
Dista masuk dan berlari kecil menghampiri suaminya yang terbaring itu ,Dista tidak percaya jika suaminya itu pergi meninggalkan dirinya dan juga anak-anak nya yang kini masih dalam kandungan .
"Kak ... kak Dimas bangun ,kakak gak mungkin ninggalin aku dan juga anak-anak kita ,kak dimasss ." ucap Dista dengan tangisnya .
Dista menggoyang-goyangkan Tangan Dimas yang sudah dingin dan pucat ,dia tidak percaya jika semua itu terjadi ,bahkan pria itu beberapa jam yang lalu membalas pesan nya ,tapi kenapa dia tiba-tiba pergi meninggalkannya selamanya .
"Kak ... aku ... a...aku tidak percaya jika kamu pergi begitu saja meninggalkan aku .. tidak ... aku yakin ... kak .. kak Dimas cuman hanya tidur saja kan ... kakak cuman tidur aja kan kak .. kakak gak mungkin ninggalin aku dan anak-anak." ucap Dista dengan menggenggam tangan Dimas .
Dista menaruh tangan Dimas di perut buncitnya ,wanita hamil itu tersenyum dengan di campuri tangisan ,ana dan semua mengikuti Dista ke dalam dan melihat Dista yang kini benar-benar syok , Dista mengangkat tangan Dimas yang dingin dan pucat itu dan menaruhnya di perut buncitnya .
"Kak ... kakak rasakan gerakan mereka kak ,mereka begitu aktif kak ,kak ... asal kakak tahu ,mereka merindukan mu kak ,bahkan mereka menunggu mu pulang ,.. hiks ... hiks ... kak ... ku mohon bangun ... aku tidak mau di tinggalin ,ku mohon bangun ." ucap Dista menurunkan tangan dimas Kembali .
Rahma sang mami yang baru datang menghampiri putrinya untuk mengikhlaskan kepergian suaminya , dia ikut sedih saat melihat putrinya begitu frustasi saat kehilangan suaminya .
"Sayang !! dista ,ikhlaskan lah ,Dimas sudah pergi ,dia sudah di sisi Allah sayang ,kamu yang sabar nak ,jika kamu menangis ,Dimas akan sedih melihat kamu menangis ." ucap Rahma memeluk Dista .
"Enggak mih ... kak Dimas masih hidup mih ?! kak Dimas hanya tidur mih kak Dimas belum meninggal ." ucap Dista menangis di pelukan sang mami .
Semua orang terlihat begitu sedih saat kepergian Dimas ,Erland yang saat ini melihat Dimas terbaring begitu terpukul ,dulu dia menyelamatkan dan mempertahan kakaknya untuk tetap hidup , tapi sekarang kakaknya pergi untuk selamanya ,begitu pun Bryan ,Bryan pun mengingat dimana keinginan Dimas untuk mati di waktu sekujur tubuhnya hancur ,tapi dia masih bisa hidup ,tapi tidak dengan sekarang ,mereka tidak menyangka Dimas pergi begitu saja untuk selamanya .
Bryan yang kini menahan air matanya ,hanya bisa menunduk dan tidak ingin melihat Dimas ,semua orang hanya merasakan kesedihannya masing-masing ,Bryan yang kini menunduk merasakan ada yang menggenggam tangannya ,dia tahu tangan lembut itu tangan siapa ,kini Bryan menoleh dan melihat ke arah sampingnya.
"Mas ." ucap Nabila pelan .
"Sayang , kenapa di sini " ucap Bryan menatap Nabila dengan mata sudah berkaca-kaca .
Nabila melihat kesedihan di mata suaminya itu ,dia tahu Dimas adalah pria yang membantu nya di masa kecil ,dan tentu saja Bryan merasakan kehilangan sahabatnya itu .
"Sayang !! kenapa kesini , dan kenapa gak pake jaket ,kamu kedinginan ,ini sudah mau hampir malam ." ucap Bryan yang kini membuka jaznya untuk di kenakan pada Nabila.
"Aku kesini mau nenangin Dista mas ,aku tidak mau melihat Dista menderita ,aku ingin menenangkan nya ." gumam Nabila kecil .
Nabila melihat ke arah Dista yang kini tengah di peluk oleh Tante Rahma ,dia tidak mungkin menghampiri Dista yang kini bersama maminya ,Nabila melihat ana yang ikut menangis dengan memeluk lengan Erland .
Perawat kini tengah melangkah untuk mencabut beberapa selang yang ada di tubuh Dimas ,Dista yang melihat itu terkejut dan melepaskan pelukannya dari sang mami .
"Apa yang akan kalian lakukan ,?! jangan lakukan itu ,suamiku belum pergi , suamiku masih hidup ." teriak dista histeris .
"Dista ... ! kamu jangan begini , Dimas sudah pergi dista.." ucap Rahma meraih tangan Dista .
"Mih ... lepasin aku ?! mami jangan mengikuti mereka mih ,, suamiku belum meninggal dia masih hidup , kak Dimas cuma hanya tidur mih ... kalian jangan sentuh suamiku ." ucap Dista yang dimana kedua perawat itu seketika mundur Kembali .
Dista melihat wajah pucat Dimas ,sesekali Dia membelai wajah Dimas ,kini Dista melihat ke arah dada Dimas ,kedua tangannya dia akan meneken dada Dimas .
"Kakak ... kakak tidak mungkin meninggalkan ku kak ,aku mohon , jangan membuat ku takut kak ,aku datang untuk menjemput kakak ,?! kak Dimas aku mohon bangun ." ucap Dista yang kini tengah berusaha menekan dada Dimas agar jantungnya bisa Kemabli normal lagi .
20 menit Dista lakukan itu ,tapi jantung Dimas tidak kembali juga ,Dista masih saja menekan dada Dimas dengan tangisnya ,semua orang hanya diam membisu dan tidak bisa apa-apa ,
"Kak aku disini ,aku di sini di sampingmu kak ,kamu pasti dengar aku kan kak ,kak Dimas ku mohon bangun kak ." ucap Dista dengan masih menekan dada Dimas .
"Kak .. kamu jahat ,kamu satu Minggu ninggalin aku ,?! kamu bilang akan cepat pulang setelah satu Minggu ,dan kamu juga sudah janji sama aku kak akan membawa aku ke tempat indah seperti apa yang kamu katakan kak , kamu jahat ,kamu jahat kak .. " ucap Dista melepaskan tangannya dan berhenti menekan tangan Dimas.
__ADS_1
"Kamu jahat kak ... kamu pria brengsek ,mana janji mu Kak, kau akan pulang cepat dan membawaku pergi ,tapi apa yang kau janjikan kak , kau malah pergi ninggalin aku dan anak-anak kita untuk selamanya ." ucap Dista berbisik di telinga Dimas .
Kini Dista melihat wajah Dimas dan membelai wajah pria itu ,Dista melihat bibir yang sudah pucat itu ,kini dista akan mencoba mencium bibir Dimas dengan bibirnya ,dista berharap dengan ciuman itu Dimas Kembali bangun dan sadar ,setelah itu Dista melepaskan ciumannya dengan memejamkan matanya ,harapannya mungkin sudah Sirna ,suaminya itu memang benar-benar meninggalkan dirinya .
Tapi hati Dista tidak ingin tergoyahkan ,hatinya masih tidak percaya bahwa Dimas meninggalkan nya ,kini Dista Kembali menekan dada Dimas dengan kedua tangannya .
"Ayolah kak ... ku mohon bangun ! kamu sudah janji sama aku ,untuk membawa ku ke tempat yang sangat indah ,ayo kak bangun ." ucap Dista dengan Suara berat nya dengan masih menekan dada Dimas ,bahkan saat ini tenaga nya kehabisan untuk menekan dada pria itu .
Tanpa Dista sadari ,dua tetes air mata Dista jatuh ke pipi Dimas ,Dista saat ini benar-benar berharap bahwa suaminya akan kembali ,Dista masih saja menekan dada Dimas dengan sembari tak berhenti menangis , semua orang pun hanya bisa terisak tanpa mendekati Dista yang kini masih menekan Dimas .
"Ya Tuhan , tuan saya mohon anda harus bangun dan hidup kembali , jika tidak nyonya besar akan murka jika dia sampai sini ,apalagi melihat nyonya Dista seperti ini , nyonya besar pasti akan sedih ,bangunlah tuan , hiduplah kembali ."batin Roy .
Nabila ana ,dan juga Rahma hanya duduk di sofa sudut ruangan itu ,mereka pun ikut bersedih dengan Dimas yang benar-benar pergi meninggalkannya semua ,mereka merasakan apa yang di rasakan oleh Dista , tapi takdir tidak bisa di ubah ,orang yang di cintai nya harus pergi meninggalkan nya , ana yang melihat Dista masih menekan Dimas tak kuasa menahan air matanya melihat Dista sedari tadi hanya menangis .
"Kak Dimas !! bangunlah ,istrimu dan anak-anak mu membutuhkanmu ,aku tahu kak Dimas kuat dan pasti kembali dengan berjuang kumpul lagi bersama"
"Dimas mami mohon ,bangunlah ?! ini pertama kalinya Mami melihat Dista menangis dengan tidak berhenti ,mami mohon Dimas bangunlah ?! Dista begitu sangat mencintaimu ."
Nabila pun melihat Dista yang masih keadaan menangis ,dia ingin menenangkannya namun itu tidaklah mungkin , karna saat ini Dista benar-benar sangat terpukul ,Nabila yang akan menghampiri Dista tangannya di tahan oleh Bryan dengan menggelengkan kepalanya, Nabila pun dengan cepat mengangguk dan menuruti suaminya .
"Kak Dimas kau tahu ?! ini pertama kalinya aku melihat Dista menangis dengan sangat lama seperti ini ,bahkan dulu dia adalah wanita yang sangat ceria ,dan tidak gampang menangis ,aku mohon kak ... bangunlah ."Gumam Nabila yang kini berada di pelukan Bryan.
"Kak ... kumohon bangunlah !! aku janji siapapun yang melakukan itu padamu akan aku bunuh dengan tanganku sendiri ,"gumam Erland kecil dengan mengusap wajahnya kasar .
Dista tidak akan menyerah ,karna dirinya yakin ,bahwa suaminya masih hidup ,dia terus menekan dada Dimas dan bergumam dengan Isak tangisnya .
.
.
.
Tepatnya di alam bawah sadar Dimas .
Dimas hidup di suatu tempat yang di kelilingi salju ,bahkan kini tubuhnya pun serasa beku dan tidak bisa di gerakan ,hanya ada angin kecil yang menghembuskan tubuhnya yang serasa beku itu , dia ingin bangkit namun tidak bisa ,dia ingin membuka suara tapi tidak bisa juga ,bibirnya bungkam rapat dan serasa beku .
Entah kini dia di tempat apa ,sunyi ,hening ,dan tempat pun mendung ,keadaan pun begitu dingin ,matanya kini hanya melihat ke depan saja tanpa melihat ke arah lain, karna dia tidak bisa bergerak di karnakan tubuhnya serasa beku .
Dimas kini telah berusaha untuk bisa bangkit dari tubuhnya yang kaku dan terasa beku itu ,namun susah ia perjuangkan ,Dimas hanya menatap ke arah depan dengan tatapan sendu ,seperti tatapan kosong ,di saat Dimas memejamkan matanya , tiba-tiba ada tetesan air yang sedikit hangat ,mengenai wajahnya hingga membuat kebekuan di tubuhnya sedikit demi sedikit mencair.
Entah tetesan air dari mana yang membuat es yang di tubuhnya itu hingga mencair ,Dimas menunggu es beku yang ada di lengannya untuk segera mencair ,seketika seluruh tubuhnya pun kini bisa di gerakan karna tetesan air itu .
Kini Dimas melihat ke sekelilingnya,tidak ada siapa-siapa ,tidak ada istrinya bahkan keluarga pun tidak ada ,Dimas melangkah mencari seseorang yang tak lain adalah istrinya .
"Kak pulang lah .. aku menunggumu ."
Dimas terdiam dan celingak celinguk di tempat sepi nan mendung itu , dia mendengarkan ucapan suara wanita yang ia cintai nya .
"Kak ,ku mohon kembali lah , aku butuh kamu , anak-anak membutuhkan mu."
Lagi-lagi Dimas mendengar suara istrinya, namun dia tidak melihat siapapun di tempat itu ,Dimas melangkah melewati tempat yang lebih dengan salju itu ,suasana dingin dan hembusan angin yang begitu lembut ,Dimas melangkah dengan masih melihat-lihat dan mencari istrinya .
__ADS_1
Dimas duduk termenung melihat keadaan rumput yang di penuhi salju itu ,dia tidak mengerti kenapa dia bisa berada di tempat asing dan hanya hidup sendiri , dia tidak tahu apa tujuannya dan apa yang di lakukannya di tempat yang sepi itu ,kini Dimas melangkah ke arah lain yang tidak ada sedikitpun salju ,dia melihat taman yang begitu indah ,dengan suara burung yang berkicauan ,Dimas ingin segera pergi dari tempat itu ,namun ada sesuatu yang menahannya membuat dia masih berada di tempat itu .
"Dimas " panggil seseorang yang merasa dimas kenali .
Dimas melirik ke arah belakang dan melihat pria dan wanita ,yang tak lain adalah papa mama nya .
"Mama ... papa ." ucap Dimas berbalik dan melangkah ke arah kedua orang tuannya .
"Ma .. pa.., aku merindukan kalian ." ucap Dimas menghampiri Kenan dan juga Amara.
'Kami juga merindukan mu , Dimas apa yang kamu lakukan di sini ." ucap sang mama .
"Ini bukan tempat mu Dimas !! pulanglah, ada seseorang yang tengah menunggu mu di sana ." ucap sang papa .
"Tapi aku masih ingin bersama kalian ," ucap Dimas menatap kedua orang tuannya .
"Tidak Dimas.. ini bukan tempat mu ,!! pulanglah ,istrimu dan anak-anak mu menunggu mu ." ucap Kenan lagi.
"Iya nak !! pulanglah ,istri dan anak-anak mu membutuhkan Mu , kami disini akan selalu melihat kalian di sini ,?! pulanglah dan berbahagialah." ucap Amara.
"Tapi pa ...ma ....
Belum sempat Dimas berkata , kedua orang tuannya menghilang, Dimas Diam dan menundukan kepalanya , dia melihat orang tuanya yang tiba-tiba menghilang ,membuat dirinya tidak ingin melihat ke arah dimana orang tuanya barusan berdiri di hadapannya .
"Kak Dimas !! aku mohon , kakak pulang ,"
Lagi-lagi Dimas mendengar suara istrinya yang tidak tahu dimana , kini dia pun mendongkakan kepalanya dan mencari istrinya .
" Sayang __________ "...Jawab Dimas dengan berbalik dan melangkah mencari Dista dengan celingak-celinguk
"Sayang ,kamu dima____________" ucap Dimas terhenti saat dirinya melihat cahaya yang ada di depannya .
Dimas melihat bayangan sang istri di balik cahaya itu ,Dimas pun berjalan ke arah cahaya itu , semakin dekat ,semakin silau ke arah matanya ,entah harus bagaimana dia melewati cahaya itu agar dirinya bisa meraih bayangan istrinya , tapi Dimas tidak perduli dengan cahaya silau itu ,dia terus melangkah dan melangkah ke arah bayangan sang istri .
Bip .... Bip ....
Tiiiiiiiittttttttttttt......
Alat pendeteksi detak jantung yang ada di samping Dimas bersuara dengan cepat ,semua orang saling pandang ,Erland dan Bryan saling bertatap ,sementara Roy dia memanggil dokter yang baru saja keluar ,Abian menghampiri Dista untuk berhenti menekan dada Dimas ,dan Abian pun berkata .
"Suami mu kembali nak !! dia hidup kembali ." ucap Abian.
Seketika Dista pun berhenti dan menatap wajah Dimas ,dista menatap Dimas dengan mata bengkak dan nada Isak tangisnya masih saja dia rasakan ,tanpa memperdulikan semua orang ,apalagi Abian yang berada di sampingnya Dista langsung mencium bibir suaminya itu dan lagi-lagi meneteskan air matanya ,tepat di wajah Dimas .
"Terima kasih kak .. terima kasih kamu sudah mau kembali ,terima kasih kamu tidak pergi meninggalkan aku ."
Dimas menggerakkan jari jemarinya ,bahkan dia pun sedikit mengerutkan kedua alisnya yang kini matanya masih terpejam , ,dista pun melepaskan ciuman suaminya dan melihat Dimas .
Erland melihat Dista yang masih menangis dengan tersenyum ke arah Dimas ,dia begitu terharu pada sosok wanita yang menjadi kakak iparnya itu ,wanita itu berjuang dan menjemput dimas untuk bangkit Kembali .
"Mereka benar-benar cinta sejati ,, bahkan saat Dista mencoba berusaha untuk meyakinkan bahwa kak Dimas masih hidup ,dia bertahan di sisi kak Dimas dan itupun membuat kak Dimas kembali hidup ,keduanya memang pasangan yang sama-sama terikat "
__ADS_1
Erland pun tersenyum kembali saat suasana yang menegangkan tadi membuat dirinya langsung merangkul istrinya ,dokter yang kini datang langsung masuk ,dalam pikirannya ini adalah sebuah keajaiban orang meninggal bisa kembali hidup lagi .