Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Perdebatan putri-putri pratama


__ADS_3

Makan siang pun kini sudah di siap kan oleh para pelayan di keluarga Pratama,


kini ke lima para wanita itu sedang makan siang tanpa tuan rumah , yaitu Erik Pratama


dari suara dentingan sendok ,kini suara lantang dari jenika membuyar kan semua orang yang ada di meja makan.


"Ana apa kau bertemu dengan tuan Dimas Anggara , apa dia seperti Monster pasti dia sungguh jelek sekali ,"


"Oh tidak , kalau sudah cacat begitu pasti pusaka yang di miliki tuan Dimas itu juga sudah tidak berdaya, sungguh malang sekali nasib mu ana ." cibir jenika .


Semua orang yang ada di meja makan tersebut terkejut dengan apa yang di katakan jenika ,termasuk ana sendiri .


bagaimana bisa jenika berbicara seperti itu


"Jenika tutup mulut mu ,kau membahas tuan Dimas yang sudah tidak jelas itu ,di waktu kita makan , apa kau tidak menjijikan ." ucap Vika menimpali .


Sintia sudah jengah dengan kedua putri nya itu , bagaimana bisa putri nya itu masih memikirkan pria cacat itu di waktu sedang makan


"Sudah-sudah kalian selesaikan makan nya ." ucap Sintia.


Ana hanya melihat ekspresi jenika yang telah mencibir nya dan sekarang tatapan itu beralih tatapan benci .


"Seperti nya kau telah berpengalaman akan hal yang di maksud pusaka itu ." ucap ana melihat jenika di samping nya .


"Apa yang kau bicarakan hah , tutup mulut mu ."


Dila si anak bungsu cuman hanya melihat perdebatan antara ana dan jenika , Dila hanya tertawa apa yang di katakan ana .

__ADS_1


"Heyy anak kecil , apa yang kau ketawa kan dari ku hah ,"


"Dan kau ana , berani sekali kau bertanya itu padaku ,apa kau sedang mengejek ku."


"Kak ana tidak mengejek mu kak Jen ,tapi itu emang kenyataan nya ,kau lebih berpengalaman dalam bidang seperti itu ."


"Kau anak kecil diam , tahu apa kamu tengtang itu hah ."


"Cukup ., apa yang kalian ribut kan ini hah , kenapa kalian masih membahas suami dari ana itu ." ucap Sintia yang selesai acara makan nya ,kini pandangan nya beralih pada ana .


"Ana gimana keadaan tuan Dimas, apa luka bakar nya terlalu parah ." ucap sintia


"Ya ,.." jawab ana simple .


"Kenapa gak mati saja dia ,merepotkan orang saja , setelah itu kamu bisa menguasai harta nya jika pun dia mati ," ucap jeni


"Halah ,kau terus perpura-pura saja seperti orang senang ,


meskipun suami mu hidup , tapi jika tidak menyentuhmu sama sekali pun untuk apa menjadi seorang istri ." ucap jenika dengan nada lantangnya., kali ini bukan ana yang menjawab tapi vika yang mengalihkan pembicaraan


"Ana aku dengar ,tuan Dimas memiliki adik yang bernama Erland Anggara."


"Dari beredar rumor yang orang-orang ketahui ,dia pria yang memiliki segalanya tanpa bantuan dari keluarga Anggara , apa kau pernah bertemu dengan nya ." ucap Vika menimpali


Ana terkejut setelah mendengar nama itu di sebut oleh Vika , pria yang selalu membuat nya jengkel.


"Pria tembok itu untuk apa Vika menanyakan nya ,huh aku sungguh tidak perduli ."

__ADS_1


"Yang paling sebal nya ,pria itu memanggil ku gadis bodoh ," batin ana ..


" Aku tidak pernah bertemu dengan nya ." ucap ana bohong


"Oh sayang sekali ,banyak yang bilang Erland Anggara pria tampan ." ucap Vika


Ana melihat ekspresi Vika , ekspresi Vika berubah di saat dia menceritakan Erland.


"Apa Vika menyukai si tembok itu ,Vika adalah gadis pemilih soal pria ,pria yang berpenampilan biasa dia tidak berani pandang .."


"Tak menyangka ,vikaa tertarik dengan si pria tembok itu ."


"Apa yang di lihat dari sisi pria tembok itu , hingga Vika tertarik pada nya ." batin ana


"Kakak orang yang kamu sebut barusan adalah adik dari Dimas Anggara ,kemungkinan aku bisa saja mendapat kan Erland ..." ucap jenika tanpa berpikir panjang.


"Pria hebat seperti Erland Anggara itu mana mau sama kak jenika , sifat mu yang hanya melihat pria tampan saja kau ambil dari wanita lain ." ucap Dila menimpali.


"Hey Dila ,kau hanya bocah tidak tahu apa-apa tentang anak dewasa ,diam kamu dan pergi dari sini , dan kamu jangan ikut-ikutan untuk memiliki Erland .


"Aku tidak bodoh kak , mana mungkin tuan Erland tertarik pada bocah yang masih pelajar seperti ku .


Ana hanya melihat ketiga gadis putri paman nya itu berdebat soal Erland si tembok itu .


"Apa baik nya pria seperti Erland ,kenapa dia sepopuler itu, pria yang tidak punya sopan santun , datar ,dan juga dingin ." batin ana ..


Kini ketiga gadis itu masih saja berdebat di atas meja makan ,hanya karna soal satu pria ,sintia sudah pusing kepala karna ketiga anak gadis nya itu .

__ADS_1


__ADS_2