Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Ketenangan haqiqi .


__ADS_3

3 hari telah berlalu ,setelah kejadian dimana ana menghilang Erland melakukan penjagaan dengan ketat untuk istrinya ,kemana pun ana pergi harus di kawal bodyguard, yang membuat ana risih dimana dirinya pergi ke panti harus mesti di kawal oleh kedua pria berbadan kekar itu .


Bahkan Dimas pun ikut setuju dengan apa yang di sarankan Erland untuk menjaga ana ,tak heran jika Dimas menyetujui nya karna dia juga ingin melindungi keponakannya dari marabahaya .


Hari ini hari Minggu ,tepatnya pukul 18.30 ,Dimas bersiap untuk pergi kesebuah vila milik keluarga Anggara untuk menyelesaikan tugas kantor bersama Bryan, meskipun dia belum kembali lagi ke kantor , tapi dia pun ikut membantu mengerjakan urusan kantor di rumah.


Sahara yang melihat Dimas akan pergi hanya tersenyum kecut , dia tidak perduli Dimas akan pergi kemana pun ,dia mengingat dimana dua hari yang lalu dia meminta salah satu proyek yang dia inginkan pada Dimas ,pria itu bahkan memberikan dokumen proyek itu dengan bermurah hati dan begitu santai memberikannya begitu saja .


Kini Dimas melangkah ke arah Sahara dengan tersenyum manis di depan wanita itu .


"Sahara aku pergi dulu , ?! ingat , di saat aku pergi kau jangan nakal ." ucap Dimas mencubit hidung wanita itu .


"Dimas ,kau pikir aku ini anak kecil .. " ucapnya dengan menahan kesal .


"Kemungkinan begitu ." ucapnya dimas dengan gelak tawanya .


"Apa kau akan pergi lama ,"


"Tidak ,mungkin besok sore aku akan kembali ,?! ya udah ,kalau gitu aku pergi yah.." ucap Dimas dengan di angguki Sahara .


"Gak usah kembali saja sekalian , itu akan lebih baik , hahaha ... akhirnya aku mendapatkan apa yang aku dapatkan untuk memiliki aset proyek itu ,bodoh "


Sahara melihat punggung pria itu yang sudah menaiki mobilnya ,setelah mobil Dimas tak terlihat Sahara pun masuk kembali dengan tubuh yang menari-nari, karna dia terlalu senang di mansion ini Dimas pergi dan dia bahagia telah mendapatkan aset proyek atas nama dia dari Dimas .


Sementara di perjalanan sana , Dimas tersenyum menyeringai dengan apa yang dia lihat dari wanita itu .


"Sahara , kamu hebat menunjukan wajah polos dan senyum manis mu yang palsu itu ." ucap Dimas dengan mencengkram stir mobilnya .


Dua puluh menit perjalanan Dimas berhenti sejenak di cafe yang ia lewati untuk memesan kopi ,kini dia pun masuk ke cafe tersebut ,Dimas menghela nafasnya panjang dia melihat orang-orang di cafe memenuhi isi ruang cafe itu dengan penuh .


Kini dia pun melangkah ke lantai dua , lagi-lagi isi ruangan cafe tersebut penuh ,kini dia pun melangkah ke lantai atas ,terpaksa Dimas harus mencari tempat di atas lantai tiga .


Orang-orang melihat ke arah Dimas dengan berpakaian serba hitam ,Bahkan untuk wajahnya pun tidak terlihat oleh orang-orang yang tengah melihatnya, Karna dia memakai masker ,tapi Dimas tidak memperdulikan akan hal itu .


"Silahkan tuan ." ucap pelayan cafe tersebut.


Dimas hanya mengangguk kan kepalanya saja ,kini dia membenarkan topi yang dia pakai dan membuka maskernya , orang-orang melihat dengan minat saat Dimas membuka maskernya .


"Ehh... ehh .. lihat ,pria itu membuka maskernya ,jika topinya di buka kayanya akan kelihatan tampannya ." bisik wanita


"So tahu ,bahkan gak jelas begitu ,kamu bilangnya udah terbilang tampan , jangan melihat cowok dari sisi kerennya ,dia berpakaian serba hitam itu jangan-jangan ******* lagi ." ucap wanita lain .


"Kalau enggak mafia ,haha .." ucap yang lain lagi .


"Hus ... jangan sembarangan bicara ,siapa tahu dia itu suka berpakaian warna hitam ,aku suka deh sama cowok yang keren seperti itu , hey lihat dong dengan jelas dia itu dari tubuhnya aja udah bikin aku tertarik ,siapa tahu kan dari wajahnya aja lebih menarik ." ucap wanita yang sekumpulan itu .


Salah satu wanita yang melihat ke arah tangan Dimas tercengang ,apalagi pada sepatu yang di pakai pria itu .


"Oh my good ." ucap wanita itu .


"Kenapa ." ucap ketiga wanita itu dengan serempak .


"Lihat jam yang di pakainya, itu jam yang harga puluhan juta loh , dan lihat sepatu yang dia pakai ,bahkan bisa ratusan juta ." bisik wanita itu .


Sontak ketiga wanita itu pun terkejut ,ada yang menilai Dimas adalah pria kaya ,dan juga ada yang menilai Dimas itu hanya memakai barang-barang KW..

__ADS_1


"Dengan berpakaian hitam begitu ,pasti dia itu tukang maling ." bisik wanita satu .


"Hey jangan sembarangan berkata dulu ,belum tentu benar ." ucap si wanita dua .


Dimas mendengarkan percakapan ke empat wanita itu ,meski tidak sedikit jelas ,tapi dia mendengarnya dengan sedikit yang dia dengar , setelah menghabiskan kopinya Dimas berdiri dengan tangan memegang pagar besi itu dengan melihat keramaian yang ada di bawah sana


Di saat Dimas akan merogoh kantong untuk mengambil ponselnya , tiba-tiba ada yang menabrak punggungnya dari belakang , Dimas terkejut dan kini dia berbalik dan melihat ke Arah belakang .


"Tolong bantu aku ..." ucap gadis yang menabrak punggung Dimas .


Kini gadis itu menarik kerah blezer panjang Dimas dan memutar tubuh Dimas untuk menghalanginya,agar bisa bersembunyi dari orang yang tengah mengejarnya .


Lima menit pun sudah berlalu ,tapi gadis itu masih saja bersembunyi di balik dada bidang Dimas dengan mencengkram kerah blazer Dimas , Dimas mengerutkan keningnya dengan gadis yang mencengkram kuat itu .


"Sebenarnya kamu mau sembunyi sampai kapan sih ,." ucap Dimas dingin .


Seketika gadis itu menampakan wajahnya dan celingak celinguk ke kanan kiri .


"Eu ... maaf !! tadi aku di kejar orang aneh jad....


"Dista ,kenapa kamu kabur ..." tanya pria yang kini melangkah di arah tangga .


"Dista !! kamu gak mungkin marah kan ,kalau sekarang Fathan menjadi milikku ." ucap wanita yang kini melihat ke arah Dista .


"Satu Minggu lagi kami akan menikah ,kamu pasti akan datang kan ke acara pernikahan kami ,nih undangan buat kamu ,jangan lupa datang selamatin kami ya ." ucap wanita yang tak lain sahabat gadis itu .


"Mantan dan sahabat ku akan menikah ,aku gak niat pergi ." ucap gadis itu dengan ketus .


"Kamu sedih ya ,sampai sekarang belum mendapatkan pacar pengganti ku ." ucap pria itu yang tak lain mantan pacar gadis itu .


"Baguslah kalau begitu ,nih undangan nya tolong di terima ,nanti jangan lupa datang ya .." ucap sahabat gadis itu .


Kedua orang itu pun pergi meninggalkan cafe itu ,Dimas yang masih di pegang tangannya melepaskan tangan gadis itu dan berbalik lagi melihat pemandangan keramaian di bawah.


"Ituuuu ... emmm ..boleh pura-pura menjadi pacarku gak ,untuk datang ke pernikah...


"Tidak !! saya tidak ingin melakukan hal seperti itu ." ucap Dimas tanpa melihat ke arah gadis itu .


Gadis itu memaki-maki Dimas di dalam hatinya ,dengan begitu dia juga melihat Dimas dari bawah hingga atas .


"Udah mah suaranya dingin ,terus berpakaian aura gelap begitu lagi , ! ohh tidak .. apa dia ini om-om yang sudah beristri makannya menolak ku ."


"Ohh ... om .. om sudah punya istri ya ,makannya menolak ku ." ucap gadis itu dengan tawanya melihat ke arah wajah Dimas yang tak terlihat itu.


Dimas tidak menghiraukan perkataan gadis itu ,dia melangkah pergi ke bawah untuk pergi melanjutkan perjalanan , sementara gadis itu dia terkejut melihat Dimas pergi begitu saja tanpa menjawabnya .


"Dasar om pelit bicara ... ngomong saja hanya beberapa kata ,!! tapi dengan suara bicara dia tadi sangat seksi, walau mulutnya di tutup masker , udah punya istri bilang aja kalie ,gak perlu menolak dengan kasih alasan basi ... " ucap gadis itu dengan sombongnya .


"Gadis cantik ,modis sepertiku di tolak oleh pria ,?! baru pertama kali ini lagi ,,, huh apa dia itu benar om ..om yang sudah beristri !! terserahlah ,persetan dengan undangan ini ,aku tak perduli mending buang saja ."


Kini gadis itu pun melangkah kembali ke bawah dimana tadi dia sedang menikmati secangkir cappucino yang tertunda itu , dan dia juga ingin melupakan kejadian beberapa menit yang lalu ,apalagi dirinya bertemu dengan pria misterius berpakaian serba hitam itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain tepatnya di mansion Anggara ,seorang pria yang kini tengah berada di ruang kerja berkutat dengan pekerjaannya , hari-hari yang dia lewati semenjak kakaknya kembali di sibukan dengan kantor dirinya sekaligus kantor kakaknya .

__ADS_1


Dengan kesibukannya dia harus kerja lembur dan mengerjakannya di rumah ,Erland mengingat perkataan kakaknya untuk bertahan dulu beberapa hari di kantor Dimas ,meskipun pekerjaan di bantu oleh para sekertaris mereka ,Erland dan Dimas tidak ingin membuat Bryan maupun Niken mengerjakan semua ,dengan begitu Dimas maupun Erland ikut membantu juga .


Kini Erland pun menyelesaikan pekerjaannya ,setelah itu dia keluar dan akan melangkah ke arah kamar , di saat dia melangkah beberapa langkah ,Erland terkejut melihat istrinya yang tertidur di sofa , kini dia menghampiri ana dan menggendongnya .


"Mas ... kamu sudah selesai ." ucap ana membuka matanya .


"Kenapa tidur di sofa hmm ..." jawab Erland.


"Aku menunggumu ," jawab lirih ana melihat wajah suaminya .


Erland tidak menjawab pertanyaan istrinya itu ,dia berhenti dari langkahnya dan langsung mencium kening ana lama dengan situasi menggendong istrinya itu ,Roy yang akan berjalan ke arah dapur seketika ngerem mendadak dari langkahnya .


Ekhemm ...


Suara deheman si jomblo Roy pun yang beberapa kali berdehem tidak membuat dua pasutri itu minggat dari keromantisan nya .


"Nyonya ,tuan , anda berdua benar-benar menganggap saya patung ."


Keduanya semakin tak tau diri ,bahkan sekarang Erland mencium bibir ana di hadapan pria jomblo itu ,Roy yang akan melangkah pun dia urungkan dan berbalik badan ,di saat dia berbalik, suara langkah berjalan dari belakang membuatnya berhenti dari langkahnya , kini Roy pun melanjutkan langkahnya kembali ke arah dapur membuat kopi untuk menyegarkan pikiran nya yang sudah di kotori oleh majikan nya itu .


Bahkan kini Roy tengah duduk di meja kecil yang ada di dapur sambil menikmati kopinya ,para Pelayan menatapnya dengan heran ,Roy pun tak menghiraukan tatapan pelayan yang melihatnya seperti melihat daging langsung santap .


Sementara di kamar .


Erland membaringkan istrinya dengan pelan dan ikut berbaring di samping istrinya .


"Maaf sudah membuatmu menunggu ." ucap Erland mencium kening istrinya .


"Lanjutkan lah tidurmu ,jika mengantuk ." ucap erland dengan di angguki ana .


Tiga puluh menit pun berlalu ,Erland mendengar deru nafas ana yang sudah tertidur ,sebenarnya dia menginginkan istrinya malam ini ,tapi dengan melihat istrinya mengantuk membuatnya mengurungkan niatnya untuk menyetubuhi istrinya itu


Erland melihat jam di ponsel menunjukan pukul 20.00 ,Di saat Erland menyimpan ponselnya ke atas nakas , tiba-tiba ana memeluk suaminya itu dengan erat ,bahkan istrinya itu mengigau .


"Mas ,jangan tinggalkan aku !! aku mencintaimu ." ucap ana dalam mimpinya


Erland tersenyum saat istrinya mengucapkan kata cinta walau pun itu dalam mimpi ,dia tahu bahwa kata itu adalah untuknya .


"Aku juga mencintaimu istriku ," gumam Erland membalas pelukan ana .


Erland melihat kancing piyama ana terbuka di bagian gunung kembar ana membuatnya menelan salipnya dengan kasar ,meskipun dia menginginkannya ,tapi dia tidak ingin mengganggu istrinya yang tertidur itu.


Erland menelusupkan wajahnya di bagian dada ana untuk mencari kehangatan dan ketenangan ,namun naas bukan nya tenang tapi Erland malah menegang saat ana menggeliatkan tubuhnya .


"Sabar junior ,nanti aku akan memberikanmu ketenangan yang haqiqi ,tapi bukan sekarang ."


Erland mencoba menetralkan jiwa lelakinya yang sudah menggebu menggairah, Erland akan mengikuti istrinya itu untuk tidur ,walau jam kini masih belum malam dia akan tetap tidur agar di tengah malam dia bangun untuk berjaga-jaga ,setelah beberapa menit bergelut dengan hawa nafsu akhirnya Erland terlelap dengan sendirinya


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2