
"Erland kenapa kau tidak ijinkan aku bertemu dengan adik ipar ku ,kau jangan menyamar dirimu menjadi aku ,dia adalah istrimu ," ucap Dimas yang tengah melihat ke arah Erland .
"Lalu kenapa kau ingin mengatakan yang sebenarnya pada nya ,!? aku yang akan jalani semua ini ,biar aku yang jujur padanya ,kau tak perlu mengatakan pada nya dengan kondisi mu yang seperti ini ." ucap Erland menatap Dimas dengan dingin .
"Erland ,tak bisakah kau mengakui sebagai suami nya ,seharus nya kita memberi tahu nya sejak awal , dia sudah terjerat dalam permainan mu Erland ." ucap Dimas memegang tangan nya Erland .
"Lalu ?! jika aku mengakui nya ,lantas apa yang akan kau lakukan setelah nya ? Mati ?,dengan keinginan mu itu ." ucap nya dengan menahan amarah nya.
"Erland ,apa kau akan membohongi nya sepanjang hidup mu , dia akan menjadi istri yang baik untuk mu ." ucap nya dengan menghela napas nya berat .
Erland tidak menghiraukan perkataan Dimas ,dia melangkah keluar dan meninggal kan dimas, di saat dia membuka pintu dia memberhentikan langkah nya .
"Jika kau ingin aku mengakui nya ,maka kau harus bersemangat hidup dengan baik ." ucap nya berlalu pergi .
Erland berjalan ke arah lift dan akan menuju ke bawah , setelah dia di bawah ,dia berjalan ke arah kamar tamu yang di tempati ana ,ana yang baru masuk kamar itu mendengarkan suara sepatu dari balik pintu.
Takh ....
Takh ....
Takh....
"Suara langkah siapa itu ,gak biasa nya ada suara langkah sepatu dari arah kamar ini, oh tidak ,kenapa suara nya makin mendekat ,? sial ,seperti nya orang itu menuju kesini ,jangan bilang itu pria kurang ajar itu ."
Ana yang tadi nya akan mengunci pintu di urungkan niat nya , Karna suara sepatu itu semakin mendekat dari arah kamar dia ,dia langsung cepat-cepat lari ke arah sofa untuk pura-pura membaca novelnya, ana tertegun suara sepatu itu ada dalam ruangan kamar nya , tanpa mendengar pintu itu kapan di buka tiba-tiba suara sepatu itu ada dalam kamar .
Takh....
Takh....
"Buku nya terbalik ,apa kau akan membaca buku seperti itu ." ucap Erland yang berbisik dan tengah mengerjai ana .
Ana terkejut dengan bisikan Erland dari arah belakang ,kini ana membalik kan buku nya tanpa melihat buku itu ,Erland yang menahan tawa nya kini mengerjai ana lagi .
"Terbalik lagi , nyonya Anggara ." ucap Erland yang berbisik di telinga ana dari arah belakang ,dan menahan tawa nya .
"Apa ,, ini kenapa terbalik ,sebelum nya buku ini seperti semula ,? pria bajingan kau telah mengerjai ku ."
"Erland ,kenapa kau mengganggu ku hah ?" ucap ana yang tengah berdiri dari sofa itu dengan amarah nya .
"Lalu apa yang kamu pikirkan ,membaca buku itu hingga terbalik ." ucap Erland menahan tawa nya.
Ana tidak menghiraukan perkataan Erland yang telah mengerjai nya itu ,Kini dia berjalan ke arah pintu luar ,tapi di saat dia melangkah dia berhenti dan berbalik badan ke arah Erland dengan menahan amarah nya .
"Erland ,kenapa kau melarang aku untuk bertemu dimas." ucap ana dengan amarah nya .
"Bukan kah kau baru saja akan pergi ke luar ,kenapa kau kembali lagi ,? apa kau merindukan ku .." ucap Erland yang tengah menggoda ana .
Ana di buat kesal dengan perkataan pria yang ada di depan nya itu .
"Aku harus sabar untuk bertemu dengan Dimas ,aku akan menunggu nya dia pergi dulu ."
"Apa kau sedang memikirkan tentang di pagi tadi ,aku tahu itu mudah untuk ketagihan di saat pertama kali melakukan nya , tetapi kamu terlalu buru-buru ." ucap Erland yang mengingat kejadian di mana dirinya dan ana melakukan hal sepantas nya suami istri .
Ana di buat kesal dengan pria yang ada di depan nya itu ,dengan ekspresi ana yang tangan nya menggepal .
"Keluar dari kamar ku brengsek ." ucap ana marah .
__ADS_1
"Keluar ,? bukan kah kamu tadi yang akan keluar ,kenapa sekarang menyuruh ku ," ucap Erland dengan menyilangkan tangan nya .
"Pergi dari hadapan ku ." ucap ana yang tengah melempar buku novel itu ke hadapan erland .
Erland yang tengah di lempar ana menghindar , ana yang melihat buku itu tidak mengenai nya sangat marah , di saat Erland akan mengambil buku yang telah ana lempar tiba-tiba ponsel nya berdering tanda ada yang telpon .
"Halo ..."
"Erland ,aku sudah menemukan Sahara cepatlah kemari ." ucap Irsan di balik telpon dengan menahan amarah nya .
"Sangat bagus ,tahan dia jangan sampai memberontak, ? aku akan segera ke sana ." ucap nya dengan ekpresi dingin nya .
Ana yang melihat Erland berubah ekpresi, yang tadi nya wajah senyum jahil kini berubah menjadi dingin .
"apa yang terjadi padanya ,kenapa berubah ? ehh dia berjalan menghampiri ku ,apa yang akan di lakukan nya ."
Erland berjalan menghampiri ana , ana yang tahu Erland menghampiri nya melangkah mundur ke belakang , langkah Erland cepat dengan menghampiri ana ,dan dia menahan tengkuk ana dan mencium kening istri nya itu , ana terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Erland .
"Baik-baik di rumah ,aku akan pergi, ingat jangan melakukan apapun dengan kenakalan mu itu di saat aku tidak ada ." ucap Erland yang melihat ana dengan tatapan yang sulit di artikan ,kini Erland melangkah keluar pergi meninggal kan ana.
Ana yang di perlakukan itu membuat wajah nya merah merona ,dengan jantung yang juga ikutan goyah karna kelakuan Erland .
"Tenang kan dirimu Ana ...tenang ...ciuman itu hanyalah jiwa gila dia yang telah kembali ."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ka_kau .. kau yang pemilik klub di arah jalan Xxxxx itu ." ucap Sahara yang tengah melihat irsan
"Waw ingatan mu masih jernih ternyata ya ." ucap Irsan berjalan ke arah kursi .
Irsan menatap Sahara dengan menaikan alis nya sebelah ,dia ingat dengan perkataan Bryan ,wanita yang tengah di kurung nya itu wanita yang kejam dan bisa melakukan apapun , Irsan penasaran dengan wanita itu ,sekejam apa yang telah di lakukan nya di waktu dulu ,kini Irsan menatap kedua anak buah nya itu mengisyarat kan untuk membuka gembok yang ada di kerangka besi itu.
Kedua anak buah nya Irsan pun membuka gembok itu dan membiarkan wanita itu keluar ,Irsan yang telah mengisyaratkan kedua anak buah nya untuk berjaga-jaga di setiap arah pintu .
Sahara yang melihat Irsan tengah duduk itu dengan menyalakan api rokok nya ,kini Sahara pun berjalan menghampiri Irsan .
"Aku harus menggoda pria bodoh itu untuk mengeluarkan ku lebih dari kerangka sialan itu ,dan keluar dari tempat pengap ini ."
Kini Sahara menghampiri Irsan yang tengah menatap nya ,Irsan yang di hampiri oleh Sahara mengerut kan kening nya .
"kenapa wanita ini menghampiri ku ,kenpa dia senyum seperti pelacur yang ada di klub ku ." gumam Erland kecil.
Sahara terkekeh melihat ekpresi Irsan yang sedikit penakut ,kini Sahara semakin mendekat kan dirinya pada Irsan , Irsan yang sudah tegang pun berdiri untuk menjauh dari wanita itu.
"Tuan baskara ,apa kau ingin tahu kemolekan tubuh ku ini ." ucap Sahara yang tengah menggoda Irsan .
Irsan terkejut dengan perkataan wanita yang ada di depan itu ,dia menelan salipnya dengan kasar ,di saat Sahara membuka kancing baju nya .
"Wanita ini memang cantik tapi sangat licik , bahkan aku hampir tergoda Karana dia ."
"Kemarilah tuan baskara, aku akan menunjukan nya padamu ,haha? kau di klub itu selalu bermain dengan wanita ,apa kau tidak tergoda oleh tubuh ku ini ,kenapa kau mundur menjauh dariku ." ucap Sahara yang mengikuti langkah Irsan .
"Aku sama sekali tidak tertarik untuk melihat nya ." ucap Irsan dengan berusaha tenang dan duduk kembali dan melanjutkan merokok nya .
"Apa wanita ini gak cuman hanya kejam ,apa dia juga termasuk wanita pelacur ,?sial ,jika Erland tidak segera datang , aku akan menjadi gila Karna wanita ini ."
"Pembohong sekali kau tuan baskara ,lihat lah bahkan dahi mu berkeringat ." ucap Sahara dengan suara menggoda nya .
__ADS_1
Kini Irsan berdiri kembali dan menjauhi wanita yang tengah menggoda nya itu ,Sahara yang melihat Irsan menjauh membuat menahan amarah nya.
"Sial ,pria klub itu susah untuk di Rayu."
Sahara mengikuti langkah Irsan yang tengah mundur itu , Sahara akan terus menggoda nya ,agar bisa keluar dari tempat pengap itu .
"Diam di situ wanita gila.?! sebentar lagi seseorang akan membereskan mu ." ucap Irsan dengan nada tinggi nya .
Sahara berhenti dari langkah ,dan mencerna perkataan Irsan yang baru di lontarkan irsan itu .
"Siapa ,pria atau wanita yang akan membereskan ku itu ." ucap Sahara dengan nada menggoda .
"Ya seseorang yang akan kau lihat sekarang ." ucap Irsan menutup mata nya dengan menahan amarah .
"Aku tidak bisa berfikir lama ,siapa yang akan aku lihat sekarang itu ,apa aku begitu penting kah ,bagaimana jika kau mengatakan nya padaku ." ucap Sahara yang masih menggoda Irsan .
"Sialan ! wanita ini dari bicaranya benar-benar pintar bersandiwara ,Dimas benar-benar terpedaya oleh wanita ini , apa yang di lihat dari wanita ini di mata nya ."
"Katakan lah tuan baskara ,siapa Yang akan mene......
Brakkkk......
Sahara terkejut dengan yang mendobrak pintu itu ,dia melihat ke arah asal suara ,dan lebih terkejut nya lagi dia melihat seseorang yang membenci dirinya dulu ..
"E_erland , ka_kau masih hidup ." ucap Sahara dengan keterkejutan nya .
Erland menghampiri Sahara dan menjambak rambut panjang nya itu dengan amarah yang memburu .
"Kenapa ? apa ada yang bilang padamu kalau aku sudah mati terbakar oleh api, beruntung sekali aku dan kakak ku hidup karna bantuan dari pria pujaan mu itu ." ucap Erland dengan tatapan tajam nya ke arah Sahara .
Sahara tertegun dengan apa yang di katakan Erland ,apa maksud dari pria pujaan nya itu ,dia hanya mencintai satu pria ,yaitu Bryan ,apa yang menolong mereka dari api itu adalah Bryan .
"Sialan ,? aku berencana dan sekongkol dengan tuan Willy Anggara untuk membunuh Dimas untuk mendapat kan sebagian harta dan aset perusahaan itu , tapi pria lembek itu masih hidup ,? tapi tunggu gimana Bryan ,apa _apa di_dia masih hidup ."
Sahara menangis ,dia menangis bukan karna hal apa ,dia menangis karna Bryan , sudah beberapa tahun ini dia pergi dari kota itu setelah kecelakaan mobil dan tidak bertemu pria yang dia cintai nya ,saat ini dia menangis karna merindukan sosok pria yang dia rindukan , Erland yang melihat Sahara menangis mencengkram kedua pipi nya dengan kuat .
"Heh ,kau bahkan mempunyai bakat akting ?! lihat air mata palsu ini begitu nyata ,... katakan padaku ,? kenapa kau ingin membunuh kakak ku , apa kau di bayar begitu besar sama wily sialan itu ." ucap Erland dengan menatap tajam Sahara .
"Jadi kakak mu benar-benar masih hidup ." ucap Sahara dengan suara tak jelas nya ..
Kini Erland melepaskan cengkraman itu dan menarik kerah baju Sahara .
"Kau adalah wanita kejam ?! kenapa kau mempermainkan perasaan kakakku ,dia tidak salah apa-apa dengan mu ." ucap Erland dengan marah nya dan menarik kerah baju Sahara dengan tatapan membunuh
"Salah nya ,kenapa dia begitu kaya dan begitu bodoh telah mencintai ku ," ucap Sahara dengan tersenyum kecut .
"Jika bukan keinginan Renata istri dari tuan Willy untuk mengikuti rencana itu,aku tidak akan membiarkan perusahaan cabang itu terbakar ,dan sial nya tuan Willy tidak berhasil mendapatkan perusahaan DA'GROUP itu ,aku bahkan tidak mendapat kan apa-apa harta dari Dimas ,ternyata dia masih hidup , tapi bukan nya Wily bilang kalau Dimas sudah mati ."
Erland melepaskan cengkraman dari kerah baju Sahara dan berganti mencengkram leher Sahara dengan kuat .
"Maka kau hari ini akan menikmati rasa nya mati ,wanita sialan ." ucap Erland yang tengah mencengkram leher Sahara .
Sahara yang menahan tangan Erland untuk bisa melepaskan dari leher nya benar-benar sudah tidak berdaya ,dia sudah terkulay lemas ,Irsan yang melihat itu langsung mencegah erland untuk segera memberhentikan nya .
" Erland lepaskan ,dimas tidak akan terselamat kan jika wanita gila ini mati ." ucap Irsan yang tengah menahan tangan Erland .
Erland terkejut setelah apa yang baru saja Irsan katakan ,dia mencari Sahara bukan untuk membunuh nya ,tapi untuk mengembalikan kembali pada kakak nya , kini dia melepaskan cengkraman nya dari leher Sahara , Sahara yang lemas pun terduduk langsung ke lantai .
__ADS_1