Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Mengkhawatirkan Erland.


__ADS_3

"Ka_kau... , Anatasya ,apa yang kau lakukan pada dirimu sendiri ,kenapa kau melukai dirimu sendiri hah ...." ucap Erland terkejut .


Ana berdiri dan menghindar dari Erland ,kini dia pergi meninggal kan pria itu ke luar .


"Luka ini dan tamparan ini untuk Dimas ,untuk istrinya yang tak setia seperti ku, aku harap kau paham Erland apa yang aku lakukan ini ,"


Kini ana melangkah untuk pergi ke arah kamar tamu , tak butuh waktu lama ana sampai ke kamar tamu , dia melihat Nabila tengah membaca buku sambil selonjoran, Nabila melihat ana yang tengah masuk menunduk kan kepalanya .


"Ana ." ucap Nabila yang tengah melihat ana berjalan dengan menunduk .


Ana tidak menjawab pertanyaan Nabila ,kini dia duduk di kursi meja rias dengan wajah yang masih menunduk ,Nabila heran dengan sahabat nya itu ,apa yang sebenarnya terjadi .


"Ana ,kau kenapa ." ucap Nabila menghampiri ana .


"Berhenti Nabila !? ,kau tak perlu kesini , aku tidak apa-apa ,aku akan baca novel saja di sini ,kau tak perlu mengkhawatirkan ku ,bukan kah kau juga sedang membaca novel ,lanjutkan lah ." ucap ana yang tengah membuka buku novel yang ada di meja rias .


Nabila diam di tempat ,di mana dia jalan dan berhenti , ana membuka lembaran demi lembaran ,di saat dia membuka lembaran lagi bayangan di buku novel itu ingatan nya tertuju pada Erland yang mabuk seperti tadi, ana mengingat di mana pria itu di saat melakukan apapun sedingin apapun ,sedatar apapun pria itu tetap lah tampan , hingga di buku novel pun bayangan pria itu tetap lah muncul di otak nya ..


"Aaaaaaaaaaaa....."


Nabila yang masih berdiri di tempat terlonjak kaget setelah mendengar ana berteriak ,dia berjalan menghampiri ana ,apa yang sebenarnya terjadi hingga ana menutup wajah nya dengan kedua tangan.


"Ana kau ini kenapa ." tanya Nabila dengan heran.


Kini Nabila menghampiri ana ,dia melihat wajah ana dari samping dan tangan ana ada sedikit noda darah .


"An_ana ...a_apa yang terjadi dengan wajah mu ,kenapa seperti itu ,? siapa yang telah menampar mu ,dan tangan mu juga kenpa ana ." ucap Nabila dengan kaget setelah melihat pipi dan tangan nya ana .


"Brengsek?! ,pasti itu si Erland bermulut pedas yang telah menampar mu sampai begini , pria itu akan ku hadang sekarang juga ." ucap Nabila yang tengah melangkah ke luar .


"Nabila ,? apa yang akan kau lakukan ,heyy...?! kau sudah salah paham ,Nabila tunggu ."ucap ana yang tengah mengikuti Nabila.


"Bagaimana ini ,aku belum jelas kan apa-apa dia udah main jalan aja ."


Nabila keluar dengan cepat untuk menemui Erland ,dia mamanggil Erland dengan berteriak , para pelayan kaget setelah mendengar sahabat dari nyonya nya itu ,di saat Nabila berteriak ,Erland turun dari tangga dengan memakai kimono .


"Hey tuan Erland yang bermulut pedas." ucap Nabila yang ada di bawah melihat Erland turun dari tangga.


"Ya ." ucap pria yang tengah turun dari tangga itu .


"Nabila tunggu ,? apa yang akan kau lakukan,, kau sudah salah paham." ucap ana yang ada di belakang Nabila .


"Tuan Erland Anggara yang terhormat ,kau mempunyai tangan yang begitu gatal dan kejam ,? kenapa kau menampar sahabat ku hah ,bahkan kau melukai tangan nya ,"


"Heyy pria bermulut pedas ,jika kau marah karna soal pergi ke klub kemarin ,kau jangan menghukum nya ,? Anatasya tidak bersalah ,aku yang menyuruh nya pergi ke klub itu ,jika kau ingin memukul ,pukul lah aku yang mengajak nya ,jangan pukul sahabat ku ,berapa kali tamparan pun aku terima ."

__ADS_1


Ana terkejut dengan perkataan Nabila ,kenapa dia seberani itu berhadapan dengan Erland ,.


"Nabila sudah ,?! dia tidak memukul ku apalagi menampar dan melukai ,dia tidak melakukan it....


"Diam ana ,?aku tahu kau itu teman bodoh ku yang selalu menutupi permasalahan ."ucap Nabila tanpa melihat ke arah ana .


Erland melihat kemarahan yang ada pada wajah gadis yang ada di samping nya itu , kini dia berpikir dan tersenyum jahil untuk mengerjai gadis yang ada di depan nya itu .


"Gadis ini berfikir aku yang menampar Anatasya , bahkan aku juga tidak mengerti kenapa istri kecil ku itu menampar diri nya sendiri ,"


"Heyy apa yang kau katakan itu ,kau belum pernah berpacaran ya ,bagaimana mungkin aku menampar seorang gadis ,? tanda merah di pipinya itu adalah tanda gigitan cinta dari ku ,dan yang ada di tangan nya itu adalah cakaran dari tangan ku ,karna gadis yang ada di belakang mu itu habis kasmaran bersama ku." ucap Erland enteng yang tengah tersenyum dan melihat ke arah ana


Nabila terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar ,dia menatap Erland yang tengah tersenyum ,Nabila melotot kan mata nya ,dalam pikiran nya kenapa harus bercinta dan kasmaran dengan Erland ,kenapa tidak dengan Dimas ,ana yang mendengar perkataan Erland pun berteriak dalam hati .


"Brengsek .?! dia benar-benar tidak tahu malu ,memberikan jawaban enteng seperti itu ."


"Baiklah nabila ,kaya nya aku harus menetapkan mu di area klub itu ,untuk di jadikan penari tiang tetap ,dan aku akan bilang pada teman ku untuk membayar mu mahal." ucap Erland dengan tersenyum jahil..


Nabila dan ana terkejut dengan apa yang di katakan Erland ,kini ana berjalan dan menghampiri Erland untuk menghalangi Nabila .


"Erland jangan dengan mudah nya kau berkata seperti itu , apalagi kau bilang akan menetap kan Nabila di klub itu , Nabila tidak akan menari tiang lagi ," ucap ana yang tengah menghalangi Nabila .


Erland tidak menghiraukan kan perkataan ana ,dia membalikan badan nya dan berjalan ke arah tangga ,tapi di saat dia menaiki tangga dia berhenti dari langkah nya dan menatap ana.


"Baik-baik lah di rumah ,panggil aku jika kau butuh sesuatu ,? Anatasya dengar kan aku baik-baik ? ini peringatan buat mu ,? tidak perduli kau menjual tubuh mu sebagai penghibur atau pun pelacur ,yang boleh jadi pria hidung belang nya hanyalah aku !? tidak dengan orang lain ,kau paham apa maksud ku ." ucap Erland menatap ana dengan tajam .


Kini Nabila dan ana kembali ke kamar nya , Nabila benar-benar tidak mengerti kenapa dari kata-kata Erland serasa ada sesuatu yang membuat nya berpikir ,kini dirinya menatap ana yang ada di samping nya .


"Ana ,apa kau takut dengan Erland si pria bermulut pedas itu ." ucap Nabila yang melihat ana.


"Untuk apa aku takut sama pria seperti itu ,dia adalah bom gila ,? kadang dia suka bicara omong kosong ,dan semau nya saja ,? " ucap ana tengah memegang tangan Nabila .


"Tapi ana ,ada yang aneh dengan si mulut pedas itu , dengan bicara seperti itu padamu dan yang kata mu bilang barusan ,...emmm .... jangan-jangan Erland menyukai mu ,atau mungkin itu caranya menunjukan cinta nya padamu ." ucap Nabila yang sembari berpikir .


Ana terkejut dengan apa yang di katakan oleh sahabat nya itu .


"Nabila kau jangan terlalu banyak omong kosong , aku ini adalah kakak ipar nya ?! mana mungkin pria seperti dia suka dengan ku ," .ucap ana yang tengah mengibas-ngibaskan tangan nya .


"Mustahil dia menyukai ku ,?! dia itu punya masalah gangguan jiwa ."


"Nabila sudah ,kita jangan membahas erland lagi .oke." ucap ana yang di angguki Nabila .


"Semenjak kejadian di klub itu aku jadi sering mimpi di kejar-kejar oleh pria klub itu , tapi dengan samar-samar ada seseorang pria yang telah menolong ku dengan sangat lembut , alangkah senang nya jika aku terus berada dalam mimpi itu ."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pagi pun tiba ,ana melihat jam yang ada di atas nakas dekat dengan ranjang ,kini dia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri ,tak butuh waktu lama ana selesai membersihkan diri dan melangkah untuk membangunkan Nabila, untuk segera siap-siap mandi .


Tiga puluh menit kemudian ,Nabila dan ana kini berjalan ke arah tangga untuk turun ke bawah ,ana yang melihat Bi Ani tengah menyiap kan sarapan dan menyambut nya untuk segera sarapan .


Kini ana dan Nabila pun sudah ada di meja makan untuk sarapan.,Ana sudah berniat akan ikut ke panti bersama Nabila ,dan sekalian melihat anak-anak panti , Kini dirinya menatap bi ani yang tengah berjalan ke arah meja makan , ana juga sudah berniat akan membawa makanan yang tengah di masak banyak oleh bi Ani untuk di bawa ke panti .


"Ana ayo ,aku sudah siap , kau jadi ikut ke panti kan ." ucap Nabila yang di angguki ana .


Ketika mereka ke luar ,pak Urip sudah menunggu di depan pintu untuk mengantarkan mereka , Nabila yang melihat itupun hanya menghela napas nya panjang .


"Sudah ku bilang tak perlu di antar ."


Kini ana pun terpaksa harus menaiki mobil itu karna Roy yang tengah memaksa ,tak butuh waktu lama kini mereka sampai di halaman panti .


Anak-anak panti yang kegirangan atas kedatang ana dan Nabila semuanya menghampiri mereka berdua ,ana melihat satu persatu dari anak panti itu .


"Melihat anak-anak ini membuat hati ku bahagia karena melihat mereka tertawa , ? tapi .... kemana Erland tadi pagi aku tidak melihat nya ,ahh tunggu kenapa aku memikirkan nya ,apa yang terjadi padaku ,? aku tidak bisa tenang saat ini ."


Kini ana akan kembali untuk pulang ,karena hari ini dia tidak bertemu dengan Bu Ratih di Karna kan ada urusan penting , tak butuh waktu lama ana sudah meninggal kan panti itu ,tapi di perjalanan dia memikirkan Erland sedari tadi ,pikiran nya menghantuinya terus karna pria itu, tanpa ana sadari di belakang nya ada yang mengikuti mobil mereka ,


"Bisa agak cepat tidak bawa mobil nya ,kita harus segera menangkap nona itu." ucap nya pada sang supir


"Baik tuan ,segera ." ucap sang supir .


"Bergeraklah ,tapi kau jangan gegabah membawa mobil nya ,di situ ada nona yang paling berharga untuk keluarga Anggara ." ucap nya .


Tanpa pikir panjang supir yang di perintahkan tuan nya itu telah menyerempet mobil yang di tumpangi ana ,pak Urip yang tengah menyetir pun terkejut dengan kedua mobil yang tengah menghimpit mobil nya .


"Ada apa dengan kedua mobil ini ."


"Nyonya ana pegangan yang kuat ,saya akan membawa mobil ini dengan sangat cepat ," ucap pak Urip .


Di saat pak Urip akan melakukan nya tiba-tiba mobil yang di samping nya telah mempercepat dan langsung ada di depan mobil yang di bawa pak Urip ,satu mobil nya telah berhenti di sisi mobil nya , ana terkejut dengan orang-orang yang bertubuh kekar dan juga menyeramkan ,seseorang yang tengah membekap pak Urip dari belakang tengah menyeret pak Urip ke dalam mobil mereka ,ana terkejut dan ketakutan pada orang-orang itu .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Buat yang ingin tahu kapan Erland akan jujur pada Anatasya mohon d tunggu untuk beberapa episode lagi ,yang sabar ya ☺️ karna author juga ingin secepat nya membongkar rahasia Erland .hehehe ... mohon bersabar ... karna ini hanya sebuah karangan cerita yang di buat-buat yang terlintas di otakku ,tapiiiiiiiiiiiii


mohon bersabar ya ,,nanti author akan bongkar rahasia Erland .🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2