
Di sebuah vila ,seseorang pria tengah menunggu sahabatnya dengan mengutak-atik laptop di pangkuannya ,pria itu yang tak lain adalah Bryan ,
Kini pria itu tengah melihat jam yang ada di tangan kekarnya sudah menunjukan pukul 20.15 ,tapi orang yang dia tunggu belum juga kunjung tiba .
"Kenapa belum sampai ,bahkan tadi dia bilang berangkat dari rumah jam enam lewat ,ini udah dua jam lebih ," gumam Bryan .
Bryan menghela napasnya panjang ,kini dia iseng mencari-cari video komedi yang sudah dia download ,di saat dia akan menekan video itu , tiba-tiba teralihkan ke galery lain dan melihat foto gadis yang beberapa hari yang lalu dia potret .
"Gadis ceroboh ." gumam Bryan dengan tersenyum
"Akh **** !! lupakan , kenapa dengan ku ."
Entah kenapa Bryan setelah melihat foto gadis itu teringat dimana dirinya berada di Jerman bersama gadis itu ,dia tersenyum saat-saat mengingat kecerobohan gadis itu , tapi dia segera menepis ingatan itu untuk tidak mengingatnya .
Dimas yang melihat Bryan geleng-geleng kepala mengerutkan keningnya dengan heran ,kini dia membuka topinya untuk di lemparkan pada sahabatnya itu .
Sleeeeeeb.....
Seketika Bryan membuka matanya di saat topi itu tepat di wajahnya ,dia melihat ke arah Dimas yang melihatnya dengan melipatkan tangan di dadanya .
"Kapan kau sampai ." ucap Bryan .
"Beberapa menit yang lalu !!, kenapa kau geleng-geleng kepala gitu ,kemasukan apa telinga mu " ucap Dimas yang kini melangkah ke arah sofa .
"Omong kosong !! kenapa kau baru sampai ,bukannya kau berangkat di jam enam lewat ,ini hampir mau stengah sembilan ." jawab Bryan .
"Tadi mampir dulu ke cafe dan ngopi nenangin diri , " ucap Dimas dengan membuka tas berkas yang dia bawa .
Bryan hanya menganggukkan kepalanya ,kini dia pun pindah posisi di sofa yang tak jauh dengan Dimas ,Bryan melanjutkan keseriusannya dengan laptop ,sementara Dimas ,dia mencari berkas di tasnya tapi tak ketemu .
Lagi-lagi Dimas memeriksa berkas itu satu persatu ,benar saja berkas itu tidak ada satu ,dan kemungkinan ketinggalan di ruang kerjanya, Bryan yang melihat Dimas membolak-balik kan kertas mengerutkan keningnya .
"Kenapa ." tanya Bryan .
"Berkas yang paling terpenting ketinggalan dan itu berkas kerja sama dengan pak Hansen " ucapnya yang kini membenarkan berkas itu .
"Biar aku ambil saja ke mansion ." ucap Bryan .
"Tidak .. tidak.. tidak perlu ,biar aku telpon Roy saja ."ucap Dimas dengan tersenyum menahan Bryan .
Kini Dimas pun memanggil Roy ,selang beberapa menit ,Roy pun menerima panggilan Dimas ,Dimas pun mengatakan dengan apa yang dia katakan pada Roy .
"Kau yakin menyuruh Roy ," ucap Bryan
"Hemm ... dia membawa mobil dengan cepat sama seperti Erland, sudahlah kita lanjutkan awal permulaan untuk perusahan baru ." jawab Dimas .
Kini mereka tengah berkutat dengan pekerjaannya masing-masing sembari menunggu Roy untuk menunggu berkas penting itu.
πΉ
Sementara di mansion sana ,Roy kini tengah keluar dari ruang kerja Dimas dengan membawa berkas di tangannya ,di saat dia melangkah ,Sahara ke luar dari kamar nya dan melihat Roy keluar dari ruang kerja Dimas membuat nya penasaran .
Roy pun melangkah ke luar ,sahara lebih penasaran pada pria itu dengan apa yang ada di tangan Roy .
"Roy tunggu ?! "
"Ya nona ." jawab Roy .
"Apa itu di tanganmu ." ucap Sahara.
"Berkas tuan Dimas ketinggalan ,dan saya harus mengantarkannya ." ucap Roy membungkukkan kepalanya .
"Ehh...eh .. tunggu .. kau mengantarkannya ,memangnya kau mau antarkan berkas itu kemana , jauh gak." ucap Sahara
Roy berpikir pada perkataan wanita yang ada di depannya .
"Apa tuan Dimas ,tidak memberi tahu nona sahara dia pergi kemana ."
"Di bilang jauh tidak .. di bilang dekat tida...
"Katakan ! di mana .. biar aku yang antarkan ... toh ini belum malam ini ,bahkan Dimas juga pasti senang aku nganterin ini." ucap Sahara.
Sebenarnya Sahara tidak begitu niat , hanya saja dia penasaran berkas yang di pegang Roy itu , Roy yang meminta Sahara akan mengantarkannya sejenak .
"Maaf nona , ini sudah tugas saya ! lagian..
"Roy ! aku ini nanya ,dimas dimana ,kamu bilang gak jauh dan gak dekat ,itu tandanya gak jauh dari mansion ini kan ,!! sini berikan padaku ,dan di mana tempatnya ." ucap Sahara merebut berkas di tangan Roy .
__ADS_1
Roy terkejut saat berkas itu di rebut oleh tangan Sahara ,dia pun berpikir ,apa tidak masalah jika Sahara mengantarkan nya .
"Baiklah nona !! tuan Dimas di vila Cendana , sebentar!! jika nona tidak tahu saya akan ...
"La...la...la... !! aku tahu vila itu tak perlu kau repot-repot memberi alamat ," ucap Sahara melangkah ke kamar untuk siap-siap
Roy hanya menghela nafasnya panjang ,mungkin dengan Sahara yang mengantarnya akan membuat Dimas semangat ,di saat Roy akan berbalik ,dia melihat Sahara berjalan ke arah luar ,dan Roy pun hanya membiarkannya dan kembali ke ruang kerjanya .
Sahara berjalan ke arah mobil ,sebelum dia menyalakan mobil ,dia penasaran akan hal berkas itu ,kini dia melihat terlebih dahulu ,dan membuka nya.
"Apa-apaan ini ,berkas apaan ,gak di mengerti sama sekali ., hah sudahlah !! aku akan tahu setelah sampai sana ,dan bertanya pada Dimas tentang berkas ini ." decak Sahara ,yang kini menyalakan mobilnya .
Kini dia pun pergi meninggalkan halaman mansion untuk pergi menuju Vila dimana Dimas berada ,dia ingin tahu pekerjaan apa yang di lakukan oleh Dimas selama satu bulan ini ,bahkan pria itu di sibukan selalu di ruang kerjanya .
Sementara di sana ,Dimas masih saja sibuk dengan Bryan untuk mengelola produk baru nanti di saat Dimas kembali ke kantor ,Dimas melihat jam yang ada di tangan kekarnya sudah hampir mau jam sembilan , tapi Roy belum datang juga .
Dia melirik Bryan sedari tadi pria itu serius dengan laptop yang ada di pangkuannya , kini Dimas berinisiatif keluar dan membeli makanan untuk mereka berdua .
"Aku akan keluar membeli makanan ringan " ucap Dimas berdiri .
"Oh oke !! sekalian titip chiki balls keju ," jawab Bryan .
"Ck ... kaya anak kecil saja." decak Dimas dan berlalu pergi meninggalkan Bryan .
Kini tinggallah Bryan sendiri di vila itu ,lima menit Dimas pergi dari vila ,Sahara pun sampai di vila tersebut dan melangkah ke arah pintu ,dan kebetulan pintu itu terbuka ,Sahara melanjutkan langkah nya ke dalam ,wanita itu terkejut saat dia sampai di ambang pintu yang dia lihat adalah Bryan.
Bryan yang hanya serius dengan pekerjaan nya tidak tahu bahwa di ambang pintu ada seseorang wanita .
Sahara melangkah demi langkah menghampiri Bryan, Bryan yang serius pun mendengarkan suara langkah sepatu ,tapi bukan langkah sepatu dimas ,kini dia mengangkat kepalanya melihat ke arah asal suara ,betapa terkejut nya saat dia melihat wanita yang dia benci ada di hadapannya .
"Sahara ." ucap Bryan langsung berdiri dari duduknya .
"Bryan .." ucap Sahara dengan menatap Bryan sendu .
" Kenapa kau ada disini ." ucap Bryan dingin .
"Aku kesini mau mengantarkan berkas , !! dimana Dimas ." ucapnya melihat ke arah isi ruangan itu .
"Dia keluar membeli makanan, sini berkasnya dan kamu boleh kembali ." ucap Bryan dingin tanpa melihat ke arah Sahara .
Sahara hanya diam dan melihat mimik wajah pria itu ,dia menatapnya dengan sendu ,ingin rasanya Sahara memeluk pria yang ada di depannya itu ,dia merindukan sosok pria itu ,merindukan hangatnya di mana dia memeluknya dengan terpaksa .
Brukkk......
"Dasar wanita murahan , berani-beraninya kau menyentuhku ." ucap Bryan mendorong Sahara hingga tersungkur ke lantai .
"Bryan , apa di hatimu tidak ada aku sedikit pun ." ucap Sahara lirih .
"Cih .. tak tahu diri sekali !! apa gunanya kau berkata itu padaku ,lalu apa Dimas ada di hatimu seperti apa yang kau katakan itu ." ucap Bryan dengan nada jijik .
Sahara tidak menjawab pertanyaan Bryan ,dia bangkit dan kembali memeluknya hingga erat ,dia tidak perduli Bryan mencengkram tubuhnya untuk mendorongnya Kembali ,tapi Sahara bersikeras memeluk pria itu hingga dia tersenyum menyeringai di belakang punggung Bryan dengan menarik tangan Bryan hingga ke pinggangnya .
"Bryan ,!! apa kau masih belum bisa melupakan adikku Monalisa ,hingga kau tidak bisa membuka hati untukku sedikitpun , tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu ,meski siapapun itu yang mendekatimu ,aku tidak akan memb....
"Sahara ...." ucap seseorang yang kini berada di ambang pintu.
Kini keduanya melihat ke arah asal suara ,Bryan terkejut saat Dimas berada di ambang pintu .
"Di_dim ... ini_ini gak seperti yang kau lihat dim, dia yang memelukku dim , wanita in....
"Bohong !! Dimas ... dia yang memelukku ,aku ke sini hanya mengantarkan berkas ini ,dan dia tiba-tiba saja memeluk ku .. dan. ... "
"Dan dia menggodaku ,hiks...hikss... Dimas ... bahkan dia hampir memperkosa ku ." ucap Sahara dengan tangisnya .
"Kau !! .... Sahara apa yang kau katakan !!,Dimas itu semuanya bohong ,kau jangan percaya dia ,aku tidak melakukan itu ." desak Bryan .
"Dimas ,dialah yang bohong padaku ,bahkan dia dari dulu menyukai ku ,bahkan dia berhubungan dengan Monalisa pun dia menggo...
"Benarkah .." ucap Dimas dingin dengan mata yang sudah memerah menahan amarah .
"Benar !! Dimas ,kau percaya padaku kan ,bahwa dia yang menggoda...
"Sahara ... kau yang telah menggodaku !! Dimas .. dengarkan penjelasan ku, kau harus percaya padaku sahabat sedari kecil ,!! kau jangan percaya wanita ular ini ?! Dimas dia menyukai mu hanya demi ha...
"Dimas .. hiks... hiks... bahkan dia mengelak ,dia tidak ingin jujur padamu ,kau jangan perca...
"Cukup !! .." ucap Dimas dengan nada tinggi .
__ADS_1
Sahara terkejut dengan nada suara Dimas ,baru kali ini dia mendengar nada suara Dimas yang menakutkan, dan lebih ngeri ketimbang dengan Bryan .
Dimas mengeluarkan ponsel dan menekan rekaman suara dengan volume yang tinggi ,sahara terkejut saat mendengar rekaman tersebut , Dimas pun menekan rekaman Sahara dimana dia mendapatkan rekaman itu dari suruhannya , dan di mana Sahara di sekap oleh Erland dengan mengatakan halnya menjijikan pada Bryan , bahkan dia pun memindahkan rekaman demi rekaman atas hasil dari penyadap suara dimana Sahara melakukan kejahatan dengan perlakuannya sendiri .
"Apa itu kata mu, bahwa sahabat ku menggoda mu ." ucap Dimas mematikan rekaman suara terakhir .
"Di di Dimas ... k_au kau .. mendapatkan rekaman suara itu dari mana ." ucap Sahara dengan bergetar .
Dimas tersenyum kecut , bahkan dia begitu santai nya berjalan ke arah Sahara ,dengan membelai wajahnya wanita itu lembut ,tapi seketika senyuman itu hilang dan memperlihatkan wajah menakutkan ,dengan tangan mencengkram wajah Sahara .
"Sahara !! kau pikir aku akan selamanya bodoh ,di bodohi olehmu seumur hidup ,!! dan kau .. tak perlu tahu aku mendapatkan rekaman ini dari mana ,tapi yang jelas aku tahu sekarang di balik wajah polos mu itu adalah topeng ."
"Dan sekarang kau mau mencoba membodohi ku lagi ,dengan perlakuan mu yang menjijikan itu ,cih... aku tidak akan mempercayai mu ." ucap Dimas mencengkram wajah Sahara dengan semakin keras .
"Diimmaas... itu semuanya bohong ,aku tidak melakukan itu ,itu pasti hanya shetingan ,itu buka....
"Bukan kamu ... !!! ohh bukan kamu ya ... haahh ...." jawab Dimas dengan suara nada tinggi dan menghempaskan wajah Sahara hingga tersungkur ke bawah .
Dimas kembali menekan rekaman suara dan mengambil rekaman suara itu dari ponsel wanita paruh baya yang tak lain adalah omah. .Dimas menekan rekaman itu dimana Sahara berbicara dengan seorang pria dan membicarakan soal harta , lagi-lagi wanita itu terkejut dengan apa yang barusan dia dengar .
"Sekarang aku sudah tahu semuanya siapa dirimu , !! dulu aku bodoh .. tapi sekarang tidak lagi , " ucap Dimas dengan mencengkram ponselnya .
"Dimas ja_jadi selama ini kau ... kau ..
"Yaa ... !! kau benar , aku hanya mengikuti alur cerita dan sandiwara yang kau buat Sahara ." ucap Dimas berbalik dan melangkah pergi meninggalkan vila itu .
"Dimas ... Dimas ... Dimas tunggu !! itu semua bohong ,itu bukan aku ,suara itu bukan suara aku .. dimas... dimas " teriak Sahara yang kini mengikuti langkah Dimas .
Di saat Sahara melangkah,dia berbalik ke belakang melihat Bryan , setelah itu dia kembali melanjutkan langkahnya untuk mengikuti Dimas .
Bryan !! yah pria itu terkejut dan tak bisa berkata-kata , dia tidak percaya bahwa Dimas menyelidiki Sahara dan lebih terkejutnya lagi , Dimas tahu bahwa wanita itu mempunyai pada hati pada dirinya , bahkan dia tadi melihat raut wajah Dimas yang tak biasanya jauh lebih berbeda .
Di jalan .
Sahara mempercepat kan mobilnya dengan menyerempet mobil yang lain ,dia mengejar Dimas yang ada di depan terhalang oleh ke tiga mobil ,Sahara membanting stir mobil dengan amarahnya .
"Sialan ,!! si lembek itu ternyata tak selembek yang aku kira ." ucap Sahara dengan nada kesal .
"Tidak ...?! jangan sampai Dimas membuangku dan mengusirku ,jika pun dia mengusirku ,aku tidak perduli. .. aku sekarang bahkan sudah mendapatkan aset proyek dari dia ,tenang Sahara ... tenang ,!!
"Ahhh sialan .?! aku harus mencoba membujuk pria itu lagi ,jika masih saja gagal ,aku tidak perduli dia mengusirku dari mansion itu ,yang penting aku membawa stengah harta dari pria itu ." ucap Sahara dengan membawa mobil dengan kecepatan tinggi .
Sahara mengingat perkataan pria itu di vila tadi , bahkan dia mengingat rekaman suara itu ,
Dimas yang kini sampai di mansion melangkah masuk dan berjalan ke arah kamar dengan membanting pintu kamar dengan keras ,Roy yang sedari tadi berada di pos bersama pak Jarwo mengikuti langkah tuannya itu ,di saat dia masuk dia begitu terkejut saat pintu di banting dengan keras .
"Ada apa dengan tuan Dimas ,apa nona Sahara membuat ulah ."
Kini Roy melangkah ke arah pintu kamar Dimas ,dia tidak mendengarkan apapun ,karna kamar Dimas kedap suara ,di banding dengan kamar lain .
Di saat Roy berbalik ,Sahara berlari menabrak pundak Roy ,dia pun terkejut saat Sahara berlari menabraknya .
"Dimas ... buka pintunya ..?! dimas percaya padaku ,itu bukan suara ku ..Dimas buka pintunya . " teriak Sahara menggedor-gedor pintu ..
Omah yang tak jauh dari kamar Dimas mendengar suara teriakan Sahara yang sudah membangunkannya , wanita paruh baya itu pun keluar dan melihatnya.
"Sahara ,apa yang kau lakukan di tengah malam begini ,kenapa kau menggedor pintu kamar Dimas ." ucap wanita paruh baya itu .
"Diam ,kau nenek tua ." ucap Sahara dengan nada tinggi .
Erland yang mendengar suara berisik itu pun bangun dari tidurnya ,Erland mengerutkan kening nya dan melihat ke arah jam ,kini dia melihat ana yang tertidur pulas dengan memeluk dirinya , lagi-lagi Erland mendengar suara teriakan Sahara ,Erland melepaskan tangan ana dengan pelan dan mencium kening ana ,dengan cepat dia bangun dari tidurnya dengan perasaan kesal .
"Berani sekali mengganggu tidurku ,apa yang di lakukan Sahara di luar sana ."
Erland pun membuka pintu dan melangkah ke arah asal suara , dia terkejut melihat Sahara menggedor-gedor pintu Dimas , omah yang memberhentikannya pun kena teriakan Sahara .
"Sahara berhenti, Roy ... cepat seret wanita ini ke kamarnya ,dia sudah gila ." ucap wanita paruh baya itu .
"Diam ,!! nenek tua ,... ini pasti kau yang melakukannya ,pasti kau yang sudah menghasut dimas ," ucap Sahara yang kini melangkah menghampiri wanita paruh baya itu .
"Berani sekali kau membentak orang tua ," ucap Erland yang kini menahan tangan Sahara .
Sahara memberhentikan langkahnya saat tangannya di cengkram oleh Erland ,dengan kesal dan amarah yang memburu ,kini dia menepis tangan Erland dan pergi ke kamarnya meninggalkan ruangan itu .
Erland melihat ke arah omah dan juga Roy ,dia menatap mereka penuh tanda tanya dengan apa yang telah terjadi , Dimas melangkah ke arah pintu kamar Dimas dengan mengetuk pintunya ,tapi tida k ada jawaban dari dalam .
Sementara didalam sana ,dimas berada di kamar mandi yang kini tengah bercermin di kaca yang sudah pecah karna pukulan dari tangan nya , dia mengingat di mana tadi Sahara memeluk Bryan dengan begitu jelas ,Dimas berfikir mungkin ini saatnya dia harus melepaskan Sahara ...
__ADS_1
"Ahhhh ... saharaaaaaaaa ...." teriak Dimas dengan memukul cermin yang ada di kamar mandi itu .
Tangan yang sudah bercucuran darah dia tidak memperdulikan itu ,luka bakar di bulan lalu pun dia sudah merasakannya ,dengan begitu dia tidak merasakan sakit itu Karna sudah kebal dengan amarah yang memuncak.