Terjerat Cinta Dalam Pernikahan

Terjerat Cinta Dalam Pernikahan
S2.Sah .


__ADS_3

*


*


*


Tepat pukul 17:45 seorang gadis cantik kini tengah berhenti di depan gerbang tinggi ,tepatnya di mansion Anggara ,kini dia berjalan tertatih-tatih karna tengah membawa satu kantong nasi uduk permintaan nyonya muda Anggara, sepulang kerja Nabila menyempatkan membeli nasi uduk permintaan ana .


Kini gadis itu tengah berlari kecil mengarah ke arah pintu masuk dengan mengayunkan kantong berisi nasi uduk itu , di saat dia sampai di ambang pintu dia menabrak dada bidang seorang pria .


"Awwww...." pekik Nabila yang kini memegang keningnya .


Nabila kini mendongkakkan kepalanya melihat ke arah pria yang dia tabrak barusan .


"Tuan ... " ucap Nabila .


"Hemmmm ... " jawab Bryan yang kini mendekat dengan langkah kecil


Nabila terkejut saat pria itu mendekat ,dengan cepat nabila mundur ke belakang ,tapi Bryan terus saja maju mengikuti Nabila yang mundur ,hingga kini Nabila tertahan ke tiang tembok , Bryan tersenyum tipis melihat wajah gadis itu ,kini tangannya terangkat melepaskan jepitan kelenci itu ,setelah itu tangan dia menarik ikatan rambut Nabila .


Nabila terkejut saat Bryan menarik ikat rambutnya ,Bryan menggenggam ikat rambut yang berwarna hitam itu dan melihat ke arah Nabila , Bryan pun Kembali memasangkan jepitan kelenci itu tepatnya di sela-sela telinga Nabila .


"Kenapa mundur...sebegitu takut nya kamu padaku ." ucap Bryan mengangkat dagu Nabila .


"Kamu lebih cantik rambut terurai seperti ini ." ucap Bryan kembali .


Nabila tidak bisa mengendalikan jantungnya saat ini ,pria itu terlalu dekat dengannya ,Nabila langsung memalingkan wajahnya ke sebrang arah ,dia tidak ingin di lihatin pria yang ada di depannya itu .


"Nabila ....." panggil ana .


Bryan langsung melihat ke arah asal suara begitu juga Nabila , ana mengerutkan keningnya kenapa Bryan bisa berhadapan dengan Nabila , Nabila yang di perhatikan oleh ana langsung menghindar dari Bryan dan menghampiri ke arah ana ,Bryan yang melihat Nabila berlari hanya tersenyum tipis


"Benar-benar seperti kelenci ,lari begitu cepat ,bahkan kau menghindari ku secepat itu kelenci kecil ." gumam Bryan kecil .


Erland yang mengikuti ana ke depan mengerutkan keningnya saat melihat ke arah Bryan yang masih di mansion .


"Bryan .. kenapa kau masih di sini ." ucap Erland .


Erland melihat ke arah ana dan juga Nabila yang tengah masuk langsung mengalihkan pandangannya pada Bryan , Bryan berdecak pada Erland ,bahkan baru saja tadi dia ingin mengatakan sesuatu pada Nabila ,tapi suami istri itu menganggu suasananya .


"CK .... mengganggu saja " decak Bryan .


"Cepat sana antarkan berkas itu pada om Jerry , ?! ingat .. jika sampai kau masih ada di sini kak Dimas pasti bakal mengeluarkan sifat sing ....


"Gak ada bedanya dengan mu ..." ucap Bryan tanpa melihat ke arah Erland dan melangkah pergi .


Bryan pergi dengan menampilkan senyuman ,dia tidak menyangka akan bertemu dengan gadis itu ,Dia tersenyum dengan melihat ikat rambut itu di tangannya ,Bryan menghela napasnya panjang ,dia akan terus menunggu dimana gadis itu berkata jujur dengan perasaannya ,,Erland yang melihat bryan senyam-senyum sendiri di buat geleng kepala .


.


.


.


Di balik kaca besar ,ada seseorang yang memperhatikan Bryan pergi dengan mobilnya, orang itu yang tak lain adalah Nabila ,Nabila menggigit bibir bawahnya dan menyentuh jepitan kelenci itu yang tadi di pasangkan oleh Bryan ,Di saat Nabila akan berbalik , tiba-tiba ana berada di belakangnya .


"A_ana .... " ucap Nabila kaget .


Ana menaikan alisnya sebelah dengan memegang piring berisi nasi uduk itu ,lalu ana mengunyah nasi uduk itu tepat di depan Nabila , Nabila yang melihat ekspresi ana sedang memakan nasi uduk langsung berdehem .


"Ehemm ... emmm ... ana ... kau tidak sedang mengidam lagi kan ." ucap Nabila terbata .


"Benar !! aku saat ini lagi mengidam ,bahkan saat ini aku ngiler banget lihat orang yang lagi unyu-unyu di depan tadi ..uhh sweet banget ... bahkan rasa nasi uduk ini terasa hamar saat mengingat keromantisan kalian .." ucap ana tengah mengunyah .


Nabila tersipu malu saat ana mengatakan itu ,dengan cepat Nabila menghindar dari ana ke arah sofa ruang tamu ,dengan cepat ana pun mengikuti Nabila dengan membawa piring yang berisi nasi uduk dan mengunyah nya .


"Emm ... emmm ... ceritakan padaku ...apa kalian ....


"Anatasya ... kamu habiskan dulu deh tuh nasi uduk di mulutmu , bahkan ngomong mu tidak jelas .." jawab Nabila .


Dengan cepat ana menghabiskan nasi uduk itu ,dengan piring yang masih berisi nasi uduk itu dia taruh di meja , kini dia minum , setelah minum ana memaksa untuk menceritakan tentang Nabila dan juga Bryan.


"Cepat ceritakan padaku ... eummm ... apa kalian ....


"Ana ... dimana Ken ... kok aku tidak melihatnya ." jawab Nabila mengalihkan pembicaraan .


"Nabila ... jangan mengalihkan pembicaraan , aku belum selesai bertanya ,kau sudah mengalihkan pembicaraan ku , Ken bersama kak Dimas ..sekarang aku tanya ." ucap ana .


"Apa kau dan Bryan .....


"Apa ...!! " jawab Nabila .


"Eheemmm ... sudah jadian .." ucap ana memastikan .


Nabila hanya geleng kepala memberi jawaban pada ana ,ana yang melihat Nabila menggelengkan kepalanya membuat nya heran , tapi ana melihat dari raut wajah mereka seperti sudah menjalin hubungan .


"Kita gak jadian ,,, kata siapa jadian ." ucap Nabila .


"Apa?! sudah sejauh ini belum jadian juga ." jawab ana kaget .


"Lalu tadi ..." ucap ana lagi ..


"Tadi apanya ?! tadi dia ... dia ... emmm ... hanya membuang daun yang ada di rambutku ." jawab Nabila gelagapan.


Ana menghela napasnya dengan panjang ,lalu dia menyandarkan punggung nya di sofa itu ,kini dia melihat ke arah Nabila lagi .


"Aku kira kamu sudah menjalin hubungan dengan Bryan ,?! ehh .. bila ... apa kamu sudah mengatakan cinta sama Bryan ." ucap ana .


Nabila lagi-lagi menggelengkan kepalanya ,ana yang melihat Nabila lagi-lagi menggeleng membuat ana menepuk jidatnya sendiri .


"Nabila ... sampai kapan kau akan memendam perasaan mu itu pada Bryan ,kamu kuat amat memendam perasaan ,terus mencintai pria itu dengan diam-diam lagi ." ucap ana .


"Bila .... bukannya Bryan sudah mengatakan cintanya padamu ,lalu kamu kenapa masih menyembunyikan perasaan mu itu , pria juga butuh kepastian Nabila ...


"Ana... aku .... aku ...


"Kenapa ...!" jawab ana .


"Aku takut .. takut sakit hati ." jawab Nabila .

__ADS_1


"Sakit hati kenapa ." tanya ana heran .


Nabila menghela napasnya berat ,kini dia pun menyandarkan punggungnya di sofa ,dia bukan berati tidak ingin mengatakan perasaannya ,hanya saja rasa takut selalu menghantuinya .


"Aku takut sakit hati ,?! kamu tahu sendiri pria itu , pria itu terlalu banyak fansnya ,aku takut di saat aku mengatakan perasaanku padanya ,takut ada wanita lain yang dia cintai selain aku ,?! Yah , meskipun dia sudah mengatakan cintanya padaku ,tapi aku tidak tenang , aku tahu an.... pria itu mempunyai masa lalu ,masa lalu bersama mantan nya yang mungkin belum bisa dia lupakan ,"


"Aku masih saja bertahan dalam hatiku untuk mengatakannya sampai saat ini , sebenarnya aku ingin mengatakannya ,tapi di saat aku ingin mengatakannya ,aku selalu teringat dia di saat berhadapan dengan wanita-wanita lain... bahkan aku selalu teringat pria itu di peluk oleh kedua wanita ,"


"Bahkan aku juga ingat ,dimana aku di restoran tanpa sengaja aku melihat diary mantan kekasihnya dan juga foto wanita itu ,aku lihat dari pandangan matanya ,Bryan belum bisa melupakan wanita itu ,?! ana ... aku akan mengatakan cinta padanya disaat aku sudah tenang ,di saat benar-benar perasaan ku menerima dan siap untuk mengatakan perasaan ku ."


Ana menghela napasnya dan mencerna perkataan Nabila ,ana tidak habis pikir dengan pikiran Nabila ,mau tak mau ana pun harus menjelaskannya .


"Nabila ,,, itu tandanya kamu masih menyimpan kecemburuan berat pada Bryan ,aku tahu Bryan memanglah pria tampan ,walau tampan nya terkalahkan oleh suamiku ." ucap ana sombong .


"Tapi meskipun dia tampan ,pria seperti Bryan kalau sudah menemukan cinta sejatinya ,dia pasti hanya mencintai satu orang ,dan tidak akan memandang wanita lain lagi selain kekasih yang ada di hatinya ."


"Soal mantan kekasihnya ,setiap orang pasti memiliki kenangan bila ,Bryan mungkin hanya menyimpan diary dan foto itu ,tapi kan kita tidak tahu hatinya itu sudah tergantikan atau belum nya ,tapi aku yakin ,pria itu di hatinya sudah tergantikan oleh mu Nabila , "


"Dari pandangannya saja ,aku tahu kalau Bryan itu memang mencintaimu ,dengarkan aku bila , dengan perasaanmu yang sekarang ini ,penuh dengan ketakutan Karna Bryan takut di dekati oleh wanita lain gitu ... " ucap ana dengan di angguki nabila .


"Kamu salah bila ,,, jika kamu tidak langsung mengatakan nya pada pria itu ,akan semakin banyak wanita yang mendekatinya , bisa jadi kamu akan terlewati oleh wanita-wanita lainya ,tapi aku sarankan agar kamu memberi jawaban cinta untuk Bryan ,dengan begitu wanita-wanita lain tidak akan berani mendekati dirinya ." jelas ana .


"Tapi aku takut an....


"Nabila ... percayalah ... jika kau sudah mengatakannya aku yakin ,Bryan pasti senang Karana perasaanya bisa terjawab oleh mu ,?! tapi meski kamu belum menjawab perasaannya juga ,, aku yakin Bryan masih tetap menunggu jawabannya dari mu ,, meski kamu belum siap mengatakannya ,aku yakin Bryan pasti mengerti dengan kamu yang sedikit pemalu ini ..hehe ., "


"Tapi aku saranin ya lebih baik kau cepat-cepat mengatakannya ,aku takut nanti ada gadis lain yang tiba-tiba mengatakan cinta .." ucap ana menyarankan .


Nabila mencerna perkataan sahabatnya itu ,bahkan perkataan itu hampir sama dengan Dista ,bahkan mereka juga memberi tahu dengan ucapan yang hampir sama .


"Nabila begini ya ,,, nanti kamu akan merasakan rindu pada seseorang di saat pria itu pergi ,?! kaya nya kamu akan mengatakan perasaanmu itu di saat Bryan pergi deh ... " ucap ana .


"Yang kamu ucapkan benar ana ,, tapi ... tapi aku benar-benar tidak berani untuk mengatakannya , aku ... aku belum siap ...tapi aku akan bilang ke dia lewat pesan .. aku akan bilang padanya ." jawab Nabila .


Ana mengerutkan keningnya dengan geleng kepala ,kenapa Sahabatnya ini benar-benar bodoh ,ana tahu ,Nabila belum pernah berpacaran ,apalagi pacaran dengan pria dewasa seperti Bryan.


"Nabila ... jangan !!! kamu jangan mengatakan perasaanmu lewat pesan ... itu gak apdol banget ,, gak romantis banget .. " ucap ana .


"Aku saranin ... kamu mengatakan cinta di depannya deh ... dengan begitu perasaan kalian akan lega ..." bisik ana .


Nabila terkejut dengan apa yang barusan di bisikan oleh ana ,tapi apa yang di katakan ana benar adanya ,dia harus mengatakannya di hadapan Bryan , ana yang melihat mimik wajah Nabila terheran ,tapi ana kini tengah berfikir ,gimana caranya nabila langsung mengatakan perasaan nya pada Bryan .


"Aku harus minta kak Dimas untuk memperkerjakan lagi Bryan ,gimana ekspresi Nabila saat Bryan pergi lagi ,siapa tahu dia akan menjawab perasaan di datar itu dan Nabila juga akan mengatakan perasaanya ."


"Baiklah .. jika aku ketemu dengan pria itu aku akan berusaha memberanikan diri untuk mengatakannya ." jawab Nabila .


"Itu baru sahabatku ." ucap ana memeluk Nabila .


"Ana .. aku harus cepat pergi ,aku mau ke rumah Dista ,soalnya dia ingin aku membatu persiapan pernikahan nya dengan kak Dimas ." ucap Nabila berdiri dari duduknya .


"Eh ... apa yang harus di siapkan ," jawab ana .


"Entahlah ,Dista bilang dia ingin memilihkan kebaya yang sudah maminya beli beberapa set untuk di pakai hari Minggu ,jadi dia menyuruhku untuk bantu pilih ." jawab Nabila .


"Si Dista ini bodoh sekali ... udah fitting baju ,udah apa ... nikah hanya ingin ijab kobul saja .. anak itu ." ucap Nabila .


"Sudahlah ... kau pergi sana ,anak itu pasti sudah menunggumu ,semua itu tidak masalah buat orang kaya ,mau pesan baju gaun berapa Pun mereka tidak akan sayang sama uangnya ,gak Kaya kita ," ucap ana dengan di angguki Nabila .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari Minggu pun tiba .


Tak berlangsung lama ,setelah sepakat menentukan hari pernikahan ,Key selaku omah dari Dimas tidak ingin menunda pernikahan cucunya ,menurutnya lebih cepat lebih baik ,apalagi usia Dimas sudah matang untuk menikah .


Setelah menunggu seminggu lamanya kedua pasutri itu selalu memberikan drama dan penolakan , tapi kini akhirnya yang di tunggu-tunggu oleh kedua manusia yang sudah usianya tak lagi muda merasakan kebahagiaan melihat cucu-cucunya itu menikah .


Dimas yang kini tengah siap di depan penghulu membuatnya menarik napasnya dalam-dalam ,mereka tinggal hanya menunggu Dista calon mempelai wanita yang sebentar lagi akan turun .


Sementara di atas sana Dista sudah deg-degan ,Rahma sang mami dan juga Nabila kini telah merentangkan tangannya untuk membatu mengandeng tangan Dista untuk menuju ke bawah .


"Dista kamu cantik banget ." bisik Nabila .


"Nabila .. aku aku deg-degan begini ... " jawab Dita .


"Yang namanya pengantin ,pasti deg-degan sayang , ayo kita turun calon suami mu sudah menunggu mu ." ucap Rahma dengan angguki Dista .


Perias KUA kini telah membantu membuka pintu kamar Dista ,kini ketiga wanita itu pun keluar ,Rahma dan Nabila menggandeng Dista untuk turun kebawah melalui tangga , para tamu itu tepatnya keluarga terdekat mereka kini tengah melihat ke arah ke tiga wanita yang turun dari tangga .


Dista terlihat cantik memakai Kebaya yang dia kenakan ,pria yang kini akan menjadi suaminya itu menatap Dista dengan minat ,sampai- sampai Erland yang di samping kakaknya menyenggol tangan Dimas .


"Jangan di pandang terus .. malam ini juga dia akan menjadi milikmu ." bisik Erland .


Dimas tidak menghiraukan bisikan Erland ,kini dia memalingkan wajahnya saat Dista sampai berada di bawah ,Dista pun di bantu rahma untuk duduk di dekat samping Dimas , dengan cepat Abian merentangkan tangannya ke arah Dimas ,dan Dimas juga menjabat tangan pria paruh baya itu untuk mengatakan ijab Kabul , Abian selaku sang papi dari Dista kini pun sudah selesai mengatakannya dengan lantang.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Dita Adista Abraham binti Abian Abraham dengan mas kawin seberat 1000 gram di bayar tunai ." ucap Dimas lantang .


"Bagaimana para saksi pernikahan nak Dimas dan juga nak Dista di nyatakan sah menjadi suami istri ." ucap penghulu


Sah......


Sah......


Sah ......


Kini mereka pun berdoa setelah Dimas mengucapkan ijab kobul itu ,perasaan Dista benar-benar deg-degan saat ini ,dia tidak menyangka dari pacar kontrak jadi sah menjadi istri , dari doa itu Rahma sang mami Mendokan Dista yang terbaik untuk putrinya .


"Dimas ini cincin nya cepetan pakai ." bisik omah memberikan cincinya pada Dimas .


Dimas terkejut saat omahnya memberikan kotak merah , bukannya Dimas sudah menyiapkan mas lain untuk mas kawinnya, omah yang melihat Dimas diam saja membuatnya geram .


"Anak bodoh ini ...mas kawin dan pasang cincin beda lagi ."


Dimas menghela napasnya berat .. dengan cepat dia pun mengambil dan membuka kotak merah itu , kini dia memasangkan cincin itu di jari manisnya Dista ,begitu pula dengan Dista ,dia juga memasangkannya di jari Dimas .


"Kalau begitu silahkan sang istri mencium tangan suami ." ucap penghulu .


Dista terkejut dengan apa yang barusan yang dia dengar ,tapi mau tak mau Dista pun mencium tangan Dimas .


"Asemmmm ... gini ya kalau udah jadi istri ."

__ADS_1


Dista lebih terkejut lagi ,saat Dimas mencium keningnya begitu lama , Dimas melepaskan ciuman itu dan dimas melihat ke arah dista yang tengah menunduk .


Pernikahan mereka pun kini tengah selesai ,meski pun tidak resepsi ,bagi Dimas pernikahan itu serasa resepsi dan banyak orang ,yah walau pun itu yang datang saudara dari keluarga Dista serta paman dari Abian sang mertua .


Bukk ....


Steven menepuk pundak Dimas dari arah belakang hingga membuat Dimas meringis kesakitan ..


"Aku tidak percaya kau menikah ,aku pikir kau akan selamanya menjadi jomblo " ucap Steven .


"Benar !? aku kira kembaran Erland yang akan menikah duluan ." timpal irsan .


Dimas terkejut saat mendengar kedua pria yang kini berada di sampingnya ,kini dia melihat Erland yang cengengesan dan melihatnya dengan tatapan kesal pada sang adiknya itu .


.


"Kenapa kedua pria ini ada disini .. pasti dia yang sudah mengundangnya ."


"Ehh ngomong-ngomong dimana Bryan ," ucap Irsan dengan celingak celinguk .


"Betul ... aku tidak melihat si beruang kutub itu ." timpal Steven .


"Dia ada urusan di restoran ,jadi dia gak bisa ....


"Sangat di sayangkan sekali ,padahal di sini ada gadis mungil dan begitu cantik...CK ... CK... CK... aku foto aja gadis itu dan kirimkan pada Bryan ." ucap Irsan yang kini memotret Nabila yang tengah memakan kue .


Erland dan juga Steven menggelengkan kepalanya dengan tingkah Irsan itu ,Dimas yang mendengar ocehan kedua sahabat dari adiknya itu lebih memilih ke arah meja untuk mengambil minuman .


Abian melihat Dimas berada di depan meja minuman mengahmpiri nya ,Dimas yang melihat mertuanya menghampirinya hanya mengangguk kan kepalanya saja dan menampilkan senyuman tipis .


"Om ... " ucap Dimas .


"Loh ... kok om sih , kamu panggil papi mulai sekarang ." ucap Abian dengan menepuk pundak Dimas .


"Anak ini , sudah berumur ?! tapi kenapa terlihat seperti anak muda pada umumnya , apa karna operasi."


"I_Iya pi... " jawab Dimas tersenyum .


"Dimas ... dista sekarang papi serahkan padamu ,tolong jaga putriku ,?! tapi sebelum itu aku minta maaf untuk Dista ,dia terkadang suka ceroboh ,mungkin dengan menjadi istrimu dia belum bisa menjadi istri yang baik ,dengan itu semoga kau paham dengan putriku setelah Dista tinggal di sana ." ucap Abian .


"Iya pi... aku pasti akan menjaga Dista ,Karna itu sudah kewajiban ku untuk menjaganya ." jawab Dimas simple .


Dimas tahu dengan gadis itu ,Yah ! gadis itu bahkan suka tidak sopan ,dan ceroboh ,jadi Dimas memaklumi umur seusia Dista dan hal itu pun dia mengerti ,Abian pun langsung menganggukkan kepalanya dan percaya pada pria yang sudah menjadi menantu nya itu .


Kaisam yang kini melihat ke arah Dimas Abian merasa tenang karna cucu gadis satu-satunya benar-benar sudah menikah ,karna keinginan frety sang istri dulu untuk menjodohkan nya akhirnya terwujudkan .


"Aku bisa tenang ,di saat Dista sudah menikah ,dengan begitu Abian tidak perlu repot-repot membiarkan Dista keluyuran lagi ,... !? dengan penyakit ku yang telah nyangkut di tubuh selama bertahun-tahun ,mungkin akan bisa tenang di saat aku pergi nanti ,karna urusanku sudah selesai."


.


.


.


Waktu berlalu begitu cepat ,keluarga Anggara pun kini tengah kembali ,Bahkan saudara dari dari keluarga Anggara pun tengah pada pulang , begitu juga dengan Irsan dan Steven dia pun pamit pulang pada keluarga Abraham ,tepatnya pada kedua pasutri itu .


Rahma yang melihat Dimas duduk di sofa dengan memijat pelipisnya langsung mengalihkan pandangannya pada Dista .


"Dista .. ajak suamimu ke atas ,kalau tidak pijitin dia .. " goda Rahma .


"Mami ... apaan sih ..." jawab Dista .


Nabila dan Rahma cekikikan setelah menggoda Dista ,Nabila yang melihat jam sudah menunjukan pukul satu 12.00 siang undur pamit pada Dista dan juga keluarganya , Dista pun hanya menganggukkan kepalanya dan berterima kasih pada Nabila yang sudah membantunya .


Setelah kepergian Nabila ,Dista melihat jam besar yang terpasang di sudut tembok ,kini pandangannya melihat ke arah sang papi yang tengah menerima telpon ,dan pandangannya kini mengarah ke arah Dimas yang memainkan ponselnya ,seketika Dista mengingat perkataan wanita paruh baya yang tak lain adalah omah .


Omah pernah mengatakan ,bahwa Dimas jika ada di rumah suka melakukan tidur di siang hari , dengan cepat Dista pun melangkah menghampiri pria itu .


"Eumm ... "


"Aduhh ... aku panggil dia apa ."


"Dimas ... kalau kamu mau istirahat ke a_atas aja ..kamar ku tepat di arah tangga ." ucap Dista .


"Bisakah kau mengantarku , aku ngantuk .." jawab Dimas .


"Eu ... ba_baiklah ." jawab Dista .


"Kenapa aku jadi gagu gini sih , biasanya juga sama dia beradu mulut terus ."


"Ayo ... aku antarkan ..." ucap Dista dengan di angguki Dimas .


Dimas pun mengikuti langkah Dista ke atas ,sesampainya di atas Dimas seketika berhenti saat melihat nuansa kamar gadis yang sudah menjadi istrinya itu .


"Kenapa serba pink begini ."


"Kak kenapa ." tanya Dista .


Dimas langsung melihat ke arah Dista ,bahkan pria itu mengerutkan keningnya saat Dista memanggil Dimas "Kak" ..


"Itu ..... bolehkah aku memanggilmu kak ,secara ..


"Terserah !! nanti sore aku akan langsung membawamu ke mansion , dan Roy akan menjemput kita nanti sore , ?! sekarang aku ingin tidur dulu , dan jangan lupa nanti bangunkan aku jam 4 sore ." ucap dimas dengan di angguki Dista .


Dista terkejut saat dimas mengatakan akan membawanya ke Mansion , mau tak mau sekarang dia harus mengikuti apa kata suaminya itu ,karna Rahma sang mami pernah memberi tahunya untuk mematuhi suami dan melayaninya dengan baik .


"Kamu kenapa ... kaget ya saat aku bilang akan membawa mu ,?! kamu tenang saja , setelah kamu pindah ke mansion , aku tidak akan menyentuhmu sedikitpun ."ucap Dimas .


"Jika bisa .. kamu beresin barang-barang mu yang akan kamu bawa ." ucap Dimas .


"Emm .. iya ... " jawab Dista .


Dista terkejut saat melihat Dimas berbaring di sofa dan memejamkan matanya .


"Kak ... kakak tidurnya di ranjang saja ..di situ tidak akan nyam..........


"Tidak apa ." jawab Dimas langsung .


Dista tidak bertanya apa-apa lagi .. kini dia melangkah ke arah dimana kopernya berada ,Dista menyiapkan keperluan dan barang yang akan dia bawa untuk pindah ke mansion nanti ,dista menghela napasnya panjang, dia tidak menyangka sekarang sudah menjadi seorang istri .

__ADS_1


______________


🌹🌹🌹🌹 tinggal Bryan sama Nabila nih ... sedang otw proses nihh ....❤️❤️❤️❤️Ikuti terus dengan kelanjutannya .


__ADS_2