Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Gadis merepotkan .


__ADS_3

Ana mengikuti Erland dari belakang ,ana tidak bisa mengejar Erland yang begitu langkah nya sangat cepat ,


"Kenapa dia cepat sekali sih ."


"Erland tunggu ,kau mau kemana ." ucap ana yang tengah memegang tangan nya Erland .


Erland membalikan badan nya ke hadapan gadis yang tengah memegang tangan nya itu .


"Erland kau mau kemana ,kau sudah janji padaku untuk datang di perjamuan keluarga anggara sekaligus pesta ulang tahun Vika , kamu mau datang kan ." ucap ana dengan penuh harap.


"Jika Erland tidak datang , maka tuhan akan tahu gimana perlakuan bibi Sintia dan juga Vika terhadap ku ."


Erland menatap ana dan tersenyum jahil ,kini dia menghadap ana yang tengah berada di depan nya dengan mengangkat dagu ana.


"Baiklah ,aku akan pergi jika kau ikut pergi dengan ku Anatasya." ucap Erland dengan suara menggoda .


Ana yang melihat Erland dengan tidak sopan membuat nya marah dan mendorong Erland dengan kuat .


"Erland apa yang kau lakukan ,tolong kondisikan tangan mu itu ,kau keterlaluan padaku , kalau kau tidak ingin datang ke keluarga Pratama ,ya tak perlu datang ,gak perlu menggoda ku dengan cara kotor ." ucap ana dengan amarah nya


"Ingat !, aku tak butuh pergi dan datang ke keluarga Pratama dengan mu ,aku akan pergi dengan suami ku jika keadaan dia dengan baik ," ucap nya lagi .


"Ingin pergi bersama kakak ipar sendiri , apa-apaan itu,? lupakan lah ana dengan undangan Vika itu ,aku tidak perduli apapun yang akan mereka lakukan pada ku ."


Erland tidak menghiraukan perkataan ana ,dia mencengkram tangan ana dan membawa nya ke arah jalan luar .


"Jangan menggangu kakak ku ,keadaan kakak ku tidak baik ,apa kau bodoh ,? kau akan menunggu kakak ku membaik di hari ulang tahun putri bibi mu itu sampai kapan." ucap Erland yang tengah menyeret ana keluar .


"Erland apa yang akan kau lakukan ,lepaskan tangan ku ,ini sangat sakit ."


"Sebenarnya aku tidak ingin datang ke pesta itu ,cukup dia yang datang juga mereka akan senang ,toh jika pun aku yang datang ,mereka tidak akan perduli padaku ."


Erland tidak mendengarkan rintihan ana ,dia terus membawa ana dan mencengkram tangan nya dengan kuat , setelah Erland memasukan ana ke dalam mobil , dia tidak perduli gadis yang tengah bersama nya itu teriak sekencang apapun tidak akan mendengar kan nya .


"Erland kenapa kau menyeret ku ,aku tidak ingin datang ,buka pintu mobil ini aku ingin kembali ," ucap ana dengan amarah nya ..


Erland masih saja tidak mendengarkan perkataan ana ,dia menyalakan mobil nya untuk segera berjalan ,dengan menahan amarah nya Erland membawa mobil nya dengan sangat cepat ,hingga membuat ana serasa ingin muntah ..


"E_erland ,pelan kan mobil mu ,a_aku serasa ingin muntah ."


Tapi pria yang ada di samping nya itu tidak menghiraukan teriakan ana ,dia masih saja membawa mobil nya dengan begitu cepat .

__ADS_1


"Lupakan lah ana ? percuma kau berteriak di samping pria brengsek ini , bahkan aku tidak perduli dengan kondisi membawa mobil nya ini , jika pun akhirnya celaka ,mungkin aku akan mati bersama nya ."


Di saat ana memejamkan mata nya ,Erland berhenti di mall milik keluarga Anggara , pandangan nya beralih ke ana dan melihat pakaian yang ana pakai , Erland berniat membawa ana untuk berganti pakaian nya dulu sebelum datang ke pesta Vika ,Ana terheran-heran kenapa mobil nya tiba-tiba berhenti , dia melihat ke arah luar dan celingak celinguk, kenapa Erland tidak pergi ke pesta nya Vika melainkan berhenti di mall ..


"Turun ." ucap nya dingin.


Ana hanya bisa melihat pria itu tanpa menjawab nya , dia bingung apa yang akan di lakukan nya lagi oleh pria itu ,ana takut Erland akan menyuruh nya turun di tengah jalan ,dan meninggal kan nya ..


"Anatasya apa kau tidak dengar aku bilang apa ." ucap Erland dengan menahan amarah nya .


"Ta_tapi ,Erland ..


Erland tidak menjawab ana ,kini dia turun ke arah pintu mobil yang di samping ana ,tanpa pikir panjang Erland membuka sabuk pengaman ana dan menyeret ana untuk segera turun tanpa berbicara .


"Apaan pria sialan ini ,kenapa menyeret ku dengan kuat begini ,dan kenapa dia membawa ku kesini ,apa yang akan dia lakukan itu ."


"Erland kenapa kau membawa ku kesini ,bukan nya kau mau ke pesta ulang tahun Vika ,Kenapa kau menyeret ku sini ."


Lagi-lagi Erland tidak mendengar kan rintihan ana, kini ana di bawa ke dalam dan menyeret nya ke pelayan yang tengah menundukan kepala nya tanda hormat.


"Bawa gadis ini untuk memilih gaun yang cocok dengan tubuh kecil nya itu ,ingat jangan lama-lama, aku tidak ingin menunggu waktu yang tidak penting ini ,cepat lakukan dan dandani dia secantik mungkin." ucap Erland dengan menahan amarah nya


Erland masih kesal dengan gadis yang menjadi istri nya itu , dia begitu kesal dengan ucapan ana yang akan pergi dengan Dimas .


Tak butuh waktu lama ,kini ana sudah selesai dan di gandeng oleh kedua pelayan yang ada di mall itu ,dan menghadap Erland yang tengah duduk di kursi dengan menundukan wajah nya karna bermain ponsel.


"Tuan ,sudah selesai ." ucap salah satu pelayan itu .


Erland yang tengah serius dengan ponsel nya pun mendongkakan kepalanya ,dia begitu terkejut melihat ana begitu cantik dengan gaun yang berwarna biru muda ,senada dengan heels yang di pakai nya ,dengan make up yang natural memperlihatkan kecantikan gadis itu dengan sempurna , Erland yang tengah memandangi ana ,di kaget kan dengan suara ana .


"E_erland, a_aku tidak bisa memakai heels yang terlalu tinggi ini ,aku takut keseleo ." ucap ana yang tengah menahan kaki nya agar tidak ambruk.


Erland tidak mendengar kan perkataan ana ,dia berdiri dan mengulurkan tangan nya ke hadapan ana .


"Kau tak perlu takut, pegang tangan ku ." ucap Erland yang tengah memandangi ana .


"Serasa mau dansa saja, tidak !? ana ini bukan mimpi kan ,kau seperti akan kencan dengan adik ipar mu sendiri ."


"Anatasya ,apa kau bodoh ? aku mengulurkan tangan ku ,tapi kau malah mencubit pipi mu sendiri ,aku tidak menyuruh mu melakukan itu , ayo jalan ." ucap Erland yang langsung menarik tangan ana .


"Erland jangan keras-keras ,aku kesakitan ,tolong pelan kan jalan mu itu ,kaki ku bisa lecet Karana heels ini ."

__ADS_1


Erland tidak menggubris perkataan ana kini dia memaksa ana untuk masuk ke dalam mobil, waktu diri nya habis Karna gadis yang bersama nya itu .


"*Gadis merepotkan ."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


Tak butuh waktu lama di perjalanan , Erland yang tengah membawa mobil nya cepat dan sampai di kediaman Pratama, Erland turun dengan di ikuti ana ,para tamu undangan heboh dan melihat mobil Lamborghini terparkir di area halaman rumah Pratama, para wanita terkejut di saat melihat pria tampan yang tengah berjalan dan menghampiri ana ,ter lebih nya lagi para pria yang tengah hadir di pesta itu pun melihat ana tanpa mengedipkan mata nya , ana yang melihat Erland menghampiri nya bingung di tempat,


"Erland kenapa kau menghampiri ku ." ucap ana yang tengah melihat Erland .


"Ayo ,pegang tangan ku ." ucap Erland yang tengah mengulurkan tangan nya .


"Tidak ,kamu duluan saja ? aku bisa jalan sendiri kau tak perlu khawatir ,aku bisa kok ." ucap ana yang tengah menolak .


"Anatasya ,aku bilang pegang tangan ku ." ucap Erland dengan menahan amarah nya


Di saat ana akan mengulurkan tangan nya Erland , tiba-tiba Vika datang dan menghampiri ana dan juga Erland .


"Tuan Erland ,kau akhirnya datang ." ucap Vika yang tengah menghampiri nya ,


"Ana kau juga datang ,mana suami mu ? apa kau bersama suami mu yang ca..


"Ahh aku kesini hanya dengan Erland Vika ,suami ku di rumah dan menitipkan salam untuk paman Erik ." ucap ana yang tengah memotong perkataan Vika .


Vika melihat penampilan ana dari bawah hingga atas , dia mengerutkan kening nya dan menatap ana dengan sinis .


"Cih ,sekarang dia sudah menjadi nyonya Anggara ,lihat betapa beruntung nya dia dengan memakai gaun branded."


Vika tidak menghiraukan perkataan ana , dia maju melangkah ke samping Erland ,dan tanpa tahu malu nya dia memegang tangan Erland dan membawa nya masuk ke dalam dan meninggal kan ana.


Erik terkejut melihat Erland sang adik dari Dimas Anggara datang ke pesta ulang tahun Vika ,kini dia berjalan dan menghampiri Erland .


"Tuan Erland ,selamat datang dan selamat malam ,sungguh kehormatan kami anda datang ke pesta anak saya , saya tidak tahu jika anda yang akan datang ,pasal nya anda seorang pria sibuk , saya hanya bilang ke Roy tangan kanan anda untuk menghadiri pesta bersama ana." ucap Erik menyapa Erland ..


"Ya selamat malam juga tuan Erik ,saya datang hanya untuk menghargai undangan dari istri anda saja tidak lebih ." ucap Erland dengan tampang dingin.


Erik yang melihat ekspresi Erland hanya melihat nya terasa canggung dia mempersilahkan Erland untuk masuk dan melihat ana yang masih mematung di ambang pintu , di saat Erik akan menghampiri nya tiba-tiba jenika menghampiri ana.


"Ana ayo masuk ,kenapa diam berdiri di sini , ,akh? ana semenjak kapan kau berdandan secantik ini ,lihat lah kau seperti bukan ana ." ucap jenika berbisik .


"Jen ,aku ? aku tak

__ADS_1


Jenika melihat ekspresi ana yang tengah melihat heel yang di pakai nya ,kini jenika paham apa yang di maksud ana, jenika tersenyum dan menggantikan sepatu hak nya dengan yang lima senti ,ana yang tahu apa yang di lakukan Jen dia menggantikan heel itu dengan sepatu berwarna biru muda yang tengah di pakai Jen .


__ADS_2