
Sementara di sisi lain kedua pasangan yang sedang berbahagia itu kini telah menelusuri jalan hanya untuk membeli "Tahu pedas" ,menempuh perjalanan waktu empat jam membuat nya tak kenal lelah karna di samping nya di temani istri tercinta .
"Sayang ... ini sudah sampai di kota B ,di mana ada penjual tahu pedas ," ucap Erland yang sedari tadi celingak celinguk melihat ke sisi jalan .
"Mas .. ini belum sampai tujuan nya ke penjual itu ,dengan waktu tiga puluh menit lagi sampai ." ucap ana melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya .
"Sayang ini sudah empat jam ke sini , istirahat dulu ya ini udah lewat makan malam , kasian anak kita dia juga harus makan ." ucap Erland mengelus perut ana .
"Mas .. tapi aku gak laper ... aku pingin tahu pedas itu , " ucap ana merengek .
"Sayang ,?! dari tadi kau tidak makan di perjalanan , bahkan tadi juga kau ga ikut makan ." ucap Erland yang masih mengelus perut ana .
"Aku tidak nafsu makan ." ucap ana dengan mengerucutkan bibir nya .
"Ya udah kita lanjutkan perjalanan nya ,?! udah dong jangan di monyongin gitu bibir nya ." ucap Erland mengecup bibir ana .
Kini Erland pun menyalakan mobil nya kembali dengan kecepatan sedang ,tak butuh waktu lama kini ana dan Erland sampai di kaki lima yang penuh dengan pedagang , Erland yang membawa mobil terkejut saat jalanan itu banyak dengan polisi tidur ,ana yang melihat suami nya membawa mobil nya dengan sangat pelan mengerutkan kening nya .
Erland mengerem nya dengan sangat hati-hati Karna di jalanan itu sungguh banyak polisi tidur ,sementara mobil yang tengah di belakang sudah berteriak dengan nada klakson dan membuat jalanan pas-pasan itu seketika macet di Karna kan mobil Erland.
"Mas... kenapa pelan-pelan?! di belakang banyak yang nunggu untuk lewat ." ucap ana melihat Erland yang masih mengerem nya dengan hati-hati .
"Ana .?! jika aku langsung melewati polisi tidur itu ,aku takut akan hal dirimu dan anak kita ," ucap Erland yang kini telah melajukan mobil nya dengan seperti semula karna lolos dari polisi tidur .
"Mas .. aku dan anak mu tidak akan apa-apa ,kau membuat orang menunggu ... gimana jika orang itu marah ." ucap ana yang melihat ke arah suami nya itu .
"Ohh ... siapa takut ..?! aku tidak takut dengan mereka , demi melindungi kau dan juga anakku ,aku siap hadapi kemarahan mereka ." ucap Erland yang kini telah memarkirkan mobil nya .
Ana menggelengkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan Erland ,di saat Erland mengetahui ana hamil ,dia selalu hati-hati dalam hal apapun ,kini mereka kedua nya turun dari mobil , ana berjalan duluan yang mendahului Erland di belakang , Erland yang melihat ana jalan cepat membuat langkah nya pun cepat.
"Sayang ..?! pelankan jalan mu , di sini jalan nya banyak kubangan ," ucap Erland menggenggam tangan ana .
Ana tersenyum dan mengangguk kan kepala nya ,kini dia telah sampai di penjual gorengan itu.
"Ana ... biar aku yang membeli nya," ucap Erland yang menarik tangan ana hingga kini dirinya di belakang Erland.
Erland pun tengah membeli lima kantong tahu pedas itu ,Erland melirik pada pedagang itu dan melihat banyak orang yang membeli jajanan makanan jalanan itu ,
"Apakah makanan jalanan ini baik untuk di makan ,kenapa banyak yang minat memakan nya ,seenak apa makanan ini ."
ana yang melihat Erland membeli tahu pedas sebanyak itu membuat nya mengangah dan melihat kantong itu .
"Mas , kau membeli tahu pedas itu kebanyakan ,?! siapa yang akan menghabisi nya ." ucap ana yang melihat kantong tersebut .
"Untukmu sayang ,?! agar kau puas ,makanlah .. bukankah tadi kau selalu ingin memakan tahu ini .hmm .." ucap Erland yang membawakan kantong berisi tahu pedas itu tersebut .
Ana berhenti dari langkah nya dia tersenyum melihat suami nya yang menenteng kantong yang berisi tahu pedas itu ,di saat dia akan melanjutkan langkah nya dia di kaget kan dengan suara seseorang .
"Anatasya ." panggil seseorang yang tengah menghampiri ana dari belakang
Ana yang mendengar suara yang memanggil nya pun berbalik ke arah belakang , Erland yang telah berdiri di dekat mobil nya melihat ke asal suara .
"Bu Inggit .." ucap ana yang melihat Bu Inggit menghampiri nya ..
"Ana ,?! kau kembali kesini ..gimana kabar mu nak ." ucap Bu Inggit memeluk ana begitu juga ana membalas pelukan Bu Inggit .
"Awal nya ibu hanya mengira-ngira ,pas ibu telitikan kau memang anatasya ." ucap nya lagi dengan tersenyum ...
Bu inggit yang melihat pria di belakang ana menghampiri nya membuat nya bertanya-tanya pada ana.
__ADS_1
"Anatasya apa itu kekasih mu ." ucap Bu Inggit melihat ke arah Erland .
"Dia suamiku Bu ,?Mas kenalkan, dia Bu Inggit yang sebulan lalu aku pergi ninggalin mansion ikut bersama nya ." ucap ana memperkenal kan erland .
"Erland Bu ,suami nya ana.." ucap Erland membungkukkan kepalanya dengan di angguki dan senyuman oleh Bu Inggit .
"Ana kapan kau menikah , tahu-tahu kau sudah menikah , ?! oh iya pria yang membawa mu waktu itu siapa ." ucap nya kembali
"Aku nikah sudah enam bulan bu ,di saat aku ikut bersama ibu ,aku sudah menikah hanya saja aku tidak mengatakan nya .,?! ohh waktu itu dia adalah sahabat nya suami ku ." ucap ana tersenyum dan melihat ke arah Erland.
Bu Inggit seketika kaget dengan perkataan ana ,dia mengingat kejadian itu dimana dia melihat ana mual-mual ,bahkan Bu Inggit tidak terpikirkan hal ke situ ,dia hanya mengira ana adalah gadis yang belum menikah ,kini Bu Inggit melihat ke arah perut ana dengan tersenyum ..
"Apa ... " ucap Bu Inggit yang di angguki ana .
"Ya ampun nak ,,bahkan ibu tidak menyadari nya di waktu itu ,ibu kira kau adalah hal nya gadis yang belum nikah ,selamat atas kehamilan mu ." ucap Bu Inggit memeluk ana kembali .
Erland celingak celinguk melihat ke arah toko yang sudah tutup melihat sebuah kursi panjang ,kini dia melihat ke ana dan juga Bu Inggit .
"Sayang ?! jangan berdiri terus .. ayo ikut aku duduk di sana ... Bu Inggit mari mengobrol nya di kursi itu ." ucap Erland menunjukkan kursi tersebut .
"Tidak perlu nak Erland ,?! ini sudah larut malam ,lagian ibu mau pulang .? nak Erland dan ana apa tidak akan mampir dulu .." ucap nya yang kini melihat ke arah ana .
"Mas ..." gumam ana melihat ke arah Erland .
"Tidak sayang ..?! lain kali aja mampir nya ya .. ? aku akan membawa mu melihat matahari terbit. " bisik Erland pada ana .
"Ahh .. Bu Inggit .?! lain kali saya akan kembali kesini untuk mengundang anda ke resepsi pernikahan kami ." ucap Erland tersenyum .
Ana terkejut saat Erland mengatakan resepsi pernikahan ,apa yang di maksud dari perkataan nya itu .
"Wahh .. baiklah ...?! ana ibu tunggu undangan dari mu ya ,kalau gitu ibu pamit pulang dulu ." ucap nya yang di angguki Erland .
"Tidak perlu nak Erland ,kebetulan saya juga bersama karyawan saya ,mari ana dan hati-hati di perjalanan pulang " ucap nya yang melangkah untuk pergi dan di angguki Erland dan ana .
Ana masih memikirkan perkataan Erland ,yang baru saja di lontarkan oleh pria itu ,Erland yang kini menarik tangan ana melihat ke arah ana yang hanya diam dan menatap dirinya .
"Ana ..?! kau kenapa ,ayo sayang kita pulang ,Bahkan aku sudah memborong tahu pedas itu ." ucap nya dengan menangkup wajah ana.
"Mas ... ?! i_itu ... kau bilang pada Bu Inggit tadi mau ..
"Iya sayang , ?! aku tahu kau ingin mampir ke sana kan ,maaf ya aku tidak mengijinkan nya ,nanti kita kesini lagi untuk mengundang Bu Inggit ke acara pernikahan kita ." ucap Erland yang menangkup wajah ana
"Mas tapi kan kita sudah menik...
"Syuuutt ... kita memang sudah menikah ,?! aku ingin merayakan sesi pernikahan kita nanti setelah kakakku kembali , " ucap Erland memeluk ana .
"Tapi mas kita tidak perlu melakukan itu .." ucap ana melepaskan pelukan Erland .
"Aku akan melakukan nya ,dan itu sudah aku pikirkan ,?! aku hanya ingin semua orang tahu bahwa kau adalah istri ku ,wanita ku ." ucap Erland mencium kening ana .
"Ayo kita pulang .. " ucap nya lagi menarik tangan ana.
Ana terharu dengan perkataan Erland ,dan ingin mengakui nya sebagai istri dengan cara merayakan resepsi pernikahan mereka .
"Mas ... kenapa kita gak mampir aja ke rumah Bu Inggit ...ini sudah larut ... kau gak mungkin membawa mobil terus ,?! mas maffin aku ,Karana gara-gara aku ingin makan tahu pedas ,kau jad....
"Sayang jangan bicara lagi ,?! itu sudah kewajiban ku ,aku tidak akan lelah untuk membawa mobil jika di samping ku ada kau yang menemani ,ayo kita pulang " ucap Erland yang di angguki ana .
"Tapi mas .. kita sampai kapan akan sampai rumah ,perjalanan kita panjang ..." ucap ana yang kini tengah masuk mobil .
__ADS_1
"Malam ini kita gak pulang sayang ... ?! aku akan membawa mu untuk melihat matahari terbit ." ucap Erland memasang sabuk pengaman ke ana.
"Matahari terbit.," gumam ana .
"Tapi kan ini masih jam sepuluh malam ,terserah lah aku mau di bawa kemana yang jelas dia ada di samping ku ."
Kini mereka pun pergi dari kota B itu , Erland yang melihat ana memakan tahu pedas itu menelan ludah nya dengan kasar ,melihat istrinya memakan pedas itu membuat nya takut terjadi apa-apa pada istri dan anak nya itu .
"Mas ... kenapa tiba-tiba berhenti ." ucap ana yang tengah memakan tahu pedas itu .
"Ana stop?! jangan memakan ini lagi sayang ,aku tidak sanggup untuk melihat nya , bahkan kau sudah habis sepuluh tahu pedas itu ." ucap Erland yang mengambil tahu yang ada di tangan ana dan memakan nya .
Erland memakan tahu pedas itu dengan tersedak ,bagaimana bisa istri nya memakan makanan pedas itu tanpa rasa takut pedas ,ana yang melihat Erland tersedak memberikan satu botol minum pada nya .
"M_mass , ke_kenapa kau memakan nya .."ucap ana melihat Erland yang tengah memakan tahu itu.
"Sayang aku gak ingin melihat mu makan tahu pedas ini ,?! cukup ya ,biar aku yang menggantikan nya ." ucap Erland dengan memakan tahu pedas itu menahan pedas nya .
Ana langsung mengambil tahu pedas itu dari tangan Erland ,dia tahu bahwa pria itu tidak suka memakan pedas .
"Mas cukup ..?! aku memakan ini Karna bukan kemauan ku ,ini atas dasar kemauan anak mu ." ucap ana yang memakan tahu sisa Erland .
Erland hanya menghela napas nya berat dan kini dia tengah meminum air yang di berikan ana .
"Sayang ...aku cuman khawatir dengan mu dan anak kita ,Karna tahu itu..apa itu yang di namakan mengidam ."
Kini Erland menyalakan lagi mobil nya dan menelusuri jalan yang akan dia tempuh ,Erland melihat ana yang sudah selesai makan tahu itu menyodorkan minum nya tanpa melihat ke arah ana .
"Mas kita kenapa berhenti di sin..
"Lihat lah ke kanan ," ucap Erland yang melepaskan sabuk pengaman nya .
"Wahh .... pantai ... "Ucap ana melihat ke arah kanan ...
"Mas kau menga....Mmmmm....mmmmm..
Di saat ana berbalik, Erland menahan tengkuk ana dan ******* bibir istrinya itu ,
"Mmmmm....mas ..
"Kenapa ." ucap Erland dengan suara parau nya .
"Mulut ku berminyak dan mungkin terasa pedas dan tid...
"Aku tidak perduli akan hal itu ." ucap Erland membungkam bibir ranum ana .
Erland melonggarkan kursi yang di duduki ana hingga kursi itu bisa di pakai nyaman oleh mereka ,Erland menyibakkan rambut ana yang menghalangi wajah nya ,kini dia kembali ******* bibir ranum ana dengan membuka resleting baju ana ,
Begitu juga ana yang kini tengah membuka kancing kemeja suami nya ,mereka tidak sadar mereka melakukan nya di dalam mobil dengan pantai yang sunyi di malam hari ,hanya ada suara deburan ombak di luar mobil .
Erland yang kini bermain di atas bukit gunung kembar ana tidak mendengarkan deburan ombak yang keras yang sunyi di malam hari ,dia hanya pokus bermain dan hanya mendengar kan erangan dan ******* yang keluar dari bibir ana .
Tanpa sadar mereka tidak memakai busana apapun ,hasrat Erland tidak bisa untuk menahan nya lagi ,sebelum ia mulainya Erland merubahkan posisi istrinya itu agar lebih nyaman ,dan tak butuh waktu lama mereka pun melakukan nya dengan di penuhi keringat di tubuh nya masing-masing .
Hampir satu jam mereka bercinta di dalam mobil membuat ana kewalahan akan hal suami nya itu ,Erland yang tengah berhasil menengok sang anak kini telah pindah posisi nya di kursi yang tadi ia tepati ,Erland meraba switer yang di taruh di kantong kursi itu untuk menyelimuti istrinya ,
Erland memakai kan kembali dres yang tadi ana pakai terlebih dahulu ,Erland melihat ana tertidur melengkungkan bibir nya sembari memakaikan dres itu
"Maaf .. aku sudah membuat mu kelelahan ," ucap Erland yang kini telah menyelimuti ana dengan switer yang suka dia bawa di dalam mobil .
__ADS_1
Erland melihat jam di pergelangan tangan nya sudah hampir jam dua belas pas ,Erland mengambil ponsel nya dan mencari kontak sahabat nya itu yang tak lain adalah Steven .