Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
Bertemu steven.


__ADS_3

Sebelum Erland pergi untuk menemui Irsan ,dia terlebih dahulu mengantarkan ana pulang ke mansion ,Ana yang tadi nya berpikiran buruk terhadap Erland kini dia buang jauh-jauh dalam pikiran nya ,siapa sangka Erland akan mengantarkan nya pulang, tak butuh waktu lama mereka sampai di halaman mansion .


"Syukurlah dia mengantar kan ku pulang ,dan tidak melemparkan ku di tengah jalan ."


"Kalau gitu ,kamu hati-hatilah di jalan ,? jika memang ada urusan penting ,"ucap ana yang telah membuka pintu mobil.


Erland tidak menjawab pertanyaan ana ,di saat ana sudah menutup pintu mobil dan berjalan ,Erland dengan cepat turun dari mobil ,dan mengejar ana dari belakang ,dengan cepat Erland menahan tangan ana , ana yang tiba-tiba di cengkram tangan nya kaget .


"Temani lah aku sebentar lagi ." ucap Erland dengan tatapan sendu menatap ana .


Ana tercengang setelah apa yang dia dengar dari ucapan pria itu ,kenapa secara tiba-tiba pria itu ingin di temani .


"Kenapa tatapan dan sikap nya itu seperti anak kecil yang kurang kasih sayang ,? tidak ..tidak ..ana bagaimana mungkin si brengsek ini seperti itu .? akh tidak ,dengan tatapan nya itu , pasti aku hanya halusinasi ."


Ana masih diam melihat wajah erland ,tapi tiba-tiba Erland menarik tangan ana Sampai ke pelukan nya ,ana terkejut dengan apa yang Erland lakukan ,pasal nya mereka berdua sedang di luar mansion ,pak Urip dan pak Jarwo yang tengah di pos melihat mereka yang berpelukan pun terlihat sangat canggung .


"Erland ,apa yang kau lakukan ? pak Urip dan pak Jarwo ada di pos ,kenapa kau melakukan itu ,bagaimana jika mereka salah paham dengan yang kamu lakukan itu ." ucap ana dengan melepaskan pelukan nya .


Erland tidak menggubris perkataan ana , lagi-lagi Erland menarik tangan ana dan memeluk nya ,dia tidak perduli dengan orang-orang mansion itu ,termasuk pak Urip dan juga pak Jarwo ,pasal nya mereka tahu bahwa dirinya dan ana adalah suami istri ,Erland masih saja memeluk ana dengan erat .


Ana yang di peluk kembali oleh Erland ,merasakan nyaman dan tenang ,yah dia sadari dirinya menikmati pelukan itu .


"Kenapa ada perasaan begitu tenang ,di saat dia memeluk ku ,seharus nya aku menolak ,tapi kenapa aku malah menikmati nya ."


Erland melepaskan pelukan nya dan dia menatap ana dan memegang kedua pipi gadis itu ,tanpa sadar Erland memegang bibir gadis itu , tiba-tiba Erland menahan tengkuk ana dan ******* bibir ana dengan lembut , ana yang di perlakukan Erland diam dan tak menghindar ,setelah beberapa menit mereka berciuman ,Ana mendorong Erland dengan kuat .


"Erland berhe.....


Lagi-lagi Erland menarik tangan ana dan membungkam bibir gadis itu ,Erland ******* bibir ana dengan penuh perasaan ,perasaan yang selama ini ia tidak mengerti dengan gadis yang tengah berada di Kungkungan nya , ana hampir kehabisan nafas ,kini dia mendorong Erland kembali ,dan ana berlari ke arah pintu masuk dengan perasaan yang tak tertentu .


"Aku pasti sudah gila ."


"Tidak di sangka ciuman itu begitu lembut ,dan aku begitu menginginkan ciuman itu , tapi dia adalah ....dia adalah adik ipar ku ."gumam ana kecil.


Ana berdiri di balik pintu dan memikirkan apa yang telah terjadi barusan ,dengan wajah yang bersemu merah dia memegang bibir nya dengan jantung yang berdebar-debar , Di saat ana akan melangkah dia di kaget kan dengan suara bi Ani .

__ADS_1


"Ah nyonya ,anda sudah kembali ,apa anda mau saya bikin kan susu jahe hangat ,? nyonya bukankah tadi anda berangkat dengan tuan Erland ,dimana dia ." ucap bi Ani yang tengah melangkah menghampiri ana


"Ah ..emm ..dia sedang ada urusan di luar bi Ani ,tadi dia hanya mengantarkan ku sampai depan saja .," ucap ana dengan gelagapan ,karna saat ini dirinya masih mengingatkan kejadian beberapa menit yang lalu


Bi Ani yang melihat ana terheran-heran ,kenapa bibir ana di tutup dengan kedua tangan nya ,dan bi Ani melihat rona wajah ana merah seperti tomat matang , bi Ani yang melihat nya pun tersenyum senang .


"Ahaaa aku tahu itu ,?apa mereka habis jatuh cinta ,haha bagus lah kalau begitu ."


"Bi Ani apa suami ku sudah makan malam ," ucap ana dengan cemas .


"Aku tidak ingin menyakiti Dimas ."


"Nyonya ,anda tidak perlu khawatir , sewaktu anda dan tuan erland akan pergi ,dia terlebih dahulu memberi makan pada tuan Dimas ."


"Eumm gitu ya , Eu ..kalau gitu aku ingin melihat suami ku ke atas ." ucap ana tengah berjalan ke arah lift .


"Nyonya tunggu dulu ,? tuan Dimas seperti nya sudah tidur ." ucap bi Ani dengan khawatir .


"Tidak apa ,aku hanya ingin melihat suami ku bi Ani ." ucap ana yang tengah berjalan ,tanpa melihat Bi Ani .


"Nyo..nyonya ."


"Maaf Roy ,aku kesini cuman hanya ingin bertemu dan melihat suami ku ,tapi aku paham dengan ada nya kau di sini ,kau pasti melarang ku untuk masuk ." ucap ana yang tengah menundukan kepalanya .


Tanpa terasa air mata nya jatuh ,dia menangis Karna tidak pernah di ijinkan masuk ke ruangan Dimas, Roy yang melihat ana menangis menghela nafas nya berat .


"Haih ,,, nyonya ana begitu baik ,dia setiap hari membawakan makanan sehat untuk tuan Dimas , tapi nyonya ana tidak tahu ,bahwa tuan Dimas bukan lah suami nya ,? kasian sekali nyonya ana ,dia harus menerima kesedihan di kelurga Anggara."


"Nyonya ,apa tuan Erland menindas anda lagi." ucap Roy menatap ana yang tengah menunduk ..


"Tidak kok ,,? Roy nanti kasih tahu aku jika tuan Dimas ingin bertemu dengan ku , tenang saja aku tidak memiliki maksud buruk kok ." ucap ana yang tengah menghapus air mata nya .


"Aku berharap mereka tidak menolak ku lagi , bahkan perasaan yang saat ini aku rasakan rasanya sangat tidak baik."


"Baik nyonya ,saya mengerti .? sekarang sudah larut malam ,anda lebih baik istirahat ." ucap Roy yang tengah membungkuk kan kepalanya .

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan Roy ,ana kembali ke bawah dan berjalan ke arah tangga untuk pergi ke kamar nya, di saat ana masuk ana melihat tempat tidur ,dia ingat dimana dirinya tidur dengan suami nya itu .


" Aneh ? jelas-jelas waktu itu Dimas kelihatan tidak begitu buruk dengan kondisi nya ,alasan apa yang telah dia sembunyikan dari ku ,? apakah dia ragu kalau aku ada maksud lain .,aku sudah sangat lelah dengan semua ini ." gumam ana .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di sisi lain Erland telah sampai di tempat Irsan ,dia melangkah dengan cepat di mana Irsan tengah berdiri menunggu Erland .


"Erland orang yang ingin kau temui ada di dalam ." ucap Irsan yang tengah menunggu nya di pintu ruang VIP.


"inikan tempat dimana dulu aku ,Bryan ,Irsan ,dan Stevan membicarakan tentang masa depan ."


Di saat Erland masuk dia terkejut dengan seseorang yang tengah duduk itu .


"Stevan "


"Ya ini aku ,kenapa begitu tergesa-gesa sekali kau masuk erland ,apa sebegitu penting nya Sahara itu di kehidupan mu ." ucap Stevan yang tengah santai duduk di kursi


Erland tidak menjawab pertanyaan Steven sahabat nya itu ,dia mengalihkan pandangan nya ke arah Irsan di mana pria itu pun tengah berdiri di depan pintu .


"Irsan bukan kah kau bilang ,kau menemukan keberadaan wanita itu ,kenapa kau menyuruhku kesini dan bertemu dengan si tukang baper ini ." ucap Erland menatap Irsan .


"Wow...wow...santai dulu , jangan asal lewat marah aja, kenapa gak berubah sih dari dulu ketos beruang kutub , masih tetap jadi beruang kutub aja, apa kau ini belum pernah menemukan seorang wanita ,sikap super komplit mu itu bahkan belum juga hilang ," cibir Stevan yang langsung berdiri menghampiri Erland .


"Aku gak ada waktu lagi untuk berkumpul ,aku akan pulang dan aku punya orang sakit di rumah ," ucap Erland akan melangkah pergi .


"Heyy beruang kutub ,kau ini sama beruang kutub nya dengan si Bryan ,apa kau tidak ingin lebih lama lagi dengan kita ,..Cih ...kau memberikan alasan yang tidak masuk akal ,bahwa kau mempunyai orang sakit ,aku tahu kau sudah memiliki istri " ucap Stevan yang tengah melempar kan bantal kursi ke punggung nya Erland .


"Kau ini ingin pulang Karna Dimas sakit ,atau ingin pulang Karna istri mu itu ." ucap nya lagi .


Erland tidak menjawab pertanyaan Stevan dia terus melangkah untuk keluar ,dia benar-benar tidak ada waktu untuk berdebat dengan para sahabat nya itu ,hal yang terpenting sekarang adalah menemukan Sahara ,demi kakak nya .


"Erland aku tahu di mana Sahara ." ucap Stevan yang akan tengah melangkah ke hadapan erland .?r


__ADS_1


Irsan baskara .


__ADS_2