
Ana membuka pintu tersebut ,dia melihat Erland sedang memarahi karyawan nya ,
"Kalian lihat sendiri kinerja kalian bagaimana ,tolong di ulangi lag..."
Erland memberhentikan ucapan nya Karna pandangan nya melihat ana yang berada di pintu masuk , ana langsung ke luar di saat Erland melihat nya .
"Baiklah sekarang kalian kembali bekerja lagi ,saya akan kembali nanti ...?? jika nanti saya kembali lagi ,kalian harus secepat nya mendapat kan solusi ." ucap Erland melangkah ke luar dan melihat ana yang tengah berdiri .
"Sekertaris sialan ,kenapa membuat istri ku berdiri ,kenapa tidak menyuruh menunggu di ruangan ku ."
"Istri ku kau sedang apa disini ,kenapa tidak bilang kau akan kesini ,hmmm ." ucap Erland memeluk ana dari belakang .
"E_erland ,aku hanya mengantarkan ini ,bisakah kau lepaska....."
"Sayang ayolah.. kamu tahu tidak ?!mereka membuat aku kesal hari ini ,dan kamu tak boleh menolak ,?! aku hanya butuh pelukan mu ." ucap Erland dengan manja .
Ana hanya tersenyum ,dan menepuk tangan Erland yang kini telah memeluk nya dari belakang .
"Kenapa dia jadi manja begini ,?! dasar mantan pisikopatt."
"Kau pagi-pagi udah marah-marah aja ,cepat tua tahu ." ucap ana melepaskan pelukan Erland .
Erland tidak menghiraukan perkataan ana ,dia menarik tangan ana berjalan untuk masuk ke ruangan nya ,tanpa mereka sadari Niken sedari tadi tengah memperhatikan nya dengan geleng-geleng kepala .
"Cihh .. dasar bucin ,memeluk seorang istri tidak kenal dengan tempat ."
Sementara di ruangan lain ,Erland tengah duduk di sofa yang tak jauh dari meja kerja nya ,Erland menarik tangan ana Sampai ke pangkuan nya .
"E_er.."
"Sayang .." ucap Erland memotong ucapan ana .
"Sayang ..?! lepaskan tangan mu ,nanti Niken masuk bagaimana ,"ucap ana melihat ke arah pintu .
"Biarkan saja dia masuk dan melihat kita ,suruh siapa dia menjomblo terus ." Ucap Erland mencium tangan ana .
"Tunggu .?! sayang ..apa kau sudah makan lagi , tadi pagi kamu bahkan tidak makan ." ucap Erland memegang perut ana .
"Sudah aku bilang , aku tidak nafsu makan?! aku ,a_aku ..."
"Kenapa hemm ..."
"Aku ... aku ingin makan balado ceker ayam pedas yang berada di sebrang kantor mu ." ucap ana dengan menundukkan kepalanya.
"Jangan memakan makanan pedas seperti itu ,tidak baik untuk pencernaan mu ." ucap Erland menurunkan ana ke sofa .
"T_tapi aku pengen itu..." ucap ana merajuk manja di depan Erland .
Erland yang melihat istrinya merajuk membuat nya menghela napas ,dan hal itu membuat Erland pun mengiyakan nya .
"Kenapa dia menggemaskan sekali ."
"Baiklah ,aku akan menyuruh Niken untuk membeli kan nya untuk mu "
"Aku tidak mau Niken yang membeli nya ,aku ingin kamu yang membeli nya untuk ku ." ucap ana mengerucutkan bibir nya .
Erland yang melihat ana seperti itu membuat nya di buat gemas dengan istrinya ,Erland mengecup bibir ranum ana singkat ,setelah itu dia berdiri dari sofa .
"Baiklah tuan putri ,aku akan membelikan nya untuk mu ." ucap Erland dengan membungkukkan kepalanya .
"Tunggu sebentar ya ... aku akan membeli nya ." ucap Erland berlalu pergi.
Ana tersenyum geli saat setelah melihat tingkah suami nya itu .
15 menit kemudian Niken masuk ke ruangan Erland untuk mencari bos nya itu ,kini dia tengah mengetuk pintu sembari langsung masuk
"Ehh ... nyo_nyonya maaf hehe ... " ucap Niken membungkukkan kepalanya .
"Niken ,?! kamu tak perlu begitu ?! panggil aku ana saja ." ucap ana tersenyum
__ADS_1
"Ahh nyonya ... saya kesini untuk menemui tuan Erland ,nan..."
"Ada apa ." ucap Erland yang tiba-tiba datang .
"Haihh ..kulkas seperti mu bisa tidak sih jangan ngagetin orang , ?! sore ini ada rapat departemen ,ohh iya aku tidak ingin menghandle lagi ,hari ini aku mau ke luar ada acara " ucap Niken yang kini duduk di kursi kerja nya .
Erland tidak menghiraukan perkataan Niken ,dia berjalan ke arah ana dan memberikan pesanan yang ana minta tadi .
"Makanlah dan hati-hati memakan nya, sekalian tadi aku beli nasi untuk mu ,dan makan ini pakai nasi , aku akan memeriksa email dulu sebentar ." ucap Erland tersenyum dan melangkah ke arah meja kerja nya .
Ana memakan balado ceker tersebut ,dia melihat ke arah Niken dan juga Erland ,dia berniat untuk menawarkan makanan pedas itu .
"Eu...su_suami ku ... kau tak menginginkan nya kah..." ucap ana melihat ke arah Erland .
Erland melihat ke arah ana ,baru kali ini dia mendengar ucapan ana memanggil nya suami ,Erland tersenyum ke arah ana dan berdiri dari kursi nya menghampiri ana ..
"Makanlah , aku tidak tertarik dengan makanan pedas ." ucap Erland mencium kening nya ..
Niken yang berada di meja kerja yang tak jauh dari mereka ,terkejut melihat ke bucinan erland.
"Aku tidak melihat ... aku tidak melihat ... ?! berpura-pura lah tidak tahu ...Niken tenang kan dirimu ...??!! ahh tidak ... dasar bos sialan membuat adegan seperti itu di samping ku yang jomblo ini ."
"Niken apa kau ingin ini ." ucap ana menawari makanan pedas itu .
Niken gelagapan dengan situasi saat ini dia sedang menutup kepalanya dengan berkas yang mengarah ke samping ana dan Erland ,Niken langsung menurunkan tangan yang tengah memegang berkas untuk penghalang itu .
"Ahh tidak nyonya ,ini belum waktunya untuk jam istirahat ,nanti saya akan makan yang lain di kantin ,terima kasih nyonya atas tawaran nya ." ucap Niken gelagapan melihat ke arah Erland yang menatap nya dengan senyum jahil .
"Gadis yang begitu baik?! ...huhh ... si Erland ini beruntung sekali mendapatkan gadis sebaik istri nya ,aduh nyonya ...kau bodoh sekali telah menikah dengan pria kulkas seperti dia .
"Lanjutkan kerjaan mu ,,jangan mengumpat ku ." ucap Erland yang kini tengah memainkan laptop yang ada di depan nya .
Niken terkejut dengan perkataan Erland ,bagaimana bisa pria itu tahu bahwa dirinya telah memaki maki nya , Niken melihat ke arah ana yang tengah tersenyum sambil memakan balado ceker itu ,Niken terkejut melihat ana memakan nya tanpa rasa pedas ..
"Eu... nyonya .. apa anda tidak takut dengan pedas ,i_itu pedas loh ,haha .. apa anda suka makanan pedas ." ucap Niken yang melihat ke arah ana .
" Enggak kok ... entah kenapa akhir-akhir ini aku doyan banget dengan pedas ,ini terasa enak ,Niken boleh ko kam..."
"E_erland ..kau jangan memarahi nya ,dia hanya khawatir padaku ,Niken maaf atas sikap suami ku ya .." ucap ana dengan tersenyum .
Niken menganggukkan kepala nya dan menjalurkan lidah pada sahabat nya itu ,Erland tidak menghiraukan Niken tapi dia melihat ke arah ana yang memakan balado ceker itu ,tidak hanya Niken yang khawatir ,tapi dirinya juga khawatir akan hal istri nya ,
Tatapan Niken masih saja beralih ke arah ana yang tengah menikmati makanan itu ,Niken berfikir keras terhadap wanita yang kini tengah menjadi istri dari sahabat nya itu ,Niken mengingat perkataan ana beberapa menit lalu Karna menyukai makanan pedas .
"Akhir-akhir ini , jangan-jangan..."
Niken berjalan menghampiri ana yang tengah makan itu ,dia tidak akan menghiraukan Erland jika dirinya di teriaki .
"Ahh ... nyonya ..?! sebelum nya anda suka makan-makanan pedas tidak ." ucap Niken berbisik dan di dapati jawaban geleng kepala oleh ana ..
"Nyonya ... jangan-jangan Anda hamil ..hihihi .," bisik Niken pada ana ...
"Niken ,apa yang kau bisikan pada istri ku ." ucap Erland yang masih serius dengan laptop nya .
Niken tidak melihat ke arah Erland ,dia berjalan ke meja kerja nya tanpa menjawab pertanyaan pria itu , ana mengamati dan mencerna perkataan Niken .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain , Sahara berteriak kepada kedua anak buah nya Irsan untuk meminta bertemu Dimas .
"Heyy ... bilang pada bos mu itu untuk melepaskan aku dari sini , bilang padanya aku ingin bertemu dengan Dimas ,dia juga pasti ingin bertemu dengan ku ." ucap Sahara berteriak .
"Nona monster , kau jangan berteriak berikan kami waktu untuk tidur ,? apa anda tidak lelah berteriak ," ucap salah satu pria yang tengah menjaga Sahara .
"Aku tidak perduli ?! jika kalian masih saja tidak ingin menelpon bos mu aku akan berteriak terus untuk mengganggu kalian ." ucap Sahara mengancam .
Kedua pria itu sungguh takut dengan tatapan Sahara , wanita yang tak jauh dari nya terus saja berteriak , tidak ada cara lain salah satu dari mereka harus menelepon Irsan ,tapi sungguh di sayangkan nomor Irsan tidak di aktifkan .
"Nona , mohon maaf ?! kami tidak bisa ,nomor bos kami tidak aktif ." ucap si pria yang tengah menelpon Irsan .
__ADS_1
"Apa kalian bodoh hah ... bos kalian yang menyekap ku ini ada dua pria ... telpon juga Erland yang kurang ajar itu ,si pria yang telah menyekap ku ." ucap Sahara dengan berteriak .
Lagi-lagi kedua pria itu di buat takut dengan tatapan Sahara , mereka pria tapi mereka telah ciut Dengan teriakan dan tatapan Sahara ,kedua pria itu saling tatap dan menganggukkan kepala nya .
"Telpon saja tuan Erland ,bagaimana pun juga dia yang menyekap nya dan ingin menyeret nya ke tuan Dimas ." bisik si pria tersebut.
Tak butuh waktu lama ,mereka pun kini menelpon Erland ,sudah dua kali menelpon ,tapi Erland tidak juga mengangkat nya , lagi-lagi pria itu menelpon kembali Erland ,namun lagi-lagi Erland tidak menjawab telpon nya.
Di sisi lain Erland berada di kamar mandi yang ada di kantor nya , ana yang melihat ponsel suami nya berdering menghampiri meja suami nya itu , dia melihat ponsel yang tetara nama tersebut ,di saat ana akan menyentuh ponsel itu , Erland kini telah keluar dan melihat ana yang berada di meja kerja nya .
"Sayang , sedang apa kau di situ " ucap Erland dengan memeluk ana dengan tangan yang sudah main kemana-mana
"Erland berhenti dengan tangan nakal mu itu , ini ada yang telpon , kaya nya penting soal nya udah tiga kali telpon , cepat lah angkat ." ucap ana melangkah ke arah sofa meninggalkan Erland.
"Hallo .... "
"...... ?! ......"
"Apa ...?! ingat jangan sampai wanita itu berulah lagi ,aku akan segera ke sana ." ucap Erland mematikan ponsel tersebut.
"Wanita itu ingin bertemu dengan kak Dimas , apa yang dia akan rencanakan lagi ,biasa nya wanita itu hanya ingin bertemu dengan Bryan saja ."
Ana dan Niken yang mendengar itu terlonjak kaget dengan suara tinggi Erland ,ana yang mendengar perkataan erland menyebut wanita lain berpikir .
"Wanita ... siapa ."
"Sayang ... aku ada perlu sebentar ,?! kau pulang bersama pak Urip"
"Ada apa , dan siapa wanita itu ." gumam ana melihat ke arah Erland.
Erland tersenyum dan melangkah ke arah ana dia tersenyum jahil untuk menggoda wanita yang kini menjadi istrinya itu ,erland melihat raut wajah ana yang dimana istri tengah menyelidiki suami tengah selingkuh .
"Apa kau cemburu ," ucap Erland dengan senyum menggoda
"Jangan khawatir ,dia bukan siapa-siapa , nanti aku akan jelas kan ,jangan di tekuk gitu dong muka cantik nya ." ucap Erland yang kini mencubit hidung ana .
Ana hanya mendengar perkataan Erland tanpa menjawab nya , yah dia memang cemburu di saat Erland mengatakan wanita , walau pun ana tidak tahu siapa wanita itu .
"Niken rapat dapartemen di undurkan saja , aku ada hal yang penting yang harus segera pergi ." ucap Erland mengambil jaz yang berada di kursi nya .
"Erland ,tidak bisa begitu..."
"Perkataan ku cukup hanya satu kali , dan tidak bisa di ulangi ,turuti saja apa kata ku .,hemzt ...apa kau mau menghandle pekerjaan ku lagi ." ucap Erland yang di mana membuat Niken di buat kesal
"Ayo sayang ," ajak Erland pada ana.
Ana tidak menghiraukan perkataan suami nya itu , dia masih memikirkan kata yang terlontar dari mulut suami nya tadi , dia pernah cemburu pada jenika dan juga Vika , sekarang ana tidak tahu wanita mana yang sekarang membuat nya cemburu lagi.
Tak butuh waktu lama , Erland dan ana kini telah berada di bawah dan mengantarkan ana ke arah mobil supir ,Erland melihat wajah ana yang masih saja di tekuk sedari tadi membuat nya terkekeh , ana yang melihat suami nya tertawa membuat dirinya semakin kesal.
"Udah sana pergi , jangan pedulikan aku dan jangan menertawai aku ," ketus ana
"Aku mohon .?! percayalah padaku ,aku sedang mengurusi wanita nya kak dimas , percayalah ." ucap Erland menarik tangan ana dan memeluk nya .
Ana mengerutkan kening nya setelah mendengar ucapan Erland , maksud dari wanita Dimas itu siapa ? dan kenapa Erland mesti mengurusi nya.
"Masuklah ," ucap Erland
Ana menganggukkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan Erland tadi .
Kini ana pun tengah naik ke mobil ,dan tengah pergi meninggalkan kantor Erland ,Erland masih melihat mobil yang membawa ana sampai menghilang dan tak terlihat , kini dia pun berjalan ke arah mobil sport hitam milik nya .
.
.
.
.
__ADS_1
#