Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Bulan madu.


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu , hari di mana suami istri itu masih saja seperti biasa ,di depan wanita paruh baya mereka lakukan seperti halnya sepasang suami istri , meski Dimas tidak melakukan kontrak lagi ,tapi Dimas menganggap Dista istri ,hanya saja di antara mereka belum bisa seperti halnya sepasang suami istri seperti yang lainnya .


Meskipun begitu ,Dimas dan Dista berangkat ke kantor pulang pergi berangkat bersama ,Dimas tidak perduli dengan tatapan orang lain saat dirinya turun dengan satu mobil dengan Dista .


.


.


Begitu juga hari dimana Bryan saat ini harus di asingkan lagi ke Hongkong untuk pertemuan kerja sama perusahaan Dimas ,tepatnya mengelola perusahan Anggara untuk beberapa hari. awalnya Bryan menolak ,tapi melihat Dimas yang baru beberapa hari memiliki istri tidak mungkin dia menolak juga , siap tidak siap ya Bryan harus pergi lagi dengan menghela napasnya berat ,baru saja dua Minggu yang lalu dia pergi ,sekarang harus pergi lagi .


Di bandara .


Bryan mengingat dimana dirinya tadi sebelum berangkat ke bandara mampir ke kantor Erland ,bukan mampir hanya saja dia diam di tempat lain untuk melihat seseorang ,Bryan tidak ingin bilang lagi atas kepergiannya pada gadis itu ,awalnya Bryan pun berniat untuk mengatakannya ,tapi dia urungkan ,dia takut di bilang cowok yang berusaha untuk mendapatkan cinta ,jadi kesempatan ini Bryan hanya bisa melihat gadis di arah jauh.


Tak berapa lama pun Bryan melihat Nabila yang kini turun dari gojek online dan tengah melangkah ke arah dimana dia harus masuk ,tapi Bryan mengerutkan keningnya saat Nabila melambaikan tangan yang entah ke siapa ,Bryan masih saja melihat gadis itu ,hingga seorang wanita kini tengah melangkah ke arahnya ,ternyata wanita itu yang tak lain adalah Niken .


Bryan melihat nabila tersenyum dari arah samping ,dia melihat gadis itu ,tapi setalah itu Nabila melangkah masuk ,Bryan menghela napasnya berat saat gadis itu menghilang ,Bryan mengingat dimana dirinya mimpi di beberapa hari yang lalu ,langkah dan senyum itu mengingat dimana Nabila memanggil Bryan di dalam mimpi ,dan langkah itu pun langkah dimana nabila melangkah yang hampir tak terlihat dari pandangan Bryan.


Bryan menghela napasnya dan siap untuk landas ,Bryan menekan ponselnya dan melihat pesan dimana dirinya dan Nabila chatingan ,


"Nabila ... aku harap kepulangan ku nanti , kamu mengatakan perasaan mu ,aku akan menunggu saat-saat itu " gumam Bryan mematikan ponselnya .


"Maaf aku harus pergi tanpa memberimu tahu mu ."


Bryan pun kini tengah berada di pesawat dan siap untuk landas ke Hongkong ,mengingat perkataan Dimas yang menyuruhnya untuk pergi ke Hongkong mengingat dirinya beberapa tahun yang lalu pergi ke london dan meninggalkan wanita yang dulu dia cintai , tapi beruntung saat ini dia tinggal di negri orang hanya beberapa Minggu saja ,dengan begitu dia juga tidak begitu lama meninggalkan gadis yang di cintai nya itu .


.


.


Di sisi lain .


Nabila kini berada di kantin ,dia melihat ponselnya dan melihat pesan Bryan beberapa jam yang lalu ,Nabila mengerutkan keningnya melihat jam dimana Bryan mengirimkan pesan .


Tidak biasanya pria itu mengirimkan pesan di jam waktu kerja ,Nabila tidak berpikir panjang lagi ,kini dia pun membalas pesan pria itu dengan mengirimkan foto makanan yang ada di depannya , tapi beberapa menit yang dia lihat nomor pria itu tidak aktif .


Nabila pun berfikir demikian ,mungkin Bryan sibuk pekerjaan dan belum sempat mengaktifkan ponselnya , Nabila tersenyum tipis saat mengingat dimana dia tiba-tiba mendapat kan pesan dari Bryan beberapa hari yang lalu ,


Nabila tidak tahu dengan perasaannya sekarang ini , di bilang chatingan setiap hari enggak , mereka hanya saling sapa ,bahkan pria beberapa hari ini hanya memberikan pesan di setiap pagi dan siang saja , tidak seperti hari-hari sebelumnya ,Nabila pun enggak ingin berharap penuh pada pria itu .


Dengan perasaannya yang belum dia ungkapkan belum juga bisa keluar dari mulutnya ,dia belum bisa berani , apalagi dia mengatakannya di depan pria itu , karna Nabila selalu tidak bisa terkontrol jika sudah berhadapan dengan pria itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain.


Dista melangkah keluar ,karna pekerjaan membuat sketsa seni sudah dia selesaikan, perusahan DA'GROUP kini tengah kedatangan orang asia ,bahkan Dista pun melihat para media yang kini melangkah ka arah lain yang tengah mengikuti orang asing tersebut, dengan penasarannya Dista pun mengikuti ke arah dimana orang asing itu melangkah .


"Kenapa ada orang asia !! bahkan atasan di bidang kosmetik pun mengikutinya dari belakang ,kenapa kak Dimas tidak bilang bahwa perusahaannya akan kedatangan orang asing ." gumam dista, dista pun melangkah ke ruang itu .


Dimas yang mau rapat ,melihat Dista masuk ke area ruangan kosmetik ,tapi Dimas tidak memperdulikan itu , karna Dista sudah menjadi istrinya, terserah apa yang akan di lakukan oleh gadis itu di kantornya.


Sementara di dalam sana Dista terkejut ,melihat orang asing itu tengah duduk dan akan di riasi ,Dista pun mengerti ,mungkin perusahaan ini akan melakukan iklan bermacam-macam kosmetik , bahkan Dista begitu antusias dan melihatnya ke arah manajer bidang kosmetik itu.


"Eumm ... itu ...


"Iya kenapa !! ohh bukannya kamu yang bagian di bidang seni bukan .." ucap wanita itu .


"Dan kamu kenapa di sini ." ucapnya kembali


"Eu ... aku ...


Di saat Dista akan menjawab ,dia melihat Mikha yang sebagai penanggung jawab perekrutan,tengah berjalan ke arahnya tepatnya ke manajer bidang kosmetik itu .


"Ah ...kak Mikha ." ucap Dista


"Adista .. kenapa kamu di sini ." jawab Mikha .


"Ahh ... aku .. aku kebetulan ingin belajar merias ,dan itu ..aku .. aku sangat tertarik dengan itu ." ucap Dista .


Orang-orang tersebut saling pandang ,Mikha pun mengerutkan keningnya melihat Dista .


"Karna menurutku model rias ini tidak terlalu mencolok , jadi aku bisa mengatasi ciri produk kosmetik dari perusahaan Anggara group ." ucap Dista kembali .


"Maaf Dista , ini bukan pekerjaanmu , meskipun kamu awalnya melamar pekerjaan di sini ke bidang kecantikan dan bidang seni ,tapi tuan Anggara sudah memasukan mu ke dapartemen seni ,bukan ke bidak kecantikan ,?! tapi yang kami rekrut adalah penata rias dan yang sudah profesional ." ujar Mikha .


"Dan aku rasa ,kamu gak mungkin bisa melakukannya dengan baik .." ujar Mikha lagi .


"Kak Mikha , aku bukan meragukan penata rias itu ,hanya saja riasan itu bisa aku ubah jadi riasan model , dan begitu riasan itu bisa terlihat jelas dan akan sangat cocok jika di pakai oleh orang asia ." jawab Dista


"Tidak perlu !! jangan membuang-buang waktu semua orang ,sekarang kamu kembali ke dapartemen seni dista ," ucap Mikha tersenyum .


"Tapi kak ...


"Kembalila.....


"Biarkan dia mencobanya ." ucap seseorang di balik kerumunan media .


Mikha dan Dista pun berbalik melihat ke arah asal suara ,para media pun menyingkir dan melihat pria yang berada di belakangnya ,Dista terkejut saat melihat Dimas berada di ruangan tersebut ,para media itu langsung memotret Dimas yang kini melangkah ke arah dimana orang asing yang akan di rias itu .


"Tuan Anggara , kenapa anda di sini !? tidak biasanya anda kesini ." ucap Mikha .


"Kebetulan aku sedang mengadakan rapat di sini , jadi sekalian aku melihat-lihat kesini ,aku bahkan malah tertarik dengan ucapan gadis ini ,." ucap Dimas melihat ke arah Dista tanpa melihat ke arah Mikha .


"Tuan Anggara ,disini banyak media ,jika dia tidak bisa meriasnya dengan baik ,produk baru kita akan di cap jelek , bahkan akan sangat mempengaruhi promosi ." ucap Mikha .


"Apa kamu bisa melakukannya ." ucap Dimas kembali bertanya pada Dista ,tanpa memperdulikan Mikha .


"Bisa ." jawab Dista tersenyum .


Mikha yang melihat itu pun menatap Dista dengan kesal ,dia takut produk baru itu tidak bisa meningkat tinggi di saat Dista yang akan melakukannya ,Dimas yang mendengarkan jawaban Dista hanya menganggukkan kepalanya dan bisa segera melakukannya .


Dista pun dengan segera menarik alat kosmetik itu untuk merias orang asing tersebut ,manajer kecantikan itu melihat gerakan Dista dengan memangut-mangut dan menampilkan senyuman .


Dimas pun memperhatikan gerakan Dista yang tengah merias orang asing tersebut ,begitu juga dengan Mikha yang tadi tengah menolak permintaan Dista .


Dengan waktu 25 menit merias pun kini tengah selesai , orang-orang serta media pun terkagum saat melihat hasil riasan Dista yang terlihat bagus .


"Wahhh ... sangat bagus ,terlihat natural tapi sangat cantik ,bahkan cocok di kulit orang itu ." ucap salah satu media .


"Anggara group selalu berkomitmen dan menyiapkan produk yang bagus ,jadi untuk di jadikan iklan aku memilih tekstur dan warnanya ,dan itu lebih cocok untuk wanita Asia ." ujar Dista .


"Bahkan menurutku ,ini juga sudah termasuk pekerjaan seni bagiku ,jadi aku mengubah riasannya dengan klasik , bahkan tekstur warna itu bisa di pakai dengan wanita modern ."ucap Dista kembali .


Semua orang bertepuk tangan saat Dista menjelaskan itu ,Dimas memperhatikan gadis yang tak lain adalah istrinya itu ,dia tidak menyangka gadis seperti dia bisa melakukan itu , manajer kecantikan pun kini melangkah ke arah Dimas dengan menampilkan senyuman .


"Tuan Anggara !! editor mis ane telah menilai produk baru kita ini sangatlah unik ,bahkan dia menilai dengan memberikan bintang lima ,dan dia tidak menyangka hasilnya menakjubkan dengan hasil yang di bayangkan , dan dia sudah memutuskan untuk mengisi berita stylish ini ,jadi dia juga akan mengunakan produk kecantikan dari perusahaan Anggara group." ucap manajer .


"Suatu kehormatan bagiku .,selain itu aku masih ada permintaan , apakah kau bisa mempollow akun Gadis ini ,Dita Adista ,dan memasukannya ke internet berita ." ucap Dimas dingin .


"Tentu saja tuan ,dan itu sudah seharusnya , karna dia men design begitu bagus "jawab manajer tersenyum .


"Selamat bekerja sama di bidang kecantikan Dita Adista ." ucap manajer tersebut dengan di angguki Dista .


"Oh ya !! bahkan wawancara hari ini telah mengundang aktris Chen dari China , tuan Anggara .. apakah anda akan mempertimbangkan ,untuk undangan mereka lagi ."ucap manajer .

__ADS_1


"Jika anda mempertimbangkannya edisi produk kita ini akan lebih semakin menarik ." ucapnya lagi .


"Wahh ... maksud mu aktris Chen Wei Wei .. " ucap Dista dengan berbinar .


Mikha dan Dimas melihat ke arah Dista yang tersenyum mekar ,Dimas mengerutkan keningnya ada apa dengan gadis yang ada di sampingnya itu ,hingga membuat nya berbinar .


"Kenapa ." tanya Dimas .


"Aktris itu adalah idola ku ,jadi aku bisa ketemu sama dia tentunya, ... eu... itu .. maaf ,aku terlalu bersemangat ." jawab dista .


"Bagaimana tuan Anggara ,apa anda akan mempertimbangkan nya melalui wawancara itu ." ucap manajer .


Dimas hanya mengangguk kan kepalnya dan melihat ke arah Dista yang tengah tersenyum ,kini Dimas melangkah pergi meninggalkan ruangan kosmetik itu ,tidak dengan Dista .. Dista melangkah ke arah area ruangan kosmetik itu dan melihat-lihat .


Di saat Dista memegang alat produk baru itu ,ada seseorang yang tak sengaja melihatnya dari samping ,kini dia pun mendekati Dista dengan penasarannya ,bahwa gadis itu adalah gadis yang dia temui saat hampir kecelakaan itu .


"Dista ." ucapnya .


"Oh ... tuan Martin ... kenapa anda ada di sini ." ucap Dista .


"Aku ada di sini ,karna aku juga kerja di bidang kecantikan, bahkan sekarang ada wawancara ,jadi aku melangkah melihat-lihat terlebih dahulu ."jawabnya dengan tersenyum .


"Kamu di sini kerja bagian bidang kecantikan juga .." ucapnya kembali .


Dista tidak menjawab pria itu ,dia hanya melihat-lihat produk baru itu dengan serius ,tanpa sengaja Dista menjatuhkan satu alat kosmetik ke lantai ,di saat dia akan mengambil alat itu seketika alat make-up yang lainya pun terjatuh ,hingga terinjak oleh heels yang di pakai oleh Dista .


Dista yang tak seimbang Karna menginjak alat kosmetik ,membuatnya hampir keseleo ,beruntung Martin dengan cepat menahan tangan Dista .


"Hey hati-hati " ucap Martin menahan tangan Dista.


"Dista ." ucap seseorang .


Yah ! sedari tadi Dimas mencari gadis itu , di kira dia gadis itu kembali ke dapartemen seni , tapi ternyata masih di ruang kecantikan , Dimas yang melihat tangan gadis itu di tahan oleh Martin melihat ke arah Dista ,Dista yang melihat Dimas langsung menepiskan tangannya dari Martin .


"Martin ..kebetulan sekali ." ucap Dimas dingin.


"Tuan Anggara ,kita bukan kebetulan ,hanya saja aku datang untuk belajar di Anggara group ....selamat ?! produk baru mu semakin sukses ." ucap Martin .


"Terima kasih ." jawab Dimas dingin .


"Omah menyuruh kita pulang dengan cepat , ayo ." ucap Dimas menarik tangan Dista .


"Ah .. tapi .. tapi kenapa cepat sekali ." jawab Dista berhenti dari langkahnya .


"Ayo pulang ." ucap Dimas


"Tuan Dimas !! kenapa anda memaksa karyawan anda sendiri , meskipun dia pacar anda .. seharusnya anda tidak terlalu mema...


"Bukan urusanmu ,, dia bukan lagi pacarku , tapi .......istriku." ucap Dimas menarik tangan Dista .


Martin terkejut dengan apa yang di katakan pria itu ,dari pacar jadi istri ,Martin berdecak dan tak percaya dengan apa yang di katakan Dimas ,dengan begitu dia melangkah mengikuti Dimas dan Dista ke luar ,Martin masih saja melihat Dimas yang menarik tangan Dista hingga ke parkiran bahkan mereka pergi begitu saja .


.


.


Di perjalanan.


Dimas dan Dista hanya diam tanpa bersuara ,Bahkan pria itu menahan amarahnya saat mengingat dimana gadis yang tak lain adalah istrinya itu dengan pria lain .


"Adista ... apakah kau tidak mengingat dengan perkataan ku sebelumnya ." ucap Dimas .


"Apa " jawab Dista .


"Selama kontrak denganku ,kau jangan dekat dengan pria lain ,apa kau lupa akan hal itu ." ucap Dimas .


Ckiiitttttt ....


Dimas tiba-tiba memberhentikan mobilnya ,Dista yang tengah berbicara hampir kejedot .


"Dengar Adista ... meski kontrak itu tidak berlaku lagi , tapi kontrak itu masih ada di tanganku dan masih ada tanda tanganmu ,, meski sekarang aku tidak membuat kontrak lagi , tapi tidak seharusnya kau berdekatan dengan pria lain .. dengar ?!.. aku melarang mu dekat dengan pria lain ... karna kau adalah istriku ." jawab Dimas


Deg ... deg... deg ..


"K_kak...kak Dimas ma_mau ngapain....


"Mau memberi hukuman ." jawab Dimas yang kini mendekatkan wajahnya dengan melonggarkan kursi yang di duduki Dista .


Dista melototkan matanya saat ini kursi yang dia duduki tiba-tiba melonggar kebelakang , apalagi saat ini Dimas berada di atasnya .


"Ya Tuhan .... apa yang akan di lakukan oleh pria ini ."


Dista memejamkan matanya saat Dimas saat ini semakin dekat dengan wajahnya , dimas tersenyum puas di saat Dista memejamkan matanya ,Dista yang sedari tadi meram membuka matanya perlahan , dia terkejut melihat Dimas yang kini menatapnya dekat sekali , Dista melihat wajah pria itu dengan tatapan sulit di artikan ,begitu juga dengan Dimas .


Dimas melihat bulu mata panjang dan lebat Dista ,pandangannya kini melihat ke arah hidung mancung Dista , lalu kembali lagi melihat ke matanya ,tanpa sadar saat ini jantung pria itu berdetak sangat kencang ,


"Kak ...


dengan cepat Dimas langsung terduduk kembali pada kursinya, saat Dista mengeluarkan suaranya .


"Ehem ... mmm ..ayo pulang ." dehem Dimas .


"Ada satu hal yang aku katakan padamu ,data yang kau tulis waktu itu tidak menandai ,bahwa kau pandai merias ,juga tidak tertulis bahwa kau suka menjadi penyiar ,bahkan hari ini aku melihat teknik cara merias mu ,dan idemu, dengan begitu kau pasti proposional, dan aku memikirkan hal itu ,kenapa hal itu tidak tertulis di data mu ." ucap Dimas .


Dista tidak menjawab pertanyaan pria itu ,dia hanya mencerna perkataan nya saja ,apa hal itu harus di tulis juga dalam data yang pernah dia tulis ..


"Adista ... jawab aku ." ucap Dimas .


"eu ... a_aku ... aku memang suka merias kok dan gak punya bakat proposional , soal penyiar .. aku ... aku .. aku memang suka siaran langsung di Ig kok sama Nabila , dan aku_aku memang suka siaran langsung tu_tutorial makeup." jawab Dista .


"Dan apakah itu harus aku juga tu.....


"Sudahlah .... " jawab Dimas yang kini menacapkan gas mobil nya dengan kecepatan tinggi .


"Pria ini ... kenapa bawa mobil kencang sekali , apa ini hukuman untuk istri yang sudah dekat dengan pria lain ."gumam Dista kecil.


Dua puluh meni di perjalanan ... .mereka pun sampai di halaman mansion Anggara , mereka turun dari mobil ,begitu juga dista ,Dista yang melihat Dimas jalan cepat mengikutinya dari belakang .


Sesampainya di ambang pintu ,wanita paruh baya itu kini tengah menunggu cucunya itu dengan menatapnya jeli ,Dista yang melihat omah pada Dimas tidak seperti biasanya ,tapi pria itu tidak menghiraukan tatapan sang omah .


"Omah ..?! omah kenapa ." tanya Dista .


"Tidak apa-apa Dista .. ayo masuk .?! kenapa berdiri di situ , ikuti suamimu sana." ucap omah tersenyum .


Dista hanya mengangguk kan kepalanya dan melangkah ke arah kamar mereka , Sesampainya di kamar ,dia tidak melihat Dimas ,kini matanya melihat ke arah pintu kamar mandi ,Dista pasti tahu bahwa suaminya itu berada di kamar mandi .


Dista terdiam sejenak ,selama menjadi istrinya Dimas ,dia belum pernah menyiapkan apapun untuk suaminya itu ,bukan tidak mau ,hanya saja pria itu melarangnya untuk menyiapkan sesuatu ,di karnakan Dimas tidak ingin barangnya di sentuh .


Pandangan matanya kini melihat ke arah lemari pria itu ,dengan langkah berat Dista melangkah ke arah lemari dengan memberanikan diri membuka lemari itu ,bukan untuk apa-apa ,hanya saja Dista ingin menyiapkan pakaian suaminya itu .


Dista pun meyiapkan pakaian Dimas dengan pakaian rumah ,Dista memikirkan pakaian apa yang harus dia siapkan untuk di rumah ,Dista pernah melihat Dimas memakai kaos putih dan juga celana pendek sampai lutut ,dista pun mencari pakaian itu ,tapi Dista bingung sendiri pakaian pria itu terlalu banyak ,dengan cepat Dista pun memilihkan kaos hitam dan juga celana trening .


Dista tidak perduli dengan nanti Dimas yang akan memarahinya ,karna dia hanya ingin melakukan kewajibannya saja ,Dista melihat ke arah pintu kamar mandi ,tapi pria itu belum juga keluar .


"Lama sekali .. sedang apa dia di sana ." gumam Dista .

__ADS_1


Kini Dista melangkah ke luar dengan masih berpakaian kantor ,dia mendengar suara ana sedang tertawa ,kemungkinan dia tengah bersama dengan Ken ,dan benar saja ana benar-benar dengan Kenzie, Dista pun menghampiri dan memperhatikan ana .


"Apa menjadi seorang ibu itu begitu ,bermain dengan seorang anak ,dan ana terlihat bahagia ."


.


.


Di tempat lain ,Dimas yang baru keluar dari kamar mandi melihat pakaian ganti di ranjang nya ,kini dia melangkah beberapa langkah dan memandangi pakaian itu ,dia sudah filling ... bahwa yang menyiapkan baju itu Dista ,Dimas pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke ruang ganti , Dimas hanya tersenyum tipis saat dia sudah mengenakan baju itu .


Kini dia melangkah ke arah pintu untuk keluar dan berniat untuk ke ruang kerjanya , di saat di melangkah , omahnya sudah berdiri di pintu ruang kerja Dimas. .


"Omah ..


"Dimas .. omah mau bicara dengan mu ," ucap omah .


"Omah ... apa yang mau omah bicarakan...


"Dimas kamu memerintahkan Bryan ke Hongkong , kenapa tidak kamu saja yang pergi ke sana hah ...", ucap omah.


"Omah ... aku tidak mungkin pergi dengan di waktu baru ni....


"Kau cucu yang sangat bodoh !? kenapa gak kamu yang mengurusi perusahaan disana ,sekalian untuk bulan madu dan ajak Dista ke sana ." ucap omah .


"Omah.. aku tidak berniat untuk bula....


"Dimas ... apa kau tidak ingin memberikan omah cicit dan untuk menemani Kenzie ...


"Omah .. aku dan Dista baru saja menikah ,aku tidak berpikir untuk segera punya anak , bahkan omah sudah memiliki cicit , dari Erland pun ***....


"Omah sudah mempertimbangkan keberangkatan kamu untuk bulan madu ke Hongkong tadi pagi.. dan tidak bisa di batalkan ,kau harus pergi besok juga bersama Dista ." ucap omah .


Dimas terkejut dengan apa yang di katakan sang omah , bagaimana bisa omahnya merencanakan itu dengan baik ,bahkan sejauh ini omah sudah merencanakannya , bukan hanya Dimas yang terkejut ,Dista dan ana pun terkejut saat mendengarkan perkataan sang omah .


"Omah.. tidak bisa ..aku besok ...


"Tidak bisa katamu ,kau bahkan menyuruh Bryan ke sana , Dimas dia itu pria yang sedang mengejar cinta ,bahkan kau menjauhkan dia dengan seorang gadis yang dia suka , kau bahkan bodoh ... kenapa tidak kau saja yang pergi ke Hongkong dengan istrimu ,sekalian bulan madu ." ucap omah .


Dimas tercengang dengan apa yang di katakan sang omah ,awalnya Dimas hanya ingin membuat Bryan pergi bukan untuk menjauhkan dengan gadis yang pria itu sukai ,justru dia ingin membantu Bryan untuk mendapatkan jawaban dari Nabila , karna dirinya sudah sepakat dengan Erland dan juga ana untuk melakukan itu agar Nabila mengatakan perasaannya .


"Sial ... kenapa jadi aku yang kena .."


"Uhuk ... uhuk ... aduh ...


"Nyonya besar ...


"Omah .. " ucap Dista dan ana menghampiri sang omah.


"Omah ... sudah ku bilang jangan selalu memikirkan akan hal aku .. bahkan sejauh ini omah sudah merencanakannya...


"Dimas ...uhuk .. uhuk...?! omah hanya ingin kau bulan madu dengan istrimu ,setelah itu berikan omah cicit lagi hingga nanti Ken ada temannya...


"Omah .. Erland dan ana bisa membuat adik buat Kenzie.... omah tidak perlu memikirkan aku untuk punya anak ." jawab Dimas .


"Kenzie masih kecil, ana pasti repot jika dia harus hamil kembali ... uhuk...uhuk..


"Omah berhenti bicara ... omah istirahat omah terlalu mengkhawatir...


"Dimas .. omah hanya ingin minta yang terakhir ini saja .. berikan omah cicit lagi dari kamu ,bahkan Erland sudah...uhuk..uhuk...


"Omah ...


"Pergi lah besok ke hongkong omah sudah mempertimbangkannya , yah ,."ucap omah dengan nada seraknya.


Dimas hanya menghela napasnya berat , Dimas tidak ingin membuat omahnya kembali drop .. bahkan Minggu kemarin dokter wil mengatakan penyakitnya tidak stabil dengan kesehatan tubuhnya ,kini mau tak mau dia harus mengikuti apa kemauan sang omah .


"Baiklah !! aku akan pergi besok , ?! Roy .. kau urus perusahaan " ucap Dimas yang kini melihat Roy tengah berjalan


Roy yang merasa di panggil langsung terdiam di tempat ,dan mengalihkan pandangannya ke arah tuan mudanya ,kini pandangannya melihat ke arah wanita paruh baya yang mengedipkan matanya .


"Eu ... emm.. baik tuan ." Jawab Roy .


Dista yang kini tengah berdiri yang tak jauh dari mereka terkejut saat Dimas bersedia pergi ke Hongkong ,bahkan bersama dirinya ,dia melihat ke arah sang omah yang kini tengah terbatuk , bahkan Dista terheran dengan wanita paruh baya itu dengan apa yang di katakan nya tadi .


"Bulan madu ... i_itu tandanya ..


"Bi Ani antarkan omah ke kamarnya untuk istirahat. " ucap Dimas dengan di angguki bi Ani .


Dimas melihat ke arah Dista yang kini tengah menunduk ,Dimas mengerti dan Dista pasti sudah mendengarkannya dengan ucapan omah tadi .


"Dista ,ikut aku ." ucap Dimas yang kini melangkah ke arah kamarnya .


Ana yang di samping Dista menyenggol lengannya untuk segera mengikuti Dimas ,dista pun dengan cepat mengikuti langkah Dimas ke arah kamarnya, Dista melihat Dimas yang kini tengah berdiri menghadap jendela langsung melihat ke arah Dista .


"Siapkan pakaian mu untuk pergi ke Hongkong besok dan jug...


"Kak ,apa kita benar berangkat seperti apa yang di katakan omah tad...


"Bulan madu " ucap Dimas melangkah menghampiri Dista .


"Kamu gak perlu takut , di mata omah mungkin dengan kepergian kita ke Hongkong adalah bulan madu , dan kamu tenang saja ,anggap saja kita liburan kesana , aku tidak akan menyentuhmu ." ucap Dimas lagi .


"Siapkanlah untuk besok .. sekalian dengan punyaku , aku akan menemui Roy ke luar .. " ucap Dimas yang kini melangkah ke luar .


Dista tercengang saat Dimas mengatakan untuk menyiapkan barang pria itu , Dista pun melihat punggung pria itu yang kini tengah melangkah ke luar.


"Dia memakai pakaian yang aku siapkan ."


"Itu tandanya , dia sekarang mengijinkan aku untuk menyiapkan keperluan nya ."


Dista pun kini menyiapkan keperluan untuk keberangkatan besok , Dista menghela nafasnya panjang , dia benar-benar tidak berpikiran dengan namanya bulan madu , dan dia juga tak terduga dengan secepat ini keberangkatan nya .


.


.


Di tempat lain .


Wanita paruh baya itu kini tengah tersenyum senang , dan memperlihatkan gigi putihnya di depan bi Ani .


"Huaaaaahhh ... berhasil .. hihihi .." tawa omah .


"Bi Ani , akhirnya aku sudah memperhitungkan keinginan ku bada cucu bodoh itu ," ucapnya kembali dengan di angguki bi Ani ..


"Nyonya Besar , apa tuan Erland sudah mengetahui ini ..." ucap bi Ani .


"Tentu saja !! aku akan menyuruhnya untuk berangkat malam ini bersama ana , ana juga butuh liburan ,semenjak menikah dia belum pernah liburan ,biarkanlah cucuku menikmati masa liburannya ." ucapnya dengan tersenyum senang .


"Dan aku juga sudah menyuruh ana untuk membawa Nabila ,, karna gadis itu suka yang namanya liburan , ?! dengan begini aku juga harus menyuruh Steven untuk mengikutinya ke Hongkong ,, aku akan menyuruh mereka untuk melakukan sesuatu pada Dista dan Dimas. "


Wanita paruh baya itu sudah merencanakan nya dari seminggu yang lalu dimana Dimas menikah , dengan begitu ini kesempatan baginya untuk membiarkan mereka pergi berlibur .


.


.

__ADS_1


Dista .



__ADS_2