
"Bibi aku mohon bantu aku , hidup anak itu tidak bisa menunggu waktu lama ." ucap ana tersegel .
"Kau tak tau apa-apa tentang hidup ana ,kau membantu anak itu ada harga nya , kau tahu harga nya apa , harga nya itu adalah uang ,uang ana dan kau kenpa bodoh sekali ."
Ana gemeteran ,gimana cara nya agar ia berhasil mendapat kan uang sepuluh juta itu ,kini dia ingat di mana Roy waktu itu mengasihi cek uang kepada bibi nya itu.
"Baik lah jika bibi tidak ingin pinjamkan aku uang ,apa uang yang waktu tempo hari Roy kasih ke bibi masih ada , mungkin bibi bisa bantu ." ucap ana dengan menatap Sintia dengan takut
" Apaa... ana berani sekali kau meminta uang itu untuk orang lain pada ku ,kau baru saja menikah dengan pria cacat itu ,minta saja sama dia bukan kah dia kaya ."
"Apakah kau di suruh Dimas si cacat itu untuk meminta uang itu padaku ."ucap Sintia dengan nada tinggi nya .
"Tidak-tidak, ini tidak ada urusan nya dengan suami ku , aku yang sengaja minta bantuan ke bibi ."
"Berhenti untuk cari alasan bodoh mu itu ana ,jika kau ingin uang sepuluh juta minta saja sama suami cacat mu itu , uang sepuluh juta di mata nya hanyalah uang receh." ucap Sintia dengan menutup pintu keras .
Ana diam ,dia bingung harus kemana lagi untuk meminjam uang sepuluh juta itu , dia tidak mungkin meminjam uang itu pada suami nya , sementara dia sama sekali belum pernah melihat wajah nya Dimas .
Tanpa ana sadari , dari tadi ada yang mengikuti nya .,
"Ya Tuhan , kemana lagi aku harus mendapat kan uang dengan sesingkat itu ,aku tidak bisa meminta bantuan pada tuan Dimas , selama kami menikah ,bahkan aku belum pernah melihat dia seperti apa ." Gumam ana
"Ohh iya aku baru ingat Erland , iya Erland aku akan berusaha pinjam padanya ."gumam nya lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain orang suruhan Roy telah kembali ke kantor nya Dimas ,ya Erland hari ini ada di perusahaan DA'Group.
"Permisi tuan ,di luar ada yang mencari tuan Erland." ucap Resepsionis dari sebrang telpon
Bryan tidak menjawab pertanyaan orang tersebut ,dia mengerutkan keningnya siapa yang mencari Erland ,tidak biasa nya laki-laki seperti Erland mudah di cari oleh orang .
" Tunggu sebentar , orang nya lagi di kamar mandi , nanti saya sampai kan , " ucap Bryan langsung mematikan telpon nya .
"Siapa yang mencari si beku itu , tumben sekali ." gumam Bryan tak percaya .
Tak lama pun Erland keluar dari kamar mandi itu , dia melihat ke arah Bryan dengan tatapan dingin nya ,
"Kau tak perlu melihat ku seperti itu ,bikin kopi yang air nya mendidih sanah ,biar beku mu menjadi cair,
"Tadi bagian resepsionis menelpon , kata nya ada orang yang mencari mu ,kata nya penting , aku tidak tahu siapa ,dan aku suruh tunggu saja dia ."
__ADS_1
"Telpon kembali .." ucap Erland dengan dingin nya .
"Cihh ... kau telpon saja sendiri ,aku masih banyak pekerjaan yang kau tumpukan di hadapan ku, sebentar lagi jam pulang kantor ,aku tidak ingin lembur .." ucap Bryan mendumel.
Tanpa pikir panjang ,Erland keluar tanpa harus menelpon resepsionis itu , kini dia mencari pria yang ingin menemui nya .
"Ikuti aku ." ucap Erland yang di angguki pria itu .
"Apa kau mengikuti setiap langkah gadis itu ."
"Ya tuan , saya mengikuti nya ."
"Siapa nama mu ,"
"Saya coky tuan ,"
"Baik lah Coky , apa saja yang kau tahu dari gadis itu ,siapa saja yang di temui nya hari ini ."
"Nona ana pergi dari mansion hanya untuk pergi ke rumah sakit ,menemui pemilik panti asuhan dan anak panti yang menderita penyakit jantung,"
"Dan setelah itu nona ana pergi ke perusahaan YE'Group untuk menemui paman nya ,tidak berselang lama dia keluar kembali dari perusahaan itu dengan wajah nona yang di tekuk.
"Setelah itu nona pergi lagi ke rumah keluarga Pratama ,untuk meminjam uang untuk biaya rumah sakit kepada nyonya pratama ,setelah itu nona ana kembali ke mansion tuan ."
Erland mengingat perkataan coky, kenapa gadis itu pergi ke rumah sakit untuk membiayai anak yang punya penyakit jantung, dan dia ingat dari perkataan coky , "Panti asuhan"
"Siapa sebenar nya Anatasya ini , kenapa dia tidak seperti putri-putri Erik yang lain nya , bahkan dia membantu orang lain untuk meminjam uang untuk membiayai nya, apa dia bukan anak nya Erik, apa dia terlahir dari panti asuhan ." ucap Erland berkecamuk.
Erland kembali ke ruangan kerja nya , kini dia melihat Bryan dengan di sibukan pekerjaan nya .
"Cih ... kau dari tadi belum selesai juga sungguh lemot sekali ." cibir Erland di hadapan Bryan.
"Heyy ayolah , kau telah mengerjai ku ,aku tahu itu .
"Waktu kerja ku sudah habis , bisakah aku untuk kembali pulang tuan beku bin mendung.." ucap Bryan mengejek Erland .
"Apa besok ada pertemuan penting , kemungkinan aku akan terlambat datang ke kantor , aku harus urus perusahaan ku dulu ,sebelum ke sini ." ucap Erland memeriksa berkasnya.
"Besok ada miteeng jam sepuluh pagi, apa kau ada waktu di jam sepuluh besok, aku tidak mau mesti harus menghandle pekerjaan ini lagi ,aku ingin weekend kali-kali..
"Miteeng nya di undur jadi jam satu siang , aku akan kembali kesini di jam dua belas siang,
__ADS_1
"Cihh ... kakakku menggaji mu dengan mahal ,Kau harus kerjakan itu selama aku tidak sibuk ."
"Aku tahu ,Dimas membayar ku dengan mahal , ayolah aku ingin istirahat di hari libur , kau kejam sekali memperbudak ku , aku tidak begitu pemuas uang Erland ."
"Kau bawel sekali ,jika sudah berhadapan dengan ku ,seperti gadis bod..." ucap Erland yang tak di lanjutkan , tiba-tiba dia teringat ana si gadis bodoh itu ,
Bryan yang saat ini sungguh mirip dengan ana yang begitu bawel setelah berhadapan dengan nya ..
"Heyy .. aku tak seperti istrimu itu , dia gadis baik dan juga lembut , dia pantas menghadapi suami seperti mu yang beku dan mendung ."
"Tahu apa kau tentang gadis itu ." ucap Erland menatap tajam pada Bryan .
"wo..wo....wo.. santai saja , aku tahu tentang gadis itu ." ucap Bryan cengengesan .
Erland tidak memperdulikan perkataan Bryan , dia tahu Bryan suka iseng dan bercanda , kini dia berjalan keluar untuk pulang ke mansion .
...****************...
"Selamat malam tuan Erland ."
"Hmmmmm.."
"Bi Ani ,di mana gadis itu ."
"Nona ana baru saja selesai masak tuan ,dan nona memasak banyak makanan untuk anda."
Erland mengerutkan keningnya nya ,kenapa gadis itu tiba-tiba masak sebanyak itu .
"Ada gerangan apa gadis ini memasak sebanyak ini , apa yang sebenarnya dia rencanakan, dia tidak melakukan apapun kan pada makanan ini ."Batin Erland.
Erland menatap gadis yang baru turun dari kamar nya itu kini menatap nya dengan tatapan sinis.
"Kau yang melakukan ini semua ," ucap Erland yang di angguki ana .
"Jadi berapa harga nya makanan ini ,kau memasak makanan ini untuk di jual pasti nya , berapa yang ingin kau butuh kan dari ku ." ucap erland dengan melahap makanan yang di masak oleh ana.
Ana tertegun dengan ucapan Erland ,bagaimana bisa dia berkata seperti itu ,dan bagaimana bisa dia tahu bahwa dirinya membutuh kan uang, tidak di hiraukan lagi ,ana akan langsung meminta bantuan dari Erland langsung saat ini .
"E_ee itu ,a_aku ..
" Apa kau gagu , kenpa bicara mu tidak jelas begitu , katakan berapa yang kau butuh kan dari ku , aku tidak suka orang yang telat bicara ,dan tidak bisa menunggu ."ucap Erland dengan mata tertutup.
__ADS_1
"Bisakah kau pinjam kan aku uang sepuluh juta , untuk biaya operasi anak panti ."
Erland membuka mata nya , bukan nya menjawab pertanyaan ana ,dia malah melanjut kan makan nya dengan lahap tanpa tersisa sedikit pun.