
Di sebuah apartemen,seseorang wanita yang kini tengah bangun dari tidur nya mengambil baju yang berserakan di bawah untuk memakai nya kembali dia melangkah ke arah jendela melihat keramaian di bawah sanah dengan meminum segelas wine ,dia berpikir dengan kehidupan nya yang berubah tak seperti dulu dimana dirinya selalu di perlakukan baik oleh pria yang mencintai nya .
"Sahara ada apa dengan mu ,apa kau masih memikirkan pria cacat itu ." ucap nya yang kini tengah memeluk Sahara dari belakang .
"Aku tidak memikirkan pria lembek itu ," ucap nya dengan meminum wine .
"Benarkah ..?! kau tinggal di mansion dan lari kesini ,apa kau tidak takut di curigakan oleh adik kesayangan kekasih bodoh mu itu ." ucap nya dengan tangan nakal nya .
"Cihh.... pria itu mencarikan aku waktu itu hanya untuk membujuk Dimas agar melakukan oprasi ,tidak mungkin dia sekarang memperdulikan kepergian ku." ucap nya dengan mencengkram gelas itu .
"Maaf... Jika saja waktu itu aku tidak pergi dari kota ini meninggalkan mu dan menitipkan mu pada tuan Willy ,kau pasti tidak akan ketangkap oleh Erland." ucap pria itu dengan melepaskan pelukan nya .
"Sahara apa kau sudah ada rencana lain untuk mendapat kan harta kekayaan Dimas itu ." ucap nya yang kini berjalan mengambil pakaian yang berada di lantai .
"Tidak ada ...?! hanya pria lembek itulah satu-satunya agar aku bisa mendapatkan harta nya ,tapi yang bikin aku sial adalah nenek nya Dimas ,wanita tua itu pasti akan menjadi penghalang aku ." ucap nya dengan mencengkram gelas wine itu .
"Kenapa kau tidak merencanakan untuk menyingkirkan nya ,kau lakukan aja dengan cara mu sendiri ," ucap pria itu .
Sahara tidak menjawab pertanyaan pria itu ,dia mencerna ucapan yang di lontarkan pria itu .
"Tapi menurutku jika kau ingin mendapatkan harta dari Dimas ,yang harus kau singkirkan bukan lah nenek tua itu ." ucap nya menatap Sahara dengan menyalakan roko nya .
"Apa maksud mu ,aku tidak mengerti ." ucap Sahara bingung .
"Kau harus singkirkan wanita yang tengah mengandung istri dari Erland itu ." ucap pria tersebut .
"Kau gila ...?! tidak ada sangkut paut nya dengan Anatasya si bocah itu ," ucap Sahara yang kini berbalik kembali ke arah jendela .
"Sahara ,?! kau hanya ingin harta nya saja dari Dimas ,tapi kau tidak mendengarkan berita gosip yang mungkin kau belum tahu ." ucap pria itu dengan duduk santai .
"Harry stop ?! jangan bertele-tele dengan ucapan mu itu ,Anatasya hanya istri dari Erland kenapa aku harus menyingkirkan bocah itu ." ucap Sahara yang kini menghampiri pria tersebut.
"Kekasih bodoh mu itu ingin memberikan stengah harta nya di berikan pada Erland bahkan aset perusahaan pun dia sudah menyusun nya tanpa sepengetahuan adiknya itu ,?! meskipun pria seperti Erland menolak akan hal pemberian dari kakak nya itu , tapi Dimas akan memberikan nya pada Istri Dimas dan keponakan nya kelak ,dan itu sudah di rencanakan nya di saat dia belum tertimpa api itu ,itu berarti wanita itu yang sudah menjadi istri Erland sekarang ." ucap pria itu menjelaskan nya .
"Kau tahu tentang itu dari mana ," ucap Sahara tidak percaya .
"Haha.. Sahara...Sahara ...?! kau tak perlu tahu aku tahu itu dari mana ,?! nanti akan aku kirimkan rekaman Dimas untuk mu , jadi menurutku kau harus menyingkirkan wanita itu dengan bayi nya ." ucap pria itu menarik tangan Sahara.
"Tunggu dulu ..?! berikan aku penjelasan yang jelas ." ucap Sahara menahan tangan pria itu ..
"Yang jelas aku pernah bekerja sama dengan perusahaan Dimas ,dimana aku dulu di suruh papaku ku untuk menggantikan nya dengan rapat penting menemui Dimas di waktu itu , bahkan pria itu membicarakan adik kesayangan nya itu "ucap nya pria itu dengan tersenyum kecut.
Pria itu menjelaskan dengan apa yang dia jelaskan , Sahara yang mendengarkan nya menggepalkan tangan nya ,jika itu benar dirinya tidak akan diam begitu saja.
"Dimas ....?! kau pernah bilang kepadaku akan menikahi ku ,baik ?akan aku tunggu kepulangan mu itu ,dengan begitu aku bisa memanfaatkan mu dan bisa membatalkan pemberian hartamu pada anak yang di kandung ana "
Kini Sahara berpikir tentang pekerjaan nya yang menghasilkan banyak uang ,dia melihat ke arah pria yang ada di samping nya itu .
"Harry ... aku harus berhenti melakukan hal yang merugikan aku nantinya ,aku tidak ingin terjerat polisi ." ucap Sahara menghela napas nya dengan bersandar di sofa.
"Kenapa .?! Sahara dengan kau melakukan itu kau akan semakin kaya ,jika kau tidak mendapatkan apapun dari Dimas kau masih memiliki uang hasil kerja itu ."Ucap pria itu melihat ke arah Sahara .
Sahara tidak menjawab perkataan pria itu ,yang di katakan pria itu benar adanya ,tapi dalam hati nya dia takut akan terjerat polisi untuk kedua kalinya ,dia tahu dia dulu di bebaskan oleh pria yang ada di samping nya itu ,meskipun begitu dia tidak ingin terjerat polisi lagi .
"Apa Dimas nanti akan tahu dengan dimana aku pernah di penjara ,dan akan tahu bahwa yang menabrak Monalisa adalah aku kakak nya sendiri ."
Yah Dimas dulu akan melakukan penyelidikan tabrak lari itu untuk mencari kebenaran buat Monalisa ,dimana Sahara bebas ,di situ dia berpura-pura untuk menangis karna kehilangan adiknya yang di tabrak lari , tidak di sangka Dimas akan menyelediki tabrak lari itu ,tapi dengan permintaan Sahara yang mencegah Dimas membuat pria itu tunduk ,kini Sahara menghela napas nya berat ,dia tidak ingin mengingat masa lalu hanya karna ingin mendapatkan cinta Bryan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua hari telah berlalu ,hari ini hari Minggu seorang wanita paruh baya tengah mempersiapkan mobil untuk berniat membiarkan para pelayan berbelanja sesuka hatinya .
Erland yang melihat para pelayan memakai pakaian biasa mengerutkan kening nya ,kini pandangan nya beralih pada wanita paru baya yang kini bersama istrinya ,Erland melangkah menghampiri kedua wanita yang di sayangi nya itu .
"Sayang ...?! tumben sepagi ini sudah cantik ." ucap Erland memeluk istrinya dari belakang dengan mencium pipi ana .
"Cucu nakal ?! bisa tidak kau jangan mencicipi istrimu di depan omah ," ucap nya dengan mencubit lengan Erland .
"Omah , istriku ini vitamin di pagi hari untukku ,?! dan seharus nya istriku ini adalah sarapan ku di ranjang pagi ini ,karna omah sudah menculik nya dari aku ,jangan salah kan aku jika aku mencicipi nya di depan omah ." ucap nya enteng dengan menarik tangan ana ke pelukan nya .
Ana terkejut dengan ucapan pria itu ,bagaimana bisa dia berkata memalukan seperti itu di depan omah nya ,bahkan saat ini ana tengah merah merona ,,wanita paruh baya itu pun terkejut dengan apa yang di katakan cucu nya itu ,dia tidak percaya dengan gercep nya Erland terhadap istrinya .
"Anak nakal , sarapan pagi mu sudah di siapkan di meja makan ," ucap omah dengan menarik telinga Erland dari pelukan ana untuk berjalan ke arah meja makan .
"Aw....aw... sayang tolong aku ." ucap Erland berteriak memanggil ana .
Ana cekikikan melihat tingkah Erland dan juga omah ,ana melihat Erland tertawa dengan candaan yang omah lontarkan membuat nya berhenti tersenyum .
"Dia tertawa, dan ..? uhh sial ... kenapa pria jahat itu bisa setampan itu ...hemmmmzt ..."
Ana berjalan ke arah meja makan dan menghampiri omah dan suami nya itu , kini ana mengambilkan nasi goreng yang sudah dia siapkan tadi untuk suami nya , ketiga orang itu kini sedang di meja makan untuk sarapan .
"Omah, siapa yang memasak nasi goreng ini ,?! sudah lama aku tidak makan nasi goreng setelah kepergian mama ," ucap nya yang tengah mengunyah.
"Dan pelayan mana , besok-besok juga harus bikin nasi goreng buat sarapan pagi ." ucap nya lagi dengan melahap nasi goreng itu
Omah dan ana saling pandang dan menelan salipnya dengan kasar ,mereka berdua melihat Erland makan seperti orang kelaparan , omah saat ini geram dengan perkataan Erland .
__ADS_1
"Erland ,kau ini lapar apa doya.,
"Sayang ... tolong tambah lagi nasi goreng nya ." ucap Erland pada ana dengan memotong perkataan sang omah
"Omah nanti bilangin pada pelayan yang membuatkan nasi goreng ini untuk di biasakan di pagi hari membuat nasi goreng untuk sarapan ." ucap Erland yang kini tengah mengunyah .
Ana dan omah lagi-lagi memperhatikan Erland yang kini tengah menghabiskan nasi goreng yang kedua kali nya .
"Erland beraninya kau memanggil cucu menantu ku pelayan ,dan menyuruh nya membuat kan nasi goreng setiap hari ,suami macam apa kamu ." ucap omah dengan menaruh sendok yang sudah dia pegang .
Seketika Erland tersedak ,di saat omah nya mengatakan itu ,dia tidak tahu bahwa yang membuat nasi goreng itu ana .
"Uhuk ...uhuk...apa ..?! " ucap nya dengan terbatuk .
"Mas ,makan nya kalau makan tuh hati-hati ,kau kaya tidak makan seminggu saja bisa tersedak begini ." ucap ana yang menuangkan air nya untuk Erland .
"Sa_sayang ... apa kau tidak mual pergi ke dapur .. " ucap Erland memegang tangan ana .
Ana menggelengkan kepalanya dengan tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Erland .
"Syukurlah ,?! kalau mual jangan di paksakan ," ucap Erland menggenggam tangan ana erat dengan menatap ana
"Sudah-sudah ... kalian itu selalu saja membuat omah menjadi angin terlintas , Erland omah akan meminjam ana membawa nya untuk keluar ." ucap omah yang kini tengah mengunyah.
"Omah pikir istriku barang harus di pinjam-pinjam ,?! tidak ... aku tidak akan mengijinkan ana untuk keluar ,dia sedang hamil ,dia boleh pergi di saat bersama ku ." ucap Erland menatap ana .
"Mas ... ?! tapi aku ingin mengajak para pelayan untuk liburan ." ucap ana merengek.
Erland mengerutkan kening nya dan mengingat dimana tadi dia melihat para pelayan tidak memakai baju pelayan, omah yang melihat Erland pandangan nya ke salah satu pelayan mengerti .
"Istrimu yang merencanakan itu ,dia ingin mengajak mereka untuk pergi bersenang-senang ,?! benar kata ana, mereka butuh hiburan di saat hari Minggu " ucap omah dengan di angguki ana .
"Tidak sayang ..kau gak boleh pergi ?! aku takut nanti pak Urip membawa mobil nya sembarangan dan ..
"Mass ... bolehh ya , mass ... ini bukan kemauanku loh ... tapi kemauan anak mu ." ucap ana dengan merengek .
"Sayang mana ada seperti
Cup ....
"Boleh yaa. . " rengek ana kembali ..
"Tida...
Cup ......
"Hemmmmm...
"Aku pergi gak sendiri kok ,pergi sama omah dan pelayan di sini .. boleh .. boleh ya ..." ucap ana memohon
"Hemm ... jadi seperti itu .?! sekarang sudah mulai nakal ya ,kau memasak nasi goreng ini untukku ... agar di beri ijin begitu ." ucap Erland dengan menarik tangan ana hingga ke pelukan nya .
"Mas jangan seperti ini ," ucap ana yang melihat ke arah omah. .
"Lanjutkan ... lanjutkan ?! anggap saja omah ini adalah butiran debu ," ucap nya berdiri dan berlalu pergi meninggalkan kedua pasutri itu .
"Anak muda jaman sekarang , gak kenal dengan tempat ."
Omah melangkah pergi menghampiri bi Ani untuk bersiap-siap ,sementara ana dia masih di pangkuan Erland dengan menunggu di ijinkan untuk pergi .
"Mas ...
"Bersiaplah , ?! jangan memasang wajah menggemaskan seperti itu , jika tidak aku akan melarang mu untuk pergi ,dan membawa mu ke ranjang. " ucap Erland dengan menggoda ana .
"Mas .. dasar mesum .." ucap ana turun dari pangkuan Erland dan melangkah ke arah lift untuk mengambil tas ke kamar nya .
Erland tersenyum dan melihat ana yang sudah menghilang karna tengah masuk lift , kini Erland berdiri dari kursi meja makan itu dan melangkah menuju ruang kerja nya ,di saat dia sudah masuk ,pintu ruang kerja Erland di tahan seseorang.
"Omah ..ada apa ." ucap Erland berbalik melihat omah nya .
"Erland bahagia kan istrimu ,kau menikahi dia tanpa banyak orang yang tahu , gimana anggapan orang lain di saat kau berpergian dengan mu dan mereka mengira Kau dan ana sepasang kekasih yang berpacaran , " ucap omah berjalan masuk ke ruang kerja erland
"Rayakan resepsi pernikahan mu dengan ana sebelum kandungan ana membesar ." ucap omah menepuk pundak Erland.
"Omah tidak perlu khawatir ,aku sudah memikirkan itu kok ,aku hanya akan menunggu kak Dimas kembali ,setelah itu aku akan mempercepat resepsi itu." ucap Erland yang di angguki omah .
Omah tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Erland dengan mengerti , kini dirinya melangkah keluar meninggalkan Erland , Erland yang akan duduk di kursi kerja nya mengurungkan niat nya ,kini dia melangkah ke arah luar untuk menghampiri pak Urip .
"Pak Urip siapa yang mengeluarkan mobil ini " ucap erland melihat mobil yang kini bersejejer dengan mobil dirinya .
"Oh nyonya besar tuan." ucap nya dengan membungkukkan kepala nya .
"Ganti ," ucap Erland datar ,
"Gak perlu takut dengan omah ,bilang saja itu perintah dariku ,?! Oh iya pak Urip bawa mobil harus pelan-pelan ,istriku tengah hamil ." ucap Erland berlalu pergi dengan di angguki pak Urip .
Di saat Erland tengah masuk ,kedua wanita yang Erland sayangi itu tengah berjalan dengan tersenyum ke arah nya , Erland berhenti dari langkah nya menunggu ana sampai ke arah nya .
__ADS_1
"Mas kenapa ." ucap ana melihat ekpresi Erland.
"Gapapa sayang ,?! jangan jauh-jauh dari mereka jika sudah sampai ," ucap nya dengan membelai wajah ana dengan lembut .
"Hu'um ..." ucap ana menganggukkan kepalanya dengan tersenyum .
"Omah mobil nya aku ganti dengan yang leluasa , jangan protes " ucap Erland yang di gelengi kepala oleh omah
Kini mereka tengah masuk ke mobil ,dan berlalu pergi meninggalkan mansion ,Erland melihat mobil itu tengah menghilang di ambang pintu gerbang , kini dirinya masuk menemui Roy di ruang kerja untuk menyuruh nya mengikuti mereka ke mall yang akan mereka tujui , Roy pun hanya bisa menganggukkan kepala nya menuruti apa yang di katakan tuan nya itu .
Kini Erland duduk di kursi kerja nya dengan melihat laporan yang di kirim Niken ,tiga puluh menit kemudian seseorang tengah mengetuk pintu di ruang kerja ,Bryan yang tengah menyilangkan tangan nya melihat Erland yang serius dengan laptop tanpa melihat melihat ke arah nya .
"Kenapa kau berdiri di situ ,jika tidak akan masuk pergi kembali sanah ." ucap Erland tanpa melihat ke arah Bryan..
"Ohh .. baiklah." jawab Bryan dengan membalikan tubuh nya .
"Berani kau melangkah ,akan ku potong gajih setiap perbulan ." ucap Erlang melihat ke arah Bryan .
"Dasar batu tumpul ." dumel Bryan yang kini melangkah ke arah Erland .
"Aku mendengar nya ," ucap Erland tanpa melihat ke arah Bryan.
"Ya ... karna kuping mu kuping gajah ."
"Ehh ... ngomong-ngomong kemana para pelayan ,biasa nya suka ada di mana -mana , apa kau memecat mereka ." ucap Bryan yang di beri jawaban dehem oleh Erland .
"Cih .. apa uang mu kehabisan hingga memecat pelayan dan tidak bis....
"Berhenti untuk berbicara ,kenapa kau banyak bicara sekali akhir-akhir ini ,kenapa gak sekalian jadi reporter saja ." ucap Erland dengan memotong ocehan Bryan .
"Yah seperti nya aku memang akan jadi reporter kehidupan mu ,?! ngomong-ngomong dimana Roy aku tidak melihat nya ." ucap Bryan tanpa melihat ke arah Erland.
"Kerja ." jawab Erland datar .
Bryan mendongkakan kepala melihat ke arah sahabat nya itu, hanya dengan satu kata dengan suara dingin nya ,membuat Bryan memangut-mangut dan tak ingin berbicara lagi.
"Siapa lagi yang akan kau katakan ..?! ohh apa kau merindukan wanita tak tahu diri itu ." ucap Erland melirik Bryan .
Seketika Bryan diam di saat Erland mengatakan wanita itu , dia tidak ingin menjawab pertanyaan sahabat nya itu, Bryan gak ingat kalau di mansion ini ada wanita itu .
"Sialan ."
"Kau tak perlu mencengkram berkas itu ,?! wanita itu dari kemarin gak ada di mansion dan kau gak perlu risau ."ucap Bryan melihat Bryan yang mencengkram berkas di tangan nya .
Bryan melihat ke arah Erland ,dia mencerna perkataan Erland yang mengatakan bahwa wanita itu tidak ada di mansion .
"Kenapa kau membiarkan nya pergi begitu saja ,apa kau tak takut wanita itu kabur ." ucap Bryan .
"Aku tidak ingin menyelidiki wanita itu lagi ,?! karna sekarang kakakku berhasil dan setuju untuk melakukan oprasi ,yah walau pun Dimas keras kepala ingin wanita itu tinggal di sini ,apa yang harus aku perbuat ,?! biarkan saja wanita itu pergi sesuka hati nya ." ucap Erland menutup laptopnya .
"Cih ... kalau kau jadi aku ..?! sudah aku tendang wanita itu ,dan tidak ingin memelihara manusia berbisa seperti Sahara ." jawab Bryan berdecak .
"Kau pikir aku mau ,?! sudah cukup aku mendapatkan wanita itu untuk kakakku kembali semangat untuk hidup lagi ,?! tapi sepertinya ada orang yang sedang menyelediki wanita itu secara diam-diam." ucap Erland mengetuk-ngetuk meja kerja nya .
"Siapa ." ucap Bryan mengerutkan kening nya .
"Omah." jawab Erland yang kini berdiri melangkah arah jendela .
"Omah !! maksud mu omah key ... apa omah menyelediki Sahara di London ." ucap Bryan memutarkan kursi yang dia duduki melihat ke arah Erland .
Erland tidak menjawab pertanyaan sahabat nya itu ,dia melangkah untuk membuat kopi untuk dirinya dan Bryan ,Bryan yang melihat Erland ke luar menghela napas nya berat .
Tak butuh waktu lama Erland pun kembali dengan dua cangkir kopi yang ada di tangan nya ,dia melihat Bryan yang tengah tertidur dengan menutupkan kepala nya dengan berkas , Erland duduk dan kembali membuka laptop nya ,Bryan membuka berkas yang ada di kepala dan melihat ke arah Erland yang masih berkutat dengan laptopnya ,kini Bryan melihat jam yang ada di tangan nya sudah hampir mau jam satu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat pukul empat sore ,para pelayan pulang dengan membawa paper bag masing-masing, ana yang keluar dari mobil membantu mereka mengeluarkan barang-barang yang omah beli .
"Ana kau jangan mengambil itu ,masuklah ke dalam ,biar pak Urip yang membawakan nya." ucap omah dengan di angguki ana .
Ana dan omah pun masuk ,di saat mereka melangkah omah melihat Bryan yang tengah melangkah untuk berniat pulang .
"Nak Bryan ." ucap omah melihat Bryan berjalan melihat ponsel nya .
Bryan yang mendengar suara yang ia kenali mendongkakan kepalanya .
"O_omah ... kapan omah kembali dari London ", ucap nya dengan membungkukkan kepala nya .
"Sudah hampir mau semingu , kau dari kapan disini ," ucap nya melihat pemuda yang kini tengah berdiri di depan nya itu .
"Dari ta..
"Menginap lah disini ,omah kangen sudah lama tidak bertemu dengan mu ," ucap nya dengan menahan tangan Bryan.
"Tapi Oma..
"Jika kau melangkah satu langkah saja ,aku potong gajih mu ," ucap Erland yang keluar dari ruang kerja nya .
__ADS_1
Bryan berdecak sebal pada sahabat nya itu ,dia terpaksa menganggukkan kepala nya ,dia tidak mungkin menolak apa yang di katakan wanita paruh baya itu untuk dirinya menginap di mansion .