Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Tamu dua pelakor.


__ADS_3

Setelah Erland puas dengan apa yang dia lakukan ,dia melepaskan ciuman itu ,lalu dia melihat ana dan kini kening nya menempel di kening ana dengan memenjam kan mata nya , ana yang melihat itu pun dia langsung mendorong Erland ,dengan wajah memerah.


"E_erland ambil sarapan pun ,a_ku akan membangun kan jenika dulu ." ucap ana gelagapan dan berjalan pergi meninggal kan Erland ..


Erland yang tengah berdiri dan melihat ana pergi melihat punggung gadis itu naik ke atas, dia mengingat apa yang telah dia lakukan barusan itu .


"Ahh sial ... apa yang sudah aku lakukan ,? bibir itu ..bibir nya sudah menjadi candu ku ."


Ana melangkah ke atas untuk membangun kan jeni ,di saat ana ke atas jeni sudah tidak ada di tempat tidur nya , dia melihat ke arah pintu kamar mandi ,mungkin Jen sedang mandi , di saat ana akan melangkah kembali untuk keluar , tiba-tiba Jen keluar .


"Ana ... " ucap Jen yang tengah keluar dari kamar mandi .


"Ehh Jen ,kau sudah selesai .? aku tunggu kau untuk bersiap ke bawah ,kita sarapan ." ucap ana yang di angguki jenika.


Tak butuh waktu lama ,Jen sudah selesai bersiap ,kini ana dan Jen menuruni tangga untuk pergi sarapan , di saat mereka di pertengahan tangga Jen melihat Erland yang tengah memakan sarapan nya , Jen mengingat kejadian semalam itu , tapi dia buang-buang kembali pikiran kotor itu .


"P_pagi tuan Erland ." ucap Jen yang menarik kursi yang tengah akan duduk


"Hemmm"


Erland melihat ana yang tengah memberikan dan menyiapkan sarapan untuk Jen rahang nya mengeras ,bagaimana bisa gadis itu menyediakan makan untuk orang lain, bahkan di sebrang meja ada dirinya ,sang suami yang tak dia layani .


"Anatasya ,tolong perlakukan dirimu seperti bagian dari keluarga Anggara ."ucap Erland dengan nada tinggi .


Ana dan juga Jen terkejut kaget ,suara teriakan Erland seperti akan menghancurkan meja yang ada di depan nya ,dan bahkan pria itu menatap tajam ke arah ana .


"Apa yang harus kau lakukan disini adalah melayani ku ." ucap Erland dengan amarah nya .


"Sialan ,? bisa tidak mulut mu itu makan yang manis-manis sedikit ,? biar kau bicara ada sedikit sopan nya di depan tamu , tembok sialan , kenapa mesti aku yang melayani mu , pelayan di sini banyak ,kau pilih salah satu nya ,apa kau pikir aku ini termasuk pelayan di sini .."


Jenika yang tengah melihat ana dan Erland terlihat begitu canggung , kini jenika melihat ana masih menyiap kan sarapan untuk nya tanpa menghiraukan teriakan Erland .


"Ana sudah jangan di terus kan , aku bisa sendiri , kau duduk lah makan di samping ku ."ucap Jen yang tengah menahan tangan ana.


"A_ahh iya Jen ." ucap ana yang tengah duduk dan memakan sarapan nya.


Tanpa ana sadari dari sebrang meja sana ada orang yang sedang menatap nya ,di saat ana akan melahap makanan nya ,dia melihat Erland yang tengah memandangi nya .


"Kenapa dia melihat ku ,ada apa dengan pria tembok itu ,? heyy pria tembok jangan membuat ku marah lagi dan membuang tenaga ku ini , beri aku istirahat dan meluruskan urat-urat ku yang telah hampir patah ini karna mu ."


Erland melihat ana yang tengah makan ,kenapa gadis itu hanya memakan sedikit ,bahkan semua makanan di meja penuh dengan lauk pauk, dan kenapa gadis itu hanya memakan sayur sup aja, kini Erland berdiri dan membawa piring yang berisi ayam goreng itu berjalan ke arah ana .

__ADS_1


"Makan ini ." ucap Erland dengan menatap ana dengan tajam .


Ana tertegun dengan apa yang di lihat nya ,kenpa pria yang ada di samping nya itu memberikan sepiring ayam goreng ke hadapan nya .


"Apa-apaan pria tembok ini , kenapa membawakan ini padaku ,jika aku mau pun , aku bisa ambil sendiri ? pria sialan bisa kah kamu berpikir dan bersopan sedikit di hadapan tamu ."


Jenika yang melihat nya itu pun tersenyum ke arah ana , dia tidak menyangka bahwa Erland begitu peduli dengan kakak ipar nya.


"Lihat lah ana ,tuan Erland begitu peduli dengan kamu yang kakak ipar nya ." ucap Jen tengah tersenyum.


Ana yang melihat jenika tersenyum merasa canggung setelah apa yang di katakan jenika , pria yang masih berdiri di samping ana pun tetap saja menatap ana dan memaksa nya untuk memakan ayam goreng .


"Haha ,Jen kau salah .? Erland itu orang yang cuek .? dia memang peduli padaku ,he , karna aku ,,ya aku kakak ipar nya ,? kau tahu Jen ,aku suka cemas dengan dia yang masih jomblo ,bagaimana jika kamu ingin memperkenal kan nya dengan teman-teman mu untuk Erland ." ucap ana yang gelagapan.


"Ana kau tak perlu berbicara seperti itu ,mana mungkin aku harus memperkenal kan teman-teman ku padanya , secara tuan Erland kan tampan tidak mungkin kan tidak ada yang ingin memiliki nya ." ucap Jen yang tengah menyelesaikan makan nya.


Erland yang ada di sebrang nya pun menggepal kan tangan nya ,bagaimana bisa gabis itu ingin memperkenal kan suami nya ke wanita lain .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di keluarga Pratama seorang wanita paruh baya telah berkutat dengan pelayan nya , Sintia sedang membuat puding mangga untuk seseorang .


"Aku harus menyuruh Vika mengantarkan ini ,bagaimana pun juga dia tidak boleh hanya berdiam saja untuk mendapat kan Erland ."


"Vikaa , ini hari Minggu .? ibu telah menyiapkan puding mangga untuk Erland ,ibu harap kamu bisa mengantarkan nya ke keluarga Anggara, ."


Vika yang tengah duduk pun kini menatap sang ibu yang ada di hadapan nya ,Vika berpikir sejenak setelah apa yang barusan dia dengar dari ibu nya .


"Ibu , jika aku mengantarkan puding itu ,apa dia akan memakan nya ,? bahkan di waktu itu pun dia tidak memakan nya Bu .,dan aku tak mau itu .,aku tidak ingin berakhir kecewa Bu ."


"Vika dengarkan ibu.? bukan kah kau ingin mendapat kan Erland ,dengan cara mu yang hanya diam begini itu tidak akan ada kemajuan Vika , sekarang kamu antarkan puding mangga itu ke dia ,ibu yakin dia pasti akan memakan nya ." ucap Sintia dengan meyakinkan Vika.


"Tapi Bu ,gimana jika puding ini tidak dia makan ,aku tidak ingin kecewa lagi Bu." ucap Vika dengan gelisah .


"Vikaa ,, percayalah ,? kau harus berjuang mendapatkan Erland,? kau jangan sampai lengah ,gimana jika dirinya sudah di miliki orang lain, apa kau mau itu .? ucap Sintia dengan menekan Vika.


Vika yang mendengar kata-kata dari sang ibu membuat nya berdiri , dan meminum jus jeruk yang telah dia pegang itu


"Baiklah Bu, kau benar ,? aku tidak boleh sampai kehilangan erland ,apalagi di miliki orang lain ,jika pun begitu ,? orang itu akan menjadi musuh ku ." ucap Vika dengan tersenyum tipis .


Kini Vika bersiap untuk pergi ke keluarga Anggara ,dia membawakan puding itu spesial buat Erland, dengan tersenyum cerah nya dia melangkah ke arah mobil untuk segera berangkat , tidak butuh waktu lama Vika sampai di depan pintu gerbang Anggara ..

__ADS_1


"Heyy pak , apa tidak ingin membuka pintu gerbang itu untukku , aku kesini hanya mau mengantarkan kue untuk tuan kalian ." ucap Vika yang tengah berteriak ke arah pak jarwo dan pak urip ,


Sedangkan pak Jarwo dan pak Urip hanya saling pandang , dalam benak nya kenapa putri-putri Pratama datang ke mansion Anggara, bukan kah yang kemarin juga belum minggat dari kediaman Anggara ,


"Gimana pak Urip apa kita buka saja tamu satu pelakor ini ," bisik pak Jarwo .


"Hus ... bukan satu pak Jarwo ,tapi dua dan yang di dalam satu ,jadi tamu Dua pelakor ? Saya tidak tahu pak Jarwo , tapi waktu tadi saya memberikan baju kotor tuan Erland yang ketinggalan di mobil ,nona jenika tengah sarapan bareng bersama ,? dan tuan Erland biasa -biasa aja .


"Heyy buka pintu nya , kalian berdua udah tua ,udah tidak bisa mendengar ya .." ucap Vika yang sedari tadi masih di mobil melihat kedua paru baya yang tengah bisik-bisik itu .


Kini pak Jarwo membuka pintu gerbang itu untuk Vika ,tidak butuh waktu lama , kini Vika memasuki halaman mansion anggara Tapi di saat Vika memarkirkan mobil nya ,dia terkejut melihat mobil yang terparkir di halaman itu .


"Itukan mobil nya jenika ,sedang apa dia di sini , ? ohh begitu yah ,kau kabur dari rumah ,lari ke sini ." gumam Vika.


Tanpa pikir panjang Vika pun berjalan ke arah pintu masuk ,Roy yang tengah berlari di dalam mansion tergesa-gesa bahwa putri pertama dari Erik akan segera masuk ,Roy tahu itu dari pak Urip yang tengah menelpon nya di luar sana .


Langkah Roy terhenti ,saat wanita yang tengah menenteng sebuah kotak itu tengah masuk dan melangkah tanpa menghiraukan Roy yang ada di hadapan nya .


Vika terkejut di saat dia melihat jenika yang tengah tertawa dengan ana yang akan berjalan ke arah pintu ke luar , ana dan Jen pun terkejut setelah melihat Vika yang melihat nya dengan tatapan membenci .


"Ngapain Vika di sini ,apa dia menjemput ku ,tapi tahu dari mana dia aku ada di sini ,apa ana menghubungi orang rumah ,"


Jenika melihat ana yang ada di samping nya ,ana tahu apa yang di maksud dari tatapan jenika ,ana hanya menggeleng kan kepalanya tanda tidak tahu .


" Huh rupa nya kau kabur dan lari kesini ,tidak tahu malu sekali ." ucap Vika yang menatap jenika dengan sinis.


Jenika tidak menghiraukan kan Vika yang tak lain kakak nya itu ,dia berpamitan pada ana untuk segera pulang, tanpa menyapa Vika pun dia langsung lewat dan pergi ke arah luar ,Vika yang melihat Jen keluar tidak ingin menghiraukan nya , kini Vika menghampiri ana yang tengah berdiri seorang diri .


"Hai ana ,kita ketemu lagi ." ucap Vika melambai kan tangan nya .


"Kenapa Vika kesini ada apa dan mau apa ,dan apa itu yang dia bawa ."


Ana melihat Vika yang tengah membawa kotak itu yang ada di tangan nya ,ana heran ada apa Vika kesini dan menenteng kotak ,seperti kotak makanan .


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan hanya baca dong , di like ,komen nya dong , apalagi vote .🙈🙈


__ADS_2