Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Malam pertama .


__ADS_3

Nabila mengikuti Bryan ke salah satu ruangan ,bahkan saat ini pun Mikha tengah berjalan ke arahnya dengan sembari membawa CV anak magang baru .


"Pagi tuan , " ucap Mikha pada Bryan.


"Hemmm ..." jawab Bryan berdehem .


Mikha melihat gadis yang berada di samping Bryan ,kemungkinan karyawan yang di maksud Dimas adalah gadis yang di samping Bryan .


"Apa kamu yang bernama Nabila ." tanya Mikha .


"Iya kak .. saya Nabila ." jawab Nabila membungkukkan kepalanya .


"Baiklah !! kalau begitu kamu tunggu dulu di sini ,saya akan menyuruh atasan bagian bidang kecantikan ." ucap Mikha dengan di angguki Nabila .


Nabila melihat ke arah dimana wanita-wanita lain tengah serius dengan pekerjaannya ,saat Nabila berbalik dia terkejut saat melihat Bryan melihat ke arahnya .


"Bryan !! jangan menatap ku seperti itu ,dan kenapa masih ada di sini ."ucap Nabila dengan nada kecil .


Bryan tidak menjawab pertanyaan Nabila ,kini dia mencuri-curi pandang ke arah para karyawan yang serius dengan pekerjaannya dan juga melihat ke arah pintu dimana Mikha tadi masuk .


Kebetulan karyawan yang tadi posisinya menghadap ke arahnya, tidak tahu kemana, dengan cepat Bryan mendekat ke arah Nabila dengan merangkul pundaknya ,bahkan pria itu pun mencium kening Nabila .


"Sayangku ... !! aku masih disini karna masih merindukanmu , aku akan menunggumu sampai masuk ke ruangan yang akan di tuju oleh Mikha ." ucap Bryan pelan dengan mencium kening Nabila kembali


Nabila langsung mendorong tubuh pria itu menjauh , tapi Bryan mendekat lagi dan tak perduli .


"Jangan mendorongku ?! kau tahu ,jika kau mendorongku seperti barusan , aku benar-benar tidak ingin pergi dari sini, bahkan aku hanya ingin ikut kamu ke ruangan sa....


"Nabila !! mari ikut dengan saya ." ucap Mikha yang telah datang.


"Ahhh ... baik kak ..." jawab Nabila ikut melangkah mengikuti Mikha .


Nabila melihat ke arah belakang ,dia merasa bersalah pada pria itu yang tadi tengah mendorongnya , Bryan melihat Nabila yang kini melihatnya hanya tersenyum dengan berkata pelan .


" l Love you ." gumam Bryan kecil .


Nabila yang melihat Bryan bergumam tidak mengerti karna saat ini dia tengah berjalan mengikuti Mikha ,dengan cepat Nabila membalikan pandangannya dan mengikuti Mikha ke salah satu ruangan .


Bryan yang masih senyum-senyum di ruangan itu membuat dirinya tidak sadar bahwa dirinya kini berada di tempat lain ,tanpa Bryan sadari salah satu karyawan tidak sengaja melihat Bryan yang senyam-senyum sendiri , Bryan yang melihat ke arah karyawan langsung berhenti dari senyumannya , kini dia pun pergi dari ruangan tersebut tanpa memperdulikan karyawan itu .


"Kalian merasa gak ,kalau tuan Bryan sudah dua hari ini suka sering senyum." ucap karyawan .


"Iya benar !! bahkan dia menjawab sapaan orang dan gak biasanya .!! biasanya tuan Bryan suka menampilkan mimik muka dingin ." ucap yang lainnya .


" Dia punya pacar gak yah ," ucapnya lagi .


"Gak pernah dengar sih ... mungkin enggak ." timpal lainnya .


"Tipe yang dia suka seperti apa ya ." ucapnya lagi .


"Yang pasti bukan kaya kamu ." timpal yang lainnya dengan tertawa kecil .


"Syuuttt .... kalian pada ngapain !! gimana jika tuan Dimas kesini , sudah-sudah kita lanjutin kerja ." timpal karyawan yang sedari tadi mendengarkan perkataan mereka .


"Hey ... tuan Dimas itu gak pernah keruangan ini tahu ,kita ...


"Lihat inframerah itu..." jawabnya .


Ketiga wanita itu langsung mundur dari kursinya ,mereka tidak engeuh dengan cctv yang terpang-pang di ruangan itu ,


"Ehh tunggu !! jangan-jangan tipe wanita tuan Bryan ,kamu anggel ." ucapnya tanpa melihat ke arah gadis tadi .


Gadis itu langsung memerah wajahnya ,saat temannya berkata sedemikian ,dia memang terkagum atas ketampanan Bryan ,hanya saja dia terlalu cuek ,dan selalu membedakan dirinya dengan Bryan .


"Tuan Bryan memang tampan !! tapi kami berbeda Drajat ,!! aku ini hanya karyawan , sementara dia adalah sekertaris perusahan di sini ."


Pekerja yang bernama anggel pun melanjutkan pekerjaannya,dia tidak ingin memikirkan tentang pria yang baru saja di bicarakan oleh teman-teman di sampingnya .


.


.


.


Di sisi lain ,


Dimas yang tengah berkutat dengan laptopnya ,mengalihkan pandangannya dimana ponselnya berada ,kini dia memberhentikan kerjanya dan melihat ponsel yang baru saja bergetar.


Dia melihat pesan dari dista , bahkan gadis itu memaki-maki dirinya karna tidak membangunkannya ,bahkan Dimas terkejut melihat pesan itu yang beberapa kali di kirim oleh gadis itu , Dimas tidak membalas pesan amukan dari istrinya itu , dia menaruh ponselnya dan tak berniat membalasnya.


Tok....tok.....


"Masuk ." ucap Dimas .


"Tuan !! persiapan untuk acara lelang desainer Minggu depan sudah di persiapkan ,dan ini juga undangan anda untuk acara lelang nanti ," ucap Mikha .


"Apa aku mesti datang ke acara itu .' ucap Dimas .


"Tentu tuan !! bahkan acara amal itu di sponsori oleh perusahaan anda ,dan ini undangannya ." ucap Mikha memberikan undangan tersebut .


"Hemmm ... baiklah !! terima kasih , kau boleh kembali ." ucap Dimas dengan di angguki Mikha .


Dimas membuka undangan itu dan membacanya ,bahkan undangan itu tertulis untuk membawa pasangan ,Dimas menghela nafasnya saat membaca undangan tersebut .


"Acara amal desainer "


"Dan membawa pasangan , ?! aku tidak tahu ,, Dista tertarik atau tidak jika aku membawanya ke acara nanti ."


Mengenai Dista ,dia menjadi teringat akan hal gadis itu yang tengah tertidur ,Dimas mengingat dimana Dista melayani saat dirinya tak berdaya semalam itu , tanpa sadar dia pun tersenyum mengingat akan hal itu .


Bryan yang datang dengan membawa berkas mengerutkan keningnya melihat Dimas yang tengah senyam-senyum sendiri , Bryan membungkuk sedikit melihat wajah berserinya Dimas .


"Dimas ." ucap Bryan.


Dimas seketika tersadar saat Bryan kini tengah di hadapannya ,bahkan dia di buat kesal dengan Bryan yang tiba-tiba masuk dan tidak ketuk pintu .


"Bryan kau main masuk .. dan tidak mengetuk pintu ." decak Dimas.


"Cih .... aku tak perduli ,?! tadinya sih aku ingin mengetuk pintu , tapi saat melihat tuan Anggara yang senyam-senyum sendiri membuat ku melupakan ketukan pintu itu ,?! Dimas , apa kau kerasukan setan. " ucap Bryan .


"Bryan ... apa yang kau katakan ,gak jelas ." ketus Dimas dan berdiri dari duduknya .


"Hey ... ?! tapi aku sudah lama tidak melihatmu tersenyum dan .....terasa aneh sekali ." ucap Bryan.


"Anehnya , bahkan aku melihatmu senyum dengan wajah bersemu .." ucap Bryan kembali .


Dimas yang kini tengah minum tak menghiraukan perkataan Bryan, dia hanya acuh dan berjalan ke arah meja kebesarannya .

__ADS_1


"O....o.... apa kau sedang memikirkan nyonya ..." ucap Bryan lagi .


"Bryan !! apakah aku harus memotong gaji mu untuk bulan ini karna sudah berani memperhatikanku .." jawab Dimas .


"Hehe ... eu ... Dimas ,jika kamu memotong gaji ku di bulan ini ,aku hanya akan tinggal di rumah mu nanti ,dan bekerja menjadi pesuruh omah ,?! tapi ....... aku tidak perduli juga sih jika kau memotong gaji ku ,Karna aku sudah banyak uang .." ucap Bryan.


"Kau .... ,akan ku tarik untuk membatalkan membantu perusahaan mu itu ." jawab Dimas .


"Reaksi mu begitu menakutkan sekali , !! jangan batalkan ... oke .. oke ... aku salah ... plis kau jangan membatalkan itu ,bahkan kau sudah berjanji untuk membantuku ,,jika kau tidak membantu ,aku akan kembali lagi ke kota s ,dan membawa Nabila ." ucap Bryan .


Dimas berjalan mendekati Bryan dengan menaruh gelas di tangannya dengan kasar , dia tidak menjawab Bryan ,dan hanya melihat wajah sekertaris nya itu .


"Hmmm .. Dimas kau jangan memberikan tatapan seperti itu padaku ,oh ...hoho ... apa kau tidak mendapatkan jatah dari nyonya Dista ,?! atau perlu kah aku membantumu untuk membujuk nyonya agar memberikan tips malam padamu .." ucap Bryan menggoda .


Dimas terkejut dengan perkataan pria itu , dengan cepat kini tangannya bergerak mengambil pas bunga ,dan siap untuk melemparkan pada Bryan, Bryan yang melihat itu langsung pergi dari ruangan Dimas dengan sembari tertawa kecil .


.


.


.


Di mansion Anggara .


Key Wanita paruh baya yang tak lain adalah omah ,kini melihat dista yang tengah asik bercanda dengan baby Kenzie membuatnya tersenyum ,rencana di Minggu lalu dimana Dimas dan dista ke Hongkong membuatnya sedikit kecewa ,tapi dengan begitu wanita paruh baya itu tidak akan menyerah .


Kini dirinya melihat jam sudah menunjukan hampir pukul 08:00 malam ,bahkan pria itu pun belum menampakan dirinya di mansion itu , wanita paruh baya itu kini tengah tersenyum jahil dan melihat ke arah bi Ani ..


"Bi Ani tolong buatkan sayur Sup jamur untuk Dimas , kemungkinan sebentar lagi dia akan pulang ?! aku akan menyiapkan makan malam untuk Dimas " ucapnya .


"Baik nyonya ." jawab bi Ani .


Wanita paruh baya itu kini melangkah menghampiri Dista dan juga ana yang tengah bercanda gurau dengan cicitnya yang tak lain adalah Kenzie .


"Kenzie cicit omah " ucapnya .


"Iya omah ." ucap Dista menirukan suara Kenzie .


"Dista ... apa kau suka kenzie." ucap omah.


"Tentu omah !! dia menggemaskan ,dan bahkan aku suka dengan anak kecil .." jawab Dista dengan mencium pipi gembul Kenzie .


"Makannya cepat punya Dede bayi ,bahkan kau bermain dengan Kenzie begitu senang !! berikanlah omah cicit lagi ,dengan begitu Kenzie ada temannya ?! iya kan sayang nya omah ." ucap omah mengambil Kenzie dari pangkuan Dista .


Dista dan ana saling pandang saat wanita paruh baya itu mengatakan hal itu ,bukan tidak ingin ,hanya saja semenjak menikah dia bahkan belum tidur bersama dengan Dimas ,bahkan sampai saat ini mereka hanya tidur dengan pisah ranjang ,bukan key namanya kalau dia tidak melakukan apapun untuk kedua pasutri itu .


wanita paruh baya itu pun tahu ,dengan keadaan Dimas dan juga Dista ,hanya saja dia tengah berpura-pura tidak menahu saja ,maka dari itu dia tetap berusaha untuk melakukan rencana yang sering dia lakukan ,namun apa yang dia lakukan tidaklah membuahkan hasil , tapi dengan kali ini ,wanita paruh baya itu berharap rencananya akan berhasil .


"Eu.... omah .. an ... aku ke dapur dulu ya untuk ambil minum ." ucap Dista dengan di angguki ana .


Dista pun melangkah pergi meninggalkan ruangan itu ,omah yang melihat Dista pergi membuat nya cengengesan ,ana yang melihat omah tertawa kecil ,hanya geleng kepala ,ana tahu dengan ucapan omah itu hanya untuk mendorong Dista agar mereka cepat-cepat memiliki bayi .


Dista yang kini melangkah ke arah kulkas ,terhenti saat melihat Bi Ani yang tengah masak ,Dista pun menghampiri bin Ani dan juga melihatnya.


"Bi Ani ... kenapa masak lagi ,bukannya sisa tadi masih tersisa ya ." tanya Dista .


"Haha . oh nyonya !! ini untuk tuan Dimas nanti ," jawab bi Ani .


"Iya tapi kan masih ada ,dan jika dia pulang nanti aku tinggal hangat kan saja ." ucap Dista .


"I_itu ... ah ..haha ... tuan Dimas menyukai sup jamur nyonya , dan tadi tuan Dimas menelpon nyonya besar ,katanya dia menyuruh saya untuk membuatkan sup jamur ini ." jawab bi Ani gelagapan.


"Bukannya tadi pria itu bilang mau makan di luar ,?! kenapa sekarang tiba-tiba dia menyuruh bi Ani membuatkan sup jamur ,kenapa gak bilang padaku saja ,?! hemmzt .... mentang-mentang aku tidak masak ,kau bahkan menyuruh orang lain ,huh aku yang sebagai istri ingin juga kali belajar masak ."


"Oh gitu ya ... kalau gitu nanti biar aku yang menyiapkan nya ya ." ucap Dista dengan di angguki bi Ani .


Kini Dista pun meninggalkan dapur itu melangkah ke arah kamarnya untuk mengambil ponsel dan untuk mengirimkan pesan pada Nabila .


"Nabila ... !! kenapa dia di pindahkan ke kantornya kak Dimas , apa ...... ahh haha aku tahu ,pasti Erland sengaja ingin mendekatkan Bryan dan juga Nabila "


"Tapi tadi aku bertanya pada Erland jawabannya !! ........


"Kenapa kak Dimas membutuhkan karyawan wanita , bahkan dia membutuhkannya Nabila lagi ."


Dista heran kenapa Dimas meminta karyawan pada Erland ,bahkan di perusahaannya begitu banyak karyawan ,Dista berfikir mungkin Dimas pun sengaja Nabila ke perusahaannya karna Bryan ,tapi Dista tidak tahu sebenarnya Dimas melakukan itu atas karna dirinya ,dia ingin mendekatkan Dista dengan Nabila seperti hari-hari dimana dirinya sebelum menikah .


.


.


Tepat pukul jam 08:30 Dimas kini tengah sampai di mansion Anggara ,kini dia turun dari mobil dan melangkah ke arah pintu masuk ,di saat dia masuk dia melihat gadis yang tengah tertidur di sofa dengan meringkuk ,Dimas tersenyum dan menghampiri gadis itu ,setelah sampai di depan gadis itu dia berjongkok dan melihat wajah damai itu terlelap .


"Kenapa gadis ini tidur disini "


Dimas menyibakkan sehelai rambut Dista yang tengah menghalangi wajah istrinya itu ,Dista yang merasakannya langsung membuka kedua matanya dan melihat Dimas yang tengah berjongkok .


"Kak ... kau sudah pulang " tanya Dista .


"Hemm ... kenapa kau tidur di sini ." jawab Dimas .


"Aku nungguin kakak .." ucap Dista .


" Nungguin aku ." jawab Dimas heran .


"Hu'um .." jawab Dista .


Deg .....


Dimas tersentuh saat Dista mengatakan bahwa gadis itu tengah menunggunya pulang ,bahkan Dimas pulang dengan waktu yang menunjukan pukul 9 malam.


"Kenapa nungguin aku ." jawab Dimas .


"Ya nungguin kakak pulang !! dan maaf ... aku menunggumu sampai ketiduran ." ucap Dista .


"Kenapa gak langsung tidur saja ,kan tadi aku menyuruhmu untuk tidur terlebih dahulu ,kenapa harus menunggu aku ." jawab Dimas .


"I_itu karna ... a_aku ... aku ingin seperi mami ." ucap Dista .


"Mami ... maksud mu ." jawab Dimas .


"Mami suka nungguin papi pulang ,kalau di jam waktunya pulang kantor ,,makannya aku nunggu kakak." ucap Dista .


Dimas hanya melihat Dista tanpa menjawab pertanyaan gadis itu ,ini baru pertama kalinya dia tunggu Dista di saat pulang kerja ,Karna setiap harinya Dista pun kerja dan pulang bareng bersamanya.


"Kak... kenapa pulang hampir malam ,apa pekerjaan banyak .." ucap Dista .


"Hemmm .. tidak !! hanya saja aku sedang membantu Bryan , makannya aku telat pulang ." jawab Dimas .

__ADS_1


"Eum.. kak Dimas ?! kak Dimas mau makan Sama sup jamur kan ,tadi bi Ani sudah memasaknya ,sekarang biar aku hangat kan dulu ya ." ucap Dista beranjak dari duduknya .


"Dista aku...


"Makan sama sup jamur ,"


"Kebetulan !! aku tadi tidak jadi makan malam ,?! tapi kenapa tiba-tiba bi Ani membuat sup jamur ."


Dimas berdiri dengan pikiran yang masih terheran dan melihat Dista yang kini tengah di dapur ,dia melangkah menghampiri gadis itu dan melihatnya ,Dista dengan cepat mengikat rambut panjang dengan di kuncir kuda ,Dimas yang melihat itu hanya bisa menelan salipnya dengan kasar saat dirinya melihat leher jenjang putih istrinya itu .


Dengan cepat Dimas memalingkan wajahnya dan berjalan ke arah kursi meja makan menunggu makanan yang di siapkan Dista .


Selang beberapa menit ,Dista pun kini tengah membawa sup itu ke arah meja makan dan menyiapkan makan malam yang terlewat kan.


"Kak .. apa kau tidak mandi du...


"Tidak ... langsung makan saja !! habis ini baru mandi ." ucap Dimas yang kini siap menyantap makannya .


"Kalau gitu ,,aku Kembali ke kamar untuk menyiapkan air mandi dan juga baju gantimu ." ucap Dista dengan di angguki Dimas .


Dista pun kini melangkah pergi meninggalkan Dimas ,begitu pula Dimas yang kini tengah menikmati makan dengan sup jamur kesukaannya.


Tanpa Dimas sadari ,sedari tadi omah dan juga bi Ani memperhatikan dimas dan Dista ,tepatnya memperhatikan Dimas yang tengah menikmati makan malamnya , omah yang tersenyum smirk berharap rencana kali ini akan berhasil .


"Bi Ani !! aku harap rencana yang kita lakukan itu berhasil ,, bahkan Dimas sudah memakan sup itu dengan habis." gumam omah .


Bi Ani hanya mengangguk kan kepalanya memberikan jawaban pada wanita paruh baya itu , kedua wanita paruh baya berbeda umur ituh kini melihat Dimas melangkah ke arah dimana kamarnya berada , bahkan sang omah sudah tersenyum senang setelah melihat Dimas menyelesaikan makannya .


Kini kedua wanita paruh baya itu pergi ke kamarnya masing-masing saat Dimas tengah memasuki kamarnya ,Dimas yang baru masuk langsung merogoh ponselnya untuk melihat pesan dari Bryan, Dista yang melihat Dimas terduduk di ranjang membuka suaranya.


"Kak .. aku sudah siapin air mandinya ,dan pakaian juga sudah aku siapkan , aku keluar dulu untuk membereskan bekas makan mu ." ucap Dista dengan di angguki Dimas .


Dimas berdehem dan merasakan tidak nyaman dalam tubuhnya ,kini dimas melepaskan dasi yang ada di lehernya dengan gerakan cepat .


"Kenapa aku panas begini ."


Dimas pun kini membuka kedua kancing kemejanya untuk sedikit melegakan kegerahan nya ,tapi suhu tubuhnya semakin panas dan tidak nyaman ,kini Dimas melangkah ke arah kamar mandi untuk menghilangkan rasa tidak nyaman itu .


Selang beberapa menit ,dista Kembali ke kamarnya , Dista melangkah ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup di karnakan Dimas masih mandi ,Dista melihat Jaz Dimas yang tergeletak di bawah membuatnya heran .


"Biasanya kak Dimas gak sembarangan taruh barang , tapi kenapa dia membiarkannya di lantai ."


Dista mendengar suara pintu kamar mandi di buka ,Dimas yang keluar dengan hanya memakai handuk sampai pinggang membuat Dista terkejut dan membalikan tubuhnya .


Sementara pria itu masih saja merasakan panas dalam tubuhnya dan merasa tidak nyaman meskipun dirinya sudah mandi ,tapi saat ini dia benar-benar tidak nyaman ,bahkan kepalanya pun pusing ,kini pandangannya melihat Dista yang tengah berdiri membelakanginya .


Dimas menghampiri Dista dengan keadaan yang tidak baik-baik saja ,dista yang tiba-tiba di tarik oleh Dimas terkejut bahkan pria itu menahan Dista ke arah dinding tembok ,Dista yang melihat raut wajah Dimas yang memburu membuatnya takut .


"K_kak .. a_apa yang ...Mmmmm...mmmm .. kak ... apa yang terjadi pada...Mmmmmm...mmmm..


"Tolong aku .. tolong aku Dista " ucap Dimas dengan suara parau nya .


Dimas pun langsung membungkam bibir mungil Dista kembali dengan rakus ,Dista yang di perlakukan dengan kasar langsung menahan dada bidang pria itu untuk mendorongnya ,tapi dengan tenaga Dista yang kecil membuatnya susah untuk mendorong Dimas ,bahkan pria itu tenaganya sungguh kuat ketimbang dengan dirinya .


Dimas yang stengah sadar pun berpikir dengan apa yang dia pikirkan, tidak ada cara lain selain menyembuhkan rasa tidak nyamannya selain Dista ,Dimas yang melihat Dista memberontak seketika memperlakukannya dengan lembut dan menahan tangan gadis itu .


Tiba-tiba Dista merasakan kelembutan yang Dimas lakukan padanya ,Dista saat ini jantungnya berdebar dan bergetar hebat dengan apa yang di lakukan oleh pria itu .


"apa yang terjadi ,kenapa dia jadi seperti ini ,?! apa dia menginginkannya ,tapi kenapa harus seperti ini ,aku ...


Dista terkejut saat Dimas mencium lehernya dengan sembari membuka kancing piyamanya ,Dengan cepat Dista menahan tangan pria itu ,tapi Dimas menepis tangan Dista yang tengah menahannya .


"K_kak ... hiks.. hiks.... hen_hentikan ... ! aku melihat kau seperti mabuk ..aku tidak ingin kau melakukan itu dengan tidak ada cin.....


Lagi-lagi Dimas membungkam mulut Dista dengan mengungkungnya sampai ke rajang , Dimas memperlakukan Dista dengan lembut ,meskipun dia setengah dari kesadarannya ,dia tidak ingin membuat Dista terkejut dengan apa yang terjadi pada dirinya .


"Tolong bantu aku kali ini saja ,obat penawarnya cuma kamu Adista ." ucap Dimas yang kini ******* bibir Dista dengan lembut .


"Kak .. tapi ... Mmm....


"Apa kamu mencintai ku kak ,bahkan kau melakukan ini padaku dengan setengah sadar ,aku takut jika nanti kau sadar ,kau malah jijik padaku ,dan langsung menceraikan ku ,aku tidak ingin menjadi janda muda "


Dista tidak bisa menolak ,apalagi pria itu memperlakukannya dengan sangat lembut ,Dista sesekali melihat mimik wajah merah pria itu ,bahkan dia berfikir selama menikah dengan hampir satu bulan dia baru melakukan nya dengan Dimas, dengan begitu dia pun harus memberikan mahkotanya pada Dimas yang stengah sadar itu .


Hasrat yang sudah memenuhi kegairahan Dimas membuatnya semakin tidak tertahankan ,kini dia dengan cepat membuka kancing piyama dista yang tersisa tadi .


Tidak hanya itu ,bahkan pria itu pun membuka penghalang sebuah kedua bola itu dengan sembari menatap dista ,setelah berhasil di buka Dimas membuang benda itu ,Dista yang sudah stengah telanjang langsung menutup dadanya dengan kedua tangannya .


Tapi dengan cepat Dimas menepis tangan Dista dan menahannya dengan satu tangan ,Dista terkejut saat pria itu tengah menyentuh benda miliknya , dan hal itu berhasil membuat satu ******* lolos dari mulut dista .


Dimas mencium bibir Dista yang menggoda dengan gairah yang memuncak ,bahkan kini pria itu menciumnya pindah ke leher jenjang sang istri dan seterusnya ke bawah ,Dimas berhenti di saat dia sampai dimana dirinya menelusuri perut Dista ,tanpa pikir panjang Dimas pun membuka celana piyama dista yang dimana membuat Dista hanya bisa memejamkan matanya .


Dista hanya berpikir dalam keadaanya sekarang dengan apa yang telah dia lakukan ,meski itu dengan suaminya .


"Aku merelakan tubuhku untukmu kak ,karna aku ingin menjadi istrinya seutuhnya untukmu ,tapi aku khawatir setelah itu kau membuang ku dan tidak tanggung jawab, meski kau sekarang adalah suamiku ,tapi dengan caramu seperi ini membuatku takut akan hal itu ."


Lagi-lagi Dista terkejut saat melihat benda yang tengah berdiri tegak ,Dimas pun kini sudah membongkar celana piyama dan CD yang di kenakan dista ,t bahkan dirinya malu dan menutupkan wajah dengan kedua tangannya , Dimas yang stengah sadar tidak memperdulikan dista , dia hanya menepis tangan dista yang menutupi wajahnya , Dimas langsung membungkam bibir Dista dengan lembut .


Dimas yang sudah tidak tertahan ingin segera membuang rasa tidak nyamannya itu , kini dia menatap wajah Dista yang berkaca-kaca dengan singkat Dimas mengecup bibir Dista , tanpa minta ijin pun Dimas melakukan apa yang harus dia lakukan .


Satu hentakan ...


"Akhh ..kak ." Dista mencengkram kuat tangan Dimas


Dua hentakan ...


"Sakiiittttt .... " lirih Dista menahan rasa sakit nya.


Di situ Dista meringis kesakitan dan menahan kedua pundak Dimas , Dimas yang melihat Dista menangis ,langsung membungkam bibir Dista untuk menenangkannya agar rasa sakit itu tidak terlalu menyakiti nya .


Setelah di rasa tenang ,Dimas melakukan aksinya lagi ,Hinga hentakan demi hentakan lenguhan dari bibir Dimas yang kini telah berhasil membuat Dista menjadi wanitanya tepatnya menjadi istri seutuhnya ,Bahkan benda keras itu bergerak bebas di dalam tempatnya .


"K_kak ..,


Dista yang saat ini merasakan puncaknya membuat dia seperti melayang ,dan semakin lama Dista merasakan sensasi yang terasa nikmat ,rasa sakit itu telah terganti dengan rasa yang luar biasa , dista membiarkan apapun yang di lakukan oleh suaminya itu .


Malam panas yang panjang telah di lalui sepasang suami istri itu , sebenarnya Dimas sudah sepenuhnya sadar dari pengaruh yang membuatnya tidak nyaman itu, Dimas sadar di saat dia sudah membuka penghalang beda kenyal milik Dista ,dia tidak mungkin menunda yang sudah membuat hasrat nya memuncak , baginya dia melakukan itu karna Dista adalah istrinya ,dan itu pun sudah seharusnya dia lakukan di malam pertama mereka .


Setelah melakukan menegangkan itu telah di lewati akhirnya dua insan itu menghempaskan raganya di atas ranjang mereka yang saat ini tengah berantakan .


Dista tampak kelelahan di saat permainan Dimas begitu membuatnya lemas ,napas keduanya memburu seperti sudah habis berlari , keringat yang sudah membasahi tubuh mereka masih terasa kenikmatan menegangkan itu .


Dimas menghempaskan tubuhnya di samping Dista dengan memejamkan matanya , bahkan dia pun lelah dengan setelah melakukan malam panjangnya ,Dimas membalikan tubuhnya ke arah Dista dengan mata terpejam , kini dia menangkup wajah istrinya dengan mencium kening Dista sembari memejamkan matanya .


Dimas mengisyaratkan Dista untuk segera tidur dengan mengusap kepala dista dengan lembut , sebenarnya dia ingin mengeluarkan suara , tapi dengan kejadian tadi dia tidak mungkin bersuara ,Dista melihat mimik wajah Dimas yang kini tengah memejamkan matanya , setelah mereka melakukan itu , lagi-lagi Dista khawatir ,dia takut di saat Dimas sadar nanti ,pria itu tidak akan bertanggung jawab .


"Kak ..." lirih Dista .

__ADS_1


Dimas tidak menjawab Dista ,pria itu masih saja memejamkan matanya , kini tangannya menarik tubuh Dista kedalam pelukannya , Dista yang merasakan hembusan napas Dimas seketika dia diam dan tak berkata lagi ,Dista yang di peluk oleh Dimas terasa nyaman ,bahkan tak terasa kedua insan yang baru melakukan malam pertama itu kini telah tertidur lelap .


__ADS_2