Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Jepitan kelenci pembawa rindu .


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pria yang kini tengah bersiap dengan setelan jaznya tengah bercermin ,dia melihat dirinya dengan menghela nafasnya panjang .


Hari ini hari dia kembali ke perusahaan,dimana dia kembali menjadi CEO DA'GROUP


Kini Dimas melangkah ke luar dan berjalan menuju meja makan ,dia tidak melihat sang omah di meja makan ,kini dia menarik kursi siap untuk sarapan, dia pun tidak melihat Erland dan juga ana .


Kini dia makan terlebih dahulu tanpa menunggu mereka ,setelah selesai makan Dimas melangkah ke arah kamar sang omah ,di saat dia membuka pintu kamar tersebut ,omahnya kini tengah di temani makan oleh bi Ani .


"Dimas .." ucap omah .


Dimas melangkah menghampirinya dengan tersenyum ,sesampainya di ranjang ,Dimas duduk dan memegang tangan sang omah .


"Omah !! jangan lupa obatnya di minum ,dan omah tak perlu mengkhawatirkan aku ,aku janji aku akan membawa pacar ataupun calon istri ke hadapan omah ,!! tapi ... tidak dengan secepatnya , omah mengerti kan ." ucap Dimas .


"Omah akan menunggu mu dalam waktu satu Minggu ,untuk membawa gadis ke hadapan omah ." jawabnya dengan tersenyum.


Dimas menghembuskan nafasnya ,dia sedikit terkejut saat wanita paruh baya itu mengatakan jangka satu Minggu., tapi Dimas tidak memperlihatkan keterkejutannya itu .


"Aku berangkat dulu omah !!" ucap Dimas berdiri dengan di angguki omah .


Kini Dimas pun melangkah keluar ,dan akan siap-siap untuk pergi ke kantor , pria itu kini tengah berjalan dengan melihat jam yang ada di tangan kekarnya sudah menunjukan pukul 7:00 pagi .


Di saat dia melangkah ,dia melihat keromantisan kedua pasutri itu di ambang pintu ,dengan langkahnya yang terhenti ,dia berdehem membuyarkan mereka ,Erland dan ana pun repleks melihat ke arah asal suara.


"Emmm .... " gumam Erland yang kini menatap Dimas dari bawah hingga atas .


Erland langsung melangkah tanpa menghiraukan Dimas ,banyak perubahan dengan kakaknya itu ,jika dia bertanya kemungkinan yang akan dia dapatkan hanya jawaban singkat ,lebih baik dia melangkah dan pergi dengan cepat .pikirnya .


Dimas melihat ke arah Kenzie yang berada di gendongan ana ,dengan melangkah satu langkah pria itu mengambil Kenzie dari tangan ana .


"Haii boy ... kau jangan seperti Daddy mu yang hobi bermesraan di depan orang ..oke ." ucap Dimas dengan mencubit hidung bocil itu dengan pelan hingga membuat ana tersipu malu .


Bocil itu hanya menatap wajah Dimas yang tengah tersenyum padanya, Dimas yang di tatap oleh bocil itu membuatnya gemes dan mencium pipi gembul Kenzie .


"Ana !! kalian berlibur lah ,nanti aku akan bilang pada Erland ," ucap Dimas memberikan kenzie kembali .


"Tapi kak ,mas erla....


"Tenang saja, aku yang akan bicara ." ucap Dimas tersenyum dan berlalu pergi melangkah ke luar untuk berangkat .


Ana hanya menghela nafasnya panjang ,perubahan pada Dimas benar-benar seperti Erland dulu ,tapi dia selalu memberikan senyuman hangat pada keluarganya ,ana pun pergi dari ambang pintu untuk memberikan asi pada putranya .


Dimas menyalakan mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan mansion , 10 menit di perjalanan ponselnya berdering ,dia melihat nama panggilan tersebut dan menerimanya .


"Hemmm ..."


"Dim ... Kerja sama dengan Hongkong sudah umpan balik , mereka meminta kita untuk menaikan harga 5% , bagaimana menurutmu ." ucap Bryan di balik telpon.


"Kasih tahu pada mister Yin.. Harga yang kita berikan pada mereka sudah 1.38% dan lebih tinggi dari pada pasaran ." jawab Dimas .


"Jika mereka ingin kerja sama dengan perusahaan kita ,maka lakukan dengan apa yang aku katakan ?! tapi jika mereka masih ragu ,maka batalkan kerja samanya ."ucap Dimas kembali .


"Tapi ..


"Ikuti apa kataku ." ucapnya dengan mematikan telpon .


Kini Dimas mempercepat membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi ,agar sampai di perusahaan.


.


.


.


Di perusahaan Anggara .


"Kalian begitu lambat ,jika sampai bos kalian marah ,kalian semua tidak akan bisa ngapa-ngapain, rapikan pakaian kalian ,sebentar lagi CEO kita akan sampai ." ucap Bryan yang kini berlari ke arah luar untuk menunggu Dimas di ambang pintu dengan para pekerja .


Lima menit menunggu di depan, Bryan bolak balik menunggu Dimas ,.hingga akhirnya CEO dari Anggara group itu sampai ,Bryan pun dengan cepat melangkah satu langkah membuka pintu mobil tersebut.


Dimas pun turun dari mobilnya dan melihat ke arah orang-orang yang telah menunggunya .


"Selamat datang tuan Anggara ." ucapnya serempak dengan membungkukkan kepalanya .


Dimas pun melangkah dan berjalan dengan di ikuti Bryan dan para pekerja lainnya di belakang , dengan sedikit cepat Bryan mengikuti Dimas .


"Tuan !! rapat sudah di siapkan ,sesuai dengan perintah mu dan bisa segera di mulai ." ucap Bryan.


"Kau yakin sudah menyiapkan semuanya ." jawab Dimas .


"Tentu !! bahkan aku juga sudah menyiapkan produk baru itu !! dalam membantumu mencari calon istri pun aku sudah menyiapkannya untuk mu di ruang tunggu, aku yakin nyonya besar tidak akan mengomel lagi padamu ,jika kau sudah memilih salah satu dari mere.


Seketika Dimas berhenti dari langkahnya melihat ocehan Bryan ,ternyata Bryan pun sekongkol dengan omahnya itu ,Bryan pun seketika berhenti saat Dimas berhenti .


"Eu .. e..


"Kalau gitu kita mulai !! aku tidak ingin membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna itu , aku akan tunggu di ruangan ku , untuk mewancarai wanita-wanita pilihanmu itu untuk wawancara menjadi pacarku ." ucap Dimas melanjutkan langkahnya.


"Dan rapat di undur dua jam lagi ." ucap Dimas lagi .


"Baik." jawab Bryan cepat.


Bryan pun melangkah ke ruang tunggu untuk memanggil wanita-wanita yang sudah menunggu , sesampainya di sana Bryan menyuruh wanita-wanita itu untuk pergi satu persatu ke ruangan Dimas.


Wanita-wanita itupun begitu antusias saat Bryan mengatakan untuk masuk dan wawancara langsung dengan CEO Anggara .


Sementara di ruangan lain ,Dimas menghela napasnya berat ,dia harus berbicara satu persatu dengan wanita pilihan Bryan untuk menjadikan pacarnya , kini dia pun tengah siap saat nomor panggilan wanita itu di panggil oleh Mikha yang bertanggung jawab perekrutan tersebut .


Dimas terkejut saat melihat wanita yang kini tengah masuk , dia benar-benar memejamkan matanya ,bagaimana bisa Bryan memilihkan wanita yang berpakaian seksi ..


"Selamat pagi tuan Anggara ." ucap wanita itu dengan senyum smirk.


Dimas membuka mata dengan helaan nafasnya ,sebelum dia melakukan pertanyaan ,dia memikirkan sifat wanita itu terlebih dahulu ,dia tidak ingin mengulang kesalahan memilih wanita yang kedua kalinya .


"Hemm .. langsung saja ,!! jika ingin menjadi pacarku ,apa yang ingin kau dapatkan dariku ." ucap Dimas dengan mengetuk-ngetuk meja kerjanya .


"Aku tak pernah berfikir untuk mendapatkan keuntungan dari sebuah hubungan , ?! tuan Anggara tidak ada kata lain dariku lagi ,aku menyukaimu ya berarti aku hanya menyukaimu ." ucap wanita itu .


Dimas mengerutkan keningnya ,dia melihat wanita itu penuh dengan tipu ,dari bicaranya saja Dimas sudah tidak ingin menjawab pertanyaan wanita itu , kini Dimas pun memanggil dua orang di ambang pintu .


"Kalian ...." panggil Dimas .


Kedua pria itu pun melangkah dan menyuruh wanita itu berdiri dari kursinya untuk segera pergi dari hadapan Dimas .


"Silahkan nona ." serempak kedua pria itu .


"Hemm ...pria aneh .." decak wanita tersebut .


Tiga puluh menit setelahnya ,Dimas menghela napasnya berat ,tidak ada dari 9 wanita yang membuatnya tertarik untuk menjadikan pacar , kini untuk yang terakhir kalinya panggilan nomor terakhir tengah di panggil , lagi-lagi Dimas memijat pelipisnya saat melihat wanita yang berpakaian kurang bahan .


"Apa yang kamu inginkan setelah jadi pacarku ." ucap Dimas .


Bukannya menjawab ,wanita itu berdiri menghampiri Dimas , Dimas yang di hampiri langsung mundur dari kursinya untuk menjauh dari wanita tersebut .


"Dengar tuan Anggara ,kamu dan aku kita akan menjalin hubungan ,dan setelah itu bukankah aku akan mendapat kan tubuh mu begitu juga hatimu ." ucapnya menggoda .


Dimas tidak suka dengan cara wanita yang berbicara layaknya wanita penggoda , lagi-lagi Dimas mundur dan memanggil dua pria tadi ,Dimas memejamkan matanya Kembali dengan menyandarkan punggungnya .


.


.


.


Di sisi lain gadis cantik tengah turun dari mobil berjalan ke arah gedung menjulang tinggi itu ,dia berjalan dengan napas tersegel .


"Akhirnya sampai , aku bangun kesiangan ?! apa wawancara sudah selesai ,?! aku harus segera masuk , semoga saja aku bisa masuk di bagian produk baru itu " ucap Dista .


Kini dia pun melangkah masuk dan celingak celinguk ,di saat dia akan melangkah ke arah resepsionis ,seseorang bagaian perekrutan tengah berjalan tepat ke arahnya .


"Hai kak ,?! kakak pasti bagian pertanggung jawab untuk menerima lowongan ,"


"Eu...


"Hehe ... aku datang untuk wawancara di bagia..


"Tapi maaf sekarang tidak ada wawancara untuk ..

__ADS_1


"Tidak ada wawancara , tapi temanku bilang di perusahan ini ada wawancara," ucap Dista .


"Eu tapi ..


"Oh ahh ...ini adalah CV pribadiku ," ucap Dista .


Mikha menerima CV gadis itu dan melihatnya .


"Ini ... nama ini ...


"Yah !! Dita Adista Abraham " jawab Nabila .


Lagi-lagi Mikha harus terpotong dengan ucapan gadis itu .


"Gadis ini bersemangat sekali ,!! padahal hari ini tidak ada wawancara pekerjaan ,hanya wawancara untuk memilih calon pacar tuan Dimas aja ."


"Kalau begitu ,nama akun internet mu apa ." ucap Mikha .


"Dita Adista ." jawab dista


"Baiklah aku akan melihat dan mengambil datanya ,?! pulanglah dan tunggu kabar dari perusahaan." ucap mikha dan berlalu pergi .


"Ehh .. kak tunggu..tapi...


Dista menghela napasnya berat ,dia harus menunggu wawancara dan menunggu kabar dari perusahaan .


"Aku benar-benar takut dengan tuan Anggara ,tatapannya tajam banget ."


"Tapi kesempatan wawancara ini sangat langka ,sayang sekali tuan Anggara tidak memilih di antara kita ."


Dista mendengar perbincangan kedua wanita yang tengah menuju keluar , dia melihat kedua wanita itu dengan terheran .


"Mereka juga habis wawancara ,tapi kenapa tadi bagian perekrutan bilang tidak ada wawancara ."


Di saat Dista akan melangkah , tiba-tiba dia melihat pria yang dia kenal tengah berjalan yang entah mau kemana .


"Tuan ... hey tuan .." panggil Dista .


Bryan pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah asal suara ,Bryan mengerutkan keningnya saat melihat gadis itu .


"Gadis itu !! bukannya teman Nabila ."


Dista pun menghampiri Bryan dengan cepat ,Bryan bingung kenapa gadis itu berada di sini .


"Tuan !! aku mau wawancara ,!! tapi penanggung jawab perekrutan bilang tidak ada wawancara ,!! benarkah itu ." ucap Dista .


Bryan mengerutkan keningnya ,Wawancara , apa gadis itu terdaftar dari wawancara pemilihan pacar untuk Dimas , Bryan tersenyum menyeringai ,siapa tahu dengan gadis ini Dimas menerimanya .


"Baiklah ... kau ikuti aku sekarang ." ucap Bryan


"Ohh ... baiklah ." jawab Dimas .


Dista mengikuti langkah Bryan yang akan menuju ruangan Dimas ,di saat sampai pintu ruangan Dimas ,Bryan berhenti dari langkahnya .


"Kita udah sampai , kau tinggal masuk saja untuk wawancara ." ucap Bryan dengan di angguki Dista .


Bryan pun melangkah pergi dengan tersenyum ,dia penuh harap Dimas bisa menerima gadis itu untuk jadi salah satu pacarnya ,


"Sial ... bahkan Dimas memaksaku untuk membuat surat kontrak perjanjian jika dia berhasil mendapatkan wanita , gimana jika omah tahu ."


Dista membuka pintu ruangan itu ,dia hanya celingak celinguk di sela pintu dan melihat ruangan itu ,kini dia melihat ke arah pria yang tengah duduk memejamkan matanya , kini Dista pun masuk dan menghampiri pria itu .


"Selamat pagi tuan ,saya datang untuk wawancara ." ucap Dista melangkah dengan tersenyum .


Dimas membuka matanya ,dia terkejut saat melihat gadis itu ,kenapa gadis itu bisa terdaftar wawancara pemilihan pacar , Dimas menatap gadis itu yang tengah berdiri di depan mejanya dan melihat penampilannya ,Dista yang di tatap pun heran dengan pria yang ada di depannya itu .


"Kenapa serasa asing ya ."


Dista mengingat-ingat pria itu ,seketika dia ingat pria itu yang datang di bar semalam itu .


"Dia pria yang datang ke bar ,, siapa dia ,, tapi aku tidak melihat suaminya ana ya ."


Tanpa pikir panjang ,Dista duduk di kursi dengan melihat pria itu ,Dimas yang melihat Dista duduk langsung berdehem .


"Kamu datang untuk wawancara ." ucap Dimas


"Katakan apa syarat mu di saat sudah menjadi pacarku ." ucap Dimas .


"Syarat , pacar .. apa maksudnya ."


"Tuan maksud anda apa ,saya kesini untuk wawancara kerja ." ucap Dista .


"Saya kesini untuk kerja mendapatkan uang perbulannya ." ucap Dista kembali .


"Pria ini sedang tidak mengigau kan ,!! secara kan tadi dia tertidur ."


Dimas lagi-lagi berfikir dengan perkataan gadis yang ada di depannya itu , apa gadis itu ingin menjadi pacarnya di bayar perbulanan,


"Perbulan !! apa kau yakin ." ucap Dimas .


"Bukankah memang begitu tuan ,setiap kerja mendapatkan gaji perbulan ." jawab Dista .


"Pria ini aneh sekali ."


Dimas berpikir kembali ,mungkin gadis ini bukan untuk wawancara pemilihan pacar ,tapi wawancara untuk bekerja ,dan dia pun berfikir Kembali dengan menatap gadis itu.


"Apa dia aja yang akan menjadikan pacar kontrak ku dan membawanya ke omah ."


"Baiklah dengan permintaanmu ,!! baik kamulah orangnya ." ucap Dimas .


"Sekarang keluarkan KTP mu ,aku akan menyuruh orang untuk membuatkan kontrak mulai besok ,kamu akan mengikuti ku dalam waktu 24jam" ucap Dimas .


"Apa ?! jadi aku di terima tuan ,!! oh baik ,baik .. !! KTP ... KTP .. " ucap Dista yang kini mengambil KTPnya di tas .


"Ini tuan KTP ku ." ucap Dista yang kini menekan KTPnya di atas meja .


"Eh .. tapi tunggu .!! tadi anda bilang ,mengikuti anda 24jam ." ucap Dista lagi dan mengambil KTPnya kembali .


"Betul ... aku akan menggaji mu mahal dalam satu bulan ,?! apa keberatan ." ucap Dimas .


"Tuan !!Apa anda tidak salah ,mempekerjakan saya 24jam "


jawab Dista .


"Betul , kamu kerja menjadi pacar kontrak saya ," ucap Dimas .


Seketika Dista terkejut dengan perkataan Dimas ,dia berniat wawancara untuk kerja bukan untuk bercanda dengan perkataan pria itu .


"Maaf tuan !! aku kesini hanya untuk wawancara kerja di bagian seni dan kosmetik ,bukan untuk kerja menjadi pacar kontrak anda ," jawab Dista langsung berdiri dari kursinya .


"Bagian seni ,kosmetik .." gumam Dimas dengan mengerutkan keningnya bingung.


"Bahkan kau menganggap ku ,dan sedang menawarkan hargaku ." ucap Dista .


"Bukankah tadi kamu sendiri yang bilang untuk di gajih perbulannya ," jawab Dimas .


"Tadi aku .... ...!!!


"Atas dasar apa wanita-wanita yang sudah wawancara tadi ,apa hanya karna dia menyuruh wanita-wanita untuk menjadi pacar kontraknya , siapa pria ini ,dan dia bukan Erland suami ana ."


"Pokonya aku tidak ingin menjadi pacar kontrakmu ,aku kesini hanya untuk wawancara kerja , permisi ." ucap Dista berbalik dan melangkah pergi .


Dimas hanya menghela napasnya berat saat melihat gadis itu pergi ,bahkan omahnya menunggu dirinya untuk membawa wanita dalam satu Minggu .


Selang beberapa menit ,Bryan masuk tanpa ketuk pintu ,dengan santainya dia tengah tersenyum ke arah Dimas .


"Dimas bagaimana !! apa gadis terakhir tadi sudah kau terima .", ucap Bryan .


Dimas tidak menjawab Bryan dia hanya memberikan wajah kekesalannya ,Bryan yang melihatnya pun terkejut .


"Dimas kau kenapa .!! apa kau habis berkelahi ,bagaiman..


"Berhenti untuk berbicara ,!! kalau bisa jangan mencarikan aku wanita lagi , " ucap Dimas dingin .


"Jika bukan karna omah ..


"Bryan ,, bahkan aku seperti orang gila melakukan wawancara untuk dapat pacar tebaik , tapi semuanya dwon ." ucap Dimas .


"Aku akan menemui klien, hari ini sampai sini , !! ingat ... jangan sampai omah tahu jika aku nanti sudah mendapatkan gadis, bahwa aku membuat surat kontrak ." ucap Dimas berlalu pergi dari ruangannya meninggalkan Bryan.

__ADS_1


Bryan hanya menghela napasnya berat ,yang terpenting dia sudah melakukan apa yang wanita paruh baya itu inginkan , soal Dista , tiba-tiba dia mengingat gadis yang selama ini dia rindukan ,setiap harinya dia hanya melihat foto gadis itu yang berada di ponselnya , Bryan ingat !! dimana gadis itu selalu menghindarinya di saat bertemu dengannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat pukul 17:00 sore , seorang gadis tengah keluar dari perusahaan HW'GROUP ,untuk bersiap pulang .


Selang beberapa menit gojek online pun sampai di depan Nabila ,dan tak butuh waktu lama Nabila pun kini pergi dengan gojek online itu .


15 menit perjalanan ,Nabila pun sampai di tempat yang dia tinggali ,dengan langkah gontainya dia membuka pintu masuk dengan menghela napas panjang.


Kini Nabila melangkah ke arah kamar ,dia merogoh kantong blezer nya mengambil benda kecil yang selalu dia bawa di dalam sakunya tanpa di pakai .


"Semenjak aku mendengar dia mengatakan cinta ,hatiku selalu di penuhi dengan wajahnya yang serius dan suaranya yang agak berat ,dan saat ini perasaanku sangat jelas ,semenjak aku terakhir ketemu dengannya ,disitulah aku menghindarinya ,tapi aku malu dan bingung harus bersikap seperti apa "


Kini Nabila menaruh jepitan kelenci itu di meja riasnya ,setelah itu dia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Karna setalah itu Nabila berniat untuk kembali bekerja lagi di bar ,mengingat uang kemarin yang di berikan Dista hasil di bar membuatnya tidak ingin memakai uang itu ,tapi dia harus tetap kembali untuk bekerja dan mendapatkan uang hasil kerjanya sendiri .


Tak butuh waktu lama ,Nabila pun tengah selesai mandi ,kini dia pun tengah bersiap dengan pakaiannya lalu dia bercermin dengan memakai make-up senatural mungkin .


Nabila melihat jepitan kelenci itu ,dia hanya menatapnya tanpa di pakai ,dengan tak sadar ,tangannya meraih jepitan itu ,tapi seketika dia ragu ,Nabila mengingat dimana pria itu memasangkan jepit rambut kelenci itu , Karana kerinduannya pada pria itu ,dengan cepat Nabila menggenggam jepit rambut tersebut .


"Aku gak bisa nyuekin kamu kelenci kecil ,aku gak mau ngabiarin kamu sendiri di sini ." gumam Nabila dengan menggenggam jepitan kelenci itu .


"Karna kamu adalah jepitan kelenci pembawa rindu ."


Kini Nabila pun membawa jepitan kelenci itu ke dalam saku celananya , dengan cepat Nabila siap-siap untuk berangkat ke bar .


Nabila tidak merasakan namanya kelelahan dia begitu semangat dalam mengerjakan hal apapun yang bisa menghasilkan uang , dengan helaan nafasnya kini Nabila pun meninggalkan tempat kediamannya itu .


Tak butuh waktu lama ,kini dia sampai di bar tersebut ,Nabila melangkah ke arah ruang ganti untuk mengganti seragam bar ,di saat dia sudah selesai ganti seragam ,Nabila mengambil jepitan kelenci itu dengan tersenyum .


"Kelenci kecil ,temani aku bekerja malam ini ..oke ." ucap Nabila mencium jepitan itu lalu memasangkan nya di baju seragamnya .


Kini Nabila pun melangkah untuk mulai kerja ,hari ini kemungkinan dia akan sibuk ,semenjak dia datang para pengunjung di bar benar-benar sudah banyak ,dengan gerak cepat Nabila pun menyiapkan minuman dengan lihai tanpa tertumpah di gelas kecil yang sudah tertara itu .


Satu jam Nabila berkutat ,dia tengah istirahat untuk beberapa menit ,kini Nabila pun berdiri dari duduknya untuk melakukan aktivitas malamnya lagi , di saat dia akan melangkah dia melihat pria yang selama ini dia rindukan, begitu juga dengan pria itu ,pria itu juga melihat Nabila yang akan berjalan ke arahnya ,


Deg... deg ... deg..


Jantung keduanya berdetak sangat hebat saat matanya saling bertemu dari beberapa langkah .


Bryan yang akan melangkah untuk menemui irsan tak tersangka bisa sejalan dengan gadis itu , keduanya sempat berhenti ,namun mereka pun melanjutkan jalanya kembali .


Nabila hanya menundukan kepalanya ,sementara Bryan dia melihat gadis itu , lagi-lagi dia tidak melihat jepit rambut yang dia kasih dan tidak di pakai oleh Nabila ,Sesampainya mereka dekat ,Bryan berhenti menahan tangan Nabila .


"Gadis ceroboh !! apa kamu tidak risih dengan poni yang menghalangi matamu di saat berjalan ." ucap Bryan yang kini menyibakkan rambut Nabila dan berlalu pergi melanjutkan langkahnya .


Deg ....


Nabila melihat punggung pria itu yang tengah berjalan ,dia berdiri mematung di tempat dengan masih melihat punggung pria itu ,nabila menyentuh kepalanya yang barusan di sentuh oleh pria itu .


"Aku baru mendengar suaranya lagi semenjak hari itu , bahkan sikapnya yang barusan seperti memperhatikan aku ." gumam Nabila kecil dengan menyentuh keningnya yang tadi di sentuh bryan Bryan.


Kini Nabila pun melangkah untuk melanjutkan aktivitasnya Kembali , dia harus bisa rileks dengan pekerjaannya, apalagi saat ini jantungnya masih belum bisa berhenti berdetak .


.


.


.


Di sisi lain .


Kedua pria itu tengah menggoda Bryan yang hanya diam saja sedari tadi .


"Hey kau kenapa jadi melamun begitu ,bahkan kau tumben datang kemari ,kalau bukan ada urusan penting ,kau tak pernah kesini ." celetuk Steven .


"Apa Dimas mengerjai mu kerjaan banyak ." timpal irsan .


Bryan tidak menjawab pertanyaan kedua sahabatnya itu ,dia masih mengingat gadis itu yang selalu menghindarinya , dia juga tidak tahu dorongan apa yang membuatnya pergi ke bar ,Yah ! tidak salah ,dalam pikirannya dia ke bar hanya ingin bertemu dengan gadis itu .


"Ck ... sudahlah irsan !! kau jangan membawa pekerjaan dalam urusannya , lihat sikap acuhnya saat ini ,sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu ,ahh kalau tidak sedang merindukan seseorang ." celetuk Steven .


Irsan hanya menghela nafasnya panjang ,dia tidak ingin mengganggu sahabatnya yang kini mungkin tengah galau ,Seketika pandangan Irsan melihat ke Arah Nabila yang kini berdiri dengan salah satu karyawan bar


"Gadis itu ,?! jika tersenyum manis banget , uh kaya golali ." ucap Irsan menatap Nabila .


Bryan dan Steven melihat ke arah Irsan dan mengalihkan pandangannya ke arah yang di pandang Irsan ,Bryan yang melihat Irsan menatap Nabila di buat jengkel .


Steven yang melihat raut wajah Bryan berubah langsung mencubit bokong Irsan .


"Aw..


Steven langsung mengisyaratkan Irsan untuk terus menggoda Nabila ,Karna dia ingin tahu ekspresi sahabatnya itu saat gadis itu di goda oleh pria lain , tapi Irsan tidak memperdulikan tatapan Steven dia malah melihat pandangan Bryan ke arah gadis itu .


Di saat Nabila berbalik ,dia tidak sengaja melihat ketiga pria yang berada di ruangan tanpa pintu di tutup ,pandangan Nabila hanya tertuju pada pria yang menatapnya ,dengan cepat Nabila berlari kecil dengan malu di tatap oleh pria itu ,Bryan hanya tersenyum saat melihat Nabila berlari .


"Bodoh ." gumam Bryan tersenyum .


Bryan tidak sadar sedari tadi kedua sahabatnya itu menatapnya .


"Kau benar-benar suka sama Nabila ya." ucap Irsan .


"Tahu dari ..........


"Waw .... stev ... apa kau dengar barusan ." ucap Irsan girang .


"Sial ... keceplosan."


"Ngomong apaan sih ." ucap Bryan yang kini mengambil topi yang di kepala Irsan .


Kini Irsan menatap mata Bryan dengan sangat dekat ,Bryan yang melihat irsan mendekat mencengkram kerah kemeja Irsan .


"Soalnya matamu tidak bisa bohong ." ucap Irsan enteng .


Bryan langsung melepaskan cengkraman nya , yang di katakan Irsan benar adanya , dia memang mencintai gadis itu ,Steven yang melihat ekspresi Bryan dia pun langsung menimpali pembicaraan .


"Jadi kau mau begini terus ?! kau pura-pura cuek ,sebenarnya perduli padanya kan ,?! bahkan kau terlihat sangat bucin pada gadis itu ...bangun bro ini bukan gaya mu sama sekali ." timpal Steven dengan di angguki Irsan .


Bryan tiba-tiba berdiri setelah apa yang di ucapkan sahabatnya itu ,Irsan yang melihat Bryan melangkah mengeluarkan suaranya kembali .


"Hey mau kemana ." ucap Irsan .


"Gak mau hanya di bilang bucin ." jawab Bryan berlalu pergi .


"Semangat ." ucap kedua sahabatnya .


"Nabila ,Aku gak bisa membiarkan perasaan ku seperti ini terus ."


"Dan Mungkin kau pasti sudah menerima cinta pria itu ,"


"Walau pada akhirnya aku akan tahu jawaban darimu ."


"Tapi aku gak bisa melepaskan mu di hatiku begitu saja , tidak ... tidak bisa ."


Bryan mencari-cari Nabila dengan berlari kecil ,tapi dia tidak melihat Nabila di bar tersebut ,kini dia mencari ke ruangan lain ,tapi tetap tidak bertemu , Bryan mengusap wajahnya dengan kasar, di saat dia berbalik ,dia melihat Nabila berada di luar untuk siap pulang , dengan cepat Bryan menahan tangan gadis itu .


"Tu_tuan ."


Bryan melepaskan jaznya dan memakaikannya ke Nabila ,karna gadis itu hanya memakai baju lengan pendek, Nabila terkejut dengan apa yang di lakukan pria itu .


"Pakai Jaz ini ,angin malam tidak baik , " ucapnya dengan memasangkan jaznya.


"Pakailah yang benar ." ucapnya kembali .


Nabila tercengang saat pria itu memasangkan jaznya , lagi-lagi jantungnya berdetak dengan cepat ,saat ini wajahnya sudah merah merona ,saat menatap pria itu .


"Gadis ceroboh ?! bisakah kamu tidak menghindari ku lagi ,anggap saja di waktu beberapa bulan lalu tidak terjadi sesuatu ,dan luapkan ucapan ku waktu itu ," ucap Bryan menatap mata gadis itu .


"Mari berteman ." ucapnya dengan mengulurkan tangannya dengan di balas oleh Nabila .


"Meski kita berteman ,tapi hati aku tidak bisa mengatakan itu gadis ceroboh .. "


"Pulanglah .. ini sudah malam , gojek nya sudah menunggumu ." ucap Bryan


Nabila masih terpaku melihat pria itu ,dia melihat dan mendengar deru napas pria itu yang seperti sudah berlari .


"Terima kasih ." gumam Nabila kecil .


Kini dia pun berbalik dan menaiki gojek tersebut dengan meninggalkan Bryan, bibirnya kaku dan tidak bisa menjawab apa-apa di hadapan pria itu, Bryan melihat kepergian Nabila dengan tersenyum, sebenarnya dia ingin mengantarkan gadis itu ,tapi dia urungkan Karna Bryan tahu ,gadis itu masih saja terkesima saat barusan dirinya mengahmpiri gadis itu .

__ADS_1


__ADS_2