
Hari-hari telah berlalu .
Nabila yang baru beres mandi melangkah ke arah ruang tamu ,dia melihat ponselnya yang berada di meja yang ada di ruang tamu,dia akan mengirimkan pesan pada Dista untuk bersiap di jam yang akan mereka lakukan dimana dia akan siaran langsung bersama Dista di salah satu tempat yang sudah Dimas sediakan ,namun di saat dia melihat ponsel, Dista sudah mengirimkan pesan terlebih dahulu ,bahwa siaran langsung hari ini di tunda, di karnakan Dista akan keluar bersama Dimas .
Nabila hanya menghela napasnya berat dan tidak membalas pesan dari sahabatnya itu ,Nabila kini melihat kotak pesan dari Bryan ,pria itu tidak ada kabar hari ini ,meski begitu Nabila pun tahu pria itu di sibukan kerjanya untuk hari ini ,tepatnya terakhir kerja ,karna satu Minggu lagi Bryan akan menjadi pengantin pria .
Nabila melihat jam yang ada di dinding ,jam sudah menunjukan pukul 09:00 pagi , kini dia berdiri dan melangkah untuk siap ganti baju ,di saat dia akan melangkah ketukan pintu di luar sana mengurungkan langkahnya.
Nabila terheran ,hari ini hari Minggu ,siapa yang bertamu ,kini dia pun melangkah ke arah pintu dan melihat seseorang di balik kaca ,Nabila mengerutkan keningnya ,dan melihat punggung wanita dengan berpakaian kasual dengan rambut panjang terurai model baru dan memakai topi hitam
"Punggung itu serasa kenal , tapi siapa ya ."
Nabila pun membuka pintu perlahan ,wanita itu berbalik melihat ke arah asal suara pintu terbuka , Nabila tercengang yang datang itu ternyata Tania yang kini tengah tersenyum manis pada Nabila .
"CK .... ya ampun Nabila ...?! jam segini kamu baru mandi ..." decak Tania .
"Kalau di hari libur aku suka agak siang !! Tania kamu....
"Aaaa... hey kenapa kau mendorong ku ." ucap Nabila yang kini punggung nya di dorong oleh Tania .
"Cepat siap-siap , kita akan ke butik gaun pengantin untuk kamu coba ,aku tunggu di sini Nabil....
"Tunggu-tunggu ... gaun pengantin apa ?! Aku tidak mengerti ....
"Sudah .. cepat ?! kalau enggak aku akan menarik mu dengan memakai kimono ini ke butiq gaun...
"Tapi apa maksud mu ,aku tidak mengerti ,kamu tiba-tiba datang dan menyuruhku untuk bersiap ." desak Nabila
"Aku di suruh Bryan menjemputmu ,hari ini kamu mau fitting gau pengantin ,karna hari ini dia sibuk ,aku yang akan menemani mu untuk ke butik ,cepat sekarang kau harus siap-siap.." ucap Tania .
Nabila masih bingung dengan perkataan Tania ,pasalnya Bryan tidak mengatakan apa-apa tentang perihal dengan gaun pengantin apalagi untuk mencobanya ,bahkan Nabila pun berpikir di hari-hari kemarin ,bahwa pria itu hanya bilang langsung menikah dan gaun untuknya sudah di siapkan.
"Kenapa dia gak bilang !! kalau hari ini fitting baju ."
"Nabila ?! ayo....kenapa kamu jadi bengong gitu sih ... ekhemmm mikirin malam pertama ya ." ucap Tania dengan menggodanya .
"Apaan sih ... mesum banget mikirnya." ketus Nabila .
"Ya udah !! cepat ganti baju sana ,GPL .. aku tunggu dalam waktu 10 menit ." ucap Tania .
Nabila berdecak dan menutupi pintu kamarnya untuk segera ganti baju , sebelum ganti baju dia mengirimkan pesan pada Bryan dengan memaki-maki pria itu .
"Kenapa gak bilang sihh .. nyebelin deh ... tau-tau mau fitting baju , !! yang dia lakukan selalu saja membuat aku terkejut " dumel Nabila .
Dengan cepat Nabila pun memakai baju dan juga pakai Riasan natural dengan memakai bedak baby dengan memakai lip gloss dengan rambut di ikat asal, setelah itu dia keluar dan menenteng tas selempang nya , Tania yang melihat Nabila dengan berdandan sederhana membuatnya geleng kepala .
"Nabila ... kamu setiap hari kerja di perusahaan kosmetik tapi penampilan mu seperti ini , kamu sedikit menor ke dandan?! bahkan kamu tiap Minggu sering siaran langsung bersama Dista tentang kosmetik ,tapi make up yang kau pakai ini benar-benar tidak bermerk , ?! ayo aku akan mendan....
"Aaa .... tidak ...tidak ... aku dandan lebih suka seperti ini , aku lebih adem dengan memakai bedak bayi , sudah ah ayo kita berangkat , memangnya fitting baju harus dandan wahh gitu .." jawab Nabila .
Tania tercengang setelah mendengar perkataan gadis itu ,memang tak bisa di pungkiri meskipun hanya dandan seperti itu ,gadis itu memang sudah cantik dan manis ,Tania tidak habis pikir ,padahal gadis itu kerja di perusahaan besar , tapi penampilan Nabila sederhana .
"Tipe Bryan memilih cewek masih seperti dulu ,tidak banyak gaya ,tidak berpoya-poya dan berpenampilan sederhana ."
"Ya sudah ayo let's go .." Tarik Tania .
Dengan cepat Nabila pun mengunci pintu rumahnya dan mengikuti Tania ke arah mobil wanita itu ,sebelum berangkat Nabila memandangi rumah yang di tepatinya .
"Mungkin !! tidak lama lagi aku akan meninggalkan mu , karna aku akan ikut bersama temanku ,teman yang akan selalu menemani ku setiap waktu ,yaitu suamiku , kamu banyak membuat kenangan bersama ku rumah kecil ."
Di perjalanan ,Tania terus saja menggoda Nabila yang akan menjadi seorang istri ,bahkan Nabila di buat merona saat Tania mengatakan malam pertama ,meski begitu Tania adalah wanita dewasa ketimbang Nabila ,meski dia belum tahu rasa nya malam pertama ,tapi dia tahu dari teman-teman yang seumuran dengannya yang sudah pada punya suami .
"Cieee ... calon pengantin kenapa ni..
"Tania !! sudah dong kamu merubah mood ku tahu , apa kamu pernah merasakan malam pertama seperti apa ." ketus Nabila .
"Aku tidak ingin menjawab ?! karna aku pun tidak tahu .hehe ?! udah dong jangan berubah jadi keong sawah bibir nya , iya-iya sory ,aku tidak akan goda lagi ." jawab Tania dengan cengengesan .
Nabila tidak menjawab pertanyaan Tania ,dia masih mengingat perkataan Tania yang tadi wanita itu katakan ,bahkan saat ini Nabila terbayang gimana rasanya malam pertama .
"Sa_sakit ... akhh tidak !! aku tidak mau mengingat itu ?! ana ... ohh ana ... aku harus bilang pada ana ,,eeee ... Dista .. hoh Dista ... dia tidak mungkin belum malam pertama sama kak Dimas ..?! ahh Nabila ... apa yang kau pikirkan ,kenapa kau jadi memikirkan sesuatu yang mesum itu ."
Tania melihat ke arah samping dimana Nabila berada ,Tania mengerutkan keningnya saat Nabila menggelengkan kepalanya .
"Nabila kamu kenapa ." tanya Tania .
"Aaaa... tidak apa ?! aku hanya sedikit pusing ." ucap Nabila bohong .
"Pusing !! ya ampun Nabila .. jangan bilang kamu belum sarapan ." jawab Tania .
"U_udah kok ,, tadi aku makan roti gulung saat selesai mandi di saat kamu belum datang ." ucap Nabila .
"Apa kau mabuk naik mobil ." ucap Tania .
"Terkadang ". jawab Nabila .
Tania hanya mengangguk kan kepalnya saja ,mungkin dia harus segera mempercepat bawa mobilnya agar segera sampai di tempat yang akan mereka tujui .
Tak butuh waktu lama ,mereka pun sampai dimana mereka di butik gaun pengantin ,nabila dan Tania turun bersamaan dan melangkah ke arah pintu butik itu ,ternyata mereka memang sudah di tunggu oleh wanita paruh baya yang tak lain adalah rengganis .
"Kalian sudah sampai " ucap rengganis dengan di angguki Tania .
"Kamu pasti calon istri nya Bryan , ayo .. tante sudah menyiapkan gaun yang cocok untukmu , dan pasti Bryan menyukainya ." ucap rengganis .
"Tante melihat kamu terakhir di waktu tujuh bulanan ana , tak di sangka kamu akan menjadi calon istri Bryan ." ucap rengganis lagi .
Nabila hanya tersenyum saja tanpa menjawab wanita paruh baya itu ,Tania menyuruh Nabila mengikuti wanita paruh baya itu dimana gaun itu berada .
"Ta_nia ...
"Nabila kenapa , ayo aku temani kamu ke dalam ." ucap Tania
Tania pun menemani Nabila ke arah ruangan dan mengikuti Rengganis ,di saat mereka masuk Nabila begitu tercengang saat melihat gaun-gaun yang begitu indah dan cantik .
"Cantik banget ."
"Nabila .. ayo !! Tante sudah siapkan gaun silfer untuk kamu , karna Bryan yang memilih gaun ini untukmu , sekarang tinggal kamu coba ."ucap rengganis .
Nabila menganggukkan kepalanya dan melangkah ke ruang ganti untuk mencoba gaun tersebut .
Tak butuh waktu lama ,Nabila keluar dengan memakai gaun yang dia coba tadi dan di bantu oleh pelayan, Tania yang melihat itu berbinar ,tubuh Nabila yang ramping membuat gaun itu sangat cocok di tubuh gadis itu .
"Nabila , kamu tanpa make up pun sudah cantik memakai gaun ini ." ucap Tania heboh .
"Tentu saja dia cantik !! karna dia wanita yang aku pilih untuk menjadi istriku ." ucap Bryan yang kini berada di ambang pintu dengan membawa buket bunga mawar mewah .
"B_bryan .." ucap Nabila .
Bryan melangkah menghampiri Nabila dengan memberikan senyuman , sesampainya di dekat Nabila ,pria itu merangkul pinggang calon istrinya dengan berbisik .
"Gaun ini sungguh cocok di tubuhmu !! kau terlihat sangat cantik .' bisik Bryan .
__ADS_1
"Awww... sayang !! kenapa kau mencubit ku ." pekik Bryan yang kini melepaskan tangannya dari pinggang Nabila .
"Jangan seperti itu ! malu di lihat orang ." gumam Nabila melihat ke arah Tania ,Rengganis bahkan oleh pelayan di butiq tersebut .
"Kamu kenapa ada di sini !! bukannya Tania bilang kamu sibuk " ucap Nabila .
"Sibuk ku sudah selesai ... makannya aku kesini ." ucap Bryan.
"Hemm ..... ini bunga untu....
"Soswieett bangeeeetttt sihh ...." ucap Tania yang kini merangkul tangan seseorang .
"Tante !! mereka sangat cocok bangett , bahkan pria jomblo 6 tahun itu akhirnya terlepas juga ,bahkan dia seminggu lagi akan menikah." ucap Tania .
"Oh yah ..." jawab seseorang .
Tania yang mendengar suara seseorang langsung melihat ke arah asal suara di sampingnya ,Tania terkejut dengan melihat tangannya yang tengah merangkul tangan Steven ,Tania langsung melepaskan nya dan menghindari pria itu.
"Aaaaa ... ka_ka....kamu jangan salah paham !! aku ... aku kira itu Tante Rengganis .." ucap Tania.
"Tania ... oh Tania ... kenapa kau ceroboh sekali ,tapi jelas-jelas tadi Tante Rengganis di sampingku ,kenapa jadi dia."
Rengganis hanya tersenyum dan geleng kepala, sedari tadi dirinya memanglah dekat dengan gadis itu ,hanya saja Steven yang menarik tangan mommy nya untuk pindah posisi .
"Ee.... Nabila aku pulang ya !! soalnya aku harus jemput mama di rumah temannya ,lagian kamu sudah ada Bryan ..bye...." ucap Tania melangkah ke luar dengan menahan Malu .
Nabila yang melihat Tania pergi hanya bisa melihatnya ,dia tidak mungkin mengejar Tania yang kini sedang memakai gaun , Bryan menarik dagu Nabila untuk dia pandang ,Rengganis yang masih di ruangan itu langsung menarik Steven untuk pergi keluar ,bahkan Rengganis pun menyuruh pelayannya ikut keluar .
"Ahh Tante ... ini gaunnya gimana , aku gak bisa...
" Ada aku yang membuka resleting nya ..." goda Bryan.
"Bryan ...enggak mau " decak Nabila .
"Aku gak ingin kamu lihat tubuhku sekarang , dan aku gak ngijinin Kam...
Cup ....
"Bryan ..............
Cup ......
"Berhenti ....
Cup .....
"Hemm ... aku cuman bercanda sayang ,jangan takut ,aku tidak akan berani sebelum kau menjadi istriku !! sebentar ya .. aku akan memanggil Tante Rengganis untuk membantu membuka gaun mu ." ucap Bryan dengan di angguki Nabila .
Nabila melihat Bryan melangkah keluar ,Nabila menatap punggung pria itu dengan sendu ,dia tidak menyangka pria itu selalu hadir tanpa dia tahu .
Wanita paruh baya itu pun masuk dengan tersenyum ,dia melangkah ke arah Nabila untuk membantu membuka gaunnya ke ruang ganti .
Tak butuh waktu lama ,kini Nabila sudah memakai pakaian dia yang sebelumnya tadi dia pakai ,Nabila keluar dengan Rengganis ,Nabila mencari-cari Bryan dan pria itu tidak terlihat lagi .
"Calon suami mu dengan anak Tante di ruang tunggu , ayo Tante antarkan ." ucap rengganis .
Nabila pun hanya mengangguk dan mengikuti wanita paruh baya itu ,Nabila melihat Bryan tengah tersenyum mengobrol dengan Steven .
"Dia memang tampan ,Dan dia calon suamiku.... "
Steven yang melihat Nabila tengah menghampiri Bryan ,menaikan alisnya sebelah dan mengisyaratkan untuk melihat ke samping ,Bryan pun langsung melihat dan dia langsung tersenyum ke arah gadis yang kini berada di samping nya , Bryan langsung menarik tangan Nabila ,pandangan nya melihat ke arah Bryan dan juga tante Rengganis untuk pamit ,Bryan dan Nabila berterima kasih pada tante rengganis Karna sudah membantunya ,setelah itu mereka pergi dari butik itu .
Steven hanya geleng kepala melihat sahabat nya yang sudah bucin itu ,tapi tiba-tiba Steven mengingat Tania ,wanita yang pergi di stengah jam yang lalu ,Steven tersenyum dan kembali masuk mengahmpiri mommy nya untuk ijin pergi .
Di sisi lain .
Dimas dan Dista yang beberapa menit lalu baru Kembali dari jalan-jalan nya terhenti saat Dista berlari ke arah Kenzie yang kini tengah bersama ana sang mommy nya ,pria itu berhenti dari langkahnya dan melihat ke arah Dista yang kini langsung menggendong Kenzie ,Dimas memikirkan tentang dimana dirinya sudah memindahkan Amalia ke cabang perusahannya .
Dimas sudah memindahkan Amalia ke perusahaan lain agar tidak membuat Dista salah paham ,meski dista melarangnya tapi Dimas melakukannya tanpa sepengetahuan Dista, karna dia tidak ingin membuat perasaan wanitanya tidak nyaman ,meski begitu Dimas tahu perasaan Dista yang sebenarnya tidak nyaman akan kehadiran Amalia .
Bahkan hari ini Dimas serasa tenang saat melihat Dista yang kini tengah ceria lagi ,Dimas melihat Dista yang tengah bermain dan bercanda dengan Kenzie seketika dia tersenyum dan berpikir akan hal pernikahan nya itu .
"Apa dia udah selesai dari masa palang merahnya , ?! aku ingin memiliki anak darinya ."
Tanpa Dimas sadari wanita paruh baya tengah memperhatikannya di arah lain ,bahwa Dimas tengah melihat ke arah Dista yang kini sedang bermain dengan Kenzie ,wanita paruh baya itu mengerti dan tersenyum jahil , kini dia harus mengunakan bi Ani lagi untuk membuat rencananya .
Dengan tersenyum manis ,wanita paruh baya itu melangkah ke arah Dimas yang di ruang tamu ,bahkan pandangan pria itu tidak lepas dari Dista dan juga Kenzie ,omah menepuk pundak Dimas yang membuat pria itu langsung mendongkakan kepalnya .
"Lihat !! istrimu begitu bahagia sekali bermain dengan Kenzie ." celetuk sang omah .
"Hemmm ..."
"Dimas kapan omah akan mendengar kabar gembira dari kamu dan Dista ,he ... pernikahan mu sudah menginj...
"Omah .. aku lagi proses ..." jawab Dimas .
Omah tersenyum senang saat Dimas mengatakan itu ,karna wanita paruh baya itu selalu menghitung hari dimana Dista datang bulan ,ini saat nya wanita paruh baya itu untuk merencanakan sesuatu lagi ,omah yang melihat Dimas berdiri dari duduknya menahannya.
"Dimas kau mau kemana ,omah belum sempat berkata ,kau mau langsung pergi saja ." ucap omah .
Dimas tidak menghiraukan perkataan wanita paruh baya itu ,dia melangkah ke arah Dista yang kini tengah asyik bercanda dengan Kenzie .
"Dista !! kau harus mandi ,!! kita baru pulang dan kau langsung menggendong Kenzie , berikan pada ana " ucap Dimas .
"Dista !! benar apa kata kak Dimas ,kau harus bersih-bersih ,, hehehe ... sini biar Kenzie sama mommy dulu ." ucap ana meraih Kenzie dari pangkuan Dista .
Dista melihat ke arah pria yang tengah menatap nya ,Dista yang di tatap oleh pria itu langsung melangkah karna kesal ,belum juga beberapa menit dia menggendong bayi mungil itu ,Dimas sudah menyuruhnya mandi .
Tapi Dista tidak kembali tenang lagi ,Karna dia tidak ingin , memaki-maki seorang suami ,dan kini dia hanya mengikutinya saja .
Dimas yang melihat istrinya pergi ke kamar menghela napasnya panjang ,kini dia melangkah ke arah ruang kerja dengan menyuruh Roy mengikutinya.
.
.
Di tempat lain .
Dista yang baru selesai mandi kini melangkah ke arah lemari untuk ganti baju ,di saat dia akan membuka lemari ,dia urungkan Karna ponselnya bergetar di karnakan ada pesan padanya.
Dia tersenyum saat mendapatkan pesan dari sang mami ,yang menunggu dirinya untuk menginap di rumahnya ,dista menghela napasnya ,bahkan Dimas belum menyatakan kapan akan menginap di rumah mertuanya itu, Dista hanya menunggu persetujuan suaminya saja untuk menginap dengan apa yang di inginkan mami Rahma .
Kini Dista melangkah ke arah lemari untuk mengambil baju ganti ,Dista terkejut di lemari nya banyak baju-baju kurang bahan dan bahannya sangat tipis .
"Kemana baju-baju ku !! kenapa hanya baju tipis-tipis ini ... !! apa kak Dimas yang mengganti kan baju nya dengan lingerie ini ," gumam Dista yang kini menyentuh baju lingerie berwarna hitam ...
"Ohh tidak !! ini terlalu seksi ..." ucap Dista menaruh lagi .
Kini Dista mencari-cari baju nya di lemari Dumas ,tapi dia tidak menemukannya , bahkan Dista sudah berfikir mesum ,baju lingerie itu Dimas yang siapkan .
"Kak Dimas ... mesummmmmmm....." decak Dista ..
__ADS_1
Dista melihat kemeja putih yang tergantung di lemari dimas ,Dista tersenyum smirk dengan menjentikan jarinya saat melihat kemeja itu , dengan cepat dia mengambil kemeja itu dan memakainya .
"Ya ampun ... besar banget bajunya ,ukuran size berapa kak Dimas memakai pm77akaian ,huh apa aku yang terlalu kecil badan nya , bahkan ini kemeja hampir menutupi lututku ." ucap Dista .
Dista melihat jam di atas nakas ,jam sudah menunjukkan pukul 8 malam ,Dista melihat ke arah pintu ,bahkan Dimas belum ke kamarnya sejak pria itu menyuruhnya untuk mandi .
"Apa dia ke ruang kerjanya !! hummmmmft ... dia itu sungguh penggila kerja ."gumam Dista .
Kini Dista melangkah ke arah sofa dengan membawa buku novel sembari menunggu Dimas , Dista membaca novel sembari selonjoran ,detik ke detik Dista membaca novel sembari melihat pintu masuk ,tapi belum menampakan suara pintu kamar terbuka ,kini dista melanjutkan membacanya dengan sembari menguap ,menit ke menit Dista membaca novel ,tapi tetap saja Dimas belum juga ada ,Dista yang sudah tidak tahan dengan kantuknya terpaksa tertidur di sofa .
10 menit Dista tertidur ,Dimas pun membuka pintu kamarnya ,tapi Dimas tidak melihat Dista di ranjangnya .
"Honey ..." panggil Dimas .
Dimas melangkah ke arah kamar mandi untuk melihat Dista ,tapi tidak ada Dista di dalam kamar mandi ,Dimas pun menutup pintu kamar mandi kembali , di saat Dimas berbalik , dia terkejut saat melihat Dista yang kini tertidur di sofa ,bukan cuma hanya itu Dimas terkejut saat melihat Dista memakai kemeja miliknya , Dimas menghampiri Dista dengan menelan salipnya dengan kasar, dengan mata terpejam Dimas menggendong Dista .
"Kenapa kamu tidur di sofa ." gumam Dimas melangkah ke arah kasur .
Dimas merebahkan Dista di ranjang dengan pelan ,Dimas yang melihat paha mulus Dista membuatnya memejamkan matanya ,dengan cepat Dimas menyelimuti Dista .
"Selamat malam istriku." gumam Dimas mencium kening Dista .
Dimas menatap wajah istrinya dengan penuh cinta ,setelah itu Dimas berdiri dari duduknya dan berniat untuk ke kamar mandi ,di saat dia akan berdiri ,tangannya di tahan oleh Dista.
"Kak .. kamu jahat !! kamu membiarkan dia di kantor mu ,kamu jahat ."ucap Dista di balik tidurnya .
Dimas menatap Dista ,dia terkejut saat istrinya mengigau seperti itu ,dia paham apa yang di katakan oleh Dista ,Dimas melihat tangan Dista yang tengah menahannya .
"Aku sudah memindahkan dia ,dan kamu tidak akan melihat dia lagi ." gumam Dimas mengusap rambut panjang Dista.
Dista menggeliat dan membelakangi Dimas ,Dimas yang tangannya berada di atas kepala Dista tertindih oleh kepala istrinya ,Dimas tersenyum tipis saat tangannya tertindih oleh Dista ...
Dimas melihat pakaian yang dia belum ganti terpaksa harus membaringkan tubuhnya di samping Dista ,Dimas memeluk pinggang Dista dari belakang dengan memejamkan matanya dan menyusul Dista tidur .
.
.
.
Pagi pun tiba .
Sinar matahari mengusik tidur kedua pasutri itu , Dimas yang bangun terlebih dahulu menatap wajah cantik istrinya ,Dista dengan lucunya membuka kedua matanya perlahan ,tanpa sadar dia melihat wajah Dimas yang kini tepat di depan matanya ,rona merah muncul di kedua pipi Dista ,
"Good morning istriku ." ucap Dimas .
Dista tidak menjawab pertanyaan Dimas ,dia malah bersembunyi di balik selimut dengan memikirkan kejadian semalam di mana dirinya menunggu Dimas di sofa .
"Perasaan aku semalam di sofa , Apa aku tertidur di sofa dan kak Dimas memindahkan aku kesini ."
"Aku pakai kemeja nya lagi ,, dia tidak akan marah bukan "
"Kenapa sembunyi " ucap Dimas menyibakkan selimutnya .
Bukannya menjawab ,tapi Dista malah bersembunyi di balik dada bidang suaminya itu ,yang dimana membuat Dimas terkekeh saat melihat dengan tingkah istrinya itu .
Dimas membalas pelukan istrinya tercintanya itu dengan erat ,kedua pasutri itu masih betah bergulung di selimut tebalnya , Dimas mencium kening Dista dengan sangat lama , lagi-lagi dia harus berfikir untuk tidak menyangka ,bahwa dia sudah menjadi suami untuk gadis yang ia sukai di waktu bayi .
"Honey " panggil Dimas ,yang dimana membuat Dista lagi-lagi merona .
"Kenapa " ucap Dista dengan masih posisi bersembunyi di balik dada bidang Dimas menahan malu .
"Apa kau tidak akan bangun !! dan memelukku seperti ini terus ,bangun yuk udah pagi " ucap Dimas .
Dista melepaskan pelukannya dan melihat ke arah jendela ,dan saat ini Dista melihat ke arah jendela yang sudah keliatan terang di luar sana .
"Mandi bareng. " bisik Dimas dengan sembari menggoda Dista .
"Tapi aku malu kak , kakak mandi duluan aja ya ." jawab Dista menutup wajahnya .
"Kenapa mesti malu ,kita ini sudah suami istri honey " ucap Dimas .
Dista hanya mengangguk kan kepalanya dengan pelan , dengan cepat Dimas langsung menggendong Dista dan membawanya ke kamar mandi , sesampainya di kamar mandi ,Dimas menurunkan Dista dengan pelan .
Dimas mengisi air di dalam bathtub terlebih dahulu ,kemudian Dimas membuka baju kemarin yang masih nempel di tubuhnya ,bahkan pria itu hanya menyisakan dalaman saja ,Dista terkejut saat melihat Dimas sudah telanjang ,bahkan dia memalingkan wajahnya ke arah lain ,Dista merasa malu , karna ini pertama kalinya dia mandi bareng bersama seorang pria yang sekarang sudah menjadi status suaminya .
Dimas yang melihat Dista melamun hanya tersenyum tipis dan melangkah beberapa langkah ke arah Dista .
"Aku bantuin buka ." ucap Dimas yang membuyarkan lamunan Dista .
Tanpa menunggu jawaban dari Dista Dimas langsung melepaskan kancing kemeja dirinya yang di kenakan dista ,setelah terlepas tampaklah kedua gunung kembar yang masih terbungkus indah .
Di saat semua terlepas ,Dimas menahan sesuatu yang sesak di bawah sana ,kedua pipi Dista lagi-lagi bersemu merah merona ,Dimas melihatnya tanpa berkedip sedikit pun ,ini kedua kalinya dia melihat benda itu, tangan Dimas terangkat dan melepaskan pengait bra yang di kenakan oleh Dista .
Lagi-lagi Dimas menelan salipnya dengan kasar ,saat melihat kedua gunung kembar Dista ,dan saat ini Dista sudah polos tanpa sehelai benang pun ,karna ulah Dimas yang membuatnya telanjang ,dengan cepat Dista memeluk pria itu untuk menahan malu ,tapi hal itu yang membuat Dimas menegang dan panas ,Karna saat ini kulit mereka tengah bersentuhan ,apalagi kedua gunung kembar itu tertahan di dada bidangnya .
Dimas mencium pundak Dista yang polos dan putih mulus itu ,yang di mana membuat Dista menggeliat tak tahan dari pelukan sang suami ,dimas yang mengingat dimana dia membuka CD Dista sudah tidak melihat noda darah hanya tersenyum tipis .
"Apa kamu sudah tidak merah lagi ." ucap Dimas dengan suara paraunya.
Dista hanya menggelengkan kepalanya saja, Dimas mengajak istrinya untuk naik ke dalam bathtub , sampai dalam bathtub dimas kembali memeluk Dista dari belakang ,membuat Dista lagi-lagi meremeng di buatnya .
Karana tak tahan ,tangan Dimas kini sampai dimana kedua gundukan itu berada ,karna sedari tadi yang sudah membuat dirinya panas dingin hingga tangan pun repleks menyentuh benda itu ,
bahkan Dimas memainkannya begitu sangat lembut dan hal itu berhasil membuat satu ******* lolos dari mulut Dista ,yang dimana itu pun membuat Dimas bertambah panas .
Dimas membalikan tubuh Dista dan mencium bibir mungil istrinya itu dengan lembut ,Dimas mencium Dista dengan tangan yang bermain pada gunung kembar itu ,seketika Dimas berhenti dari permainan nya .
"Aku tidak mungkin melakukannya di sini "
"Sekarang kita mandi ya " ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Dimas membantu menggosok tubuh Dista , mereka mandi selama hampir satu jam ,Dimas mengambil handuk kimono untuk di pakaikan ke tubuh istrinya ,kemudian Dimas menggendong Dista ke luar kamar mandi .
Dimas menurunkan Dista di ranjang dengan pelan , kemudian pria itu menindih istrinya ,Dimas Kembali mencium bibir menggoda Dista dengan lembut ,membuat Dista membalas dan terbuai oleh perbuatan suaminya , puas bermain di bibir ,Dimas pindah ke leher jenjang Dista ,lalu Kembali mencium bibir istrinya itu ,Dimas melepaskan ciumannya dan menatap kedua manik mata Dista .
"Dista !! aku menginginkannya ,bolehkah aku melakukannya ." ucap Dimas .
Dista melihat kabut gairah di mata pria itu ,dan dimana membuat Dista mengangguk kecil .
"Lakukanlah ,sekarang kak Dimas sudah menjadi suamiku ,dan semua ini ,tubuh ini sudah menjadi milikmu ," ucap Dista membuat Dimas tersenyum senang dan mencium kening Dista begitu lama,
Dimas membuka kimono nya dan membuka kimono Dista ,dan kini kedua nya benar-benar sudah polos ,Dimas lagi-lagi di buat panas dingin saat melihat pemandangan indah itu ,ini yang kedua kalinya dia menyentuh tubuh Dista dengan kesadaran penuh .
Dimas mencium tubuh istrinya dengan puas dengan yang ada di tubuh Dista ,setelah puas bermain Dimas menatap istrinya dengan meminta ijin untuk segera melakukannya dan Dista pun hanya mengangguk kan kepalnya .
Tak lama pun , Dista meringis sebentar dan menahan rasa sakit ,tapi tidak di saat waktu pertama yang dia rasakan begitu sakit ..
"Honey !! apa sakit ." tanya Dimas memberhentikan aksinya .
"Tidak kak ?! cuman sedikit , karna sakitku sudah kau dapatkan di waktu malam itu .." jawab Dista .
__ADS_1
Dimas hanya tersenyum ,dan dis mencium bibir Dista kembali untuk menenangkan rasa sakitnya ,setelah di rasa tenang ,Dimas melakukan aksinya kembali , bahkan hampir dua jam mereka memadu kasih yang membuat Dista kelelahan.
Setelah sampai puncaknya Dimas ambruk di samping Dista dan dia langsung memeluk istrinya itu dalam dekapannya ,Dimas berharap yang ia tanam di rahim istrinya akan membuahkan hasil dan segera menjadi buah cinta mereka .