Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Cemburu Erland.


__ADS_3

Pagi hari ana sudah menyiap kan sarapan untuk Dimas ,dan akan mengantarkan nya ,dengan semangat ana melangkah kan kaki nya ke atas , di saat sampai di depan pintu lagi-lagi ana di tolak di depan pintu untuk mengantarkan sarapan untuk Dimas.


"Nyonya biarkan saya yang memberikan sarapan untuk tuan Dimas , dan anda bisa kembali ." ucap Roy yang mengambil nampan yang ada di tangan ana , ana hanya bisa mengangguk pasrah .


"Lagi-lagi aku di tolak di depan pintu ,"


Ana melangkahkan kaki nya dengan kecewa ,dia yang lebih bersemangat mengantarkan sarapan untuk Dimas ,hasil nya di tolak dan selalu di tolak untuk masuk ,Di saat ana sudah di bawah dia melihat Erland yang keluar dari arah lift .


"Ada apa dengan gadis bodoh itu ,apa makanan yang tersaji di meja tidak membuat nya selera ."


Erland yang melihat ana dengan wajah yang sedikit di tekuk ,membuat pria itu heran, dan Erland melihat makanan yang di meja membuat pria itu melontarkan suara ke arah para pelayan .


"Kalian kenapa masak yang membosan kan seperti ini ,bi Ani tolong besok-besok bikin masakan dengan menu berbeda ,aku takut disini ada yang bosen dengan masakan yang kalian masak ,bahkan dia memperlihatkan ekspresi yang tidak nafsu untuk makan ." ucap Erland menatap ana .


"Tuan ,nyonya sedang datang bulan ,makan nya memberikan ekspresi itu ,bukan berarti bosan dengan makanan nya , " ucap bi Ani dengan asal .


Ana tidak menghiraukan obrolan Erland dan juga bi Ani , ana yang hanya diam di perhatikan oleh Erland ,pria itu melihat tubuh ana yang tengah duduk tanpa bicara .


"Kenapa dia begitu kurus sekali , angin yang akan tiba-tiba datang akan membuat nya terbang ."


"Tapi aku rasa dia memang tidak berselera dengan makanan yang ada di meja ini bi Ani ,saya saran kan makan malam nanti ganti menu ." ucap Erland yang masih menatap ana ,


Bi Ani hanya menghela nafasnya panjang , dia tahu apa yang membuat ana seperti itu Karna dia di tolak untuk memberikan sarapan kepada Dimas .


"Tuan ,mungkin nyonya seperti itu karna di tolak untuk mengantarkan sarapan ke atas ," ucap bi Ani dengan menatap ana yang tengah duduk di kursi meja makan.


Erland yang mendengar perkataan bi Ani ,langsung berubah dengan tatapan nya ,dia melangkah ke atas naik tangga dengan aura kesal nya ,setelah dia mendengar perkataan bi Ani


"Dia terlalu perduli dengan kakakku , terserah apa yang akan dia lakukan ,aku tidak perduli ." ucap nya dengan berlalu pergi .


Bi Ani yang melihat ekspresi Erland mengerti ,kenapa pria itu berkata dengan sedikit menahan amarah .


"Rasa cemburu tuan Erland dia miliki , dan bahkan di mata nyonya ana ,tuan Erland hanya di anggap seorang adik dari tuan Dimas , ?, haiih ,,tuan Erland ,kapan kau akan mengakui sebagai suami pada nyonya."


Kini Erland kembali ke bawah dengan menenteng dasi yang akan ia pakai ,dia melihat ke arah meja makan dan melihat ana yang masih diam dan tak menyentuh makanan nya , Erland yang berusaha tenang kini tak bisa menahan nya untuk menggertak gadis itu .


"Kamu ingin menemui kakakku ," ucap Erland dengan suara meninggi .

__ADS_1


Ana yang sedari tadi hanya diam ,terlonjak kaget setelah apa yang barusan dia dengar dari ucapan Erland yang meninggi .


"Iya kau benar ,aku ingin menemui kakak mu ,Erland kau tak perlu marah-marah kepadaku , aku hanya ingin menemui kakak mu ,kenapa kau meninggikan suara mu itu ,bicara baik-baik pun juga aku akan dengar ," ucap ana menahan amarah nya .


" Kamu tahu sendiri kondisi kakak ku benar-benar sangat memburuk , bahkan untuk menemui mu juga tidak bisa jika dengan keadaan seperti itu ,apalagi untuk berhubungan suami istri ,kakak ku tidak bisa melakukan nya , kenapa kau sangat ngotot ingin bertemu dengan kakak ku, nyali mu besar sekali ." ucap Erland dengan menahan kekesalan nya .


Ana tertegun kenapa Erland mengucap kan hal yang seperti itu dengan keadaan rumah tangga nya , tapi ana tidak memperlihatkan kan keterkejutan nya itu .


"Kau jangan sok tahu Erland ,hubungan intim kami begitu sangat baik , "


Erland di buat kesal setelah ana melontarkan perkataan yang barusan ana lontarkan .


"Berani sekali wanita ini berkata seperti itu kepada ku ."


"Kau begitu mengharapkan nya ternyata, soal dengan masalah hubungan intim ." ucap Erland yang sedikit menyindir ana.


Ana yang mendengar perkataan Erland pun di buat kesal dan ana berdiri di kursi meja makan itu dengan menggebrak kan meja makan itu .


Baaaaaaanggggg....


Erland yang mendengarkan perkataan ana mengacuhkan nya ,dia berjalan mengambil kue kacang yang ada di tangan bi Ani ,dan menyantap nya ,dengan langkah nya dia duduk di kursi meja makan itu sambil menghadap Tupperware yang berisi kue kacang .


"Apa kau tidak bosen mulut mu itu selalu berkata kau adalah kakak ipar ku ,dengar baik-baik gadis bodoh ,Aku menganggap Dimas ,ya dia adalah kakak ku ,lalu apa hubungan nya dengan perkataan mu itu ."


Ana tidak menjawab perkataan Erland ,dia hanya diam saja dan memejamkan mata nya sebentar ,dia ingin segera pergi di meja makan itu ,


"Untuk siapa wajah dingin mu itu ,sungguh membuat pemandangan di pagi hari terasa sesak saja ." ucap Erland menatap ana.


"cihh.. bahkan wanita ini jika berhadapan di depan ku yang berperan kak Dimas begitu hangat ,kenapa di depan ku dia memasang wajah seperti induk macan betina ,dan apa itu ,dia memasangkan wajah dingin nya di hadapan ku ."


Ana sudah jengah menghadapi Erland yang tengah memakan kue kacang itu ,dia berdiri dan akan melangkah kan kaki nya .


"Erland Anggara apa peduli mu padaku ,aku tidak memaksa siapapun untuk melihat wajah ku saat ini termasuk kamu, Bahakan suruh siapa kau memandang ku ," ucap ana dengan melangkah pergi .


"Pria brengsek seperti mu tidak akan sadar ,dengan tampang yang kau miliki lebih dingin dariku sialan ."


Erland kaget gadis itu berani meninggikan suara nya di hadapan nya ,dia menatap punggung ana yang tengah menghilang .

__ADS_1


"Berani sekali gadis itu ,jika bukan karna datang bulan ,akan ku habisi kau ."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba ,Erland mencari keberadaan gadis yang tengah berdebat dengan nya di pagi hari tadi , Erland berjalan ke kamar mereka tidak menemukan gadis itu .


"Kemana lagi gadis itu , " gumam nya .


Erland berjalan ke arah bawah dengan menuruni tangga ,dia tidak melihat gadis itu , Erland melihat Bi Ani yang tengah di dapur tidak ingin bertanya dan menanyakan istri nya itu padanya , mata erland tertuju ke arah kamar tamu .


"Apa gadis itu berada di kamar tamu ."


Erland berjalan menuju kamar tamu dengan santai nya ,dia penasaran dengan apa yang di lakukan ana di dalam kamar tamu itu , Erland sampai di depan pintu itu dan membuka pintu tanpa mengetuk nya ,dia berjalan ke hadapan ana di mana gadis itu tengah membaca buku sambil selonjoran.


"Kamar di atas begitu besar ,kenapa kau tinggal di kamar tamu ,"


Ana tidak menjawab pertanyaan Erland yang tengah menghadap nya itu ,kedatangan nya membuat ana kesal ..


"itu karna kamu suka masuk sembarangan ke kamar orang ,dan bagaimana bisa aku tidur jika kau masuk sembarangan ke kamar pengantin , terlebih lagi , kau gak ada sopan nya sama sekali ,masuk aja kau seperti ular yang tiba-tiba ada di hadapan ku."


.


.


.


.


.


.


.


Tinggal kan jejak ya .


Like ,komen dan favorit juga ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2