
Erland benar-benar heran dengan tubuh ana ,begitu juga dengan rambut dan parfum yang tidak ia kenali ,dengan penasaran nya ,kini dia bangkit dan menyalakan lampu yang ada di samping wanita itu ,beruntung wanita itu tidak bangun karna gerakan Erland tadi , kini dia membuka selimut itu dan melempar nya dengan amarah yang memuncak .
Di saat Erland tengah menarik selimut itu ,jenika bangun dan kaget setelah apa yang dia lihat ,di hadapan nya ada seorang yang tengah berdiri ,dan menarik selimut nya .
"Aaaaaaaaaaaaaa."
Ana yang begitu nyenyak tidur nya ,begitu kaget setelah apa yang dia dengar ,jenika berteriak di tengah malam yang membuat dirinya bangun .
"Jen ada apa ,kenapa berteriak ?apa kau mimpi buruk ." ucap ana yang tengah mengucek mata nya .
Erland melihat gadis yang tengah di samping wanita itu menatap nya dengan tajam ke arah ana ,di saat ana mulai dari kesadaran nya ,dia terkejut ada Erland yang tengah berdiri tepat di samping kasur di mana Jen duduk .
"Kapan dia pulang ,? dan kaya nya dia baru beres mandi ,Jen berteriak Karana ada Erland ,, ?Tunggu , jangan bilang Erland berniat menyentuh ku ,dan kini dia salah orang ."
Jen yang masih gemetaran karna pas tadi dia sadar baju bagian bawah nya terbuka sedikit ,dia akui ?dulu memang pernah menyukai pria yang tengah berdiri itu ,tapi tidak dengan sekarang ,sekarang dia bukan lah yang dulu .
"Erland ,kau sudah pulang .? " ucap ana yang masih sedikit kaget nya.
" Ini rumah ku , aku mau pulang kapan pun apa harus ijin darimu ." ucap Erland menatap ana tajam dan menahan amarah nya .
"Tuan Erland ,a_anda .." ucap Jen terbata ,karna masih gemetar.
"Jen apa kau baik-baik saja ." ucap ana yang tengah merangkul pundak Jen , Jen yang masih gemetar hanya bisa mengangguk kan kepalanya .
Ana yang melihat Erland menatap tajam ke arah nya sedikit takut dan memalingkan wajah nya .
"Jangan melihat ku dengan tatapan tajam mu itu , Erland apa yang sudah kau lakukan pada Jen."
Erland berbalik dan berjalan ke luar ,dengan menahan amarah nya dia membanting pintu kamar itu dengan keras , ana dan Jenika kaget setelah apa yang Erland lakukan .
"Dia marah ,? dia yang begitu mudah nya mengaget kan orang ,? tunggu dulu ,apa Erland menyentuh jenika ."
Kini ana berjalan ke arah ranjang dan menenangkan jenika kembali
" Jen apa kau baik-baik saja , jujur saja sama aku apa yang telah Erland lakukan ."
"Tidak ana , aku tidak apa-apa ,hanya saja tadi dia memeluk ku ,? Ana kenapa tuan Erland bisa salah masuk kamar , kenpa dia ke kamar mu ." ucap Jen yang tengah menunduk .
Ana tidak menjawab pertanyaan jenika ,dia kaget setelah apa yang di ucapkan jenika ,bahwa Erland memeluk nya dengan keadaan jenika sedang tidur .
"Mereka baru saja berpelukan ,kenapa aku yang mendadak sedih ,? dan ,dan hati aku kenapa nyut-nyutan begini ,sakit ..tapi tak berdarah."
__ADS_1
"Ana ... Ana..." ucap Jen yang tengah menyadarkan ana .
"Ahh iya Jen maaf .? tadi kamu bilang apa ." ucap ana tersenyum kecut .
"Hemmm ... lupakan ,? gak penting .hehe.." ucap Jen yang sedikit canggung setelah apa yang barusan terjadi .
Ana hanya bisa menampilkan senyum tipis ke arah jenika , hati dan perasaan nya kini entah kenapa ,rasa ngilu di hati nya benar-benar terasa .
"Kenapa perih seperti ini ."
Jen yang melihat ana terheran-heran ,kenpa ana diam dan seperti orang melamun .
"Kenapa Erland marah sama ana , apa karna aku menginap disini ? tapi kan aku tidak mengganggu nya ."
*****
Pagi pun tiba ,Erland berjalan ke arah di mana Dimas di rawat ,di saat Erland tengah sampai ,dia terkejut melihat ana yang tengah berdiri ,dan terlebih nya lagi Erland terkejut melihat penampilan gadis itu ,walau pun sederhana di mata nya cukup lah menarik .
"Sial ,,, kenpa gadis ini terlihat manis , bahkan dia sekarang berpaling padaku .? kenpa di depan ku dia seperti macan betina ,bahkan di setiap ada di hadapan ku dia seperti mengeluarkan gigi bertaring nya ."
Ana menggeser ke samping di saat Erland datang ,dia tidak ingin melihat nya dan ingin menghindari nya .
Erland yang tadi nya akan melangkah ke ruang Dimas ,kini dia mengurungkan niat nya , dia melangkah melewati ana dan turun ke arah tangga .
"Anatasya ,kemari dan buat kan aku sarapan ." ucap Erland yang tengah berjalan ke bawah .
Ana terkejut apa yang baru saja dia dengar , ana menggeret kan gigi nya di belakang Erland .
"Baiklah tuan besar ,kau memang raja nya ,? aku sebagai pelayan di kerajaan mengerikan ini siap melayani mu raja cap tembok sialan ."
Kini ana berjalan ke arah bawah ,ana melihat Erland yang tengah duduk di ruang tamu , ana melangkah kan kaki nya ke arah dapur dia akan membuat kan sarapan untuk Erland ,tak butuh waktu lama ana selesai menyiapkan nya untuk Erland ,di saat ana akan berjalan , tiba-tiba dia di kaget kan oleh tangan seseorang .
"Siapa ." ucap ana yang tengah memegang nampan itu .
Ana terkejut di saat tangan itu memeluk pinggang nya dari arah belakang, dia tahu siapa yang tengah memeluk nya itu .
"Ana ,apa kau merindukan ku ." ucap Erland yang tengah memeluk pinggang ana .
Ana terkejut setelah mendengar perkataan Erland ,apa yang di katakan pria itu membuat jantung ana berdegup dengan kencang .
"Ti_tidak , aku tidak merindukan mu ,Erland tolong kondisikan keadaan di tempat ini ,kau keterlaluan ." ucap ana yang menahan amarah nya..
__ADS_1
"Aku tidak ingin mengakui nya ."
Di dalam hati kecil ana , dia memang sangat merindukan Erland ,di saat di tinggal kan satu Minggu oleh pria di belakang nya itu membuat nya gelisah dan tidak tenang .
Erland yang saat ini terkejut setelah apa yang baru saja dia dengar ,gadis yang ada di depan nya ini sama sekali tidak merindukan suami nya .
"Kau berbohong Anatasya , katakan .? apa kau merindukan kan ku ." ucap Erland dengan amarah nya .
Ana lebih marah lagi di saat melihat Erland marah ,kemarahan ana bukan karna marah sewajar nya, dia saat ini mood nya tidak baik karna sesak di hati nya belum juga hilang .
"Aku bilang tidak ,ya tidak Erland ? kau jangan begitu terlalu narsis ." ucap ana dengan kekesalan nya .
"Aku akan memberi mu pelajaran Anatasya." ucap Erland yang tengah mencubit bokong nya dari arah belakang .
"Akhh ...."
"Berani-beraninya kau mencubit bokong ku ."
"Erland kau keterlaluan ,cepat minggir menjauh dari ku ." ucap ana dengan menahan amarah nya .
Ana di buat kesal dengan tingkah Erland ,kini dia berbalik menghadap Erland untuk melawan nya , tapi di saat dia akan melawan nya , tiba-tiba Erland menahan tangan ana dan menurun kan nya ke arah pinggang belakang Erland ,dengan satu tangan nya yang menahan tembok ,dan satu tangan nya menahan tengkuk ana ,tanpa pikir panjang Erland ******* bibir ana.
Di saat ana akan mendorong Erland ,Erland menahan pinggang ana dan membawa nya ke arah dinding tembok tanpa melepaskan ciuman itu , Erland menahan ana ke tembok dengan masih menahan pinggang ana tanpa melepaskan ciuman itu ..
"Mmmm ....mmmmm..."
Para pelayan yang tengah ada di area di mana mereka tidak jauh dari dapur langsung pergi dari hadapan tuan dan nyonya nya ,pasal nya mereka hanya cuek-cuek saja di saat mereka melihat ana dan Erland berantem , tapi mereka tidak tahu akan terjadi di antara dua pasutri itu melakukan asmara di arah dapur.
Roy yang tak sengaja melihat nya pun terkejut dan kembali berbalik ,dia yang tadi nya akan mengambil air niat nya di urungkan , kini dapur pun sepi tanpa penghuni .
.
.
.
.
.
Tinggal kan jejak nya yaa .,, agar aku semangat lanjut up nya .πππ
__ADS_1