
Pagi pun telah tiba ...
Ana bangun membuka mata nya perlahan ,dia merasakan perut nya terasa berat ,dan ternyata yang dia lihat tangan Erland yang tengah memeluk nya , ana tidak sadar bahwa dirinya tidak memakai sehelai benang pun ,di saat dia membuka selimut itu dia begitu terkejut bangun-bangun sudah telanjang ,kini dirinya melihat ke arah Erland yang masih tertidur .
Ana memperhatikan wajah tampan suami nya itu dari alis ke mata ,hidung hingga bibir nya , ana menyentuh bibir suami nya itu ,dia mengingat dimana Erland selalu menyerang nya .
"Bibir ini awal dimana kau menyentuh ciuman pertama ku ,pria brengsek ku ."
Kini ana bangun dari tidur nya dan mencari baju nya untuk di pakai ,ana tidak percaya dengan pria yang berstatus suami nya itu.
"Aku bahkan tidur pun tidak merasakan dia menelanjangi ku ,?! ah gegara makan seblak aku terlalu kekenyangan dan tidur pulas ."
Ana memakai piyama nya setelah itu dia mengikat rambut nya ,dan berjalan ke arah pintu untuk ke luar , ana melangkah ke arah lift untuk pergi ke bawah , sesampai nya di bawah ana melangkah ke arah dapur , dia berniat membuat nasi goreng dengan permintaan suami nya itu untuk biasakan membuat nasi goreng untuk sarapan nya .
Kini ana berkutat di dapur pagi-pagi untuk membuat nasi goreng ,lima belas menit berkutat di dapur ana kini telah selesai membuat nasi goreng itu dan membawa nya ke arah meja makan ,di saat ana melangkah kembali ke dapur dia di kaget kan dengan suara wanita paruh baya .
"Cucu menantu ?! kau pagi-pagi sekali sudah menyiapkan sarapan sayang ,apa kau baik-baik saja ." ucap omah memberhentikan langkah ana .
"Aku baik-baik aja omah ,sekarang tidak terlalu mual kok ,?! omah .. maafkan aku semalam sempat tidak makan malam karna dapur nya di pakai memasak seblak dengan lebih satu jam ,hingga omah tidak makan malam ." ucap ana dengan merasa bersalah nya .
"Kata siapa omah tidak makan malam ,omah makan kok,?! semalam omah sengaja memanggil para pelayan untuk pindah masak ke tempat dapur lain , hihihi ... omah membiarkan dapur itu menjadi dunia nya milik anak muda dua itu ." ucap omah dengan tawa kecil nya .
"Dapur lain ,?! anak muda dua ." gumam ana tidak mengerti .
"Omah memang di sini ada dapur lain ," ucap ana yang kini tengah menuangkan air minum .
"Ada sayang ?! dapur khusus untuk memasak jika ada acara besar ." ucap nya dengan tersenyum .
"Dimana ,?! aku bahkan tidak tahu itu " ucap ana dengan penasaran .
"Nanti juga kau akan tahu ," ucap nya yang kini melangkah ke arah ruang tamu .
Ana melihat wanita paruh baya itu berjalan ke arah ruang tamu, ,dalam pandangan nya seperti memikirkan sesuatu ,dan senyuman nya memberikan senyuman terpaksa .
"Ada apa dengan omah, apa terjadi sesuatu"
Kini ana melangkah ke arah lift untuk kembali ke atas ,sesampai di atas ana melangkah ke arah pintu kamar nya untuk membangunkan suami nya .
"Mas bangun ,ini sudah jam enam pagi ?!
"Hemmmm ...."
"Kau akan pergi ke kantor jika tidak secepat nya bangun kau akan terlambat ." ucap ana yang kini memegang tangan kekar suami nya .
"Sebentar lagi sayang ." ucap Erland dengan suara serak nya .
"Nanti kau akan Tel...
"Aku bos nya ,berangkat jam berapa pun terserah aku ." ucap nya yang kini tengah menarik tangan ana hingga ke pelukan Erland .
"Mas .. lepaskan aku ,aku mau mandi .."ucap ana yang kini akan menghindari dari tubuh Erland .
"Dan ya ...ya.. kau memang kaisar nya ,"
Erland bangun dari tidur nya ,dan langsung membopong ana melangkah ke kamar mandi , ana tidak terkejut lagi dengan apa yang di lakukan suami nya itu .
__ADS_1
"Mandi bareng ," bisik Erland yang kini tengah berada di kamar mandi .
Ana merinding dengan bisikan Erland di telinga nya ,ana pasti sudah tahu dengan suara pria yang tengah membuka baju nya itu ,dalam pikiran nya pria itu ujung-ujungnya pasti mengobrak Abrik tubuh nya , dengan perlakuan Erland pada nya dia sudah menjadi hal biasa menerima nya , dua puluh menit berlalu olahraga pagi panas mereka pun tengah selesai dan melanjutkan mandi nya .
******
Sementara di sisi lain Bryan yang kini tengah bersiap melangkah kan kaki nya untuk ke luar .
"Kalau tahu aku akan bermalam disini aku siapkan pakaian kantor dari kemarin ,aku harus segera pergi ." ucap nya yang kini tengah melangkah .
Kini dirinya melangkah cepat ke arah ruang kerja Erland untuk mengambil berkas yang harus ia bawa ke kantor, di saat dia melangkah dia berpasan dengan Nabila yang baru keluar dari kamar nya, tapi Bryan dia menghiraukan nya dan lewat begitu saja , Nabila yang tadi nya akan bicara mengenai switer pria itu dia urungkan Karana langkah pria itu cepat .
"Biar aku bawa saja dan mencuci nya ,habis itu aku akan memberikan nya pada ana untuk memberikan pada nya ."
Di saat Nabila akan melangkah ,wanita paruh baya memanggil nya dengan tersenyum .
"Selamat pagi gadis manis " ucap omah menyapa Nabila .
"Pagi omah cantik ." jawab Nabila dengan tersenyum .
"Kau mau kemana sudah siap ," ucap nya dengan melihat penampilan Nabila .
"Omah aku harus segera pergi ,karna hari ini aku harus kerja ,waktu nya cepat siang dan kaya nya aku gak pamit dulu sama ana ,?! omah tolong sampaikan sama ana terima kasih udah meminjamkan baju nya ,dan maafin bila ya, bila merintah omah ." ucap Nabila tersenyum kikuk .
"Jangan terburu-buru ,sarapan dulu bersama kami ,kau kerja kan harus sarapan dulu terlebih dahulu , " ucap nya menahan tangan Nabila .
"Nanti aku akan makan di tempat kerja omah ,makasih omah Atas perhatian nya , dadah omah , kapan-kapan aku main lagi .." ucap Nabila berlari segera keluar
"Nabila kau di antar kan Sama supir keluarga Anggara ya ." teriak wanita paruh baya itu .
"Apa aku begitu tidak sopan nya pergi begitu saja ,bahkan omah begitu baik padaku ."
Nabila kini melanjutkan jalan nya dengan berlari menuju pintu gerbang itu ,dia keluar dan berjalan sembari menunggu taxi untuk ia tumpangi ,sepuluh menit berlalu Nabila belum juga mendapatkan taksi ,dia mau pesan driver online pun ponsel nya di tinggal di rumah .
"Gimana ini. ... aku sudah telat ?! gimana jika aku di pecat ..." gumam Nabila melihat ke kanan kiri .
Nabila melihat ke kiri kanan untuk menyebrang ,di saat dia akan menyebrang mobil yang merasa dia kenal tengah melaju kencang ke arah nya ,kini nabila mengurungkan niat nya untuk menyebrang ,Mobil itu pun berhenti tepat dimana Nabila akan menyebrang, Nabila tahu mobil itu mobil nya Bryan .
"Masuklah ..." ucap Bryan yang tengah membuka kaca mobil .
Nabila tidak menghiraukan kan perkataan pria itu ,kini dia melihat ke kanan kiri untuk melanjutkan nyebrang nya .
"Aku tidak ingin berhadapan lagi dengan pria plizzer itu , jika aku berhadapan lagi dengan nya ,jantung ku tiba-tiba suka bergetar mendadak ."
Bryan melihat gadis yang menyebrang itu dengan berdecak kesal ,di saat dia melihat ke arah kaca spion ,dia melihat motor yang melaju kencang ke arah Nabila ,Bryan yang melihat nya pun langsung turun dari mobil dan menarik tangan Nabila .
"Aaaaaaaaa"
"Kau bodoh , lihat kanan kiri itu jangan hanya akan nyebrang saja ,tapi di pertengahan jalan nya juga lihat keadaan ." ucap Bryan dengan menyeret tangan Nabila ke mobil nya .
"Hey lepaskan aku ,jangan menarik tangan ku , aduh sakit ." pekik ana dengan memberontak dari tangan Bryan .
"Masuk !! dan jangan keras kepala ." ucap Bryan dengan membanting pintu mobil nya .
Bryan lagi-lagi berdecak kesal ,hari yang seharusnya kini dia di kantor malah terjebak oleh gadis ceroboh itu .
__ADS_1
"jika bukan karna omah yang memaksa aku untuk mengejar dia ,aku akan tinggalkan gadis ceroboh ini di tengah jalan . sial ."
Bryan mengingat perkataan wanita paruh baya itu di saat dia akan pergi di mansion , Bryan selalu menuruti apa yang di katakan wanita paruh baya itu ,dia sudah menganggap wanita paruh baya itu adalah nenek nya begitu pula dengan wanita paruh baya itu yang sudah menganggap Bryan cucu nya sendiri , kini Bryan melihat ke arah gadis yang duduk di samping nya itu dengan dingin .
"Gadis merepotkan ."
Bryan membawa mobil nya dengan sangat kencang yang membuat Nabila berteriak di dalam mobil itu ,Bryan tidak memperdulikan teriakan gadis di samping nya itu .
"Tu_tuan .. saya mohon pelan kan mobil mu " ucap Nabila yang kini terasa pusing .
Lagi-lagi Bryan tidak menghiraukan perkataan gadis bodoh itu dia semakin mempercepat membawa mobil dengan ekspresi dingin nya ,nabila yang kini meremas ujung baju nya menahan amarah nya sedari tadi .
"Pria gilaaaaa......."
Nabila hanya bisa memejamkan matanya ,dengan tangan meremas ujung baju nya ,mobil tiba-tiba berhenti yang membuat Nabila hampir terbentur ,yang membuat nya terkejut lagi ,pria itu membawa Nabila pulang .
"H_hey .... aku mau ke resto bukan pulang ." ucap Nabila dengan menahan amarah nya .
"Turun !! sudah beruntung kau masih sudah di antar " ucap Bryan tanpa melihat ke arah Nabila .
"Tapi aku ma....
"Aku sudah menghubungi manajer restoran itu untuk cuti mu ,?! turun dan jangan banyak bicara ." ucap Bryan dengan menahan amarah nya .
"Apa !? hey .. kau pikir kau siapa seenak nya Saja meminta cuti untukku pada manaje... Aaaaa jangan mendekat ... apa yang akan kau lakuk..
"Kenapa tingkat mesum mu tinggi sekali .?! Turun ..?! jika kau masih tidak turun dan berteriak aku akan menendang mu ." ucap Bryan yang kini membuka pintu mobil .
"Ya turun, turun ajah ,?! gak perlu membuka mobil dengan sedekat itu dengan ku ." ucap Nabila dengan amarah nya .
"Jika aku keluar dan membuka kan pintu untuk mu ,itu akan membuang-buang waktu ku hanya untuk gadis ceroboh seperti mu ,?! sekarang ,cepat keluar ." ucap Bryan tanpa melihat ke arah Nabila .
Nabila turun dari mobil itu dengan membanting pintu mobil dengan keras dan menendang mobil itu dengan amarah nya ,
"Dasar plizzer ." ucap Sahara dengan amarah nya .
Bryan pun pergi membawa mobil nya dengan sangat kencang , hari-hari yang dia lewati membuat nya naik pitam ,Bryan tidak menyadari sepanjang perjalanan dimana dirinya mengantarkan Nabila .,ada yang mengikuti nya.
setelah lolos mobil nya Bryan ke jalan raya ,orang tersebut masuk ke arah dimana dia melihat rumah yang di tempati Nabila .
"Kurang ajar !! siapa lagi wanita yang bersama Bryan itu ." ucap Sahara yang membanting setir nya
"Gadis kecil .?! jika nanti aku melihat mu dengan Bryan lagi ,aku akan memberikan perhitungan dengan mu ."
"Sahara ..?! ini bukan waktu nya kau membuat masalah dengan Bryan ,aku sudah janji tidak akan mengganggu nya lagi ,akhhhh sialan ?! kenapa di saat dirinya bersama wanita lain aku benar-benar tidak bisa menerima nya ."
Sahara berlalu pergi setelah dia melihat Nabila sudah masuk kedalam rumah nya ,dengan perasaan yang marah dia tidak bisa melupakan kejadian tadi dimana dirinya melihat Bryan menarik tangan Nabila untuk masuk ke dalam mobil nya .
"Bryan ,?! apa sedikitpun kau tidak pernah melihat ku ,?! , bahkan aku sempat menggoda mu dengan cara ku ,tapi kau tidak tertarik sedikitpun padaku ..akhhhhhhh....dan dimana aku membunuh adikku sendiri ,tapi tetap saja kau tidak bisa aku dapatkan .
"Tidak Sahara .... misimu sekarang hanya menunggu Dimas kembali dan mendapatkan apa yang kau inginkan ." gumam nya dengan menghela napas nya panjang .
Kini Sahara tengah sampai dimana dia kini berada di mansion ,dia turun dari mobil nya dan melangkah dengan masih mengingat Bryan dan juga Nabila , langkah dia terhenti saat melihat wanita paruh baya bersama ana tengah tertawa di taman .
"Nenek tua itu ,dan juga ana ... aku harus menyingkirkan mereka .. jika memang benar apa yang di katakan Harry ,bahwa Dimas akan menyerahkan stengah harta nya pada anak yang di kandung ana ."
__ADS_1
Ana yang melihat Sahara tengah melihat nya tersenyum ,tapi tidak dengan Sahara dia menatap kedua wanita yang tengah di taman itu menatap nya dengan penuh kebencian , awal nya Sahara tidak begitu memperdulikan ana ,sahara yang awal nya hanya mengerjai ana hanya untuk membalas dengan apa yang Erland lakukan pada nya saja ,tapi setelah mendengar perkataan Harry dalam hidup nya ana adalah target musuh nya saat ini .