
Keesokan harinya .
Seorang wanita cantik yang sudah menjadi seorang ibu itu kini tengah sibuk di dapur , rutinitas ana memanglah selalu di dapur pagi-pagi membantu para pelayan untuk menyiapkan sarapan , dan bahkan baby Kenzie pun kini semakin kian aktif ,apalagi di umur nya sekarang sudah menginjak satu tahun ,dan terkadang ana membantu para pelayan pun dia lewatkan karna keaktifan Kenzie sang putra yang sudah bisa mengacak-ngacak barang di sekitar nya .
Tapi tidak dengan hari ini ,ana membantu para pelayan di dapur dengan santai di karna kan erland ada di rumah dan hari ini hari Minggu yang dimana suaminya itu bisa jagain baby Kenzie .
"Massss ......" teriak ana yang kini berada di dapur .
"Iyaa kenapa sayang ." jawab Erland yang berada di ruang samping .
"Kawal terus kenzie ... jagain yang benar ?! jangan main game terus ." teriak ana
Saat mendengar teriakan ana ,Erland seketika berhenti dari mainnya ,dan melangkah ke arah karpet busa yang dimana sang putra nya itu tengah bermain .
"Massss.... " teriak ana lagi .
"Iya ... ini juga di jagain ." ucap Erland duduk di samping putra nya dan lanjut main gamenya .
Erland yang tengah sibuk bermain game kini teralihkan pada sang putra yang tengah tertawa ke arah nya ,tapi tiba-tiba dia mencium aroma yang begitu sengit ke hidungnya yang dimana membuat pria yang menjadi ayah itu berhenti dari mainnya .
"Kenzie ... anak Daddy ... kamu pup lagi ,, baru aja beberapa menit yang lalu ,sekarang mesti Daddy ganti lagi ." ucap Erland yang kini mengangkat baby Kenzie ke arah kamar mandi yang ada di ruang samping .
Bukan Erland namannya jika dia terobsesi oleh kebersihan ,hanya pup saja Erland langsung memandikan baby Kenzie , setelah itu Erland membuang kotoran yang di keluarkan oleh putranya itu .
Setelah selesai ,Erland membawa sang putranya ke arah kamar nya untuk di gantikan baju ,setelah itu Erland membawa Kenzie lagi ke ruang samping dan bermain kembali, Erland melangkah untuk mengambil bola-bola plastik yang berwarna-warni dan memberikannya ke sang putra .
Kini Erland pun melanjutkan main game nya di samping Kenzie ,yah! Erland jika tidak memiliki kesibukan lain dia pasti teralihkan pada hobi nya ,setiap Minggu dia memang suka main game dengan sembari menjaga sang putra ,walau terkadang Erland selalu mendapatkan Omelan dari sang istri jika ketahuan oleh ana ,
Karna kesibukannya dan pokus ke game ,Erland tidak sadar di sampingnya baby Kenzie sudah tidak ada dan entah tidak tahu kemana , Erland terkejut saat putra nya itu tidak ada di sampingnya ,kini dia langsung menaruh ponselnya dan mencari Kenzie .
Erland mengalihkan pandangan nya ke setiap ruangan itu ,dia sudah kalang kabut saat putra nya itu sudah tidak ada di sampingnya ,kini dia celingak celinguk dan keluar dari ruang samping itu ,dia tidak mungkin berteriak memanggil sang putranya itu ,jika berteriak ana sang istri pasti ngomel ,pandangan Erland melihat sang istri yang kini masih pokus di dapur dengan pelayan .
Omah yang kini baru keluar dari kamarnya melihat Erland dengan gelagat kaya maling ,sang omah melangkah ke arah dimana Erland yang kini sedang membungkukkan kepalanya mencari-cari Kenzie di setiap kolong-kolong meja ,tepatnya kini Erland sedang melihat kolong meja makan .
"Erland ,kamu lagi ngapain ," ucap sang omah yang dimana kini pria itu terlonjak kaget .
"Eu .. itu ... tadi aku .. aku liat kecoa omah ,aku mau membasminya " ucap Erland kini berdiri tegak ke arah omahnya .
"Kamu ini ?! masih saja takut akan hal kecoa ," ucap omah melangkah ke arah ruang samping .
"Omah aku bukan takut ,jijik saja " jawab Erland yang kini matanya mencari sang putra .
"Erland di mana Kenzie ." teriak sang omah .
Erland terkejut saat suara omahnya itu terdengar sampai ke ruang meja makan yang dimana ana di dapur langsung membuka suaranya .
"Kenzie di ruang samping omah sama Daddy nya ." teriak ana .
Erland dengan kocar kacir langsung mencari sang putranya ke ruang tamu ,dia tidak ingin hal itu istrinya tahu ,bahwa sang putra tengah hilang di area mansion luas itu ,di saat dia sampai ruang tamu ,Erland mendengar tawa putranya dengan jelas ,kini dia pun membungkukkan kepalanya dan mencari-cari Kenzie di belakang sofa ,dan di kolong bawah meja kecil yang berada di ruang tamu itu .
Saat Erland mendongkak ke arah depan ,dia di kejutkan oleh putranya yang kini berada di ambang pintu masuk dengan tertawa sendiri ,hingga membuat pria itu menepuk jidatnya sembari jalan cepat untuk mengambil sang putra .
"Oh ... ya ampun sayang ,jika mommy mu tahu kamu tiba-tiba ada disini dia pasti marah besar sama Daddy mu yang tampan ini ,dan kamu kenapa bisa begitu cepat sampai sini " ucap Erland sambil menggendong Kenzie.
"Maafin Daddy sayang ,Daddy membiarkan mu begitu saja ,kamu kecewa ya sama Daddy yang membiarkanmu ,hingga kamu pergi sendiri dan ninggalin Daddy ,Daddy janji tidak akan membiarkan kamu lagi ." ucap Erland sambil menggendongnya ke arah sofa ruang tamu
Mulai dari sekarang Erland tidak ingin mengabaikan putra nya itu lagi ,Minggu lalu dia pun kehilangan putra nya ,bahkan bocil itu tengah bersembunyi di kolong meja makan yang dimana itupun membuat ana marah dan mengomeli dirinya .
"Sayang maafin Daddy , Kenzie mau maffin Daddy ," ucap Erland sembari mencium pipi gembul sang putra nya ,yang di mana putra nya itu seketika tertawa .
Tawa Kenzie yang membuat Erland mencium kembali pipi gembul bocil itu dengan gemas ,dan lagi-lagi Kenzie tertawa saat bocil itu di cium oleh sang Daddy , kini Erland duduk di sofa ruang tamu dengan Kenzie di pangkuannya ,ana yang baru selesai masak melangkah ke arah sang suami dan juga putranya .
"Hallo pria-pria tampan mommy " ucap ana yang ikut duduk di samping Erland .
"Uhh anak mommy makin pintar aja ,udah hapal jalan ya ,, udah hapal pintu depan ya sayang ." ucap ana membelai wajah sang putra dengan kembali menciumnya.
Erland mengerutkan keningnya saat ana berkata sedemikian dan menatap istrinya yang mencium Kenzie ,di saat Erland menatapnya ana menatap suaminya yang dimana Erland kini tengah tersenyum kikuk .
"Aku gak di cium sayang " ucap Erland yang kini mulai kambuh dengan nada manjanya.
"Enggak ada cium-cium di pagi ini untuk mu mas ?! kamu jagain Kenzie aja gak bener ,dan membiarkan Kenzie merangkak kearah pintu sendiri ,kamu pikir aku gak tahu ." ucap ana dengan tegas yang dimana membuat Erland terkejut dengan perkataan sang istri.
"Sayang kalau kamu tahu ,kenapa gak di ambil Kenzie tadi ,aku tadi mencarinya kemana-mana ." ucap Erland.
"Aku sebenarnya mau ngambil Kenzie ,tapi di saat kamu keluar dari ruang samping ,aku sudah paham kamu itu sedang mencari Kenzie ,bahkan kamu pake alasan liat kecoa lagi ," ucap ana dengan nada kesal .
__ADS_1
"Sayang nya mommy ...uhh gemasnya ." ucap ana mencium Kenzie dan kini mengambil alih dari tangan Erland .
"Sayang !! yang di cium jangan Kenzie Mulu dong !! Daddy nya enggak nih ." ucap Erland dengan menunjukan sikap kekanak-kanakan nya .
"Enggak ada cium di hari siang ,malam hari kamu tuh sering dapet cium dari aku ,bahkan double lagi ." ucap ana yang dimana membuat Erland mengerucutkan bibirnya .
Erland diam dengan wajah di tekuk nya , ketampanannya kini menjadi ada saingannya yaitu putra nya sendiri ,yang dimana Erland berpikir bahwa istrinya itu sekarang pilih kasih dan membagi cintanya itu , ana menggelengkan kepalanya saat melihat raut wajah Erland yang di tekuk ,dengan bibirnya sembari komat Kamit menandakan kekesalan nya .
"Iya .. iya ... sini ... siang nya juga aku akan kasih kamu cium plus-plus double ." ucap ana yang kini menghadap suaminya .
Cup ....
Cup .....
Cup.....
Cup ....
Kecupan itu mendarat di wajah tampan Erland yang dimana membuat Erland menjadi tersenyum.
"Jangan pasang wajah mendung seperti tadi lagi ,kamu barusan udah dapet double ." ucap ana yang kini tengah memainkan jari mungil sang putra .
"Makasih sayang ." ucap Erland dengan mencium pipi sang istri.
Kini keluarga kecil itu melangkah ke arah ruang samping untuk mengajak sang putra bermain lagi ,tawa canda mulai terdengar saat baby Kenzie kini sedikit demi sedikit berdiri dan akan melangkah berjalan ,Erland dan ana bersorak bahagia saat putra nya mulai bisa mempelajari pertumbuhan nya.
Erland melihat ana yang kini mengahmpiri sang putra dan membawanya kembali di samping erland ,Erland tersenyum tipis saat melihat istri dan anak nya tertawa bahagia .
"Sayang , gimana kalau kita nambah satu lagi anak ,buat adik Kenzie ." ucap Erland berbisik yang dimana membuat ana melototkan matanya .
"Dan jika kita hubungan ,aku akan melepaskan pengaman pengap itu ." ucap Erland kembali berbisik yang dimana ana kini menoleh ke arah suaminya.
"Enggak mas !! Kenzie masih kecil ," ucap ana dengan menolak keinginan erland .
Ana bukannya tidak mau ,hanya saja ana lebih menunda dulu ,apalagi usia putra nya baru satu tahun , dia tidak mau nantinya baby Kenzie kurang kasih sayang jika dirinya hamil di saat baby Kenzie masih kecil .
"Tapi baby Kenzie udah bisa jalan sayang, boleh ya ." ucap Erland dengan wajah memalas.
"Enggak mas ... Kenzie belum terlalu lancar jalannya ." ucap ana menolak lagi .
"Enggak mas ?! Aku masih mau ngurus dulu Kenzie sampai dia umur 2 tahun lebih ,sekarang dia masih terlalu kecil untuk punya adik ," ucap ana tanpa melihat ke arah Erland dengan wajah nunduknya.
Erland menghela napasnya panjang , dia mengerti dengan penolakan sang istrinya itu ,Erland meraih dagu ana untuk tidak memikirkan perkataan nya ,ana pun mengangguk dan tersenyum ke arah Erland, ana berjanji pada Erland jika umur Kenzie 2 tahun lebih dia siap untuk hamil lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain .
Seorang wanita hamil kini tengah merajuk sama suaminya yang tak lain adalah Dimas ,dia ingin memakan sesuatu yang menarik lidahnya , sampai-sampai terbayang di otak ,Dista serasa ingin memakan sate ,Dimas yang kini sibuk dengan laptopnya mengalihkan pandangannya pada sang istri yang kini tengah merengek ingin makan Sate.
Yah! beberapa hari pasca kejadian itu ,Dimas stay di rumah dan selalu di samping Dista sang istri ,ke ruang kerja pun wanita hamil itu melarangnya ,Karna takut suaminya itu tiba-tiba menghilang lagi .
Hari-hari sudah Dista lalui ,mengenai perihal dimana tempo hari membuatnya tak ingin keluar dan tak ingin di tinggalkan oleh Dimas ,bahkan ibu hamil itu melarang Dimas untuk pergi ke kantor , semenjak dimana kejadian tempo hari ,dan Dimana itu juga Dimas menghilang tiba-tiba.
Dimas terpaksa harus menutup laptopnya dengan helaan napasnya ,kini dia menatap sang istri dan membelai wajah istrinya yang sedikit berbeda dan terasa bersisi ,dan Dimas pun paham akan hal perubahan istrinya itu karna kehamilannya .
"Sayang !! di jam segini belum ada yang buka pangkalan sate ,nanti tunggu malam aja ya ,aku akan membelikan nya untuk mu ." ucap Dimas .
"Tapi aku mau sekarang !! dan bakarnya di sini ,kakak harus beli daging ayam untuk di sate ." ucap Dista merengek dengan bergelayut di tangan Dimas .
Dimas terkejut dengan permintaan istrinya itu ,bahkan di usia kandungan istrinya itu sekarang sudah tidak termasuk ngidam ,yang membuatnya terkejut saat Dista meminta bakar sate di mansion .
"S_sayang !! kamu tidak menyuruhku untuk mengipas sate itu sendiri kan ,pasti harus di tusuk-tusuk dulu ." ucap Dimas .
"Panggil saja teman-teman kakak kesini ,biar mereka yang membantu kak dimas,?! ohh ... suruh kak Bryan juga ,sekalian bawa Nabila ." ucap Dista .
Dimas menghela napasnya berat ,dan itu pun Dimas langsung menganggukkan kepalanya untuk menyetujui keinginan istrinya ,kini Dimas pun turun dari ranjang dan menaruh laptop yang berada di pangkuannya itu .
Dimas menyuruh salah satu dari pelayan untuk membeli daging ayam Serta pembakaran sate nya ,dia memerintahkan dua pelayan untuk menyuruhnya ,dia pun menyuruh Roy agar ikut membantunya juga .
Dengan cepat dia pun menghubungi Bryan dan juga Steven untuk datang ke mansion , Erland yang kini keluar dari ruang samping di perintahkan dimas untuk ikut bantu mempersiapkan segala nya , Erland yang awalnya tidak tahu apa-apa dan tidak mengerti dengan apa yang di katakan Dimas mesti harus bertanya dulu ,dan itu pun membuat Dimas Harus mengatakannya .
.
.
__ADS_1
.
Acara bakar-bakaran pun kini tengah di mulai ,Bryan dan Steven kini tengah menusuk sate ,sementara Erland dan Dimas kini tengah membakar sate yang sudah di tusuk .
Nabila ,Tania ,ana dan Dista kini tengah nonton Tivi di ruang tivi dengan menertawakan film yang menurut mereka lucu ,Dista mengalihkan pandangannya ke arah balik pintu arah belakang ,kini dirinya berdiri melangkah ke arah dimana para lelaki itu tengah membakar sate .
Dista melihat suami nya yang kini tengah mengipas jagung terlihat begitu tampan ,mau berpenampilan apapun ,mau sedang apapun suaminya itu tetap tampan .
"Kak ..... " panggil Dista .
"Ada apa sayang " jawab Dimas melihat ke arah sang istri dan melangkah dengan mengipasi wajahnya yang begitu gerah .
Siang ini semua orang tengah di sibukan dengan acara kecil-kecilan karna permintaan si ibu hamil ,bahkan Dimas pun kebagian menjadi pengipas sate karna semua itu suruhan si ibu hamil ,Dimas mengahmpiri Dista dengan masih memegang kipas bambu di tangannya .
"Kakak sini duduk ." ucap Dista menyuruh Dimas duduk di sampingnya .
"Kenapa " tanya Dimas
"Aku hari ini ingin di elus-elus ..." ucap Dista meraih tangan Dimas dan menempelkannya ke perut buncit nya .
"Bagaimana ?! dia aktif bukan " ucap Dista dengan tersenyum .
Dimas mengangguk, wajahnya begitu terharu saat gerakan itu begitu kencang menendang perut Dista ,Dimas tersenyum senang saat mengingat dan mengetahui jenis kelamin bayi mereka adalah laki-laki
"Ya?! mereka begitu aktif ,pasti mereka nanti nya ingin menjadi pemain sepak bola ." ucap Dimas masih menyimpan tangannya di perut buncit dista .
"Ihh. . bukan kak ?! tapi mereka itu sedang belajar silat ,dan belajar menendang untuk mengalahkan musuhnya nanti, aku yakin mereka akan menjadi anak-anak ku yang hebat ." ucap Dista dengan mengelus perutnya .
Dista benar-benar ingin segera melahirkan ,dia sudah tidak sabar untuk melihat bayi mungilnya ,apakah mereka itu akan mirip dengannya atau lebih mirip dengan ayahnya.
"Kamu benar sayang !! mereka akan menjadi anak hebat dan pintar ?! tentu nya tampan seperti papa nya ." ucap Dimas yang kini masih saja mengelus perut Dista .
Dimas merasakan dimana anak-anak nya itu tengah menendang lagi bahkan dia pun tersenyum senang saat anak-anak nya tengah merespon .
"Hallo anak-anak ku sayang ,ini papa ?! cepat lahir ya , setelah itu cepat besar ,papa akan mengajarkan kalian cara berkenalan dengan seorang gadis ." ucap Dimas sambil mencium perut Dista yang dimana Dista di buat terkejut dengan perkataan suaminya itu .
Plaakkkk ........
Sebuah pukulan berhasil mendarat di tangan Dimas dari Dista ,wanita hamil itu terkejut dengan apa yang di katakan oleh Dimas ,kesal ?! tentu saja Dista begitu kesal dengan suaminya yang berkata seperti tadi .
"Kak ... mereka belum mengerti dengan apa yang kakak ucapkan tadi , kakak ini bicara tidak sedang ngelantur bukan ?! sana pergi ... jangan dekat-dekat ." usir Dista dengan nada kesal nya .
"Enggak-enggak sayang !! aku bercanda ...gak serius banget kok ." ucap Dimas yang kini masih mengelus perut Dista .
"Kembali kipasi sate sana ,!! kalau enggak ,kakak malam ini tidak boleh tidur dengan aku di kamar ." ancam Dista .
Dimas terkejut dengan istrinya itu ,padahal tadi Dista memanggilnya begitu sangat manis ,tapi setelah dia mengucapkan perkataan yang tadi dia lontarkan perubahan istrinya langsung membuat dirinya diam dan melihat raut wajah sang istri , padahal perkataanya tadi cuman hanya asal bicara .
"Baiklah !! aku akan kembali mengipas !! tapi kamu jangan biarin suamimu ini tidur di luar sayang. " ucap Dimas dengan nada lemas nya .
Dista tidak mendengarkan ucapan Dimas ,dia melangkah ke arah Dimana para wanita kini tengah menyiapkan makanan apa saja yang akan menjadi menu cemilan di acara siang ini .
Ketiga wanita itu tengah asyik dengan pekerjaan nya masing-masing dengan sembari bergosip ,tak hanya itu ,Tania dan Nabila tengah menertawakan Dimas yang tengah di marahi oleh ibu hamil itu .
.
.
Di taman belakang .
Para pria yang kini tengah di sibukan dengan pekerjaannya itu tengah serius dengan gerakan nusuk sate ,Bryan dan Steven berdecak saat daging yang mereka tusuk tidak selsai juga .
Berbeda dengan Dengan kedua pria yang kakak beradik itu , Dimas kebagian mengipas sate begitu pun juga Erland , Dimas menghela napasnya berat saat mengingat dimana istrinya itu marah .
"Land !! bagaimana caranya meluluhkan hati ibu hamil , kau yang sudah pengalaman ." ucap Dimas ke arah Erland .
"Kenapa !! apa kau bertengkar dengan kakak ipar ." jawab Erland menoleh ke arah Dimas .
"Tidak !! hanya saja semenjak kehamilannya membesar ,sikap nya selalu berubah-ubah ,kadang manja , kadang nangis ,nah tadi dia marah-marah setelah memanggil ku dengan senyuman manisnya ." ucap Dimas dengan lesu .
" kak ... kau jangan membuat dia merasa terbebani dengan sikapmu , waktu ana hamil ,aku lebih suka banyak-banyak mengalah ?! tapi menurutku ?! kehamilan istrimu dan istriku ,lebih parah dengan hamilnya istrimu , ana... dia tidak terlalu banyak tingkah seperti istrimu ,?! Mungkin karna istrimu mengandung anak kembar !! emosi nya jadi meluap-luap ." ucap Erland
Menjalin rumah tangga dengan Anatasya ,membuat Erland tahu ,bagaimana suka duka nya membuat hubungan rumah tangga tetap utuh ,sikap ana yang dimana di mata Erland begitu sempurna membuatnya nyaman ,walau awalnya rumah tangga mereka di Belit-Belit masalah oleh kelakuannya dulu pada ana membuat Erland masih saja menyalahkan dirinya .
Dimas yang mendengarkan perkataan erland hanya diam dan tak menjawabnya ,Dimas berfikir ,padahal selama ini dia terus mengalah dan mengikuti kemauan ibu hamil itu ,Dimas memikirkan perubahan Dista di saat kehamilan nya sudah 7 bulan ini ,sikapnya selalu berubah-ubah .
__ADS_1