
Di saat Erland akan merebahkan dirinya ,suara dering ponsel nya berdering di Karna kan ada yang telpon , dia melihat ponsel nya dengan mengerutkan kening nya saat melihat nama yang tengah memanggil nya .
"Anatasya ,,? tumben sekali dia berinisiatif menelepon ku duluan ."
"Erland apa kau sibuk." ucap ana di balik telpon .
"Sedikit ,? apa kau akan mengatakan sesuatu ,katakanlah ." ucap nya dengan memenjam kan mata nya .
"Apa kau merindukan ku ." ucap Erland lagi
Ana terkejut setelah mendengar Erland di balik telpon ,pria itu begitu narsis mengatakan nya sebelum ana menjawab ,dengan keadaan nya saat ini wajah nya sudah memerah seperti tomat .
"Ana .. apa yang akan kau katakan ...?! aku menunggu mu ." ucap Erland dengan masih memenjam kan mata nya.
"ah itu .!! apa pendapat mu tentang kencan buta ."ucap ana di balik telpon .
"Kau sungguh ingin menyerahkan diriku pada wanita lain ." ucap Erland langsung membuka mata nya .
"Tentu .? jika kau punya pacar ,aku akan punya teman di sini ,bukan kah itu akan lebih bagus ,ucap ana di balik telpon.
"Anatasya ,?? kau mengatakan nya dengan iya !! tapi hati mu mengatakan tidak , kalau kau ingin merencanakan kencan buta ,rencanakan sendiri ." ucap Erland dan langsung mematikan telepon nya
Ana terkejut dengan apa yang di katakan Erland .
"Mematikan telpon ku ..hmmm??? lihat saja aku akan merencanakan nya untuk mu, lebih baik aku pergi ke rumah paman sekarang juga ,? aku ingin mendekatkan nya dengan jenika ."
Kini ana tengah bersiap dan meminta antar pada pak Urip untuk mengantarkan nya ke keluarga Pratama ,tak butuh waktu lama ana tengah sampai di halaman keluarga Pratama , di saat dia menekan bel ...dia di kaget kan dengan Vika yang tengah membuka pintu .
"Ha_hai Vika ." ucap ana dengan kaget nya .
"Selamat pagi nyonya muda Anggara ,tidak di sangka kau datang ke rumah kami yang lusuh ini ,tumben sekali ." ucap Vika menatap ana dengan sinis.
Perkataan yang di lontarkan Vika membuat ana ingin melepaskan unek-uneknya semenjak tinggal di keluarga Pratama.
"Aku telah menahan nya setelah beberapa tahun ."
"Apa kau menyesal Karna tidak menikahi nya ,hingga kau seperti itu padaku nona Vika Pratama yang terlahir dari daerah kumuh dan lusuh ini ." cibir ana pada Vika .
"Anatasya ,berhenti pamer di depan ku ,? bukan kah kau hanya menikahi pria cacat ,apa yang kau bisa pamerkan hah ." ucap Vika dengan amarah nya .
"Lihat berita Tempo kemarin di acara teman mu itu ." ucap Vika yang memberikan ponsel nya ke ana .
"CEO group Anggara muncul pertama kali sejak kecelakaannya , istri misterius nya adalah seorang mahasiswi universitas .?!.
Ana melihat berita itu di ponsel nya Vika ,dia tidak peduli dengan berita itu, toh memang kenyataan nya dirinya hanyalah seorang istri dari Dimas seperti apa yang di beritakan tersebut .
"cih ... bahkan kau bermesraan dengan si cacat itu ? hebat juga ternyata kau ya..." cibir Vika yang kini berlalu meninggalkan ana .
setelah kepergian Vika ,jenika melangkah menghampiri ana yang kini masih menatap kepergian Vika.
"Ana ..? kau jangan hiraukan kak Vika ..dia selalu gegabah ,jangan memperdulikan nya ," ucap jenika yang tiba-tiba datang .
"Jenika ,aku kesini hanya akan mencari mu , apa kau punya waktu luang untuk malam ini , Erland meneraktir mu makan ." ucap ana menghampiri jenika .
"Suami ku memintaku dan mengatur kencan buta untuk Erland ,orang yang pertama aku pikirkan adalah kamu ."ucap ana kembali .
Jenika mengerutkan kening nya setelah apa yang di ucapkan ana , kenapa secara tiba-tiba Erland meneraktir nya makan.
"Ana kau jangan bercanda dengan ku ,? aku sudah sangat senang kau sudah memikirkan ku ,lebih baik kau pulang kembali ,dan katakan pada Dimas ,seseorang pria seperti Erland tidak mungkin kekurangan wanita ." ucap jenika yang tengah menolak ajakan ana.
"Jen .. aku mohon ? anggap saja itu sebuah bantuan untukku ,temui saja dia ..oke ." ucap ana dengan serius .
"Baiklah ? mengingat hubungan mu dan aku membaik ,aku akan membantu mu ." ucap jenika .
__ADS_1
Kini Jenika pun bersiap-siap untuk pergi ke salah satu restoran bersama ana ,tak butuh waktu lama mereka sampai di restoran tersebut ,ana pun tengah mengirimkan pesan pada Erland untuk datang di restoran itu .
Dua puluh menit lama nya ana dan jenika menunggu Erland di restoran tersebut ,. namun nihil Erland sama sekali tidak datang .
"Ana mungkin tuan erland tengah sibuk , lebih baik kita memesan makan terlebih dahulu ." ucap jenika yang tengah melihat buku menu .
"Jen .. dia akan datang sebentar lagi ,pasti itu ,jika kau lapar kita bisa memesan makanan ringan ," ucap nya yang tengah melihat ponsel .
Jenika sebenarnya tidak bermaksud untuk pergi dan tidak ada Niatan seperti apa yang di katakan ana ,dia hanya menghargai permohonan ana .
Selang beberapa menit ,pesanan pun tengah datang ke hadapan mereka ...
"Ayo ana kita makan terlebih dahulu ,kau tak perlu mengharapkan adik ipar mu itu ." ucap jenika tersenyum.
tanpa mereka sadari Vika telah mengikuti mereka ke restoran itu ,dia lebih penasaran dengan apa yang di katakan ana, namun dia tengah duduk di kursi lain untuk melihat mereka dan menunggu Erland ,tapi pria itupun tak kunjung datang .
"Cihh .. bahkan Erland tidak memandang ku ,apalagi jenika ."
"Anatasya ,berhenti untuk menipu orang lain ,kau membawa jenika untuk kencan buta bersama Erland , ?sangat memalukan ," ucap vika yang tiba-tiba datang ,ana dan jenika terkejut dengan kedatangan Vika .
"Siapa yang kau katakan memalukan itu nona Vika ," ucap Erland yang tiba-tiba datang dan langsung menarik kursi .
" maaf sudah membuat kalian menunggu ." ucap Erland kembali .
Vika terkejut bagaimana bisa pria itu datang hanya karna kencan bersama jenika ,ana yang melihat Erland datang kini dia berdiri dan akan meninggalkan mereka berdua .
"Jenika kalian mengobrol saja ya ,aku akan kembali mengurus Dimas ,aku pergi dulu ." ucap ana berdiri dari duduk nya .
"Ana .. kenapa kau terburu-buru kita pulang bersama-sama setelah memakan ," ucap jenika menahan tangan ana.
"Aku sudah memanggil mobil , kau tak perlu khawatir," ucap nya berlalu pergi tanpa melihat Jen dan juga Erland ..
Jenika hanya memasang tampang cuek ,dia sekarang tidak begitu tergiur dengan yang namanya kencan ,dulu dia sering bergonta-ganti pria untuk bermain-main tapi tidak dengan sekarang ,begitu juga dengan Erland ,mereka berdua layak tak seperti orang kencan ,
Ana kini berjalan ke arah luar untuk segera pulang ,ada rasa hati yang mengganjal setelah dia melihat Erland datang untuk berkencan .
Ana memesan gojek online yang biasa dia hubungi ,kini ana pun pulang dengan perasaan yang tak tertentu , tak butuh waktu lama ,ana telah kembali ke mansion Anggara .
"Nyonya ." ucap bi Ani yang tengah berada di ambang pintu .
"Nyonya kenapa anda pulang sendirian ,bukan nya tuan Erland pergi makan malam bersama Anda." ucap nya lagi .
"Erland sedang kencan buta dengan nona jenika Pratama, aku pulang terlebih dahulu bi Ani , kemungkinan dia tidak akan kembali malam ini. " ucap ana tengah berjalan .
"Apa ? bagaimana bisa anda membiarkan tuan Erland berkencan dengan wanita lain nyonya , bisa-bisa tuan Erland akan sangat kecewa." ucap bi Ani dengan. terkejut .
"Bi Ani ,kau terlalu berlebihan ,? mana mungkin Erland kecewa dengan ku ,kalau gitu aku pergi ke kamar dulu ya ." ucap ana yang tengah pergi meninggal kan bi Ani .
Ana berjalan ke arah kamar tamu ,dia melangkah sembari berpikir dengan apa yang dia lakukan itu, ana membaringkan tubuh nya di ranjang.
namun entah kenapa air mata nya tiba-tiba lolos begitu saja ,dia tidak tau kenapa mesti harus menangis saat mengingat Erland berkencan ,pasalnya dia sendiri yang menyuruh nya untuk berkencan .
"Ana ,? apa yang kau lakukan benar ,kau harus menghapus perasaan ini ,Dimas adalah suami ku .? meskipun aku tidak akan jatuh cinta padanya , tapi kau tidak bisa untuk menyakiti nya terus .? tapi ,kenapa aku merasa sedih ."
Sementara di bawah sana ,bi Ani menarik napas nya panjang ,dia tidak habis pikir dengan nyonya muda nya itu ,istri dari tuan nya itu telah mengatur kencan untuk suami nya sendiri ,kini bi Ani ke atas untuk memberitahukan pada Dimas ,bi Ani yang melihat Roy tengah berdiri di hadapan Roy memotong pembicaraan mereka .
" Tuan Dimas ,nyonya ana telah merencanakan kencan buta untuk tuan Erland, jika ini di terus kan ini akan menjadi masalah buat tuan Erland ." ucap bi Ani yang tengah memotong pembicaraan Roy
"Apa ... ana merencanakan kencan buta ." ucap Dimas dengan terkejut .
"Iya tuan ,nyonya ana bilang ? tuan Erland berkencan dengan nona jenika Pratama ," ucap bi Ani .
Roy yang ada di samping bi Ani pun terkejut ,bagaimana bisa Erland tengah berkencan dengan wanita yang menolak pernikahan di waktu itu .
__ADS_1
"Cih ... bahkan sekarang wanita itu mencoba untuk mendapatkan tuan Erland ." ucap Roy dengan tampang kesal nya .
"Roy kau jangan berkata seperti itu .? bi Ani sekarang keluar lah dan panggil Anatasya kesini ." ucap Dimas dengan di angguki bi Ani .
Tak butuh waktu lama ,bi Ani sampai di depan pintu kamar tamu dan mengetuk pintu tersebut .
"Nyonya ana ,tuan Dimas ingin memberikan sesuatu pada anda ,ini sangat penting ," ucap bi Ani .
"Maaf Bi Ani ,aku lagi tidak enak badan ," ucap ana tengah berbohong .
"Tapi tuan Dimas ingin menceritakan tentang perihal tuan Erland ."
"Bi Ani tinggal bilang saja pada Dimas ,bahwa aku tidak enak badan ," ucap nya tanpa menoleh ke arah wanita paruh baya itu .
"Siapa aku di sini ,aku lebih buruk dari pelayan ,bahkan Dimas ingin bertemu dengan ku dia hanya muncul sebentar ,?Erland .? kalau begitu aku tidak ingin mengingat nya lagi ,dan sekarang tidak perlu memperdulikan nya anggap saja tidak ada hubungan apa-apa ."
.
.
Sementara di sisi lain jenika dan Erland kini sama-sama selesai makan malam, Erland melihat jam tangan yang ada di tangan kekar nya itu , jenika yang melihat nya pun mengerti .
"Tuan Erland ,terima kasih atas makan malam bersama nya , kalau gitu saya undur diri untuk kembali duluan." ucap jenika dengan tersenyum tipis .
"Dia sangat mengerti ,sehingga dia langsung merespon ketika aku melihat ke arah jam di tangan ku ,"
Tak butuh waktu lama ,Erland pun berdiri dan berjalan ke arah parkiran restoran itu ,dia menyalakan mobil nya dengan menahan amarah , tidak butuh waktu lama Erland sampai di halaman mansion Anggara ,dengan wajah yang di penuhi dengan kemarahan.
"Bi Ani di mana nyonya ,"
"Nyo_nyonya mengunci diri di kamar tamu tuan." jawab bi Ani karna ketakutan melihat Erland dengan menahan amarah nya
"Huh dia pikir dia tidak akan merasakan sakit hati setelah memberikan suami nya ke wanita lain .,dasar wanita bodoh ." ucap Erland berlalu pergi untuk pergi ke kamar sebelah untuk loncat ke arah balkon yang ada di kamar ana .
"Anatasya ,kau pikir aku tidak akan bisa masuk ,? meskipun kau mengunci pintu itu ."
Erland membuka pintu balkon dengan pelan ,dia melangkah tanpa bersua ,namun saat beberapa langkah ,dia mendengar isakan istri nya itu .
dia melangkah dan langsung naik ke atas ranjang ,ana yang merasakan ada seseorang yang telah naik ranjang nya kaget.
"Erland. "
"Erland ,apa yang sedang kau lakukan di sini ." ucap ana kaget .
"Ini sudah waktu nya kau menerima hukuman dari ku Anatasya ," ucap Erland yang tengah menahan tangan ana dengan kuat .
Ana yang akan menjawab pertanyaan Erland tak mampu untuk menjawab nya ,Karna saat ini Erland tengah membungkam mulut nya .
Erland pun memencar tubuh ana dengan begitu ganas , ana yang di perlakukan. seperti itu oleh Erland hanya bisa menahan sakit, dan tak bisa menahan air mata nya ,rencana yang dia buat malah semakin rumit pada dirinya ,hingga dia terjerat lagi oleh kelakuan Erland.
*****
Pagi pun tiba ,ana bangun dari tidur nya ,tubuh nya serasa sakit seluruh badan ,dia langsung melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri ,dia tidak ingin mengingat kejadian malam itu .
Jika di ingat dia tidak bisa menahan sakit dan sesak di hati nya ,ana membasahi tubuh nya dengan pikiran yang terjadi pada dirinya ,sebisa mungkin untuk tidak di ingat ,namun hal itu selalu teringat dalam pikiran nya .
Tak butuh waktu lama ,ana pun tengah selesai dan akan turun ke bawah ,dia mengambil kontrasepsi yang di berikan bi Ani waktu itu untuk di minum nya , setelah itu dia berniat untuk pergi ke ke kosan nya Nabila ,karna hari ini hari libur .
Kini ana pun tengah berada di bawah dan tergesa-gesa untuk segera meminum kontrasepsi itu ,bi Ani yang melihat ana meminum nya tersenyum mekar.
" nyonya ana meminum kontrasepsi palsu yang aku berikan ,itu tanda nya tuan Erland dan nyonya ,hahaha bagus lah .? kaya nya keluarga Anggara akan mendapatkan penerus ,hehehe ." gumam bi Ani kecil.
Ana yang melihat Bi Ani tertawa sendiri membuat nya heran .
__ADS_1
",kenapa bi Ani melihatku tertawa riang begitu, selain itu juga bi Ani tahu aku ada hubungan dengan Erland ., aku harus pergi dari tempat penuh perangkap ini ,"
Ana pergi tanpa menghiraukan bi Ani yang tengah menyuruh nya untuk sarapan ,ana pergi pagi-pagi dan tak perduli dengan yang akan terjadi nanti .