
Dua hari telah berlalu .
Dimas yang kini berada di ruang rapat dengan para staf sedang melakukan rapat ,Bryan yang tak sengaja melihat ke arah pintu melihat Dista di ambang pintu, Bryan melirik ke arah Dimas dan mencoba untuk memanggilnya dengan berdehem ...
Deheman yang di keluarkan Bryan membuat Dimas tak menghiraukan nya ,bahkan pria itu masih serius membahas ,tapi lagi-lagi Bryan berdehem ,tapi tetap saja Dimas tidak menghiraukan Bryan .
Dengan ketiga kalinya ,bryan menengkas kaki Dumas di bawah sana agar pria itu menatapnya ,dan benar saja Dimas pun langsung melihat ke arah Bryan ,Bryan pun mengisyaratkan Dimas untuk melihat ke arah pintu masuk ,dengan cepat Dimas melihatnya .
Dan betapa terkejutnya saat ini Dista berada di kantornya ,Dista tersenyum dan mengahmpiri dimana Dimas berada .
"Rapat hari ini selesai sa...
"Aaa.... kenapa di selesai kan kak ... " ucap Dista .
"Eu... sa_sayang .. kamu kenapa ada disini .hmm ..aku lagi rapat ?! Karana kamu ada di sini ,aku tunda dulu rapatnya ." ucap Dimas dengan nada kecil .
Dista tersenyum dan memperlihatkan giginya ke arah Dimas ,Dimas yang melihat istrinya tertawa kecil membuatnya heran ,para staf yang masih ada di ruangan itu ,hanya tersenyum ke arah istri CEO Anggara itu .
"Sayang !! kenapa gak bilang-bilang mau kesini , kamu kesini sama siapa ,hmm " tanya Dimas nada kecil .
"Kak .. kenapa mesti bisik-bisik sih ... " ucap Dista yang dimana membuat Dimas tersenyum kikuk ke arah para staf .
"Eu .. maaf, rapat kali ini kita tutup hari ini saja ,kalian boleh kembali ...
"Aaaaa ... tidak .... kalian tidak boleh kembali ." ucap Dista .
Dimas tercengang dan langsung melihat ke arah Dista ,Dimas takut istrinya akan membuat repot di kantor dan menyuruh orang-orang untuk melakukan hal keinginannya ,Dimas mengingat tempo hari ,istrinya itu menyuruh seseorang untuk berlari sepuluh putaran mengelilingi mansion besar nya itu .
"Eu... sayang !! kenapa ?! mereka juga kan mau kerja ,dan rapat pun selesai ,mereka harus kembali bekerja " ucap Dimas .
"Kak ... " rengek dista .
"Pokonya mereka gak boleh pergi .." ucap Dista lagi .
"Ya terus harus apa sayang ." ucap Dimas .
"Aku ingin melihat mereka goyang tiktok.." ucap Dista bergelayut di tangan Dimas .
Dimas Dann Bryan terkejut saat mendengar perkataan Dista ,bukan hanya mereka berdua yang terkejut ,para staf yang masih di dalam ruangan itu pun tercengang dan saling pandang .
"Sayang !! mereka tidak mungkin goyang tiktok , Disini ruang rapat ,dan mereka juga tidak mungkin melakukan hal itu di sini ." ucap Dimas .
Dimas menghela napasnya panjang ,semenjak Dista hamil , keanehan istri nya semakin meningkat ,dengan begitu diapun hanya mengikuti keinginan anak-anak nya itu .
"Eu .. apa kalian mau melakukannya ? istri saya sedang hamil ... eu ... i_itu ..ahh nanti saya akan tambah gaji bulanan kalian ." ucap Dimas .
Semua orang terdiam saat mendengarkan perkataan CEO yang baru saja mengatakan untuk menyuruh mereka agar bisa melakukan permintaan sang istri nya, Dista mengerucutkan bibirnya dan merajuk pada Dimas dengan merangkul tangannya .
"Kak ,mereka kaya gak mau ... padahal ini permintaan anak mu , kalau mereka gak mau ,biar kakak aja sama sekertaris mu ." ucap Dista melirik ke arah Bryan .
"Boo ....... nyonya !! saya tidak bisa bergoyang tiktok , biasanya yang di lakukan tiktok itu wanita ,, eu ... gimna ... gimana kalau Mikha sama pekerja wanita lain saja ." jawab Bryan .
"Ahh .. betul sayang !! gimana kalau permintaan mu itu Mikha Sama ..
"Oke ... tapi akan lebih double lagi ,,, kalian juga harus ikutan ." ucap Dista dengan senyuman manis nya .
Semua orang terkejut saat perkataan Dista yang memperlihatkan senyuman dan penuh harap itu ,Dimas sang suami menelan ludah nya dengan kasar dan tak percaya dengan apa yang di minta oleh istrinya itu .
"Sayang ...
"Masa kalian kalah sama penyanyi K-Pop ,seperti BTS ..ASTRO ,, Terus SUJU ... mereka juga bisa....
"Tapi sayang !! mereka kan penyanyi dan sudah berbakat seperti itu ,aku seumur hidup belum mencobanya ." ujar Dimas .
"Pokonya aku mau kalian melakukannya , " ucap Dista yang kini sudah akan mulai menangis .
Dimas yang melihat istrinya sudah berkaca-kaca mengisyaratkan pada para staf yang masih di ruang rapat itu , mereka hanya saling pandang dan langsung menganggukkan kepalanya , tidak dengan Bryan pria itu masih saja mematung dan tak percaya ,bahkan istri dari bos nya itu harus meminta dirinya pun bergoyang tiktok .
"Kenapa nyonya Dista ngidamnya lebih parah ketimbang nyonya ana , !! ohh tidakk ... sayangggg... jika kau nanti hamil kau jangan merepotkan ku yaa ...apalagi orang lain , tapi cukup aku yang kau repotkan ."
Bryan menghela napasnya dan akhirnya dia pun menganggukkan kepalanya , dia berpikir sebelum setuju , dalam pikirannya jangan sampai Nabila hamil seperti istri-istri sahabat nya itu yang ngidam aneh-aneh.
Pekerjaan kantor yang Meraka lakukan sekarang bukanlah kerja ,melainkan bergoyang tiktok permintaan istrinya CEO Anggara tersebut , Dimas menyuruh Bryan untuk memasang Tivi di area tempat lain untuk bergoyang tiktok itu untuk menyalakan video HwaSa penyanyi asal Korea itu yang berjudul Maria ,atas keinginan nyonya Anggara tersebut .
Sekian dari detik ke menit ,mereka melakukan hal konyol itu membuat Dimas menggerakkan badannya dengan kaku ,termasuk Bryan dia salah gerakan saja membuat Dista harus mengulangi lagi gerakannya ,beberapa orang dari karyawan suaminya itu ada yang lancar berjoget tiktok yang dimana membuat Dista bergirang .
Lama-kelamaan Bryan pun hampir bisa menggerakkan tubuhnya seperti penyanyi tersebut ,dengan antusias nya Dista memvideo mereka ke dalam tiktok ,setelah mendapatkan hasil yang bagus akhirnya Dista menyimpan video itu ..
"Laaaa....laaaa .. cukup ... aku sudah mendapatkannya ,hehe .." ucap Dista tersenyum .
Akhir dari gerakan nya pun membuat Dimas dan Bryan menghela napasnya panjang ,termasuk para staf tadi dan juga Mikha serta yang lainnya ,mereka akhirnya bernapas lega ,mereka berbalik dan berjalan ke arah kursi untuk beristirahat ,di saat melangkah satu langkah Dista mengeluarkan suaranya lagi .
"Sekarang !! kalian harus goyang lagu senorita ,tapi goyangan ini tidak begitu cepat kok ... sebisa kalian saja ,setelah itu kalian juga harus menari gerakan dari KPop black pink " celetuk Dista .
Dimas yang tengah meminum tersedak atas permintaan istrinya itu ,Bryan pun tak kalah kejutnya ,baru saja dia menghela napas lega ,tapi nyonya istri dari bosnya itu meminta permintaan konyol lagi .
"Sayang !! permintaan kamu tadi cuman satu loh ,hanya goyangan lagu dari HwaSa aja kan ." ujar Dimas .
__ADS_1
"Siapa bilang , kalian harus menari lagi dengan tiga lagu lagi ,, ?! tenang !! kalian akan dapat double gaji dari suamiku , ?! iya kan sayang. " ucap Dista enteng dengan memberikan wajah menggemaskan di hadapan Dimas ..
"E.....e.... i....iyaaa ... lanjut saja ." ucap Dimas terbata yang kini matanya melihat Dista.
Dimas mengusap wajahnya dengan kasar dan di penuhi keringat di keningnya , Dista melihat suaminya di penuhi keringat hanya tersenyum dan mengambil tisu untuk menghapus keringat di dahi suaminya ,Dimas hanya tersenyum tipis saat Dista mengelap keringat nya ,meski capek yang dia lakukan saat ini ,tapi dia melakukan itu untuk istri dan anaknya .
"Apa aku harus ikut bergoyang lagi sayang " ucap Dimas membelai pipi istrinya .
"Tentu !! kamu harus ikut bergoyang lagi ." jawab Dista .
Dimas mengelus perut Dista yang masih rata itu dengan bergumam di dalam hati .
"Anak-anak papa , jangan sampai nanti kamu di dalam perut mamamu ikutan bergoyang "
"Ya sudah !! apapun yang kamu minta akan aku lakukan " ucap Dimas dengan di beri senyuman oleh Dista .
Dimas melangkah dengan membuka jaz nya dan melonggarkan dasi di lehernya , dia menghampiri karyawan-karyawan yang sudah siap ,sementara Bryan ,pria itu sedang menyetel video tersebut ,dan dimana mereka akan melakukan tarian konyol permintaan ibu hamil itu .
.
.
Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 Dista sudah puas melihat-lihat ruangan kerja nya yang dia tinggalkan dua bulan lalu di Karna kan Dimas melarang nya untuk berhenti kerja .
Kini kakinya melangkah ke arah lift untuk menuju suaminya berada , semua karyawan yang berpasan dengannya langsung menundukkan kepalanya hormat .
Setelah tiba di lantai atas ,Dista melangkah ke ruang Dimas ,Dimas mendongkakan kepalanya saat suara pintu terbuka ,senyuman pun terbit di bibir pria tampan itu pada istrinya .
"Kak " panggil Dista yang kini melangkah ke arah suaminya.
"Apa sudah puas melihat-lihat ruangan mu dulu , hmm ,, tadi Kau di temani bodyguard kan ." ucap Dimas dengan di angguki dista .
"Kak ... lain kali aku gak perlu di kawal bodyguard lagi ya , aku gak mau ," ucap Dista .
"Itu untuk kebaikan kamu sayang !! aku trauma setelah kejadian penculikan mu waktu itu ." ucap Dimas .
Dista hanya menghela napasnya berat , setelah kejadian penculikan ,Dimas memerintahkan bodyguard Erland untuk menjaganya ,Dimas melihat sang istri hanya diam, membuatnya berdiri dari kursi dan menghampiri Dista .
"Kenapa " tanya Dimas .
"Gapapa kok .", jawab Dista tersenyum .
"Kalau gitu aku akan pulang sekarang ,dan menunggu mu di rumah ,Kakak kerjakan pekerjaanmu baik-baik di perusahaan ," ucap Dista .
"Hemm ... jika kau sampai rumah kabari aku ." ucap Dimas membelai wajah istrinya itu .
"Jika mual nya berasa lagi ,obatnya di minum ya ."ucap Dimas dengan di angguki dista .
"Ayo ?! aku temani ke bawah ." ucap Dimas menarik tangan Dista .
"Enggk kak, gak perlu khawatir ,di kantor mu tidak orang jahat , lagian bodyguard mu menunggu di lantai bawah ,dan tidak menunggu di parkiran ,kak Dimas tenang aja , kak Dimas langsung kerjakan pekerjaanmu Saja .", ucap dista .
"Hemm ... baiklah ...pergilah ,dan hati-hati " ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Dista melangkah pergi meninggalkan Dimas, di saat Dista melangkah beberapa langkah ,Dimas melangkah mengikuti dusta dan memeluknya dari belakang.
"Kak ..."
"Tiba-tiba perasaan ku tidak ingin kamu pergi meninggalkanku ,aku ingin kamu menemaniku bekerja ." ucap Dimas .
Dista tersenyum dan memegang lengan suaminya itu yang kini melingkar di perutnya .
"Jika aku menemani mu kerja ,itu akan sangat mengganggu mu , ?! kak , kamu adalah CEO Anggara ,pekerjaan sebanyak itu ,harus segera di laksanakan ,dan bekerjalah baik-baik ,setelah pulang kau bisa bertemu dengan ku kembali ." ucap Dista
Dimas menganggukkan kepalanya ,dan mencium pipi istrinya itu ,Dista terkejut saat Dimas mencium pipinya di dalam kantor .
"Kak nanti ada orang yang lihat " ucap Dista .
"Aku tidak perduli ,ini kantorku ?! hemm ... baiklah sekarang kamu pulang , dan hati-hati ,ingat untuk kabari aku jika sudah sampai ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Dista pun melangkah pergi dari ruangan kantor suaminya ,Dimas yang melihat kepergian istrinya menghela napas nya berat ,pekerjaannya banyak di Karna kan kedatangan istrinya untuk meminta permintaan konyol untuk bergoyang tiktok ,tapi hal itu membuat Dimas terhibur walau awalnya dia sedikit ragu untuk meminta bantuan dari karyawan-karyawan nya ,tapi tidak di sangka , karyawan-karyawan pun mau menuruti apa yang di inginkan istrinya itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dimas mengerjakan pekerjaan nya tepat pukul 8 malam ,saat ini dia benar-benar lembur karna pekerjaan yang tertunda ,tapi hal itu membuat dirinya tersenyum tipis dengan mengingat permintaan aneh istrinya itu .
Dengan cepat Dimas pun membereskan mejanya dan berdiri dari kursinya ,setelah itu dia keluar dan meninggalkan kantornya ,dan dia akan segara pulang menemui Dista di rumah .
Kini Dimas pun sampai di area parkiran dan langsung meninggalkan perusahaan nya ,di perjalanan dia melihat jam yang ada di tangan kekarnya ,dan kini beralih melihat ponselnya ,Dimas kembali pokus menyetir lagi dengan membawa mobil kecepatan sedang .
Dengan waktu 20 menit ,akhirnya dia sampai di halaman mansion ,dia turun dari mobil dan menenteng jaz di tangannya ,Dista yang mendengar suara deru mobil suaminya langsung membuka pintu masuk dan melihat suaminya itu .
Dimas tersenyum ke arah istrinya yang kini berjalan menghampirinya ,ke adaan malam cuaca nya sangat dingin ,dengan cepat Dimas menghampiri Dista dan merangkul pundaknya sembari memakaikan Jaz milik nya .
"Kenapa gak tunggu aku di dalam ,di luar dingin ,,ayo masuk ." ucap Dimas
Dista hanya cengengesan dan berjalan dengan di rangkul oleh suaminya itu ,Dista memberhentikan langkahnya di saat mereka berjalan .
__ADS_1
"Kak ... kakak mau makan dulu ?! apa mau mandi dulu ." ucap Dista .
"Aku mau mandi dulu , setelah itu makan." ucap Dimas .
"Hemm baiklah .?! aku akan menyiapkan air mandi hangat untukmu ...
"Jangan sayang !! aku tidak mengijinkan mu melakukan itu ,biar aku siapkan sendiri , kamu tunggu aku aja di ranjang ,setelah itu kita makan ," ucap Dimas .
Dista hanya menghela napas nya berat ,dan menganggukkan kepalanya ,Dista kini melangkah ke arah lemari dan menyiapkan baju untuk Dimas ,sementara Dimas dia melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri .
Dista kini melangkah ke arah luar dan menuju ke arah dapur ,di saat dia melangkah ke dapur ,dia melihat Bi Ani yang kini tengah di dapur menghangat kan sup jamur dan Ayam kecap kesukaan suaminya .
" bi Ani ... maaf ya ?! saya jadi merepotkan bi Ani .. " ucap Dista .
"Tidak apa nyonya ,ini sudah kewajiban saya " jawab bi Ani .
"Ya enggak dong Bi ... ini kewajiban ku menyiapkan untuk suami ," ucap Dista cengengesan .
Bi Ani hanya tersenyum tipis ,kini keduanya menyiapkan makan malam untuk Dimas ,dan membawa lauk pauknya ke arah meja makan .
Dimas melangkah ke arah meja makan dimana dirinya melihat istri dan bi Ani tengah menyiapkan makan malam untuknya .
"Sayang !! biarkan bi Ani yang melakukannya ." ucap Dimas ..
"Enggak kak ,,, lagian ini gak berat-berat kok ,cuman hanya nyiapin untuk suami , udah yah ... kakak jangan membantahku ,sekarang Kakak makan " ucap dista.
Dimas hanya menghela napasnya panjang ,dengan kondisi Dista hamil ,dia memang selalu kalah jika sudah berbicara dengan istrinya itu , Dimas pun menarik kursi nya dan siap makan malam yang sudah di siapkan istrinya .
Dimas yang melihat dista makan sedikit memberhentikan makannya dan melihat ke arah Dista .
"Sayang !! kenapa makan sedikit , anak-anak kita harus sehat ,kalian bertiga harus makan banyak ." ucap Dimas .
"Aku sengaja kak makan sedikit ,jika makan banyak-banyak nanti makanannya ke luar lagi ,dan lagi aku kurang nafsu makan ,jadi aku memilih mengambil sedikit ." ucap Dista .
Dimas hanya diam dan tak menjawab istrinya itu ,memang semenjak hamil istrinya itu kurang pemasukan makanan ,tapi di sepertiga malam ibu hamil itu pasti merengek ingin minta di masakin mie instan, tapi tidak tahu malam ini apa yang akan di minta oleh istrinya itu ,tapi Dimas berharap istrinya itu tidak meminta apa-apa di sepertiga malam nanti .
Makan malam pun selesai ,kini Dimas menyuruh Dista jangan melakukan gerakan untuk membereskan meja makan ,biar para pelayan yang akan membereskannya ,kali ini Dista menurut saja apa kata suaminya itu .
Dimas melangkah ke arah dapur ,untuk membuat kan susu hamil untuk sang istri ,setelah itu dia membawa susu itu ke arah ruang tamu di mana dista berada .
"Jangan di minum dulu , biar agak dingin nanti minumnya ." ucap Dimas dengan di angguki Dista .
Dimas melangkah ke arah ruang kerjanya ,Dista yang melihat itupun hanya berdiri dan mengikuti suaminya tanpa berkata ,Dimas yang merasa ada yang mengikuti memberhentikan langkahnya dan melihat ke arah Dista .
"Kak ... aku akan menemani mu di ruang kerja ." ucap Dista manja ...
."Eummm ... terserah kamu ,, tapi nanti jika ngantuk tidur saja ya. " ucap Dimas mengelus kepalanya istrinya dengan sayang .
Dista hanya mengangguk kan kepalanya dan mengekori Dimas ke arah ruang kerja ,Dimas melangkah ke arah kursi kerjanya ,sementara Dista dia kini duduk di sofa dengan memainkan ponselnya .
10 menit di ruang kerja , Dista yang kini tengah menonton dracin sesekali menguap dan melihat ke arah suaminya yang masih sibuk kerja .
Dista yang tidak tahan dengan kantuknya langsung mematikan ponselnya dan meringkuk di sofa ,selang beberapa menit Dista pun tertidur lelap ,Dimas yang serius melakukan pekerjaan nya tidak sadar ,bahwa istrinya itu tertidur .
Dimas yang melihat istrinya tertidur langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Dista ,Dimas menggendong Dista dan membawanya ke kamar ,mungkin Karna tidur dengan terlelap Dista bahkan tidak terbangun sedikit pun .
Dimas sampai dimana kamar dan membaringkan istrinya dengan pelan ,setelah itu Dimas menyelimuti istrinya, Dimas mematikan lampu dan ikut berbaring di samping Dista dengan memeluk istrinya itu dengan erat , dan kini Dimas pun menyusul Dista ke alam mimpi .
.
.
Tepat pukul 2 dini, Dista kebangun dari tidurnya dan membuka kedua matanya ,rasa lapar di perutnya membuat dirinya tidak bisa tertahankan ,sebenarnya dia ingin memakan sesuatu saat ini ,tapi makanan hasil dari tangan Tania sahabat dari suaminya itu ,tapi saat ini dia tidak mungkin bisa menyuruh Tania untuk memasaknya ,di karnakan Tania kini tengah honeymoon bersama Steven .
Dista turun dari ranjang nya dengan perlahan agar suaminya tidak kebangun ,Dista melangkah dengan pelan ke arah pintu luar dan melangkah ke arah dapur .
Dista saat ini benar-benar laper ,sebenarnya makanan ada ,tapi mulut nya ingin memakan sesuatu yang aneh ,Dista melangkah mencari yang aneh-aneh untuk bisa di makannya ,kini Dista melihat dua bungkus bihun di atas kitchen ,dan Dista serasa ingin memakan bihun itu tapi dia bingung cara memasaknya seperti apa , tapi Dista tidak perduli dengan keinginannya itu ,dia berjinjit untuk mengambil bihun itu untuk dia masak .
Karna dia terlalu pendek ,dia tidak bisa meraih Bihun di atas itu ,tapi Dista terus saja meraih Bihun itu ,dan akhirnya Dista sudah berhasil mengambil bungkusan bihun itu ,tapi di saat sudah meraih nya bihun itu terpeleset dari tangannya ,Dista memejamkan matanya saat melihat bihun itu akan jatuh ,beruntung bihun itu di tahan oleh tangan seseorang, hingga bihun itu tidak mengenai kepala Dista .
"Kak .... ..
"Kenapa gak bangunin aku Adista , kamu bikin aku panik mencarimu ," ucap Dimas cemas
"Maaf !! aku gak mau bangunin kamu kak ..?! aku ... aku ..aku laper ." ucap Dista menunduk
"Ayo duduk dulu di meja makan ,biar aku memasak bihun ini , tunggu ya .." ucap dimas dengan di angguki dista .
"Kak .. tapi aku ingin ada kuahnya ." ucap Dista dengan di angguki Dimas .
Dimas dengan cepat berkutat dengan peralatan dapur , bahkan pria itu begitu lihai nya memasak dengan serius ,Dista melihat wajah tampan suaminya dari wajah khas bangun tidur .
"Dia sungguh suami perhatian "
Selang beberapa menit bihun yang di inginkan Dista pun akhirnya jadi dan Dimas pun membawanya ke meja makan tepat di depan istrinya ,dengan tidak sabarnya Dista pun langsung memakan bihun hasil masakan dari suaminya .
"Sayang !! pelan-pelan makannya " ucap Dimas dengan di angguki Dista .
__ADS_1
Dista memakan bihun itu pun tinggal setengah ,Dimas yang melihatnya pun hanya menelan ludahnya dengan kasar ,Dimas tidak mengerti dengan kehamilan istrinya itu yang penuh banyak perubahan dan meminta hal-hal aneh yang membuatnya tak percaya .