Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Cinta pertama ku .


__ADS_3

*


*


*


Dimas tidak percaya bahwa yang menyelenggarakan pelelangan itu adalah wanita yang terobsesi pada dirinya ,bahkan wanita itu tidak pernah lolos menatap Dimas yang berada di bawah sana ,tapi Dimas tidak menghiraukan wanita itu ,Dimas tahu !! meski matanya tidak melihat ke arah Amalia ,tapi sudah jelas Dimas tahu bahwa wanita itu memandanginya .


"Terima kasih untuk para tamu yang sudah hadir di sini ,aku adalah penyelenggara acara malam amal ini ,Amalia Ayunda ."


"Terima kasih buat kalian untuk tamu yang terhormat ,dan juga terima kasih pada teman-teman yang dulu kini telah bertemu kembali ,karna acara amal ini ,dan di sponsori berasal dari orang yang dulu pernah menjadi teman saya ,"


"CEO Anggara group ,tuan Dimas Adelard Anggara ,"


"Dulu dia sering bekerja keras denganku dan saling suffort ,bahkan saat ini juga dia memberi dukungan yang sangat besar pada pelanggan ini."


"Jadi aku berharap aset perusahaan ini , bisa mendapatkan harga terbaik, untuk membalas kebaikan tuan Anggara yang begitu besar karna sudah mendukung pelelangan ini ,terima kasih ."


Dista yang melihat tatapan Amalia mengarah ke satu pria yang kini di sampingnya ,bahkan tatapan itu tersulut jelas pada Dimas ,bahkan perkataan wanita itu jelas mengarah ke arah Dimas .


"*Baik ... terima kasih nona Amalia Ayunda ,kalau gitu kita langsung saja mulai , tanah yang akan di jadikan perusahaan harga penawaran awalnya dari 1**0* M ."


Seketika Dimas langsung menaikan papan dan akan menawarkannya .


"Ohh ... baik tuan Anggara ,harga yang akan an....


"20 M ..." Ucap Dimas yang berani menawarkan dan melihat ke arah Dista .


"20 M ... baik .. apa masih ada.."


Dista terkejut ,pria yang ada di Sampingnya menerima pelelangan dan menawarkan harga sebesar itu , Martin yang melihat itu pun tidak ingin kalah ,dia pun ikut menawarkan nya .


"40 M." ucap Martin .


"40 M ,baik .. apa masih ada harga tinggi selain ini ."


Dimas menghela napasnya panjang ,jika sampai perusahaan itu jatuh ke tangan Martin ,mungkin dia tidak akan mendapatkannya dan tidak memberikan itu pada Dista .


"60 M ... " ucap Dimas yang membuat orang-orang tak percaya .


Erland yang di belakangnya terkejut Dimas sang kakak menawarkan pelelangan itu dengan harga yang sangat tinggi ,bukan hanya Erland semua tamu di situ terkejut dengan penawaran yang sangat tinggi itu .


"60 M ... sangat luar biasa apakah masih ada.


Lagi-lagi Martin terkejut saat Dimas menawarkan harga naik ,tak mau kalah diapun menaikan papan lagi ,dia seperti itu karna ingin memberikan perusahaan itu juga pada gadis yang dia sukainya.


"100 M ." ucap Martin .


"100 M ... Sangat hebat ,,,kita berikan tepuk tangan pada tuan Martin yang menawarkan harga 100 M"


Dista terkejut saat mendengar 100 m..yang di tawarkan oleh Martin ,bahkan Dista sempat-sempatnya melihat ke arah Martin yang berada di belakang ,Dimas yang melihat itu langsung menahan tangan Dista ,dista yang di tahan pun langsung melihat ke arah Dimas .


"Orang yang harus kamu lihat aku !! bukan orang lain ." ucap dimas


"200 M .." ucap dimas menaikan papan lagi dengan menatap Dista tanpa memperdulikan MC di atas panggung .


"200 M ... sangat hebat sekali ,apa ada lagi dari harga 200 M ."


"250 M ." ucap Martin langsung .


"250 M ... sangat luar biasa .


Dimas menaiki papan lagi dan melihat ke arah MC itu ,bahkan MC itu di buat kewalahan untuk bicara ,kedua pria itu memperebutkan harga lelangan tersebut.


"Baik ,nomor papan 333... tuan Anggara , menawarkan lagi


"400 M ." ucap Dimas yang membuat semua orang langsung terdiam


"Waahhh 400 M ,sangat luar biasa ,apa ada yang lain untuk menawarkan lagi lebih dari 400 M ...."


Semua orang terdiam ,bahkan Martin tidak bisa menawarkan lagi ,Dimas melihat ke arah Martin dengan tatapan dingin, Martin yang di tatap dingin oleh Dimas hanya tersenyum kecut .


"Baik ... ini harga yang paling tertinggi dan terakhir di pelelangan malam ini .. harga 400 M ...."


Tok ...


"Mari kita beri tepuk tangan untuk tuan Anggara ,!! selamat ... selamat tuan Anggara ."


"CEO Anggara mendapatkan lelang perusahaan ini , dengan harga tertinggi ,selamat tuan Anggara , dan di persilahkan untuk naik panggung dan mengambil aset dokumennya .


Dista lagi-lagi tercengang saat Dimas kini telah menawarkan harga tertinggi ,bahkan pria itu pun kini tengah menaiki panggung untuk mengambil aset tersebut , Amalia yang melihat Dimas menaiki panggung melihat pria itu dengan tatapan sendu .


Sesampainya di panggung Dimas hanya melihat dokumen itu di atas nampan tanpa memperdulikan tatapan Amalia ,Amalia tersenyum melihat Dimas yang kini berada di hadapannya dan mengulurkan tangannya .


"Lama tidak bertemu Dimas ." ucap Amalia .


"Aku dengar kau mengalami luka ba...


"Perusahan ini aku menawar Karna ingin memberikannya pada seseorang ,kepada orang yang sangat penting dalam hidupku ." ucap Dimas melihat ke arah Dista tanpa memperdulikan Amalia .


"Dita Adista ." panggil Dimas .


Dista terkejut saat Dimas memanggil namanya ,dia tidak percaya pria itu menawarkan perusahaan itu hanya untuk dirinya .


"Naiklah ." ucap Dimas di atas panggung .


Dista celingak celinguk ke arah belakang dimana di belakang ada ana dan juga Nabila , Bryan dan Nabila menganggukkan kepalanya pada Dista untuk segera menaiki panggung ,tapi tetap saja Dista duduk dan masih bingung , tania yang duduk di belakang dista berdiri dari duduknya dan mendorong punggung Dista untuk segera menaiki panggung tersebut .


"Ahhh ..." pekik dista


"Ayo Dista !! naiklah " timpal ana .


Dista melihat Dimas yang tengah tersenyum dan mengangguk kan kepalanya , Dista pun terpaksa berjalan dimana dia akan menghampiri Dimas yang berada di atas panggung itu, Amalia tercengang saat tangan dia yang masih terulurkan tidak Dimas terima bahkan Amalia melihat ke arah Dimana Dista kini tengah berjalan ke arah panggung, sesampainya di panggung Dista serasa deg-degan ,dia tidak menyangka dengan semua ini ,Dimas tersenyum tipis saat Dista sudah berada di atas panggung.


Dimas melihat ke arah Amalia untuk mengambil aset tanah perusahaan untuk desainer bermerk yang di sukai oleh Dista .


"Maaf !! saya harus mengambil aset ini ." ucap Dimas mengambil dokumen di nampan tersebut .


Semua orang menatap ke arah panggung melihat Dimas yang menampilkan senyuman , Bryan menghela napasnya saat melihat bos sekaligus sahabatnya itu tengah tersenyum ,gak hanya dia Erland serta Roy pun melihatnya ikut tersenyum juga ,tidak dengan wanita yang kini tengah berdiri di panggung itu dengan raut wajah penuh Malu karna di biarkan oleh pria itu ,bahkan Dimas memang tidak menghiraukan Amalia dia lebih pokus pada istrinya saja.


"Aku ingin .. memberikan aset perusahaan ini untuk mu .., kelak kau akan menjadi pemiliknya. " ucap Dimas .


"Dista !! terima kasih kamu sudah hadir dalam hidupku ,menemani ku , merawat ku , maka dari itu aku menawarkan pelelangan ini ,dan ini adalah hadiah untukmu ." ucap Dimas kembali .


Orang-orang terkejut saat Dimas mengatakan hal itu kepada gadis yang ada di depannya ,banyak orang yang berbisik tentang Dista ,Dista yang mendengarkannya langsung melihat ke arah para tamu .


"Siapa dia !! apa kekasih tuan Anggara "

__ADS_1


"Tidak tahu !! bahkan tadi dia datang dengan CEO HW group adik dari tuan Anggara ,"


"Aku dengar dia karyawan di perusahaan Anggara group ,"


"Tapi apa menurut kalian gadis itu pantas mendapatkannya ,atas dasar apa seorang karyawan bisa mendapatkan perusahaan yang seharga nilai tertinggi ."


Dista yang mendengar bisikan dari orang membuat dirinya bergetar dan tidak ingin melihat dimas ,yang di harapkan Dista dari pria itu bukanlah perusahaan ataupun harta ,yang di harapkan dista dari pria itu mengatakan cinta padanya .


"Aku kira ,kamu akan mengatakan cinta kak ,dengan dirimu yang memberikan tatapan seperti itu yang membuat dimana aku berharap kamu mengatakannya ,tapi aku salah ,ternyata kamu hanya memberikan aset perusahaan ini padaku ,? meski aku tahu ,aku menyukai desainer bermerk ,tapi itu tidak terimpikan dalam hidupku ."


"Kak di_dimas ...


Dista terkejut saat Dimas memeluk dirinya di panggung ,tepatnya di depan semua orang ,pelukan itu tak berlangsung lama Dimas pun melepaskannya Kembali dan berbisik .


"Aku Mencintaimu istri kecilku ,kamu jangan memperdulikan ucapan orang lain dan jangan melihat ke arah mereka ,cukup lihat mataku " bisik Dimas pada telinga Dista .


Dista terkejut dan tiba-tiba langsung lemas saat pria itu mengatakan cinta padanya ,Dimas melihat wajah Dista ,bahkan gadis itu menatap mata pria itu dengan berkaca-kaca ,pria itu memberikan aset perusahaan dan sekaligus menyatakan cinta .


Amalia yang kini berada di belakang Dimas merasa di permalukan oleh pria itu di depan semua orang , dia tidak tahu gadis yang di depan Dimas itu siapa ,Amalia kira semenjak mendengar kabar Sahara gila dan tidak ada hubungan lagi dengan Dimas membuatnya kembali ke Indonesia untuk mendapatkan cinta pertama nya dulu dan cinta yang sudah ia dapatkan.


.


.


Waktu pelelangan pun selsai .


Dimas berdiri di ruangan luas dimana dirinya kini tengah bersama seseorang tengah bercengkrama soal perusahaan ,orang tersebut undur diri untuk pamit dan Dimas pun menganggukkan kepalanya ,dirinya pun berniat pergi untuk menghampiri Dista serta yang lainnya.


Di saat Dimas akan melangkah ,Amalia datang menghampiri nya,hingga Dimas yang akan melangkah pun berhenti saat Amalia berada di depannya .


"Dimas !! lama tak bertemu ." ucap Amalia mengulurkan tangannya .


Dimas hanya menatap tangan wanita itu tanpa mengulurkan tangannya untuk berjabat ,kini pandangannya melihat ke arah Amalia dengan menghela napasnya berat, lagi-lagi Amalia tersenyum kecut saat Dimas tidak menerima tangannya .


"Tadi kamu bahkan tidak menerima uluran tanganku di depan semua orang ,bahkan disini pun kau tidak ingin berjabat denganku ."ucap Amalia .


"Dimas !! kamu bukan orang cuek seperti ini dulu ,bahkan kau terlihat begitu dingin saat ini , bahkan tidak sopan ." ucap Amalia Kembali lagi .


"Kamu sudah pergi begitu lama ,bahkan itu hampir 8 tahun ,?! maaf aku memang seperti ini dan tidak berubah ." jawab Dimas berlalu pergi meninggalkan Amalia .


Dimas pergi begitu saja meninggalkan wanita itu ,Dimas tahu wanita itu memiliki perasaan di beberapa tahun yang lalu sebelum dirinya bertemu dengan Sahara ,Dimas bukan tipe pria yang suka wanita memaksa untuk dirinya mencintai wanita ,dan dia tidak suka pada wanita yang suka mengejar pria ,apalagi seperti Amalia .


Kenyataan pahit dimana dirinya bertemu dengan Sahara pun sudah di buat bodoh oleh wanita mantan kekasihnya itu ,sekarang Dimas ingin membangun kehidupan baru bersama wanita yang sudah berstatus menjadi istrinya, Dimas melangkah terus melangkah tanpa memperdulikan Amalia, Amalia menggepalkan tangannya di saat Dimas berbicara ketus dimana ucapan pria itu membuatnya seperti di tampar .


"Aku bertahan di luar negri dan sengaja menjauhi mu dengan wanita rubah seperti Sahara ,tidak di sangka kamu masih bisa menghindari aku Dimas ,meski dulu kamu menolak ku ,tapi dulu kau tidak sedingin itu ,tapi barusan kau berkata begitu ketus "


Di saat Dimas keluar ,Dimas melihat di luar sana hujan deras ,kini dirinya melihat Dista dan juga Nabila , Dimas menghampiri istri kecilnya itu yang kini tengah menangkup wajahnya ,Nabila yang melihat Dimas menghampiri Dista langsung pergi berjalan ke arah Bryan , Bryan yang kini bersama Steven melihat Nabila yang serasa kedinginan, dengan cepat Bryan melepaskan jaznya dan memakainya pada Nabila ,Bryan menggenggam tangan Nabila yang begitu dingin ,kini dia pun menyentuh pipi Nabila yang dingin juga .


"Kenapa dingin begini , apa kau kedinginan .hemm ." ucap Bryan menangkup wajah Nabila memberi kehangatan .


"Sedikit !! gapapa kok , sebentar lagi juga hangat ." jawab Nabila .


Bryan langsung saja memeluk nabila untuk menghangatkan tubuh gadis itu ,untuk menghilangkan dingin di tubuhnya , Nabila terkejut saat Bryan memeluk nya di depan banyak orang ,bahkan di depan Dimas ,Dista serta yang lainnya ,Bryan memeluk Nabila dengan erat dan mengeluskan rambut gadis itu dengan sayang .


" Apa sekarang Lebih hangat ." ucap Bryan .


"I.....iya ... " jawab Nabila malu dan menyembunyikan kepalanya di dada bidang Bryan .


Tania yang melihat Bryan berpelukan membuatnya iri untuk dirinya yang kini tengah jomblo , Erland dan Dimas hanya geleng kepalanya melihat Bryan yang kini berpelukan ,, Bahkan kedua pria itu pun memeluk para istrinya yang Dimana membuat para jomblo seperti Steven dan Roy berdecak .


"Sialan kenapa mesti hujan begini sih ." decak Roy .


Bukan Tania namanya kalau dia tidak asal ceplos ,kini pandangannya melihat ke arah Bryan dan Nabila yang tengah berpelukan.


"Hei !! jangan pacaran melulu ,Nabila sini !! jika kau ingin hangat mending berpelukan dengan ku ," celetuk Tania .


Bryan melihat ke arah Tania yang kini berada di samping steven ,bukannya Nabila yang jawab pertanyaan tania ,tapi Bryan lah yang menjawab perkataan Tania .


"Enggak ah ...pacarku sedang kedinginan " ucap Bryan melihat ke arah Tania .


Nabila yang mendengar perkataan Bryan semakin malu dan membuat wajahnya merah merona ,bahkan gadis itu tidak ingin memperlihatkan wajahnya dan langsung menelusupkan wajahnya di dada bidang pria itu .


"Jangan ngomong gitu ...Malu." gumam Nabila .


"Hehehe...!! kenapa mesti malu ,biarakan mereka iri melihat kita seperti ini ." ucap Bryan .


Tania berdecak saat ucapan Bryan seperti menohok nya .


"Cihh ... mereka berdua ......!!! Bryan masa jomblo mu sudah lepas ya ..." decak Tania .


"Kaya begini hangat loh !! kalian berdua gak ingin nyobain." ucap Bryan melihat ke arah Tania dan juga Steven .


"Hah ! coba ! " gumam Tania .


Steven dan Tania saling pandang ,setelah mendengar perkataan Bryan ,Steven yang tadinya merogoh saku celananya langsung mengeluarkan tangannya dan merentangkan tangannya di hadapan Tania .


"Mau coba ..." ucap Steven dengan tersenyum


"Ha........ !!! ja....jangan bercanda " ucap Tania kaget .


Tania pergi menghindari Steven menahan malu ,bahkan wajahnya kini tengah merah merona ,dirinya memang menyukai pria itu dan beberapa tahun lalu sering mengganggunya ,tapi Tania berhenti mengganggu pria itu dimana Steven selalu cuek , Erland yang melihat Tania berlari hanya bisa tertawa kecil .


"Ho_tania juga bisa malu-malu rupanya ya ." celetuk Erland .


Steven yang melihat wanita itu berlari membuatnya tersenyum tipis ,bahkan tadi dirinya melihat wajah merah Tania di saat dimana dia merentangkan tangannya ,30 Menit menunggu hujan mereda ...mereka pun berjalan ke arah parkiran dan menuju mobil masing-masing untuk pergi dari gedung tersebut .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di mansion Anggara .


Dimas yang keluar dari kamar mandi melihat Dista yang tengah duduk di meja rias ,Dimas melangkah ke arah sofa untuk mengambil bajunya yang sudah di siapkan oleh Dista ,setelah itu dirinya melangkah ke ruang ganti.


Selang beberapa menit, dimas menghampiri Dista yang masih di meja rias ,Dista melihat Dimas di balik kaca hanya langsung melihat Dimas yang berada di belakangnya .


"Sudah menghapus make-up ." tanya Dimas dengan di angguki Dista .


Dimas saat ini tidak tahu harus berkata apa lagi ,saat dimana dirinya menyatakan cinta satu jam yang lalu membuat dirinya jadi tak bisa terkontrol , dengan alasan konyol yang dia keluarkan membuat dirinya jadi bodoh .


"Perusahaan produk baru ku di ruangan mu bagus tidak ." ucap Dimas .


Dista mengerutkan keningnya di saat Dimas tiba-tiba mengatakan hal itu ,dengan tersenyum smirk Dista pun ingin menjahili Dimas .


"Tuan Dimas Anggara !! apa kau akan merekomendasikan produk barumu di perusahaan ku nanti," ucap Dista tersenyum .


"Aku akan mengatakan nya pada Bryan untuk mengurusi semuanya ." jawab Dimas .


Dista semakin heran dengan Dimas , padahal dia mengatakan itu cuma hanya main-main saja dan tidak serius dengan apa yang sudah dia katakan ,bahkan pria itu tingkahnya begitu aneh .

__ADS_1


"Kak Dimas !! sebenarnya apa yang ingin kakak katakan ,bahkan dari suara kakak terasa tercekat ,kakak tidak mungkin tidak ingin mengatakan sesuatu padaku ." ucap Dista .


Dista tiba-tiba mengingat dimana pria itu mengatakan cinta di acara amal satu jam yang lalu ,kini Dista menundukan kepalanya yang dimana membuat Dimas heran .


"Dista !! apa perutmu sakit lagi ." ucap Dimas kuatir .


"Enggak kok ?! itu .,...


"Apa " jawab nya .


"A_apa yang di katakan kakak di waktu amal malam tadi itu benar ,bahwa kak Dimas mencintai ku ." ucap Dista sambil menunduk .


Dimas melangkah mendekati Dista dia tersenyum dan menarik dagu Dista untuk melihat wajahnya ,agar bertemu Mata gadis itu .


"Dista ... aku disini ?! bukan di bawah sana ." ucap Dimas mengangkat dagu Dista .


"Dengarkan aku sekali lagi !! aku mencintai mu ,Dita Adista Abraham ." ucap Dimas


Dista langsung memeluk Dimas ,yang di harapkan dia akhirnya benar-benar sudah dia dapatkan dari pria itu .


"A_aku juga mencintai mu kak ." ucap dista dengan Isak tangisnya .


Dimas membalas pelukan istrinya itu ,setelah akhir pertemuan pertamanya dimana dirinya di waktu umur 10 tahun ,dan di pertemukan lagi dimana gadis itu bersembunyi di balik dada bidangnya ,bahkan jalan cerita Dimana dirinya untuk meminta menjadi pacar kontrak hingga ke pernikahan ,dan membuat Dimas tidak percaya ,omah nya telah menjodohkannya dengan bayi kecil yang dulu menggenggam telunjuknya .


"Jangan menangis !! maaf ,, selama dimana aku bersikap cuek padamu ,apapun di dalam perkataan yang mungkin membuatmu tidak nyaman ,maka dari itu aku minta maaf ..." ucap Dimas .


"Kakak gak pernah berkata yang membuat aku tidak nyaman kok ,meskipun kak Dimas dingin dan datar ,tapi kakak memperlakukan aku dengan baik .." ucap Dista.


"Hemm .. tidak !! aku begitu kejam dista .. bahkan beberapa mingu lalu ,aku membiarkanmu tidur di sofa dan mungkin itu membuatmu pegal Karana kebodohan ku ,maafkan aku ." ucap Dimas .


"Tapi waktu itu lain lagi , dimana kita belum menerima kenyataan pernikahan ini ,?! bahkan waktu Minggu lalu aku bisa mengerti dengan perasaan kakak untuk menyuruhku tidur di sofa ." ucap dista .


"Emmm ... Aku tidak menyangka aku menikah dengan bayi mungil seperti mu ." ucap Dimas dengan mencubit hidung Dista .


"Kak ... aku bukan bayi mu.....


Cup .....


Dista terdiam saat pria itu mengecup bibirnya dengan singkat ,Dimas tersenyum melihat ekspresi Dista yang kini tengah menatapnya .


"Iya ... kau bayi mungil Ku dulu dimana pertemuan pertama ku dengan mu ." ucap Dimas .


"Aku tidak mengerti ." gumam Dista .


"Pokonya ,kamu adalah bayiku dulu yang imut dan menggemaskan. " jawab Dimas .


"Adista ... aku tanya ! kapan kamu mencintaiku ." ucap Dimas .


Dista tidak menjawab pertanyaan Dimas ,dia masih mengingat perkataan Dimas yang di maksud bayi ,bahkan Dimas yang berkata kapan dirinya mencintai pria itu langsung tersadar , Dimas yang tidak mendapatkan jawaban dari Dista bertanya lagi .


"Dista ." ucap Dimas .


"Aku tidak tahu semenjak kapan mencintaimu kak , tapi di saat aku melihatmu tersenyum aku ... a...aku ...


"Aku mengerti !! aku sangat bangga hari ini dista ,tepatnya aku bangga menikah dengan cinta pertamaku di masa kecil ." ucap Dimas memeluk Dista


Dista di buat terkejut dengan perkataan dimas , lagi-lagi dia tidak mengerti apa yang di katakan Dimas itu ,kini dirinya melepaskan pelukannya dan menatap pria itu .


"K_kak ... maksudmu " ucap Dista terhenti .


Dimas menceritakan dimana dirinya di waktu umur 10 tahun di ajak oleh Kenan ke keluarga abraham , dan dimana dirinya bertemu dengan bayi mungil yang berada di pangkuan Amara sang mama ,bahkan Dimas pun begitu tertarik pada bayi yang tengah tersenyum padanya ,Dimas menceritakan di masa-masa waktu itu ,dimana pertemuan itu hanya satu kali dan tak bertemu lagi , karna bayi mungil itu pergi keluar negri bersama orang tuanya untuk bisnis .


Dista yang mendengarnya pun tercengang , dia tidak menyangka ternyata pernah bertemu dengan suaminya itu di masa waktu kecil ,pantas saja kakeknya menjodohkan dirinya dengan Dimas .


"Jadi aku ...


"Iya .. kamu adalah cinta pertama ku ." ucap Dimas .


"Tapi ... " ucap Dista menunduk .


"Kenapa hmm ." jawab Dimas .


"Siapa wanita yang berada di acara lelang tadi , bahkan dia melihatmu begitu minat saat dia berkata di atas panggung ,?! ma..maaf .. aku ..aku bertanya seperti itu ." ucap Dista .


"Apa aku perlu menjawab itu ." ucap Dimas


"Ah .... e...enggak sih , tapi tatapannya itu seperti menyukaimu ." jawab Dista .


Dimas tersenyum dan menangkup wajah dista .


"Ku ceritakan pada mu ya ...!! dia adalah temanku dulu ,teman dimasa kuliah dan teman di mana dia menjadi karyawan magang di kantor papa ku dulu , dia bukan siapa-siapa aku , dia ha...


"Tapi tatapan dia begitu beda ." ucap Dista memalingkan wajahnya .


"Dia menyukaiku ,"jawab Dimas .


Dista langsung meremas piyama yang dia pakai ,mendengar kata menyukai membuatnya langsung berdetak sangat hebat ,bukan apa-apa baginya ,bahkan kebahagiaan nya baru saja di mulai ,Dista takut di antara rumah tangganya ada orang ketiga .


"Dista !! aku sama dia tidak ada apa-apa ,kami hanya teman ...


"Meskipun kakak dan dia temanan ,tapi anggapan dia padamu lain kak .." lirih Dista .


"Percayalah padaku !! meski dia begitu padaku !! tapi tidak dengan ku .", ucap Dimas .


Dimas menarik dagu Dista untuk menatapnya , Dimas tidak ingin membuat istrinya salah paham akan hal Amalia .


"Aku Dimas Anggara !! tidak pernah melirik wanita manapun ,dimana di hatiku cuman hanya ada satu wanita ,cukup satu wanita !! meski aku melihat wanita lain ,tapi mata dan hati sesungguhnya hanya satu orang wanita yang sudah ada di hatiku ." ucap Dimas menatap wajah Dista .


"Percayalah ." ucap Dimas lagi .


Dimas tidak ingin menceritakan perihal Amalia yang selalu mengejarnya dimana dulu wanita itu selalu mengikutinya ,dia tidak ingin membuat Dista tidak nyaman akan hal Amalia ,Karna kenyataannya Dimas memang tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu .


Dista melihat mata pria itu ,bahkan dari kata-katanya menyentuh hati dirinya ,Dista tersenyum tipis pada pria itu dan memberi anggukan kecil .


"Aku percaya ." gumam dista .


Dimas langsung memeluk tubuh mungil istrinya itu, Dimas mengingat dimana dirinya dulu mencintai Sahara ,bahkan pria itu hanya wanita itulah yang paling utama dia pikirkan ,bahkan dia juga pernah mengatakan itu pada Sahara wanita yang dulu dia cintai , tapi kenyataan yang membuatnya kecewa dan hancur wanita itu menghancurkan kehidupannya dan dirinya telah masuk dalam drama wanita itu, bahkan Dimas berkata pada wanita itu ,bahwa Sahara juga adalah cinta pertama nya .


"Di saat aku bertemu denganmu lagi ... aku baru ingat !! bahwa cinta pertamaku adalah kamu dita Adista ... !! aku harap kamu tidak mengetahui asal-usul cintaku dulu bersama Sahara , aku tidak ingin kau mengetahui percintaan kelam ku dulu ."


Dimas memejamkan matanya memeluk Dista , dia tidak ingin mengingat di masa-masa dirinya bersama Sahara , bahkan kenangan dulu , foto besar yang selalu terpang-pang di meja kerjanya dia bakar ,mengingat itu dirinya begitu sakit


Dista yang merasakan tubuh Dimas bergetar merasa heran ,Dista pun melepaskan pelukannya dan melihat wajah Dimas .


"Kak kena...


"Tidak apa-apa ... aku hanya ingin memeluk mu lebih lama ." ucap Dimas.

__ADS_1


Dista tersenyum dan memeluk pria itu dengan erat dan mengelus punggung pria itu dengan pelan , Dimas yang merasakan elusan dari dista langsung tenang ,dan hilang ingatan dimana dirinya mengingat perlakuan Sahara .


__ADS_2