
Pagi pun tiba.
Dista membuka kedua matanya dengan perlahan ,setelah sempurna membuka matanya dia melihat pria di sampingnya yang masih tertidur ,Dista mengingat kejadian semalam yang dimana dirinya memberikan mahkotanya pada pria yang kini sudah menjadi suaminya ,bahkan memberikannya di saat pria itu tidak sadar .
Dista tidak menyangka akan secepat itu di hari pernikahan nya ,dia tidak mungkin menolak kewajiban yang seharusnya dia serahkan pada suaminya itu ,tapi dengan hubungannya yang belum harmoni seperti suami istri umumnya .
Meski hati Dista sudah menerima Dimas sebagai suami ,tapi dia masih khawatir akan sikap Dimas ,apalagi dengan terjadinya semalam yang membuatnya khawatir dimana nanti Dimas sadar ,pria itu tidak bertanggung jawab dan tidak menerima apa yang pria itu lakukan .
Dista yang melihat suaminya masih tertidur masih betah di ranjang dengan menatap wajah damai pria itu ,tanpa sadar tangannya menyentuh kedua alis Dimas yang tebal dan hitam itu ,Dimas yang merasakan sentuhan lembut menyempitkan matanya sedikit melihat penggerakan Dista .
Dimas pun tidak ingin membuka kedua matanya saat gadis itu tengah bermain di wajahnya ,dia membiarkan Dista menyentuh wajahnya ,di saat Dista sudah puas menelusuri alis hidung serta bibir Dimas dia berhenti ,di saat Dista bergerak sedikit ,Dimas langsung menarik pinggang Dista ke dalam pelukannya ,Dista terkejut saat Dimas kini tengah memeluk pinggang nya yang masih terpejam .
"Apa dia masih belum sadar ,dari kegilaan semalam "
"Apa karna sup jamur itu yang membuat dia seperti itu ."
Dista melihat mata Dimas yang masih terpejam ,kini dia berusaha melepaskan tangan Dimas dari pinggangnya perlahan , di saat sudah melepaskannya ,Dista perlahan bangun dengan tubuh di halangi oleh selimut besar itu ,di saat dia terduduk rasa perih yang dia rasakan membuatnya meringis .
"Sssssstttttt ..... "
"Kenapa perih seperti ini "
Kini Dista perlahan menurunkan kakinya dengan kaki bergerak mengambil piyama yang dengan jari kakinya , Dista pun berhasil mengambil baju itu dan segera memakai bajunya dengan sedikit cepat dan sesekali melirik pria yang berada di belakang.
Dista yang kini berusaha berjalan membuatnya merintih kesakitan .
"Akhhh ...." pekik Dista .
Dimas yang sedari tadi sudah bangun membuat nya khawatir akan hal istrinya itu ,dengan cepat Dimas turun dengan keadaan telanjang ,Dista yang kini berjalan dengan pelan tidak tahu bahwa Dimas berjalan ke arahnya .
"Mau kemana ." ucap Dimas menahan tangan Dista .
Dista terkejut saat melihat Dimas tidak memakai sehelai benang pun ,dengan cepat Dista menutup kedua tangannya ,Dimas tidak menghiraukan ekpresi Dista saat ini dia langsung menggendong Dista ke ranjang , Dimas kini mengambil handuk dan melilitkannya di pinggang ,dia mengerti dengan Dista yang saat ini menutup matanya .
"Kenapa harus malu , kau bahkan sudah melihat semuanya ." ucap Dista melepaskan tangan Dista dari wajahnya .
"Kamu tidak apa-apa kan ." ucap Dimas lagi .
Dista hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah bersemu ,namun sesekali ekpresi Dista menunjukan kesakitan yang ia tahan saat dia menggerakkan kedua kakinya .
"Apa kamu sakit " tanya Dimas khawatir .
"Perih kak ."jawab Dista .
Dimas duduk dan memeluk Dista dengan meminta maaf.
"Maafkan aku ." ucap Dimas dengan mencium kening Dista .
"Untuk apa ." jawab Dista melihat wajah Dimas .
"Karna aku membuatmu sakit , dan maaf keadaan semalam aku yang tidak nyaman membuatmu Harus melepaskan masa gadismu ,dan aku juga minta maaf melakukan itu tanpa ijin dari mu ." ucap Dimas .
Dista melihat wajah suaminya itu dengan berkaca-kaca ,bahkan perlakuan Dimas saat ini begitu lembut dan perhatian padanya .
"Kak ... apa kau akan bertanggung jawab ." ucap Dista .
"Kenapa kamu berkata seperti itu ." jawab Dimas .
"Dista .. kamu itu istriku ,yah jelas aku akan bertanggung jawab ." ucap Dimas .
"Maaf ..?! aku sudah membuatmu sakit ." ucapnya Kembali .
"Kenapa kakak meminta maaf !! rasa sakit yang aku rasakan sudah menjadi bukti ,bahwa aku sudah menjadi milik kak Dimas seutuhnya ,dan aku merasakan sakit ini karna sudah memberikan semuanya padamu kak ,Raga ini semua ku serahkan padamu ." lirih Dista .
"Tapi aku tak.....
"Syuutt ... kamu jangan berfikir aneh-aneh ,buang pikiran traveling konyol mu itu ,aku bukan pria yang melakukan itu lalu pergi dan tidak tanggung jawab ,aku ini adalah suamimu dista !! aku tidak mungkin meninggalkan mu atau pun menceraikan mu ." ucap Dimas .
Dimas terkejut saat Dista memeluknya ,Dimas pun membalas pelukan istrinya itu dengan tersenyum , kejadian semalam membuatnya terselut dengan kegairahan ,bahkan Dimas mengingat sup jamur yang di makan oleh nya malam itu ,dia sudah filling ,bahwa yang melakukan itu adalah sang omahnya .
Dimas tersenyum bangga ,memiliki istrinya secara utuh ,gadis perawan yang belum tersentuh oleh siapapun ,hanya dirinya yang berhasil membuat gadis perawan itu menyerahkan dirinya .
"Terima kasih !! aku akan selalu bersamamu , mendampingi mu dalam hal apapun ,kemana pun aku pergi ,aku tidak akan membiarkan mu sendiri ." ucap Dimas .
Dista begitu bahagia saat Dimas mengatakan hal itu ,walau meski ada rasa nyut di hatinya ,Dista tidak tahu perasaan pria itu padanya ,bahkan Dista berharap pria itu tidak hanya ucapan yang baru saja Dimas lontarkan ,tapi dia juga berharap pria itu mencintainya.
"Meski tidak ada kata kamu mencintaiku , dengan perlakuan mu itu padaku membuat aku serasa di cintai oleh mu kak ."
"Kak .. aku mau ke kamar mandi ." ucap Dista .
"Hemmm .. apa masih sakit ." jawab Dimas .
"Emm .. " ucap Dista dengan mengangguk kecil.
"Baiklah sini aku bantuin ." ucap Dimas yang kini menggendong Dista ke kamar mandi .
Dista menatap wajah Dimas yang kini tengah menggendongnya ke arah kamar mandi .
"Kak .. sudah turunin aku ." ucap dista .
Dimas langsung menurunkan Dista dengan pelan ,dia menatap jalan Dista yang menahan rasa sakit dan melihat leher istrinya penuh tanda cinta darinya .
"Kak .. kenapa kakak berdiri disitu ." ucap Dista melihat Dimas yang masih berdiri dan tidak keluar .
"Aku bantu memandikan ya ." ucap Dimas .
"Ah .. tidak kak ... a...aku .. aku bisa sendiri ,kakak keluar dulu ya , aku mau mandi ." ucap dista dengan menahan malu .
Dimas hanya mengangguk kan kepalanya ,bukan apa-apa dia ingin membantu mandi Dista , hanya saja dia khawatir akan hal rasa sakit yang di rasakan oleh Dista .
Dimas melihat jam yang ada di nakas sudah menunjukan pukul 06.30 ,kini dia melangkah untuk mengambil selimut yang tergeletak di bawah lantai , di saat dia melihat seprai ,Dimas melihat noda merah yang menodai seprai nya , Dimas hanya tersenyum dan menarik seprai itu untuk menggantikannya .
Dimas tersenyum mekar saat mengingat kejadian semalam yang membuatnya tidak percaya , bahkan semalam dirinya sudah hampir sadar dengan apa yang dia lakukan itu ,dengan begitu Dimas pun tidak khawatir lagi saat dirinya meminta maaf pada Dista , bahkan gadis itu memberikan tubuhnya dengan sepenuh hati .
Di saat Dimas akan mengganti seprai , tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada telpon , Dimas pun menerima telpon itu dari Bryan dan melangkah menjauhi ranjang ,Dista yang selesai di kamar mandi melihat Dimas mengobrol dengan orang di balik telpon .
Sebelum ke ruang ganti ,, Dista menyiapkan pakaian kantor suaminya terlebih dahulu ,setelah menyiapkan pakaian Dimas ,Dista menunggu suaminya itu mengobrol dengan orang di balik telpon selesai.
Dimas yang kini sudah selesai menelpon berbalik dan melihat Dista yang tengah berdiri dengan memakai kimono dan rambut terurai basah ,Dista yang melihat Dimas berjalan menghampirinya mengeluarkan suara .
"Kak ... air mandi sudah aku siapkan ,begitu juga dengan pakaian kantormu ." ucap dista .
"Kak .. apa yang kau lakukan ,aku mau ke ruang ganti untuk bersiap-siap ." ucap Dista kaget .
Dimas tidak menghiraukan kan perkataan dusta ,dia menggendong Dista ke ranjang ,setelah itu dia berjongkok dan mengambil salep pereda rasa perih pada kulit di laci bawah ranjang ,Dista yang melihat Dimas berjongkok membuatnya heran .
"Buka kimono nya ." ucap Dimas .
__ADS_1
"Haaaa....kak Dimas mau ngapain ." jawab Dista .
"Aku akan mengoleskan rasa perih di bawah sana ,agar kamu tidak terlalu sakit ." ucapnya .
"Tapi kak .. aku ... a....aku bisa sendiri kok ." jawab Dista terbata .
"Dista !! aku ini suamimu , bahkan aku sudah melihat semua tubuh mu ,?! aku cuma hanya mengoleskannya saja ,bukan untuk melakukannya lagi ," ucap Dimas .
Terpaksa Dista pun menuruti apa kata Dimas ,dia membuka kimono dengan perlahan ,Dista merasakan malu yang sangat amat malu ,Dimas yang melihat sesuatu yang membuatnya menelan ludah benar-benar tidak bisa menahan adiknya yang di sana, tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu lagi pada Dista yang masih merasakan sakit .
Dengan cepat Dimas menghilangkan rasa gugup nya di depan Dista , Dimas membuka tutup salep itu dan mengoleskannya di bagian intim Dista , dista memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya karna merasakan sentuhan dari Dimas .
"Sudah ..!! hari ini kamu tidak perlu ke kantor ,istirahat saja di rumah ya .." ucap Dimas .
"Tidak kak , bahkan kemarin aku tidak ke kantor dan bangun kesiangan ,bahkan kau tidak membangunkan ku , jadi hari ini aku akan ke kantor ." ucap Dista .
"Tapi kamu masih merasakan perih di bawah sana ,aku tidak mau melihat mu jalan dengan tidak baik .." jawab Dimas dengan kuatir .
"Tapi aku ingin ke kantor ,bahkan seharusnya kemarin aku membuat sketsa dan tertunda ,dan hari ini aku akan membuatnya ," ucap Dista .
"Hemm ... ya sudah !! bersiaplah , " ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Dista pun turun dari ranjang dengan hati-hati rasa sakit tadi membuatnya tidak terlalu sakit karna Dimas sudah mengoleskan salep, Dimas pun melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di sisi lain .
Tepatnya di meja makan ,Erland sudah menunggu kakak nya dan juga kakak iparnya untuk sarapan sedari tadi ,bahkan Erland sudah selesai makan , tapi pria itu mengerutkan keningnya dan melihat jam yang ada di tangan kekarnya itu .
"Apa kak Dimas belum bangun ." ucap Erland .
"Kamu itu !! dimas pasti lelah ,dia tidak mungkin cepat bangun ,dan kemungkinan dia itu masih tidur ." ucap omah .
"Tapi tidak biasanya kak Dimas telat ,biasanya dia yang duluan di meja makan ,bahkan kakak ipar juga tidak kelihatan ." ucap Erland .
"Mas ... sudah ! ini waktunya kamu berangkat ,bukannya hari ini ada meeting ." timpal ana memberikan tas kerja suaminya .
Erland pun mengangguk dan menerima tas yang ana berikan padanya ,kini Erland pun melangkah dengan di ikuti ana dari belakangnya ,dan dia pun tidak memikirkan makanya lagi ,sementara di meja makan wanita paruh baya itu tengah tersenyum girang dan melihat ke arah bi Ani ,bi Ani yang melihat nyonya besarnya tersenyum hanya mengacungkan jempolnya .
" Bi Ani ... ayo ikut aku ." ucap omah yang berdiri dari duduknya .
Bi Ani hanya mengikuti langkah wanita paruh baya itu menuju pintu kamar Dimas ,kedua wanita paruh baya itu kini tengah berada di depan pintu kamar Dimas dan mendekatkan telinga silih berganti dengan bi Ani ,
Bukan hanya itu bahkan kini keduanya mendekatkan telinganya di depan pintu kamar Dimas , di saat keduanya menguping tiba-tiba pintu terbuka oleh Dimas , omah yang serius menempelkan telinganya ke pintu hampir tersungkur ke dalam ,beruntung bi Ani langsung menahan tangannya ,begitu pula dengan Dimas yang yang ikut menahannya .
Bi Ani yang kini berada di antara mereka tidak tahu harus menjawab apa ,dengan cepat dia pun memberi alasan.
"Eu ... nyonya besar !! bekas makan di meja masih be_berantaksn ,dan saya harus cepat membereskan nya ." ucap bi Ani .
"Ah .. haha ... kau benar !! oh iya bi Ani tolong tuangkan bubur blewah ku ,agar cepat dingin ," timpal omah memberi drama alasan dan mengisyaratkan bi Ani agar cepat pergi .
Dimas melihat gelagat omah dan bi Ani hanya menghela napasnya berat ,dia melihat Bi Ani yang sudah pergi ,kini pandangannya beralih pada omah yang tengah tersenyum padanya .
" Omah " ucap Dimas .
"Hehe ... Dimas calon cicit omah untuk menemani Kenzie ,kini bergantung padamu ." ucap nya tersenyum dengan memberikan semangat pada Dimas .
Dimas hanya mengerejapkan matanya yang melihat omahnya yang begitu semangat , repleks dia pun mengangkat tangannya memberikan semangat juga di hadapan omahnya itu .
Wanita paruh baya itu pun pergi dan meninggalkan Dimas ,Dimas yang melihat omahnya semangat hanya geleng kepala dan melihat Dista yang kini tengah berjalan untuk keluar, Dista yang melihat Dimas di ambang pintu membuatnya heran ,bahkan pria itu sudah siap dari tadi untuk keluar .
"Kak ... kok masih di sini , ayo kita sarapan ." ucap Dista .
"Gak perlu buru-buru .. pelan-pelan saja !! bos mu disini ." ucap Dimas .
"Emm ... " Dista pun dengan pelan memakan sarapannya .
Selang beberapa menit sarapan pun telah selesai ,Dimas dan Dista pun bersiap untuk berangkat kantor ,di saat Dimas melangkah langkahnya terhenti saat melihat Dista berhenti .
"Kenapa ." tanya Dimas.
"Kak ...ranjang belum di Pasang seprai ." jawab dista .
"Kamu gak perlu pikirin itu , sekarang masuklah ke mobil duluan .." ucap Dimas .
"Tapi ....
"Sudah !! aku akan menyuruh bi Ani ." ucap Dimas dengan di angguki dista dan langsung berjalan ke arah mobil Dimas .
"Bi Ani .... " panggil Dimas .
"Ya tuan muda ." jawab bi Ani dengan berlari kecil .
"Tolong bereskan kamar saya , seprainya sudah ada di ranjang ,tinggal pasang ,?! tadi saya tidak sempat memasangkan ," ucap Dimas
"Baik tuan ." ucap bi Ani .
Kini Dimas pun melangkah ke arah mobilnya dan siap untuk berangkat ,bi Ani yang sudah melihat kepergian Dimas langsung berlari kecil pada nyonya besarnya.
"Apa !! Dimas menyuruhmu membereskan kamar nya ,hmm... tidak biasanya .Hmm...hmmm... ?! aha ... kau bereskan bi Ani ,dan aku akan lihat kondisi kamar mereka ." ucap omah berbinar .
Kedua wanita paruh baya itu kini melangkah ke arah kamar Dimas ,sesampainya di kamar, wanita paruh baya itu melihat ranjang yang sudah tidak ada seprai nya ,hanya ada seprai baru yang masih terlipat .
"Bi Ani ... menurutmu ." ucap nya dengan melihat ke arah bi Ani .
"Mungkin mereka ....
"Ahaaa... haha .. ?! cepat kau lihat di ranjang cucian tempat baju kotor ,siapa tahu seprai itu ada di sana ." ucapnya dengan tersenyum .
Bi Ani yang kini sudah berada dimana seprai tempat pencucian itu berada ,dia melihat seprai yang jelas terlihat itu berada di ranjang penyimpanan baju kotor ,dengan cepat bi Ani melihat dan membeberkan nya, di saat dia melihat-lihat dengan apa yang dia cari ,bi Ani langsung terkejut dengan apa yang dia lihat ,kini dia pun membawa seprai itu ke luar untuk memperlihatkan noda darah tersebut .
"Nyonya besar ." ucap bi Ani heboh .
" Kenapa ,ada apa ,, kenapa kau heboh sekali ," jawabnya.
"Lihat ini nyonya ." ucap bi Ani .
"Waaaaaaaaaaaaaaahhhhh ...... noda darah , i_itu berarti ... ahaha .... bi Ani akhirnya yang aku tunggu-tunggu berhasil ,cucu berkarat itu akhirnya tidak perjaka lagi ." ucap nya dengan berbinar .
"Yuhuuuuuuuu .... sebentar lagi aku akan menambah cicit , !! bi Ani cepat kau bawa seprai untuk di cuci ." ucapnya dengan di angguki bi ani .
Wanita paruh baya itu masih saja tersenyum ,rencana yang dia rencanakan akhirnya berhasil, dengan begitu dia akan terus berusaha lagi dengan cara lain ,agar Dista cepat-cepat hamil dan memberikan cicit lagi setelah Kenzie .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di perusahaan Anggara group.
Dimas yang kini tengah melangkah ke ruangannya di ikuti oleh Bryan di belakanganya.
__ADS_1
"Jadwal hari ini apa ." ucap Dimas yang berada di depan Bryan .
"Jadwal hari ini ,Promosi periklanan untuk wawancara jam 9 ,pukul 11 sore laporan admistrasi ,pukul 2 ada rapat departemen kecantikan ,Bahkan ada 4 orang berbakat yang membuat hasil produk baru itu meningkat nilai tinggi ." ucap Bryan .
"Emmm ...baiklah .. aku akan memilih dari 4 orang itu untuk memilih penilaian produk baru , aku akan memilih salah satu dari mereka untuk meneliti produk baru dan itu mu serahkan padamu ,nanti akan ku panggil Mikha untuk memilihkannya." ucap Dimas .
"Baiklah ... ini berkas yang harus kau tanda tangani ." ucap Bryan .
Dimas hanya mengangguk dan mentanda tangani berkas tersebut ,Bryan yang sudah mentanda tangani berkas itu melangkah pergi ke luar , Dimas melihat langkah Bryan ,bahkan saat ini pria itu terasa berbeda dari pandangan Bryan ,dengan begitu Dimas pun mengerti dengan perubahan Bryan ,pasti karna Nabila berada di perusahaan nya yang membuat Bryan banyak perubahan dari raut wajahnya .
.
.
Waktu menunjukan pukul 12 siang , Nabila yang kini tengah bersama Dista akan melangkah ke arah kantin dan saling bercengkrama , Dista begitu antusias Dan senang , akhirnya dirinya kini bisa bertemu setiap hati dengan sahabatnya itu .
"Nabila ,aku tidak menyangka akhirnya kita bisa satu kantor ,hanya saja berbeda ruangan , " ucap Dista .
"Awalnya aku juga tidak menyangka dis ..
Nabila terhenti bicara saat matanya kini melihat pria yang dia cintai bersama wanita lain ,meskipun Bryan sudah mengatakan padanya ada pekerjaan untuk meneliti produk baru dengan salah satu karyawan ,tapi hatinya tidak terima melihat kekasihnya dengan wanita lain .
Dista yang melihat pandangan Nabila ke arah dimana Bryan mengerti dengan ekspresi itu .
"Eumm .. kayanya kak Bryan lagi membantu kakak cantik itu untuk membatu pemilihan hasil akurat yang bagus untuk produk kak Dimas ." ucap Dista .
"Eumm .. iya aku tahu kok ," jawab Nabila yang kini masih melihat ke arah Bryan .
Meskipun Bryan di dampingi dengan manajer keuangan ,tapi dia tidak suka melihatnya dengan wanita lain ,bahkan wanita itu sesekali menatap Bryan .
Wanita itu melirik Bryan sesekali ,karna matanya yang selalu melirik Bryan wanita itu tidak bisa mengendalikan perasaannya saat dekat Bryan ,tanpa sadar dia pun keseleo karna tidak melihat jalan yang sedikit bertumpul , beruntung wanita itu tidak terjatuh karna Bryan menahan tangannya .
Setelah menahannya Bryan melanjutkan jalannya tanpa memperdulikan tatapan wanita itu ,manajer keuangan yang berada di belakangnya membuka suara .
"Anggel kenapa kamu tidak hati-hati di saat berjalan ,kau tidak lihat ini sedikit bertumpul ,ayo kita segera ikuti tuan Bryan sampai ke ruang industri ,jika terlambat sedikit ,dia akan marah ." ucap manajer tersebut .
"I_iya pak ," ucap Anggel menatap punggung Bryan .
Nabila yang melihat ekspresi wajah wanita itu paham dengan tatapannya pada Bryan , Dista hanya melihat tatapan Nabila ke arah Bryan yang kini tengah melangkah ke arah ruang industri dengan seorang wanita , bahkan Dista pun melihat dimana Bryan menahan tangan wanita tadi .
" Eh... kak Bryan kayanya baik sama semua orang ya ,,bahkan dia menahan kakak itu ." celetuk Dista .
"Omong kosong apa yang kau bicarakan ini Dista ."
"Dista ayo kita cepat ke kantin, setelah makan siang aku akan kembali ke ruangan ku ." ucap Nabila menarik tangan Dista .
"Eh... tapi kenapa terburu-buru ,waktu jam istirahat masih lama, aku nyempetin nemanin kamu loh hari ini ." ucap Dista .
"Aku ada pekerjaan yang belum terselesaikan ,dan aku akan mengerjakan nya setelah makan siang ." jawab Nabila .
"Oh .. gitu .. oke kau gitu ." ucap Dista mengikuti langkah Nabila .
Nabila memikirkan dimana tadi Bryan menahan wanita itu ,Nabila tahu Bryan hanya menolongnya ,tapi meski begitu Nabila merasa tidak nyaman, bahkan saat ini dirinya mengingat dimana dia menatap wanita itu yang sedang menatap bryan .
"Aku mengerti .. pandangan seperti itu ...sama dengan perasaanku di waktu itu ,apa wanita itu menyukai Bryan ."
Selang beberapa menit ,Nabila membawa makanan di nampan untuk makan siangnya dengan Dista , dengan memikirkan hal tadi Nabila benar-benar tidak nafsu untuk makan , di saat dia melahap makan satu suap , seorang pria kini tengah duduk di sampingnya .
"Apa sudah selesai makan siangnya ." ucap Bryan melihat wajah Nabila .
Nabila terkejut saat ini Bryan berada di sampingnya , bukannya tadi dia berjalan ke ruang industri ,tapi kenapa berada di kantin .
"Bryan kamu .. a...ada di sini .." ucap Nabila .
"Tentu !! aku akan menemani pacarku makan siang ." jawab Bryan .
"Bukannya kamu ....
"Emmm ... aku ijin kesini sebentar , aku ingin melihatmu makan siang , aku ingin menemani mu dulu ,setelah itu aku akan Kembali ke ruang industri." jawab Bryan .
"Hemmm...Kamu gak makan siang " ucap Nabila .
"Pengen nya sih ,makanan punya Kam...
"Nih makan ,jangan menatapku seperti itu ,nanti ada orang yang melihat ." ucap Nabila yang kini menyodorkan naget ke mulut Bryan .
Bryan langsung menerima dan memakannya langsung ,Dista yang berada di depannya hanya bisa melihat pemandangan mereka yang pamer kemesraan .
"Hei kalian berdua pamer kemesraan ya " celetuk Dista .
"Iya dong !! nyonya Anggara juga bisa kok bermesraan di ruang CEO ." ucap Bryan tanpa melihat ke arah Dista ,pria itu hanya melihat Nabila yang tengah makan .
"Dasar ...!! ehh tadi ke ruangan industri ngapain saja ." ucap Dista .
" Sedang memeriksa penelitian untuk produk baru ...
"Selain kamu ,siapa saja yang memeriksa ." ucap Nabila .
Bryan langsung melihat mimik wajah Nabila .
"Dia karyawan di bidang kecantikan ,namanya anggel kau pasti mengenalnya ," ucap Bryan .
"Oh .." ketus Nabila .
Bryan mengerutkan keningnya saat Nabila memberikan jawaban singkat ,kini dia menangkup wajahnya sebelah sembari melihat gadis itu , Bryan malah tersenyum melihat ekspresi wajah Nabila , dia mengerti gadis itu pasti cemburu di saat dia mengatakan nama wanita .
.
.
Waktu pulang kerja pun telah tiba ,Dista yang kini akan melangkah ke luar melihat Nabila yang tengah melangkah untuk keluar .
"Nabila .." panggil Dista .
"Dista ., kamu mau pulang juga ." ucap Nabila dengan di angguki Dista .
"Gak bareng dengan kak Dimas ." ucap Nabila .
"Dia hari ini akan pulang terlambat ,kemungkinan kak Bryan juga ." ucap Dista .
"Iya ... dia akan lembur dengan wanita itu ." jawab Nabila .
"Haaa....
Nabila hanya mengangguk memberi Jawaban pada Dista , tapi di saat dia melangkah , lagi-lagi dia harus melihat Bryan dengan wanita itu ,Dista yang melihat wanita itu tersenyum ke arah Bryan membuatnya geram
*
__ADS_1
*
*