Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Suami tampan ku .


__ADS_3

Wanita paruh baya itu menghampiri Erland dan juga ana ,dari sudut bibir nya kini telah melengkung kan dengan senyuman nya kembali.


"Cucu menantu maafkan omah ,kau tadi pasti kaget dengan ucapan omah ,?! ayo ikut omah ..." ucap nya yang kini telah melepaskan tangan Erland dari ana.


Omah kini telah menggandeng tangan ana ,dan melihat ke arah belakang dengan mengedipkan mata nya pada Erland .


"Dia milik omah sekarang ." gumam omah kecil pada Erland .


Erland mengerutkan kening nya ,melihat omah nya yang telah melepaskan tangan nya dari tangan ana, kini dia melangkah ke arah tangga untuk pergi ke kamar ,sementara ana dia melangkah dengan di dampingi sang omah untuk pergi ke kamar nya .


"Nama mu siapa sayang , ayo duduk ." ucap nya yang kini tengah duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang .


"Anatasya omah ," ucap ana tersenyum .


"Wahh ... kau terlihat sangat cantik saat tersenyum .?! dan nama yang cantik seperti orang nya ,?! ana ...maafkan perkataan omah yang tadi ya ,mungkin omah sudah membuat mu takut ," ucap nya dengan memegang tangan ana .


"Tidak apa-apa omah ,aku mengerti kok ,?! kami yang salah Karna tidak memberi tahu omah ,dan seharus Kami yang meminta maaf." ucap ana menggenggam kembali tangan wanita paruh baya itu .


"Tidak ...,?! ini bukan salah mu nak ,semua ini pasti sudah di rencanakan oleh kedua cucu omah yang laknut itu ." ucap nya dengan geram .


"Dengan adanya mereka yang tumbuh besar , sampai-sampai ada masalah pun tidak ada yang memberitahukan omah ,mereka berdua cucu omah yang menganggap omah sudah mati ." ucap nya dengan isakan tangis nya .


"Omah ,,?! mungkin ada hal yang lain mereka tidak memberitahukan omah ,mungkin mereka tidak ingin melihat omah syok dengan setelah kejadian yang menimpa Dimas ." ucap ana menenangkan sang omah .


"Kau benar nak ,mereka berdua keras kepala sejak kecil .? di setiap ada masalah selalu menutupi nya dari kami ,di saat dimana putra ku masih hidup pun mereka berdua selalu membereskan masalah nya berdua tanpa orang lain tahu ." ucap nya dengan terisak .


"omah pulang kesini karna anak buah omah mengatakan bahwa Dimas mengalami ..hiks...hiks...bahkan mereka memblokir nomor omah ,telepon rumah pun mereka mengganti nya ,meskipun omah tahu dengan apa yang menimpa Dimas ,tapi mereka belum juga buka suara dengan apa yang terjadi sampai beberapa jam ini Roy belum mengatakan keadaan Dimas ,gimana jika cucu omah tidak sembuh dari luka itu ." ucap nya lagi dengan Isak nya .


Ana memeluk wanita paruh baya itu ,dia mengerti dengan apa yang di rasakan oleh wanita itu .


"Omah ..?!omah jangan menangis lagi ,aku yakin Dimas akan sembuh ,karna sekarang Dimas sedang melakukan operasi ,kita do'akan agar Dimas bisa kembali seperti semula ."ucap ana yang kini memeluk omah .


"Aku belum pernah melihat wujud asli pria yang menjadi kakak ipar ku itu ,meski banyak yang bilang bahwa dia orang baik dan juga tampan ,bahkan di mansion ini pun tidak terlihat sebuah foto keluarga ,bi Ani bilang foto itu tersimpan di ruang kerja dimas semua , ?! sungguh kurang beruntung kehidupan Dimas dia pria dengan di penuhi luka bakar dan bertahan hidup ,?! bahkan aku belum sempat juga untuk mencari nama CEO dari DA'GROUP itu di ponsel."


Omah yang merasakan pelukan hangat dari ana membalas nya dengan memeluk kembali .


"Gadis ini terlihat sangat baik , ?! aku melihat dari mata Erland ada pancaran sinar pada gadis ini , ?! dan aku baru melihat nya tersenyum dimana dia menggenggam tangan gadis ini ,sikap Erland yang dulu dingin kini telah hangat karena gadis ini ."


Kini mereka melepaskan pelukan nya ,omah melihat ke arah ana dengan tersenyum ,dia mengingat sesuatu dan pandangan nya mengarah ke tangan ana .


"Oh ana ...omah punya hadiah untuk mu .?! sebentar ya ." ucap nya kini melangkah ke arah lemari .


Wanita paruh baya itu tersenyum dan membawa kotak berwarna merah itu melangkah ke arah ana .


"Ana .. terimalah ini ...ini adalah hadiah dari omah untukmu dan untuk nyonya Anggara kedua ." ucap nya dengan membuka kotak tersebut .


Ana terkejut dengan apa yang dia lihat, ana melihat sebuah kalung dan juga gelang dalam kotak itu ,kini pandangan nya melihat ke arah omah yang tengah tersenyum padanya.


"Omah ... maaf ?! aku tidak bisa menerima ini .. ini berhak untuk calon istri Dimas nanti ." ucap ana menutup kotak merah itu .


"Nak ..... di sini juga ada berhak mu ,Karna omah sudah berjanji di setiap cucu-cucu omah sudah memiliki istri ,omah akan memberikan nya , dan sekarang kau ambil dan pilih salah satu yang kau pilih , omah sengaja menyediakan gelang dan kalung ini untuk istri-istrinya cucu omah dengan bertahun-tahun lama nya ,berhubung Erland sudah menikah ,sudah saat nya omah memberikan ini padamu ,ambilah dan pilih salah satu ,dan omah tidak ingin mendengar penolakan darimu ," ucap nya dengan membuka kotak itu kembali .


Ana menatap omah dan menatap benda itu , kini tangan nya beralih ke arah kalung yang dia pakai dari Erland , dengan begitu ana hanya akan mengambil gelang yang ada di kotak merah tersebut, omah yang melihat tangan ana memegang kalung yang di pakai nya tersenyum , dia tahu kalung itu sudah pasti pemberian dari Erland .


"Haiss .... kau ini terlalu lama .? omah akan pilih kan kau gelang saja ." ucap nya dan memakai nya di tangan ana.


Ana tertegun saat wanita paruh baya itu memasangkan gelang pada nya dengan tersenyum .


"Nah .. ini sangat cocok di tangan mu ." ucap nya dengan tersenyum.


"Terima kasih omah ." ucap ana yang di jawab dengan angguki omah.


wanita paruh baya itu tersenyum dan menatap gadis yang ada di samping nya ,dia sudah mengetahui tentang pernikahan nya dengan Erland dan mengetahui tentang gadis itu , di saat omah akan bicara ,ketukan pintu di luar mengurungkan niat nya untuk bicara .


"Nyonya besar ,ini kue yang anda pesan tadi ." ucap bi Ani menaruh kue tersebut .


"Ya taruh saja ,?! ana kau ma...

__ADS_1


"Hue....mmmm...


Kini ana berlari ke arah luar ,omah yang melihat ana berlari menjadi panik dan berdiri dari duduk nya mengikuti ana keluar.


"Bi Ani apa yang terjadi dengan cucu menantuku ," ucap nya kini mengikuti ana .


Erland yang baru turun dari tangga melihat ana tengah berlari ke arah dapur ,membuat dirinya melangkah cepat ke arah istri nya itu .


Huek...


Huek...


Huek...


Ana memegang kepalanya yang sedikit pusing ,apalagi dirinya kini tengah berada di arah dapur yang membuat nya semakin mual dan pusing .


"Sayang." ucap Erland yang kini langsung menggendong ana keluar dari arah dapur .


"E_erland aku lelah ," gumam ana dengan lemas nya .


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,dia melangkah cepat ke arah lift untuk membawa nya ke atas , semenjak dia sering melihat ana mual dirinya begitu sangat mengkhawatirkannya, omah yang melihat Erland menggendong ana menghela napas nya lega .


Bi Ani melangkah ke arah dapur melihat sisa potongan kue itu ,kini dia memindahkan kue itu ke kulkas .


"Apa nyonya mencium bau kue ini ." gumam ana kecil .


Omah yang melihat ke arah lift pikiran nya bertanya-tanya ,, dengan ekpresi ana tadi membuat dirinya tersenyum senang dan berjalan ke arah ruang tamu , melihat langkah Erland yang akan menuju kamar nya dengan tergesa-gesa .


"Bi Ani ... apa aku akan punya cicit ,haha itu sangat bagus , aku tinggal menunggu Dimas untuk mendapatkan cicit dari nya ." ucap nya tertawa kecil .


"Haih ... pasangan muda itu manis sekali ." ucap nya lagi menatap erland yang menggendong ana dari lantai atas .


"Anda betul nyonya besar ,sebentar lagi ada tuan muda kecil hadir di mansion ini ." ucap bi Ani melihat ke arah omah .


"Itu sangat bagus bi Ani ,bi ani kau harus memasak makanan yang bergizi untuk cucu menantu ku , " ucap nya begitu antusias langsung memegang kedua tangan bi Ani .


Kini omah berjalan meninggalkan bi Ani yang di ruang tamu ,bi Ani yang melihat nyonya besar nya langsung murung dan pergi membuat menghela napas, bi Ani Tahu yang di pikirkan nyonya besar nya itu adalah Dimas.


Kini bi Ani melangkah ke arah dapur ,di saat dia melangkah suara Sahara memberhentikan langkah nya .


"Kepala pelayan ,bantu aku untuk membawa barang-barang ku ." ucap Sahara yang tengah di ambang pintu dan berjalan dengan menenteng paper bag di tangan nya .


Omah yang mendengar suara membalikan tubuh nya betapa terkejut nya saat pandangan nya melihat Sahara wanita yang di cintai Dimas itu .


"Bukan kah wanita itu di kabarkan meninggal tiga tahun lalu ,"


"Bi Ani apa kau tidak mendengar ku ,ambilkan barang-barang ku di mobil ,heyy pelayan cepat ambil barang ku dan bawa ke arah kamar ku ." ucap nya melangkah ke arah kamar nya .


"Ohh wanita yang di telan bumi ini kini telah kembali, dan berani sekali kau berteriak di rumah ku ,dengan menyuruh orang yang lebih tua ," ucap omah yang memberhentikan langkah Sahara .


Sahara terkejut dengan suara orang yang dia kenali lima tahun lalu itu ,kini dia berbalik ke arah asal suara, dia terkejut saat melihat omah nya yang kini tengah melihat nya .


"O_omah ..." ucap Sahara dengan kaget nya .


"Di kira aku ,nenek-nenek tua ini sudah mati ,punya berapa nyawa dia...dulu dia adalah penghalang ku dengan Dimas ." gumam Sahara kecil.


"Mereka memang pelayan di sini ,tapi kau tidak seenak nya berteriak dan menyuruhnya dengan tidak sopan seperti itu ." ucap omah dengan menatap nya dengan kesal .


"Eu ..omah tadi aku...aku hanya capek aja ,jadi aku sedikit sensi dan ber-


"Roy ... kenapa wanita ini berada di sini ..apa yang di lakukan nya di sini , bukan kah wanita ini di rumorkan sudah mati dan pergi meninggalkan cucu ku ..." ucap nya yang kini melihat Roy .


"Hey wanita yang tidak tahu malu ,?! sekarang lepaskan barang-barang itu dan pergi dari sini ." ucap omah mengusir Sahara .


" Omah ... kenapa omah begitu membenci ku ,dan apa salah ku ,aku adalah wanita yang Dimas cintai ...kenapa omah tega mengusir kekasih cucu omah sendiri ." ucap nya dengan menahan amarah nya .


"Kau tunjukan dirimu di cermin ,kau akan tahu sendiri kesalahan mu dari sana ,jika sudah mengaca .. kau pergi dari sini ,wanita seperti mu sudah mengotori mansion di sini ." ucap nya menatap Sahara dengan penuh kebencian .

__ADS_1


"Sayang nya aku tidak akan pergi dari sini ,sebelum Dimas kembali ..karna aku adalah calon istri Dimas ." ucap Sahara tersenyum kecut dan melangkah ke arah kamar nya .


Kini Sahara melempar paper bag ke arah ranjang ,dengan emosi yang sudah memuncak .


"Kurang ajar ..nenek tua itu selalu ikut campur ." ucap nya dengan kesal .


Sementara di ruang tamu ,Roy di desak dengan perkataan nyonya besar Anggara tentang adanya Sahara di mansion .


"Katakan ,kenapa ada wanita ular itu di mansion ini .?!Apa Dimas yang menyuruh nya tinggal di sini ,katakan dan jangan diam seperti itu Roy ...?! kenapa di saat kepulangan saya semua nya berubah dengan kalian semua ." ucap nya dengan menatap para pelayan.


"Tu_tuan Dimas yang menyuruh nya untuk tinggal di sini " ucap Roy terbata .


"Anak bodoh itu , kapan akan sadar nya dari racun yang telah di berikan oleh wanita ular seperti Sahara ,dan kalian semua jadi ikut bodoh dengan cucu-cucu ku itu ." ucap nya dengan melangkah pergi ke kamar .


"Ah Roy ?!.. jika kau melihat Erland nanti keluar suruh menemui ku di kamar pribadi termasuk kau sendiri ." ucap nya memberhentikan langkah nya .


Kini dirinya melanjutkan langkah nya dan pergi dari ruangan tersebut ... Roy yang melihat kepergian nyonya besar nya menghembuskan nafasnya panjang.


"Roy ..?! apa kita bicarakan tentang tuan Dimas pada nyonya besar ." ucap bi Ani .


"Tidak .?! aku yakin sebenarnya nyonya besar pasti sudah tahu sesuatu , kita tidak boleh meremehkan nya ,hanya saja dia tidak tahu pernikahan tuan Erland dan nyonya ana , soal tuan Dimas ,aku yakin nyonya besar sudah tahu ,." ucap Roy kini berpikir .


"Jangan sampai nona Sahara berulah pada nyonya besar , jika sampai itu terjadi ,?! nyonya besar akan mengusir nona Sahara ,di saat tuan Dimas belum kembali "


Roy melangkah ke luar untuk pergi ke perusahaan DA'Group untuk membantu Bryan , hari-hari yang Roy lewati membuat nya terkejut karna kedatangan nyonya besar nya telah kembali .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain , ana yang kini masih lemas tengah berbaring di samping Erland yang tengah memanjakan mata nya, ana menelusup kan kepalanya dengan mengendus-endus dada bidang suami nya itu dengan tangan membuka kancing kemeja suami nya .


Erland yang merasakan dimana ana membuka kancing kemeja itu pun membuka mata nya , sebenarnya dirinya tidak tidur , hanya memenjam saja ,Erland tersenyum saat ana menelusup kepala di dada nya ,tidak hanya dengan itu saat ini dirinya benar-benar tegang saat ana yang tengah menggoda nya itu ,tapi dia harus bisa menahan nya ,karna saat ini kondisi ana benar-benar lemas dan tak ingin membuat nya semakin lemas .


"Rasa nya aku ingin memakan mu sekarang juga "


Erland mendengar deru napas ana yang mungkin tengah tertidur ,Erland mencium kening ana dan memeluk nya , kini dia pun mengikuti ana tidur dengan memeluk istrinya itu .


Tepat pukul lima sore ana terbangun kembali dan melihat Erland yang masih tertidur ,ana melihat wajah tidurnya Erland dengan damai dan tenang ,ana menelan salip nya dengan kasar .


"Dia tertidur sungguh manis sekali ,dan dia suami tampan ku ."


Cup ....


Ana terkejut saat dirinya mendapatkan kecupan dari Erland yang masih memejamkan mata nya .


"Jangan terus menggoda ku , !? aku bisa saja memakan mu sekarang juga ." ucap nya dengan membuka mata perlahan.


"Eu..ee.... si_siapa yang menggoda mu ,aku ..aku..


Erland menarik tengkuk ana dan membungkam bibir istrinya itu , ana terkejut dengan Erland yang membungkam bibir nya itu ,perlahan ana menutupkan mata nya dan membalas lamutan suami nya, beberapa menit kemudian ana melepaskan ciuman itu .


"E_erland ...


"Syuutt ... jangan panggil aku Erland .. aku ini suami mu." ucap nya dengan membelai wajah ana.


"Lalu aku panggil apa ..." jawab ana melihat suami nya itu .


"Suami ku , sayang ,hubby ,cintaku ,dan panggil mas juga lebih oke ." ucap nya dengan tangan yang kini telah masuk kedalam tubuh ana .


"E_erland ..mmmm


"Panggil aku ..


"Mas ,hemmm ."jawab lirih ana .


Erland tersenyum senang saat ana memanggil nya mas dengan menahan ******* dari bibir ana , memang itu yang di harap kan oleh Erland , ana menggigit bibir bawah nya saat tangan Erland masuk dan menarik baju ana sedikit ke atas , hasrat yang membuat Erland tidak tertahan kan kini dirinya ******* bibir ana kembali dan menulusuri leher jenjang ana ,perlahan Erland membuka kancing kemeja nya satu persatu ,di saat dirinya akan melepaskan baju ana tangan nya di tahan oleh ana .


"M_mass ... aku ...aku ingin tahu pedas ." ucap ana yang menahan tangan Erland .

__ADS_1


Erland terkejut dengan pertanyaan ana ,hasrat yang baru saja ia akan jalani membuat nya terhenti , Erland terkejut dengan permintaan ana yang di inginkan nya itu, kini dirinya tersenyum dan mencium kening ana ,Erland mengerti pasti bayi yang ada di kandungan ana yang meminta nya .


__ADS_2