin ana ngeri.
Kini pundak Erland telah di jahit dengan selesai. " tuan muda ,saya saran kan untuk tiga hari ini luka nya jangan terkena air ,jika terkana air akan infeksi, kalau gitu saya permisi untuk kembali ke ruang pengobatan ."
Ana melangkah kan kaki nya ke hadapan erland dari arah belakang , kini dia mengambil baju untuk Erland yang telanjang itu, dan menutupi punggung nya .
Erland kaget ketika punggung nya telah selimuti dengan baju , dia melihat ke arah belakang ,melihat ana yang menangis..
"Kenapa kau menangis, apa kau takut dengan komplotan paman ku." ucap Erland dengan menatap ana lembut .
Kini jantung ana berdetak sangat kencang saat Erland menatap ana dengan lembut.
"Terima kasih ,telah menyelamat kan aku dari bahaya itu ," ucap ana dengan mata yang di banjiri air mata, " aku nangis karna sudah melukai mu ,karna luka itu penyebab nya aku ,karna kau telah menghadang pisau itu dari aku ."
__ADS_1
"Apa kau hanya mengucapkan terima kasih saja kepadaku , apa kau tidak ingin memberikan hal yang lain kepadaku , apa kau tidak ingin memberikan hadiah ke padaku , jika hanya bicara saja itu terlihat tidak tulus dari mulut mu ." ucap Erland berdiri ,dan berjalan menghampiri ana , ana melangkah mundur ke belakang di saat Erland mendekati nya .
"Er_erlad ,apa yang akan kau lakukan , " ucap ana dengan melangkah mundur , di saat ana mundur dia terpentok oleh tembok yang di belakang nya .
"Apa yang akan aku lakukan , menurut mu ," ucap Erland dengan mendekatkan wajah nya di hadapan ana , kini mata mereka bertemu satu sama lain , jantung ana berdetak dengan sangat kencang
Erland yang melihat mata ana ,turun ke bibir ranum ana yang mungil itu ,tapi Erland segera menjauh dari dekapan ana .
"Sial , kenapa dia begitu menggoda ." batin Erland
jantung ana berdetak sangat hebat saat berhadapan dengan Erland, tapi dia takut akan dengan Erland yang perlakukan kakak ipar nya seperti itu .
"Erland aku hanya ingin berterima kasih padamu , kenapa kau meminta lebih padaku ,bahkan kau membuat takut akan kelakuan mu itu padaku ,Erland ,aku dan dan kakak mu ,akan mencarikan pendamping yang baik untuk mu , aku rasa kau kesepian karna wanita ." ucap ana bohong dengan rasa takut nya .
"Mencarikan istri untuk suami sendiri , apa gadis ini bodoh , apa yang di lakukan nya itu benar-benar membuat ku marah ,sial gara-gara peran itu dia tidak menganggap ku sebagai suami ,dan apa maksud dari perkataan nya itu , aku harus menghukum gadis ini ."Gumam Erland dengan pelan.
Karna kekesalan Erland memuncak, dia berbalik berjalan menghampiri ana dan menahan tangan nya ke atas , dan ******* bibir ana dengan kasar , tanpa sadar tangan nya meraba dua gunung kembar ana , ana terkejut dengan apa yang di lakukan Erland , badan nya gemetar hebat dan menangis .
"Erland ,le_lepaskan aku , apa yang kau lakukan padaku ," ucap ana memberontak tubuh nya dari cengkraman Erland ,
Erland tidak memperdulikan ucapan ana , dia terus menulusuri tubuh ana , tanpa sadar Erland menjilati leher putih mulus ana ,ana semakin menangis dengan apa yang di lakukan Erland kepadanya ,dia susah untuk melawan Erland ,karna tenaga lelaki itu sangat kuat , ana mencoba untuk mencari cara lain ,untuk menyingkir dari tubuh Erland ,kini dia menendang pusaka Erland oleh kaki nya hingga pria itu tersungkur kan , dan ana berlari ke luar
"Tidak di sangka dia memandang ku ,ah sial ,junior ku ."
__ADS_1
Ana melangkah dari arah tangga dengan tangisan , karna dirinya saat ini gemetaran.
"Dasar bajingan ,brengsek ,tidak di sangka pria brengsek itu melakukan itu padaku ,gimana jika kakak nya tahu akan hal ini , apa dia tidak tahu malu melakukan itu kepada istri saudara nya ." ucap ana dengan penuh benci terhadap Erland .,kini langkah nya terhenti saat melihat Bi Ani sedang membersihkan darah Renata di lantai .
"Nyonya anda kenapa, apa ada yang terjadi pada anda ." ucap bi Ani .
"Aku tidak apa kok bi ani , bi Ani aku ingin melihat Dimas ,aku ingin bertemu dengan suami ku .
"Maaf nyonya , tuan Dimas tidak bisa di ganggu , sekarang dia lagi di periksa oleh para dokter , " ucap bi Ani dengan nada sendu .
"Bi Ani apa yang terjadi dengan suami ku.,kenapa keadaan nya berubah-ubah, terkadang dia seperti tidak parah ,kadang terlihat kuat ,tapi aku melihat dia tadi dengan keadaan yang sangat memperihatinkan,dan sekarang pun aku tidak mengerti dengan keadaan suami ku ,apa separah itu ,hingga banyak dokter yang memeriksa nya .,"ucap ana lirih
Bi Ani hanya menghela nafas nya berat, bi Ani pun tidak tahu harus berkata apa tentang tuan nya itu.
"Saya juga bingung nyonya , untuk apa juga jika harus lebih banyak dokter profesional ,tapi tuan Dimas , tidak ada keinginan untuk hidup, padahal tuan Erland berusaha mencari dokter ahli untuk kesembuhan tuan Dimas ," ucap bi Ani lirih.
"Tidak ada keinginan untuk hidup ,kenapa Dimas seperti itu ,apa dia tidak memikirkan masa depan ,kenapa jadi seperti ini ,dan aku juga tidak mengerti ,kenapa kondisi Dimas malah memburuk , jelas-jelas malam itu dia begitu sangat kuat ,apa Karana Sahara ,siapa wanita itu ,bahkan hanya karna Sahara ,dia menjadi seperti itu ,tidak di sangka karna wanita yang bernama Sahara itu bisa berpengaruh ."
Tiba-tiba ana mengingat Erland pria brengsek itu ,dia mengingat akan hal luka yang ada pada pundak nya , dia berfikir gimana cara nya mencegah pria itu agar tidak mandi untuk tiga hari ,di saat ana berbalik dia melihat Roy yang mengobrol dengan salah satu dokter yang merawat Dimas.
"Aku harus minta bantuan Roy ,agar bisa membantu membersihkan tubuh Erland ,aku dengar Erland terobsesi akan kebersihan, gimana jika dia mandi dan tidak menuruti apa kata dokter ,aku harus segera bicara pada Roy ."
Di saat ana akan melangkah menghadapi Roy dia melihat Erland yang turun dari tangga ,dengan berpakaian rapih
__ADS_1
"Gila ,kenapa pria itu semakin tampan saja , sadar ana sadar ,dia itu adik ipar mu ,dan kamu adalah istri kakak nya ,kau jangan tergoda oleh pria brengsek itu ,bahkan dia selalu menganiaya mu hampir setiap hari , jelas-jelas aku ini istri dari saudara nya ,kenapa harus mengganggu ku ,bahkan banyak wanita di luaran sana yang tertarik padanya ,termasuk Vika dan jenika ."