Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Penyelamat Nabila .


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu , Erland melihat pesan dari sahabatnya yang tak lain adalah Steven ,dia menghembuskan napas nya dengan kasar ,dia tidak mungkin tidak datang ke hari spesial sahabatnya yang tak lain adalah Irsan .


Mengingat istrinya tengah hamil ,Erland tidak mungkin juga datang ke bar ,jika dia ijin pada istrinya kemungkinan ana tidak akan mengijinkannya , tidak ada cara lain lagi dia harus bilang pada istrinya untuk mengirim pesan .. bahwa dia akan telat pulang .


Erland pun mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan pada ana ,bahwa dia akan pulang terlambat karna ada pertemuan dengan klien ?,selang beberapa menit Erland menunggu balasan dari ana ,wanita hamil itu membalas nya dengan emot tersenyum .


Ana mengerti dengan Erland yang pekerja kantor membuatnya mungkin akan melakukan pekerjaan penting hingga dia hanya membalas "Iya" dengan emot tersenyum , Erland yang melihat jawaban pesan dari istrinya merasa bersalah , dia hanya bilang akan pulang terlambat, dan itu sudah membohongi istrinya yang kedua kalinya .


"Sayang maafkan aku .. aku janji setelah bertemu irsan ,secepatnya aku akan pulang ."


Bryan masuk ke ruangan Erland ,dia melihat sahabat nya itu dengan heran ,kini dia memberikan berkas untuk di tanda tangani oleh sahabatnya itu .


"Tanda tangani itu ." ucap Bryan .


Erland tidak menghiraukan berkas yang di berikan oleh Bryan ,tapi dia melihat bryan dengan berpikir .


"Aku akan tanda tangani berkas ini ,?! sekarang kau pergi dan belikan aku alat make-up." ucap Erland yang kini membuka berkas itu .


Bryan mengerutkan keningnya setelah apa yang barusan sahabatnya itu katakan dan menyuruh membeli alat make-up.


"Kau gila ya ...!! kau suaminya ,ngapain menyuruhku untu...


"make-up itu bukan untuk istriku ,tapi untukku !! cepat belikan aku alat make-up itu ." ucap Erland santai .


Bryan tercengang dengan perkataan Erland ,untuk apa sahabatnya itu membeli alat make-up untuk dirinya sendiri .


"Erland kau sudah gila ,apa kau mau menjadi war...


"Ohh begini saja ,, kalau tidak?! temui karyawan wanita untuk meminjam alat make-up.. kemungkinan mereka pasti bawa ." ucap Erland dengan enteng tanpa memperdulikan ekpresi Bryan .


"Tidak .. tidak ...?! kau benar-benar sudah gila ,aku tidak ingin melakuka..


"Ini untuk drama ku malam nanti Bryan ,cepat kau keluar untuk pinjamkan aku alat make-up ke karyawan wanita ." ucap Erland .


Bryan mengerutkan keningnya kembali dengan apa yang di ucapkan pria itu .


"Maksudmu .." ucap Bryan .


"Bryan cepat kau pergi ke karyawan wanita , jika kau tidak mau pergi belikan aku make-up sekarang juga ,?! jika kau tidak mau juga aku akan potong gajih mu bulan ini ." desak eraland


"Aku tak perduli ." ucap Bryan membalikan badannya .


"Bryan ,sekali lagi kau melangkah akan aku lempar laptop ini, kalau tidak aku aka..


"Diam ..?! aku akan melakukannya ." decak Bryan dengan menghentakkan kakinya dan berlalu pergi .


Bryan pergi dengan berdecak ,kini dia melangkah ke arah lift untuk menuju ke bawah ,dia lebih memilih beli make-up di banding meminjam pada karyawan wanita, sekarang dia berpikir dengan perkataan sahabatnya itu "DRAMA MALAM" itu yang membuatnya tidak mengerti .


Seketika Bryan ingat ,bahwa nanti malam adalah ulang tahunnya Irsan ,dan pria itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk datang ke bar, tapi apa yang akan di rencanakan erland kenapa harus membeli alat make-up.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat pukul 19.00 malam , Steven dan Irsan kini berada di bar milik keluarga baskara, mereka berdua tengah menunggu kedua sahabatnya itu , sudah lewat 15 menit mereka menunggu tapi kedua sahabatnya itu tak juga kunjung .


"Apa kau sudah menghubungi dua beruang kutub itu ." ucap Irsan yang kini tengah duduk .


"Sudah ...!? tapi aku khawatir akan hal Erland ,gimana jika dia tidak di ijinkan oleh istrinya untuk ke bar " ucap steven


" Itu akan lebih menarik lagi ,Erland tidak mungkin ijin pada kakak ipar ,jika pun kakak ipar tahu ,, haha ,aku ingin lihat ekpresi Erland di amuk oleh kakak ipar ." ucap Irsan dengan berkhayal.


Steven hanya geleng kepala dengan ucapan sahabatnya itu , Steven melihat ke arah pintu dia melihat Erland berjalan menghampirinya ,begitu juga dengan Irsan .


"Maaf aku terlambat ," ucap Erland yang kini berdiri di hadapan sahabatnya .


"Erland ayo duduk ,kenapa kau hanya berdiri saja ." ucap Steven


"Dimana Bryan ,bukannya dia datang lebih awal dariku. " jawab Erland yang masih berdiri .


"Tadi dia kirim pesan padaku untuk mampir ke cafenya dulu ,?! ohh Erland apa yang kau bawa itu ,?! sudah ku bilang kau tak perlu membawa hadiah ,aku merayakan ulang tahunku hanya bersama sahabat saja ." ucap Irsan yang melihat Erland memegang paper bag kecil .


Erland tidak menjawab pertanyaan Irsan ,kini dia duduk di pertengahan mereka dan menaruh papar bag kecil itu di meja yang ada di depannya .


Kini Irsan memanggil head bar untuk menyuruh pelayan membawakan minuman ke ruangannya , orang tersebut hanya mengagunkan kepalanya dan berjalan ke arah luar , Erland menghela napasnya berat ,dalam pikirannya dia memikirkan istrinya itu .


"Apa kau ijin pada istrimu ." ucap Steven dengan di angguki Erland.


"Aku tidak menyangka kakak ipar mengijinkan mu pergi ke bar ." timpal irsan .


Erland lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan sahabat satu nya itu ,dia hanya melihat ponselnya tanpa menyalakannya ,Erland melihat jam yang ada di pergelangannya sudah menunjukan jam 19.20 malam ,dia berjanji pada ana untuk pulang 08.30 ,kini dirinya menyandarkan punggungnya di kursi dengan memejamkan matanya.


Sementara di sisi lain ,orang yang di perintahkan oleh Irsan tadi mengahmpiri gadis yang kini tengah meracik minuman .


"Nabila , kau harus mengantarkan minuman ini ke ruang tuan baskara yang pintunya ada nomor " 555 ," ucap orang tersebut dengan di angguki Nabila .


"Oh tunggu .?! pemilik bar ini temannya tuan Erland kan , " gumam Nabila .


Kini Nabila pun membawa minuman itu dimana Irsan berada, kini Nabila pun tengah sampai di depan pintu ,kebetulan pintu itu sedikit terbuka , di saat dia akan mengetuk pintu ,dia terkejut siapa yang dia lihat itu .


"Tuan Erland bersama wanita ,?! kurang ajar ... dia rupanya mau menyakiti sahabat ku ." gumam Nabila mengeluarkan ponselnya memotret Erland .


Di saat Nabila memasukan ponselnya dia di kaget kan dengan suara pelayan yang lainnya .


"Nabila kenapa hanya berdiri saj ..

__ADS_1


"Ah ... ahh ..aduh mba Erni ,bisa tidak untuk menggantikan aku bawa bir ini ke dalam., aku kebelet ,tolong ya .. tolong ." ucap Nabila dengan di angguki pelayan itu .


Dengan memegang perutnya ,Nabila pergi pura-pura sakit perut dan lari ke toilet dengan menahan amarahnya .


"Kurang ajar pria sialan itu , bermain wanita di belakang ana , huh aku harus kirimkan foto ini pada ana ." gumamnya yang kini mengeluarkan ponselnya .


Dengan percaya dirinya, Nabila menahan amarah setelah apa yang dia lihat di ruangan tadi ,kini dirinya keluar dan melanjutkan kerjanya , semetara di ruangan sana Erland telah di godai oleh wanita-wanita yang Irsan panggil ,


Wanita itu berpindah posisi duduknya di samping Erland ,di saat wanita itu duduk, gelas yang berisi bir itu tumpah ke Jaz Erland , Erland yang melihatnya pun menahan amarahnya .


"Aduh tuan Erland maaf ya, saya tidak sengaja .?! ayo ,saya akan menemani anda ke ruang ganti ,Jaz ini biar saya cuci setelah itu saya akan memberikannya pada anda ," ucap wanita itu sembari menggoda Erland .


Erland menutup matanya dengan menahan amarah ,kini dia membuka matanya dan mengeluarkan ponsel yang ada di saku jaznya .


"Tidak perlu, Jaz ini di design khusus ,tidak bisa di cuci , ?! kau bayar aja ,mau cash atau transfer ." ucap Erland dingin tanpa melihat ke arah wanita itu .


Wanita itu begitu terkejut setelah apa yang di katakan Erland ,seteven dan Irsan yang tengah minum pun tersedak dengan perkataan sahabatnya itu .


"Erland ,berhenti menakuti gadis kecil ?! dia memang salah ,sudahlah biarkan saja ,kau terlalu kejam menyuruhnya untuk membayar ." ucap Irsan menyenggol tangan sahabatnya itu


"Kau yang akan ngomong dengan Anatasya nantinya untuk tanggung jawab ,jika aku pulang dengan tidak memakai jaz." ucap Erland menatap sahabatnya itu .


Seketika Irsan diam dan tak menjawab perkataan sahabatnya itu ,jika ana tahu mungkin juga dia yang akan di salahkan Karna menyuruh suaminya datang ke barnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di sisi lain wanita hamil itu tengah menahan amarahnya setelah Nabila mengirimkan foto suaminya dengan wanita lain.,kini dia melangkah untuk ke bawah ,setelah ke bawah dia melihat pak Urip yang keluar dari arah pintu ruang kerja Dimas .


Kebetulan di ruangan bawah itu tidak ada siapa-siapa ya meskipun dia tahu mansion itu di jaga oleh cctv kabel ,tapi ana tidak perduli ,dia pergi hanya untuk melabrak suaminya di bar .


"Pak Urip .. antarkan saya ke bar sekarang juga ." ucap ana yang memberhentikan langkah supir itu .


"Nyo_nyonya ,apa saya tidak salah de...


"Tidak ...?! saya di suruh suamiku kesana , ayo cepat antarkan saya ." ucap ana dengan menahan kekesalannya .


Pak Urip pun hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan langkanya dengan di ikuti ana , kini ana pun tengah masuk ke dalam mobil dengan pak Urip yang kini sudah menyalakan mobilnya , kini mereka pun pergi meninggalkan halaman mansion.


Tak butuh waktu lama ,ana sampai di bar tersebut dan masuk ,pak Urip yang melihat ana jalan terburu-buru membuatnya khawatir dengan kondisinya saat hamil .


Ana mencari-cari suaminya itu dengan menahan amarahnya ,dia melihat wanita-wanita yang berpakaian seksi itu jadi semakin marah .


"Mas .. kau enak-enakkan disini dengan wanita-wanita seksi itu ,?! hohh .. aku akan mencari mu hingga dapat , pertemuan penting apa .?! kau membohongiku mas ." gumam ana dengan amarahnya .


Nabila terkejut saat melihat sahabatnya tengah berada di bar ,dia tidak menyangka ana akan melabrak suaminya itu ,bahkan dia tidak berpikir bahwa ana akan menghampirinya langsung , kini Nabila menghampiri sahabatnya itu .


"A_ana ,kenapa k_kau di sini ." ucap Nabila dengan gelagapan.


"Nabila .. dimana Erland ,dimana dia ..wanita mana yang menggoda suamiku ,aku akan memberi perhitungan pada wanita itu ." ucap ana yang kini menggepalkan tangannya .


"Nabila .. katakan dimna...


"Iya-iya ... ayo .. aku antar kamu ke sana ." ucap Nabila yang kini menarik tangan ana .


Sesampainya di pintu dimana erland berada ,ana akan membuka pintu itu ,di saat pintu itu akan di buka , Nabila menahan tangan ana.


"Jangan terlalu buru-buru ,kita lihat mereka dengan membuka pintu pelan oke , kita lihat apa yang di lakukan pria-pria kurang ajar itu ." ucap Nabila .


Ana menghela napasnya berat dengan menganggukkan kepalanya ,kini dia membuka pintu dengan pelan dan melihat ruangan itu ,betapa terkejutnya Erland duduk dengan sedekat itu dengan wanita .


"Ana .. tahan dulu .?! kau jangan gegabah belum tentu Erland yang salah ,." ucap Nabila menahan pundak ana .


Nabila dan ana melihat mereka di ambang pintu hanya kepalanya saja yang terlihat ,sementara Erland masih saja di goda oleh wanita berbeda lain lagi yang ada di dekatnya .


"Tuan Erland mari kita minum ,saya lihat kau tidak minum sama sekali dari tadi ,dan anda jangan terlalu dingin , saya bahkan sudah meminum banyak seperti ini ," ucapnya yang kini telah mendekat kan kepalanya di pundak Erland .


Erland seketika menahan wanita itu ,dan melihat wajah wanita yang ada di sampingnya , kini dia ingat dengan make-up yang di belikan oleh Bryan tadi


"Aduuuhhh... apa yang kau lakukan kak , make-up mu luntur ,tenang ?! aku akan memperbaiki nya ." ucap erland dengan nada layaknya wanita .


Erland mengeluarkan bedak di paper bag yang dia bawa tadi, dan memberikannya ke wanita itu ,wanita itu terkejut dengan suara pria itu seperti wanita .


"Kita akan mulai main-main ,rapihlah sedikit ,dan aku juga lupa tadi tidak memoles lipstik di bibirku ." ucap Erland yang kini tengah memoleskan lipstik di bibirnya .


"Lihat warna lipstik ini ,merah merona ?! nih kak cobain ," ucap Erland kembali dengan memberikan lipstik itu dengan suara layaknya wanita .


Steven dan Irsan terkejut dengan apa yang dia lihat ,sahabatnya itu seketika berubah ana yang tadinya marah ,kini menahan tawanya dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu ,sementara Nabila dia terkejut setelah Erland mengeluarkan suara wanita .


"Apa pria itu ada sisi bancinya ,?!"


Di saat Erland akan mengambil make-up lainnya dia tak sengaja melihat ke arah pintu ,Erland terkejut melihat istrinya berada di ambang pintu .


"Ehh kakakku datang menjemput ku untuk menemaninya belanja ,,sampai jumpa ." ucap Erland berdiri meninggalkan wanita itu .


"Sial ,bisa dapat gonel dari istri ,?! kenapa ana bisa di sini ,dia pasti marah ...pasti marah ,sayaaaaangg jangan biarkan aku lagi ,!? ohh tidak ana sudah menampilkan muka ngamuknya ,tidak ...tidak ... gimna jika dia pergi lagi .."


"Sa_sayang ... aku .. aku jelas...


"Sudah ayo pulang ,aku akan menghukum mu mas .." ucap ana yang kini menarik tangan Erland .


"Sayang ,?! ini tidak seperti yang kau lihat ,aku ..aku tidak ngapa-ngapain dengan wanita itu ,kalau kau tidak percaya aku akan panggilkan Irsan sekarang ,biar dia tanggung jawab ." ucap Erland yang kini berbalik .


"Mas Erland ,kau mau balik lagi ke dalam untuk menemui wanita itu ,apa menemui teman mu . " ucap ana yang memberhentikan langkah Erland .

__ADS_1


"Sayang ,, biar kau percaya ,bahwa aku tidak ngapa-ngapain ,wanita itulah yang menggodaku ." ucap erland dengan nada takutnya .


"Ana kenapa ada di sini ,tahu darimana...?! sial ,pasti Kak Dimas yang memberi tahu ,tapi tidak mungkin..?!


"Aku tidak marah ,?! ayo pulang dimana mobilmu ,aku tadi kesini dengan pak Urip dan tadi aku menyuruhnya untuk langsung pulang ." ucap ana menggandeng tangan Erland .


"Sayang kau benar tidak ma...


"Aku percaya sama kamu mas ,tapi kenapa kau bohong sama aku ,jelaskan kenapa kau bohong padaku ." ucap ana dengan melipatkan kedua tangannya


Erland pun menceritakannya di depan istrinya itu ,ana menatap suaminya itu dengan intens , beberapa menit setelah melihat Erland ,kini dia menganggukkan kepalanya untuk mempercayai suaminya itu .


"Aku percaya...?! terus gimana ,senang gak malam ini dengan wanita-wanita seksi itu ." ucap ana yang kini membalikan tubuhnya .


"Tidak?! rasanya aku ingin cep...


"Hemmm lihat !! warna lipstik ini merah merona ." ucap ana tersenyum yang kini meniru nada suara Erland tadi .


Erland terkejut dengan apa yang dia dengar dari mulut istrinya itu ,kini dia mengejar ana yang tengah jalan duluan .


"Anatasya,, kamu ini yaa .." ucap Erland dengan gemas .


Kini mereka pun telah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan bar itu ,Nabila yang melihat ana pergi menghela napasnya panjang.


Gadis cantik itu kini melanjutkan pekerjaannya ,Nabila adalah salah satu gadis termuda dari kalangan sahabat lainnya yang kerja di bar , bukan hanya menari saja yang lihai tapi dia juga lihai dalam menyajikan minuman termasuk bir .


Bagi Nabila pekerjaan bartender memang bukan profesi yang umum di pilih orang apalagi seorang gadis sepertinya, Nabila sempat di larang oleh orang panti yang tak lain adalah pak Darmanto dan juga Bu Ratih yang merawatnya sejak kecil ,tapi Nabila menjelaskan dengan seksama dengan apa yang di lakukan di bar tersebut , untungnya mereka pun mengerti dan mau menerimanya .


Kini Nabila mengingat perkataan sahabatnya Anatasya untuk berhenti kerja di bar tersebut , Nabila tahu sahabatnya itu menghawatirkannya seperti pak Darmanto dan Bu Ratih .


Nabila melihat jam yang ada di pergelangan tangannya sudah menunjukan jam 21.00 malam ,dalam satu jam lagi dia harus pulang , di saat Nabila berdiri dari peristirahatan nya dia melihat pria yang stengah mabuk menghampirinya .


"Gadis manis ,kau pekerja paling termuda di sini ,ayo kita minum, ?temani saya minum ." ucap pria itu menghampiri Nabila .


Nabila mundur ke belakang , pikirannya sudah liar dan takut ,baru pertama kali ini ada orang yang mengganggunya di bar , pria itu menghampiri Nabila maju dengan sempoyangan .


"Ayo ... gadis manis kau jangan munafik ." ucapnya dengan menarik tangan Nabila .


"Lepaskan !! jika anda menyentuh saya lagi , saya akan hubungi polisi ." ucap Nabila menepis tangannya dari pria tersebut .


Pria itu menatap tajam pada Nabila dengan maju melangkah menghampiri Nabila yang tengah mundur .


"Kau ingin mencoba menakuti ku gadis manis ,?! ayo bermain denganku , kau jangan sombong ."ucap pria itu dengan tajam .


Di saat pria itu akan menyentuh wajah Nabila ,tangan nya langsung di tahan oleh seseorang pria , dan pria stengah mabuk itu melihat tangan kekar pria yang tengah mencengkram nya , Nabila yang menunduk pun mendongkakan kepalanya dan melihat siapa yang sudah menghalangi pria mabuk yang menggangunya itu ..Nabila terkejut siapa yang tengah menahan tangan pria mabuk itu .


"Si plizzer , apa dia akan menyelamatkanku ."


Pria yang menahan pria mabuk itu yang tak lain adalah Bryan , Bryan melihat ke arah pria mabuk itu dengan mencengkram tangannya kuat ,pria itu pun tersenyum dan melihat ke arah Nabila dan Bryan dengan tangan satunya meminta agar tangannya di lepaskan .


"Haha ... sorry ." ucap pria itu.


Bryan pun melepaskan tangan pria itu dan menghampiri Nabila , Nabila yang melihat Bryan melangkah ke hadapannya seketika mundur kebelakang .


"Tu_tuan.."


Bryan melihat ke arah Nabila ,kini pandangannya mencari-cari sahabatnya yang mungkin tengah menunggunya sedari tadi ,di saat Bryan berbalik pria tadi akan melemparkan segelas air ke hadapan dirinya dan Nabila ,seketika Bryan langsung membuka jaznya menghalangi air itu agar tidak terkena pada gadis itu .


Di saat Bryan memasangkan Jaz itu pada Nabila ,pria tadi akan menyerang Bryan dari belakang ,tapi dengan cepat Bryan menghindar dan menarik tangan Nabila,


Bryan menahan pinggang Nabila ,agar gadis itu tidak keseleo dengan heels yang di pakai Nabila ,dengan tak sadarnya mata mereka bertemu dan menatapnya satu sama lain ,dengan cepat bryan melepaskan tangannya .


"Apa serangan pria itu mengenai mu ." ucap Bryan menatap Nabila .


"Tuan Bryan ,saya .. saya tidak ap...


"Wow .. pahlawan malam menyelamatkan gadis cantik ya ," ucap pria itu yang kini melangkah menghampiri Bryan .


"Ayo langkahi dulu mayatku ." ucap pria itu kembali dengan nada entengnya .


"Tetap disini ,jangan kemana-mana ." ucap Bryan yang di angguki Nabila .


Kini Bryan pun berbalik menghadap pria itu dengan melonggarkan dasi yang dia pakai, Bryan menatap pria itu dengan tajam ,di saat pria itu menyerang , tangan Bryan langsung menahan pria itu dengan mencengkram jarinya dengan kuat .


"Ouhhhh....uhhh sakit... sakit...sakit..." pekik pria tersebut.


"Beraninya kau mengganggu wanita ." ucap Bryan dengan menatapnya tajam dan mendorong pria itu ke arah meja yang di penuhi botol .


Orang-orang yang ada di bar pun berteriak histeris dengan perkelahian itu ,suara riuh pun tengah berkumpul di bar ,Steven dan Irsan yang mendengar suara jeritan di luar sana langsung berlari ke luar , betapa terkejut nya kedua pria itu, siapa yang membuat keributan di bar itu adalah sahabatnya sendiri .


Kini Bryan berbalik lagi ke arah Nabila ,Nabila yang melihat pria tadi tengah memegang botol untuk melemparnya ke Bryan .


"Tuan awa...


Duakkkk .... prangggggg .... dughh ......


Bryan langsung menendang botol itu dan menghajar pria tadi hingga tersungkur ke sofa yang ada di bar , Bryan kini menarik tangan Nabila ke arah lain .


"Gadis ceroboh ,kenapa kau ada di tempat seperti ini ,dan kenapa kau berpakaian seperti ini ,apa kau pekerja bar disini .? cih .. gadis merepotkan ."ucap Bryan menghempaskan tangannya .


Nabila langsung melepaskan Jaz itu ke wajah pria yang ada di depannya ,dengan menahan amarahnya.


"Tuan jika menurut anda saya merepotkan ,kenapa anda menolong saya dari pria itu ,jika anda tidak ikhlas menolong , kenapa menghalangi pria itu dari saya ,dan saya juga tidak meminta bantuan dari anda." ucap Nabila dengan amarahnya dan berlalu pergi .

__ADS_1


Bryan terkejut dengan perkataan gadis itu ,yang di katakan gadis itu benar ,kenapa dia mesti harus menolongnya jika dia merepotkan ,Bryan berdecak kesal dengan apa yang barusan terjadi ,kini dia melangkah untuk menemui sahabatnya itu dan melupakan kejadian yang beberapa menit lalu.


__ADS_2