Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Aku akan selalu mencintai mu .


__ADS_3

Pagi pun tiba ,matahari yang menyinari wajah ana dari balik kaca mobil membuat dirinya bangun dari tidur nya ,ana melihat ke arah kursi di samping nya tidak melihat pria yang berstatus suami nya itu , dia melihat ke arah luar pandangan nya melihat punggung pria yang tengah berdiri di sisi pantai dengan tangan yang merogoh ke saku celana nya .


"Dia benar-benar melihat matahari terbit ." ucap ana melihat ke arah Erland.


Ana ingin berniat ke luar mobil itu ,tapi disaat dia akan membuka nya ,pintu itu tenyata di kunci ,dia melihat tombol merah yang tak jauh dari sudut kaca untuk mencoba menekan nya ,di saat dia menekan nya mobil itu bersuara ,hingga Erland yang berdiri di tepi pantai mengalihkan pandangan nya ke arah mobil itu .


"Anatasya ..." gumam Erland berjalan dengan cepat menghampiri mobil itu .


Kini dia membuka pintu mobil itu dan melihat ke arah ana yang tengah mengerucutkan bibir nya .


"Sayang kau kenapa ." ucap nya yang melihat ana .


"Kau masih bisa bertanya kenapa,?! bukan kah kau mau mengajak ku untuk melihat matahari terbit ,lalu apa ..?? kau bahkan tidak membangunkan ku ," ucap ana dengan kesal nya .


"Maaf sayang .?! aku tidak ingin membangunkan mu ,?! jangan keseringan ngambek .. nanti cantik nya hilang ." ucap Erland menggoda ana .


"Kita cari makan dulu ,habis itu kita pulang ." ucap nya dengan mengacak-ngacak rambut ana


"Emmm ..." ucap ana dengan di angguki tanpa berkata lebar .


Kini kedua nya pergi meninggalkan pantai itu ,entah kenapa ana masih merasakan ngantuk berat ,padahal dirinya satu jam yang lalu baru bangun dari tidur nya ,selang beberapa menit ana pun tertidur ,Erland tersenyum saat melihat ana tertidur kembali, kini dirinya menancapkan gas mobil nya dengan kecepatan sedang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion Anggara ,seorang wanita paruh baya kini tengah berunding dengan Roy , wanita paruh baya itu ketar ketir di ruang tamu menunggu cucu dan cucu menantu nya belum juga pulang .


"Roy gimna ,apa telpon nya di angkat." ucap nya dengan jawaban gelengan kepala dari Roy.


"Kemana mereka pergi nya , aku kira mereka hanya pergi berkencan , tapi semala mereka tidak pulang ." gumam nya kecil.


Kepergian Erland dan istrinya membuat wanita paruh baya itu uring-uringan, dia mengingat dimana Sahara pun pergi di waktu jam yang sama hanya berbeda beberapa menit ,kini pikiran nya sudah berbaur kemana-mana.


"Roy ,apa orang suruhan mu benar-benar mengikuti Sahara ." ucap nya tanpa melihat ke arah Roy .


"Saya sudah menyuruh orang untuk mengikuti nona Sahara seperti yang anda perintahkan nyonya ," ucap Roy dengan membungkukkan kepala nya ..


"Ckck ... kemana pergi nya wanita ular itu sampai tidak pulang membawa mobil dan kalung ku ,cih tidak tahu malu sekali ." gumam nya kecil dengan berdecak .


"Katakan padaku ,dapat informasi apa anak buah mu mengenai wanita itu. " ucap nya menatap Roy yang tengah berdiri itu .


"Nona Sahara pergi berbelanja dan .......pergi ke rumah salah satu teman nya ." ucap Roy gelagapan .


Wanita paruh baya itu melihat ke arah Roy dengan mengerutkan kening nya ,ada kebohongan dari ucapan pria itu yang membuat wanita itu menatap Roy dengan intens ...


"Dan apa ..?! kenapa kau berbicara mogok di pertengahan , kau tak perlu takut dengan Dimas karna wanita itu , katakan yang sebenarnya kemana wanita itu pergi .?! sudah ku katakan kemana pergi nya wanita itu untuk selalu mengikuti nya ,katakan ." ucap nya dengan mendesak Roy .


"Nona Sahara pergi dengan Sorang pria ke salah satu hotel yang mereka tuju ,menurut orang yang saya suruh , nona Sahara membeli apartemen untuk peristirahatan nya saja ,dan nona Sahara di kabar kan pagi ini telah ke sebuah salah satu toko mas dan menjual sebuah kalu...


"Sebut kan toko mas itu dan kirimkan alamat nya padaku ,aku yakin wanita ular itu menjual perhiasan itu di toko lain , cihh...bahkan di belakang cucuku dia bermain api dengan pria lain ,menjijikan ." ucap wanita paruh baya itu dengan memegang secangkir teh ..


Roy mengerutkan kening nya di saat wanita paruh baya itu untuk mengirimkan toko dan alamat tersebut ,tanpa pikir panjang Roy pun mengirimkan pesan pada orang yang telah mengikuti Sahara, Roy melihat nyonya besar nya itu dengan tersenyum menyeringai membuat nya terheran-heran .


"Apa yang di rencanakan nyonya besar ."


Wanita paruh baya itu masih saja senyum dan meminum secangkir yang ada di tangan nya .


"Lihat saja nanti aku akan membeli kalung itu dan mendapatkan nya kembali ,?! cihh tidak tahu malu sekali ... Dimas telah salah memilih wanita menjijikan seperti Sahara , soal kerjaan kantor kau begitu pintar dalam mengatasi apapun ,tapi soal memilih cinta kau terlalu bodoh Dimas ."


"Roy apa kau sudah mendapatkan informasi lagi , jika sudah katakan padaku ." ucap nya tanpa melihat ke arah Roy .


Roy pun menjelaskan alamat dan nama toko tersebut dimana Sahara menjual perhiasan tersebut ,wanita paruh baya itu terkejut dengan nama toko itu ,lalu dia tersenyum kembali .


"Bilang pada suruhan mu untuk menemui pemilik toko itu untuk tidak menjual kembali kalung yang Sahara jual kepada orang lain ,katakan padanya atas suruhan ku dari Key Claudia Anggara ,pemilik toko itu akan paham." ucap nya dengan di angguki Roy.


"Sahara ,?! kau wanita menjijikan yang hanya mencintai cucuku dengan uang , aku akan menyembuhkan racun yang telah kau berikan pada cucuku ,untuk membongkar kebusukan mu itu ... ?! ahh Willy ... sebelas tambah sebelas hasil jadi dua puluh dua , hasil yang begitu seri ... kedua manusia itu sungguh menggila akan hal nama nya uang ... Renata kau memberikan racun yang sama dengan Sahara yang telah meracuni putra ku , itu tidak akan pernah terjadi yang menimpa pada cucuku dengan kedua kali nya ."

__ADS_1


"Ikuti Sahara sampai tujuan mansion ,dan ikuti pria yang telah bersama Sahara itu ,pria mata keranjang mana yang ikut bersama nya ,"ucap nya tanpa melihat ke arah Roy .


"Roy .. lain kali kau tak perlu mengikuti apa kata cucu-cucu ku itu ,kau menjadi bodoh mempertahan kan musuh ." ucap nya kembali dengan membaca majalah .


"M_maksud nyo_nyonya ." ucap Roy dengan gelagapan .


"Bahkan kau sekarang semakin bodoh .?! dengarkan saya baik-baik ,atas kejadian yang Dimas lalui , kenapa kau tidak melaporkan Willy ke pihak kepolisian, dengan cara seperti itu dia akan melukai cucuku dengan cara lain ,hanya untuk mendapatkan warisan,?! baiklah ,dengan pria seperti kau sudah termasuk kriteria cucuku dan menjadi bodoh ,?! Roy ... apa kau membutuh kan seorang wanita, agar kau tidak menjadi bodoh ." ucap nya menaruh majalah itu dan beralih pada Roy .


Roy terkejut dengan perkataan wanita paruh baya yang kini menatap nya itu ,dia tidak terpikirkan akan hal seorang wanita ,Roy yang menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal menjadi canggung dengan perkataan wanita itu .


"Maaf nyonya besar , sebenarnya tuan Erland sempat melaporkan tuan Willy kepada pihak kepolisian, hanya saja semua itu tuan Dimas yang memperin..


"Anak bodoh itu .. ?! kapan dia akan menjadi orang jahat sedikit saja ," ucap nya dengan menaruh majalah itu dengan kasar ke meja yang ada di depan nya


"Anak itu sudah seperti Kenan putra ku .?selalu memperlakukan baik orang lain ,dan memilih pasangan yang salah , persis dengan Kenan , ?ohh itu tidak akan sampai terjadi pada cucuku Dimas ,


Roy yang melihat wanita paruh baya itu dengan suara sedikit meninggi membuat nya terlonjak kaget ,pasal nya wanita paruh baya itu seorang wanita lembut dan hangat, tapi dengan yang dia lihat barusan membuat aura kemarahan nya itu jelas terlihat dari pandang mata Roy .


"Roy ... ?! setelah pulang nya Dimas nanti aku akan mencarikan jodoh untuk cucuku ." ucap nya yang kini berdiri dan berlalu pergi .


"Haahh , jodoh .?! aduh nyonya apalagi yang kau lakukan itu ,tuan Dimas hanya mencintai nona Sahara ." gumam nya dengan mata yang melihat ke arah punggung wanita paruh baya itu.


Kini Roy melangkah pergi dari ruang tamu itu ke arah meja makan untuk mengambil roti dan segelas susu yang tadi dia tunda di saat nyonya besar nya itu memanggil ,di saat dia meminum susu itu dia di kaget kan dengan wanita paruh baya itu yang menepuk pundak nya .


"Uhuk..uhuk ..nyo_nyonya.." ucap Roy dengan batuk nya .


"Kalau lagi minum makan itu duduk dan pelan-pelan ,kau mau pergi kemana hingga terburu-buru," ucap wanita itu pergi ke arah kolam renang.


"Saya melewatkan sarapan saya nyonya ,dan anda yang menunda sarapan pagi untukku ."


Roy meminum susu itu kembali ,setelah itu dia melangkah ke arah ruangan nya dan akan mengurusi membantu Bryan mengurusi pekerjaan kantor .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Erland berhenti tepat di pintu gerbang mansion Anggara , dia melihat istri nya yang sedari tadi melanjutkan tidur nya kembali membuat nya heran.


Erland tersenyum tipis melihat wanita yang ada di samping nya itu ,dia mengingat dimana dirinya bercinta di dalam mobil di tengah pantai ,Erland tertawa kecil mengingat ana yang stengah mengantuk telah terusik oleh dirinya .


Erland melihat ana menggeliatkan tubuh nya dan mencium tangan ana dan menatap nya dengan tersenyum .


"Anatasya ,aku mencintai mu ." ucap nya dengan menatap ana sendu .


Ana samar-samar mendengar ucapan Erland yang mengatakan cinta ,saat ini ana tidak ingin membuka kedua matanya di Karna kan kantuk nya masih memenuhi mata nya , pintu gerbang sudah di buka ,kini Erland pun telah masuk ke halaman mansion itu ,di saat Erland melepaskan sabuk pengaman nya, tangan nya di tahan oleh ana.


"Mas...aku ingin makan sup ayam buatan mu ." ucap ana yang masih memejamkan mata nya .


Erland tersenyum dan turun dari mobil ,kini dia membuka pintu mobil yang dimana ana berada ,di saat Erland akan menggendong ana ,tengkuk Erland di tahan oleh kedua tangan ana.


"Mas ... aku ingin mendengarkan perkataan mu sekali lagi yang kau ucapkan tadi." ucap ana yang masih memejamkan mata nya .


Erland menghela napas nya panjang dan menatap wanita yang masih dalam tidur nya itu .


"Lalu bagaimana dengan mu." jawab Erland menatap mata wanita yang masih tidur itu .


"Hemmm .." dehem ana yang belum sadar dari tidur nya dengan tangan yang menahan pundak Erland .


"Apa kau mencintaiku ," ucap Erland kembali dengan menahan kursi yang di duduki ana .


Ana membuka mata nya dan melihat wajah suami nya itu .


"Mas Erland ,, aku ..aku ...


"Erland ,ana kalian sudah pulang.." teriak omah di ambang pintu .


Ana dan Erland melihat ke arah asal suara dan saling pandang .

__ADS_1


"Omah sudah memanggil ,kita turun dulu ya ." ucap Erland menurunkan ana .


Ana yang masih mengantuk terpaksa harus turun dengan mata sayu nya ,Erland yang melihat ana memejamkan mata yang tengah berdiri langsung menggendong ana , kini Erland melangkah untuk masuk dengan menggendong ana ,Omah yang melihat keromantisan dua pasutri itu cekikikan .


"Hais .... dua orang ini manis sekali .."


Erland yang melihat omah nya senyum-senyum sendiri tidak memperdulikan nya ,dia melangkah ke arah tangga untuk pergi ke kamar nya ,para pelayan yang melihat tuan muda nya kini telah di kejutkan dengan suara nyonya besar nya itu .


"Hus ... hus ... kalian kembali ke perkejaan kalian, ?! oh iya habis itu kalian semua tolong ya untuk membantu saya di halaman belakang untuk memetik bunga buat di hias ." ucap wanita paruh baya itu .


"Baik nyonya ." ucap nya serempak .


Wanita paruh baya itu melihat ke lantai atas yang dimana Erland sudah menghilang ,kini dirinya melangkah mengikuti para pelayan itu ,,sementara Erland dia menidurkan ana di ranjang nya dan menyelimuti istrinya itu .


Erland mengingat perkataan istrinya yang ingin memakan sup buatan nya , kini Erland berdiri dan membuka kemeja yang dia pakai mengganti nya dengan pakaian rumahan ,setelah itu dia berjalan melangkah ke bawah dan berjalan ke arah dapur untuk memasak sup ayam permintaan istrinya .


Erland tidak melihat para pelayan dan juga omah nya , kini dia melangkah ke arah kulkas untuk mengambil bahan-bahan untuk membuat sup , Erland mengingat dirinya berniat untuk membeli susu hamil untuk ana membuat nya lupa akan hal itu .


"Sial ,kenapa aku melupakan itu ."


Kini Erland melanjutkan gerakan tangan nya membuat racikan sup yang akan dia buat , sementara di atas sana ana membuka mata nya , dia mencium wangi parfum yang di pakai Erland ,tapi ana tidak melihat suami nya itu ,di saat dia berbalik ana melihat kemeja Erland yang terletak di bantal , kini dirinya bangun dari tidur nya mengambil baju itu dan mengendus-endus kan wangi parfum itu .


Ana melangkah ke kamar mandi dengan membawa baju yang Erland kenakan tadi ,ana menggosok gigi dan mencuci muka nya tanpa mandi ,setelah itu dia mengganti baju nya dengan kemeja yang di pakai Erland tadi.


Ana tersenyum dan melangkah ke luar dari kamar mandi itu , lagi-lagi dia tidak melihat suami nya , kini dia melangkah keluar dan berjalan ke arah tangga dengan memakai kemeja Erland sampai menutupi paha nya, ana melangkah untuk mengambil minum ke arah meja makan .


Ana melihat sosok pria yang dia cari-cari sedang berkutat di dapur ,ana melangkah tersenyum dan berhenti di dinding tembok dapur dan melihat suami nya itu .


"Kenapa berdiri di situ ,kenapa gak kesini ." ucap Erland yang kini memotong wortel tanpa melihat ke arah ana.


Ana masih berdiam diri dan melihat ke arah Erland ,Erland mencelupkan wortel itu kedalam sup ,setelah itu dirinya melihat ke arah ana yang berdiri tak jauh dari nya ,kini ana berjalan menghampiri suami nya yang menatap nya itu ,sampai di hadapan erland ana menangkup wajah nya dengan kedua tangan nya itu melihat Erland .


"Ana kenapa berpakaian seperti itu ,dan telanjang kaki ,dimana sandal mu ." ucap Erland menatap istri nya .


"Aku tidak tahu dimana, dan aku juga tidak tahu baju ku dimana ,aku melihat baju mu ya sudah aku memakai baju mu dan meminjam nya ." ucap ana dengan masih mengungkapkan wajah nya.


Erland tersenyum dan berjalan ke arah ana kini dirinya membalikan tubuh ana dengan Erland mendekatkan wajah nya.


"Anatasya itu baju kotor ,ganti ya ?aku takut kau terkena flu memakai baju kotor bekas ku ." ucap Erland yang kini mengangkat tubuh ana duduk dan berhadapan pas dengan wajah Erland .


"Saat di mana ada kamu ,aku tidak akan takut dengan nama nya sakit ."ucap ana tersenyum manja melihat Erland .


"Aku benar-benar sudah memanjakan mu ana ." ucap nya dengan mencubit hidung ana


"Mas ... apa kau menyesal." ucap ana menatap Erland dengan sendu .


"Menyesal ." jawab Erland dengan mengerutkan kening nya .


"Menyesal telah menikah dengan ku ,dan menyesal memanjakan ku " ucap ana sendu.


Erland membuang napas nya panjang, dan melihat kedua mata ana .


"Bukankah kau tadi berkata di dalam mobil untuk mengatakan ucapan ku sekali lagi .?! dan dengarkan baik-baik sekarang ," ucap Erland menatap ana .


"Ana ... aku mencintai mu ,?! dan penyesalan tidak ada dalam hidupku ." ucap Erland menatap ana .


"Seumur hidup ini , sampai nanti aku akan selalu mencintaimu ,menjaga mu ." ucap nya kembali dengan menatap ana .


Ana tersenyum dan menatap wajah Erland kini tangan nya menarik kerah baju Erland dan mendekatkan wajah nya , Erland ******* bibir ana dengan menahan tengkuk ana , ana menutupkan mata nya begitu juga dengan Erland , mereka berpautan bibir di area dapur yang tidak ada siapapun .


Ana memegang bahu Erland dan menarik nya sedikit ,kini ana melepaskan ciuman itu dan menatap Erland, mereka membuang napas nya masing-masing .


"Erland Anggara , aku .. aku benar-benar mencintaimu ,aku juga mencintaimu .." ucap ana menatap Erland .


Erland kembali menahan tengkuk ana dan ******* kembali bibir ranum ana ,sampai tak sadar sup yang di masak Erland tengah mendidih , di saat mereka berpautan bibir, kedua wanita paruh baya tengah masuk ke arah dapur ,mereka berdua di kaget kan dengan kedua pasutri itu .

__ADS_1


"Hah ,,wahh ..." ucap nya dengan kaget menutup kedua mata nya .


Yah kedua paruh baya itu adalah omah dan juga bi Ani , bi Ani yang melihat nya pun terkejut dan memalingkan wajah nya , omah melihat ke arah Bi Ani melambaikan tangan nya untuk segera mengikuti nya pergi , kedua paruh baya itu cekikikan melihat dua pasutri itu.


__ADS_2