Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2. Bayi kembar .


__ADS_3

Dimas kini sampai di halaman mansion ,dengan cepat dia pun turun dan melangkah ke arah pintu masuk ,di saat beberapa langkah untuk melangkah ke arah kamar nya dia melihat Bi Ani yang baru keluar dari kamarnya .


"Gimana keadaan istriku " tanya Dimas .


"Nyonya belum mau makan tuan ." jawab bi Ani membungkukkan kepalanya .


"Bi Ani ,tolong telpon dokter Leon " ucap Dimas. ..


Bi Ani langsung menelpon dokter Leon ,sementara Dimas masuk ke dalam kamarnya dia melangkah ke arah ranjang dan melihat Dista tampak tidur.


Dimas duduk di sisi ranjang dan menggenggam tangan Dista ,Dista terbangun Karna Dimas menggenggam tangannya.


"Kak .. kok sudah pulang " tanya Dista heran .


"Eummm , apa masih mual sayang ." ucap Dimas membelai wajah istrinya.


Dista hanya menganggukkan kepalanya ,Dimas melihat makanan di atas nakas ,lalu dia mengambilnya dan melihat ke arah Dista. ..


"Kenapa tidak di makan ,biar aku suapi ya ." ucap Dimas ,tanpa menjawab Dista malah memanyunkan bibirnya dan jemberut .


"Aku gak mau makan kak , mulutku rasanya pahit ." ucap Dista bersikeras .


"Kamu harus makan ,?! apa kamu mau aku bawa kamu ke rumah sakit. " ucap Dimas .


"Tapi aku gak berse......


Tok ... tok.... tok ..


Belum sempat menjawab pertanyaan Dimas ,suara ketukan pintu di luar sana Dista memberhentikan jawabannya .


"Masuk .." ucap Dimas .


"Tuan ... dokter Leon sudah datang ." ucap bi Ani .


"Suruh masuk ke kamar ku" ucap Dimas


"Baik tuan "


Tak butuh waktu lama ,dokter Leon pun masuk ke kamarnya dan membungkukkan kepalanya dan menyapa Dimas .


"Selamat pagi tuan " ucap dokter Leon dengan di angguki Dimas .


"Istriku sakit ,coba kau periksa ?! aku khawatir dia sakit parah ." ucap Dimas .


Dokter Leon langsung memeriksa dada Dista dengan stetoskop ,tekanan darah dan denyut nadi Dista ,dokter Leon tersenyum dan melepaskan stetoskop itu .


"Nyonya Disa !! kapan anda terakhir menstruasi. " tanya dokter .


Dista terkejut saat pertanyaan dokter itu mengenai kapan terakhir menstruasi nya , dengan cepat Dista pun memberi tahunya pada dokter Leon ,Dimas yang mendengarkan itu hanya melihat saja tanpa mengerti ,dokter Leon tersenyum dan menuliskan beberapa resep obat .


"Istriku sakit apa ." tanya Dimas .


"Istri anda tidak sakit tuan ,anda tidak perlu khawatir ,?! dan ... selamat tuan istri Anda hamil ,dan untuk memastikannya lebih baik anda bawa ke dokter kandungan dan bisa memastikan kandungannya ,dan ini resep vitamin untuk nyonya " ucap dokter Leon ,dengan Kembali lagi memberikan selamat .


"H_hamil ..." ucap Dista .


"Iya nyonya .. kemungkinan Anda hamil ,jika ada ingin lebih jelas lagi ,nanti anda bisa datang ke dokter kandungan ." ucap dokter Leon .


Dimas mematung , dia hampir tak percaya Dista hamil dan dia akan menjadi seorang ayah ,Dimas langsung mencium seluruh wajah Dista dan menggenggam tangannya dengan erat .


"Makasih sayang ... makasih ... " ucap Dimas tak henti-hentinya mencium wajah sang istri .


"Kak ... masih ada dokter ." ucap Dista .


Seketika Dimas berhenti dan melihat ke arah dokter Leon , bahkan dirinya benar-benar tidak sadar setelah apa yang di lakukannya itu barusan .


"Dokter !! kenapa istriku selalu mual dan pusing dok ." ucap Dimas .


"Itu biasa di awal kehamilan ,morning sickness dan sering di alami oleh ibu hamil ,dan akan berangsur baik dengan kandungan memasuki empat bulan, dan saya juga sudah meresepkan obat mual nya ." ucap Dokter .


"Sekali lagi terima kasih dokter ." ucap Dimas .


"Kalau gitu saya permisi tuan .' ucap dokter dengan di angguki Dimas.


Setelah kepergian dokter Leon ,Dimas langsung memeluk Dista dengan erat .


"Terima kasih sayang ,aku bahkan menunggu hari-hari bahagia ini ,terima kasih ,sebentar lagi kita akan menjadi orang tua ,dan ini adalah anugrah terbesar dalam hidup ku .. " ucap Dimas dengan memeluk Dista erat .


"Aku juga sangat bahagia ." jawab Dista .


Dimas melepaskan pelukannya dan menatap wajah pucat istrinya ,Dimas menangkup wajah Dista dengan mencium kening sang istri .


"Kita ke rumah sakit ya , untuk memeriksa kandungan ." ucap Dimas .


"Apa tidak besok saja kak ..." jawab Dista .

__ADS_1


"Aku penasaran ,dan aku ingin lihat perkembangan anak kita .. " ucap Dimas tak sabarnya .


Dista hanya mengangguk kan kepalanya dengan tersenyum , dengan cepat Dimas menggendong Dista membawa nya keluar , para pelayan yang tahu kehamilan nyonya nya itu bersyukur senang ,bi Ani yang mendengar kabar gembira ini langsung mengabari nyonya besar nya .


Ana yang mendengarnya pun ikut senang ,Bahkan ana berceloteh pada Kenzie sang putra ,bahwa sebentar lagi putra nya akan mempunyai kakak dan teman bermain , ana pun bersemangat untuk memberi tahu Nabila atas kehamilan Dista ,bukan hanya Nabila saja bahkan suaminya pun dia langsung memberi tahu nya saking senangnya mendengar kabar itu .


.


.


Kini Dimas dan Dista sampai di rumah sakit miliki keluarga Anggara ,Dimas menggendong Dista membawanya masuk ke area rumah sakit tersebut. .


Para perawat hanya bisa membungkukkan kepalanya saat tuannya datang ,Dista yang sedari tadi memberontak membuat Dimas tak menghiraukan kan nya ,Dista pun menyembunyikan kepalanya di dada bidang Dimas. .


Sesampainya di ruangan dokter kandungan, Dimas melihat banyak ibu-ibu antri di depan pintu dokter kandungan ,Dimas menurunkan Dista di kursi dengan pelan ,dia melihat perawat dan memberhentikan langkah nya .


"Sus!! bisa kah anda menyuruh yang lain undur antrian , aku ingin membawa istriku ke da...


"Kak .... " ucap Dista menggenggam tangan Dimas.


"Kenapa sayang, apa mual lagi , " tanya Dimas kuatir.


"Enggak !! kakak jangan menyuruh mereka untuk undur antrian ,mereka lebih awal datang dari aku , kita tunggu sesuai antrian ," ucap Dista ..


"Tapi sayang ...


"Kak .. jangan mentang-mentang rumah sakit punya keluarga Anggara , kita tunggu saja ya ." ucap dista .


Dimas pun menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Dista dengan menggenggam tangan istrinya dan mengusapnya lembut ,Akhirnya pun Dimas dan Dista menunggu antrian ,ada beberapa ibu hamil muda yang tengah menunggunya di sana, Dista pun melihat mereka ,ada yang perutnya sudah membesar dan ada pula yang masih seperti nya .


Setelah sekian menunggu ,akhirnya nama Dista di panggil oleh perawat .


"Nyonya Dista ." panggil perawat .


Dista pun masuk mengikuti perawat ke ruangan dokter dengan di ikuti Dimas .


"Siang dokter !! saya ingin memeriksa istri saya ,dia mengalami mual dan pusing ,tadi saya sudah memanggil dokter Leon dan memeriksanya ,dokter Leon bilang istri saya hamil ." ucap Dimas menjelaskan .


"Baik tuan !! saya akan memeriksa nyonya Dista ,mari nyonya ,nyonya berbaring di sana ," ucap dokter itu sembari menunjuk ke arah tempat berbaring pasien .


Perawat membantu Dista berbaring dan membuka baju yang di kenakan dista sedikit , dan mengoleskan gel ke permukaan perut Dista .


"Nyonya !! apa sudah periksa melalui tespack.


"Belum dok , Karna saya juga baru tahu tadi saat di periksa dokter Leon ." jawab Dista .


"Selamat nyonya !! anda memang benar-benar hamil , dan bayi yang di kandungan anda kemungkinan kembar ,dan bisa di lihat juga oleh tuan Dimas dengan jelas ." ucap sang dokter menunjuk ke arah monitor .


"Dan bayi anda masih Segede biji kacang hijau " ucap sang dokter lagi .


Dimas dan Dista melihat layar monitor dengan seksama ,Dimas begitu terharu dan menitikkan air matanya ,bahkan dia tidak menyangka kebahagiaanya yang dia rasakan saat ini mendapat kabar yang mengejutkan baginya , apalagi saat mendengar anak yang di kandung Dista adalah kembar .


Dimas sangat bahagia menyaksikan kedua anaknya tumbuh di dalam perut Dista ,sungguh benar-benar tidak bisa di bendungi dengan kebahagiaan nya saat ini dia menyaksikan calon bayi nya di sana , begitu juga dengan Dista ,rasa haru menyelimuti dirinya ,bahagia yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata .


"Nyonya !! menurut perhitungan saya dari perhitungan menstruasi Anda ,usia kandungan anda sekarang memasuki 6 Minggu ." ucap dokter menjelaskan .


"Dan tuan tidak perlu khawatir ,dan keadaan mual dan muntah itu hal biasa yang di rasakan ibu hamil ,dan itu biasanya terjadi di pagi hari. " jelas dokter .


"Dan mohon maaf tuan !! dan tolong kurang-kurangi masa percintaan nya dengan seminggu dua kali ,Karna di karnakan kehamilan nyonya Dista masih rentan , dan jika akan bercinta bisa melakukannya dengan pelan " ujar dokter .


Dista yang mendengar itu menahan malu ,tidak dengan Dimas ,pria itu menganggukkan kepalanya tanpa tidak merasa malu .


"Terima kasih dokter " ucap Dimas berjabat tangan dengan dokter Wiwi itu dengan di angguki nya .


Dimas dan Dista kini keluar dengan wajah sumringah ,Dista mengelus perutnya yang masih datar dengan tersenyum dan bergumam kecil .


"Sehat-sehat ya anak-anak mama ." ucap dista pada perutnya .


Dimas hanya tersenyum dan meraih tangan Dista dengan menggandengnya keluar menuju ke arah mobilnya, di perjalan pulang Dimas tak berhenti nya berterima kasih dan mencium tangan istrinya itu dengan perasaan senang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain .


Bryan yang kini melihat jam yang ada di tangan kekarnya sudah menunjukan pukul 8 malam ,dia malam ini pulang malam di karnakan lembur karna perintah Dimas ,bahkan dia juga sudah mengabari Nabila akan pulang telat .


Setelah menyelesaikan pekerjaannya ,Bryan pun berniat untuk pulang dan merapihkan meja kerjanya ,setelah itu dia melangkah ke luar dan meninggalkan kantor ,sebelum pulang dia mampir ke restorannya untuk mengambil makan malam nya yang sudah di siapkan oleh pelayan di restoran nya .


Tak butuh waktu lama ,Bryan pun sampai di restorannya ,dia pun tidak lama hanya mengobrol basa basi kepada manajer nya ,setelah itu dia pun dengan cepat kembali ke arah mobilnya untuk segera pulang .


Dengan jangka waktu 15 menit ,Bryan pun sampai di apartemen nya ,dia melangkah demi langkah ke arah pintu apartemen nya ,sesampainya di sana dia masuk dan membawa kantong makanan di tangannya .


Di saat dia melangkah beberapa langkah dia melihat Nabila yang tertidur di sofa ,dengan tersenyum tipis ,Bryan melangkah ke arah meja untuk menaruh kantong tersebut ,kini Bryan melangkah menghampiri Nabila dengan membenarkan selimut di tubuh istrinya itu .


Nabila yang merasakan ada gerakan ,menggeliatkan tubuhnya dan membuka kedua matanya, Bryan berjongkok melihat wajah cantik istrinya dengan tersenyum .

__ADS_1


"Apa kamu menungguku ,hemm ." tanya Bryan .


"Emm ... he.eum ." jawab Nabila dengan suara serak nya dan langsung bangun dari tidurnya.


"Maaf .. aku pulang telat ,hari ini aku lembur dan menggantikan pekerjaan Dimas ,karna nyonya Dista sakit di Karna kan hamil ,jadi Dimas menyuruhku lembur ." ucap Bryan .


"Iya gapapa aku ngerti kok ?! ... apa kamu laper !! eu ... aku sudah membuatkan mie goreng untuk mu di meja makan ,, tapi .... ee....


"Apa .hemm ...." jawab Bryan dengan mencubit hidung Nabila .


Bryan tidak menyangka Nabila benar-benar ingin melayani dirinya itu dengan baik, tidak bisa masak pun istrinya itu berusaha sebisa mungkin untuk melayani dirinya ,Bryan Melihat Nabila terdiam membuatnya heran .


"Sayang ,kenapa hemm ..."tanya Bryan lagi ..


"Euu .. ituu .. telor nya gosong ,aku .. aku dengan susah payah menggoreng telur itu dengan sembunyi-sembunyi ,karna aku takut telor itu meledak .. jadi...


"Sayang !! sudah ku bilang ?! jangan memaksakan diri untuk memasak ,hmmm ... aku juga akan mengerti dengan mu ,sudah ayo .. mana mi goreng nya aku ingin melihat karya istriku ini ," ucap Bryan


"Tapi itu hanya mi instan mas ... " ucap Nabila .


"Iya gapapa sayang !! aku akan melihatnya dan mencicipinya " jawab Bryan .


Nabila melihat kantong yang entah tahu isinya apa ,tapi dia mengenal kantong yang bertulisan di kantong tersebut ,kini dirinya melihat ke arah suaminya .


"Mas .. kamu membawa makanan di restoran mu ." ucap Nabila .


"Iya sayang , "ucap Bryan mengambil piring yang berisi mi goreng yang di siapkan Nabila .


Bryan sudah di duduk di kursi dan akan menyantap mie goreng itu ,di saat akan menyantapnya Nabila menahan tangan suaminya itu .


"Mas ... mandi dulu ... " ucap Nabila .


"Enggak sayang !! aku ingin menci...


"Enggak .. kamu mandi dulu ,setelah itu baru kita makan ." ucap Nabila .


"Emm .. baiklah ... aku mandi dulu ... kamu siapin dulu makan malam nya ya .." ucap Bryan mencium kening Nabila .


Nabila menganggukkan kepalanya dan menyiapkan makanan yang di bawa Bryan tadi ,Nabila menuangkan makanan itu ke dalam piring , dan tak butuh waktu lama , Nabila pun selesai menyiapkan nya .


Setelah itu Nabila melangkah ke arah kamarnya untuk menyiapkan baju tidur untuk suaminya itu ,setelah selesai Nabila mengambil jaz Bryan yang tergeletak di ranjang untuk menggantungnya .


Bryan keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya dan terlihatlah perut kotak-kotak nya ,dia melangkah ke arah Nabila yang tengah membelakangi nya .


"Sedang apa ,hemmm ." ucap Bryan memeluk nabila di belakang .


"Aku membalas pesan Dista mas ,dia besok ingin aku membawakan sambel terong ungu buatan ibu ."jawab Nabila .


"Pakaian mu sudah aku siapkan ,pakailah ,aku tunggu kamu di ruang makan ." ucap Nabila dengan di angguki Bryan.


Nabila melangkah keluar menunggu Bryan ,sembari menunggu Bryan Nabila menyiapkan air minum dengan menyiapkan nasi untuk dirinya dan suami .


Tak butuh waktu lama ,Bryan pun kini sudah berada di meja makan ,yang dia ambil hanya mie yang di buatkan oleh istrinya itu , Nabila tercengang kenapa Bryan memilih makan mie ketimbang makanan yang di bawa olehnya .


"Mas kenapa makan mie, ini makanan yang lain nya lebih enak ketimbang mie ...." ucap Nabila .


"Tadi kan aku sudah bilang !! mau mencicipi mie yang istriku buat , sekarang kamu makan aja makanan yang aku bawa ... ya .." ucap Bryan dengan sembari mengunyah .


Nabila menghela napasnya panjang ,Nabila mengerti bahwa pria itu menghargai yang di buat oleh dirinya ,Nabila pun kini makan dan menambahkan porsi makan nya ke arah piring Bryan ,dia tidak ingin pria itu hanya memakan mie saja .


Bryan tersenyum dan memakan makanan yang di beri oleh nabila ,meski perut nya sudah kenyang memakan mie ,tapi dia tetap memakannya .


Makan malam pun kini selesai , Nabila membereskan piring kotor ke dapur dan mencucinya ,dengan hanya mencuci piring Nabila biasa melakukannya ,Bryan melangkah menghampiri Nabila yang kini tengah mencuci piring .


Pria itu memeluk Nabila yang kini tengah memegang piring kotor ,Nabila begitu terkejut saat melihat tangan melingkar di perutnya .


"Mas !! aku lagi mencuci piring ." ucap Nabila .


Bukannya menghindar ,Bryan kini memegang tangan Nabila dan mencuci piring itu dengan bersamaan ,sesekali bryan menggoda nabila dengan mencium leher jenjang istrinya itu .


"M_mas jangan seperti ini , aku belum selesai ." ucap Nabila .


Lagi-lagi Bryan tidak menghiraukan Nabila ,dia melepaskan piring di tangan Nabila dan mencuci tangan istrinya itu ,Bryan membalikan tubuh Nabila dengan menahan pinggang Nabila ,Bryan menyatukan dahinya ke dahi Nabila dengan mata terpejam .


Perlahan Bryan membuka matanya ,dan mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya ,perlahan namun pasti ,ciuman itu pun berhasil ia mendapat bibir istrinya ,Bryan mencium bibir Nabila dengan lembut ,tak lama pun Bryan melepaskan ciumannya ,dengan cepat dia menggendong Nabila untuk membawanya ke kamar .


"Mas .. cucian belum selesai ." ucap Nabila .


Tapi Bryan tidak menghiraukan kan perkataan istrinya itu ,dia hanya tersenyum menyeringai dan menggendongnya ke kamar ,sesampainya ke kamar Bryan menidurkan Nabila dengan pelan ,Nabila berusaha bangkit dari tidurnya untuk kembali ke dapur ,tapi Bryan menahannya dengan membungkam bibir Nabila


"Sekarang aku sudah pulang ,dan akan meminta permintaan ku tadi pagi ,untuk mendapatkan semuanya dari mu ." ucap bryan dengan kembali mencium bibir Nabila .


.


.

__ADS_1


.#


__ADS_2