
Ana melihat Erland berjalan yang akan menuju keluar, pria itu masih pasang muka dingin .
"Sudah malam begini mau pergi kemana pria itu ,bahkan pundak nya baru saja terluka ,dan dia masih bisa keluyuran begitu ,apa dia tidak punya rasa sakit sedikit pun."
"Kau ...
"Cukup ana kau jangan berbicara pada nya, jika kau memperhatikan nya, semua itu akan kacau jika sudah berhadapan dengan nya ,lebih baik aku tidak memperdulikan nya ,dan bodo amat ,"
"Kau tak perlu takut dan khawatir , aku sudah menyuruh orang untuk berjaga-jaga di setiap sudut mansion ini ," ucap Erland berlalu pergi .
"Dia sedang menenang kan ku , jelas-jelas dia tidak serius dengan ucapan nya ,, sebenarnya aku ini kenapa, apa karna aku khawatir, akan kepergian nya karna dia masih terluka ,apa karna aku marah karna barusan ,ada apa dengan jantung ku ini ," batin ana dengan menyentuh dada nya yang berdetak begitu kencang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tuan Erland ini adalah orang yang terakhir bersama Sahara ,sebelum kecelakaan itu ."
"Minggir ." ucap Erland dingin .
"Katakan ,apa yang sebenernya terjadi dengan Sahara , apa kau tahu sekarang dia di mana ,kau pasti tahu di mana wanita itu , katakan ,jika tidak aku akan menghabisi mu ." ucap nya lagi
Pria itu gemetar setelah apa yang di katakan Erland
"Aku tidak tahu apa-apa dengan Sahara,"
Erland melangkah dan menendang pria itu sampai tersungkur ,
"katakan , sebelum kau ku habisi ,di mana wanita itu sekarang ."
"Jangan tuan, saya mohon jangan , baik saya akan bilang yang sebenarnya , Sahara belum mati ,dia masih hidup ." ..ucap pria itu dengan badan gemetar.
Erland tidak menjawab pertanyaan nya ,dia menatap tajam ke arah pria itu , di saat dia akan menendang pria itu ,dia urung kan, kini dia berbalik dan pergi dari tempat itu, dan kembali ke kediaman Anggara, tak lama pun Erland sampai di mansion Anggara.
"Anda sudah pulang tuan ,anda pasti lapar kan ,jika lapar saya akan menghangat kan sup untuk anda ," ucap bi Ani
__ADS_1
"Bi Ani di mana gadis itu ," ucap Erland tengah duduk di kursi ruang tamu .
"Ah nyonya ,mungkin di kamar nya tuan." ucap bi Ani yang akan melangkah kan kaki nya ke dapur , tiba-tiba ana datang dari arah tangga , dia tidak tahu bahwa Erland sudah kembali ..
"Ah nyonya ,kebetulan sekali anda turun ,tuan Erland memanggil anda ."
Ana mengerut kan kening nya ,dan bertanya-tanya ada apa pria ini memanggil nya ,
"Bi Ani aku kesini hanya mau mengambil air dingin ,dan bukan berarti aku mau menghadapi dia ." ucap ana melangkah ke dapur ,tapi tiba-tiba suara beriton Erland menggoyahkan ruangan itu .
" Anatasya ,ikut aku ke kamar tamu untuk membantu ku mandi ,kau jangan mengelak apa yang aku katakan ."
"Apa mengelak , ?dia pikir dia siapa ,suami ku , ,Seenak nya saja bicara dan memerintah kan aku untuk membantu mu mandi ,hey pria tembok kang brengsek ,kau benar-benar tidak tahu malu dengan istri kakak mu ini ,jadi pada membantu mu mandi lebih baik aku membantu suami ku untuk merawat nya ."
Ana tidak mendengar kan apa yang di katakan Erland , dia terus melangkah ke arah dapur untuk mengambil air dingin ,tidak perduli pria itu mau berteriak sekencang apapun, dia tetap tidak perduli .
Erland merasa gerah setelah meneriaki gadis itu ,di saat dia mereda dengan amarah nya ,Erland berdiri dan membuka jas nya , rasa sakit yang di pundak nya terasa nyeri ,karna habis memukul orang .
"Tuan Erland pundak anda berdarah ," ucap Roy yang melihat pundak tuan nya .
Ana yang mendengar pundak Erland berdarah seketika diam dan tak mengurungkan minum air es dingin itu.
ana merasa bersalah padanya ,ketika melihat pria itu berdarah ,ana berpikir dia seperti itu karna dirinya .
"Kenapa dia harus keluyuran malam-malam yang akan mengakibat kan banyak gerak ,"
"Nyonya ana , tolong anda membatu tuan Erland untuk mengganti perban nya ,luka nya berdarah ,jika tidak itu akan bengkak, itu pasti akan sakit ."
"Bi Ani kau tak perlu khawatir , aku akan meminta bantuan pada Roy , Roy tolong bantu Erland untuk mengobati luka nya ,"
" maaf nyonya hari ini saya harus mengurus gaji para pelayan di sini , dan setelah itu saya membantu tuan Bryan akan hal perusahan , Karana tuan Erland tidak bisa membantu perusahaan jika keadaan terluka ," ucap Roy dengan alasan yang tidak masuk akal .
"Alasan konyol apa yang aku katakan ,tapi ini demi kebaikan nyonya ana dan juga tuan Erland, untuk mereka semakin dekat , maafkan saya nyonya ."
__ADS_1
Kini Roy kembali keruangan di mana dia harus mengurus gaji para karyawan ,dia tidak memperdulikan ana yang meminta untuk membantu tuan Erland.
"Biasa nya Roy selalu perduli akan hal Erland ,tapi kenapa sekarang dia biasa-biasa saja ,bahkan terlihat tidak perduli ."
" Nyonya ana , kenapa anda masih berdiri di situ ,jika anda menunggu saya untuk membatu tuan Erland mohon maaf nyonya, hari ini saya sibuk ,setelah nya saya juga akan membantu tuan Bryan, untuk mengurusi dokumen ,karana tuan Erland tidak bisa membatu tuan Bryan."
"Kenapa perkataan nya seperti dia menyuruh ku yang harus membantu pria brengsek itu mandi ,bahkan si pria itu baru saja pulang dari luar dengan keadaan terluka ,masa pekerjaan kantor saja tidak bisa membantu dan kenapa harus dirimu juga yang membantu Bryan ,omong kosong apa itu hey bujang tua."
"Roy ,kumohon bantu Erland untuk membantu nya mandi dan mengurus luka nya ." ucap ana penuh harap.
"Maaf nyonya ,pekerjaan untuk mengurusi gaji karyawan belum selesai juga ,jika harus menunggu saya bisa kelamaan , lebih baik anda yang membatu memandikan nya nyonya ."
Ana tidak menjawab pertanyaan Roy ,dia pergi berjalan ke arah dapur yang di mana bi Ani berada .
"Bi Ani bisakah kau membantu Erland untuk memandikan nya ,bi Ani aku mohon ,itu bukan kewajiban ku memandikan adik ipar sendiri ,bahkan dia itu lelaki " ucap ana memohon
"Maaf nyonya saya mau memasak sup buat tuan Erland ,saya tidak bisa ," ucap bi Ani dengan alasan yang asal-asalan, padahal sup itu sudah di buat hanya saja tinggal menghangatkan saja ,
"Cukup bi Ani sekarang saya paham ,saya akan ke depan untuk menyuruh pak Urip dan juga pak Jarwo ," ucap ana melangkah kan kaki nya
bi Ani hanya menghela napas nya berat ,bi Ani paham kenapa nyonya muda nya seperti itu karna dia tidak tahu bahwa Erland adalah suami sesungguh nya ,kini ana berjalan ke depan memanggil dua orang ,
"Pak Jarwo ,pak Urip bisa membantu saya tidak ,"ucap ana penuh harap lagi
"Bisa nyonya ,anda perlu bantuan apa ." ucap serentak pak Jarwo dan pak Urip
"Bisakah kalian membantu tuan Erland untuk memandikan nya , dan membersihkan luka nya ,orang dalam lagi pada sibuk masing-masing ,aku tidak bisa membantu dia ,aku adalah kakak ipar nya istri dari kakaknya , mungkin dengan meminta bantuan dari kalian ,kalian bisa membatu tuan Erland , lagian kalian di sini hanya nonton pertandingan bola, gak sibuk-sibuk banget kan ,"
Kini pak Jarwo dan pak Urip saling pandang, dan mereka menelan salip nya dengan kasar , kenapa nyonya muda nya menyuruh mereka untuk melakukan itu.
"Bukan kah harus nya nyonya ana yang harus memandikan dan mengurus nya ,nyonya ana kan istri nya tuan erland." batin dua paruh baya itu .
"Maaf nyonya kami tidak bisa, kami hanya pegawai kalangan biasa tidak bisa masuk sembarangan " ucap pak Urip yang di angguki pak Jarwo .
__ADS_1
Ana tertegun dengan jawaban pria paru baya yang ada di depan nya itu ,dia bingung harus menyuruh siapa lagi ,apa dia menyuruh bodyguard yang pada berdiri itu, tapi sungguh tidak mungkin, pasti mereka juga akan menolak lagi .
"Jelas-jelas kalian sengaja menyuruh ku dan membuat alasan yang konyol itu untuk menolak nya .,kenapa para pelayan di sini membuat drama konyol seperti itu ."umpat ana kesal .