Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Cinta masa lalu Dimas.


__ADS_3

"Cukup ,.


"Berhenti merebutkan pria asing , benar apa yang di katakan oleh adik mu jen, pria seperti Erland tidak akan tertarik sama gadis ingusan seperti Dilla ."


Ana yang masih duduk di meja makan menonton pertunjukan antara anak dan ibu , ana menghela nafas nya panjang lebih baik dia pergi dari tempat itu sebelum sore .


"Bibi aku sudah selesai makan ,hari ini aku akan pergi ke panti dan setelah itu aku akan kembali ke mansion keluarga Anggara."


Tanpa menunggu jawaban dari Sintia , ana pergi dari rumah Pratama .


Kini ana berjalan menuju panti.


"Aku sering pergi kesini , dulu bibi dan paman sering berantem ,karna bibi menyuruh paman untuk menitipkan aku di panti ini, dengan bersikukuh paman tetep mertahanin aku untuk hidup dengan paman , tak menyangka sekarang aku sudah berstatus sebagai istri ." batin ana,


di saat ana akan masuk gerbang panti ,ana di kaget kan dengan suara seseorang .


"Ana kau kembali ,senang sekali setalah melihat mu Kemabli ." ucap salah satu penjaga panti


"Iya aku kembali ,gimana kabar kalian ."


"Kabar kami hari ini baik , tapi ada anak baru yang memiliki penyakit jantung ,dan pak Darmanto sedang mencari bantuan ."


"Ya Tuhan, terus gimana keadaan anak itu sekarang " ...


"Dia sedang di rumah sakit ,"


Ana hanya bisa menghela nafas nya berat, bagaimanapun dia dekat dengan pak Darmanto, mungkin kali ini dia harus membantu sedikit uang yang dia punya


"Aqila , tolong berikan ini pada pak Darmanto ya ,aku ada sedikit uang."ucap ana memberikan sebuah amplop yang di angguki Aqila.


"Hore ada kak ana.."


"Kak mari bermain dengan kami , kakak sudah lama tidak main ke panti .."Ucap seru dari anak-anak panti


"Hahaha tentu ,ayo kita main."


"Semenjak aku mempersiap kan pernikahan dalam seminggu lagi menikah, aku tidak pernah datang lagi ke panti , dan hari ini aku baru sempat kesini untuk melihat ke adaan anak-anak.."

__ADS_1


"Kaya nya aku pulang ke mansion naik bus saja ." batin ana.


Sore pun berganti malam ,kini ana waktu nya pulang menuju mansion Anggara.


sebelum Roy menjemput dirinya ke keluarga Pratama, kini dia mempercepat waktu untuk segera sampai mansion.


tak berapa lama pun ana sampai di mansion Anggara.


Roy yang melihat ana, dari depan pintu terkejut kedatangan nona muda nya.


" Nona ana ,kenapa anda sudah kembali sebelum saya menjemput anda, padahal saya akan segera ke sana ." ucap Roy terburu buru menghampiri nona muda nya.


"Tidak apa Roy ,kau pasti sibuk dengan pekerjaan mu ,aku sengaja pulang tanpa harus menunggu waktu makan malam .."


Kini ana berlari ke arah dapur ,di mana para pelayan sedang mempersiap kan makan malam nya .


"Bi Ani apa malam ini kau menyiapkan makan malam, kalau gitu biar aku bantu ."


Ana berlari menuju kulkas tanpa menghiraukan tas selempang yang ada di pundak nya ,


"Nona bisakah tas anda di simpan dulu ." ucap bi ani melihat tingkah nona muda nya begitu sibuk mondar mandir .


"Oh ya ampun , aku tidak sadar dengan semua ini , maaf karna aku terlalu pokus.." ucap ana sambil cengengesan.


Kini ana kembali berkutat pada buah yang sudah dia siap kan , kali ini dia akan membuat koktail dan salad buah , acara membuat pun selesai di buat oleh ana .


"Bi Ani lebih baik tuan Dimas di bawa ke luar negri saja ,sebaik nya dia memberikan perawatan dengan baik , dari pada terus berbaring di tempat tidur ." ucap ana


Bi Ani hanya mendesah pasrah , sebenarnya bukan tak mau untuk di operasi atau pun apa , hanya saja setelah tuan Dimas tahu bahwa Sahara di nyatakan meninggal ,dia tidak ingin melakukan penyembuhan kulit nya .


"Tuan Dimas hampir tidak ingin di rawat oleh dokter yang sekarang merawat nya ,semenjak tahu bahwa orang yang dia cintai nya telah pergi meninggal kan tuan Dimas selama nya .",


"Dia menolak keluar , mau gimana pun tuan Erland membujuk nya ." ucap bi Ani lirih.


Ana terperanjat saat bi Ani mengatakan Tengtang soal Dimas dan cinta di masa lalu nya .


"Jadi tuan Dimas juga memiliki kekasih sebelum nya , lalu kenapa dia waktu itu menikahi ku ,dan membuat perjanjian dengan paman ."

__ADS_1


"Apa karna tuan Dimas kecelakaan itu ,kekasih nya pergi , bukan pergi selama nya ,hanya saja pergi untuk di buat-buat agar dirinya tidak lagi berhubungan dengan tuan Dimas,


"Apa dia juga terpaksa menikah dengan ku , sudah lah ngapain aku pikirkan juga,"


"Sekarang aku mau antar kan ini ke suami ku.."batin ana sambil berjalan membawa Salad buah


Di saat ana akan melangkah , tiba-tiba Erland ada di depan nya dengan menatap ana begitu tajam .


Erland melihat salad buah yang ada di tangan nya ana , Erland berpikir bahwa salad buah itu untuk dirinya .


"Wahh ternyata kau mau menyenangkan ku ,membuat salad yang enak untukku , dan apa itu ," ucap Erland menunjuk ke sebuah mangkuk kecil ,yang isi nya koktail.


"Tuan Erland yang terhormat , menyingkirlah , jangan menghalangi jalan ku, aku akan mengantarkan ini untuk suami ku." ucap ana melanjut kan jalan nya.


"Sial ... kenapa dia tampan sekali ,huh rasa nya aku ingin menendang nya ,


"persetan wajah tampan , pria seperti dia tidak punya sopan santun sama sekali ." umpat ana .


Erland menatap ana dan tersenyum menyeringai ,dan tanpa ana sadari Erland mengambil potongan buah mangga yang Ada di piring untuk di bawa ke Dimas .


"Kakak ku tidak bisa makan buah-buahan seperti itu , lebih baik aku yang memakan nya ." ucap Erland sambil mengunyah .


"Hey jangan keterlaluan ,jangan asal main ambil ,ini untuk kakak mu , jika kau menginginkan nya , bikin sendiri di dapur sana ."


"Kau tak perlu repot-repot untuk itu , kakak ku hanya memakan yang cairan saja ." ucap Erland menatap buah yang ada di piring itu .


Ana tidak menjawab pertanyaan Erland dia hanya menundukan kepalanya ,dia membuat kan buah untuk suami nya ,tapi tak di duga ,dia telah di ganggu oleh pria tembok yang ada di depan nya .


"Kau tak perlu mengubah ekspresi mu menjadi seperti itu , kau tadi marah-marah padaku karna buah ini ,


"Sini berikan piring itu padaku ,mungkin kakak ku akan senang setelah melihat buah ini ." ucap Erland dengan lembut mengambil salad yang ada di tangan ana


Ana hanya melihat punggung pria itu berjalan ke arah kamar khusus Dimas.


"Dia ternyata sayang terhadap kakak nya ,Lagi pula untuk apa juga aku membuat salad itu yang belum tentu di makan oleh tuan Dimas , dan kenapa aku tadi melarang nya untuk memberikan buah itu untuk tuan Dimas .


"Mereka kan bersaudara , aku kan di sini bukan siapa-siapa hanya orang asing , bahkan tuan Dimas juga mempunyai cinta di masa lalu nya dan memiliki nona Sahara." batin ana yang masih berdiri mematung di tempat yang tadi dia akan melangkah arah di mana Dimas berada.

__ADS_1


__ADS_2