Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Aku akan menuruti mu


__ADS_3

Erlan menatap tubuh dimas dengan penyesalan nya ,dia menolong sang kakak terlambat waktu .


" Erland kenapa kau diam ,apa kau memikirkan sesuatu ."


"Aku tidak apa-apa." Ucap Erland sambil menarik kursi untuk di duduki.


"Kau bawa apa itu ."


" Aku bawa salad buah kesukaan mu ,jika kau sakit kau harus banyak makan buah untuk memulihkan kulit mu .." ucap erlan menyupai Dimas ..


" Buka mulut mu kak ,."


" Taruh lah , aku bukan anak kecil yang harus kau suapi ."


" Kau emang anak kecil saat ini kak, makan nya aku suapin .., ayolah makan jangan banyak tanya dan kubur gengsi pikiran anak kecil mu itu ." Ucap Erland sambil menyodor kan sendok ke mulut Dimas.


Dimas terkekeh mendengar kan celetohan Erland ,dan akhir nya Dimas membuka mulut nya untuk memakan salad yang di suapi Erland


" Erland , kenapa kau tidak ikut andil dalam perusahaan , aku kan sudah bilang jika suatu saat nanti ak.....


"Habisin dulu makanan mu kak , baru bicara ." ucap Erland dengan tatapan dingin nya.


Dimas langsung patuh apa yang di katakan Erland , pria itu memang memiliki sifat dingin dan juga datar, untuk tersenyum pun dia irit , karna menurut nya senyuman nya itu mahal ,Dimas tahu sifat sang adik yang ada di samping nya itu.


"Erland ,


"Hemmmm..."


"Apa kau mau mendengarkan perkataan ku ."


"Sudah ku bilang kak ,aku gak mau mengurus perusahaan mu, aku yakin kau pasti sembuh dengan luka ini , jadi jangan bilang untuk bisa pergi dari ku .,


Dimas terkejut dengan perkataan yang di lontarkan Erland .,apa segitu tidak mau nya dia memegang perusaahan nya ,Dimas tahu kenapa Erland menolak itu, karna dia gak ada hak atas perusahaan itu.


"Erland aku tidak akan memaksa mu untuk perusahaan, tapi aku ada permintaan satu kali ajah dan dengerin aku ."


"Katakan." ucap Erland dengan nada datar nya .


"Kau harus menikah ,"

__ADS_1


Erland tidak terkejut apa yang di katakan Dimas, dia sudah tahu ke inginan kakak nya itu, agar dia ada yang menjaga nya , Erland tersenyum kecut ,bahkan Dimas seperti menganggap nya seperti anak kecil.


" Kak ,aku sudah besar aku tidak perlu ada yang jaga atau pun nemenin aku , cukup kakak yang ada di samping ku ,aku tidak kepikiran ke situ, aku yakin kau akan sembuh ,jangan selalu mendesak ku untuk menikah, saat ini yang aku mau hanya dirimu , dirimu harus cepat sembuh ,aku lagi berusaha mencari orang spesialis kulit terhebat, aku tidak percaya dokter yang kerja di sini itu hanya takut akan rupa kau saja , jadi kakak diam jangan bertingkah dan berbicara omong kosong untuk akan pergi dari dunia ini." ucap erlan tegas dengan sikap dingin nya .


"Baiklah jika itu mau mu , lebih baik kau tidak perlu repot-repot untuk mencari dokter kulit untuk ku ,aku tidak butuh itu Erland ,karna aku percaya akan hal dokter di sini , Karana keadaan ku emang serius ., lebih baik aku mati ." ucap erlan dengan nada sedih nya ..


Erlan menghela nafas nya berat , ia tidak tahu harus berbuat apa kali ini ,permintaan kakak nya begitu berat ,dia belum ada niat untuk cepat-cepat menikah ,dalam pikiran kalut nya Erland melihat Dimas mencabut selang infus yang ada di tangan nya .


"Kak ... apa yang kau lakukan ,apa kau bodoh hahh, jangan lakukan hal bodoh seperti ini." ucap erlan tertekan


"Kau tak perlu perdulikan aku Erland , lebih baik aku mati ,jika aku harus berbaring tak berdaya seperti ini , dan aku bisa melihat mu tenang hidup sendiri tanpa ada yang mendampingi mu ."ucap Dimas tersegel


"Baik .. aku akan menuruti apa mau mu , aku akan mencari istri untuk di jadikan istri ku ,"


" Sekarang jangan lukukan hal bodoh itu lagi ." ..


Tiba-tiba Dimas sesak napas , laki-laki itu ter engah-engah untuk mengatakan sesuatu pada erland, di saat satu kata yang dia ucap kan dia tidak sadar kan diri dari tidur nya.


Erlan yang melihat itu syok, dia langsung manggil dokter


...----------------...


Di saat ini dia sedang berpikir untuk bisa kerja sama dengan perusahaan DA'Group., karna sudah tiga hari ini ,belum ada informasi dari perusahaan itu untuk mengajukan kerja sama nya .


"Nolan ,apa belum ada informasi dari perusahaan DA'Group."


"Belum tuan."


"Apa mereka juga menolak kerja sama dengan perusahaan ku ." gumam Erik dengan tatapan sendu


" Tuan jangan berpikir jauh dulu ,siapa tahu mereka sedang mempertimbang kan dulu untuk kerja sama dengan kita, jika pun mereka menolak, itu pasti pas pertama kita mengajukan pertemuan untuk kerja sama di perusahaan nya ."


Erik berpikir sebentar ,yang di katakan Nolan benar ada nya tapi kenapa sampai saat ini pun belum ada informasi nya


Tiga hari telah berlalu , Dimas meminta ke pihak rumah sakit untuk merawat dirinya di mansion nya .


Erlan yang yang mengerti itu pun ,menyuruh salah satu dokter nya untuk ikut dan merawat sang kakak.


"Selamat malam tuan muda erland ." ucap kepala pelayan

__ADS_1


"Apa kau sudah memberes kan kamar untuk kakakku .."


"Sudah tuan.."


"Bagus , "


"Iya tuan ."


Kini Erland pergi menuju rumah sakit untuk menjemput dimas, dengan pikiran yang masih was-was dia harus melangkahi kakak nya untuk menikah, bahkan dia tidak tahu wanita mana yang akan kakak nya nikah kan itu dengan nya.


Disisi lain Bryan dan Dimas sudah menunggu erland, padahal perjalanan ke rumah sakit itu tidak lah jauh .,


" Apa kau sudah menghubungi Erland ."


" Sudah , tapi tidak di angkat ,dia tidak mungkin lupa akan hal ini ."


Dimas berpikir ,apa adik nya itu marah pada nya ,karna terlalu memaksa nya untuk segera menikah , semua yang dia lakukan hanya untuk demi adikk nya ..


dia ingin melihat Erland berubah dengan ada nya sang istri, bahkan dia sudah bilang memilih istri untuk nya tanpa sepengetahuan erland.


"Bryan setelah kau mengantarku kembali ke mansion , kau hubungi perusahaan YE'Group untuk mengajukan kerja sama nya dengan kita, dan ingat apa yang aku katakan tempo hari dengan syarat itu ." ucap Dimas dengan suara parau nya


" Baiklah , aku tidak lupa dengan ucapan mu di waktu itu , apa kah kau sudah berdiskusi dengan Erland tengtang ini ."


"Ya dia setuju, meski harus aku yang merengek untuk mati saja di depan nya ."


"Pffffffffthhh.."


" Apa yang kau ketawakan hah, aku tidak bercanda ,anak sialan itu harus melihat ku rapuh hati baru dia terima .


" Ya kaya nya dia hanya takut akan kehilangan mu dim.."


Di saat obrolan kecil itu mereka berhenti karna kedatangan erland.


" Kau kemana saja ,aku dari tadi menunggu mu ."


"Ada kendala di jalan."


Tanpa pikir panjang erlan berdiskusi dengan dokter yang sudah tadi menunggu untuk ikut ke mansion Anggara.

__ADS_1


__ADS_2