
Pagi pun telah tiba .
Dimas membuka kedua matanya perlahan ,yang pertama dia lihat adalah istri cantiknya ,bukannya bangun ,pria itu masih saja betah memandangi Dista dengan sembari tersenyum .
Pria itu mengingat siang kemarin ,di mana dirinya melihat kepergian Dista membuat dirinya pun mengusir Amalia dari ruangannya ,dalam pikirannya jika Dista bertanya tentang Amalia lagi dia akan menjelaskannya ,tentang hubungan persahabatan nya dulu .
Pikiran Dimas terbuyar kan saat wanita yang dia pandangi menggeliatkan tubuhnya , Dista dengan lucunya membuka kedua mata membuat Dimas yang bangun terlebih dahulu menatap wajah cantik istrinya ,rona merah muncul di kedua pipinya Dista .
"Selamat pagi istriku ." ucap Dimas .
Tapi bukannya menjawab ,Dista malah menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dimas ,dimana yang membuat Dimas terkekeh saat melihat istrinya sembunyi di Dadang bidangnya ,Dimas yang melihat Dista seperti itu mengingat dimana Dista bersembunyi di balik dada bidangnya saat pertemuan tak sengaja itu .
Dimas membalas pelukan Dista memeluknya dengan erat ,kedua pasutri itu masih saja betah bergulung di balik selimut tebalnya .
"Sayang " panggil Dimas .
"Sayang"
Dista serasa terbawa perasaan saat pria itu mengatakan sayang .
"Hemmm ..." jawab Dista dengan masih menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang Dimas .
"Bangun yu ,,udah siang" ucap Dimas .
"Biasanya juga gak pernah bangunin aku kalau aku gak bangun duluan " ketus Dista .
"Hemmm !! aku sengaja tidak membangunkan mu ,soalnya aku ganggu kamu tidur pun tidak pernah gerak ,maka dari itu aku tidak mengurungkan niatku untuk membangunkan mu , Adista .!! aku ingin ,kau tak perlu bekerja , aku ingin kau ada di rumah saja ." ucap Dimas.
Dimas berkata seperti itu ,Karna dia merasa nyaman jika Dista yang ada di rumah ,menunggu kepulangan nya di kantor ,maka dari itu dia ingin istrinya itu hanya di rumah saja ,Dista mendongkak kan kepalanya saat Dimas berkata seperti itu .
"Apa kakak tidak mengijinkan aku untuk kerja lagi ." ucap Dista .
"Aku lebih suka kamu di rumah ." gumam Dimas .
Seketika Dista bangun dari tidurnya dan melangkah ke arah meja rias untuk mengambil ikatan rambut ,dalam pikirannya sudah berpikir buruk ,mungkin pria itu tidak ingin di ganggu dengan wanita itu ,Dimas yang melihat ekspresi Dista membuat dirinya heran .
Dimas bangun dari tidurnya dan menghampiri dista ,dista yang melihat Dimas di pantulan cermin langsung menundukan kepalanya .
"Kenapa hmmm " ucap Dimas memeluk Dista dari belakang dengan membungkukkan tubuhnya sedikit .
"Aku gapapa kak ,kakak mandi duluan gih ,aku akan siapin pakaian kakak .." ucap Dista tanpa melihat ke arah Dimas .
"Sebenarnya aku tidak ingin kita berantem ! maka dari itu aku lebih memilih diam , jika apa yang di katakan kamu semalam dengan adanya dia yang dinyatakan hanya temanmu saja ,aku akan mempercayaimu kak ,"
"Kak .. maafkan aku ?! tidak salahkan aku cemburu padamu Karna wanita itu , maafkan aku juga , mungkin aku egois dimana kemarin aku pergi begitu saja meninggalkanmu makan sendiri"
"Aku tidak akan pergi mandi ,kalau ekpresi mu seperti ini ." ucap Dimas melihat Dista di balik cermin .
"Aku gapapa ...
"Kamu sedang tidak apa-apa , katakan padaku ,kenapa !! apa kau masih memikirkan Amalia yang ada di ruangan ku kemarin ." ucap Dimas .
Dista tidak menjawab pertanyaan Dimas ,dia hanya melihat Dimas di balik cermin ,Dimas yang dapat jawaban dari Dista mengerti ,pasti istri kecilnya itu memikirkan kejadian yang kemarin .
"Apa kau marah dengan ...
"Aku marah , aku cemburu ,aku khawatir ,itu semua Karna aku mencintaimu ,aku takut kehilanganmu ,aku takut kamu di rebut orang lain ,apalagi dia ,aku ingin penjelasan dari mu ,apa kakak dan dia punya masa lalu .....
Dista terkejut saat dagunya di tarik oleh pria itu ,belum dia bicara selesai pria itu sudah membungkam bibirnya dimana Dista yang tengah duduk di kursi riasnya ,Dimas membuka matanya melihat Dista menangis ,seketika dia melepaskan ciumannya .
"Adista ! sudah ku bilang ,aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa ,dia memang menyukai ku ,tapi tidak dengan ku ..
"Lalu kenapa dia bisa ada di kantormu ." ucap Dista .
"Dia dulu memang ada di kantor ku dimana kantor itu masih di tangan papa ku ,!! Dista jangan menangis ,jika kau menangis ,aku adalah orang yang pertama yang membuat mu menangis dan itu membuat ku menjadi suami yang jahat " ucap Dimas berjongkok dengan menghapus air mata istrinya .
"Jika kau merasa tidak nyaman ,aku akan menyuruh bryan memindah kan Amalia ke kantor cabang ,agar kamu bisa tenang " ucap Dimas kembali .
"Jangan !! biarkan saja ,jika memang kakak dan dia hanya temanan saja ,aku akan mempercayai mu ," gumam Dista .
"Tapi aku tidak ingin membuat mu cemburu lagi !! Dista ,kamu tahu tidak ,aku merasa senang saat kamu berkata cemburu , aku adalah pria baru yang mendengarkan kata cemburu dari seorang wanita ,yaitu istriku sendiri ,aku sangat bangga ... sangat ,,,sangat senang " jawab Dimas .
Dimas memang lah baru mendengarkan kata cemburu dari seorang wanita ,tidak dengan dulu ,dimana dirinya dengan Sahara ,bahkan Dimas yang dulu dekat dengan wanita-wanita ,Sahara tidak pernah mengatakan cemburu atau pun marah ,?! Karana itu dia pun ngerti ,kenapa sahara tidak pernah marah atau pun cemburu ,Karna wanita itu sama sekali tidak mencintainya .
"Jika kejujuran bisa di percaya ,aku pasti akan percaya dengan mu yang berkata jujur kak ," ucap Dista .
"Hemm .. jika kau merasa tidak nyaman ,katakan padaku ?! apapun yang kau inginkan akan aku lakukan ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .
"Eumm .. kak .. ini sudah hampir siang , kakak mandi gih ... aku akan menyiapkan mu pakaian dan..
"Mandi bareng " ucap Dimas dengan menggoda Dista .
"Gak mau ,, kak udah sanah mandi duluan ...kakak kenapa jongkok di situ sih ." ucap Dista .
"Menunggumu untuk mandi bareng" goda Dimas .
"Gak mau !! kak Dimas mesum ,?! ya udah biar aku saja yang mandi duluan ." ucap dista melangkah ke arah kamar mandi meninggalkan Dimas yang masih berjongkok di dekat meja rias .
Dimas berdiri dan tersenyum melihat dista yang menahan malu masuk ke kamar mandi , Dimas melangkah ke arah pintu dan berniat untuk keruang kerjanya .
Dengan waktu 15 menit Dista keluar kamar mandi ,dia tidak melihat Dimas di kamarnya ,dengan celingak-celinguk dista berjalan ke arah lemari dengan hanya memakai handuk ,dia takut Dimas berada di kamar dan melihat dirinya dengan hanya memakai handuk saja Dista dengan cepat melangkah ke ruang ganti untuk memakai baju ,
Tak butuh waktu lama ,Dista keluar dan melangkah ke arah meja rias untuk bersiap , setelah itu dia melangkah ke arah lemari suaminya untuk menyiapkan pakaian Dimas ,di saat dia sudah mengambil pakaian Dimas Dista mencoba menutup pintu lemari itu dengan cepat berbalik ,di saat dia berbalik tiba-tiba Dimas berada di belakang nya tanpa sengaja .
Cup ......
Dista terkejut di saat melihat pria itu ada di depannya dengan mencuri ciuman ,Dimas yang melihat ekspresi Dista hanya tersenyum menggoda .
"Kiss morning "ucapnya dengan melangkah ke arah kamar mandi dengan membawa senyumannya .
Dista diam terpaku di tempat , dia berbalik dan melihat punggung Dimas yang tengah melangkah ke arah kamar mandi ,Dista tersenyum tipis dengan menyentuh dadanya yang bersuara sangat jelas .
Dista menyiapkan segala keperluan kantor suaminya itu , setelah itu dia melangkah ke arah ranjang untuk merapikan nya ,selesai itu Dista keluar dan melangkah ke arah meja makan , dia menyiapkan sarapan paginya untuk suaminya hanya dengan roti tawar berisi selai kacang dengan susu putih .
Dista kini melangkah ke arah kolam renang ,dia ingin menghirup udara pagi dengan memakan roti tawar dan melihat air kolam renang yang berwarna biru kesukaan nya ,tapi tiba-tiba Dista mengingat wanita yang membuat dirinya jadi termenung seketika .
Dista langsung menggelengkan kepalanya dan Kembali masuk ke arah dapur ,suasana di mansion terasa sepi Karna tidak melihat Kenzie yang sekarang ini sudah banyak berceloteh , Dista menghela napasnya dan mengambil pisau untuk mengupas buah .
Tapi di saat dia akan mengupas buah , tiba-tiba pundaknya di tarik oleh seseorang ,bahkan pria itu membungkam bibir mungil Dista dengan lembut ,Dista yang melihat keadaan dirinya tengah di dapur berusaha mendorong Dimas ,tapi pria itu malah menarik pinggang Dista satu tangan dengan menahan tengkuk Dista untuk memperdalam ciumannya .
__ADS_1
Jaz yang ada di tangannya pun Dimas lepaskan hingga tergeletak di bawah lantai dapur ,Dista pun yang menggenggam buah apel , mencengkram buah itu dengan kuat ,dista memejamkan matanya perlahan saat melihat mata Dimas terpejam , mereka berdua menikmati tautan lidah di area dapur .
Tanpa mereka sadari ,ada seseorang yang tengah melihatnya di balik pintu kaca dapur itu ,Erland yang melihat itu membuatnya berdecak ,apalagi sekarang dia melihat Dimas yang tengah memandang kakak iparnya itu dengan mesra , lagi-lagi erland harus berdecak saat melihat keromantisan mereka .
"Cihh .... kau ketularan ku juga ya..." decak Erland pada Dimas .
"Sayang !! kenapa kau pergi tinggalkan aku ,setelah melihat mereka bercumbu ,aku juga ingin mencumbu mu ."
Erland yang kini telah di tinggal pergi oleh ana dan Kenzie ke vila dengan sang omah membuatnya dia rindu akan hal itu ,bahkan malam tadi dia tidak mendapatkan jatah nya Karna di tinggal ana .
"Omah ... kenapa omah harus membawa ana ,aku jadi gersang begini melihat kak Dimas bersama kakak ipar ."
"Bisa bucin juga tuh es balok."
Erland pergi untuk mengambil tas kerjanya ,dia melihat roti di meja makan dan mengambilnya , dia tahu roti itu untuk Dimas yang sudah di siapkan oleh Dista , dia tidak perduli dan langsung melahapnya dan melangkah untuk berangkat ke kantor.
Di dapur sana , Dista yang di pandang oleh Dimas memalingkan wajahnya , kini dia melihat ke bawah dan mengambil jaz suaminya itu dan memberikannya .
"K_kak ... aku sudah siapin roti di meja makan , kita sebentar lagi berangkat ." ucap Dista melangkah pergi ke arah meja makan meninggalkan Dimas di dapur .
Dista yang kini berada di meja makan terkejut saat dia tidak melihat Roti yang sudah dia siapkan , Dimas yang melihat Dista berdiri saja mengeluarkan suara .
"Ada apa "
"Apa kakak ,sudah memakan rotinya ." ucap Dista .
"Tidak !! kemungkinan Erland yang makan !! gapapa , biar aku yang menyiapkannya untukku , kau pergilah ke kamar untuk ambil tas mu ,kita berangkat ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Dista melangkah ke arah kamar ,tidak dengan Dimas dia menyiapkan roti untuk sarapannya, selang beberapa menit Dista pun keluar dengan Dimas yang menunggu nya di ruang tunggu, Dista melihat Dimas yang kini melihat jam di tangan kekarnya langsung melihat ke arah Dista .
"Kenapa hmm .. apa ada sesuatu di wajah ku ." ucap Dimas .
Dista tidak menjawab pertanyaan Dimas ,dia hanya tersenyum dan melangkah ke arah Dimas , Dista berjinjit dan mencium pipi pria itu dan langsung berlari kecil ke arah luar , Dimas yang mendapatkan ciuman di pipi langsung menyentuh pipinya yang sudah di cium oleh wanita itu .
"Dista !!, kau menggodaku ."gumam Dimas melangkah ke arah luar .
Bi Ani dan pelayan yang lainnya melihat itu hanya geleng kepala , dulu Erland yang melakukan keromantisan di depan mereka yang hanya seorang pelayan berstatus janda , sekarang tuan muda pertamanya yang sedang di mabuk cinta , bi Ani terkejut saat para pelayan tengah berlari ke arah pintu yang ingin melihat Dimas yang romantis saat di dapur tadi , dengan gelengan kepala ,mereka melihat Dimas sudah pergi dengan mobilnya membuat para pelayan itu cekikikan ,menertawakan keromantisan tuan dan nyonya nya itu .
.
.
Dimas dan Dista pun kini tengah sampai di kantor , mereka melangkah ke arah pintu masuk ,Dista melihat orang-orang membungkukkan kepala padanya hanya tersenyum kikuk dan melihat ke arah Dimas , Dimas yang melihat Dista tersenyum hanya ikut tersenyum .
"Kak ... aku masuk dulu ke ruang kerja ku " ucap Dista .
"Pergilah ." ucap Dimas memberhentikan langkanya melihat Dista pergi dengan berlari kecil .
Dista melangkah dan meninggalkan Dimas yang masih berdiri di ambang pintu ,sesekali Dista melihat ke arah dimas dengan senyumannya ,langkah demi langkah Dista pun telah hilang dan sudah masuk ke arah ruang kerjanya ,Dimas yang melihat Dista berlari kecil seperti anak-anak membuatnya tersenyum menunduk .
Erland yang baru sampai ke kantor Dimas melihat dimas berdiri di ambang pintu membuat melangkah ke arah samping Dimas ,Erland mengerutkan keningnya saat Dimas tengah senyam-senyum sendiri .
Erland terus saja melihat ke arah Dimas yang masih senyam-senyum ,seketika Erland ingin mengeluarkan suaranya untuk membuyarkan Dimas yang kini tengah tersenyum manis dengan geleng kepala .
"Benar-benar sudah bucin ,?! sudah punya istri kau lupa pada saudara ,bahkan kau tidak sadar akan hal aku yang ada di sampingmu ," celetuk Erland .
Seketika Dimas terhenti dari senyumannya saat suara orang yang ada di sampingnya itu ,kini dia menghadap Erland dengan menatapnya dingin ,Erland tidak memperdulikan tatapan Dimas ,pria itu malah berceloteh di depan kakaknya itu .
"Apa yang kau katakan Erland , kau berbicara dengan asal di depanku ." jawab Dimas
" Haaa ...!! asal bicara , !! aku tidak asal bicara ,?! bahkan tadi kau di dapur ,sebentar seperti itu ,lalu seperti ini ?! oh bahkan kau menatap Kakak ipa...
Dimas menginjak kaki Erland saat Erland berkata seperti apa yang barusan pria itu katakan ,Erland yang merasa di injak hanya meringis dan menahan rasa pengap kaki nya yang terbungkus oleh sepatu dimana kakinya di injak oleh Dimas .
Dimas melirik kesemua orang dengan celingak-celinguk ,kini dia menghindari kakinya dari kaki Erland dan menatap Erland dengan tatapan dinginnya .
",Erland kenapa kau berada di kantor Ku " tanya Dimas .
"Cih ... kau benar-benar sudah bucin akut , bahkan kau lupa akan hal hari ini dimana aku ada miteeng di tempatmu ,kau harus ingat produk baru mu di cap bagus oleh perusahaan Moch'group ,karna aku ." ucap Erland dengan sombong .
"Bahkan dengan sikap mu yang beberapa hari ini sungguh aneh dan seperti orang gila ketawa sendiri ,dan aku tidak menginginkan kakak seperti mu lagi yang seperti orang gila , jika bukan kakak ipar temannya ana ,aku mana tahan untuk menghapus menjadi adikmu sekarang juga" ucap Erland.
"Kau berani sekali berkata itu ,!! mentang-mentang Dista teman ana ." jawab Dimas .
"Aku tidak perduli !! oh jangan lupa aku kesini hanya untuk mengambil proposal, sebentar lagi direktur bermerk akan sampai kesini untuk miteeng ,kalau gitu sekarang aku tidak sungkan untuk pergi ke ruang papa dulu ." ucap Erland melangkah meninggalkan Dimas .
Dimas hanya geleng kepala melihat tingkah Erland yang kini melangkah terlebih dahulu meninggalkannya ,kini keduanya melangkah ke arah lift untuk menuju ke lantai dimana ruangan Dimas berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain .
Bryan kini tengah menyiapkan berkas-berkas untuk di antarkan ke ruang Dimas , pagi ini dia sengaja berangkat lebih awal karna ada pekerjaan untuk melakukan meeting ,dia melihat jam yang ada di tangan kekarnya .
"Dimas pasti sudah ada di ruangannya , pasti si batu tumpul itu sudah duduk manis di ruangan kerja kakaknya " gumam Bryan .
Bryan melangkah ke arah ruang Dimas , sesampainya di sana dia melihat pintu ruangan Dimas terbuka , di saat dia masuk dia menghela napasnya berat , benar saja sahabat baru tumpul nya itu kini tengah berada di ruangan Dimas dengan duduk begitu santai .
"Ehem. . ada yang aneh ?! ruangan ini sepertinya tidak begitu terlihat mendung ." celetuk Erland saat dia melihat Bryan.
Dimas dan Bryan saling pandang , dan melihat ke arah balik kaca yang terlihat begitu cerah ,kini pandangannya melihat ke arah Erland yang tengah membolak-balik dokumen ,Erland yang melihat Dimas dan Bryan hanya diam saja cuma bisa melihat dari ujung matanya ,tanpa melihat jelas kedua pria itu .
"Aku rasa ,ruangan ini seketika mendung dan ada aura-aura gaib nya ,jadi pada aku berdiri disini lebih baik aku ke ruang bawah melihat- lihat sembari menunggu tuan Moch ,jika aku di sini terus ,aku akan ke tularan penyakit aura mendung lagi seperti kalian ." ucap Erland melangkah ke arah pintu luar .
Dimas hanya geleng kepala melihat dan mendengarkan perkataan Erland ,mereka tahu ucapan itu sindiran untuk dirinya dan juga Bryan ,tapi tidak dengan Bryan ,dia memberikan berkas yang ada di tangannya ke hadapan Dimas ,setelah itu Bryan melihat ponselnya ,dia menghela napasnya saat pesan nya tidak di balas oleh kekasihnya .
"Kenapa gak di balas , apa dia belum sampai kator "
"Dim ...beberapa berkas kau harus tanda tangani , aku keluar dulu ." ucap Bryan melangkah pergi .
Bryan keluar dengan tergesa-gesa dan melangkah ke arah lift untuk kelantai bawah ,sesampainya di lantai bawah dia melangkah ke ruang bidang kecantikan ,dia celingak celinguk dan melihat ke arah tempat kerjanya Nabila ,tapi gadis itu tidak ada di kursi kerjanya , karyawan-karyawan yang lainnya melihat Bryan diam di meja kerja melihatnya dengan heran.
Mereka tidak berani membuka suara ,setelah itu mereka langsung duduk dan tidak melihat ke arah meja tersebut ,walau pikiran mereka berpikiran jauh , kenapa pria itu tengah berdiri di meja kerja Nabila .pikirnya.
Bryan melihat jam yang ada di tangan kekarnya ,Orang yang dia tunggu belum juga datang ,di saat dia akan melangkah suara ponselnya bergetar ,bryan pun langsung melihat ponselnya dan tersenyum saat Nabila membalasnya .
"Dia sebentar lagi sampai kantor ,baiklah !! biar aku ke luar sekarang dan menunggunya ." ucap Bryan
Bryan melangkah ke arah luar dengan ponsel di tangannya sembari berjalan ,pria itu benar-benar uring-uringan saat dirinya belum melihat sang pujaan hati .
__ADS_1
.
.
Sementara di luar sana ,Nabila yang baru turun dari gojek nya tersenyum saat melihat balasan pesan dari Bryan ,bahwa pria itu akan menunggunya di bawah ,Nabila tidak membalas pesan pria tersebut ,dia langsung memasukan ponselnya ke tas dan melangkah untuk sampai depan pintu masuk .
Tanpa Nabila sadari ,seseorang dari mobil yang baru datang melewati dirinya tengah memperhatikannya ,dengan cepat pria itu keluar dan berlari kecil untuk mengejar Nabila .
"Nabila "
Hosh ....hosh ....Hosh ....
"Kak dobier ."
"Kakak kenapa bisa di sini ," ucap Nabila .
"Aku ada meeting di sini dan aku juga bergabung di Perusahaan Anggara group , Nabila kenapa kamu ada di sini , aku tidak menyangka bisa ketemu kamu di sini , awalnya aku tidak percaya kalau itu kamu ." ucap dobier .
"Aku di pindahkan oleh tuan Erland pindah kerja di sini ," ucap Nabila .
"Mmmm ... gitu !! akhir-akhir ini kamu sibuk ya ," ucap dobier .
"Gak ada yang spesial sih selain bekerja ,pokus nya selalu kerja kok , kalau Kak dobier gimana akhir-akhir ini pasti sibuk yah gantiin om Daren " ucap Nabila
"Aku kesini mau miteeng untuk gantiin papa ,setelah selesai aku akan bersiap-siap untuk pergi ke luar negri ." ucap dobier .
"Kakak mau pergi ke luar negri mana ?! Kapan berangkat nya ." jawab Nabila .
"Aku akan pergi ke Inggris ,!! sudah selesai miteeng di sini ," ucap dobier .
"Jauh sekali ." jawab Nabila .
"Iya ." ucap dobier .
Seketika dari mereka berdua jadi hening ,dobier menatap Nabila yang ada di depannya ,sementara Nabila ,dia berpikir di beberapa bulan lalu pria yang ada di depannya mengatakan cinta .
"Tiba-tiba aku teringat semuanya ,saat itu aku belum hubungan bersama Bryan, pria ini mengatakan cinta padaku ,tapi aku tidak menerima nya , dan dimana perasaan ku pada Bryan penuh dengan makna dan perasaan itu sungguh dalam ,tapi Bryan pun mengatakan cinta padaku ,mereka mengatakan cinta dengan hari yang sama bersamaan di hadapanku ,tapi di hatiku hanyalah ada Bryan ! tapi semoga saja kak dobier menemukan wanita yang begitu baik seperti dirinya."
Angin sepoi-sepoi pagi dengan cuaca cerah di pagi hari menyoroti kedua manusia yang tengah berdiri di depan perusahaan DA'GROUP
"Aduh "
Nabila yang berniat akan pergi tiba-tiba matanya kelilipan sesuatu ,dobier yang melihat itu membuatnya khawatir dan mendekati nabila satu langkah .
"Kenapa "
Nabila menahan dobier untuk tidak mendekatinya ,dia hanya mengucek matanya sedikit dengan tersenyum tipis melihat dobier remang-remang .
"Tidak apa-apa kok ,aku cuma kelilipan ." ucap Nabila yang kini tengah mengucek matanya .
Seseorang yang melihat Nabila bersama pria lain membuat matanya memerah , Bryan melihat Nabila mengucek matanya terasa heran ,dengan menahan amarahnya dia melangkah ke arah dimana Nabila berada .
"Gadis ceroboh !! sampai kapan kau akan berdiri di sini terus. " ucap Bryan merangkul pundak Nabila dari belakang.
"Bryan lepaskan ?! tanganmu berat ,mataku sedang sakit kau bahkan menahan tanganku ."ucap Nabila .
"Sakit. " gumam Bryan.
Bryan langsung melepaskan tangannya dan membalikan tubuh nabila tanpa memperdulikan kehadiran dobier di samping mereka .
"Mana yang sakit !! biar aku lihat " ucap Bryan menangkup wajah Nabila dengan melihat mata Nabila .
"Mataku sakit ,kaya ada yang nyangkut di mataku ." ucap Nabila .
"Kelenci kecil ?! jangan di gesek terus nanti tambah sakit ." jawab Nabila dengan menahan tangan gadis itu .
Bryan melihat karyawan pria yang mau melangkah masuk tengah memegang air botol di tangannya , dengan cepat Bryan mengambil air minum itu ,pria tersebut terkejut saat air minumnya di rebut oleh sekertaris CEO .
"Aku pinjam air minum mu ,nanti aku ganti di kantin ." ucap Bryan melangkah ke arah Nabila .
"Jangan di gesek terus ,nanti lecet ?! ayo cepat cuci dengan air ?! ..." ucap Bryan yang mencelupkan tangannya ke dalam botol itu untuk meneteskan ke mata Nabila .
Dobier melihat Bryan dan Nabila tercengang ,tapi dobier tidak ingin memperlihatkan keterkejutan nya itu ,dia pun dengan cepat melangkah dan berjalan ke arah pintu masuk dengan berpikir .
"Nabila !! apa dia pria yang ada di hatimu itu ,dimana kamu mengatakan ada satu pria yang ada di hatimu ,apa itu dia !! dan kamu kelihatan begitu bahagia ."
Bryan masih meneteskan air ke mata Nabila ,dia tidak perduli tatapan orang-orang yang melihatnya ,meski Nabila serasa canggung ,tapi pria itu bodo amat dengan rengekan gadis itu ,dia malah pokus mengusap mata Nabila dengan pelan.
"Gimana ... sudah mendingan ." ucap Bryan .
"Iya mendingan !! dan mata juga sudah bisa di buka dan gak sakit lagi ." ucap Nabila .
"Hemmm ... kamu ni yahh .." decak Bryan .
Bukanya menjawab ,Nabila celingak celinguk melihat ke kanan dan kiri mencari seseorang .
"Ehh kapan kak dobier pergi ." ucap nabian.
Bryan yang mendengar Nabila mencari pria itu berdecak kesal ,dengan menahan kekesalan nya ,Bryan menangkup wajah Nabila dan melihat wajah gadis itu .
"CK ... ngapain nyariin dia , kalian ngomongin apa saja hemmmmm.." ucap Bryan menangkup wajah nabila dengan memainkan pipi gadis itu .
Nabila melihat ekspresi wajah Bryan ,Nabila tahu dengan ekspresi pria itu, tiba-tiba Nabila mengingat dimana dirinya mengejar Bryan ke ruang industri dengan memberikan ekspresi seperti Bryan.
"Hehee .."
"Kenapa ketawa , ngetawain apa sih ,masih mencari pria itu ." ucap Bryan dengan nada kesalnya .
"Ngetawain kamu lah ." ucap Nabila .
"Kamu yang sekarang ,kaya aku yang lari-lari mencari kamu di ruang industri dimana kamu dengan anggel di ruangan itu ," ucap Nabila .
"Hem ... ?! aku juga cemburu dimana kamu dengan pria lain ,mata ku sakit saat kamu berhadapan dengannya ." ucap Bryan dengan wajah di tekuk .
Nabila hanya geleng kepalanya melihat wajah Bryan saat ini ,Nabila tersenyum dan menatap pria itu dengan lekat-lekat , Bryan yang di tatap seperti itu membuat dirinya tersenyum saat di tatap oleh kekasihnya itu .
"I love you ,tuan plizzer ." gumam Nabila berlari kecil meninggalkan Bryan .
Bryan terkejut saat mendengar ucapan yang baru saja di lontarkan oleh gadis itu ,dengan tersenyum senang Bryan mengikuti Nabila ke arah pintu masuk dengan tersenyum senang .
__ADS_1
"I love you too kelenci kecilku ."
"Nabila .. aku sudah meminta mu pada pak Darmo dan juga Bu Ratih untuk menikahi mu ,meski mereka bukan orang tua mu ,tapi aku juga mesti meminta ijin pada mereka yang sudah merawat mu ,tinggal menunggu 11 hari lagi aku akan menikahi mu "