
"I_i_itu mobil nya Nindy dan juga kak Ara , kenapa kak Ara melakukan itu padaku , ke_kenapa dia sejauh ini membenciku dan ingin membunuh ku ,hanya ka_karna cinta ."
Sakit yang di alami Mona sekarang dia tidak menahan rasa sakit itu ,dia membuka mata nya hampir remeng-remeng melihat orang yang tengah mengelilingi nya ,dan dia mengingat pria yang telah mengingatkan untuk tidak kemana-mana, kini dia mengingat pria itu ,apa dia tahu sekarang bahwa dirinya telah terdampar .
Sementara Bryan tengah selesai dari toilet nya ,dia melihat belanjaan yang tertara di kursi penunggu ,tapi dia tidak melihat Mona, dan pengunjung mall pun sepi ,hanya beberapa orang saja yang di lihat Bryan , Bryan melihat ke arah jalan yang tengah ramai orang , Bryan tidak menghiraukan ke keramaian itu, dia mencari Mona ke toilet wanita , tapi di sana tidak ada Mona.
"Kasian banget wanita itu ,dia habis nolongin ibu-ibu yang akan menyebrang jalan ,tapi tidak di sangka nasib nya yang bikin orang merinding ,di tabrak dan terpental tiang listrik ."
"iya kau benar ,kasian banget .? semoga kebaikan dia ada hikmah nya ,karna telah menolong orang ,dan semoga wanita itu tidak apa-apa."
"Heyy apa kau gak punya mata ,tidak apa-apa apanya ,itu orang beraliran darah banyak ,bahkan kepala nya terbentur ,kita hanya bisa berdoa untuk orang itu ,ada dua hal yang kita tidak tahu , antara hidup dan mati ."
"Semoga dia bisa bertahan hidup ya , bahkan tadi orang yang di bantu nyebrangin juga kaget dan kembali untuk melihat nya ,sampai berlinang air mata ."
"Semoga yang nambrak ada balasan setimpal mungkin ,jahat banget orang itu ,apa dia itu gila ,apa sedang keadaan mabuk ."
Deg..
Bryan mendengar kan dua orang gadis yang tengah membicarakan orang tersebut ,Bryan lari dan kembali melihat keramaian yang di luar sana, di saat Bryan di sana ,Bryan terkejut dia terkulay lemas dan langsung memeluk kepala Mona dan berteriak histeris ..
"Monaaaaa ..... Monalisa bangun ,Mona , monaa bangun ." teriak histeris Bryan .
Di saat dimas belum sadar dari teriakan nya ,mobil ambulance datang dengan waktu cepat ,Karna ada seseorang yang tengah memanggil ambulance itu , Kebetulan ambulance itu dari rumah sakit Anggara .
Bryan benar-benar menangis histeris setelah apa yang dia lihat , dia masih mengucapkan nama Mona ,dengan kondisi yang sekarang dia tidak berpikir siapa yang melakukan itu , yang dia pikirkan hanya Mona kekasih sekaligus calon istri .
...****************...
"Sahara kau sudah gila, kanapa kau lakukan itu dengan adikmu ,? aku gak mau tahu ,dan aku gak tahu kau pinjam mobil ku hanya untuk menabrak adik mu ,kau benar-benar kakak yang laknat."
Sahara tidak menghiraukan perkataan sahabat nya itu , sementara sindy dia sudah ketakutan akan hal ini ,dia takut terjerat dengan polisi .
"Sahara aku tidak mau tahu ,kau yang melakukan itu semua ,? jika polisi mencari kita gimana ,bahkan kau memakai mobil ku untuk menabrak Mona ,aku gak mau Sahara .", ucap Nindy dengan frustasi .
" Kau bisa diam tidak , mondar-mandir di depan ku kepalaku pusing mendengar ocehan mu , kau tenang saja aku tidak akan melibatkan mu Nindy ."
"Semoga kau mati saja Monalisa ."
Sahara begitu santai nya dia duduk manis layak nya tidak terjadi sesuatu , sementara Nindy dia benar-benar sudah tidak tenang , pikiran Nindy berkecamuk , dia tidak ingin berurusan dengan polisi , kini dia berpikir kembali dia akan pergi dari kota yang dia tepati pergi ke luar negri .
"Sahara aku tidak menyangka kau melakukan sekeji itu terhadap adikmu , perbuatan apa yang telah di lakukan oleh adikmu , hingga kau melakukan nya dengan cara tabrak lari ."
***
Sementara di rumah sakit Bryan telah menelpon Dimas ,Bryan tidak berfikir siapa yang menabrak Mona ,bahkan dia tidak terpikirkan dengan Sahara yang melakukan itu semua , dia hanya mendengar dari orang-orang bahwa yang membawa mobil itu keadaaan sedang mabuk , Bryan berpikir setelah Mona sadar dia akan cari tahu dari cctv jalan dan melihat plat mobil itu .
__ADS_1
"Bryan apa kau tidak ingin mencari tahu ,aku rasa ini bukan di sengaja ." ucap Dimas yang menenangkan Bryan .
"Nanti aku akan cari tahu ,tapi sekarang aku ingin tahu ke adaan Mona dulu dim ." ucap Bryan dengan pikiran frustasi nya .
"Apa wanita itu kesini ," ucap Bryan dengan nada rasa benci nya terhadap Sahara .
"Maksud mu wanita siapa ," tanya Dimas.
"Siapa lagi jika bukan kekasih mu ," ucap Bryan menundukan kepala nya .
Bryan memikirkan keadaan Mona, dia berfikir tengtang tabrak lari itu ,dalam pikiran nya dia tertuju pada Sahara , tapi di menggeleng kan kepala , dalam pikiran nya Sahara tidak mungkin melakukan nya dengan sekejam itu .
"Gak mungkin dia , dia gak mungkin melakukan sekejam itu terhadap adik nya ,apalagi merenggut nyawa ."
Di saat dimas dan Bryan saling menenangkan tiba-tiba Sahara datang tanpa ada rasa takut sama sekali dengan apa yang tengah dia lakukan .
"Dimas ,apa Mona baik-baik saja ,gimana keadaan adikku ." ucap Sahara dengan gaya akting cemas .
Bryan hanya menundukan kepalanya ,dia tidak melihat wanita itu ,dia hanya mendengarkan kata-kata yang barusan Sahara lontarkan..
"Tidak mungkin dia ,selicik apapun wanita ini ,dia pasti punya hati ,dan tidak mungkin melakukan itu dengan di sengaja ."
"Belum ada kepastian ,semenjak di bawa ke sini Mona masih dalam ke adaan kritis ." ucap Dimas yang tengah menenangkan Sahara , ya Sahara sekarang ini sedang menunjukan pura-pura sedih nya .
Di saat keheningan itu dering ponsel Dimas menyaring tanda ada yang telpon .
"Iya ,hallo Roy ,...
"Apa ,baik aku akan kesana ."
"Bryan ak...
"Pergi lah dim ,aku tak apa di sini sendiri ." ucap Bryan menundukan kepalanya.
"Bryan yang sabar ya ,semoga Mona baik-baik saja ." ucap Dimas yang di angguki Bryan .
"Sahara ,aku ke kantor dulu ya ,di sini juga kamu adalah perawat , jika bisa rawat lah adikmu ." ucap Dimas yang mencium kening nya Sahara ,
Setelah kepergian dimas ,keheningan di antara dari kedua nya tidak ada yang bicara satu kata pun, tapi Sahara memberanikan diri untuk berbicara ,karna pria yang ada di samping nya sungguh kelihatan seperti tak berdaya .,
"Bryan."
"Saking cinta nya kah kau kepada Mona ,hingga kau seperti orang gila Bryan."
Bryan tidak menjawab pertanyaan Sahara ,dia tidak ingin menjawab wanita yang ada di samping nya itu ,Sahara yang melihat nya pun benar-benar jengah ,dan menggepal kan tangan nya, Karena yang di rencanakan untuk membunuh Mona gagal , kini dia melangkah ke ruang perawat ,untuk membuang kekesalan nya .
__ADS_1
Bryan menatap sendu wanita yang tengah berbaring pucat itu , dia menyesal telah meninggalkan kekasih nya di mall tersebut ,kalau saja dia berada di samping nya, mungkin semua itu tidak akan terjadi , Bryan meneteskan air mata nya , dia menyalah kan dirinya sendiri karna tidak bisa melindungi wanita yang ia cintai, di saat Bryan akan duduk di kursi , tiba-tiba Mona sadar dengan terengap -engap ..
"Mo_mona ,kau akhir nya sadar sayang , kau sadar ," ucap Bryan dengan Isak tangis nya .
"B_bryan ada yang ingin aku bi_bicarakan sama kamu ,jika terjadi se_suatu pada ku , kau jangan menyalahkan siapapun , dan jangan menyalah kan o_orang lain ,termasuk kamu dan jika pun itu kesalahan ka_kak ku ," ucap Mona dengan terbata
"Mona sayang ,kau jangan banyak bicara ? kau tenang ya , ada aku di sini ,aku janji tidak akan meninggal kan mu ,aku janji itu ,? sekarang kamu istirahat dan jangan banyak bicara ,aku akan segera panggil kan dokter " ucap Bryan yang akan melangkah pergi , tapi di saat dia akan pergi tangan nya di tahan oleh Mona , Mona mengisyarat kan Bryan untuk duduk kembali .
"B_bryan kakak ku mencintai mu , dan aku akan bilang sesuatu sama Ka_kamu ,mobil itu? mobil itu a_ku mengenal nya , dia ka_kakku , ka Ara yang menabrak ku ,tapi aku mohon sama kamu jangan pernah bilang kejadian ini pada kak Dimas, dan di antara cinta kita cinta ka Ara ,kak Dimas tidak boleh tahu se_semua itu, aku tahu ka Dimas begitu mencinta ka Ara ,sangat me_mencintai nya ,berjanjilah b_bryan pada ku , jangan bo_bocorkan semua itu kepada siapapun ,a_aku ingin semua nya baik-baik saja."
"Sayang syuuuuttt .... aku tahu itu ,aku mengerti , ku mohon berhenti lah bicara
dan aku ,aku akan memanggil dokter untuk memeriksa mu, saat ini aku hanya butuh kamu sayang " ucap Bryan yang akan melangkah pergi ,tapi lagi-lagi Mona menahan tangan kekar pria itu dengan sekuat tenaga yang dia kuat kan
"A_ku mohon Bryan , berjanjilah untuk ku ,untuk menutupi semua ini , termasuk kak di_dimas , a_ku harap kau me_menemukan wanita yang lebih mencintai mu dari pada a_aku, yang lebih baik dari aku , dan i_ini cincin ini ambil , jika suatu hari kau menemukan wanita yang kamu cintai ,ka_kamu kasih kan cincin itu pada nya ,"Ucap ana dengan terbata,
"Sayang plis kau jangan bilang seperti itu ,di saat kau bilang seperti itu ,kau seperti akan meninggal kan ku ." ucap Bryan dengan suara parau nya .
Mona hanya menatap Bryan dengan mata yang berat ,dia sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit nya , dia memegang tangan Bryan dengan sangat erat .
"B_bryan ku mohon pegang perkataan ku tadi ,saat ini a_ku sudah tidak kuat lagi ,b_bryan a_ku ,aku me_mencintai m_mu." ucap Mona dengan seraya melepaskan genggaman tangan nya dari Bryan .
"Monaaaaaaaaaaaaa ..kau jangan tinggal kan aku .. monaaaaaa bangunn ...monaaaaa
.
.
.
.
.
.
.
hai readers π
karna aku author baru , dan masih belajar? mohon maaf bila tidak ada yang di pahami apalagi tulisan nya yang masih acak-acakan,
mohon di maklumi ,karna aku author baru ,yang masih kaku
jangan lupa like ,komen ,dan vote nya ya ..terima kasih ππ»ππ»mohon dukungan nya dari kalian yang sering membaca .π€π€βΊοΈβΊοΈ
__ADS_1