Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Armand Sky Anggara & Arnold Sky Anggara .


__ADS_3

Keesokan harinya.


Dista menghela napas nya berat , dia membayangkan sesuatu yang akan menimpanya ,takdir tidak ada yang tahu ,tapi Dista rela jika dia menukar nyawanya dengan buah hatinya ,Dista tahu kondisinya begitu sangat lemah ,tidak ada pilihan lain ,ini semua sudah takdir yang maha kuasa dan hanya bisa menerima kenyataan pahit ini .


Rasa cinta dan sayangnya tidak akan pernah hilang sedikit pun meski dia sudah tidak ada di dunia ini ,Dista benar-benar mencintai pria itu ,dan Dista pun tahu suaminya itu menginginkan seorang anak ,Dista rela jika dirinya harus memilih pergi dan mempertahankan buah hatinya nya untuk hidup .


Hari ini hari yang dimana Dista akan melakukan operasi ,raut wajah Dimas benar-benar tidak bisa di bilang baik-baik saja ,terlihat wajah yang begitu khawatir ,tegang dan juga cemas ,perasaan itu menjadi campur aduk .


Dimas menemani istrinya di sepanjang jalanan untuk ke ruang oprasi ,bahkan pria itu menunda waktu karna tidak tega dan belum siap untuk memilih dalam kehidupan istri dan anaknya ,pria itu bahkan tidak melepaskan tangan Dista yang dari tadi dia genggam ,Dimas tidak melepaskan genggaman tangannya , seakan-akan dia tidak ingin Dista masuk ke ruang oprasi .


Dista melihat wajah sendu suaminya ,Dista membelai wajah suaminya itu dengan menahan rasa sakit yang ia rasakan lagi .


"Kak jangan seperti itu ,jangan menangis !! aku tidak apa-apa , aku akan baik-baik saja ." ucap Dista sambil menghapus air mata Dimas .


"Apa aku boleh ikut !! aku tidak ingin melihat kamu menahan rasa sakit di dalam sana ,aku ingin menemani mu ." ucap Dimas dengan berkata yang sekian kalinya dia keluarkan meminta untuk menemani sang istri .


Ketiga dokter yang mendengar Dimas ingin ikut ke dalam langsung bersitegang ,bagaimana jika pria itu masuk ke ruang oprasi yang dimana membuat mereka jadi gugup dan gemetaran .


"Kami mohon nyonya !! semoga anda menahan tuan Anggara untuk tidak menemani anda ,jika dia masuk kami tidak akan konsen melakukan oprasi ." batin ke empat dokter tersebut.


Dista hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab Dimas ,dia sudah merasakan sakit di perutnya lagi ,dia hanya bisa mengisyaratkan Dimas untuk tidak menemaninya ,meski yang sebenarnya dia pun ingin di dampingi Dimas pasca operasi ,Dista pun tahu ketakutan para dokter pada suaminya itu .


"Kak ... aku mencintai mu !! Tuhan ,jika sampai aku tidak berjodoh dengan kak Dimas ,dan kehidupan ku sampai sini ,tolong berikan kesabaran dan ketabahan untuk suami dan anak-anak ku nanti ,


Steven dan Irsan yang baru datang melihat itu hanya bisa menyaksikan pilu Dimas dengan keadaanya sekarang ,apalagi suasana Dista yang akan di operasi ,bi Ani dan juga Roy hanya bisa menjadi saksi pilu tuan muda nya,mereka tidak menyangka jika nyonya mudanya mengalami hal seperti ini .


Doa selalu mereka panjatkan pada yang maha kuasa ,mereka penuh dengan harapan ,mereka berharap Dista maupun bayi-bayi nya akan selamat dengan keadaan sehat .


"Tuan Dimas !! sekali lagi kami minta maaf !! oprasi nya akan kami segara lakukan ." ucap salah satu dokter .


Yah ! sedari tadi para dokter itu menunggu dan hanya menunda waktu oprasi di Karna kan Dimas menahan istrinya ,yang dimana seharusnya oprasi di lakukan 20 menit yang lalu ,Dimas melirik dokter tersebut dengan tatapan tajamnya .


"Roy ?! tulis mereka dan tandai di daftar pribadi ,jika mereka melakukan hal yang membuat istriku meninggal ." ucap Dimas dengan di angguki Roy.


Ke empat dokter itu seketika terkejut dan pucat pasi ,mereka tidak menyangka dengan pria pemilik rumah sakit ini benar-benar telah berubah , kemana pria dulu yang berwibawa itu, kemana pria yang dulu sering memberikan senyuman itu ke setiap orang , tapi tidak dengan sekarang ,mendengar namanya saja di luar sana sudah membuat mereka serasa berada di jurang ketinggian ,mereka benar-benar takut karir mereka akan jatuh jika membuat satu kesalahan .


"Kak .. jangan begitu !! walau bagaimana pun mereka hanyalah dokter ,kau sudah menakuti mereka dengan tatapan mu ." ucap Dista yang dimana membuat Dimas tidak bisa menjawab apa-apa .


Dimas melepaskan tangan Dista ,dan Dista kini sudah di bawa ke ruang oprasi ,Dimas menatap pintu yang tertutup rapat itu ,raut wajah yang sulit di artikan ,rasanya dia hidup tapi tidak bernafas begitu yang di rasakan nya hari ini ,jantung nya berdegup dengan begitu hebat ,bahkan ini belum apa-apa ,tapi dia benar-benar sudah was-was akan hal istrinya ,


Beberapa kali Dimas bolak-balik di depan pintu ruang oprasi itu dengan kursi rodanya ,dia benar-benar takut , kahwatir ,cemas ,gelisah ,semuanya menjadi satu yang saat ini dia rasakan ,Dimas yang biasanya terlihat tampan kini terlihat begitu acak-acakan karna kecelakaan itu, di tambah lagi dengan mengingat dimana kondisi istrinya ,rasa sakit yang ada di tubuhnya seolah lenyap dan hilang Karna kekuatiran pada istrinya .


"Tuhan ?! kumohon jangan ambil istriku dan anak- anakku ,aku sangat mencintai mereka tuhan ,tolong selamatkan dari keduanya ."


Bryan yang ada di samping istrinya tahu apa yang di rasakan oleh Nabila ,mereka adalah teman dekatnya ,tangannya terulurkan untuk menghapus air mata istrinya ,hal itupun di rasakan juga oleh ,ana dan juga Tania .


"Ya Tuhan tolong selamatkan temanku dan juga bayinya ,Dista wanita yang baik ,jangan biarkan salah satu dari mereka pergi " batin ana .


Erland memeluk sang istri ,dia juga sama hal nya dan tahu dengan apa yang di rasakan oleh ana .


.


.


Waktu berputar begitu cepat sudah satu jam Dista berada di ruang oprasi ,dan saat ini pun pintu masih saja tertutup rapat ,Dimas benar-benar sudah menggila dan sangat begitu kacau ,bahkan saat ini dia benar-benar ketakutan akan hal keadaan Dista di dalam sana .


Sementara di dalam sana ,waktu yang sudah terlewat satu jam itu kini sudah berlalu ,oprasi yang di lakukan akhir nya berhasil dan bayi pun sudah di keluarkan ,para dokter akhir nya bisa bernafas lega ,bahkan kedua bayi kembar itu sehat dan sempurna ,meski bayi itu masih umur 32 Minggu ,yang ukuran bayi itu tidak besar seperti bayi-bayi pada umumnya .


Dista membuka matanya dengan perlahan ,dia mendengar tangisan bayinya ,Dista meneteskan air matanya saat melihat kedua anaknya berada di tangan kedua dokter ,dia benar-benar bahagia karna sudah menjadi ibu di umur ke 21 tahun ,Dista mengucapkan syukur dengan dimana kini dia tengah nangis dalam diam ,tapi seketika Dista menutupkan kedua matanya yang dimana para dokter panik dan juga was-was .


"Nyonya Dista " serempak para dokter tersebut .


Salah satu dokter dari mereka dengan cepat mengatasi Dista yang kini tiba-tiba tak sadarkan diri ,kedua dokter lain membawa bayi ke tempat ruangan NICU intensive yang dimana bayi prematur harus di tetapkan di ruang itu dengan inkubator bayi untuk beberapa waktu .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keempat dokter itu keluar dari ruang oprasi dengan menghela napasnya ,dia melihat Dimas yang kini menatapnya dengan penuh tanda tanya ,salah satu dokter membuka suaranya dengan secara tenang .


"Selamat tuan !! bayi anda telah lahir ke dunia ,dan mereka berjenis laki-laki ,kondisi nya sehat ,hanya saja berat badan nya 2,5 kg , dan mereka berada di ruang NICU ." tutur doker tersebut


Dimas terdiam mendengar kabar gembira dengan apa yang di katakan dokter , anak-anaknya sehat ,dan berjenis kelamin laki-laki ,sebenarnya Dimas tidak mempermasalahkan jenis ,mau laki-laki ataupun perempuan dia tetap akan bahagia ,tapi seketika Dimas mengingat Dista dan wajahnya langsung begitu penuh kekhwatiran setelah mengingat istrinya .


"Gimana keadaan istriku ?! apa dia baik-baik saja ," ucap Dimas dengan raut wajah cemas .


Kelima dokter itu langsung saling pandang dan menghela nafas nya berat .


"Kami sudah berusaha sebisa kami tuan ,dan nyonya dis...."ucap dokter terhenti karna Dimas memotong ucapannya .


"Apa maksud kalian !! kalian apakan istriku hah ." ucap Dimas memotong ucapan para dokter itu .


Dimas tidak bisa mengontrol emosinya ,dia benar-benar sudah takut dengan apa yang akan di ucapakan dokter itu ,pria itu benar-benar sudah kacau dan hampir kehilangan akalnya ,Erland mencoba menenangkan kakaknya itu , namun bukanya Dimas tenang dia malah hampir menghantam Erland ,Irsan dan bryan pun ikut menahan dimas yang akan hampir meninju Erland ,Abian sang mertua melihat dimas seperti itu pun ikut menahannya ,rahma hanya bisa melihat situasi itu dengan menahan tangis ,Steven yang melihat itu pun menjadi berigidik ngeri setelah melihat Dimas seperti itu .


"Astaga !! dista aku harap kau sadar ,suamimu ini hampir gila ,dia pasti benar-benar gila jika kamu harus meninggal dan meninggalkannya ."batin Steven


"Dokter katakan !! apa kakak ipar saya baik-baik saja ?! katakan yang sejelas-jelasnya ,kalian jangan diam berdiri melihat kegilaan kakakku ." ucap Erland menahan amarahnya .


Para dokter itu lagi-lagi menghela napasnya berat, mereka akan mengatakan nya tadi dengan jelas ,namun si tuan muda itu sudah memotong ucapan mereka yang dimana mereka terpotong untuk menjelaskannya .


"Kondisi nyonya Dista begitu lemah ,nyonya Dista mengalami dimana dirinya harus tertidur dan mendengarkan tanpa membuka matanya ,itu bisa di katakan nyonya Dista dalam keadaan kritis ,kami sebagai dokter sudah berusaha sebisa mungkin ,dan semoga nyonya Dista akan cepat sadar dari kritis nya ." ucap dokter yang dimana semua orang bisa bernapas lega .


Dimas mengelus dadanya ,dia saat ini merasa lega ,akhirnya istrinya tidak meninggalkannya ,Dista masih hidup ,itu artinya doa-doanya di dengarkan oleh tuhan .


"Terima kasih Tuhan !! terima kasih ." ucap Dimas sembari melewati ke empat dokter itu untuk memasuki ruangan oprasi .


"Tuan ... ?! tuan lebih baik menunggu dulu nyonya Dista di ruang lain ,Karna nyonya Dista sebentar lagi akan di pindah........."ucap para dokter yang kini terhenti karna melihat mata Dimas dengan menatapnya begitu tajam.


Dimas masuk ke ruang operasi itu ,dia melihat sang istri terbaring lemah ,dimas memegang tangan Dista dan mencium tangan istrinya berkali-kali agar Dista bangun dari masa kritisnya ,namun sayangnya Dista tidak membuka matanya .


Dimas hanya mengangguk kecil dan diam melihat istrinya di bawa oleh para perawat ,Dimas yang kini di bantu keluar oleh Roy ,Dimas pun hanya diam juga dengan mata melihat ke depan dengan tatapan kosongnya , bi Ani yang sudah membawa makan pun Dimas tidak hiraukan ,dua anaknya pun Dimas belum ia lihat dalam pikirannya hanyalah ada Dista ... Dista ... dista sang istri .


Semua orang nampak khawatir ,bi Ani yang melihat tuan mudanya murung menjadi sedih ,dia tidak tahu harus mengatakan apa pada key yang kini berada di London ,kejadian yang di alami di keluarga Anggara Erland melarang siapapun untuk tidak memberi tahukannya .


"Roy ... aku mau lihat anak-anak ku ..." ucap Dimas.


"Baik tuan !! saya akan meminta perawat untuk mengantarkan anda." ucap Roy .


Perawat mendorong Dimas ke ruang NICU untuk melihat kedua putranya itu , sesampainya di sana Dimas menyuruh perawat itu untuk meninggalkannya ,perawat itu pun menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Dimas .


Dimas mendekat ke inkubator itu , Dimas melihat kedua bayi laki-laki berkulit putih itu ,Air matanya benar-benar tidak bisa di bendung lagi , dia benar-benar merasakan sedih yang sangat mendalam .


"Sayang-sayang nya papa , ini papa nak !! apa kalian mendengarkan papa , " ucap Dimas dengan meraba kotak inkubator tersebut .


"Doakan mama kalian ,agar cepat bangun dari kritis nya nak !! doakan mama ,agar mama cepat sadar dan bisa melihat kalian ,jika mama sadar ?! papa akan langsung membawa kalian ke mama." ucap Dimas dengan tangis nya .


Dimas benar-benar tidak bisa membendung rasa sedihnya ,dia terisak merasakan sakit yang luar biasa ,kini dia Kembali keluar dengan sembari menghapus air matanya ,dia berniat untuk pergi ke ruang Dista .


Sesampainya di sana ,Dimas melihat Tania dan Nabila di ruangan istrinya ,kedua wanita itu langsung keluar dan membiarkan Dimas berdua dengan Dista di ruangan itu ,Dimas meraih tangan Dista dengan mengelus tangan istrinya dengan lembut .


"Sayang !! terima kasih kamu sudah memberikan aku putra-putra yang begitu tampan ,dia sangat mirip dengan ku ,mata dan bibirnya mirip dengan mu !! sayang bangunlah ,aku mohon aku dan anak-anak kita membutuhkan mu ." ucap Dimas sembari mencium tangan Dista .


"Sayang !! apa kamu ingat !! kamu pernah bercerita padaku ,kamu bilang ingin mempunyai banyak anak dan juga banyak cucu ,dan kamu bercerita ingin menua dengan ku ,!! apa kamu lupa dengan perkataan mu ," ucap Dimas yang kini benar-benar rapuh .


Erland ,Bryan ,dan Steven yang beberapa menit lalu masuk hanya bisa menjadi saksi bisu dan melihat Dimas seperti itu membuat mereka juga ikut bersedih ,mereka merasakan dengan apa yang dimas rasakan .


"Kakak ipar !! bangunlah ,kak Dimas dan anak-anak mu membutuhkanmu ,aku tahu kamu adalah wanita kuat ,bangunlah ,buka matamu "batin Erland .


Erland menggepalkan tangannya ,setelah Dista sadar ,dia akan membalaskan dendam untuk kakaknya atas menimpa nya kejadian yang sekarang kakaknya alami ,Erland memerintahkan Bryan dan Steven keluar untuk meninggalkan Dimas dan Dista .

__ADS_1


.


.


Malam nya .


Malam dimana Dimas kini masih stay di samping istrinya ,sudah berapa kali Erland mau pun yang lainnya untuk memperingatkan dimas untuk istirahat dan juga makan , tapi pria itu begitu keras kepala ,Erland lagi-lagi harus menghela napasnya ,mengingat kondisi Dista yang dimana membuat Dimas menolak apapun.


Hari semakin malam , dengan cepat waktu pun berputar ,Bryan dan Roy bergilir waktu untuk pergi ke perusahaan , dan mereka pun bergilir untuk memantau kondisi Dimas maupun dista , Bryan yang kini berada di rumah sakit harus menatap Dimas lagi dengan nanar , bahkan beberapa hari ini pun dia tidak pulang ke rumah ,pulang ke rumah hanya mengganti pakaian kantor ,mengingat akan hal Nabila ,istrinya pun dua hari ini tinggal di mansion .


Steven pun kini menggantikan Erland untuk berjaga ,bahkan Erland sudah 2 hari ini di rumah sakit dan tidak pulang , tapi kini Steven menyuruhnya untuk istirahat dan dia yang akan menggantikannya .


Steven melihat jam yang ada di tangan kekar nya ,bahkan dia sesekali menguap ,dan pandangannya ke arah Dimas yang masih menunggu istrinya untuk sadar ,tak hanya dia Bryan pun menatap Dimas yang masih saja betah menunggu istrinya sadar.


Bryan yang sudah tidak kuat menahan kantuknya ,menyandarkan kepalanya di sofa yang ada di ruangan itu ,menit ke menit ,dan waktu pun berputar begitu cepat ,Steven yang sedari tadi melek ,kini dia pun mengikuti Bryan tidur ,sementara Dimas dia masih menggenggam dan menunggu dista sadar ,namun yang di tunggu Dimas tidaklah mudah seperti yang dia inginkan ,Dimas menggenggam tangan Dista dan memeluk tangan wanita itu ,kepalanya di sandarkan dengan sembari memeluk dista ,tanpa sadar dia pun tertidur dengan posisi duduk di kursi roda .


Tepat pukul 00.00 malam , Dista menggerakkan jari jemarinya ,perlahan dia pun membuka kedua matanya ,dia melihat langit-langit ruangan itu dengan begitu asing ,Dista merasakan tangannya yang saat ini serasa berat ,dia pun menolah dan melihat sosok pria yang dia rindukan .


Dista membelai wajah pria yang terlelap di sampingnya dengan posisi duduk di kursi roda ,Dista benar-benar bersyukur Karna keinginannya untuk bisa bersama dengan keluarga kecilnya itu di dengar oleh tuhan .


Dista memegang tangan suaminya mencoba untuk merasakan kehangatan ,Dista terkejut saat mendengar nada detak jantung yang begitu terdengar jelas ,dia mendengar jantung itu ,tapi bukan jantungnya yang berdetak ,melainkan pria yang ada di sampingnya itu .


Detak jantung Dimas yang tak beraturan menandakan bahwa pria itu tidak tidur dengan begitu nyenyak ,tangan mungil nya terulur untuk mengusap kepala suaminya memberikan kenyamanan ,agar suaminya tidur dengan nyenyak , namun gerakan itu membuat sang mpunya bangun dan membuka kedua matanya .


Dimas terkejut sekaligus senang ,dia melihat istrinya yang kini tengah melihat nya dengan tersenyum .


"Sayang kamu ...."ucap Dimas terhenti di saat Dista menahan telunjuknya di bibir Dimas .


"Jangan berisik mas !! di belakang mu ada orang yang tengah tidur ." ucap Dista pelan .


"Sayang !! aku senang , akhirnya kamu sadar , makasih. .. makasih masih bisa bertahan untuk anak-anak dan juga aku .", jawab Dimas memaksa berdiri untuk duduk di tempat tidur rawat Dista .


Dimas langsung memeluk istrinya dengan erat ,dia menangis terharu dan bahagia ,istrinya kini tengah sadar ,dia benar-benar bersyukur akhirnya dia bisa melihat istrinya tersenyum kembali , Dimas kini tersadar bahwa istrinya baru melakukan oprasi tapi dia sudah menyakiti istrinya .


"Maafkan aku .. aku terlalu ..." ucap Dimas terhenti saat Dista membalas pelukan Dimas .


"Aku gapapa kak , aku baik-baik aja ?! jangan lepaskan pelukan ini ,aku kangen kamu ,aku merindukan pelukan kamu ,merindukan kasih sayangmu kak ,jangan tinggalkan aku lagi ." gumam dista dengan memeluk Dimas dengan erat .


Dista tidak perduli dengan rasa sakit yang ada di perutnya ,dia saat ini ,hanya merasakan kehangatan dan getaran cinta ,dan rindu pada sosok pria itu .


"Aku juga merindukanmu !! aku janji ,, aku berjanji Adista ... aku tidak akan pergi meninggalkan mu lagi ..." ucap Dimas dengan mencium kening Dista .


Mereka berpelukan dengan dengan waktu yang cukup lama ,rasa rindu mereka masing-masing kini tengah terobati ,pelukan itu seketika di lepaskan oleh Dista ,wanita itu celingak-celinguk mencari kedua putra nya .


"Kak ...apa kamu sudah melihat anak kita ." ucap dista dengan di angguki Dimas .


"Dimana anak kita kak ." ucap Dista lagi .


"Armand dan Arnold ,berada di ruang NICU sayang !! terima kasih ...terima kasih sayang kamu sudah memberikan anak laki-laki yang sangat tampan untukku. " ucap Dimas dengan tersenyum dan menatap wajah istrinya .


"Kak ... jadi nama anak-anak kita Armand dan Arnold ." ucap Dista menatap suaminya dan di angguki Dimas .


"Armand Sky Anggara dan Arnold Sky Anggara ." ucap Dimas .


Dista menitikkan air matanya dengan tersenyum bahagia dia langsung memeluk Dimas kembali ,begitu pun Dimas dia membalas pelukan istrinya ,kedua pria yang baru bangun tidur itu di buat ngiler dengan kedua pasutri itu ,Bryan dan Steven saling pandang melihat kemesraan keduanya itu , di sisi lain mereka juga bahagia atas sadarnya Dista .


.


.


.


Jika berkenan Mampir kuy ke novel ku yang aga sedikit acak-acakan dan agak aneh ini 🤗🤗🤗

__ADS_1



__ADS_2