
Lima bulan telah berlalu ,kehamilan Dista pun kini telah menginjak bulan ke 7 , dan tentu saja banyak yang di lalui oleh ibu hamil itu , bermacam-macam ngidam yang aneh-aneh ,bahkan Dimas pun kini sudah mulai lebih bisa sabar menghadapi rengekan sang istri .
Di umur kehamilannya sekarang banyak yang di rasa oleh ibu hamil itu ,berbagai keluhan sering Dimas dengar dari mulut sang istri ,sakit ini ,sakit itu ,lelah ,capek ,apalah dan itulah , segala macam yang di keluarkan dari mulut ibu hamil itu , sampai-sampai Dimas menyiapkan pengurus ibu hamil di mansion untuk membantu dista dari kebutuhan hingga menyiapkan proses yang akan di lakukan oleh ibu hamil sebelum melahirkan nya nanti .
Bahkan pengurus itu pun mengikuti perintah tuan mudanya itu ,untuk memperlajari Dista berbagai macam yang di pelajari nya untuk ibu hamil ,pokok pertama yang di lakukan nya setiap hari oleh dista itu adalah senam ibu hamil ,dan banyak lagi yang di pelajari oleh pengurusnya itu .
Hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya ,Dista merengek ingin pergi salah satu mal yang dekat dengan kantor suaminya ,yang dimana itu pun membuat Dimas tak mengijinkannya ,karna Dimas selalu mengingat dimana tubuh Dista selalu gampang kelelahan .
"pokonya aku mau kesana ,kalau gak boleh ,aku gak akan ikut senam ibu hamil lagi ," ucap Dista dengan mengerucutkan bibir nya .
Jelas , Dimas pun langsung mengiyakannya dengan tarikan napas dan menganggukkan kepalanya ke arah sang istri .
"Iya- iya ,tapi pergi dengan ku yah ,jika kamu capek bilang sam aku ." ucap Dimas dengan di angguki cepat oleh Dista .
Dengan semangatnya Dista ,kini dia langsung mengganti pakaiannya ,Dimas yang melihat istrinya bahagia tidak bisa apa-apa, sekali dia menolak pasti raut wajah istrinya itu akan berubah ,jadi dia lebih memilih cepat mengiyakannya dari pada menunggu istrinya itu marah-marah .
"Sudah siap " tanya Dimas .
"Sudah " jawab Dista .
Kini mereka pun pergi dan meninggalkan halaman mansion itu , Dista yang kini mengelus perutnya membuat Dimas sedikit was-was akan hal yang dimana Dista meringis .
"Sayang !! apa mereka menendang lagi ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .
"Tapi aku senang kak ?! mereka begitu aktif " ucap Dista .
"Aku lebih senang lagi , itu tandanya mereka sehat di dalam sana ." jawab Dimas dengan di angguki Dista .
Dimas bersyukur dengan kehidupannya sekarang , terlebih-lebih lagi dia akan berjumpa dengan anak-anak 2 bulan lagi
.
Kini mereka pun sampai di mal yang mereka kunjungi itu ,Dista dengan sengaja nya menggandeng tangan sang suami di saat mereka akan masuk ke mal itu .
Beberapa tatapan aneh dari para pengunjung mal itu kebanyakan wanita yang dimana membuat Dista kesal ,apalagi tatapan itu tertuju pada sang suami .
"kak !! nanti kamu kalau kemana-mana jangan tampan-tampan , lebih baik kamu itu tumbuhin kumis nya ,kalau perlu pelihara jenggot juga ," bisik Dista pada suaminya itu ,yang dimana membuat Dimas membola matanya .
"Sayang !! mana bisa ?! aku gak suka memelihara kumis atau pun jenggot ,itu serasa berat di wajahku ,dan serasa kotor ,aku tidak biasa akan hal itu ." ucap Dimas dengan penuh berkhayal.
Dimas berkhayal ,gimna dirinya jika berkumis dan berjenggot, itu akan membuat nya menjadi pria tua dan akan kehilangan wajah tampannya itu jika dia brewokan dan berkumis .
Dista mengerucutkan bibirnya ke arah Dimas ,bahkan ibu hamil itu melirik suaminya itu dengan tatapan tajam ,bahkan Dista melihat ke arah suaminya dengan tatapan tak suka ,pria itu tidak peka dengan perkataan istrinya itu yang kini sedang melanda cemburu ,yang lebih kesalnya lagi Dista benar-benar kesal pada tatapan wanita-wanita tadi yang banyak menggemari suaminya itu .
Mau yang tua ,atau pun yang muda ,mereka benar-benar minat melihat suaminya itu, keduanya kini berada di lift untuk menuju lantai dimana mereka akan membeli perlengkapan bayi ,dengan bibir manyun nya Dista keluar duluan dari lift meninggalkan Dimas .
Dista benar-benar di buat kesal dengan suaminya yang tidak peka itu , Dimas mengejar istrinya yang kini melangkah terlalu cepat ,pria itu khawatir dengan langkah Dista yang terlalu buru-buru .
"Sayang !! jangan cepat-cepat ," ucap Dimas menahan tangan istrinya .
Dista tidak menghiraukan perkataan suaminya itu ,pandangan matanya melihat ke arah topi wanita yang terpasang di manekin ,dengan cepat Dista mengambil itu dan memasangkannya ke kepala sang suami .
"Sudah jangan di buka "ucap Dista ketus .
"Sayang !! ini topi wanita,bagaimana bisa kamu memakaikannya pada ku ." ucap Dimas yang kini akan membuka topi itu .
"Kakak ... ?! aku bilang jangan di buka jangan ," tahan Dista .
Kini Dista sengaja mengalungkan tangannya ke leher Dimas di depan semua orang ,agar semua wanita-wanita itu tidak memandangi suaminya , Dimas terkejut dengan apa yang tengah di lakukan oleh Dista di depan umum .
"Suami ku ,aku gak mau sampai wajah tampan dan menggemaskan seperti mu ini di tatap orang lain ." ucap Dista yang kini sengaja memanas-manasi pengunjung mal .
"Jadi ... kakak harus mengerti dengan apa yang aku lakukan ,aku gak suka kamu di perhatikan wanita-wanita mata keranjang itu ." gumam Dista dengan mengerucutkan bibirnya .
Para pengunjung mal itu terkejut saat Dista memanggilnya suami , bahkan mereka begitu kaget saat Dista menatapnya tajam ke arah mereka , Dimas yang mendengar perkataan Dista terkejut ,Dimas hanya senyum tipis melihat ekspresi istrinya itu saat ini yang sedang menatap para pengunjung .
Dimas menarik dagu Dista agar istrinya itu menatapnya .
"Aku tidak akan berpaling ke wanita lain ,jadi dengarkan aku .... Permaisuri ku kamu tidak perlu takut , karna aku sudah memiliki mu ,dan aku raja di hatimu ." ucap Dimas membelai wajah dista .
Dista yang sedari tadi jemberut langsung tersenyum saat suaminya itu mengatakan hal yang dimana membuat Dista langsung memeluk Dimas di mal itu .
Kini Dimas menggenggam tangan Dista dan berjalan ke salah satu produk bayi dan semua perlengkapan nya ,Dista yang melihat itu pun langsung antusias memilih baju bayi laki- laki dan juga bayi perempuan , Dimas yang melihat itu pun tercengang saat istrinya memilih pakaian bayi dengan sambil berceloteh .
Tanpa Dimas dan Dista sadari ,sedari tadi ada yang tengah mengikutinya dari belakang ,bahkan dimana Dimas yang kini berdiri di samping Dista pun tak menyadari orang yang tengah mengikutinya itu tengah berada di samping Dimas , yang pura-pura tengah memilih perlengkapan bayi laki-laki .
Setelah mendapatkan pakaian yang Dista pilih untuk calon anaknya ,Dista mengajak Dimas ke salah satu tempat dimana baju-baju wanita ,tepatnya baju wanita hamil , Dimas hanya mengikutinya saja dan pria itu menjadi asisten pembawa barang belanjaan istrinya itu .
__ADS_1
Kini Dista melangkah ke arah salah satu toko sepatu anak-anak, matanya berbinar dan menginginkan hal itu ,Dista melirik ke arah suaminya untuk mengambil beberapa sepatu mungil nan lucu itu ,dimas hanya menganggukkan kepalanya .
Setelah itu mereka pun melangkah ke arah escolator untuk menuju ke arah bawah ,mereka pun kini berada di lantai bawah ,Dista melangkah ke arah kantin yang ada di mal itu ,Dimas pun hanya mengikutinya saja kemana pun sang istri melangkah , mereka tidak sadar bahwa mereka telah di ikuti oleh seseorang.
Orang itu kini tengah melihat perut Dista yang tengah buncit ,Dimas yang kini tengah melihat ponselnya tidak tahu bahwa orang yang tengah mengikuti dirinya dan Dista tengah melangkah menghampiri Dista , orang itu melihat ke arah sekitar ,dengan perlahan dia mengeluarkan sesuatu dari balik saku switernya untuk melukai Dista .
Dimas yang sudah membalas pesan dari sang omah langsung memasukan ponselnya ke saku blazer nya ,Dimas melihat pria yang kini tengah melangkah menghampiri sang istrinya dengan gelagat mencurigakan , Dimas terkejut saat pria itu tengah mengeluarkan benda tajam ,Dimas yang kini tengah memegang paperbag di tangan kirinya langsung melepaskannya dan melangkah ke arah Dista .
Di saat Dimas berlari kecil ,Dista berbalik untuk melihat ke arah suaminya ,dan dimana itupun pas pria yang tengah mengeluarkan benda tajam itu tengah siap-siap untuk melukai sang istri .
"Sayang awaaashhhhhhhhh ....shhhhh "
Dista terkejut dan berteriak histeris , pria itu langsung berlari setelah pisau itu mengenai tangan Dimas yang tengah menghalangi Dista, Dista yang melihat suaminya terluka menangis dan meminta tolong .
Para pekerja mall dan para pengunjung itu seketika berlarian ke arah dimana Dista dan Dimas berada .
Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi ,seseorang yang pekerja di mal tersebut langsung memeriksa cctv setelah apa yang terjadi barusan
"Kak... kak Dimas .. hiks...hiks ... "
"Jangan nangis ?! aku gapapa sayang ,ini hanya luka kecil " ucap Dimas menghapus air mata istrinya .
"Tuan ... luka anda harus di obati dulu ,tangan anda mengeluarkan banyak darah ," ucap seseorang.
"Tidak apa-apa ,saya tidak apa-apa ,kalian boleh kembali ,saya benar-benar tidak apa-apa."
"Kak ... apanya yang tidak apa-apa ,luka mu ... lu_luka mu ...hiks ...hiks .."
"Dista ... jangan menangis !! aku cuma luka kecil ,aku tidak akan mati sayang ." ucap Dimas dengan berusaha tersenyum.
"Siapa orang itu ,kenapa dia ingin melukai istriku , apa dia punya dendam padaku dan itu umpannya adalah Dista "
Dista yang kini tengah memakai baju tunik merobek kain tipis yang dia kenakan itu untuk membalut luka suaminya ,Dista membawa Dimas ke salah satu kursi yang ada mal itu untuk membaluti luka yang ada di tangan Dimas .
"Kak ... siapa o_orang itu ,aku tidak tahu apa yang terjadi tadi ,aku hanya melihatmu yang tiba-tiba menghalangi ku ." ucap Dista dengan Isak tangis nya ...
"Aku tidak tahu siapa ?! beruntung aku langsung menghalangi mu ,aku takut orang itu akan melukai anak-anak kita dan juga kamu ," ucap Dimas lirih .
"Kita pulang ya.. " ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Setelah membaluti luka Dimas ,Dista masih saja terisak-isak dengan rasa takut ,Dimas yang melihat istrinya menangis langsung membawa istrinya kedalam dekapannya .
"Kak .. kita ke rumah sakit ,,, a...aku takut luka mu kenapa-napa ... a...
Dimas yang melihat Dista menangis langsung menggendong istrinya itu ,Dimas menyuruh seseorang untuk membantu barang belanjaan nya ke mobil .
"Kak .. tangan mu terluka ,ke_kenapa kamu menggen..
"Berhenti menangis Adista ?! aku tidak apa-apa ,ini hanya luka kecil dan tidak sakit ,aku sakit di saat istri ku menangis karna luka ku ini ." ucap Dimas terus melangkah tanpa melihat ke arah Dista yang kini berada di gendongannya .
Dimas tidak perduli dengan tatapan orang-orang yang tengah melihat ke arah dirinya dan Dista dia hanya lurus ke arah pintu luar untuk segera pulang ,dia tidak ingin melihat istrinya itu menangis karna luka kecil nya .
"Kak ...
"Sayang !! berjanjilah untuk tidak menangis " ucap Dimas memasuki dista ke dalam mobil .
"Tangan mu terluka karna melindungi ku ." ucap Dista dengan Isak tangisnya .
"Itu sudah kewajiban ku untuk melindungi istriku ,berhenti untuk menangis , aku sakit ,aku lebih sakit saat istriku menangis ,?! jika kamu yang terluka ,aku lebih sakit dari pada luka di tanganku ini Adista ,, " ucap Dimas menghapus air mata istrinya itu .
Kini Dimas melangkah ke arah untuk masuk ke arah kursi kemudinya ,dia menatap istrinya yang masih terisak karna luka kecil di tangannya ,dia tahu Dista terkejut dan kaget saat melihat darah menetes ke bawah lantai ,dan itu pun membuat sang istri bergetar sampai saat ini .
"Sayang ," ucap Dimas lagi-lagi menghapus air mata Dista yang masih tersisa di pelupuk matanya .
Dimas bergeser sedikit dari kursinya untuk memeluk sang istri untuk menenangkannya ,luka di tangan Dimas memanglah tidak begitu besar ,hanya saja kekhwatiran Dista membuat Dimas merasa tidak bisa tinggal diam .
Dimas melepaskan pelukan sang istri dan membelai wajahnya ,wanita hamil itu matanya masih memerah ,Dimas perlahan mendekatkan bibirnya ke arah bibir Dista untuk menenangkan istrinya itu ,menenangkan sekaligus melupakan kejadian tadi agar ingatan itu bisa hilang dari bayangan Dista .
Dimas ******* bibir istrinya itu dengan lembut ,dan menahan tengkuk dista dengan pelan ,bukan karna apa-apa ,dia melakukan itu hanya ingin menenangkan istrinya agar istrinya itu bisa tenang dengan dimana dimas mencium nya .
.
.
.
Ke esokan harinya .
__ADS_1
Dimas yang baru selesai meeting kini melangkah ke arah lift untuk menuju ruang kerjanya , sesampainya di ruang kerja ,pria itu bukan nya duduk di kursi tapi melainkan melangkah ke arah kaca dan melihat keramaian di bawah sana ,pikirannya kalut dengan kejadian kemarin yang dimana sampai saat ini istrinya masih mengingat kejadian itu .
"Apa orang itu ,orang yang sama di waktu Dista di culik ,kenapa harus istriku ,kenapa tidak datang padaku dengan apa maksud tujuannya itu ."
Dering ponsel Dimas berbunyi ,Dia melihat ke nama panggilan tersebut ,dan Dimas pun menerima nya dengan wajah dingin dan tatapannya masih melihat ke arah keramaian di bawah sana .
"Apa kau menemukan mobil plat nomor itu ," ucap Dimas .
"....!! ...."
"Kenapa kalian mencari nomor plat mobil saja tidak becus ,,, aku membayar kalian begitu mahal ,, aku tidak mau tahu ,jika kalian tidak bisa menemukannya ,aku tidak akan segan-segan memanggil bos kalian agar memberi perhitungan pada kalian ." ucap Dimas dengan langsung mematikan telepon nya .
Dimas membanting ponsel yang ada di tangannya ,pria itu benar-benar tidak bisa menahan amarahnya saat mendapatkan kabar ,bahwa pria yang berada di mall kemarin dengan cepat menggantikan nomor plat mobilnya tersebut .
"Sia-sia aku memeriksa cctv di mall kalau akhirnya gagal untuk mendapatkan orang bajingan itu ."
"Aku harus menghubungi Irsan , anak buahnya itu benar-benar tidak berguna ," ucap Dimas yang kini mengambil ponsel cadangannya di saku jaznya untuk menelpon Irsan .
Tok...
Tok....
"Sudah ku bilang ,jangan ada yang menggangguku sebelum habis satu jam...
"Dimas !! kau kenapa ," ucap Bryan .
Dimas berbalik dan melihat ke arah Bryan yang kini tengah melihatnya ,Dimas merasa heran ,tidak biasanya pria itu ketuk pintu.
"Dim .. apa kau baik-baik saja ." tanya Bryan .
"Hemm ... ada apa ." ucap Dimas melangkah ke arah kursi kebesarannya .
"Ini ada berkas yang kau harus periksa ,bulan depan kau harus pergi ke kota B ,karna pemilik proyek itu ingin bertemu dengan mu langsung ,dan proyek mu yang ada di kota B belum sempat kau lihat ,lebih baik kau sekalian memeriksa nya ," ucap Bryan meletakan berkas itu di hadapan Dimas .
Dimas mendengarkan perkataan Bryan ,bulan depan dia harus benar-benar pergi ,dan dia juga tidak mungkin harus Bryan lagi yang turun tangan , Dimas menatap berkas itu dengan tatapan yang sulit di artikan ,pikirannya langsung mengingat kejadian kemarin yang membuatnya traveling .
"Aku tidak mungkin bilang itu pada Bryan ,aku tidak ingin dia tahu dan ikut mencari pria yang hampir mencelakai dista ,keadaannya sekarang pun rumit ,Nabila saat ini tengah hamil dan fase kehamilannya benar-benar tidak ingin jauh-jauh dari Bryan "
"Dim .... tok ...tok .." ucap Bryan sambil mengetuk meja kerja Dimas .
"Haaa ...
"Kenapa sih ... itu berkas belum kau periksa .", ucap Bryan dengan mengerut kan keningnya .
"Hemmm ..."
Dimas melihat berkas itu ,bahkan pria itu langsung menutup kembali berkas itu dan memberikannya pada Bryan .
"Baik !! nanti bulan depan aku yang akan pergi ,kau siap-siap saja bulan depan untuk lembur ." ucap Dimas dengan tersenyum smirk .
"CK ... ini sudah jam waktu pulang !! aku akan pulang terlebih dahulu , dan lagi aku mau mampir ke restoran ,setelah itu aku pulang ," ucap Bryan
"Pergilah " jawab Dimas dengan cepat Bryan pun berbalik melangkah dan meninggalkan Dimas.
Dimas yang melihat kepergian Bryan dia pun langsung membereskan meja kerja nya dan dia pun nyusul Bryan pulang dan meninggalkan kantornya .
Di perjalanan, lagi-lagi Dimas mengingat kejadian itu yang membuat dirinya khawatir akan hal istrinya ,meski sudah di jaga ketat oleh bodyguard di seluruh penjuru mansion ,tapi dia tetep khawatir ,khawatir kapan-kapan penjahat itu akan mencelakainya lagi di lain tempat .
Tak butuh waktu lama ,Dimas pun sampai di halaman mansion ,dia turun dan melangkah ke arah pintu masuk ,di saat dia melangkah ,langkah nya terhenti saat melihat wanita hamil itu tengah tertawa menertawakan keponakan nya yang tak lain adalah Kenzie .
"Aku harap Dista tidak mengingat kejadian itu lagi "
"Kak Dimas " ucap Dista .
Dimas melangkah menghampiri istrinya yang tengah duduk bersama keponakannya itu .
"Bi Ani ?! mohon maaf tolong gendong Kenzie dulu sebentar , " ucap Dista dengan di angguki bi Ani .
"Kak .. tumben jam segini sudah pulang ,biasanya kakak selalu lembur dan pulang jam 8 malam ." ucap Dista sembari mencium tangan suaminya itu .
"Aku menghawatirkan mu ,makannya aku cepat pulang ,aku takut kamu masih memikirkan kejadian kemarin "
" aku cepat pulang Karna merindukan istri dan anak-anak ku ." ucap Dimas sembari mengelus perut bucit Dista .
"Hallo sayang ?! anak-anak papa gimana kabarnya ?! kalian tidak nakal kan sama mama ,gak nendang-nendang kuat lagi kan sama mama ,?! sayang-sayang nya papa ,bilang pada mama ,makan yang banyak agar kalian semua sehat ." ucap Dimas seolah-olah berbicara pada bayi yang ada di kandungan Dista .
Dista tertawa girang saat melihat interaksi Dimas dan anak-anak nya yang berada di dalam kandungan ,Dista bahagia dengan perlakuan Dimas yang memberikan perhatian pada nya dan juga pada calon anak-anak mereka .
__ADS_1