Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Mami mencintai papi mu sayang .


__ADS_3

Dimas yang kini di perjalanan membuat dirinya harus melampiaskan amarahnya ke arah stir , yang dimana kini dirinya pulang harus terjebak macet pagi-pagi .


Dimas meraba ponselnya untuk menelpon Erland atau pun orang rumah ,di saat akan menelpon ponselnya mati kehabisan baterai ,dia lupa tidak charging ponselnya ,bahkan dia juga tidak menyediakan powerbank di mobil ,


"Sial , kenapa harus mati ," gumam Dimas membanting ponselnya ke arah kursi kemudi yang di sampingnya .


Yang lebih kesalnya lagi jalanan menuju jalan jalur mansion macet total ,Dimas turun dari mobil dan menahan motor yang berhenti di samping mobilnya ,dimas meminta untuk menukar mobil dirinya dengan motor tersebut , pemilik motor itu terkejut saat Dimas menukar mobilnya dengan motor , bukan senang lagi pria itu langsung terkejut seperti mendapatkan hadiah yang tak terduga dengan mobil mewah , Dimas yang kini sudah deal untuk menukar mobilnya dengan motor ,langsung pergi dengan motor tersebut .


.


.


.


.


Di sisi lain .


Tepatnya di mansion.


Dista menelpon suaminya yang saat ini belum aktif ,bahkan semalam dia bangun di jam 3 pagi mencari suaminya itu ,Dista mencari Dimas di ruang kerjanya juga tidak terlihat ,Dista pun bertanya pada Erland untuk menanyakan Dimas ,Erland pun di buat heran kakaknya itu sudah tidak ada rumah ,dia terkejut saat Dista mengenakan dari jam 3 tadi pun Dimas sudah tidak berada di kamarnya atau pun di ruang kerja nya .


Dista panik setelah dia menelpon suaminya itu yang sekarang nomornya tidak aktif , ana berusaha menenangkan Dista agar tidak terlalu cemas ,Erland pun langsung menghubungi Bryan yang mungkin Dimas tengah bersamanya .


Tapi Erland mendapatkan jawaban dari bryan yang di mana Bryan kini masih ada di rumah belum berangkat ngantor , yah! Erland tidak tahu kepergian Dimas itu kemana .


"Apa sebelumnya kak Dimas ada , " tanya Erland .


"Ada ?! dia menemaniku tidur , tapi aku bangun di jam 3 pagi tiba-tiba dia gak ada, di ruang kerja pun sama , " Jawab Dista


Erland langsung melangkah ke arah garasi untuk melihat mobil ,Erland mengerutkan kening nya saat melihat garasi mobil itu ada yang kosong ,dan kemungkinan Dimas memakai mobil tersebut .


Tanpa bertanya lagi ,Erland melangkah ke arah bodyguard, tapi seketika langkah Erland terhenti bodyguard pagi ini telah di ganti dengan sif siang ,bukan bodyguard semalam ,kini erland melangkah untuk bertanya pak pak Jarwo penjaga pintu gerbang.


"Pak Jarwo !! apa pak Jarwo ingat kakak ku pergi di jam berapa ." ucap Erland.


"Tuan pertama pergi dari jam satu lewat tuan " jawab pak Jarwo .


Erland diam tak menjawab jawaban dari pak Jarwo ,dia memikirkan Dimas yang entah pergi kemana ,disaat dia berbalik untuk masuk kembali dia tak sengaja melihat wanita yang tengah masuk gerbang akan melangkah ke arah pintu masuk .


"Pagi tuan " ucap wanita tersebut dengan di angguki Erland.


Kini Erland pun masuk dengan di ikuti wanita pengurus dista di belakangnya , Dista yang melihat pengurus kehamilannya di buat heran ,kenapa pagi-pagi sekali wanita itu sudah berada di mansion .


"Mba Klara ?! kenapa pagi-pagi sekali sudah datang ," ucap Dista .


"Saya sengaja datang pagi-pagi nyonya ,karna di jam siang saya ada urusan penting , jadi saya luangkan untuk Pagi-pagi ini ." jawabnya dengan di angguki Dista .


Dista hanya mengangguk dan melangkah ke ruang senam ibu hamil , tapi pikirannya tertuju pada suaminya yang kini masih belum aktif , awalnya Dista ingin libur untuk senam pagi ini untuk menolaknya , namun Klara bersikeras untuk melakukan senam ,dan Klara pun berkata jika tidak melakukan sehari pun Dimas akan sangat marah jika tidak senam


Dista menghela napasnya panjang , memang Dimas yang meminta itu dan mengikuti senam dan mempelajari hal lainnya , dari mulai senam ibu hamil ,gerakan untuk membuat perut nyaman ,berenang ,cara memberi asi pada bayi baru lahir, cara menggendong ,dan masih banyak lagi yang di pelajari Dista ,dan itu pun perintah sang suami .


Mau tak mau Dista melakukan itu dengan pikiran masih tertuju pada suaminya , Dista yang kini sudah mengganti pakaian senam ,tengah duduk di karpet yang sudah di sediakan Klara .


"Ayo nyonya ,kaki nyonya lipatkan dan rentangkan tangan anda dengan mata terpejam dan gerakan kepala anda ,ke kiri dan ke kanan ," ucap Klara yang kini dengan mata melihat ke arah bodyguard tengah di ambang pintu .


"Nyonya Dista !! saya ijin pamit dulu untuk meminta teh manis pada pelayan di dapur , anda merem saja dengan gerakan kepala ,sebelum saya kembali jangan dulu berhenti ." ucap pengurus tersebut


"Iya " jawab Dista yang kini menggerakkan kepalanya.


Klara berjalan ke arah dapur dia melihat pelayan yang keluar habis dari dapur ,kini pandangannya melihat ke arah poci yang sudah di sediakan dengan gelas nya ,dengan cepat Klara menaruh serbuk obat ngantuk di poci tersebut ,Klara tahu teh manis yang sudah di sediakan itu untuk para bodyguard .


Dia pun melangkah kembali pergi ke ruang senam ,dia melihat Dista yang masih menggerakkan kepalanya ,kini pandangan tertuju pada tas yang dia bawa ,demi uang dan bayaran besar dia rela menjadi mata-mata .


Kedua pelayan kini tengah berjalan ke arah para bodyguard ,tepatnya kini berjalan ke arah bodyguard yang berada di ambang pintu senam ,kedua pelayan itu memberikan satu gelas teh manis perorang , setelah itu mereka melangkah ke arah bodyguard lainnya .


Klara tersenyum smirk ,melihat bodyguard yang di ambang pintu itu tengah menguap ,bahkan keduanya pun sama ,Klara kini mengambil tas nya dan siap untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya , kini pandangannya melihat ke arah bodyguard yang sudah tergeletak di bawah sana , dengan menarik napas nya panjang kini dia membuka resleting tasnya dengan melihat-lihat ke arah pintu masuk .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di luar sana , Roy yang akan bersiap pergi untuk menjemput nyonya besarnya di kagetkan dengan Dimas yang membawa motor matic .


"Tuan "


Dimas tidak menjawab perkataan Roy , dia melangkah ke arah pintu masuk dengan tergesa-gesa ,Roy yang melihat Dimas dengan tergesa-gesa membuatnya heran ,Roy yang kini akan melangkah ke arah mobil di kejutkan dengan kedua polisi.


Dimas yang sampai di ambang pintu masuk terkejut melihat bodyguard terkapar di lantai ,Dimas kini melangkah ke arah dimana ruangan senam berada ,di saat dia melangkah bodyguard di depan pintu kamarnya terkapar ,ke tiga pelayan dan ana kini tengah berusaha membangunkan bodyguard itu ,Karana ana dan pelayan itu pun tidak tahu apa-apa .


Dimas terkejut ,dia mengerti dengan situasi itu, dengan cepat Dimas melangkah ke arah ruang senam ,dimas pun melihat bodyguard di ambang pintu senam itu terkapar , lagi-lagi Dimas terkejut saat ini matanya melihat Klara yang yang akan membebaskan pisau ke arah perut Dista .


Dista yang merasa heran tidak ada suara dari Klara membuatnya ingin membuka kedua matanya ,Dista pun membuka matanya perlahan ,Dista terkejut saat Klara kini berada di depannya dengan mengangkat pisau .


Dugh tlak...


Dimas melempar tongkat pemukul yang berada di sudut tembok itu ke arah Klara ,, tongkat pemukul itu mengenai tengkuk Klara dan wanita itu langsung tergelatak dan tak sadarkan diri ,beruntung pisau itu jatuh ke arah samping Dista dan tidak mengenai istrinya .

__ADS_1


Dista terkejut melihat Klara tergeletak ,kini pandangannya ke arah pintu dimana suaminya kini tengah menghampiri nya dengan berlari kecil, Dimas langsung memeluk Dista yang kini tengah syok


"Dista , aku datang dengan cepat ?! aku datang dengan cepat " ucap Dimas memeluk Dista .


Dista bergetar saat mengingat lancip ujung pisau itu tengah di angkat oleh Klara ,dia tidak tahu apa maksud Klara ,dista melepaskan pelukan Dimas dan menatap pria itu dengan mulut bergetar .


"Kak ... di_dia ....


"Dia akan mencoba membunuh anak kita ,dia akan berusaha melukai mu sayang ," ucap Dimas memeluk Dista lagi


Dista terkejut dengan perkataan Dimas ,sudah tiga bulan ini Klara mengurusnya dengan baik ,bahkan Dista melihat wanita itu dan perilaku nya baik dan ramah ,tapi dia tadi melihat Klara mengangkat tangannya dengan memegang pisau tepat di hadapan Dista .


Dimas menggendong Dista dari tempat itu ,pelayan yang baru masuk habis dari taman belakang di kejutkan dengan kedua polisi yang kini tengah berdiri di luar dengan Roy ,ana terkejut melihat Dista yang terkulay lemas di pangkuan Dimas .


"Bi Ani ?! cepat beri tahu Roy untuk mengurus wanita sialan itu di dalam dan segera bawa dari sini pada polisi itu ,saya tidak ingin melihat wanita itu " ucap Dimas dengan langsung di angguki bi Ani walau hanya sedikit tidak mengerti


"Dan Kalian bersihkan tempat itu sebersih mungkin ,aku tidak ingin ada bekas jejak wanita sialan itu yang berusaha melukai istriku ." ucap Dimas lagi dan memerintahkan ke arah para pelayan itu .


Ana syok saat mendengar perkataan Dimas ,yang di maksud Dimas wanita itu pasti yang tak lain adalah Klara sang pengurus kehamilan Dista .


"Kak ... apa yang telah terjadi ." ucap ana .


"Ceritanya panjang ,aku akan ceritakan nanti saat suasana nya sudah membaik ." ucap Dimas melangkah ke arah kamar nya dengan menggendong Dista .


Dimas melangkah menggendong Dista ke kamarnya , dia ingin menangkan istrinya dan tak ingin keluar lagi saat melihat kejadian tadi yang di mana jelas Klara akan menebaskan pisau pada perut buncit dista ,apalagi dia saat ini mengingat Irsan yang kakinya terluka kena tembakan , Dimas berencana akan mengabari Irsan di saat suasana Dista tenang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua hari telah silam .


Bryan yang mendapatkan kabar dari steven bahwa Irsan di larikan ke rumah sakit ,Bryan bertanya-tanya apa yang terjadi hingga si playboy pensiun itu di larikan ke rumah sakit ,Steven pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi ,dia lebih terkejut lagi dari perkataan Steven dengan apa yang terjadi pada Dimas yang sebenarnya .


"Kenapa kau baru bilang hari ini Steven !! bahkan itu sudah basi ,sudah dua hari ,aku baru mendengarnya , jadi tempo hari dia pergi menemui .....


"Betul , aku rasa Radit tidak akan diam ,sebelum Dimas hancur , aku takut di lain hari Radit akan melakukan hal lain lagi ." ucap Steven .


"Kenapa kau baru bilang padaku ." ucap Bryan .


"Dimas melarang nya untuk mengatakan itu ,bahkan Erland pun tidak tahu tentang ini dari awal , tapi sekarang Dimas pun memberi tahu ,apa yang sebenarnya terjadi ." jawab Steven .


Bryan benar-benar tidak menyangka ,bahwa Dimas menyembunyikan masalah tanpa sepengetahuan nya karna tidak ingin menganggu kebahagiaanya , Bryan memikirkan Erland yang bahkan keluarganya sendiri pun tidak tahu .


"Jika Erland tahu hal itu ,dia pasti akan langsung membunuh Radit ,Erland tidak akan membiarkan keluarga anggara lainnya mengusik Keluarga nya ,siapapun yang sudah mengusiknya pasti akan di selidiki , seperti dimana Sahara dan tuan Willy dulu "


"Sekarang dia tahu ,pasti Erland tidak akan diam dengan Radit yang masih berkeliaran ." gumam Bryan kecil .


"Dimas melarangnya , jika terjadi akan hal terulang lagi ,dia bukan akan menjobloskan ke penjara ,melainkan langsung mati , itu yang di ingin kan nya ." ucap Steven .


"Bodoh ?! dia mau cari mati !! dimas itu selalu mempertahankan penjahat ,Ck ....." decak Bryan .


"Aku juga tidak mengerti jalan pikirannya Dimas " ucap Steven dengan helaan nafasnya.


"Lalu keadaan irsan bagaimana ,apa operasi nya berjalan lancar " ucap Bryan .


"Lancar jaya ,?! ngomong-ngomong dimana istrimu ," ucap Steven celingak-celinguk .


Bryan tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu ,dia menaikan alisnya saat Steven menanyakan Nabila ,Steven yang melihat ekspresi Bryan langsung tersenyum kikuk .


"Santai !! aku cuma nanya aja ," ucap Steven .


"Sudah bucin ?! tatapan aja langsung berubah seperti akan memakan mangsa ,jika Nabila di rebut orang ,bagaimana ya ,, melihat ekspresi nya pasti lebih-lebih seperti barusan "


"Eu ... i_ituu ... baiklah aku ... aku pulang sekarang ?! lagian aku kesini hanya untuk memberikan pesanan istrimu dari Tania " ucap Steven yang kini berdiri dari duduknya .


Ekspresi Bryan saat ini benar-benar tidak aman dari penglihatan Steven saat dimana dirinya menyebut nama Nabila, tanpa menunggu jawaban dari Bryan ,Steven langsung melangkah pergi sebelum Bryan mengeluarkan suara khasnya ,tapi seketika langkah nya terhenti saat dirinya mengingat Irsan .


"Jangan lupa !! kau lihat Irsan ...." ucap Steven berlalu pergi Kembali dengan kocar kacir .


Bryan menghela napasnya berat saat melihat kepergian Steven ,dalam pikirannya dia masih memikirkan Radit yang tak jauh beda dengan Willy yang menginginkan warisan Anggara, kini pandangan Bryan melihat ke arah paperbag yang di bawa oleh Steven tadi ,Bryan begitu penasaran dengan isi paperbag berwarna ungu itu .


"Apa isi nya ya ." gumam Bryan .


Kini Bryan berniat untuk membuka paperbag itu ,di saat dia akan melihatnya ,dering ponselnya berdering saat Erland memanggilnya ,Bryan pun menerima telpon dari Erland bahwa pagi ini dia akan menengok Irsan sekaligus mampir ke rumah Bryan .


isi paperbag yang akan dia lihat Bryan urungkan , kini dia melangkah ke arah kamar untuk melihat istrinya .


"Sayang " panggil Bryan .


"Eummm ... " jawab Nabila .


"Lagi apa ,hmmm .. " ucap Bryan .


"Aku lagi bikin sketsa baju bayi mas .. lihat deh .. kaya nya jika bayi kita perempuan akan sangat lucu. " ucap Nabila memperlihatkan hasilnya pada sang suami .


"Eumm .. apa kamu ingin mempunyai anak perempuan ." tanya Bryan yang kini melihat sketsa yang Nabila buat .

__ADS_1


"Mau perempuan ,mau laki-laki ,aku akan mensyukuri nya mas , karna anak adalah titipan ." ucap Nabila ,yang dimana membuat Bryan tersenyum .


"Sayang ?! siang ini aku akan ke luar ,ada pekerjaan di perusahaan cabang Dimas , kamu tunggu di rumah ya ." ucap Bryan bohong .


"Aku tidak akan bilang kalau aku akan menemui Irsan ,"


"Hemm ... lama gak .. sampai jam berapa ' tanya Nabila .


"Enggak menunggu beberapa jam sayang ?! hanya satu jam ,laku aku langsung pulang ." ucap Bryan .


"Berangkat sekarang " jawab Nabila .


"Iya !! aku akan di jemput Erland ke sini .", ucap Nabila .


Drett...


Drett ...


Bryan langsung menerima telpon dari Erland ,ternyata Erland sudah di depan rumah nya tengah menunggu dirinya , Bryan mengerti dan langsung mematikan sepihak .


"Sayang ?! Erland sudah ada di depan ,aku akan berangkat sekarang. " ucap Bryan .


"Eumm ... aku ikut kamu ke depan ." ucap Nabila manja dengan cepat Bryan pun menganggukkan kepalanya .


Kini Bryan dan Nabila melangkah pergi ke arah luar ,Bryan melihat Erland yang dimana pria itu tengah menunggunya .


"Aku berangkat dulu ,jika bosen ?! mainlah ke panti ,tapi jangan sendiri ,harus meminta supir untuk mengantarnya ." ucap Bryan yang kini melangkah sembari merangkul pinggang istrinya.


"Hu'umm ." jawab Nabila yang kini tengah di tuntun oleh Bryan dengan jalan yang begitu pelan .


"Kenapa jalan nya lambat ." ucap Nabila yang jalan nya lama sampai depan pintu .


Bryan mengeratkan tangannya ke pinggang Nabila ,yang dimana membuat Nabila tak seimbang jalannya .


"Karna kamu sedang hamil ,dan ibu hamil tidak boleh jalan cepat ,aku takut kamu terpeleset ." ucap Bryan tersenyum .


Nabila menghela napasnya ,ini bukan yang pertama kalinya dia di sayang dengan cara posesif nya bryan ,tapi Nabila merasa senang ,suaminya itu selalu perhatian padanya ,bahkan Bryan slalu memperhatikan setiap apa yang di lakukannya , Erland yang sedari tadi menunggu sudah di buat kesal oleh kedua pasangan itu .


"Ck....lama ?! cepatlah .." ucap Erland dengan kekesalannya .


"Kaya gak merasakan kemesraan aja , giliran orang bermesraan dia yang kepanasan ," ucap Bryan dengan nada kesal .


Nabila hanya tersenyum saat melihat perdebatan kecil di antara suaminya dan juga Erland sahabat suaminya ,sejauh ini Bryan selalu terbuka dengan pekerjaan nya , dan yang membuat Nabila senang adalah sikap Bryan yang selalu manis di depannya .


"Oi buruan ini sudah hampir siang ,habis ini aku ada urusan " ucap Erland berdecak .


"Ck... siapa bilang ini malam " sewot Bryan.


Nabila kembali terkekeh saat melihat perdebatan Erland dan juga Bryan ,keduanya benar-benar selalu berkata pedas dan seenaknya saja ,


"Aku sudah menunggumu hampir 20 menit " ucap Erland .


Bryan tidak menghiraukan perkataan Erland ,kini dia berbalik menghadap istrinya , di elus nya perut Nabila yang kini usiannya 5 bulan ,Bryan tersenyum senang ,Karna pertumbuhan janin di dalam sana membuat perut Nabila bertambah buncit ,


"Aku pamit ,jaga diri baik-baik ,jangan sekali-kali melangkah ke arah tangga ,dan ingat ,jangan makan-makanan sembarangan ," ucap Bryan


"Aku ingat semuanya mas." jawab Nabila langsung.


Nabila bahkan harus mengingat hal-hal kecil itu ,bukan karna permintaan Bryan saja, tapi itu semua Bryan lakukan agar bayi nya sehat selalu .


Bryan tersenyum , semenjak Nabila mengandung pria itu posesif dan bawel akan hal Nabila ,bahkan untuk Masalah makan pun beberapa hari ini dia selalu mengingatkan Nabila ,


"Bagus kalau kau ingat semuanya !! tunggu aku , aku akan Kembali secepatnya ." ucap Bryan mencubit pekan hidung Nabila ,lalu mengecup pipi nabila ,yang dimana membuat Nabila malu di lihat oleh Erland .


Erland yang berdiri dekat mobil dengan tangan di saku celananya ,ia terus berdecak melihat tingkah kedua pasutri itu ,tapi meski begitu Erland bahagia melihat Bryan bahagia bersama Nabila .


"Mas... sudah pergi sana ?! Erland menunggu mu " ucap Nabila dengan di angguki Bryan .


"Eeeummm .... mass ..." panggil Nabila yang memberhentikan langkah Bryan .


Cup ....


Nabila tersenyum malu-malu saat dirinya mengecup pipi Bryan ,yang dimana membuat pria itu seketika terdiam dan tak lama kemudian Bryan tersenyum manis dengan bergumam.


"Vitamin pagi ." ucap Bryan.


"Huh... selalu saja pamer ." gerutu Erland .


Kini Bryan pun naik ke mobil dan meninggalkan halaman rumahnya , Nabila melihat mobil itu dengan melambaikan tangannya ke arah Bryan .


Setelah melihat mobil itu menghilang, Nabila menghela napasnya ,dia melirik kanan kiri dan sekitarnya ,sudah hampir 6 bulan dia tinggal di rumah barunya ,rumah yang di hadiahkan Bryan padanya ,Nabila bahagia ,Karana rumah yang di berikan oleh Bryan rumah impiannya yang di penuhi dengan taman bunga dan air mancur di tengah-tengah halaman rumahnya .


"Aku mencintainya ." gumam Nabila sambil mengelus perutnya .


"Mami sangat mencintai papi mu sayang " ucap Nabila lagi dengan sambil melangkah masuk ke dalam rumah .

__ADS_1


Art di rumahnya punya tempat tersendiri ,dan Nabila serasa kesepian setiap harinya jika suaminya itu pergi ke luar ataupun kerja ,dia butuh angin segar untuk membuat pikirannya jernih dan tidak merasa sesak ,Karna terus menerus tinggal di rumah sendirian karna Bryan selalu sibuk , nabila menghela napasnya berat ,bahkan dia untuk main ke mansion saja setiap hari libur Bryan ,, bahkan saat ini pria itu tidak mengijinkan Nabila pergi sendiri ke mansion meski bersama supir ,tak terkecuali pergi ke panti .


__ADS_2