
Ana berlari dan melangkah ke luar , Dista melihat ana berlari mengikuti nya ke luar , Nabila yang sudah tahu apa yang akan terjadi hanya diam dan menghela napas nya ,kini dia melihat Frans yang tengah melihat ana keluar dengan tatapan yang sulit di artikan .
Ana yang melihat orang-orang tengah menghalangi jalan menerobos ke sela-sela mereka ,dan betapa terkejut nya dia melihat suami nya ada di tempat itu ,Ana tidak tahu ,bahwa erland telah memasang GPS di ponsel nya Minggu lalu , jadi dia bisa gampang mencari keberadaan tempat itu.
"Dim_dimas ." lirih ana dengan menutup mulut nya dan melangkah ke arah pria yang kini tengah duduk di kursi roda .
"Dia kenapa bisa tahu aku ada di sini ,Dia pasti sudah kesal karna di tertawakan."
"Dimas ,kenapa kau kesini , kesehatan mu sedang memburuk " ucap ana yang tengah memegang tangan Erland .
"Aku hanya ingin menjemput istri ku." ucap Erland dengan menatap ana.
Orang-orang yang ada di sekitar nya terkejut mendengar perkataan Erland ,bahwa dia sedang menjemput sang istri ..
"Wuahh .... istri .."
"Heii ... apa kau mendengar nya ? dia memanggil gadis itu istri ."
"Apa ini bukan mimpi ,gadis itu Bahkan lumayan cantik ,tapi miris sekali mempunyai suami yang mengerikan ."
"Mungkin suami nya cacat ,setelah pernikahan mereka , mereka memang cinta sejati yang susah di tebak ."
"Cinta sejati ya .? aha ... dimana ada uang? di situ ada cinta sejati , wah ini sungguh pertunjukan menarik."
Lagi-lagi ana harus mendengar kan ocehan para tamu undangan Dista ,,, dia tidak menghiraukan perkataan mereka ,kini ana melihat pak Urip yang tengah memegang selimut .
"Pak Urip berikan itu padaku ,suami ku akan kedinginan jika dia seperti ini , " ucap ana yang tengah menyelimuti Erland .
Erland tertegun dengan apa yang di lakukan ana , pasal nya Erland menjemput nya untuk mengetes istri nya itu ,apa dia akan menghindar mempunyai suami yang cacat seperti apa yang dia peran kan.
"Di_dia ... "
"Terima kasih ... kau memang istriku yang yang baik ." ucap Erland menyentuh pipi ana .
"Ini pertama kali nya Dimas memanggil ku istri ,haruskah aku bahagia ..?di mansion hanya Dimas yang memperlakukan aku sebagai istri nya ."
Salah satu pria kini tengah melangkah menghampiri ana ,dia begitu terkejut dengan apa yang di lihat nya .
"Apa ?! ... ka_kamu sudah menikah .? bahkan aku kenal dengan mu ,ka_kamu adalah Anatasya Dirgantara senior yang jago melukis di sekolah dulu ." ucap salah seseorang pria yang tengah melihat ana .
"Ayo pulang ,kau dorong kursi roda aku ." ucap Erland dengan memegang tangan ana tanpa memperdulikan orang yang barusan bicara .
"Terbakar sampai sejauh ini ,tidak mungkin cepat-cepat pulih dalam waktu empat bulan, tapi kenapa bayangan nya jauh lebih berbeda dengan yang pernah aku masuk ke ruangan Dimas , Dimas di baluti dengan perban seluruh tubuh ,tapi kenapa sekarang jauh beda ,bahkan aku baru saja mengingat nya ,dimana aku datang ke ruangan Dimas ,setelah melawan tuan Willy waktu itu ."
Ana tidak ingin berpikir jauh lagi ,dia menggelengkan kepalanya dan tidak ingin mengingat apapun ,kini dia harus membatu suaminya itu masuk ke mobil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di sisi lain Nabila menghampiri Frans yang masih diam dan tak bergeming saat kepergian ana .
.
"Frans ,sekarang kau melihat nya kan bahwa ana sudah menikah ? jadi lupakan saja ." ucap Nabila menepuk pundak Frans.
"Nabila ,? apa kau pernah melihat Dimas Anggara ." ucap Frans dengan menghela napas berat .
"Tentu saja ,? tadi kan aku melihat nya ,apa kau tidak melihat nya." ucap Nabila tengah melihat ke arah Frans .
"Aku bertanya ,? apa kau pernah melihat wajah nya .", ucap Frans dengan suara yang tercekat .
"Dia di ruangan medis dan selalu berbaring , gimana aku bisa melihat wajah nya , bahkan tadi pun tertutup dengan topi sedikit." ucap Nabila
"Itu artinya kau belum melihat nya Nabila ." ucap Frans dengan nada tinggi .
"Jangan terlalu menjadi hal pribadi dirimu sendiri Frans , ? aku telah melihat nya barusan ? dan dia adalah Dimas Anggara ,suami ana ." ucap Nabila dengan sedikit mundur dari hadapan Frans .
Nabila pergi meninggal kan Frans yang masih saja berfikir
Sementara di perjalanan ,ana masih memikirkan kejadian yang tadi itu .
"Kenapa kau menjemput ku , kondisi mu tidak stabil ." ucap ana melihat ke arah Erland.
"Maaf ..? seharus nya aku tidak datang untuk menjemput mu dan membuat dirimu malu dengan penampilan ku ." ucap Erland memejamkan matanya.
"Dimas, kau jangan mengatakan itu ,kau datang untuk menjemput ku ,aku benar-benar bahagia ? kau seharusnya sesekali keluar dan berjalan-jalan ." ucap ana tersenyum dan memegang tangan yang di baluti perban.
__ADS_1
"Apa yang di katakan dia benar , kak Dimas harus sesekali menghirup udara , dan tidak diam terus di ruang rawat ."
Kini Erland tengah membuka mata dan menarik tangan ana hingga ke pangkuan Erland .
"Di_dimas apa yang kau lakukan ,aku ,,aku ini berat ,jadi tolong turun kan aku ." ucap ana yang terkejut karna kelakuan suami nya itu.
"Aku tidak akan menurunkan mu , aku hanya ingin memeluk mu sebentar ."
"Sialan .? dengan ke adaan seperti ini jangan sampai pengubah suara yang nempel di leher ku ini berubah .."
"Dimas ,lebih baik aku turun dan duduk di samping mu ." ucap ana yang tengah melihat ke arah depan di mana pak Urip tengah menyetir.
"Tidak ?! aku tidak akan menurunkan mu ,diam ,? aku hanya ingin memeluk mu dan jangan panggil aku Dimas , tapi panggil aku sayang ." ucap Erland yang masih memeluk ana .
Ana hanya diam dan tak bergerak , dia merasakan gerakan pria itu seperti gerakan Erland .
"Mereka sangat mirip ?! apa yang nama nya persaudaraan itu ada kemiripan ,? ahh tidak ,kenapa aku memikirkan nya di saat situasi seperti ini , ? apa yang di lakukan Erland padaku , apa dia meniupkan jampi-jampi padaku ,? kenapa aku mengingat nya ."
"Ana ... aku ingin mempunyai anak darimu ."ucap Erland yang tiba-tiba.
Ana terkejut dengan perkataan pria itu , bahkan untuk soal ranjang bersama Dimas pun enggak ... apalagi mempunyai anak belum ada dalam pikiran nya .
"punya anak .? bahkan dalam pikiranku belum ingin mempunyai anak ."
"Kau tidak ingin memiliki anak dari ku." ucap Erland mengagetkan ana .
"Ahh tidak-tidak, a_aku belum siap untuk melahirkan anak ." ucap ana terbata .
"Dimas sekarang kita pikirkan untuk kesehatan dirimu dulu ya. .aku ingin melihat mu sembuh terlebih dahulu ." ucap ana lagi dan turun dari pelukan Erland .
"Ana ?! aku dengar dari Roy , kau di kurung oleh Erland, apa kau marah padanya . " ucap nya dengan mengalihkan pembicaraan ana .
"Tentu saja aku marah ,tapi aku mengerti kok .?dia melakukan itu padaku karna khawatir padamu ,jadi emosi nya meluap-luap dan tidak terkontrol." ucap ana asal , karna dia tidak ingin Dimas tahu ,apa yang telah terjadi di saat dirinya di kurung .
"Kau memang istri ku yang paling baik ana ." ucap Erland menarik tangan ana kembali
"Dimas ku mohon jangan seper.....
Dreeettttt ....
Drreettttt.....
Erland terkejut saat ponsel nya menyala, dia saat ini benar-benar waspada dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan , ana yang mendengar nya pun terheran .
"itu suara dering ponsel Erland , kenapa ada di mobil ini ,dan mana mungkin ,bahkan Erland belum kembali ke mansion kan." ucap ana berpikir tanpa curiga .
"Pak Urip ,istriku bertanya kenapa ponsel Erland ada di mobil .." ucap Erland yang tengah melihat ke depan dengan berbicara tenang .
Pak Urip yang di tanya pun sudah tegang dan terkejut ,dia tidak tahu harus menjawab apa.
"Tu_tuan muda Erland sudah kembali nyo_nyonya saat nyonya pergi ,dan tuan Dimas menyuruh saya pakai mobil tuan Erland , karna mobil yang biasa di pakai ,sedang mogok nyonya .." ucap pak Urip dengan gelagapan.
"Tuan Erland silahkan sepuas anda akan mempermainkan nyonya ana , tapi jangan melibatkan saya , saya hanyalah supir ."
Ponsel tersebut masih saja berdering ,Erland yang ada di belakang menatap ke arah pak Urip .
"Tolong matikan panggilan itu pak Urip , sangat berisik ." ucap Erland dengan menahan amarah nya .
"Sialan ,? siapa yang telpon ."
"Ah .. si_siap tuan siap ." ucap pak Urip dengan terbata .
ana melirik ke arah pak Urip yang tengah mematikan panggilan dari ponsel erland, ana merasa heran dengan pria itu ,baginya Erland begitu tidak peduli dengan ponsel nya sendiri ,bahkan bukan cuma satu kali dia mendengar dering ponsel erland di tempat lain .
"Erland ceroboh ,?ini bukan pertama kali nya dia meninggalkan ponsel nya , waktu itu juga di kamar pengantin dia meninggalkan nya ."
"Ana ... apa hubungan mu dengan yang bernama Frans itu , aku mendengar dari Roy ,kalau Erland memukul nya ."ucap Erland dengan menghilangkan ketegangan mereka .
"Ahh ...Frans adalah sahabat sekolah ku dulu sampai aku kuliah ,dan pertama kali aku bertemu dengan nya di kompetisi model ,dan karya seni ? karna aku ,dia jadi kalah ,dan di situlah kami saling mengenal,? dan waktu itu ibu nya sakit parah , dia memintaku untuk pura-pura menjadi pacar nya ,sehingga ibu nya bisa bahagia ." ucap ana menjelaskan .
"Kau bodoh .?! itu hanyalah trik pria yang ingin mengejar cinta ," ucap nya dengan nada tinggi .
Ana kaget dengan nada bicara pria yang ada di samping nya itu .
"Kenapa dia harus sekeras itu bicara nya ,?! kedua bersaudara ini sangat mirip dengan pria jahat itu ."
__ADS_1
"Jangan menatap ku ana ,lanjutkan ." ucap Erland memalingkan wajah nya .
"Bagaimana pun hubungan palsu tidak akan jadi nyata ,di saat ibu nya menyuruh kami menikah ,? aku berbicara yang sebenarnya ." ucap ana kembali .
"Kau benar-benar bodoh .? gimana jika dia mengajak mu ke ranjang ,apa kau akan mengikuti nya dengan bodoh mu itu ." ucap Erland meninggi lagi .
"Dimas ,? dia tidak seperti apa yang kau pikirkan ,dia tidak pernah menyentuh ku , dan sekarang aku sudah menikah dengan mu ,aku akan memenuhi tugas sebagai istri ." ucap ana melihat ke arah Erland
"Memenuhi tugas sebagai istri ? apa kau pernah ." ucap Erland menatap ana dengan sinis .
Jleb........
Ana di bikin linglung sendiri dengan ucapan nya ,bahkan dia belum pernah berhubungan dengan Dimas yang telah dia anggap suami .
"Itu benar ,?! dan apa yang di lakukan aku dan Erland ? apa jawaban nya.? bukankah hubungan seperti itu lebih buruk ."
"Anatasya ,? apa kau memikirkan sesuatu .? ataukah .... hatimu sudah memiliki pria lain... ? apa aku benar ." ucap Erland yang terus menyela ana .
"Apakah itu Erland adikku ." ucap nya lagi .
Ana terkejut dengan perkataan Erland , dia yang tadi nya menundukan kepalanya langsung melihat pria yang ada di samping nya itu .
"Bukan ... bukan Dimas ,? bukan Erland , a_aku ...aku janji padamu tidak akan melakukan nya lagi ,beri aku kesempatan ."ucap ana gelagapan sekaligus terkejut .
"Ana ...kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri , uruslah Erland dengan baik .? dia telah baik padaku ,aku tidak hanya ingin Erland lelah ." ucap Erland dengan menutup mata nya .
"Apa aku tidak salah dengar , dia membiarkan aku yang istri nya ini mengurus adikk nya ,bagaimana pun juga antara adik ipar dan kakak ipar tidak bisa berhubungan seperti itu , ? hemmztt .... si Erland itu semua orang takluk sama dia ,tapi bagaimana dengan ku, mereka tidak ada yang peduli padaku ."
"Anatasya ,? aku bilang untuk menjaga Erland ,? apa kau tidak mendengarkan ku ." ucap nya meninggi lagi .
"Iya-iya aku dengar ." ucap ana yang tengah kaget itu.
"Mengapa mereka berdua begitu sama,? selalu berteriak , apa aku ini tidak di anggap manusia ."
"Anatasya , Erland selalu pulang larut malam, karna mengurus perusahaan ku dan perusahaan nya ,kau harus menghabiskan waktu dengan nya .?menyajikan kopi , menyajikan makan ,mandi air hangat untuk nya , dan memijat pundak nya ,kau harus tahu apa yang kau lakukan." ucap Erland dengan enteng .
Lagi-lagi ana di buat terkejut dengan perkataan pria itu .
" Apa itu tugas nya kakak ipar melayani adik ipar , apa-apan dia ini membiarkan aku melayani si brengsek itu. "
"Dimas ,? kamu khawatir ya akan hal adik mu ,tapi .? kenapa kau tidak Carikan saja dia pasangan untuk nya. " ucap ana dengan tersenyum kikuk..
Erland mengerutkan kening nya ,bagaimana bisa wanita yang ada di samping nya itu berkata enteng dengan apa yang di ucapkan nya .
"Wanita bodoh ini ?! berani sekali dia berbicara seperti itu ? jelas-jelas dia suka padaku ,kenapa dia selalu memikirkan wanita lain untukku. "
"Itu ide bagus Anatasya ,kenapa tidak kamu saja untuk mencarikan dia wanita untuk kencan buta ,? dengan kondisi ku yang begini ,aku tidak bisa mencarikan nya seorang wanita ." ucap Erland dengan senyum jahil nya .
Ana terkejut dengan perkataan pria itu ,dia tidak bisa menjawab apapun ,dia bingung sendiri ,dan tidak tahu harus bagaimana .
"Kenapa jadi kesitu ."
"Kenapa .? apa kau tidak rela melepaskan Erland di hatimu untuk wanita lain." ucap nya dengan tersenyum jahil .
"Aku ... haha. bagaimana mungkin.? dia pria bertalenta pasti seleranya juga tinggi ,aku rasa akan sulit jika aku harus mencarikan seorang pasangan untuk nya ." ucap ana gelagapan.
"Jadi dia juga tahu ,kalau aku bertalenta ,lalu untuk apa aku menikmati gadis yang telah menjadi wanita ku ini ? apa aku ini bodoh ."
"Jika kau enggan untuk melepaskan Erland ,kau harus mencoba nya dengan kencan buta ." ucap Erland sinis.
"Jangan khawatir ,aku akan mencobanya ." ucap ana tersenyum manis ..tapi tidak dengan hati nya .
" apa aku akan mendorong Erland untuk mencoba kencan dengan wanita lain, ?! tapi ini demi kebaikan nya ,agar dia tidak bisa menggangguku ."
.
.
.
.
.
Ikuti terus dengan kisah lanjutan nya .... sudah sedikit-sedikit terkuak nihh rahasia nya ....
__ADS_1
jangan lupa mampir ke L,K,V nya 🤗🤗🤗