
"Erland cukup ,kau menakuti Vika dengan tatapan mu itu ., jangan begini ,? " ucap ana yang tengah menahan tangan Erland .
Ana melihat Vika yang menatap nya dengan penuh kebencian , Vika mengambil tas yang ada di kursi ,dan berlalu pergi .
"Permisi ." ucap Vika yang berlalu pergi .
Ana menundukan kepala nya ,dia berfikir tentang kejadian yang telah baru saja terjadi ,dia melihat Erland yang tengah melangkah ke arah kursi ,dan ana menundukan kepalanya kembali .
"Aku tak menyangka , aku hidup dua puluh tahun di keluarga Pratama ,tidak ada yang peduli padaku ,di saat aku di perlakukan layak nya pelayan tanpa sepengetahuan paman ,tapi sekarang ada orang yang telah peduli padaku dan melindungi ku di saat ada orang yang akan menghadang ku ."
Ana tidak ingin mengingat itu lagi di mana dirinya di perlakukan tidak baik oleh keluarga Pratama ,Di saat ana berbalik dia di kaget kan dengan Erland yang tiba-tiba membuka baju di depan ana ,..
"Aaaaaaa....." teriak ana langsung menutup muka nya dengan kedua tangan ana .
"Dasar tidak tahu malu ,buka baju sembarangan ? heyy pria brengsek aku masih ada di sini ,kau tidak lihat apa di ujung sana ,banyak para pelayan ."
Ana membalikan tubuh nya yang masih menutup muka dengan tangan nya ,di saat dia akan melangkah ,suara Erland yang mengagetkan dirinya langsung berhenti dari langkah nya .
"Gadis bodoh , jika kau melangkah lagi ? aku akan menghukum mu ,mau kemana kau hah ,masalah kita belum selesai ." ucap Erland yang tengah meneriaki ana .
Ana di buat kesal dengan tingkah pria itu , dia benar-benar jengah menghadapi Erland yang berada di belakang nya itu ,sampai dia tidak ingin berbicara lagi hingga ana menggepal kan tangan nya ,karna menahan kesal .
"Bukan kah dia sendiri yang Cari masalah ,? masalah mu ,ya masalah mu kenapa harus meneriaki aku ,apa dia ini mau cari ribut dengan ku ."
"Hey gadis bodoh , apa kau akan berdiri di situ terus hah ,apa kau akan menjadi patung hiasan di ruangan ini ." ucap Erland yang menahan amarah nya .
Kini ana berbalik menghadap pria itu dengan menahan amarah nya , ana menghela napas nya berat ,kini dia harus menghadapi pria brengsek seperti Erland yang mungkin akan membuat ribut lagi .
"Ada apa lagi Erland ,aku mau ke atas ,? kenapa kau ini selalu berteriak-teriak gak jelas ,bahkan ini ruangan bukan hutan ,? " ucap ana dengan nada kesal nya .
"Lihat ke arah meja itu dan sekarang buang kotak makanan sampah itu ,aku tidak ingin melihat nya ." ucap Erland yang menunjuk kotak yang berisi puding mangga.
"Erland ,apa yang sebenarnya yang kamu ingin kan ,kau jangan mempermainkan ku ,dan bahkan kau mempermalukan ku di hadapan Vika , jelas-jelas kau suka puding mangga ,Kenapa kau bilang ke dia bahwa kau tidak menyukai nya , dan sekarang kau menyuruh ku untuk membuang puding ini ." ucap ana dengan amarah nya .
__ADS_1
Erland melihat ana yang tengah marah ,dia malah tersenyum di hadapan ana ,dia benar-benar suka membuat gadis itu marah ,karna menurut nya gadis yang ada di hadapan nya itu unik ,mempunyai sikap yang berubah-ubah.
"Aku memang suka puding mangga ,tapi dengan siapa yang membuat nya ,dan...... emmmm ,,aku sukaa puding yang kau buat ,pas di lidah ku ." ucap Erland dengan tersenyum menggoda ana.
"Gadis ini unik ,haha.? lihat ,dia seperti macan ngamuk jika di hadapan ku ,tapi jika di hadapan ku yang berperan Dimas ,dia layak nya anak kucing , huh... gadis bunglon ,,,hahaha ,,sikap mu selalu berubah-ubah jika sudah berhadapan dengan ku ."
"Aku tidak mau ,? itu makanan mu Erland .? aku tidak ingin membuang-buang makanan sembarangan ,jika kau tidak suka ,buang sendiri , jangan menyuruh ku ."ucap ana dengan amarah nya .
"Cepat pergi ,dan buang makanan itu ,? aku muak melihat nya , kau tahu .? aku menyuruh mu membuang makanan itu ,untuk memberi mu pelajaran.? dengar Anatasya ,jangan sekali-kali lagi kau memberi tahu makanan kesukaan ku kepada wanita lain ." ucap Erland menatap ana dengan menahan amarah nya .
Ana terkejut dengan apa yang baru saja Erland katakan ,pria itu mau memberi pelajaran padanya hanya karna masalah sepele .
"Huhh , heyy pria tembok kau tahu tidak ,? Vika itu menyukai mu apa kau tak sadar itu ,makannya dia membuatkan puding itu untuk mu .? ehh ... kok aku ....ahh tidak-tidak , ana kau gak boleh cemburu ."
"Heyy gadis bodoh ,? apa kau tidak dengar dengan apa yang aku katakan barusan ,kenapa bengong ,? cepat singkirkan makanan itu ." ucap Erland yang menahan amarah nya .
"Iya-iya aku buang ,kau jangan berteriak lagi ,? semua orang di mansion ini jingkrak jantung ,mereka sampai loncat setelah mendengar teriakan mu itu ." ucap yang mengambil Tupperware yang berisi puding itu dan berjalan ke arah belakang .
Tanpa ana sadari ,Erland mengikuti ana yang berjalan ke arah belakang ,Erland tertegun puding itu bukan nya di buang ,tapi malah di makan oleh ana , dengan keterkejutannya Erland merubah ekpresi menjadi senyum ,melihat gadis itu memakan puding dengan bibir yang jemberut ..
Erland berjalan Kembali ke ruang tamu untuk mengambil baju yang tengah bi Ani siapkan , sementara ana ? dia masih memakan puding itu hingga tak tersisa .
"Sayang sekali jika puding ini di buang ,jadi pada di buang mending aku mengenyang kan perut ku dengan puding ini ."
******
Pagi pun berganti malam , ana sedang berkutat di dapur membantu para pelayan untuk membuat makan malam , setelah itu dia menyiap kan makan malam untuk Dimas ,dia berjalan ke atas tanpa harus memakai lift ,dia berjalan ke arah tangga yang akan menuju ke ruangan Dimas .
Ana berjalan ,dan melihat ke arah lantai tiga ,di dekat pintu tidak ada siapapun ,mungkin ini kesempatan dirinya untuk melihat kondisi dimas .
"Jikapun nanti pada akhir nya aku tidak ada kesempatan untuk melihat Dimas ,aku tidak perduli ,dan tidak akan putus asa ,dengan cara aku membuat makanan kesehatan untuk nya pun, aku sudah melakukan kewajiban ku sebagai istri ." gumam ana .
Di saat ana sudah sampai pintu itu ,dia di kaget kan dengan roy yang tengah membuka pintu ruang rawat Dimas .
__ADS_1
"Mungkin aku tidak akan bisa masuk lagi ,? pasti itu ."
"Roy ,aku bawakan makan malam untuk suami ku.? tolong untuk di bawa ke dalam ,bilang pada nya dan makan makanan sehat itu ,kalian tidak perlu khawatir ,aku tidak akan masuk dan aku akan kembali ke bawah ," ucap ana yang tengah memberikan nampan itu ke tangan roy dan berlalu pergi .
Roy yang melihat ana melangkah ke bawah tidak bisa berkata apa-apa ,dia bukan berarti tidak mengijinkan ana untuk masuk ,hanya saja Dimas melarang nya untuk tidak menemui nya, roy mengantarkan makanan itu kedalam ,setelah itu dia kembali ke luar dan berjalan ke arah bawah.
Kini ana berada di kamar nya ,dalam pikiran nya dia masih memikirkan kehidupan nya yang sekarang .
"Aku tidak tahu ,kapan ini akan berakhir dengan yang nama nya penolakan , kapan aku bisa masuk lagi ke ruangan itu ,." gumam ana yang tengah menutup buku resep makanan.
Di saat ana akan melangkah ke kamar mandi ,dia di kaget kan dengan sebuah tangan yang melingkar di pinggang nya ,ana melihat tangan yang tengah memeluk pinggang nya itu.
"Ini tidak beres ,tidak mungkin Dimas yang memeluk ku ,Di tangan Dimas ada luka bakar ,? ini ...ini Erland ."
"Erland lepas kan aku ,apa yang kau lakukan ." ucap ana yang melepaskan pelukan itu ..
Erland tidak menghiraukan perkataan ana , lagi-lagi pria itu merangkul pinggang ana tanpa berbicara , tangan nya sudah main kemana-mana ,bahkan Erland meremas dua gundukan ana ,ana di buat kesal dengan pria yang sudah kurang ajar itu , kini dia mendorong Erland dan menjauh dari nya , Erland tidak berbicara apapun kini dia tengah berbaring di tempat tidur itu dan memenjam kan mata nya ,ana berlari keluar dengan perasaan campur aduk.
"Kenapa dia masuk kamar ini ,padahal kamar pengantin sudah aku serah kan padanya , bahkan si brengsek itu berani meremas dada ku dengan sangat kencang ,dia kira aku ini mainan boneka yang berbunyi itu apa, aku rasa wanita yang pernah di lecehkan oleh dia ,kalau tidak satu toronton, apa satu jembatan pun dia mungkin melakukan itu ,bahkan dia melakukan itu padaku yang kakak ipar nya ini ."
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan jejak nya ya....ππ