
Di mansion Anggara ,ana di buat kecewa lagi ,di saat Erland tidak ada dia menyempat kan kesempatan untuk melihat Dimas ,tapi hal itu membuat dirinya menjadi sedih dan kecewa .
"Bi Ani ,kenapa Dimas menolak bertemu dengan ku lagi ,padahal kemarin dia ingin bertemu dengan ku dan juga mengijinkan aku masuk " ucap ana dengan nada lirih nya .
"Dua kakak beradik itu bertengkar lagi , dan mood tuan Dimas dengan keadaan jelek sekarang ,sebaik nya kita tidak boleh untuk mengganggu nya , biarkan tuan Dimas istirahat sejenak ."
Di saat ana akan melangkah ke taman belakang ,dia di kaget kan dengan suara bi Ani yang menyebut nama Erland .
"Tuan Erland kau kembali, dan pundak anda berdarah tuan." ucap bi Ani dengan nada terkejut karna melihat noda darah di baju nya .
Ana terkejut di saat bi Ani mengatakan darah ,kini dia berbalik badan melihat Erland , dia melihat kemeja putih Erland terlihat ada noda darah ..
"Sepertinya itu noda darah kering ,? tapi apa yang tengah dia lakukan malam kemarin ,"
Kini ana akan melangkah menghampiri Erland ,tapi langkah nya terhenti ,ana memikirkan hal tengtang dirinya ,kenapa dia begitu khawatir akan hal pria itu .
"Tidak ana, kau tak boleh menghampiri nya , aku harus menjaga jarak dengan nya ."
"Tuan Erland ,bagaimana bisa anda terluka seperti ini ." ucap bi Ani yang masih dalam keadaan terkejut .
Erland tidak menjawab pertanyaan bi Ani ,dia mengingat kejadian malam yang tengah dia lakukan terhadap Sahara .
"Wanita sialan itu ,yang membuat baju ku berdarah ."
Bi Ani yang tengah melihat ana berjalan ke arah taman kecil memanggil nya .
"Nyonya ,nyonya cepat kemari ,? tuan Erland terluka anda harus mengobati nya ." ucap bi Ani .
"Maaf kan aku bi Ani ,bi Ani panggil saja dokter Leon ," ucap ana yang tengah melangkah tanpa melihat ke arah belakang .
"Lagi-lagi bi Ani mendorong ku untuk membantu mengobati luka Erland ,ini yang kedua kalinya menyuruh ku ,kenapa mesti aku ,di sini ada dokter dan juga Roy yang bisa membantu nya ,? kenapa semakin kesini bi Ani juga semakin aneh ."
Erland dan bi Ani melihat ana yang tengah berjalan dengan wajah dingin nya .
"Ada apa dengan nyonya , kenapa tidak mau membantu ." ucap bi Ani menghela napas nya panjang .
Erland yang menatap ana dari ruangan dan melihat ana di pantulan kaca yang mengarah ke taman, membuat nya menggepal kan tangan nya .
"Bi Ani tak perlu khawatir ,ini bukan darah ku ,selepas mandi pun akan bersih ." ucap Erland melangkah pergi .
"Kekejaman Sahara ,dan kedinginan Anatasya , bagaimana bisa aku menghadapi para perempuan berbeda-beda sifat yang tengah aku lihat hari ini ."
Kini Erland berjalan ke atas untuk membersihkan diri ,setelah membersihkan diri ,Erland berjalan ke arah balkon dan duduk di kursi yang ada di balkon dia mengingat kejadian yang dia alami seharian ini dan mengingat perubahan istri nya itu .
"Baru saja sehari ,dia mendadak menjadi dingin ,kenapa dengan dirinya ,"
"Aku tidak mengerti dengan kak Dimas, kenapa dulu setiap kesalahan Sahara selalu memaafkan nya ,aku takut setelah wanita itu di bawa ke hadapan kak Dimas nanti dia membuat kesalahan lagi dan akan berlaga akting di depan nya dan memaafkannya ."
"Cihh .... tidak akan aku biar kan wanita itu untuk berlaga akting di hadapan kakakku jika dia melakukan kesalahan lagi , bahkan wanita seperti itu sekali membuat kesalahan , akan beribu-ribu membuat kesalahan lagi yang akan dia lakukan kembali ,tidak akan aku biarkan .?"
"Kakak aku akan membawa wanita sialan itu kehadapan Mu ,! tapi maaf ...aku tidak bisa memberi tahu ,dalang dari semua yang telah dia lakukan padamu ,? Karna aku tahu kau cinta mati sama wanita sampah busuk itu ,jika dia sudah ku seret ke hadapan mu ,akan lebih baik untuk mu yang bersedia untuk operasi ,Jika nanti kau sembuh seperti semula ,aku akan cari cara untuk membongkar kebusukan wanita yang kau cintai itu ,agar kau sadar siapa wanita sialan itu ,tanpa bantuan dariku pun kau nanti akan tahu siapa Sahara sebenar nya, jika kau kembali seperti Dimas yang sebelum nya."gumam Erland yang memenjam kan mata nya
"Dan setelah itu ,aku akan memberikan surat nikah itu kehadapan wanita yang sekarang sudah menjadi wanita ku ,tanpa untuk memberi surat nikah pun dia akan tahu sendiri siapa aku ,hanya saja sekarang dia belum menyadari sepenuh nya ."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erland melangkah ke bawah dan menuju ke meja makan ,dia melihat ana dan bi Ani yang menyiap kan makan malam, kini mata nya tertuju pada wanita yang masih memasangkan wajah dingin nya .
__ADS_1
"Bagaimana bisa wanita ini mendiamkan ku seharian ini , tidak ribut dengan nya satu hari membuat ku serba salah ,ahh sial"
"Anatasya ,malam ini aku hanya ingin makan spageti , cepat buatkan untukku" ucap Erland dengan suara meninggi .
Ana tidak menghiraukan suara Erland yang ninggi itu ,dia masih saja serius dengan makanan yang ada di hadapan nya .
"Anatasya ,apa kau tidak mendengarkan ku , bikinkan aku spageti sekarang juga ." ucap nya dengan menahan amarah .
Ana yang masih serius dengan makan nya di buat kesal ,ana yang meremas baju di bawah meja dengan kuat ,karna pria yang tengah duduk layak nya Raja itu sudah membuat nya kesal .
"Lebih baik aku membiarkan dia layak nya udara."
Ana masih saja melanjutkan makan nya tanpa menghiraukan Erland ,Erland yang melihat ana diam saja kini telah berdiri dan berjalan ke arah ana dan mengambil piring yang ada di hadapan nya itu ,dan memakan sisa makan ana , ana terkejut melihat Erland memakan makanan nya .
"Hei tuan ... kau tidak punya sopan santun sama sekali ,memakan makanan orang yang sedang di makan ," ucap ana dengan amarah nya .
"Kita sudah berbagi ciuman sederhana dengan satu piring makanan dan satu sendok ." ucap Erland dengan nada menggoda .
Drreettt....
Drreettt....
Suara dering ponsel Erland tengah berbunyi ,ana yang tadi nya akan memaki Erland dia urungkan .
"Erland wanita gila ini tidak ingin makan sama sekali , bahkan dia tidak meminum air sepanjang hari ,lebih baik kau kemari untuk melihat nya ,aku sudah di buat gila oleh wanita brengsek ini ." ucap Irsan di balik telpon nya yang di loud speaker oleh Erland .
"Kenapa kau menelpon ku sialan ,jika dia tidak ingin makan ,biarkan dia mati kelaparan ." ucap Erland yang tengah meneriaki Irsan di balik telpon
"Erland jangan gegabah ,jika dia di biarkan seperti ini dia akan mati ."ucap Irsan di balik telpon dengan nada putus asa .
"Dia mati .... kau juga mati sialan." ucap Erland dengan amarah nya dengan membanting telpon nya ke arah lantai .
"Nyonya ana apa anda akan menambahkan lagi makanan nya ,bahkan barusan tuan Erland memakan nya ,kalau gitu saya ambilkan piring dan sendok nya lagi ya ." ucap bi ani tengah melangkah .
"Bi Ani tidak perlu mengganti piring dan sendok apalagi garpu , aku mau menggunakan yang ini aja ." ucap ana yang tengah mengambil piring bekas Erland dan dirinya .
"Aku tidak keberatan memakai piring yang tengah dia tadi pakai ,walau pun saat ini hati ku bingung dengan perasaan ku pada nya ."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erland telah kembali di mana dia melihat wanita yang tengah dia sekap itu , dia melihat Irsan yang sudah putus asa dengan menjaga wanita yang tengah berbaring itu .
"Erland ,aku mengundang dokter kesini untuk memeriksa nya ,wanita ini demam ,kata dokter jika dia tidak membaik juga dia akan di infus cairan ." ucap Irsan tengah berbisik pada Erland .
"Mulut cewek brengsek ini tertutup rapat ,setelah kau siksa dirinya ,bagaimana kalau kita melakukan mendekatkan yang berbeda ." ucap Irsan bisik lagi ..
"Pendekatan apa maksud dari ucapan mu itu ." ucap Erland dengan jijik nya .
"Kita undang saja Bryan kesini ,siapa tahu wanita ini akan membuka mulut nya , aku rasa akan lebih baik ." ucap Irsan tengah takut karna di tatap tajam oleh Erland .
"Apa kau bodoh hah ,bahkan Bryan pun jijik terhadap nya ,bagaiman bisa kau berpikir bodoh seperti itu , ?Irsan dengar kan aku ,? lima tahun dia menghilang bak di telan bumi ,bahkan dia kembali seperti iblis yang tak terlihat oleh kita ,dan empat bulan lalu dia menyakiti kakak ku ."
"Kau tak perlu takut dengan dirinya yang akan mati , wanita kejam seperti dia tidak akan mati jika kebusukan nya belum tercium oleh kakak ku ," ucap Erland berlalu pergi .
Erland kini telah kembali ke mansion ,dia berjalan ke arah ruang kerja nya dengan keadaan yang tidak baik , bi Ani yang melihat nya segera membuatkan spageti kesukaan pria itu, setelah selesai dia menghampiri ana yang tengah membaca buku di ruang tamu .
"Nyonya ana ,tuan Erland tadi hanya makan sedikit bekas anda ,tolong berikan ini padanya ." ucap bi Ani yang tengah memberikan Piring yang berisi spageti .
__ADS_1
Plak ......
Suara buku yang ana tutup dengan sangat keras ,ana di buat kesal oleh bi Ani, karna selalu mendorong dirinya ke hadapan erland .
"Jika dia lapar ,dia akan makan sendiri ." ucap ana berlalu pergi .
Bi Ani terpaksa mengantarkan spageti itu ke kamar pengantin yang di mana Erland berada , kini dia melihat Erland yang melihat ke arah jendela ,dan menaruh spageti itu .
"Tuan ,maaf tadi saya sudah menyuruh nyonya ana ,tapi dia menolak dan pergi ." ucap bi Ani .
"Baiklah kau boleh keluar ." ucap Erland dingin dan memakan spageti itu .
"menjengkelkan sekali ,apa dia masih marah dengan kejadian tempo hari yang aku mengambil nya pertama kali , bahkan dia benar-benar tidak tertarik padaku ,? apa aku ini jauh lebih berbeda dengan frans yang dia maksud itu ."
Erland menghabis kan makanan nya ,dan berjalan mencari Roy ,kebetulan Roy tengah berdiri di depan pintu ruangan Dimas .
"Roy katakan pada ana ? untuk menemui kakak ku di kamar pengantin, katakan pada nya ,bahwa kakak ku ingin bertemu dengan nya ." ucap Erland yang melanjut kan jalan nya tanpa melihat Roy .
"Lagi-lagi harus menyamar lagi ,kenapa gak jujur saja tuan erland."
Kini Roy tengah mencari ana di bawah dekat kolam ,di saat Roy di sana ,dia tidak menemukan ana ,kini dia mencari nya ke tempat lain ,dan menemukan ana yang tengah berada di taman .
"Nyonya ,"
"Roy ,kau kenapa ada di sini ,ada apa ."
"Tuan Erl, ehh tuan Dimas ingin menemui anda , di kamar pengantin ,kini dia sudah menunggu nya ." ucap Roy ..
"Benarkah , baiklah aku akan segera ke atas sekarang juga ." ucap ana menaruh bunga yang tengah dia petik dan berlari .
Roy terkejut melihat ana langsung berlari tanpa berpikir , Roy menghela napas nya berat setelah melihat ana berlari .
"Nyonya sangat ceroboh ,dia bertemu dengan tuan Erland dengan menyamar tuan Dimas ,di tipu begitu lama ? penasaran , bagaimana reaksi dia jika tahu yang sebenarnya."
Ana memanggil nama Dimas dari tangga hingga sampai ke arah pintu kamar ,Erland yang mendengar ana memanggil Dimas di buat marah , kini ana pun telah masuk kamar tersebut dan melihat Erland .
"Dimas terima kasih kau sudah mau bertemu dengan ku ." ucap ana yang berjongkok di depan Erland .
"Cih ... bersemangat sekali jika sudah bertemu dengan kakakku ."
"Erland bilang ,kau ingin bertemu dengan ku ,"Ucap Erland yang tengah memegang pipi ana .
"Iya ,aku ingin melihat mu ,Dimas ijinkan aku untuk melihat mu setiap hari nya ." ucap ana mendongkak kan kepala nya .
" Dokter Wilson dan dokter Leon pria ,kau wanita ,akan tidak baik jika kau masuk ke ruangan ku ." ucap nya yang masih memegang pipi ana .
"Tapi bi Ani juga wanita ,dia bisa masuk kapan aja ,tapi kenapa aku tidak .
Erland tidak menjawab pertanyaan ana , dia melihat mata manik ana dengan serius selalu berkata ingin merawat Dimas .
"Ana apa kau jatuh cinta pada erland " ucap Erland mengalihkan pembicaraan .
"Aku ingin tahu jawaban dari nya ."
Ana terkejut dengan perkataan pria yang ada di hadapan nya itu ,dia tidak tahu dengan perasaan nya pada Erland .
"Ya ... aku mencintai nya ,dan itu dengan bodoh nya aku telah mencintai Adik mu ."
__ADS_1
"Ti_tidak ,,, aku tidak akan pernah mencintai nya ." ucap ana yang langsung memegang tangan nya erat.
Erland terkejut dengan perkataan ana yang baru saja di ucapkan nya ,dia menahan amarah nya dengan menatap ana sendu .